|Freelance| She is Angel.. (Chapter 2)

she is angel sia_副本kjiiuuyuh

Title : “She Is Angel…” Chapter 2

Sub-Title : Me and That Girl

Author : D’Angel (@Dchaniee_)

Length : Chaptered

Genre : Romance comedy, Friendship, Brothership, Family, Drama, etc

Main Cast : Angel / Kim Woo Ra (OC)

Oh Sehun / Sehun (Exo K)

Kim Jong In / Kai (Exo K)

Xi Luhan / Luhan (Exo M)

Kim Joon Myeon / Suho (Exo K)

Other Cast : Exo members, Park Chorong, you can find in story.

Annyeong!!! ^^ setelah liat respon reader dipart satu, aku bener-bener terima kasih banget sama semua readers yang suka sama ff aku. Dan maaf ya, kalo post part 2nya telat. Soalnya aku sibuk banget sama sekolah (udah kelas 9 soalnya) dan aktivitas lain. Jadi… terus tunggu ff aku yaa ^^ gomawo.

HAPPY READING ! ^^

SILENT READERS, PLEASE SHOW YOUR COMENT OR LIKE.

 

*Sehun POV *

Sudah hampir 10 menit aku disini. Menatap seorang yeoja yang kini berbaring diranjangku. Aku bingung apa yang harus kulakukan padanya.

“Ah.. aku tahu! Yak Oh Sehun kau babo sekali.” Aku benar-benar seperti orang gila sekarang, berbicara pada diriku sendiri

Aku langsung melangkah menuju lemari pakaian mencari-cari pakaian yang cocok dan pas untuk yeoja itu. Setelah mencari cukup lama, aku menemukan sebuah kemeja biru yang aku yakin pasti tetap besar dikenakan ditubuhnya yang kira-kira hanya mencapai bahuku saja. Lalu aku mengambil handuk bersih dan meletakkannya dimeja kecil disamping tempat tidur, beserta sebuah pesan.

“Hei…aku akan pergi membeli makanan sebentar, ne..” aku melangkah pergi untuk membelikannya makanan, karna aku tak mungkin memasakkan makanan untuknya. Dan mungkin juga beberapa pakaian untuknya. Tidak mungkin dia akan memakai bajuku terus. Tunggu sebentar… terus ?

Apa yeoja ini akan lama tinggal disini? OH NO!!! HYUNGDEUL!

*Sehun POV end*

 

*Someone POV*

aku mengerang kesakitan, rasanya seluruh badanku remuk. Aku pun mencoba membuka mata, berharap yang kulihat masih ‘duniaku’. Dan.. oh, kurasa ini masihlah bumi yang kucintai. Aku sedikit bernapas lega. Namun, detik berikutnya aku tersadar ini bukan kamarku atau tempatku sebelumnya. Yatuhan… dimana aku!

Seketika aku langsung terduduk, kuedarkan pandanganku menyapu seluruh ruangan ini.

“terlihat seperti kamar seorang namja…” gumamku pada diriku sendiri. Karena penasaran, aku pun turun dari tempat tidur. Walaupun badanku sedikit oleng saat menginjak lantai, dengan cepat aku menyesuaikannya. Aku masih menyapukan pandanganku kesetiap sudut kamar ini. Mencari tahu, kira-kira siapa yang telah menolongku, yah setidaknya begitulah perkiraanku saat ini. Saat itu mataku menangkap sebuah pakaian dan handuk, serta secarik kertas berwarna kuning diatasnya. Aku pun segera membaca isi pesan itu.

‘Annyeong. Saat kau sudah sadar, segeralah bersihkan dirimu dan gunakan pakaian ini sementara ne ? aku pergi membeli makanan sebentar. Arasseo ?’

Oh Sehun.

Singkat. Well, setidaknya dia memang telah menolongku. Aku pun segera meraih pakaian itu, yang ternyata adalah sebuah kemeja, dan mencobanya pada tubuhku.

“OMO!! Besar sekali!” aku berteriak histeris. Ternyata kemeja itu sangat besar pada tubuhku, kemeja milik Oh Sehun ini mencapai lututku. Aku hanya bisa menghela napas pelan dan melangkah menuju kamar mandi yang terletak disudut kamar. Saat akan melangkah menuju kamar mandi, aku melihat empat buah bingkai foto, yang tergantung didindingnya. Yang pertama, kurasa namja bernama Oh Sehun itu.

“Cukup tampan.” Gumamku singkat.

