|Freelance| U and I

Author : ThiaHinata
genre : drama romantic-comady, PG 15, One Shoot
main cast :
– Park Chan Yeol as Yeolie
– Han Chil Eun
– and other cast

***Author POV*** Chap 1

Busan

“Para hadirin yang terhormat orang tua dari siswa dan siswi sekalian di persilahkan memasuki ruangan, acara akan segera kami mulai”

ucap salah seorang peminpin acra di atas mimbar dengan pembawaan yang serius dan begitu elegan, suasana yang mewah, sakral, dan moment terpenting dalam masa akhir seorang mahasiswa

semua orang mengikuti acara dengan hikmat, di balut suasana haru, dan sedikit membuat jantung berdegup kencang saat moment penerimaan kelulusan

momen sakral itupun berakhir digantikan suasana riuh ramai yang ceria, semua orang bersorak gembira, para mahasiswa dan siswi melemparkan toga mereka ke atas langit yang cerah dan indah

begitupun dengan keluarga yang menyaksikan ikut gembira terbawa suasana yang sangat membanggakan untuk satu kali dalam seumur hidup

“Han Chil Eun” ucap salah seorang namja dari kejauhan, ia berlari dengan toga d tangan kirinya dan surat kelulusan d tangan kanan ia berlari begitu cepat dan bersemangat menghampiri yeoja bernama Han Chil Eun

Han Chil Eun yang tengah asik mengobrol dengan beberapa temannya seketika langsung menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya itu

“chu” tiba-tiba namja itu secepat kilat mencium kening Han, namja itu bernama Park Chan Yeol atau sering di panggil Yeolie

“aiggoooo namja paboo apa yang kau lakukakn hah???” tutur Han pada Yeolie sambil tangan Han memukul pundak Yeolie cukup kencang sehingga ia meringis kesakitan

“aisshhhh kau chagiya galak sekali pada calon suamimu ini aku kan hanya mencium keningmu bukan meyadongimu”

Park Chan Yeol atau yang sering dipanggil Yeolie ini adalah kekasih Han Chil Eun mereka berpacaran sejak jaman sekolah dulu hingga kini lulus kuliah, sudah 6 tahun lebih mereka berpacaran

“haha kalian ini pasangan yang unik yah kau Han galak sekali pada Yeolie kasian dia kesakitan” ucap salah seorang teman Han yang melihat keadaan Yeolie

“yaa kau benar nona Han chil eun kau memang sangat galak!! galak sekali!!!” ucap Yeolie sambil menjulurkan lidahnya dan bersembunyi di punggung temannya Han

“yak kau namja paboo apa yang kau ucapkan barusan hah?? coba katakan sekali lagi aku akan membunuhmu kali ini” ucap Han sambil mengejar yeolie

mereka berdua selalu seperti itu, sejak jaman sekolah dulu sering dibilang pasangan yang unik karena dua karakter yang berbeda dapat bersatu ya namun kadang seperti kucing dan tikus tapi mereka bisa menjadi sepasang merpati yang indah dan romantis.

****

At Home Park Chan Yeol (Yeolie POV)

“jas hitam,kemeja putih dan dasi biru, semua telah siap” gumamku sambil bercermin

setelah kelulusanku sebagai lulusan sarjana ilmu manajemen dan komunikasi kini aku bekerja di perusahaan ayahku sendiri, perusahaan Ekspord Seol Food aku menggantikan posisi ayahku sebagai peminpin perusahaan
tookk..tokkk.tokkk
“annyeong tuan muda, sarapan telah siap nyonya dan ketua telah menunggu di ruang makan” ucap seorang ajhuma dari luar kamarku

“ah nde bi aku akan segera turun sebentar lagi selesai” timpalku sambil ku pakai jas hitamku dan merapihkan rambutku

“semoga hari ini lancar, karena aku Tuan Park Chan Yeol akan sangat super sibuk haha” gumamku sambil menyiapkan file-file kerja

tiba-tiba terdengar suara dari hanphoneku, segera ku buka dan melihat siapa yang menghubungiku

from Han Chil Eun
to : Yeolie

selamat pagi oppa, pasti sekarang kau sedang bersiap pergi ke kantor ya!! semangat chagiyaa jangan telat sarapan pagi ya aku tak sabar bertemu denganmu di kantor nanti”

“haha ternyata my lady yang menghubungiku, tentu chagiya aku selalu ingat pesanmu dasar yeoja bawel” segera ku telfon ia sambil ku berjalan keluar kamar

tuuttt..tuutttt.tuutttt

Yeolie: yumungseo chagiyaa…..

