|Freelance| Indonesian Girl???

hanriver2_001

Judul: Indonesian Girl???

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Lee Hyuk Jae (Super Junior)
  • Aldrine (OC)
  • Lee Dong hae (Super Junior)
  • Chelsea (OC)

Author : OctciKyu

Genre : Romance, Friendship

Length : Oneshoot

Rating : PG-15

Disclaimer : Cho Kyuhyun, Lee Hyuk Jae, and Lee Dong Hae as himself. OC belong to my imagination character.

Summary : Pertemuan yang hanya dirasakan oleh satu pihak, apakah pertemuan ini akan dikenang olehnya? Dan bagaimana perasaannya setelah pertemuan itu?

Hai para readers.

Selamat membaca FF ini.J

Hidup ini memang penuh dengan kejutan, ada banyak hal yang tidak kita prediksi dan yang tidak kita duga sebelumnya bisa terjadi dalam waktu singkat, dalam waktu yang lama, atau bahkan berlalu begitu saja.Sama halnya dengan seorang yeoja yang merasa telah mendapatkan jackpot, atau keberuntungan mungkin.Seorang yeoja yang merasa bahwa ini adalah keajaiban terbesar dalam hidupnya, sebenarnya dia cukup berlebihan untuk hal ini. Gadis manis yang kental dengan wajah Melayu ini, cukup tercengang dengan perkataan orang tuanya. Siapa sangka dia mendapatkan hal yang dia idam-idamkan selama ini.

Aldrine POV

Siang hari yang begitu terik tidak menjadi masalah bagiku saat ini, biasanya aku selalu benci berjalan di siang hari yang terik tanpa payung. Tapi kali ini aku tidak peduli, sama sekali tidak peduli jika kulit putih sawo matangku menghitam. Yang ku pedulikan saat ini, aku ingin berjalan dan berlari semauku.Kau tau hari ini aku sangat senang, bagaimana tidak tiba-tiba saja mama ku menelpon ku untuk mengatakan bahwa libur kuliah semester 4 ini aku diijinkan berlibur ke Korea Selatan. You know  “ South Korea” the place that I love. Tiba-tiba ada menepuk punggungku,

“kyaaaaa,Chelsea kau tau aku akan ikut dengan  mu berlibur ke Korea, akhh I’m so happy right now. Jadi kapan pastinya kita berangkat kesana?aku sudah tidak sabar melihat negara kimchi itu. Aigoo.Aigoooo naega joengmal haengbokhae.”Aku berteriak bahagia di depannya dan merangkul bahunya mesra.

“huhhhh,, telingaku sakit mendengar teriakan mu. Sungguh berapa decibel suara mu hah?”

Aku tau Chelsea kesal denganku, tapi apa boleh buat aku begitu senang saat ini,

“oke, kau mau tau berapa decibel suaraku? Asal kau tau saja, suaraku bahkan tidak sampai ke Korea.”Aku melihatnya tambah kesal dan menggerutu.Haha lucunya sahabat ku ini.

“akh terserahlah. Aku dan lainnya berangkat 2 minggu lagi, tepatnya hari sabtu. Kalau kau-memang-akan-ikut yasudah kita bertemu di bandara jam 01.00 pagi. Itupun kalau kau jadi-ikut.”Ohhh, ternyata Chelsea menyindirkan, sampai-sampai dia menekan kalimatnya 2 kali dan aku hanya bisa nyengir. Oh, sungguh menggenaskan.

“ya baiklah kabari aku selanjutnya ya. Ibu ku akan menghubungi mu nanti, dia begitu khawatir padaku”

“oke itu hal yang mudah. Aku punya dua orang teman di Korea, dua-duanya namja.Aku mengenal mereka ketika aku pertama kali berlibur kesana dengan keluarganya.Jadi tenang saja, dia menjadi partner kita liburan kali ini.Baik-baiklah denganku, jangan membuatku kesal.”Jelasnya dan aku hanya manggut-manggut.

