The Twelve Power of Olympians (Chapter 7)

cover chap7(1)-vert

Title : The Twelve Power Of Olympians

Title chapter : Sacrifice | Author : HCV_2

Main cast : Kim Hana(OC), Kai, Sehun

Other Cast : EXO, Han Hyo sun(OC)| Genre : Fantasy, Romance, Brothership | Length : Chaptered

 

WARNING THIS NOT FOR SILENT READERS!!!

 

Halohaaaaa~~~~~ Sayaa kembaaaliiiiiii~~~~~~~ (งˆ▽ˆ)ง *plak plak plak dilempar sendal* hueheehehehe

Saya senang sekali bisa kembali dan pastinya membawa lanjutan dari FF THE TWELVE POWER OF OLYMPIANS~~~ hahahahahaha *duh ni author gila kali ya* kekeke maap ya author jd rada stress begini. Habisnya author seneng bgt soalnya chapter 7 FF yang ini akhirnya selese juga. Fiuuh *lap keringet pake baju Kai* setelah mendapat berbagai dorongan dan terror dari para readers yang menunggu ff ini author akhirnya berhasil menyelesaikannya. Author sempet susah dpt feel setelah hilang ide ff ini, tapi setelah lebih banyak menatap wajah Kai yang makin hari makin tampan itu author bisa merasa lebih baik *kecup Kai* Author bahkan sampe baca ulang FF author sendiri bwt ngumpulin ide lagi (•̯͡.•̯͡) pokoknya perjuangannya besar buanget bwt lanjutin ini ff. Maka dari itu author mohon dengan sangat bwt para SILENT READERS mending jangan baca deh dari pada author sakit hati -__-‘

Tapi author ingin mengucapkan terimakasih banyak bwt para readers yang uda setia nungguin ff nista author ini :* sumpah author seneng bgt sm para good readers disini *kecup satu-satu*

Oke sekali lagi author mohon maaf kalau ceritanya agak gak jelas dan aneh =_= typo bertebaran disetiap sudut. Dan penggunaan kalimat yang kurang bagus. Sip dari pada kelamaan mending langsung cuss kecerita~~~

SILENT READERS? NOT ALLOWED!!!

 

“Sudah ya oppa.. aku naik keatas dulu” seru Hana seraya berlari menaiki tangga menuju lantai dua.

Sehun’ah!! Sekarang aku ingat!

 

Chapter 7

 

Tok

 

Tok

 

“Masuklah!” seru Sehun yang kini sedang membaca buku diranjangnya.

Perlahan pintu kamarnya pun terbuka. Sehun menoleh dan cukup terkejut ketika melihat siapa yang muncul dibalik pintu kamarnya. Dengan cepat ia menutup bukunya kemudian turun dari ranjangnya.

“Maaf aku mengganggumu Sehun’ah” ucap Hyosun gugup sambil menggaruk tengkuk lehernya.

“Tidak apa-apa Hyosun’ah. Ada apa kekamarku?” tanya Sehun seraya berusaha tersenyum manis. Dan senyum itu berhasil membuat gadis berambut hitam itu tak berkutik. Terlalu terpukau akan senyum Sehun, tentu saja.. ini pertama kalinya Sehun tersenyum didepan gadis itu.

“Hyosun’ah?” panggil Sehun lagi karna Hyosun tak menjawab pertanyaannya.

“Eh? Itu.. aku kemari karna.. Kris oppa menyuruhku untuk mengambil dokumen beramplop merah”

“Oh.. baiklah sebentar aku ambil dulu” Sehun kemudian berjalan kearah meja disebelah lemari pakaian, ia buka laci nomor tiga dimeja tersebut kemudian mengambil sebuah amplop merah.

“Ini” ucapnya seraya menyodorkan amplop merah pada Hyosun. Gadis itu meraih kedua amplop tersebut dengan kedua tangannya. Dapat Hyosun rasakan jantungnya berdegup kencang saat ini. Bagaimana tidak.. ini pertama kalinya juga Sehun bersikap hangat padanya.