Han : yumungseo oppa, semangat ya hari ini Tuan Park Chan Yeol

Yeolie : tentu chagiya kau juga ya, aku tak sabar melihat calon istriku menggunakan stelan wanita karir pasti cantik

Han : kau bisa saja oppa, ya sudah sampai nanti di kantor saranghae

Yeolie : nde nado saranghae chagiya

ku akhiri pembicaraan ku di telfon dengan Han, segera ku menuju ruang makan pasti ayah dan ibuku sudah menunggu lama,

“annyeong eommani annyeong aeboji, mian lama” ucapku sambi membungkukan badan

“annyeong sayang kajja duduk kita sarapan bersama” ucap eommani

“tadi siapa yang menelfonmu Yeolie, pasti Han yah!!” tanya aeboji

“nde aeboji tadi Han yang menelfon katanya ia tak sabar ingin bertemu denganku” timpalku

“ah kalian ini memang pasangan yang romantis sayang, eomma senang dengan kalian berdua, segerla lah kalian menikah” ucap eommani

“nde segera lakukan pertunangan, kalian sudah 6tahun berpacaran ayah rasa sudah cukup untuk kalian menikah dia akan menjadi istri yang baik untukmu” timpal aeboji padaku

ayah dn ibuku sangat senang aku berpacaran dengan Han karena menurut mereka Han adalah yeoja yang baik dan pas untuku

“nde-nde eommani, aeboji akuu tak sabar ingin segera meminang Han aku sangat sayang padanya” tuturku pada eomma dan aeboji

“ya bagus kalau begitu lalu berikan cucu yang banyak untuk kami yak” ucap eommani dan aeboji berbarengan

ucapan mereka membuatku kaget dan lucu sunngguh mereka membuatku gugup dengan perkataan yang mereka lontarkan

“Yeolie, hari ini kau sudah resmi jadi pengganti ayah, kau harus giat banyak hal berat dalam perusahaan kau harus sanggup dan sukses menjalankannya” ucap aebojii padaku

“nde arraseo aeboji aku akan menuruti perkataanmu dan akan bekerja giat” timpalku pada aeboji

“nde harus begitu karena kau tahukan dari dulu perusahaan ayah selalu bersaing ketat dengan perusahaannya tuan kim ayah ingin kau bisa mengalahkannya,” ucap aeboji degn mimik serius

yap! tuan Kim adalah pesaing perusahaan ayahku sejak 2 tahun yang lalu ia adalah ayah dari Kris teman satu kampusku, aku dan Kris memang bukan teman dekat bahkan bisa dibilang bukan teman yang baik daan akrab karena aku dan kris pernah terlibat konflik yang bersangkutan dengan Han, ia dulu adalah mantan pacar Han dan sampai kini masih menaruh perasaan terhadap Han dan itu membuatku kesal ia selalu berusaha mengganggu Han calon istriku

Yeolie POV end ***

***Han Chil Eun POV***

“kurasa sudah cukup seperti ini, semoga semua lancar” gumamku sambil bercermin menyisiri rambut dan memoles bibirku dengan lipstik warna pink

tookkk…tokkk…tookk
“sayang ayo sarapan jangan berdandan lama-lama nanti kau telat nak, kajja kita sarapan” ucap eommaku dari luar kamar

“nde eomma ini sudah beres sebentar aku akan segera keluar” timpalku smbil ku aambil tas hitamku dan memakai sepatu pantopel berhak tinggi

ku keluar dari kamar dan ada eommaku dengan wajah berserinya yang cantik menanti kedatangannku

“mian eomma aku sedang sibuk bercermin tadi ” ucapku padanya sambi ke rangkul pundaknyaa

“ndee kau cantik sekali sayang, kau pantas jadi wanita karir, cocok untukmu kajja kita sarapan eomma sudah buatkan omelet kesukaanmu” tutur eommani

“gereoyo? wah daebak omma hehe,, mmuuaacchh” jawabku senang sambil ku sun pipi eommani

aku hanya tinggal berdua dengan ibuku karena ayahku sudah meninggal sejak aku masih sekolah dulu, ibuku adalah seorang notaris di Busan, ia sibuk tapi aku bangga padanya meski sibuk selalu ada waktu untuku, menemaniku dan mendengar segala keluh kesahku

“sayang ini hari pertamamu bekerjakan? dan kau bekerja di kantornya Yeolie iya kan” ucap eommani di tengah2 jam sarapan

“nde omma, aku sekantor dengan Yeolie ia atasanku karena ia seorang presdir menggantikan posisi ayahnya”

“kalau begitu bersemangatlah, karena kau sekantor dengannya akan mudah bagi kalian menjalin kerja sama karena kalian sepasang kekasih, segeralah menikah Han usiamu omma pikir sudah pas untuk menikah” ucap eommani dengan senyum khasnya

“nde omma, aku pun ingin segera menikah dengan Yeolie, kita hanya akan menunggu waktu yang tepat saja” jawabku pada eommani

