| XOXO SONGFIC SERIES | HEART ATTACK

*ps : Yang ini cast ceweknya ada dua karna kmren nanggung yang ikutan lbh satu lg. Jadi songfic yg ini terpaksa author bwt cinta segitiga hehehe ^^  Enjoy the story guys~

 

HA4-tile

XOXO songfic series

Title : Heart Attack

Author : HCV_2 | Main cast : Han Ri Young ― Oh Sehun ― Jung Jiyeon

Length : Ficlet | Genre : Romance | Rating : T

Song : EXO – HEART ATTACK

I walked through a long maze. Through a vision that looked like you

 

Mataku dibutakan olehmu, seberkas cahaya yang menghaburkan sinar lain, pendaran cahaya yang kuat

Bayangmu bagaikan kilatan film, sebuah kilas balik

Aku terjebak dalam labirin di antara ilusimu

Saat aku merasa bisa meraihmu, tapi saat kuulurkan tangan ini hanyalah udara hampa yang terasa

Seorang pemuda tampan yang tengah tertidur lelap diranjangnya tiba-tiba mengernyit. Sinar matahari pagi itu serasa menerebos masuk diantara kelopak matanya. Ia mengucek matanya sebentar lalu berusaha untuk membukanya. Masih setengah terbuka, matanya mencoba mencari siapa yang baru saja membuka korden apartemennya.

“Ayo bangun. Ini sudah jam 8 pagi. Aku tidak suka namja pemalas”

Sebuah suara manis yang ia kenal tertangkap oleh telinganya. Karna matahari yang cukup terang membuatnya tak bisa melihat jelas. Yang jelas ia tahu siapa pemilik suara itu. Namja berambut blonde itu hanya tersenyum simpul lalu memiringkan posisi tidurnya. Ia perhatikan gadis yang masih sibuk membuka jendela itu dengan mata sendunya.

“Untuk apa kesini pagi-pagi? Kau tahu kan kalau hari ini aku ada janji?”

Gadis itu tersenyum, “Kau ada janjinya nanti bukan sekarang. Lagi pula aku datang untuk membawakanmu sarapan. Aku tidak mau kau tidak sarapan seperti kemarin lagi” ucap gadis itu sambil berjalan kearah sofa. Ia menghela nafas berat seraya berkacak pinggang melihat begitu berantakannya apartemen itu. “Aku heran ini apartemen atau tempat sampah? Banyak sekali sampah disini” gerutu gadis itu sambil memunguti beberapa baju dan sampah yang berserakan lalu memisahkannya.

Si pemilik apartemen hanya tersenyum sambil memandangi kekasihnya. Setiap pagi selalu seperti ini. Gadis itu selalu mengeluh tapi dia tidak pernah berhenti melakukannya. Tapi itulah yang dia sukai, dia sangat suka bagaimana gadis itu memperhatikannya.

“Sehun ayo cepat turun dari tempat tidurmu!” ucap gadis itu setengah berteriak. Ia berkacak pinggang didepan tempat tidur Sehun dengan tangan kiri yang dipenuhi baju kotor Sehun.

Sehun menghela nafas, “Iya-iya baiklah” sahut namja berkulit putih susu itu seraya duduk diranjangnya. Mata mereka terpaut. Berbeda dengan Sehun yang menatapnya santai, gadis itu masih memasang wajah seramnya. Sehun hanya tersenyum jahil, tentu saja bagi Sehun itu sama sekali tidak seram malah baginya  ekspresi itu sangat manis.

“Aku bilang turun, bukan bersila Oh Sehun” ucap gadis berambut kecoklatan itu kali ini sambil memutar bola matanya.

“Baik-baik aku tahu” sambil terkikik namja itu akhirnya turun dari ranjangnya. “Sudahkan Jung Jiyeon?” lanjut Sehun. Gadis itu hanya menggeleng seraya berjalan kekamar mandi. Selalu begini, namja itu selalu malah tertawa setiap kali Jiyeon marahi. Dia akan selalu bilang ‘Wajahmu lucu kalau sedang marah’

Jiyeon keluar dari kamar mandi setelah meletakkan baju kotor Sehun. Ia lihat namja itu sudah duduk dimeja makan sambil memegang sendok dan garpu tapi tak ada makanan ataupun piring diatas meja. Jiyeon tersenyum simpul, tidak banyak yang tahu kalau sebenarnya Sehun juga punya sisi kekanakannya. Dia terlalu sering bersikap dingin dan serius didepan orang lain.

“Hari ini kau dan dia akan pergi kemana?” tanya Jiyeon sambil meletakkan makanan yang ia bawa diatas piring.

