| Freelance | Assistant or Helper? (chapter 1)

ulzzang-8

Tittle:
assistant or helper? (chapter – 1)

Author:
oh raehyun

Cast:
oh sehun
yoon sena (oc)
kim jongin

Other cast:
Exo member

Genre:
romance
drama
comedy (failed)

Length:
chapter

Note: Typo bertebaran!

Happy reading!!!

(Sena – pov)

Entah alasan apa yang membuatku terjebak menjadi sisten 24 jam. Asisten apanya? Bahkan lebih tepatnya seorang maid. Tidak, bahkan tugasku lebih berat dari seorang maid!

Appa adalah pemilik dari SM entertaiment dan anaknya adalah seorang asisten! Sungguh miris nasibmu yoon sena.

penderitaanku semenjak menjadi asisten exo sangatlah banyak. Entah apa yang di pikirkan semua orang yang menganggapku sangat beruntung karena mendapat pekerjaan ini. Terutama appa yang selalu menanyakan apakah aku senang bisa tinggal satu dorm dengan dua belas namja kiriman dari surga? Ck, surga apanya? Mungkin iya kalau itu adalah luhan , d.o, suho, xiumin, dan lay oppa. Tapi bagaimana dengan yang lainnya? Mereka memang memiliki tampang yang sangat tampan bahkan lebih dari seorang malaikat sekalipun. Tapi jangan pernah tanyakan padaku tentang bagaimana sifat mereka.

Setiap harinya aku harus memasak untuk dua belas perut yang tak pernah merasa kenyang, membersihkan seluruh isi dorm, mencuci baju, mencuci piring, mencuci pakaian, membersihkan sepatu – sepatu, membawakan barang – barang seluruh member, dan mengikuti kemanapun mereka pergi. Dan jangan lupa satu tugasku yang paling aku benci adalah mengurus kebersihan para member. Dan yang paling membuatku kesal adalah jika aku harus berurusan dengan magnae exo itu. Ia setahun lebih tua dariku.

Sifatnya sangat menyebalkan. Satu hal yang aku sangat ketahui darinya, ia adalah member yang paling malas! Ia selalu memerintahku seenaknya, menyuruhku mencuci kembali pakaiannya yang sebanarnya habis di cuci, ia tak mau makan kalau tak ada makanan kesukaannya, akan marah – marah jika aku salah menata rambutnya walau hanya sehelai, setiap paginya ia akan menyuruhku mencucikan wajahnya dan menyikat giginya.

Dan yang paling parah, setiap malamnya ia memintaku menepuk – nepuk pahanya seperti bayi hingga ia tidur. Jika aku tak melakukannya ia tak akan mau tidur dan akan mengaduka hal yang tidak – tidak pada appa.

Pernah sekali aku tak melakukannya karena aku harus mengganti kompresan xiumin yang sedang demam, tampa menunggu lama ia langsung menelepon appa dan mengatakan yang tidak – tidak pada appa seperti ‘sena ingin tidur bersama xiumin hyung! Buktinya ia sekarang berada di kamar xiumin hyung’ dan saat itu juga appa datang dan mengomelikku habis – habisan. Dan sejak itulah aku tak pernah mengatakan tidak pada setiap perintahnya.

(Author – pov)

Sena membuka pintu van dan langsung mendudukan tubuhnya di jok paling belakang tempat yang disediakan khusus untuknya. Ia menyandarkan punggungnya. Hari ini ia merasa sangat lelah. Bagaimana tidak? Semalaman ia habiskan hanya untuk menepuk – nepuk paha sehun, namja itu tak mau tidur. ia terus menyuruh sena menepuk – nepuk pahanya dan tak memperbolehkan yeoja itu hanya untuk sekedar memejamkan matanya.

Walaupun ia hanya beristirahat di van, tetapi gadis itu tetap bersyukur setidaknya ia tak mendengarkan suara berisik dari dua sejoli baekyeol. Baru saja ia ingin menutup matanya tiba – tiba pintu van terbuka. Kai masuk dengan wajah lelahnya, namja itu mendudukan tubuhnya di samping sena, ia lalu menutup matanya dengan lengan kanannya.

“kau lelah? Mau ku pijat?” tanya sena. Kai hanya menggeleng dalam diam dan tetap dalam posisi yang sama.

“kau mau minum?” tanya sena lagi. Dan hanya di balas gelengan dari kai.

“kau kenapa eoh? Kalau lelah bilang saja. Biar ku pijat” ucap sena sembari mengguncang lengan kai. Kai mulai membuka matanya dan menatap sena. Gadis itu terdiam, ia baru sekali ini melihat tatapan kai yang begitu serius seperti sekarang ini.

gomawoo” ucapan itu lolos dari bibir mungil kai. Sena mengerutkan keningnya merasa tak mengerti dengan ucapan kai.