“ya bagus dan setelah menikah nanti berika eommamu ini cucu yang banyak agar eomma tak sepi di rumah ” tutur eommani

aku sontak kaget dan gembira serta merasa lucu eomma berkata begitu, ia begitu menginkan cucu, sementara aku dan Yeolie memikirkan nanti kita menikah itu sudah sangat membuat gugup.

selesai sarapan aku dan eommani segera berangkat, kami berangkat menggunakan mobil eomma, ia mengantarkanku ke tempatku kerja

“gumawo omma, nanti tak usah jemput aku akan pulang bersama Yeolie jika ia bisa,” ucapku pada eommani

“ah nde kalau begitu semangat sayang! dan janganlah kau gaalak2 pada Yeolie kalian sudah bukan anak remaja lagi ya!” timpal eommani padaku

“nde arraseon eommani sayang! paipai hati2 dijalan eommani,,” ucapku sambil ku sun pipi ibuku

“nde sayang paipai” ucap eommani sambil melajukan mobilnya,

***Han Chil Eun POV end***
***Chap 2***

Author POV

at kantor

suasana masih lumayan sepi dari tampak luar, parkiran pun belum begitu penuh dengan mobil dan motor, Yeolie memarkirkan sedan hitamnya, saat sedang mermarkirkan mobilnya ia melihat Han Chil Eun sedang berjalan santai masuk kantor, segera yeolie turun dari mobilnya dan berlari mengejar Han

“Han Chil Eun” teriak Yeolie

seketika Han menoleh ke arah suara yang memanggilnya itu,
“annyeong oppa, ” tutur Han sambil melambaikan tangan pada Yeolie
“annyeong chagiya, kau pagi sekali datangnya rajin sekali nona galak ini hehe” tutur Yeolie sambil membenarkan rambutnya
“aigooo ishh kau ini oppa, masih saja seperti dulu dasar namja happyvirus yadong” timpal Han sambil memukul pelan dan menjulurkan lidahnya
“andwee sakit chagiya, mwo?? apa kau bilang tadi!! aku namja yadong katamu?” timpal Yeolie membulatkan matanya
“yaa kau namja yadong si happyvirus yadongg” ujar Han sambil ia berlari kecil menjauh dari Yeolie

ketika Han berlari seketika dengan cepat tangan Yeolie menarik tangan kiri Han dan membuat Han berbalik badan dan rambutnya yang lumayan panjang melayang seketika mengikuti gerak badanny

“kau yak… Han” ucap Yeolie mendekap tubuh ramping Han dan menatapnya dalam
“mwo..a..apa yang kau lakukan oppa lihat di sekeliling kita, apa kau tak malu”
“chu” tiba-tiba Yeolie mengecup kening Han lembut
“kau cantik noona galak, tadi aku melihatnya aku jadi ingiinn…..” ucap Yeolie dengan smile evilnya
“mwoo apa yang kau lakukan oppa, aigooooo kau ini” ucap Han kaget sambil melepaskan dekapan Yeolie
“aku ingin menerkamu yeoja yeppo kau sangat meggoda” ucap Yeolie dengan smirk evilnya dn satu alis yg ia angkat
“yakkk kau namja yadong ishhhhhhh pabooo” ucap Han gemas sambil memukul lengan Yeolie
“haha aigooo ishhh dasar yeoja galak,,, kajja kita ke ruangan kita sayang….” tutur Yeolie sambil merangkul pinggang ramping Han
“ah oppa tak usah seperti ini malu dilihat orang2 apa laagi kini kau seorang presdir” gerutu Han dengan muka sedikit merah sambil melepas tangan Yeoolie
“ahhh baiklah chagia”
“ah chagi nanti makan siang bersma ya”
“ye oppa sampai nanti”.
Han dan Yeolie pun menuju ruang masing-masing, mereka berkutat dengan pekerjaan baru mereka,
sementara di sisi lain Chan yeol masuk ke ruangan yang dulu ayahnya pakai, ia melihat keadaan ruangan sekitar dengan senyum khasnya
tokk..tokkk.tokkk