“Ke Lotte World”

“Hmm, pasti menyenangkan ya bisa menghabiskan waktu berdua ditaman hiburan” ucap Jiyeon masih sambil mengeluarkan beberapa makanan. Walau tak gadis itu ungkapan, tapi Sehun tahu apa makna dari kata-kata itu. Jiyeon pasti lelah terus bermain dibelakang.

“Kau mau ketaman hiburan juga?” tanya Sehun lembut. Jiyeon hanya tersenyum seraya menyodorkan piring berisi nasi pada Sehun. Sehun meraih piring tersebut. Ia tatap Jiyeon dengan tatapan menyesal. Ia tahu dia sudah salah langkah sejak awal.

“Jangan menatapku seperti itu” ucap Jiyeon sambil menuangkan Sehun segelas air. Ia balas tatapan Sehun sambil tersenyum. “Aku tidak apa-apa Sehun. Aku akan menunggu” Jiyeon elus kepala Sehun seperti anak kecil. Sehun hanya diam, melihat senyum gadis itu malah membuat hati Sehun perih. Senyum itu palsu, Sehun tahu. Sebagai kekasih ia seharusnya membuat Jiyeon bahagia kan? Tapi kenapa malah begini?

“Habiskan makananmu lalu mandi. Jangan sampai kau terlambat” ucap Jiyeon seraya kembali melanjutkan kegiatan bersih-bersihnya. Tapi tiba-tiba ia berhenti saat merasa ada yang memeluk tubuhnya dari belakang. Ia memutar bola matanya lagi. “Sehun kenap―”

“Tetaplah seperti ini” potong Sehun seraya membenamkan kepalanya dipundak Jiyeon. Ia memejamkan matanya sambil mencium pundak mungil itu.

Jiyeon juga memejamkan matanya. Dapat ia rasakan nafas Sehun dilehernya. Tangan kekar Sehun yang merangkul pinggangnya. Hangat dan membuatnya merasa nyaman. Airmata seketika menumpuk dan membuat matanya terasa berat. Ia senang setiap kali Sehun memeluknya, setiap kali Sehun tersenyum kearahnya, setiap kali Sehun menatap matanya. Semua yang ada pada diri Sehun ia suka. Tapi sayang, semua itu tidak hanya Sehun tujukan untuknya. Ada gadis lain yang lebih dulu mendapatkan Sehun. Ada gadis lain yang membuatnya tidak bisa memiliki Sehun seutuhnya.

“Maafkan aku..” lirih Sehun pelan. “Kalau saja waktu itu aku tidak menerimanya pasti..”

“Jangan salahkan dirimu. Ini bukan sepenuhnya salahmu”

 

Satu – satunya yang tertulis dalam kepalaku hanya dirimu

Fantasi yang terasa nyata ini mebuatku hampir gila

Oh tidak, tidak bisa ini semua tidak nyata

Saat aku melangkah mendekatimu, kurasakan debaran dahsyat ini

 

“Kenapa dia lama sekali” gumam seorang gadis pelan. Gadis yang tengah duduk diteras rumah bergaya minimalis. Ia mempoutkan bibirnya karna seseorang yang ia tunggu belum juga datang. Sudah terlambat 10 menit dari yang dijanjikan tapi gadis itu tetap berusaha sabar. Mungkin ada sesuatu yang membuat orang itu terlambat.

“Sehun bilang dia tidak suka gadis cerewet. Jadi kau harus mengerti Riyoung. Sebentar lagi dia pasti sampai” ucap gadis itu pada dirinya sendiri. Ia rapikan sedikit baju dan rambutnya. Hari ini dia akan kencan, dia harus terlihat cantik didepan namja yang dicintainya.

Gadis itu menggigit bibir bawahnya seraya mengambil ponsel. Ia ucap layar ponselnya dan muncullah sebuah foto manis dari sepasang kekasih yang tengah berpose imut. Senyumnya seketika mengembang. Setiap kali ia gelisah, foto itu selalu mampu menenangkannya. Perlahan jari lentiknya mengusap wajah namja difoto itu. Mengusapnya perlahan seakan mengusap wajah namja itu secara langsung.

Sehun― namja yang sudah 10 bulan ini menjadi kekasihnya. Namja yang tidak ia sangka akan menerima pernyataan cintanya secara gamblang.

 

-Dimalam bersalju dan angin bertiup cukup kencang. Riyoung tengah berjalan cepat dengan sebuah cincin ditangannya. Gadis itu basah kuyup. Ia berlari seperti sedang mengejar seseorang. Dan benar saja, matanya berbinar ketika ia lihat seorang namja tengah berjalan sendiri tak jauh dari tempatnya.