Aku pun beralih pada foto kedua, Oh Sehun dan seorang yeoja cantik. Ehh ? Namja maksudku. Aku pun meringis kecil, karna merasa tersaingi oleh namja itu (?). Foto ketiga, Oh Sehun bersama dua orang namja. Namja pertama, namja berkulit agak gelap dan yang satunya, namja dengan senyum yang sangat manis. Tapi, aku merasa familiar dengan namja yang satu ini. dan yang terakhir… kurasa ini tim sepak bolanya, karna ada banyak sekali orang.

Setelah selesai dengan foto-foto itu, aku pun kembali melanjutkan langkahku menuju kamar mandi. Aku sedikit meringis saat menatap wajahku yang sedikit babak belur didepan cermin.

“Huh.. kurasa kalian harus membayar untuk ini…”

*Someone POV end*

*Author POV*

Sehun melangkah pelan memasuki rumahnya, sambil menenteng makanan dan beberapa belanjaan yang dibelinya. Sesampainya didapur, namja itu segera menyiapkan makanan yang dibelinya untuk yeoja yang saat ini sedang menghuni kamarnya, dan tentu saja untuknya sendiri.

“Apakah yeoja itu sudah bangun ?” Tanya Sehun pada dirinya sendiri .-. namja itu segera menggelengkan kepalanya pelan.

“Aigoo.. aku jadi semakin sering berbicara sendiri. Tsk” gumam Sehun. Segera dia menuju kamarnya yang berada dilantai atas.

Saat telah sampai didepan kamarnya, Sehun membuka sedikit pintu kamarnya, dan mengintip kedalam. Terlihat seorang yeoja yang sedang mengeringkan rambutnya membelakangi Sehun. Saat melihat kemejanya yang dikenakan oleh yeoja itu, Sehun menghela napas pelan.

‘Badanku yang terlalu besar, atau memanga yeoja itu yang terlalu kecil ?’ pikir Sehun, melihat kemejanya sangat besar dibadan yeoja itu.

“Ehem..” deheman Sehun membuat yeoja itu menoleh dan menatapnya bingung. Sehun pun mengangkat sebuah kantong belanjaan yang dibawanya. Yeoja itu masih tak bersuara sambil menatap Sehun bingung. Sehun kembali menghela napas pelan.

“Untukmu, kau bisa mengganti pakaianmu dengan ini. kurasa ini lebih pas.” Ucap Sehun.

Yeoja itu segera mendekat dan mengambil kantong belanjaan tersebut, seraya mengulas sebuah senyum kecil diwajahnya, yang berhasil membuat Sehun tercekat.

“Gomawo.”

“N-ne… setelah selesai turunlah kebawah. Kau pasti lapar, kan ?” ujar Sehun sedikit gugup. Tanpa menunggu respon dari yeoja itu, Sehun segera keluar dari kamarnya.

‘Aigoo… apa yang terjadi padaku ?’ batin Sehun sambil mengelus dadanya yang terasa berdebar-debar.

*Author POV end*

*Sehun POV*

Aku memegang dadaku, rasanya jantungku akan segera keluar karna melihat senyumnya. Aigoo… Oh Sehun, kau benar-benar sudah tak waras.

“Sebaiknya aku menyuruh Luhan Hyung pulang.” Gumamku. Aku pun segera mengetik pesan untuk hyungku yang satu itu.

To: Lulu Hyung (p’3’q)

Hyung.. kau dimana? Dengan siapa? Cepatlah pulang…

Aku pun mengirim pesan itu pada Luhan hyung, berharap dia cepat membalasnya. Dan…

Drrt… drrt..

Segera kubuka pesannya.

From: Lulu Hyung (p’3’q)

Sedang di café Kyungsoo. Bersama Kris, Chanyeol, Baekhyun, dan Xiumin hyung.

Memangnya Kai kemana ?

Aigoo… hyungku yang paling imut ini benar-benar membuatku kesal. Seenaknya saja dia bersama hyung-hyung yang lain bersantai dicafe Kyungsoo hyung, sementara aku disini harus mengurus seorang yeoja !

“Yaak!! Hyung! Awas saja kalian jika pulang nanti. Akan kuhabisi!” gerutuku kesal, seraya menuliskan pesan pada Luhan hyung.

Saat sudah terkirim, aku berusaha mengatur emosiku dan mencoba bersikap seperti biasa saja. Ketika akan melangkahkan kakiku turun menuju lantai satu, tawa seorang yeoja terdengar dari balik tubuhku. Aku pun segera berbalik. Dan mendapati yeoja yang mengganggu pikiranku saat ini, tengah tertawa terbahak-bahak sambil menatapku.

Aku menatap yeoja itu dingin. Membuatnya berhenti tertawa, dan hanya mengulas sebuah senyun kecil.