*2 weeks later

****

Seorang namja memandangi langit-langit kamarnya dengan tatapan sendu, semilir udara pangi yang menyapanya lewat jendela kamar yang ia biarkan terbuka sepanjang malam. Ia bergidik merasakan udara yang begitu dingin menyentuh kulit putih pucatnya. Ia memejamkan mata sejenak saat merasakan angi berhembus menyapa kulitnya, membuatnya semakin tenang di dalam ruangan pribadinya yang bernuansa biru dipadu dengan wallpaper coklat muda yang menambah kesan unik. Rasa tenang yang dirasanya tidak berlangsung lama, detik itu juga dia membuka kembali matanya.Begitu banyak hal yang berputar-putar dalam pikirannya saat ini, dan kebingungan melandanya. Saat dia memikirkan bagaimana cara untuk mengatasinya, seseorang masuk ke dalam kamarnya.

“kyuhyun-ahh, selamat pagi” sapa seseorang yang memasuki kamarnya.Kyuhyun tidak menoleh dan tidak menanggapi sapaan itu.

“heishhh kyuhyun-ahh, jangan pura-pura tidak mendengarku.” Seseorang itu berkata lagi sambil mengguncang tubuh kyuhyun.

“wae?” kyuhyun balas singkat dan membuat seseorang itu tersenyum.

“ohhh,begini aku akan pergi ke bandara menjemput temanku dari Indonesia,..”

“jadi apa urusannya dengan ku lee hyuk jae?” kyuhyun memotong pembicaraan seseorang itu yang ternyata hyuk jae sambil memasang wajah tidak peduli.

“akhhh, temani aku jebal” hyuk jae menangkup kedua tangan nya memohon. “donghae tidak bisa menemaniku hari ini, dia ada urusan ke kampus. Kau mau kan kyuhyun ahh?” hyuk memasang wajah memelas berharap kyuhyun luluh.

“kalo begitu aku juga ada urusan ke kampus dan tidak bisa ditunda lagi. Lebih penting daripada menemani mu menjemput temanmu dari bandara.”Kyuhyun berkata dingin dan melanjutkan kata-katanya kembali, “tolong jangan ganggu aku seminggu ini, ada banyak hal yang harus ku coba perbaiki dan selesaikan saat ini.Tolong mengerti aku.”

Setelah perkataan kyuhyun keduanya terdiam, entah memikirkan hal apa sampai lebih dari setengah jam. Mereka menyadari bahwa masih ada hal yang perlu dikerjakan, mereka bangkit dari tempat tidur dalam diam.

****

Hyuk jae keluar dari rumah yang bergaya klasik dengan kepala yang tertunduk, dia merasa kesal melihat respon kyuhyun. Dia tidak terima akan hal itu, dia berpikir bahwa dia hanya datang baik-baik ke rumah kyuhyun untuk meminta tolong. Tapi respon kyuhyun seolah-olah dia sudah membuat kesalahan yang cukup fatal.Sapaan dari asisten rumah tangga kyuhyun pun dia abaikan, bahkan sapaan orangtua kyuhyub dia hiraukan. Menimbulkan tanda tanya besar dalam hati setiap orang yang dia lewati.

Sejenak dia memandang rumah itu dari luar dan bergumam “baiklah kalo itu mau mu kyuhyun aku tidak akan mengganggu dan tidak akan meminta bantuan mu untuk beberapa lama.Aku seperti tidak mengenalmu saat ini.” Mobil hyuk jae melaju dengan pelan, sambil ia membuka kaca jendela mobilnya membiarkan udara panas memasuki mobilnya. Semakin lama dia semakin melajukan mobilnya cukup kencang menuju bandara Incheon untuk menjemput teman-temannya dari Indonesia.dia cukup senang untuk kedatangan temannya itu untuk yang kedua kalinya.