“Akhirnya ketemu” ucapnya girang.

Ia pun berlari lebih cepat agar tak kehilangan namja itu lagi. Sedikit kesulitan karna angin bergerak berlawanan arah. Selain itu salju juga cukup tebal menutupi jalanan. Tapi gadis itu tak putus asa, sampai akhirnya tangan mungil itu berhasil meraih tangan kekar sang namja.

“Sehun tunggu!” ucap gadis itu dengan nafas yang tersengal. Sehun berbalik dan cukup terkejut melihat gadis itu terlihat berantakan.

“Riyoung? Ada apa?” tanya Sehun pada gadis yang masih menundukkan kepala itu. Sehun mengernyit karna bukannya menjawab gadis itu malah menyodorkan sebuah cincin. Cincin yang sangat ia kenal.

“Aku ingin mengembalikan ini. Sepertinya terjatuh” ucap gadis itu setelah nafasnya sudah teratur. Ia mendongak dan mendelik melihat mata Sehun yang memerah. Bulu mata namja itu juga terlihat basah. “Kau.. menangis?” tanya Riyoung hati-hati.

“Tidak”

“Tapi matamu..”

“Sudah kubilang tidak!”

Riyoung terkesiap karna nada suara Sehun tiba-tiba meninggi. Ia pun mengalah. Dilihat dari raut wajahnya, sepertinya suasana hati namja itu sedang tidak baik. Mungkin lebih baik dia diam.

“Lalu cincinmu?”

“Buang saja”

“Ke-kenapa dibuang?”

“Kalau kau mau, ambillah. Yang jelas aku tidak mau melihat benda itu lagi”

 “Ba-baiklah kalau begitu” ucap gadis itu pasrah. Ia takut dibentak lagi jika dia banyak bertanya.

“Lalu apa lagi?” tanya Sehun yang seketika membuat Riyoung menaikan alisnya. “Aku tahu ada hal lain yang ingin kau katakan kan?”

Riyoung mendelik. Ia terkejut, bagaimana Sehun bisa tahu kalau dia ada tujuan lain? Tapi Riyoung hanya diam. Berpikir untuk kedua kalinya apa ia benar-benar ingin mengatakannya sekarang? Melihat Sehun yang terlihat masih emosi itu membuat nyali Riyoung ciut.

Sehun menghela nafas, “Kalau memang tidak ada ya suda―”

“Aku menyukaimu!”-

 

Riyoung menghela nafas. Mengingat peristiwa saat Sehun menerimanya itu sebenarnya membuatnya sedikit ragu. Ia merasa ada yang janggal. Sehun seperti tidak tulus menerimanya. Jika diingat lagi, saat itu emosi Sehun sedang tidak baik. Dan sampai saat ini Riyoung belum tahu karena apa. Setiap kali Riyoung bertanya namja itu pasti langsung mengalihkan pembicaraan.

Walau ia ragu tapi Riyoung selalu berusaha untuk berpikir positif. Mungkin masalah Sehun waktu itu bukan hal yang terlalu penting untuk diketahuinya. Dan lagi, kenapa dia harus banyak berpikir? Dia seharusnya bersyukur karna bisa memiliki kekasih seperti Sehun.

 

Tiiinn

 

Tiinnn

 

Suara klakson tiba-tiba mengejutkan Riyoung. Ia tersenyum melihat Sehun yang sedang turun dari mobil. Sehun melambai sambil tersenyum. Oh Tuhan! Jantung Riyoung berdetak cepat. Padahal sudah sering dia melihat senyum itu. Tapi entah kenapa dia tidak pernah terbiasa.

“Maaf aku terlambat” ucap Sehun saat Riyoung sampai dihadapannya.

“Tidak apa-apa”

“Baiklah. Kalau begitu ayo!” ucap Sehun sembari membuka pintu mobilnya untuk Riyoung. Gadis itu tersenyum lalu dengan manis masuk kedalam mobil berwarna hitam itu. Benar..saat ini Sehun adalah miliknya. Walau ia tidak tahu sampai kapan kata ‘milik’ itu bisa ia pegang tapi dia akan berusaha untuk mempertahankannya. Dia mencintai Sehun, apa pun akan dia lakukan agar dia tidak kehilangan namja itu.