“permisi tuanmuda, apakah saya boleh masuk” ujar suara pria dari luar ruangan
“ah ye silahkan masuk saja” ucap Yeolie sambil duduk di kursinya dan membuka laptop
“permisi tuan, muda kenalkan nama saya Lee Jun Song, saya akan menjadi sekertaris anda” ucap nya sambil membungkukan badan
Yeoliepun segera berdiri tersenyum dengan ramah pada Tn, lee Jun
“Ye, tn, lee jun saya park chan yeol, ghamsahamnida” jwb yeolie dengan membungkuk badan
“ye tuan gamshamnida”
“ah silahkan duduk tn Lee,”
“tuan, ini hari anda pertama bekerja menggantikan presdir, apakah ada yang bisa saya bantu?” ucap tuan lee
“ye tentu tuan lee, aku butuh bantuanmu sebagai sekertarisku, meski ayahku sudah menganalkan perusahaan ini padaku, tapi aku hanya tau luarnya saja, aku ingin lebih tahu mendalam”
“baik tuan Park Chan Yeol, bagaimana kalo hari ini kita berkeliling, sekalian mengetahui apa saja yang harus anda pantau untuk kedepan”
“ah ye baiklah,”

tuan Lee dan Chan yeol pun berkeliling ruangan, melihat-lihat ruang

“ini tuan, ruang-ruang para karyawan bekerja, memproduksi bahan mentah hingga proses jadinya”
“ah ye tuan Lee, mari ke ruangan selanjutnya”

mereka pun berkeliling menyusuri setiap ruangan, hingga akhirnya mereka berhenti di satu ruangan yaitu ruangan Han bekerja

“annyeongshimika, semua” ujar tn Lee kepada semua yang di ruangan, serentak semua berdiri,
“annyeong tuan muda” ucap seluruh karyawan termasuk Han
sementara Yeolie hanya terkekeh melihat tingkah yeojannya seperti itu,
“nde annyeong semuannya, saya Park Chanyeol imnida” ucap yeolie
“kajja tuan kita ke ruangan terakhir” ujar tn Lee
“ah ye, tunggu sebentar aku ingin berbicara pada yeoja di ujung sana” ucap Yeolie menunjuk Han

“kau serius sekali noona” ujar Yeolie dengan senyum khasnya
“ye tentu tuan muda itu harus” timpal Han
“benarkah, apa yang kau kerjakan noona bolehkah aku tahu?” tiba2 wajah Yeolie mendekat ke arah layar laptop Han dan otomatis wajah mereka kini bersampingan

“mwo apa yang kau lakukan pabo?” ucap Han berbisik
“mwo apa noona , aku tak mendengar apa yang kau katakan, suaramu terlalu kecil” ucap yeolie dengan suara cukup lantang

sementara di sudut lain tuan lee mengangkat satu alisnya menandakan ia bingung dengan tingkah chan yeol
“ah, kaja nuna Han kau berdiri sebentar,” ucap Yeolie menarik lengan kanan Han
“ish, apa yang akan di lakukannya” batin Han
“hadirin semua, kenalkan ini nuna Han Ji Eun wanita di sebelahku ini adalah tunanganku, dia calon istriku! Bagaimana menurut kalian? Dia catikan?” ucap yeolie pada semua karyawan di ruangan itu,

sontak semua orang di ruangan itu riuh memberi tepuk tangan dan selamat,
“wah chukkae nuna, kalian cocok” ucap seorang namja dri meja krjanya
“aigoo,, jadi dya sudah bertunangan, semuda ini?” batin Tn Lee

“gumawo semuanya,” ucap Han terbata dan wajahnya meerah padam,
“sekarang kau resmi miliku nuna galak nanti seluruh kantor ini ku beri tahu” ucap yeolie berbisik dan pergi bersama tn Lee

***Chap 3***

Han POV

“ishhh apa yang namja pabo itu, lakukan, akukan jadi malu” batinku sambil kembali fokus dengan kerjaan

“wah kalian sudah lama menjalin hubungan?” ucap seorang yeoja yg berada di sebelah meja kerjaku
“ye, aku dan dia pacaran sejak masih kuliah,” ucapku singkat
“ahh chukkae ye Han, kalian pasangan yang cocok”
“ahh gumawo nuna” jwbku

ku lihat jam tangan sudah menunjukan pukul 11.30pm KST, sebentar lagi waktunya makan siang,

drrttt..ddrrttt…ddrrttt
tiba-tiba handphoneku berdering, segera kulihat siapa yang menghubungi,

“ternyata namja pabo keyopta yg menghubungiku” batinku sambil kubuka isi pesannya

From Chanyeol
to Han

“chagi,, segera ke ruanganku sekarang ya! Kau buatkan aku makan siangkan? Aku lapar ,, kajja kemari”

itu lah pesan singkat dari calon suamiku,, dya terkadang memang seperti anak kecil, apa lagi jika ia sudah merasa lapar

“Han kajja kita istrht makan siang ini sudah jam istrht” ucap rekan kerjaku
“ilahkan sajja, aku…”tiba2 jawabanku terpotong
“kau ini bodoh yak! Tentu ia mau makan siang bersama calon suaminya, kau ini bagaimana” ucap yeoja temanku

“ye miane Han aku lupa, ya sudah kami duluan ya” ucap mereka lalu berlalu meninggalkan ruang
“aigooo ada-ada saja mereka ini” batinku sambil membawa kantong isi bekal makan siang dan berlalu meninggalkan ruangan.