Incheon Airport 10.00 AM

“omooooo,,, Korea I’m coming” seorang gadis berteriak cukup kencang dan itu membuat nya harus ditegur oleh staff bandara. Hal itu benar-benar membuatnya malu.

“hhahaa, aldrine-aldrine kau umur berapa hohh? Kalo kau memang benar-benar senang, kau tidak perlu berteriak begitu. Ada tempat untuk hal itu.hahah” laki-laki yang bernama jos menyindirnya. Tetapi sang tersangka diam saja.

“aigooo, kau benar-benar membuat malu aldrine. Aduhhh mimpi apa aku semalam harus membawa mu kesini. Jangan tunjukkan kalo kau itu baru pertama kali ke negeri ginseng ini.ck” omel Chelsea

“biarkan saja aku tidak peduli. Korea I’m coming.” Aldrine berteriak cukup kencang kali ini, membuat teman-temannya geleng kepala dan shock melihat kelakuan aldrine yang cukup gila.

Seketika Chelsea terkesiap saat ada yang meneriaki namanya, ia menoleh ke samping dan menemukan hyuk jae melambaikan tangan nya. Chelsea memanggil temannya dan segera berlari kearah hyuk jae berdiri. saat mereka berhadapan Chelsea cukup tercengang melihat penampilah hyuk jae yang keren. Memakai jeans hitam, sepatu kets hitam merek Adidas, memakai kemeja biru muda yang kancing atas nya dibiarkan terbuka, dan tatanan rambut yang khas Korea Selatan.

“what’s up bro,  long time no see” sapa Chelsea dalam bahasa Inggris. Hyuk jae memang cukup mahir berkomunikasi dalam bahasa ini.

“heishh, I miss you haha.” Balas hyuk jae

“tapi siapa gadis ini, aku belum pernah melihatnya?” ternyata hyuk cukup tertarik dengan gadis satunya yang memasang wajah berbinar-binar.

“oehhh, dia sahabatku aldrine. Baru pertama kali liburan ke Korea, jadi ya begitu ekspresinya seperti orang bodoh.Hahah” Chelsea melirik aldrine yang menunjukkan wajah kesal.

“yasudah ayo berangkat ke apartemen ku. Selama kalian disini kalian akan tinggal di apartemenku, setelah itu kita buat jadwal perjalanan yang mau kalian datangi dan aku siap menjadi tour guide kalian.” Sambung hyuk jae dengan gaya menundukkan kepala dan hal itu mengundang tawa yang lainnya.

Mereka berlima berjalan bersama-sama dalam sebaris, tidak ada yang di depan dan tidak ada yang di belakang. Orang-orang memandang mereka heran, karena merasa merka cukup percaya diri untuk berjalan sampai memakan jalan orang lain yang melintas. Mereka tertawa sepanjang perjalanan keluar dari bandara.

Aldrine POV

Sebenarnya aku begitu lelah saat ini,mengingat sepanjang perjalanan aku tidak ada tidur. Di pesawat sekalipun aku masih sibuk memikirkan betapa indahnya Korea Selatan, memikirkan tempat yang akan ku jalani, berbelanja sepuasnya, dan yang paling membuatku heboh apakah aku bisa bertatap muka dengan Kim Woo Bin oppa. Heissss cukup aldrine dan kami berlima baru saja sampai di apartemen hyuk jae. Ternyata temannya Chelsea itu cukup ramah dan baik juga, dia memberikan kami tempat tinggal di apartemen yang mewah.Hal itu cukup membuatku senang, akhirnya aku tidak mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membayar sewa hotel. Kalau seperti ini aku juga mau tiap bulan berkunjung ke Korea, belum lagi hyuk jae akan menjadi tour guide kami secara gratis. Jadi apa lagi yang kurang, dan aku juga yakin pasti untuk biaya makan sehari-hari dia juga yang membayar.hahaa  Hyuk jae maafkan aku karena telah berpikir seperti ini

“hei aldrine”

“o..eehhhhh….ha..i” aku begitu terkejut tiba-tiba ada yang mengganggu imajinasiku yang cukup hebat itu. Dan ketika aku menoleh ada hyuk jae yang tersenyum padaku. Oh my God, bagaimana jika dia mengetahui imajinasiku itu, mau taruh dimana wajahku yang cantik ini.