 

Saat itu pada akhirnya Aku merasakan jantung ini berhenti,

Meski detak ini berhenti, aku merasakan dunia ini dibalut kegembiaraan

Kau begitu nyata aku bahkan tidak peduli bila nafas ini akan berhenti

 

 

“Tidak Riyoung. Jangan main itu lagi” ucap Sehun sambil menunduk memegangi lututnya. Sehun terlihat pucat, sangat kontras dengan keadaan kekasihnya yang masih terlihat bersemangat.

Riyoung terkekeh, “Ayolah sekali lagi” bujuknya pada Sehun yang dengan cepat menggelengkan kepalanya. Mereka baru saja naik permainan yang bentuknya seperti perahu. Bergoyang-goyang dan berhasil membuat Sehun merasa mual. Ia bahkan sampai lupa nama permainan itu.

“Ayo pergi dari sini” Sehun menarik tangan Riyoung pergi dari tempat yang menurutnya adalah neraka. Riyoung mengikuti Sehun sambil menggembungkan pipinya. Setelah merasa sudah cukup jauh, Sehun berhenti disalah satu bangku dan duduk disana.

“Haaaah. Selamat” Sehun bersandar sambil menengadahkan kepalanya. Tapi sadar Riyoung tak duduk disampingnya, Sehun menegakkan tubuhnya lagi. Menatap Riyoung yang masih mengembungkan pipi sambil bersedekap.

“Ayolah Youngie. Jangan begitu. Memangnya kau mau aku mati karna menaiki permainan itu lagi?” ucap Sehun lembut. Tapi Riyoung masih diam. Sehun menghela nafas pelan lalu berjalan menghampiri kekasihnya. “Kita cari permainan yang lain saja ya?” ucapnya sambil merangkul pundak Riyoung.

“Tapi aku mau eskrim itu dulu” sahut gadis berambut panjang itu sambil menunjuk sebuah stand eskrim didekat tempat mereka berdiri. Sehun mengikuti arah telunjuk Riyoung lalu mengangguk.

“Baiklah. Kau mau rasa vanilla kan?”

“Nde”

Sehun tersenyum lalu menuntun gadis itu duduk dibangku tempat dia duduk tadi. “Kau tunggu disini ya” ucap Sehun sebelum akhirnya pergi membeli eskrim. Riyoung tatap punggung Sehun yang berjalan menjauh. Hatinya berdesir. Entah kenapa otaknya mulai memikirkan hal yang tidak-tidak. Mungkinkah jika semua ini palsu?

Riyoung menghela nafas pelan. Ia perhatikan sekelilingnya. Tanpa sengaja matanya bertemu dengan sepasang mata lain diujung sana. Hanya beberapa detik, sampai akhirnya mata itu memilih untuk berpaling. Riyoung mengernyit, entah perasaannya saja atau memang sudah beberapa kali ia melihat gadis itu memandanginya dan Sehun.

“Ini pesananmu tuan putri”

Suara Sehun seketika menganggetkan Riyoung. Gadis itu tersenyum lalu mengambil pesanannya. Sehun sadar ada yang baru saja Riyoung lihat. Ia mencoba mengikuti arah mata Riyoung tadi dan benar saja, dia melihat Jiyeon disana. Dengan segera ia memalingkan pandangannya.

“Ada apa?”

“Tidak ada apa-apa. Umh..Aku ingin ketoilet. Kau tunggu disini sebentar ya” ucap Sehun yang langsung dibalas anggukan oleh Riyoung.

“Tapi jangan lama-lama ya”

“Nde aku akan segera kembali. Ingat jangan kemana-mana. Duduk disini saja, mengerti?” ucap Sehun seraya berjalan pergi. Gadis itu terkikik sambil mengarahkan jempolnya kedepan.

 

Penantianku berakhir, saat kurasakan debaran ini

Perasaan membuncah ini akan meledak dalam sunyi

Damai menghampiriku bahkan tidak peduli bila nafas ini akan berhenti

 

Sehun setengah berlari dan matanya mengedar mencari seseorang. Nafasnya mulai terengah karna berlari cukup jauh.  Ia berhenti lalu mencoba menghubungi orang yang tidak juga ia temukan itu.

“Hallo Jiyeon kau dimana?” tanya Sehun dengan nada yang terdengar agak panik.

“Aku dibelakangmu” ucap Jiyeon yang sontak membuat Sehun memutar tubuhnya. Ia menghela nafas lega sambil tersenyum. Jiyeon balas senyuman Sehun. Tapi Sehun mengernyit, senyum gadis itu tak semanis yang dilihatnya.

“Kau pasti sangat menikmatinya. Kau bahkan sampai lupa waktu” ucap Jiyeon sambil tersenyum. Lagi-lagi senyum itu, senyum yang malah membuat Sehun merasa perih. Sehun lirik jam tangannya. Matanya membulat melihat pada angka berapa jarum jamnya menunjuk. Sudah lebih 15 menit dari waktu yang ia dan Jiyeon sepakati untuk bertemu.