“Te..terimakasih”

Sehun tersenyum. “Sama-sama”

 

Deg

 

Hyosun lagi-lagi mematung. Darahnya naik hingga kewajah dan membuat semburat merah disana. Hyosun pun mengangguk kemudian berbalik berniat keluar dari kamar Sehun. Tapi seketika ia ingat akan sesuatu, dengan cepat ia memutar tubuhnya lalu menunduk.

“Oya..aku ingin minta maaf padamu”

“Maaf? Untuk apa?” tanya Sehun dengan dahi berkerut.

“Maaf karna sudah menguncimu.. Bukankah karna harus menyelamatkanku kau jadi tidak bisa..” Hyosun menggantungkan kalimatnya. Sehun yang menyadari maksud Hyosun itu pun berjalan selangkah kemudian memegang kedua pundak Hyosun.

“Tidak apa-apa Hyosun’ah.. mungkin memang begini yang seharusnya. Yang penting sekarang kau sudah selamat kan? Itu yang terpenting untuk kami. Kami yang membuatmu celaka, itu berarti kami yang juga harus menyelamatkanmu” ucap Sehun sambil tersenyum manis. Sangat manis hingga Hyosun yang menatapnya kini kehilangan seribu bahasanya.

 

Jederr

 

“SEHUNNIE!!!” pekik seseorang yang tiba-tiba menghambur masuk keruangan tersebut. Dengan cepat Sehun melepas tangannya dan Hyosun pun berbalik kearah sumber suara.

Hana terdiam. Sedikit tak menyangka ternyata ada Hyosun juga didalam kamar Sehun. Dan hanya berdua? “Ma..Maaf kalau aku sudah mengganggu..” ucapnya sambil menjentik-jentikkan kedua jari jempol dengan telunjuknya.

“Ah tidak Hana’ah.. kau sama sekali tidak mengganggu. Aku tadi hanya ingin mengambil amplop ini saja kok. Yasudah kalau begitu aku pergi dulu. Kris dan Xiumin oppa sudah menungguku. Aku permisi..” Hyosun pun berjalan kearah pintu kemudian keluar dari kamar tersebut, meninggalkan Hana dan Sehun berdua disana. Walau sebenarnya berat, tapi Hyosun tau posisinya.

Suasana tiba-tiba berubah canggung. Hana yang tadinya sangat bersemangat seketika berubah kaku. Sehun pun menatap Hana dengan dahi berkerut.

“Tadi kau memanggilku dengan sebutan.. Sehun..nie?” ucap Sehun ragu.

“Ah itu.. Maaf, aku reflek mengucapkannya hehe” Hana menggaruk tengkuk lehernya kaku.

“Oh begitu.. Lalu ada apa kemari? Dan kelihatannya sedang bersemangat..”

“Umh.. Sebenarnya.. aku sudah ingat..padamu Sehun’ah..”

 

Deg

 

Sehun yang kini diam. Berulangkali matanya berkedip tak percaya menatap Hana. “Be..benarkah?”

Hana mengangguk ragu. “Ne” jawabnya seraya tersenyum kearah Sehun. Dengan satu gerakan cepat Sehun berjalan mendekati Hana kemudian memeluk gadis itu erat. Tidak tau seberapa senangnya namja itu. Walau ia tetap tak bisa bersama Hana tapi dia senang setidaknya gadis itu sudah ingat padanya. Mata Hana membulat saat Sehun tiba-tiba saja memeluknya.

“Kau benar-benar sudah ingat padaku Hana’ah?” tanya Sehun sekali lagi seolah masih belum percaya .

Hana terkekeh. “Iya Sehunnie. Aku sudah ingat betul siapa kau. Kau adalah teman kecilku kan? Teman satu sekolah dasar yang pernah menolongku saat aku dikejar anjing.. benarkan? hihihi”

Mata Sehun membulat, dengan cepat ia melepaskan pelukannya. Ia pegang kedua pundak Hana sembari menatapnya lurus-lurus. “Jadi.. itu yang kau ingat?” tanyanya dengan nada tak percaya.