“kenapa suaramu terdengar gugup begitu?” tanyanya

Aigo, apa mungkin dia menyadari apa yang ku pikirkan. “ aa, tidak apa-apa…ohh bagaimana aku harus memanggilmu ya?” tanyaku polos

“hanya perlu panggil aku hyuk jae” sambil dia menyodorkan tangannya kemudian melanjutkan “salam pertemanan, ku harap kita boleh berteman baik” dia tersenyum hangat padaku

“terimakasih hyuk jae, kau mau menjadi temanku” aku membalas uluran tangannya dan membalas senyumnya.

Setelah acara perkenalan kami yang singkat itu, kami banyak berbicara tentang pengalaman masing-masing.Dia menceritakan bagaimana dia bisa bertemu dengan Chelsea dan akhirnya menjadi teman seperti sekarang ini.Begitupun aku menceritakan bagaimana Chelsea bisa menjadi sahabatku. Hyuk jae juga bertanya mengenai tempat apa saja yang ingin ku kunjungi di Korea, dia siap mengantarkan ku kemana saja apalagi aku baru pertama kali datang ke Korea. Dia benar-benar orang yang humoris juga, dia selalu membuat ku tertawa.Teman ku yang lainnya bergabung dengan kami, cerita kami berlanjut hingga subuh. Huhhh, menyenangkan

****

Perbincangan yang mereka lakukan kemarin malam hingga subuh, membuat mereka bangun terlambat pagi ini.Alhasil kegiatan buru-buru pun terjadi di apartemen itu, suara riuh dan teriakan menggema dimana-mana. Rencana mereka hari ini akan pergi ke namsan tower, tapi sebelumnya mereka singgah di restoran donghae ‘grill5taco’ karena donghae mengundang mereka untuk makan ke restoran barunya. Di hari selajutnya mereka akan pergi ke lotte world dalam dua hari berturut-turut dan pada hari keempat mereka memilih untuk menenangkan diri di tepian sungai Han. Liburan ala keluarga yang membawa banyak makanan dan minuman, membawa alas duduk, bersandar di pohon dan bernyanyi bersama.

Kyuhyun POV

Hahhh sudah berlalu 4 hari semenjak kedatangan hyuk jae ke rumah ini, dan semenjak hari itu juga dia tak pernah menghubunngi ku. Sama saja dengan ku, aku juga tidak pernah menghubunginya. Bukannya aku tidak mau menghubungi ataupun menemui dia, tapi tidak mungkin kan aku menelan kembali ludah yang telah aku keluarkan. Aku cukup mempunyai logika untuk itu, begitupun donghae dia hanya mengabariku bahwa dia sedikit sibuk minggu-minggu ini apalagi dengan kedatangan teman hyuk jae dari Indonesia.

ekhh, ngomong-ngomong aku jadi cukup penasaran dengan teman hyuk jae itu. Apakah mereka cukup cantik, atau lebih tampan dari ku.Sepertinya tidak, karena bagaimanapun ketampanan ku ini tiada yang bisa menandingi.Apalagi wajah mereka yang Indonesia dibandingkan dengan wajah ku khas Korea.So pasti mereka kalah.Aku tertawa sekeras-kerasnya seolah-olah semua masalah ku minggu ini telah lenyap di telan bumi.Akh, mengingat hal itu membuat ku frustasi saja.