“Maafkan aku. Aku terlambat menemuimu” ucap Sehun menyesal. Jiyeon hanya menganggukan kepalanya lalu merangkul lengan kekasihnya.

“Tidak apa-apa. Yang penting sekarang giliranku kan?” ucap Jiyeon dengan suara riangnya. Suara manis yang sangat Sehun suka. Sehun tersenyum lalu mengelus pelan kepala Jiyeon.

“Baiklah. Dari mana kita akan mulai?”

“Entahlah. Kita jalan-jalan saja dulu, bagaimana?”

Dengan senyum yang mengembang, mereka berdua berjalan menulusuri taman hiburan itu. Kesempatan ini jarang mereka dapatkan. Bisa menghabiskan waktu berdua seperti ini membuat meraka senang. Tentu saja, Sehun dan Riyoung satu sekolah yang jelas membuat Sehun lebih banyak menghabiskan waktu dengan Riyoung. Tak Jiyeon pungkiri terkadang dia merasa iri, tapi bagaimana pun ia harus mengerti posisi Sehun.

Hampir 20 menit dan mereka masih asik berjalan-jalan. Dua sejoli itu tak mencoba satu pun wahana, mereka hanya keluar masuk toko souvenir. Mencoba beberapa accsesoris lucu dan memutuskan untuk membeli bando berbentuk telinga kucing. Senyum tak lepas dari wajah Sehun dan Jiyeon. Walau sama-sama tulus, tapi jujur senyum Sehun kali ini terlihat lebih lepas dari pada saat ia bersama Riyoung. Sudah lama Sehun memimpikan hal seperti ini, menghabiskan waktu bersama Jiyeon―gadis yang ia sukai sejak SMP.

“Sehun? Aku lihat tadi kau membelikan Riyoung eskrim” ucap Jiyeon menghentikan langkah kaki mereka. Sehun ikuti arah mata Jiyeon dan melihat sebuah stand eskrim dijarak 5 meter dari tempat mereka berdiri.

“Kau mau juga ya chagi?”

Setelah mendapat anggukan kepala dari gadis itu, Sehun tarik tangan Jiyeon menuju stand eskrim itu. Tak berapa lama, mereka pun mendapat satu eskrim coklat dan strawberry. Mereka nikmati eskrim masing-masing sambil menonton pengunjung lain yang sedang mencoba wahana didepan mereka. Wahana komedi putar, kebanyakan yang bermain adalah anak kecil dan Jiyeon sangat suka anak kecil.

Sehun lirik Jiyeon yang tengah tersenyum menikmati pemandangan manis didepannya. Bukan lagi senyum pahit seperti yang sebelumya, tapi senyum manis yang Sehun kagumi. Sehun ikut tersenyum seraya mengelus kepala Jiyeon.

“Sehun lihat itu! Anak kecil itu cantik sekali ya” ucap Jiyeon sambil menunjuk salah satu gadis kecil berkuncir dua yang sedang mengemut lolipop.

“Hmm.. nanti kita buat yang seperti itu juga ya chagi?” ucap Sehun santai. Candaan yang membuatnya mendapat death glare dari Jiyeon.

“Kan nanti setelah kita menikah” lanjut Sehun sambil tersenyum penuh makna. Tapi matanya tak sengaja menangkap sesuatu. Noda eskrim dibibir Jiyeon yang seketika memunculkan ide jahil diotaknya.

“Ada noda eskrim dibibirmu chagi”

“Benarkah? Dimana?”

“Disini” dengan satu gerakan cepat Sehun membungkam Jiyeon dengan ciumannya. Awalnya Jiyeon terkejut, tapi perlahan gadis itu terbuai. Ciuman Sehun sangat lembut, dan dapat Jiyeon rasakan ketulusan disana.

 

Semua terasa berbeda, saat kilauanmu tiba – tiba menghilang

Udara terasa begitu sesak, begitu sulit bagiku untuk bernafas

Kuucapkan sesuatu padamu, meski aku yakin kau tidak mendengarnya

Tapi kau mendegar ucapanku, kau terkejut dan menatapku

 

 

“Astaga, aku tidak tahu dimana toiletnya” gerutu gadis manis yang tengah berjalan tanpa arah itu. Riyoung perhatikan sekelilingnya, entah sejauh mana dia sudah berjalan tapi yang jelas dia belum menemukan Sehun.