“Itu salah satunya.. aku juga ingat, dulu aku pernah.. menyatakan perasaanku kan?”

“N..ne..” jawab Sehun canggung dan wajahnya mulai memerah.

“Tapi.. sayangnya kau tidak menjawabnya dan malah pergi mengacuhkanku” ucap Hana sambil mengrucutkan bibirnya, bersandiwara dengan membuat ekspresi marah yang lucu.

Sehun terhenyak mendengar perkataan Hana. Namja itu menunduk seraya menggaruk tengkuk lehernya “Maafkan aku..” ucapnya pelan

“Tidak Sehunnie.. aku yang seharusnya minta maaf.. karna aku sudah sempat melupakanmu..” ucap Hana seraya menunduk. Sedetiknya Hana kembali mendongak, menatap mata bening Sehun lekat. “Dan tentang yang waktu itu.. kau sudah bilang kalau aku… tidak perlu menjawabnya kan?” tanya Hana sedikit tergagap. Sedikit ragu untuk mengatakannya, takut jika itu menyinggung parasaan Sehun.

“Ne.. kau juga tau keadaanku kan?” ucap Sehun seraya tersenyum kecut. Sungguh Hana sakit melihat Sehun begitu. Bukankah sebenarnya ia masih bisa jika hanya membalas perasaan Sehun walau tak bisa memilikinya? Jujur ia ingin sekali bisa membalas perasaan namja itu, tapi entah kenapa.. ada yang membuat hatinya tak sanggup, seperti ada yang menghalanginya. Perasaan yang sama.. untuk namja yang lain.

“Tapi jika aku boleh tau.. jika aku dan Hyosun tidak bersatu. Jawaban apa.. yang akan kau berikan untukku?”

“Umhh.. entahlah.. aku juga.. tidak tau..”

 

 

*****

 

 

Sore hari yang cerah saat semua penghuni markas besar para prajurit Olympus itu sedang asik melakukan kegiatan mereka masing-masing. Ada yang sedang sibuk menyiapkan makan malam, ada yang bermain video games, ada yang sedang sibuk membicarakan tentang sejauh mana hasil penyelidikan mereka dan ada juga yang hanya sedang asik berbincang-bincang.

Contohnya Sehun dan Hana.. sejak siang tadi setelah Hana menyatakan bahwa ingatannya tentang Sehun telah kembali, dua mahluk Tuhan itu tidak juga berhenti berceloteh membicarakan kenangan-kenangan masa kecil mereka. Kenangan lucu yang mampu membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Dan satu yang membuat Hana semakin antusias adalah saat ia tau ternyata ada satu malaikat Olympus lagi yang terlibat dalam kenangan itu.. namja cantik bermata tajam Huang Zi Tao.

Ya, dulu semasa SD Tao adalah bocah yang selalu berdampingan dengan Sehun kemana pun Sehun pergi. Walau Tao satu angkatan diatas Sehun, tapi karna Tao adalah anak dari teman dekat ibu Sehun, dan ditambah lagi saat itu adalah tahun-tahun awalnya dikorea, Sehun terpaksa harus selalu menemaninya.

“Hahaha.. iya aku ingat saat Tao oppa menangis karna dikerjai teman sekelasnya” ucap Hana sambil tertawa memegangi perutnya.

“Iya saat itu aku bahkan harus menelpon ibunya agar membujuknya untuk berhenti menangis..hahaha” Sehun pun sama, tertawa terbahak saat memori-memori indahnya semasa SD terputar diotaknya.