“oehhh, nuna” aku memanggil nunnaku yang baru saja keluar dari mobilnya

“ada apa kyu?” nunnaku bertanya

“nunna, kau sudah makan siang belum? Kalau belum boleh temani aku makan siang di restoran barunya donghae.”Aku menjawab nunna ku dengan wajah senang. Aku memang berniat makan siang di restoran donghae, sekalian aku ingin bertemu dengannya dan siapa tau juga hyuk jae ada disana. Jadi kami bertiga bisa makan siang bersama.hehe

“ck, nunna baru saja makan siang kyu bersama teman nunna, dan kalaupun hanya menemani mu nunna juga tidak bisa. Nunna banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan.” Nunna menjawab jelas, seakan tau kalau aku akan memintanya hanya untuk menemani saja.

“ohhh baiklah nunna, aku pergi dulu ya. Annyeong” aku balas dengan sedikit tersenyum.

At Grill5Taco

Aku sampai di di restoran ini, dan aku keluar dari mobilku.Aku berjalan menuju pintu masuk, saat aku membuka pintu restoran ini aku cukup tercengang melihat banyaknya pengunjung sedang makan di tempat ini.Wahh lee donghae kau sungguh hebat, kau baru saja membuka restoran tapi pelanggan mu sudah padat begini, ucapku dalam hati.Aku terus berjalan mencari meja yang kosong, dan aku menemukan meja yang dekat dengan bagian kasir.Aku memesan makanan ku pada pelayan yang menghampiriku.Saat makanan ku tiba, aku memakannya dengan lahap sampai habis tak bersisa.Selesai makanpun aku tidak berniat keluar dari tempat ini, aku ingin menunggu donghae.Mungkin sebentar dia keluar.

The other place

Aldrine POV

Hari sungguh cepat berlalu, bagaimana tidak ini sudah hari keempat aku berada di Korea. Berbeda ketika aku menanti untuk segera berangkat ke Korea, serasa jarum jam itu tidak berputar. Memang benar kata orang-orang, “ketika kau merasa senang kau akan beranggapan hari-hari sangat cepat berlalu, tetapi ketika kau menunggu kau berpikir seolah-olah jarum jam tidak berputar”. Dan saat ini kami berenam ditambah donghae sepupu dari hyuk jae sedang bersantai di sungai Han. Aku cukup menikmati berada disini, melihat pohon-pohon hijau yang berayun-ayun menyapa ku sedari tadi.Banyak keluarga, pasangan kekasih, dan bersama teman-teman menghabiskan waktu disini.

“hei kalian. Kenapa jadi tidur begini?” aku heran melihat mereka yang justru ingin tidur.

“kami lelah, biarkan kami tidur sebentar.” Sahut Natan

“aishh, kalian tidak seru. Bagaimana mungkin kalian ingin tidur di tepi sungai ini, sementara banyak orang yang menikmati pemandangan ini dan menunggu sunset. Dasar” jawabku jengkel

“sudah kau diam saja. Kami sudah biasa bahkan terlalu biasa untuk menikmati pemandangan disini dan melihat sunset.Tidak seperti mu yang bahkan baru pertama kali ini, wajar kau begitu senang untuk menunggu.” Aku tergelak akan jawaban Chelsea barusan. Benar-benar telak untuk ku, dan aku melihat mereka semua menertawaiku sampai terpingkal-pingkal.Aku benci dengan keadaan seperti ini, aku tau bahwa aku baru pertama kali kesini.Tapi tidak begitu juga respon mereka.Lebih baik aku pergi dari sini, mencari tempat yang lebih tenang untuk melihat sunset beberapa jam lagi.

“yaa, aku mau kemana rin-ahh?” aku dengar hyuk memanggilku.

“kemana saja yang penting aku aman.” Aku berjalan tanpa menoleh ke belakang sambil menenteng kamera SLR ku.

“rin-ahh kau sungguh cantik saat merajuk begini.” Ku dengar hyuk jae meledek ku dan detik itu juga mereka semua tertawa keras mengiringi kepergianku.

Kyuhyun POV

Setelah menunggu satu jam berdiam diri di restoran ini, aku memutuskan untuk bertanya pada salah satu pegawai donghae tentang keberadaannya. Bahkan sampai satu jam aku menunggu dia tidak keluar dari ruangannya.