“maksudmu?” tanya yeoja itu polos

gomawoo karena telah mengurus kami semua layaknya seorang istri”

Sena mematung, ia tak dapat mengeluarkan kata – katanya lagi saat dirasanya tangan kai mulai menangkup kedua pipinya. Yeoja itu berusaha mengalihkan pembicaraan dengan mengambil tisu yang berada di sampingnya dan mulai menurunkan tangan kai dari pipinya.

“kau berkeringat. Biar ku bersihkan”

Tangan mungil yeoja itu mulai menghapus peluh di dahi kai yang lumayan banyak.

“kau mengalihkan pembicaraan eoh?”
Tanya kai sembari terus memperhatikan wajah cantik sena. Sena terdiam ia tak dapat berkata – kata lagi sekarang. Bibirnya rasanya kelu dan tak mau terbuka untuk memberikan alasan lain.

Tiba – tiba pintu van terbuka, sehun masuk dengan wajahnya yang ia tekuk. Namja itu lalu duduk di samping sena, ia menjatuhkan kepalanya di pundak sena. Sena sangat tau jika sehun sudah bersikap seperti itu padanya, artinya namja itu sangat lelah.

“kau lelah?” tanya sena sembari beralih menghapus peluh sehun.

“hm…” respon sehun dan menutup matanya.

“mau ku pijat?” tanya sena lagi.

ani. Kau disini saja” jawab sehun sembari memeluk lengan sena. Kai yang berada di samping sena hanya mendengus melihat sikap sehun.

Tak lama member lain pun datang dan langsung duduk di tempat masing – masing.

“kya!!! temsekk apa yang kau lakukan di tempatku eoh?” tanya baekhyun yang kesal melihat kursi vaforitnya diduduki oleh namja yang telah mencuri eyeliner keluaran terbarunya semalam.

“tentu saja duduk” jawab kai santai sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“cepat minggir! Itu tempatku dan hanya aku yang boleh duduk di situ!” ucap baekhyun seperti anak – anak sekolah dasar yang putus dengan kekasihnya (?)

“ayolah! Ini bahkan bukan van milik nenek moyang mu!” timpal kai dengan nada dan tatapan yang memelas pada baekhyun.

“kyaa!!! Kenapa kau tak memanggilku hyung huh?! Dan satu lagi! ini memang bukan van milik nenek moyangku, tapi ini van milik nenek buyutku!” baekhyun mulai terlihat kesal pada namja tan yang berada di hadapannya itu. sedangkan kai hanya tertawa terbahak – bahak melihat wajah kesal baekhyun.

“baiklah aku pindah, tapi tolong katakan pada nenek buyutmu itu bahwa ia barusan mendapat salam dari namja yang memiliki kulit dan hidung limited edition ini ne?!” ucap kai dan mulai pindah ke tempat duduk yang biasanya ia tempati.

“ck,,,bermimpi saja kau kim jongin manusia yang paling hitam setelah tao! Nenek buyutku bahkan mengatakan tak sudi menerima salam dari manusia seperti kau! Bahkan ia mengatakannya sebelum orang tuamu lahir!”

Baekhyun mulai mendudukan dirinya di tempat kai tadi, lalu namja baby face itu menatap ke samping. Tidak, lebih tepatnya melihat sena dan seorang namja yang tertidur di bahu sena.

“ck… menyedihkan sekali!” gumam baekhyun, sena yang mendengarnya menoleh ke arah baekhyun.

“ada apa oppa? Apa tadi kau mengatakan sesuatu?” tanya sena

ne, aku mengatakan bahwa namja yang tertidur di bahumu itu menyedihkan sekali!” jawab baekhyun dengan nada yang sedikit meninggi untuk menyinggung sehun.

Sehun yang mendengarnya langsung menegakkan tubuhnya, lalu menatap baekhyun dengan tatapan mematikan khas miliknya.

“apa katamu? Apa salahku padamu huh?!” tanya sehun yang mulai kesal. Memangnya apa salahnya hingga tiba – tiba baekhyun mengatakan hal itu untuk menyindirnya.

“kau membantu kai dalam misinya mencuri eyelinerku tadi malam kan?!” tuduh baekhyun.

“it…itu..ah… pokoknya itu karena aku di ancam oleh si hitam itu jika aku tak memberi tahu di mana kau biasanya menyimpan eyelinermu!” jawab sehun membela diri.

“sehuna, kai, kalian berdua harus memanggil kami dengan panggilan hyung. bagaimanapun kami lebih tua dari kalian” suara lembut suho menghentikan niat baekhyun yang ingin protes pada sehun.

ne… maafkan kami” jawab sehun dan kai bersamaan.