“Tak ada yang lucu, nona.” Desisku tajam, seraya berjalan turun menuju dapur. Dapat kulihat lewat ekor mataku, yeoja itu hanya menanggapi perkataanku dengan sebuah cengiran lebar. Membuatku tak habis pikir dengannya.

Huh… kapankah hyung akan pulang ?

*Sehun POV End*

*Luhan POV*

From: Sehuniee (o‘3’o)

YAAK!!! HYUNG! POKOKNYA KAU HARUS PULANG SEKARANG!

AKU TAK MAU TAHU! TITIK!!!

Aku melongo melihat pesan yang dikirim oleh Sehun. Membuat keempat saudaraku menoleh padaku.

“Ada apa hyung ?” ujar namja berambut blonde, Baekhyun. Aku menghela napas pelan, dan memberikan ponselku padanya. Baekhyun pun segera meraih ponselku dan melihatnya, diikuti oleh Kris, Xiumin hyung, dan Chanyeol.

“Kurasa dia mengetik menggunakan jempol kakinya.” Gumam Chanyeol, yang langsung mendapatkan jitakan dari Xiumin hyung.

“Appo… hyung.” Rengek Chanyeol. Tak ada satupun dari kami yang mengubrisnya.

“Bocah itu benar-benar menyusahkan.” Gerutu Baekhyun, saat menyerahkan kembali ponselku. “Mungkin terjadi sesuatu dirumah.” Ujar Kris. Membuatku mengangguk setuju menanggapinya.

“Ne, kurasa sebaiknya kita pulang. Aku sedikit khawatir padanya. Sepertinya Kai juga tidak ada dirumah.” Ucapku panjang lebar. Dapat kulihat Baekhyun dan Chanyeol akan protes, dan langsung mendapatkan death glare dari Kris. Kami pun segera pergi meninggalkan café Kyungsoo.

Sebelum menuju mobil Kris diparkiran, aku mengirimkan pesan pada Suho, Kyungsoo, dan Lay yang sedang dalam perjalanan menuju kemari, untuk segera pulang kerumah.

Semoga saja tak terjadi apa-apa pada Sehun.

*Luhan POV End*

*Author POV*

Suasana ruang makan itu benar-benar sunyi. Hanya terdengar suara dentingan alat-alat makan yang digunakan. Namja dan yeoja yang tampak sedang menyantap makanan mereka itu, terlihat benar-benar serius menikmati makanan mereka. Walaupun sebenarnya, suasana canggung yang membuat mereka terdiam.

“Ehem… kurasa kau harus menjawab semua pertanyaanku tentangmu, nona.” Ujar Sehun, saat sudah tak tahan lagi dengan suasana canggung yang terasa. Yeoja yang berada didepan Sehun itu terkejut mendengar perkataan Sehun.

Dia menghela napas pelan dan berpikir, darimana dia akan memulai ceritanya pada Sehun.

“Jadi, sebelumnya…” belum setengah yeoja itu bercerita, suara gaduh beberapa orang terdengar dari arah ruang tamu. Yeoja itu menatap bingung kearah Sehun. Sehun pun hanya memberikan tatapan datar pada yeoja itu.

Seolah mengerti akan kebingungan yeoja itu, Sehun pun menjawab.

“Itu hyung-hyungku.” Mendengar jawaban Sehun, membuat yeoja itu kembali membelalakkan matanya kaget.

“Hyung-hyung  ?” ulangnya. Sehun hanya mengangguk seraya meneguk air putih pada gelasnya.

Saat yeoja itu masih sibuk mencerna kata-kata Sehun, terlihat sembilan orang namja masuk keruang makan. Berbeda dengan Sehun yang berusaha tetap tenang, yeoya itu langsung melongo melihat jumlah ‘hyung-hyung’ Sehun.

Tak kalah kaget, mereka pun langsung terdiam melihat seorang yeoja yang berada dimeja makan bersama Sehun. Terlebih lagi, kondisi yeoja itu yang sedikit babak belur.

“Yaak!! Oh Sehun! Kau apakan yeojachingumu itu hingga babak belur, Huh!” teriakan Baekhyun membuat semuanya segera tersadar dari keterkejutan mereka.

‘Mati aku!’ Batin Sehun bersamaan dengan yeoja itu.

TBC

Gimana gimanaaa ???  ayoo ayoo kasih coment dan likenya readers.. ^^

Maaf buat typo dan saudara-saudaranya😀 maaf juga kelamaan yaa ^^

Part 3nya diusahanin secepatnya deh.. tapi, ga janji juga ._.v hwhwhw

Gomawoo  yaa…!! ^^

10 thoughts on “|Freelance| She is Angel.. (Chapter 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s