“chogi, apakah donghae tidak ada di ruangannya?” aku bertanya pada salah satu pelayan yang lewat dari hadapanku.

“akh, manajer donghae memang tidak ada di ruangannya. Dia pergi bersama hyuk jae-ssi dan teman-temannya ke sungai Han.” Ujar pegawai  itu

“ohh begitu. Gomawo” jawabku

Begitu aku mendapat informasi itu, aku melesat meninggalkan restoran ini sekalian memberi uang membayar makanan yang ku pesan. Aku melajukan mobilku menuju sungai Han, aku benar-benar ingin bertemu dengan hyuk jae dan donghae. Hari-hariku tanpa mereka sungguh sangat tidak mengenakkan.

Aku sampai di sungai Han, aku berkeliling untuk mencari kemungkinan dimana keberadaan mereka.Hampir 30 menit aku berkeliline di tempat ini belum juga ku temui batang hidung mereka. Huhh aku lelah dan aku haus, elbih baik aku duduk di kursi pojok di bawah pohon hijau sana. Lebih baik istirahat dulu dan menikmati sunset yang sebentar lagi akan berlangsung.

Aku menikmati semilir angin sore berhembus menyentuh wajah ku membuat ku menutup mata dan menikmati sentuhan lembut ini.Aku menikmati kegiatan ini lebih dari 10 menit, aku beruntung juga duduk di tempat ini. Tempat duduk yang hanya aku sendiri penghuninya, cukup membuatku merasa sepi dan terlintas dalam pikiranku jika seorang gadis manis menemaniku melewati sore ini. Aisshh, cho kyuhyun apa yang kau pikirkan. Aku menggeleng-geleng kepalaku dan ingin beranjak dari tempat ini, tapi belum aku berdiri aku merasa terhipnotis untuk tetap disini karena seseorang itu.

“cool” gumamku

Aku melihat seorang gadis yang tidak begitu tinggi, kira-kira tingginya 160cm. aku tertarik untuk melihatnya karena sedari tadi tidak ada orang di sekitarku, jadi tiba-tiba ada orang yang lewat aku harus waspada. Bisa jadi dia ingin mencelakaiku, merampokku mungkin, atau bahkan menculikku karena ketampananku yang tiada tara ini, apalagi dia seorang yeoja. -_-

Aku memperhatikannya kembali, aku melihat kulit kakinya putih tapi tidak seputih orang Korea bisa dibilang putih sawo matang.Rambut hitam sebahu dan bagian bawahnya ikal.Dan yang cukup membuatku heran adalah dia memakai celana pendek tapi bukan hotpans, celana pendek sebatas lutut dan memakai jaket ungu.Apa dia tidak sadar bahwa cuaca Korea saat ini cukup panas, mengingat bulan ini sudah memasuki musim panas. Kalau perlu dia tau orang yang berkunjung ke sungai ini kebanyakan wanita memakai hotpans dan baju tanpa lengan.Satu poin aneh menurutku.Ke perhatikan lagi dirinya yang masih membelakangiku, dia begitu sibuk dengan kameranya dan sungguh heboh untuk mengabadikan momen saat ini. Oh yaampun dia orang darimana, sampai segitunya dia heboh untuk foto-foto bahkan selfie.

Aku menyadari aku begitu memperhatikan gadis itu, padahal aku tidak tau dia siapa, wajahnya juga aku belum lihat, dan ohh bagaimana jika dia memiliki wajah yang menyeramkan. Dari belakang memang dia kelihatan menarik dan keren apalagi dengan sepatu kest biru tuanya itu’

Ini sudah memasuki pukul6 lewat sore, dimana aku akan menyaksikan detik-detik terbenamnya matahari yang selalu sendiri itu. Saat aku focus melihat matahari terbenam, aku terhalang olehnya yang berdiri tepat beberapa meter di depanku. Itu membuatku tidak bisa melihat matahari yang bulat itu sepenuhnya.