Mobilpun melaju meninggalkan area pemotretan. Di dalam mobil sesekali mereka tertawa karena beberapa lelucon dan tindakan aneh dari para member. Mungkin hanya d.o yang diam tak melakukan apapun selain tertawa kecil, sementara sang leader yang membuat lelucon hanya mendapatkan balasan – balasan yang sungguh membuatnya tak ingin membuat lelucon lagi seumur hidupnya. ‘apakah itu sebuah lelucon hyung?’ ‘ck… lelucon macam apa yang kau buat itu hyung? Itu bahkan tak membuatku ingin mendengarnya sebelum kau enceritakannya’ sungguh leader yang ternistakan -_-

~~~

(Sena – pov)

“SELAMAT MAKAN!!!”

Pertunjukan lomba makan di mulai. Aku hanya bergidik ngeri melihat para namja itu makan. Mereka seperti orang tak makan sebulan. Perut mereka seperti tak pernah penuh dan kenyang. Dan lihat sekarang aku harus menunggu mereka semua selesai dengan perut mereka masing – masing lalu meninggalkanku untuk membersihkan semua piring kotor itu.

Setengah jam cukup untuk untuk jam makan siang mereka, setelah selesai makan satu – persatu member meninggalkan meja makan. Aku menghela nafas melihat banyaknya piring yang harusku bereskan.

oppa kau tak bersiap – siap?”
Tanyaku saat melihat d.o oppa mulai membantuku mengurus piring kotor di meja.

“aku akan membantumu dulu. Lagi pula kamar mandi masih di pakai baekhyun. Kau tau sendirikan kalau baekhyun di kamar mandi? Ia bisa tahan selama lima hari di sana”

Aku menyelesaikan semua piring kotor itu dengan cepat karena bantuan dari d.o. ohh… sungguh suami idaman yang mengerti wanita(?)

Aku berjalan keruang tengah berniat merebahkan tubuhku di sofa, dan saat itu kulihat sehun dan kai masih sibuk denga stick ps masing – masing.

“sehun, kai kalian tidak bersiap – siap? Kalian ada latihan kan sore ini?” tanyaku menghampiri dua makhluk tampan itu.

“aku sudahn siap kok!” sanggah kai

“sehun kau belum mandikan? Cepat mandi!”

“aish! Sebentar lagi!”

Lihatlah bahkan ia berbicara padaku tampa mengalihkan perhatiannya pada stick psnya itu. Tampa tunggu lama lagi aku langsung merapas stick yang berada di tangannya. Ia menatapku kesal.

“aku masih mau main!” protesnya

“tidak boleh!kau harus mandi dan bersiap – siap!”
aku mendorong tubuhnya sampai di kamarnya. Saat aku kembali berniat membereskan sofa yang tadi di duduki oleh sehun, kulihat kai melipat kedua tangannya didepan dada dan menatapku. Aku tak memperdulikannya.

“temani aku bermain!” aku menoleh menatapnya.

“main? Maksudmu?” tanyaku bingung

“kau menyuruh sehun mandi, otomatis aku tak ada teman untuk melanjutkan permainan ini” jawabnya santai.

“tapi aku tak bisa memainkan game yang ini” jawabku. Bagaimana bisa ia menyuruhku menemaninya bermain game bola yang pasti aku tak akan menang darinya. Yang benar saja?!

“biar ku-“ ucapan kai terpotong karena terdengar teriakan chanyeol yang memanggilku. Tampa tunggu lama lagi aku langsung meninggalkan kai. Aku berjalan mendekat ke arah chanyeol yang berada di ruang baju dan tepat berada di depan lemari bajunya.

“ada apa?” tanyaku saat aku tepat berada di sampingnya.

“ah, kau sudah datang rupanya. Begini… tolong carikan aku topi yang cocok dengan warna baju dan sepatuku ini”

Aku mengambil topih hitam dan sedikit warna biru lalu menyodorkannya, chanyeol hendak mengambilnya, tapi tiba – tiba sebah suara menghentikan tangannya yang hendak mengambil topi itu dari tanganku.

HYUNG! JANGAN YANG ITU!!!”

Aku dan chanyeol mendengar teriakan seseorang di belakang kami, kami berbalik dan mendapati tao yang berjalan mendekat ke arah kami.

wae?! Apa masalahnya denganmu huh?” tanya chanyeol kesal.

“aku ingin meminjam topimu yang itu hyung!”jawab tao dengan sedikit merengek pada chanyeol.

“MWO!!!” teriakku dan chanyeol bersamaan.

“tidak bisa! Aku ingin memakainnya!” ucap chanyeol dan hendak memakai topi itu ke kepalanya.

“ayolah hyung, kau juga sering meminjam boxer doraku!” rengak tao lagi.

Kulihat wajah chanyeol yang merah padam sekarang. Dan aku hanya dapat menahan tawaku sambil menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku.