Tapi berbeda dengan Sehun dan Hana, Tao yang menjadi topik pembicaraan—atau lebih pantas dikatakan bahan tertawaan— itu pun hanya duduk disebelah Hana sambil mengerucutkan bibirnya. Apalagi tiga namja yang sedang bermain games didepan mereka juga terlihat terkekeh mendengar cerita Sehun dan Hana. Malu sebenarnya sangat.. tapi bagaimana pun namja itu tidak bisa mengelak karna yang mereka bicarakan itu memang benar. Tao pun hanya pasrah dengan wajahnya yang memerah mendapatkan tertawaan seperti itu. Yang penting itu dulu, dulu saat dia masih anak kecil yang lugu.. tapi sekarang dia sudah besar dan dia tidak pernah menangis lagi.

“Maaf ya oppa kami menertawaimu sampai seperti ini. Habisnya kau dulu sangat lugu beda dengan sekarang..” Hana bicara disela kegiatan tertawanya seraya menepuk pundak kiri Tao.

“Tidak apa-apa Hana’ah. Aku tau dulu itu memalukan sekali..”

“Hahaha sudah jangan menertawai baby panda kita lagi. Sekarang kan dia sudah tumbuh menjadi namja tampan nan berkharisma” ucap Chanyeol seraya mengedipkan sebelah matanya pada Tao. Tao pun tersenyum lebar sembari mengacungkan jempol kanannya kearah Chanyeol yang dibalas cengiran lebar namja jangkung itu.

“Sepertinya masa kecil kalian sangat menyenangkan ya? Kalau aku kira-kira dimasa depan akan menjadi siapanya Hana ya?” ucap Baekhyun menghentikan permainannya seraya mengelus-ngelus dagunya berpikir.

Hana mengernyit, “Dimasa depan?” tanyanya polos.

“Iya, kalau Chanyeollie, Sehunnie dan Tao sempat ada dimasa lalumu, lalu Jongdae adalah bagian dari masamu yang sekarang, nah itu berarti aku adalah bagian dari masa depanmu kan? Aku ingin tau kira-kira aku datang sebagai apa? temanmu kah? Saudara iparmu kah? Atau..” Baekhyun menggantungkan kalimatnya kemudian menoleh, ia tersenyum menyelidik lalu menaik turunkan kedua alis matanya kearah Hana. Tidak mengerti.. Hana hanya semakin merapatkan kerutan didahinya.

“Atau apa?” tanya Hana dengan kedua mata yang berulang kali berkedip.

“Atau aku dimasa depan akan menjadi..kekasihmu?” ucap Baekhyun yang sukses membuat suasana hening diruang tengah markas mewah itu. Tapi tak lama setelahnya suasana hening itu pecah seketika dan tergantikan dengan gelak tawa yang membahana.

“Hahaha.. Kau bercanda hyung? Mana mungkin Hana menjadi kekasihmu?!” ucap Chen sambil menepuk-nepuk punggung Baekhyun.

“Pikiranmu terlalu jauh menarawang Baekhyunnie!” celetuk  Chanyeol disela-sela tawanya.

“Hehe, Ne.. aku tau itu sangat mustahil. Bukannya pilihannya hanya ada diantara Jongin dan Sehun? Aku tau aku kalah saing..hihihi” ucap Baekhyun sambil terkekeh. Yang lainnya menanggapi dengan tawa yang semakin keras, sementara Hana dan Sehun terlihat tersenyum kaku. Apalagi Hana, perkataan itu terasa begitu mengenainya. Pilihannya hanya ada diantara Kai dan Sehun? Walau ia tidak terlalu yakin, tapi hatinya seakan membenarkannya. Perasaan sukanya pada Sehun yang seolah terhalang suatu perasaan bahagianya saat bersama Kai.

Sehun hanya diam.. tersenyum kecut sambil menunduk. Chanyeol yang menyadari keadaan itu pun segera memberi kode pada Baekhyun dan Tao. Baekhyun tersentak saat sadar akan perkataannya. Bukankah Sehun sudah tidak punya kesempatan lagi? Tapi baru saja Baekhyun membuka mulut ingin meminta maaf pada Sehun, tiba-tiba saja suara derap kaki yang tedengar ramai membuatnya semuanya terdiam untuk menajamkan pendengaran mereka. Tapi saat mereka ingin meningkatkan kewaspadaan, satu namja yang mucul dibalik pintu pertama kali membuat mereka mengehela nafas lega.