Beberapa saat aku menyadari bahwa dia menoleh ke belakang, aku melihat wajahnya yang begitu senang dan matanya yang berbinar-binar. Aku terpana melihat wajah manisnya di bawah cahaya senja kekuningan yang menerpa rambut hitamnya, hal itu sungguh membuatnya bertambah lebih manis dan cantik. Aku tak bergeming dari duduknya, merasakan waktu begitu lambat berputar.Aku tidak lagi memperhatikan sunset itu, tapi aku melihat wajahnya saat senja hari ini.Tapi aku tau pandangan matanya tidak terarah untukku, dia memang menoleh ke belakang tapi tatapan matanya tidak tertuju untukku. Aku tidak tau apa yang dilihatnya di belakang sana, satu yang pasti yang ku ketahui bahwa hanya aku yang melihatnya. Hanya aku

Jantungku berdegup kencang saat aku melihat wajahnya bahkan sampai saat dia memalingkan wajahnya kembali menatap ke depan, jantungku tetap bergemuruh hebat, hatiku benar-benar senang saat ini, aku seperti merasa semua bebanku selama terangkat begitu saja hanya karena melihat wajahnya. Tanpa sadar aku berucap “aku jatuh cinta pada pandangan pertama”

Lama aku menyadari kata-kata itu, sampai akhirnya “tidak, aku tidak bisa jatuh cinta seperti ini. Aku tidak mau menelan ludahku kembali, aku tidak mau.”Saat aku mengucapkan hal itu hatiku sakit karena aku menyangkal hati kecilku.

“bukan masalah jika aku jatuh cinta pada pandangan pertama, tapi ini menyangkut perkataan yang pernah membuatku bersumpah di depan teman-temanku. Bagaimana mungkin aku melanggar sumpahku.”Aku berbicara frustasi sambil menjambak rambutku hingga acak-acakkan.

“tidak apapun itu, pada kenyataannya aku jatuh cinta pada pandangan pertama dan itu sungguh membuatku ingin melupakan sumpah itu. Tenang cho kyuhyun kau hanya perlu bersikap positif.”Aku berusaha menenangkan hatiku.Hingga tak sadar aku melihatnya menerima telpon, samar-samar ku dengar dia tidak menggunakan bahasa Korea atau Inggris. Tapi di akhir aku mendengar dia mengucapkan kata ‘terima kasih’

“Ohh, I got you.” Gumamku senang.

Ku lihat dia segera memasukkan ponselnya ke saku jaketnya dan membenarkan kameranya.Saat dia beranjak dari tempat dia berdiri, aku ingin sekali memanggil nya dan mengajaknya berkenalan tapi tiba-tiba sumpah itu menghantuiku kembali.Membuat ku tidak bisa bergerak, lidahku begitu kelu untuk gerakkan.Aku hanya bisa mematung melihat kepergiannya yang semakin menjauh sampai aku hanya bisa menatap titik dari tubuhnya.

Aku menyandarkan tubuhku di kursi ini, aku begitu kecewa. Aku berucap dalam hatiku “ Heii, Indonesian Girl! Can we meet again???”

….##THE END##….

Kata orang-orang, Cinta Pada Pandangan Pertama itu biasanya tidak memberikan celah bagi seseorang untuk bisa memilikinya atau sekedar menjalin hubungan dengannya, tetapi Cinta ini akan tetap dikenang dalam hati bahkan pikiran seseorang itu seiring perjalanan hidupnya.

Cinta Pada Pandangan Pertama berbeda dengan Cinta Pertama.

Annyeong para Readers terima kasih sudah berkenan membaca FF ku ini.Semoga FF ini tidak membosankan yah.Aku butuh saran maupun kritik dari Readers yang membaca FF ku ini.Untuk readers yang berminat berteman dengan author ini jaringan social author.

Twitter: @Silviaop530

Terima kasih juga untuk Admin yang sudah memposting FF ini.

Terima kasih semuanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s