ttookk..tookkkk
ku kentuk pintu ruangannya, namu tak adaa jawaban, jadi kuputuskan masuk saja ke ruangannya

“chagiya?? Kau dimana oppa! Kajja kita makan siang” ucapku mencar-cari namja itu di ruangannya
“aigoo kemana si dya, ah tapi handphonenya ada, berarti dya ada di sini” batinku sambil ku buka bekal makan siang yang tadi ku buat

“chagi, kau sudah datang rupanya,” ucapnya keluar dari kamar mandi
“ah aku kira kau kemana oppa, kajja kita makan”
“ye aku sudah sangat lapar,” ucapnya tapi ia berjalan ke arah pintu bukannya menghampiriku
“ mwo oppa? Kau mau kemana hah?” tanyaku heran

klekk,,,
ia mengunci pintunya, ku heran dengan perbuatannya itu
“nah sudah beres aman” gumamnnya
“aigoo kenapa pintunya di kunci chagi!!” tanyaku heran
“aniyooo chagi biar tak ada yang mengganggu kita” ucapnya dengan senyum khasnya
“aishhh kau ini dasar, kajja kita makan” ucapku menyiapkan makan untuknya

blukk…….
tiba-tiba ia tangan kekarnya melingkar di pinggangku, ia memeluku dengan lembut seperti biasa, tapi kali ini terasa berbeda, begitu hangat sangat hangat,, sehingga membuat jantungku berdegup kencang,

“aigooo oppa, kau ini isssshhh…..”ucapku sambil memegang tangannya yang tengah erat memeluku,
“aku sangat sayang padamu chagiya” ucapnnya lembut sambil ia topangkan dagunya d bahuku
“kau ini dasar bayi besar manja, aku juga oppa sangat.sangat sayang padamu” ucapku dan tangan kiriku membelai pipinya

*HAN POV END*

*ChanYeol POV*
“saranghae Han, jeongmal saranghae” ucapku lembut d telinganya, ku lihat wajahnya begitu merah padam, padahal aku sering melakukan hal seperti ini, tapi kini pipinya benar-benar merah padam
“aigoo nampaknya aku menemukan tomat matang di sini dan sudah sangat matang”ucapku padanya sambil lebih mempererat pelukanku
“mwo dimana oppa?” ucap Han menoleh ke arahku
segera ku balikan tubuhnya agar berhadapan denganku, ku pegang lembut pipinya yang sudah sangat merah itu “ di sini noona di kedua pipimu” ucapku terkekeh melihat tingkahnya sperti ini sangat gugup
“ah kau ini ishhh namja pabo” ucapnya sembari mempoutkan bibir mungilnya yang berwarna pink merona
ku hanya tersenyum melihatnya seperti ini dan aku merasakan aliran darahku begitu cepat, ku sangat sayang pada yeoja ini, yang berada di depan mataku, bahkan ku bisa rasakan deru nafasnya yang begitu kencang
“oppa, kajja kita makan waktu istirahat akan habis jika kita seperti ini terus” ucapnya sembari melepas kedua tanganku dari pipi mulusnya itu

namun apa daya. Ku semakin erat, tangan mungilnya tak sanggup melepaskan tangan kekarku,
“Han Chil eun” ucapku padanya ku tatap serius kedua bola matanya yang indah itu, sementara dia hanya diam kaku ,

secepat kilat kucium hangat bibir mungilnya itu, ia hanya memejamkan matanya bisa ku rasakan ia kaget dengan ulahku ini, tapi aku terus mencium nya hangat, ku sedikit menggigit bibr bawahnya dan ia membuka bibirnya, segera ku lumat bibirnya yang manis ini, sepersekian detik ia pun membalas ciumanku

“mmhhhh” hanya itu yang terdengar dari bibirnya yang tengah sibuk dengan bibirku, ku semakin ganas menciumnya, hingga ku sedikit angkat tubuhnya agar duduk d meja kerjaku

“mhhh, oppa, hentikan” ucapnya sambil sedikit mendorong tubuhku
“ waeyo chagi,, “ ucapku sedikit heran,
“pabo, kau ini kajja makan siang, aku sudah susah membuatkannya untukmu” ucapnya sambil turun dari meja dan berbalik mengeluarkan bekal makan yang ia buatkan untuku

“miane, chagi, aku tak bisa menahannya,” ucapku kembali merengkuh tubuh rampingnya dari belakang
“hmm namja yadong happyvirus tak pernah berubah sama sekali” ucapnya sambil berbalik badan
“tapi kau suka kan? Ayo mengaku saja? Aku tahu aku memang namja paling tampan dan menggoda” ucapku sambil ku elus puncuk kepalanya