Ia sudah ingkar janji untuk tidak pergi dari tempatnya duduk tadi. Tapi mau bagaimana lagi? Sudah lebih dari setengah jam dan Sehun belum juga kembali. Bukannya tanpa alasan dia mencari Sehun, tapi dia hanya takut terjadi sesuatu pada kekasihnya itu. Cukup putus asa, tempat itu terlalu luas untuk dia telusuri sendiri. Bahkan eskrimnya belum ia sentuh sama sekali, dia ingin menikmatinya bersama Sehun. Tapi sayang eskrim itu bukan makanan yang tahan lama. Sudah meleleh ditangannya.

“Sehun kau dimana?” lirih Riyoung sambil kembali berjalan. Entah kemana yang penting ia menemukan Sehun.

Hanya beberapa langkah kearah timur, matanya mendelik melihat siapa yang tertangkap oleh matanya. Tapi menyadari orang itu tidak sendirian membuatnya terkejut. Eskrimnya terlepas dan nafasnya seketika tercekat. Tepat didepan matanya, ia lihat kekasihnya tengah berciuman dengan gadis yang tidak ia tahu siapa. Tak berapa lama, tautan itu terlepas. Pasangan itu saling menempelkan kening sambil tersenyum. Tak menyadari ada yang memperhatikan mereka dengan mata tak berkedip.

“Se-Sehun?” panggil Riyoung dengan suara yang bergetar. Begitu saja airmata sudah membasahi wajahnya.

Sehun membulatkan matanya, “Ri-Riyoung? Ba-bagaimana kau bisa..” Sehun panik. Sangat terkejut karna tiba-tiba saja Riyoung ada disana. Apa dia melihat semuanya? Dia dan Jiyeon sedang berciuman? Oh Tuhan! Bukan karna dia sudah ketahuan, tapi bagaimana terpukulnya Riyoung melihat adegan itu?

Jiyeon pun tak kalah terkejut. Ia menggigit bibir bawahnya seraya berjalan kebelakang Sehun. Riyoung terhenyak, ia ingat wajah Jiyeon. Gadis itu, gadis yang beberapa kali ia lihat memperhatikan dia dan juga Sehun saat mereka bersama tadi. Sehun pun berjalan mendekati Riyoung yang sudah banjir airmata. Gadis itu diam, tidak terisak tapi airmata jatuh bertubi-tubi dipipinya.

“Biar aku jelaskan..”

“Kau bilang kau hanya ketoilet”

“Maafkan aku. Tapi..”

“Tapi kenapa kau lama sekali?” sahut Riyoung sekuat tenaga. Sebenarnya untuk bicara pun dia tidak mampu. Terlalu terpukul. Tapi entah kenapa dia tidak mau terlihat lemah, dia ingin tetap terlihat tenang. Sehun mengusap wajahnya kasar. Bingung harus dari mana ia memulai. Bagaimana caranya agar gadis itu tidak terlalu sakit mendengar penjelasannya?

“Jiyeon? Kau tunggu saja aku dimobil. Biar aku yang mengurus ini” ucap Sehun lembut pada Jiyeon yang terlihat ketakutan. Ia penggang kedua pundak Jiyeon. Mata gadis itu berkaca-kaca.

“Tapi Sehun.. kau tidak akan..”

“Ini harus segera diselesaikan atau kita tidak akan pernah bahagia. Ini untuk kau.. aku dan tentu saja Riyoung”

 

Bola mataku terus bergulir, saat satu pertanyaan terlontar dari mulut ini

Aku bahkan tidak mempercayai diri ini

Oh tidak, tidak bisa ini semua tidak benar

Saat tangan ini menyentuh wajah kecilmu

 

“Siapa dia Sehun?” tanya Riyoung setelah Jiyeon pergi meninggalkan mereka berdua. Gadis itu masih saja berusaha tersenyum. Membuat Sehun semakin merasa bersalah. Namja itu mencoba mendekat, tapi seiring dengan itu Riyoung malah mundur kebelakang.

“Aku akan menjelaskan semua―”

“Aku bertanya dia itu siapa?”

Sehun menghela nafas, “Dia.. dia kekasihku” jawab Sehun pelan namun cukup untuk sampai ditelinga Riyoung. Untungnya suasana disekitar stand itu sedang lengang, sehingga mereka tidak akan menjadi pusat perhatian.

“Tapi Sehun.. bukankah kekasihmu itu.. aku?”

“Jadi begini―”

“Jawab dulu.. bukankah aku kekasihmu?”

“Riyoung dengarkan aku dulu!”