“kau sudah puas menertawaiku?”

Aku membuka kedua telapak tanganku saat mendengar suara chanyeol, dan saat itulah aku tak melihat tao.

“kemana tao?” tanyaku pada chanyeol yang sibuk bercermin. chanyeol menunujuk sebuah arah menggunakan dagunya. Saat aku menoleh kulihat tao dan lay yang sedang memperebutkan snapback. Aku hanya dapat menghela nafas.

“tao memangnya kau tak punya topi?” tanyaku sembari mendekati kedua orang tersebut. ia menatapku lalu menundukan kepalanya.

“aku tak tahu, topiku tak ada yang cocok warna bajuku”

Aku menarik tangannya lalu mulai membuka lemarinya. Mataku menelusuri setiap inci lemainya mencari topi yang cocok dengan bajunya. Aku mengambil snapback berwarna abu – abu gelap lalu memakaikannya.

cha! Ini lebih baik” gumamku lalu beralih melihat luhan yang tengah menyisir rambutnya. Ya ampun! Ia bisa memakai krim terlalu banyak nanti. Aku menarik tangannya yang akan menaruh krim di kepalanya.

“aish! Oppa seharusnya kau hanya menuangkannya sedikit tadi. Ini terlalu banyak” omelku sembari mengambil krim dari tangan luhan. Aku mengedarkan padanganku dan saat yang tepat! Chen dan kris baru saja keluar dari kamar, rambut mereka terlihat masih acak – acakan.

“kriss oppa! Chen oppa! Kemari sebentar!”

Keduanya menatapku bingung tetapi kaki mereka tetap berjalan ke arahku.

oppa buka tangan kalian” pintahku. Keduanya hanya menurut, aku lalu membagi rata krim yang berada di tanganku, kulihat chen dan kris saling menatap lalu menaikan bahu mereka seolah tak perduli.

“tunggu di sini sampai aku selesai menata rambut luhan oppa” pintahku

Aku mulai menyisir rambut luhan, dan setelah selesai aku menarik chen dan yang terakhir adalah kris. Namja ini sangat tinggi jadi aku harus mengambil sebuah kursi lalu menyuruhnya untuk duduk sebelum aku mulai menyisir rambutnya.

Setelah selasai ku dengar sehun memanggil namaku dari arah ruangan baju. Aku berjalan mendekati sehun yang sedang membelakangiku.

waeyo?” tanyaku saat aku sudah berdiri tepat di sebelanya.

“pilihkan aku topi, sepatu, dan pakaikan padaku” pintahnya

Aku hanya pasrah, ku ambil topi hitam denga sedikit warna putih dan sepatu hitam dengan tali berwarna putih. Lalu menyuruhnya duduk di sofa dan mulai memasangkannya sepatu. Setelah selesai dengan sepetu, aku memakaikannya topi.

“topinya menghadap ke belakang!” protesnya

Aku hanya pasrah dan mengikuti apa kemauannya

kajja kita berangkat!”

teriak suho dari ruang tengah. Kulihat tali sepatunya yang terbuka, aku lekas berlari meninggalkan sehun dan berjongkok di hadapan suho lalu mulai mengikat tali sepatunya.

Setelah selesai aku berdiri dan saat itu aku melihat xiumin yang kesusahan memakai gelangnya. Aku berjalan ke arahnya dan mulai membantunya memasang gelang.

Tumben sekali aku tak melihat baekhyun, kemana namja itu? Saat melewati rak – rak sepatu kulihat baekhyun tengah duduk melantai dan kesusahan memasang sepatu. Aku mendekatinya dan sedikit berjongkok.

oppa kau kenapa?” tanya ku. Ia mendongak dan menatapku.

“sepatu ini sangat sulit di pakai” jawabnya dengan sedikit nada yang tertekan karena berusaha memasukan kembali kakinya ke dalam sepatu itu.

“memangnya itu sepatu siapa?” tanyaku mulai curiga.

“suho hyung

Pantas saja tidak muat -_- ukuran sepatu mereka sangat berbeda jauh.

“aish! Pakai sepatumu yang ini”

Aku melemparkan sepatu merahnya dan tampa sengaja salah satu sepatu itu mengenai kepalanya, ia meringis dan dengan gerakan cepat tanganku mengelus – elus kepalanya.

hyung ayo kita latihan!”

Suara sehun refleks membuat tanganku ku tarik dari kepala baekhyun. Dapat ku lihat sehun sedikit menekuk wajahnya.

“ada apa dengan wajahmu itu eoh?”

Tanya baekhyun, ku lihat sehun tak menggubrisnya. Namja itu berjalan pergi meninggalkan aku dan baekhyun.

Apa ia marah karena aku mengusap kepala baekhyun? Tapi untuk apa ia marah?

To be continue….

Comment or like

2 thoughts on “| Freelance | Assistant or Helper? (chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s