“kajja chagi say aa” ucapnya menyuapiku

ku beruntung wanita yang ku dapat ini adalah wanita yang benar-benar hangat sangat keibuan, walau terkadang tingkahnya bodoh dan selalu salah tingkah tiap ku perlakukan romantis,

“kau tidak makan juga chagi??” tanyaku karena ia terus begitu semangat menyuapiku seperti ibu yang menyuapi anaknya

“aku nanti saja, oppa, kau lebih dulu , kau harus makan banyak karena tenaga mu akan terkuras oleh pikiran-pikiran dengan kerjaan mu sekarang” ucapnya

“tapi kau juga harus makan chagi, aku juga tak mau kau sakit dan lelah karena terus memperhatikan diriku” ucapku sembari mengambil kotak makan

“kajja, say aa” ucapku sambil ku suapi dia
“mhh ne oppa”

dan kotak makan siang yang dia buatkan pun habis, sangat kenyang kurasakan begitu enak, lebih enak dari masakan buatan bibi di rumah

“bagaimana oppa? Masakan ku hari ini? Ucapnya sembari merapikan dasi ku yang sedikit berantakan

“sangat enak istriku , aku sangat kenyang, gumawo chagi” timpalku sambil ku kecup keningnya

“ye gumawo chagi,, kalau begitu aku kembali ke ruanganku dulu”
“aigooo chagi kau lihat ini masih jam istirahat! Mengapa kau terburu-buru sekali eoh?” ucapku sedikit kesal karena jam masih menunjukan waktu istirahat.
“mwo? Benarkah oppa?” timpal Han sambil melihat jam tangannya
“lihat? Benarkan? Kau ini ishhh” ucapku melangkah dudukk di sofa, dan ia berjalan mengikutiku, dan memeluku dari belakang
“aigooo tuan park chanyeol aku mohon jangan marah seperti itu, aku minta maaf karena ku fikir jam istirahat sudah habis, mianhe chagiya” ucapnya dan memeluku lebih erat

ku hanya terkekeh melihat tingkahnya seperti itu, padahal aku hanya sedikit kesal tak marah seperti apa yang ada di isi kepalannya saat ini
“baiklah chagiya, ku maafkan kau, tapi ada syaratnya!” ucapku berbalik dan mengajaknya duduk di sofa
“mwo apa itu chagi? Katakanlah” ucapnya heran

ku tatap matannya intens, ke belai pipi lembutnya itu, ku elus rambutnya yang panjang tergerai,

“hmmm tutup matamu sebentar chagi”
“mwo? Memang ada apa oppa? Ada kejutan kah?” tanyannya heran
“sudah lakukan saja perintahku, tutup matamu sekarang”
“hmm baiklah tuan park chanyeol” Han pun menutup matanya, sementara aku mengeluarkan kotak kcil merah dari dalam kantong jas ku, sudah lama aku ingin memberikan ini padanya, dia yeoja yang sangat-sangat aku cintai

Chanyeol POV end

***Author POV*** Chap 4

Han lalu membuka matanya, betapa kagetnya ia di depan matanya ada cicin yang begitu indah,
“aigoo oppa ini untukku!?” tanya Han dengan perasaan yang sangat senang
“ will you marry me Han Chil eun?” ucap yeol sambil memegang tangan kiri Han,
Yeol bgitu erat memegang tangan yeojanya itu dengan tatapan hangat dan serius ia meminta yojanya ini menjadi teman sehidup sematinya

“ye oppa yes I do park chanyeol” ucap Han sumeringah dan matanya sedikit berkaca-kaca terharu, dengan tingkah namjanya ini

“gumawo honey” ucap yeol sembari mengenakan cincin emas bertabur satu brlian kecil yang indah di jari manis kanan Han

Han tiba-tiba memeluk erat Chanyeol sambil sedikit terisak bahagia, karena akhinrnya impiannya terwujud menikah dengan pria yang sangat ia cintai ini

“aigooo kau menangis chagi?” ucap yeol yang menyadari bahwa yeoja nya ini kini benar-benar menangis dan membuat kemejanya sedikit basah

“aniyoo oppa, aku tak menangis aku hanya sangat bahagia” ucap han melepas pelukan nya dan menghapus air matanya sendiri

“aigooo calon istriku menangis bahagia, aku juga bahagia chagiya” batin yeolie ia menatap yeojanya dalam sambil menghapus bulir air mata di pipi Han

sepersekian detik wajah Yeol begitu dekat dengan Han, hingga deru nafas masing-masing dapat terasa satu sama lain

Han hanya memejamkan matanya tahu jika sudah seperti ini calon suaminya akan menciumnya dengan mesra