“Jawab dulu pertanyaanku Oh Sehun! Bukankah aku kekasihmu?! Tapi.. bagaimana kau bisa..” Riyoung menutup wajahnya sambil menunduk. Pikirannya kalut, dan kali ini dia terisak hebat. Terlalu sekait untuk ditahan, dadanya sangat sesak. Bahkan menarik nafas adalah satu kegiatan yang sulit ia lakukan saat ini.

“Maafkan aku Riyoung. Ini semua salahku” ucap Sehun seraya membawa gadis itu kedalam pelukannya. Ia elus rambut panjang Riyoung, berusaha untuk membuatnya lebih tenang.

“Kenapa? Kenapa kau melakukan ini Sehun?”

Sehun melepas pelukannya, ia pegang kedua bahu Riyoung seraya menatap mata basah itu lekat. “Malam itu.. saat kau menyatakan perasaanmu. Kau selalu ingin tahu tentang kenapa aku menangiskan?” Sehun memulai ceritanya. Oh Tuhan! Jadi dimulai dari saat itu? Riyoung rasakan dadanya bergemuruh, ingin sekali ia menutup telinganya. Mampukah ia mendengar semua cerita ini?

“Saat itu aku patah hati karna tahu Jiyeon baru saja berpacaran dengan temanku. Cincin yang kau temukan waktu itu, cincin yang sebenarnya ingin aku berikan untuk Jiyeon. Waktu itu aku merasa sudah tidak harapan lagi untukku, aku kesal dan tidak tahu harus bagaimana. Aku sangat menyukai Jiyeon tapi saat itu dia sudah jadi milik orang lain. Rasanya aku ingin sekali bunuh diri. Sampai akhirnya kau datang dan mengatakan hal yang membuat mataku terbuka”

“..kau membuatku sadar kalau semuanya belum berakhir. Masih banyak orang diluar sana yang bisa kucintai. Seseorang yang mungkin adalah jodohku. Saat aku menatap matamu malam itu, dapat aku lihat ketulusanmu disana. Ketulusan itu yang membuat aku tidak bisa menolakmu. Aku pikir seiring berjalannya waktu aku bisa benar-benar mencintaimu, tapi setelah 3 bulan saat dimana aku mulai bisa menerimamu, Jiyeon tiba-tiba datang sambil menangis. Dia memelukku dan mengatakan kalau dia dicampakan oleh kekasihnya. Disitulah aku kembali goyah, kau juga pasti tahu rasa suka itu tidak bisa hilang begitu saja―”

“Hentikan” ucap Riyoung memotong cerita Sehun. Ia mendorong tubuh Sehun pelan. Membuat jarak diantara mereka semakin jauh.

“Aku tahu kemana arah jalan ceritamu. Jadi cukup sampai disana” lanjut gadis itu masih sambil menunduk. Terlalu takut menatap wajah Sehun, takut jika ia semakin tidak bisa melepas namja itu.

“Aku minta maaf. Sejak awal aku sama sekali tidak berniat untuk menyakitimu Riyoung” ucap Sehun dengan nada menyesal yang terdengar jelas. Riyoung bahkan tidak kuat mendengar nada suara itu. Terlalu menyakitkan untuknya. Ia mengerti jika mereka sama-sama ingin bahagia. Bukan seperti ini.

“Jadi.. apa hanya sampai disini?”

“Maafkan aku..”

Riyoung mulai kesal. Tidakkah Sehun punya kata-kata lain selain kata maafkan aku? “Jangan hanya menjawab dengan kata maaf Sehun” bentak Riyoung cukup keras. Ia mendongak dan akhirnya berhasil menatap mata sendu Sehun dengan matanya yang masih penuh akan airmata. “Tidak bisakah kita.. tetap seperti ini?”

Sehun tertegun, cukup terkejut mendengar apa yang baru saja gadis itu katakan. “Riyoung..”

“Kau tetap bersama Jiyeon. Berpura-puralah ini tidak pernah terjadi. Aku tidak akan protes akan hubungan mu dengan―”

“Riyoung dengar!” Sehun memegang erat kedua lengan Riyoung. Mata mereka terpaut cukup dalam. “Kita tidak bisa terus seperti ini. Ini hanya akan menyakiti masing-masing dari kita. Tidakkah kau ingin bahagia dengan laki-laki yang benar-benar mencintaimu? Bahagia dan hanya memiliki cintanya seorang diri?”

“Setiap orang punya cinta sejatinya masing-masing. Diluar sana pasti ada satu cinta yang akan kau miliki selamanya. Cinta dari seseorang yang tulus mencintaimu” perlahan Sehun melepas genggamannya. Gadis itu sudah berhenti terisak. Dari sorot mata Riyoung, Sehun lihat sepertinya dia sudah mulai mengerti.