“chu” yeol mencium bibir Han begitu lembut, tangan Han melingkar di leher Yeol mereka berdua hanyut dalam ciuman mesra dan hangat, namu makin lama Yeol makin panas mencium calon istrinya itu,

digigit bibir bawah Han agar ia membuka mulutnya agar lidah Yeol dapat mengabsen gigi putih Han satu persatu

“mmhhh” hanya itu yang keluar dari bibir Han yang tengah sibuk dijajal oleh calon suaminya itu

tanpa sadar Yeol membuka jas nya dan melempar ke sembarang tempat, begitupun tangan Han yang kini membantu membuka kancing kemeja Yeol, kini posisi Yeol menindih tubuh mungil Han

tanganya merangkul bahu Han sementara tangan satunya mencoba membuka kancing kemeja Han

tokkk.tokkkkkk

“permisi Tn ChanYeol, apa anda di dalam??” ucap Tn. Lee dari luar

“mhh oppa sudah cukup! Kau tak dengar ada orang di luar” ucap Han menyadari kedatangan seseorang, segera ia mendorong pelan dada calon suaminya ini, agar mengehntikan ciuman panas mereka.

“aigooo benar-benar mengganggu, mengapa waktu begitu cepat” ucapnya seraya melihat jam tangannya yang sudah menunjukan jam 14:30 itu berarti waktu istirahat telah habis setengah jam yang lalu

tokk..tookkk

“Tuan,, apa anda di dalam?? ada file yang harus anda kerjakan sekarang” ucap Tn Lee yang sedari tadi di luar menunggu Yeol

“kajja oppa pakai kemeja mu, rapihkan rambutmu” ucap Han membantu merapikan rambut coklat jamur Yeol dan memakaikannya kemeja yang tadi terlempar

“gumawo chagiya, maafkan ulahku tadi, ku terlalu bersemangat” ucap Yeol sembari mengelus puncuk kepala Han

“sudah tidak masalah aku mengerti, calon suamiku memang si happyvirus yadong dan itu sudah biasa” timpal Han dengan menyunggingkan senyum khasnya

“mwo?? kau ini ishhhh awas yak kali ini karena dikantor aku tak bisa melakukannya, tapi setelah kau sah jadi istriku aku akan membuatmu menangis meminta ini terus-menerus padaku” ucap Yeol sembari mencubit gemas pipi calon istrinya itu.

“hmm apa-apaan dia padahal bukan anak keci tapi tingkahnya” batin Han

****

***Han POV***

kamarku kini berhias bunga-bunga cantik yang ada di tiap sudut kamarku berubah menjadi kamar dimana, kini para wanita cantik membantuku berdandan,

“aku sangat gugup eomma” ucapku sembari memegang tangan eomma yang tengah memoles pipiku

yap tepat hari ini aku dan yeol akan melaksanakan pernikahan,, seminggu setelah Yeol melamarku secara pribadi kami berdua mengumumkan akan segera menikah dan hari ini kami menikah bertepatan dengan tanggal dimana kami pertama kali menjadi kekasih

“gaun yang sangat cantik sayang” ucap eommani yang melihatku dan membantu merapikan gaun putih dengan payet sederhanana namun sangat cantik

“ne eomma ini kami yang memilihnya bersama, aku sangat senang”

“Han, jadilah istri yang selalu berusaha melakukan segala nya dengan baik jadilah kesempurnaan untuk hidup suamimu ne” ucap eomma memegang wajahku lembut dan tatapannya yang begitu lembut dan hangat itu

sepersekian detik ku tak dapat membendung air mata yang akan jatuh ini, sungguh ku sangat senang. Terharu semua bercampur aduk,,
ku peluk eomma ku tercinta sangat erat,, sangat erat menangis di bahunya yang hangat dan mencium aroma tubuhnya yang begitu hangat dan harum

“ne eomma, gumawo jeongmal gumawo, aku akan berusaha semampuku, aku juga akan selalu mengunjungimu eomma… gumawo saranghe eomma” timpalku yang masih memeluk eomma

ku menatap wajah eomma, beliaupun ikut terharu dan menitikan air matanya ku hapus dengan tanganku lembut

“lihat dirimu di kaca sayang, putriku kini sudah dewasa, dan sangat cantik” ucap nya sembari menyuruhku berkaca

ku bahagia, gaun nya pas dan warnanya keseluruhan semua sangat cantik, pasti calon suamiku pun sedang gugup saat ini

***Chanyeol POV***

“aigoooooo keyopta nya diriku haha” batinku sambil bercermin menatap diri sendiri dengan tuxedo hitam yang elegan ini

akhirnya hal yang diimpikan terjadi kami menikah setelah berpacaran selama 6 tahun,,, aku akan menjadi suami yang baik dan ayah yang baik jika kami mempunyai anak

“kau tampan sekali nak” timpal ayahku yang tiba2 menghampiriku sedang bercermin ia merangkul pundaku

“ne aeboji ini sangat membuatku gugup”timpalku

“jadilah suami yang berusaha sempurna sayang” tambah eommani

tentu eomma aeobji aku akan berusaha menjadi yang terbaik, menjadi sempurna untuk keluarga kecilku nanti

“ayah, ibu, aku sangat gugup pasti Han sangat cantik sekali” sahutku pada mereka

kini semua telah siap, ku berjalan keluar menuju mobil yang telah siap mengantarku ke tempat pernikahan kami

entah mengapa jantungku berdegup kencang seperti ini, rasanya sama ketika pertama kali kami pacaran, tapi ini lebih sangat lebih

akhirnya ku sampai di tempat pernikahan kami, suasana yang sangat cantik, bunga-bunga warna putih, pink dan merah para sebagian tamu yang berpenampilan sangat elegan,,

semua bertepuk tangan ketika ku datang, tepuk tangan meriah dan tulus , ku hanya bisa tersenyum bahagia

kini ku hanya tinggal menunggu pengantin wanitanya saja, “ku sangat gugup pasti ia sangat.sangat cantik” batinku

***Author POV*** Chap 5

suasana yang hangat semua orang berbalut gaun dan stelan jas yang sangat elegan, bunga lili putih rose putih, merah dan pink mendominasi seisi ruangan lebih romantis,,

Yeol yang sangat gagah dan elegan dengan tuxedo hitamnya serta rambut jamur coklatnya yang tertata rapih menambah kesempurnaan ketampanan yang ia miliki

kini semua orang menanti kedatangan pengantin wanitanya saja,

mobil sedan putih dengan buket bunga kecil dengan pita panjang di bagian depan mobil, kini berhenti tepat dimana akan dilangsungkannya pernikahan sakral itu,

Han turun dengan gaun yang sangat cantik gaun warna putih gading dengan payet2 cantik di bagian atas tubuhnya yang ramping menambah sempurna gaun yang dikenakannya di tangannya membawa sebuket bunga sangat cantik,, perlahan Han berjalan menuju altar, serentak para undangan berdiri melihat kehadiran han yang begitu istimewa di acara pernikahannya

sementara di sudut lain mata yeol yang menunjukan bahagia, bahwa pengantin wanitanya telah datang
kini perlahan Han naik menuju altar, dengan sigap yeol membantu pengantinnya ini dengan menggandeng tangan Han

“gumawo” ucap han pelan dengan senyum khasnya itu

Yeol hanya tersenyum tak hentinya ia menatap gadisnya ini, bahkan rona merah terbentuk di kedua pipi mereka

“neomu yeppo aigooo jantungkuu” batin Yeol
“neomu keyopta suamiku ini” batin Han

kini dua insan muda ini dalam posisi berhadapan satu sama lain, dengan satu saksi yang akan menikahkan mereka sah di hadapan Tuhan dan negara

kedua anak manusia ini ta hentinya saling menatap penuh arti, saling melempar senyum kebahagian dan kini penghulu mereka menyuruh Yeol untuk memasangkan cincin perkawinan yang indah di jari manis kanan Han begitu pun sebaliknya

semua hadirin hanyut dalam suasana sakral dan sangat romantis itu, begitu pun dengan eomma Han dan Yeol yang tak henti menitikan air mata bahagiannya

“aku sangat bahagia semog kita akan jadi keluarga yang bahagia susah senang mari hadapi bersama istriku” ucap yeol lirih

” ya chagi mari mulai kehidupan baru sebagai suami dan istri” timpal Han dan perlahan Yeol mendekatkan wajahnyaa, sementara Han menutup matanya, kini dengan lembut dan penuh arti Yeol mencium bibir istrinya dengan sangat lembut,, dan rona merah di kedua pipi mereka semakin jelas

mereka berdua hanyut dalam ciuman romantis dan penuh arti tersebut, kini mereka berhadap ke para hadirin serentak semua memberi tepuk tangan meriah, tawa bahagia menghiasi seluruh ruangan

kini Han dan Yeol berjalan menuju pesta pernikahan mereka, di belakang Han ada anak-anak perempuan yang cantik dan imut membantu membawa gaun Han yang lumayan panjang seiring mereka berjalan taburan bunga melati berhamburan ke dua insan yang kini sah menjadi sepasang suami istri

semua orang bahagia dalam pesta raja dan ratu sehari itu, “han” ucaap yeol tiba-tiba yang membuat Han sedikit kaget, Yeol memeluk istrinya itu begitu erat, begitupun Han membalas pelukan suaminya dengan begitu mesra

“oppa, saranghe” ucap Han pelan lalu dengan secepat kila Han mngecup bibir tipis Yeol dengan mesra,

END

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s