Sehun tersenyum, “Jika aku memang cinta sejatimu. Suatu hari nanti kita pasti akan bersama lagi Han Riyoung”

Riyoung menghela nafas pelan lalu tersenyum, “Semoga kau dan Jiyeon bahagia”

 

 

Haruskah aku percaya saat kau berkata ini hanya mimpi?

Aku tidak mungkin sesakit ini

Aku akan memelukmu yang bersinar terang

Andai semuanya berhenti saat ini

(END)

15 thoughts on “| XOXO SONGFIC SERIES | HEART ATTACK

  1. wah wah.. Sehunnya semi playboy *eh
    kkk~ bagus thor.. Walopun awalny aku bingung nyambungin ke lagunya, tapo akhirny nyambung juga ehehe ._.v

    next songfic thor~

  2. Wah wah ini kenapa jadi ikutan galau gini T.T
    akhirnya sehun sama jiyeon juga.. Aku kasian sih sama riyoung tapi mau gimana.. Dari pada dia terus tersakiti sama Mr. Ohorat hehe
    nyesek eon serius… Nyesek bngt T.T

  3. aku agak kecewa nih sama author hcv_2 :((( thor, daridulu aku penggemar tulisan author yg the twelve power of olympians atau apa lah namanya, dulu paling nunggu update nya ff itu, walaupun sebulan dua bulan sekali baru update aku tetep nunggu, tiap hari aku cek wp ini takutnya ada updatean, pas satu hari author bikin ff series ini, duuh, nunggu updatean biasanya sebulan dua bulan, ditambah author bikin series baru yg dalam beberapa bulan ini baru ada 2 atau 3? aku gatau hehe.. akhirnya terlalu kecewa nunggu sampe aku lupa sama ff TTPOO, sampe aku udah ga jadi penggemar ff itu lagi:((((

    saran dari aku, kalo author bikin ff chapteran mending segera di tamatin aja, walaupun nunggu lama tapi emang mau ditamatin kita yg baca pasti nerima ko. daripada belum tamat terus bikin ff chapter yg lain. mending kalo updatenya cepet atau gaterlalu lama, ini mah udh update nya lama, terus diseling juga kan update nya :(( yg biasanya aku tiap hari buka wp ini, sekarang malah udh berapa bulan tuh gasuka buka lagi :(( 3 kata buat author, “aku kecewa. maaf” :((((

    • Waduuh author ternganga baca komen kamu lo serius
      Maap maap dulu ni ya. Author nggak nyangka ada readers yg komen kyk gini ke author. Author bukannya nggak mau lanjutin atau gimana, bukan membuang tanggung jawab atau apa. Bukannya mau buang ff lama author cuman karna fanfic baru. Author cuman berkarya sesuai kemampuan author. Author cuman ngelakuin apa yang author suka. Apa yg lagi author punya diotak author, author tulis. Buat fanfic itu hobi, bwt fanfic itu butuh inspirasi, buat fanfic itu butuh banyak kerja keras. Jujur author juga sebenrnya kecewa sm diri author sendiri karna susah bgt dapetin ide bwt fanfic author. Author juga pingin bisa cepet-cepet nyelesein fanfic author. Tau nggak author jg ngerasa punya beban karna fanfic yg nggak lanjut-lanjut? Tau nggak author juga sedih karna nggak bisa puasin readers yg udh nunggu fanfic author?
      Author cuman mau bilang kalo buat fanfic itu nggak gampang. Apalagi tugas sekolah author udh bejibun bgt dirumah. Author juga nggak mau beringsutan ngerjain fanfic tapi hasil akhirnya cuman ngecewain para readers. Author nggak mau kalo ceritanya jadi maksa atau nggak nyambung. Cari ide itu nggak gampang. Diwaktu santai aja cari inspirasi susah apalgi kalo kamu dijejel sm tugas sekolah sm ulangan yg nggak abis-abis.
      Author minta maaf kalo km kecewa. Author ngerti rasanya digantungin kyk gini karna author jg readers salah satu author yg ngegantungin ceritanya juga karna sibuk kuliah. Tapi author minta maaf kalo author jg kecewa baca komen kamu.
      Author nggak masalah kalo km berenti baca fanfic author. Itu hak kamu. Tapi please jangan nulis komen kyk gini. Jujur author down bgt bacanya. Maaf

  4. Author…sumpah aq nangis…jlan vritanya sma prsis ya yg mnimpa aq sekrg ini…posisi aq.jdi jiyoung..keep writing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s