“Kai’ah..” panggil Hana cepat saat Kai menampakkan diri. Kai tersenyum kearah Hana, sangat senang karna gadis itu dengan cepat menyapanya. Tapi semua mahluk diruangan itu mengernyit saat sadar akan kebiasaan Kai yang tidak dilakukan namja itu.

“Tumben kau berjalan dari ruang depan? Kenapa tidak berteleport seperti biasanya?” tanya Chanyeol sembari bangun dari duduknya.

“Iya ini karna aku diharuskan untuk menghargai tamu..”

Alis Sehun terangkat keatas, “Menghargai tamu?” tanyanya yang langsung mendapat anggukan cepat dari Kai.

“Selamat sore!!!” suara teriakan riuh tiba-tiba terdengar. Dengan cepat semua menoleh kearah pintu masuk. Bahkan Dio dan Lay yang sedang memasak didapur juga segera datang keruang tengah.

Semua matapun membulat ketika melihat siapa yang berkunjung kerumah mereka, tapi satu mata yang malah terlihat bingung. Hana mengernyit ketika melihat Luhan dan Suho datang bersama beberapa laki-laki tampan yang terlihat sudah sangat akrab dengan mereka.

“Halo semua sudah lama kita tidak jumpa ya? Bagaimana kabar kalian?” ucap salah satu namja tampan betubuh kekar.

“Hey Kyungsoo’ah aku sangat merindukanmu” kali ini salah satu namja berwajah cantik berlari memeluk Dio.

“Iya hyung aku juga merindukanmu” jawab Dio membalas pelukan namja itu. Hana masih diam tak bekutik, seketika darahnya membeku saat ia sadari ada begitu banyak namja tampan diruangan itu sekarang. Apalagi saat Kris dan Xiumin juga turun dari lantai dua, jumlah total namja-namja itu menjadi 17 orang. Dan Hana.. satu-satunya perempuan..

“Waah apa ini kelihatannya markas kalian jauh lebih besar dari pada markas kami saat masih menjadi malaikat tingkat 2” salah satu namja bermata sipit berkomentar seraya memperhatikkan setiap sudut ruangan tersebut.

“Iya ini namanya pilih kasih” balas salah satu temannya setuju. Suho yang menyadari sikap bingung adiknya itu pun tersenyum lalu menghampiri Hana. Hana pun bangun setelah Suho sampai didepannya.

“Perkenalkan ini adalah parakletos kami, namanya Kin Hana. Dan Hana perkenalkan mereka adalah senior kami yang baru sebulan lalu menyelesaikan masa jeda dan kini menjadi malaikat tingkat 1.. kelompok Suju” jelas Suho sambil merangkul pundak adiknya.

Hana mengangguk cepat kemudian tersenyum, “Aku Kim Hana.. salam kenal”

“Salam kenal juga Hana-sshi. Aku Siwon, yang ini Donghae hyung, yang disamping Dio itu Ryeowook, lalu yang bediri dekat tangga itu Kyuhyun dan yang matanya sipit itu Eunhyuk hyung. Kami dari kelompok Suju, sebenarnya total kelompok kami ada 13 orang tapi karna beberapa sedang sibuk jadi hanya kami yang datang” ucap namja yang bernama Siwon itu memperkenalkan diri sekaligus teman-temannya. Semua menyambut Hana dengan senyuman, dan Hana pun merasa lega karna ternyata mereka semua sangat ramah.

“Tapi kalau boleh tau kenapa kalian kemari?” tanya Kris sambil berjalan lebih dekat.

“Oh itu.. kami kemari ingin membicarakan soal misi kalian sekaligus melepas rindu hehe” ucap Ryeowook sambil tersenyum lebar.

“Membicarakan misi?” Dio bertanya sambil menoleh kearah Ryeowook dengan tatapan yang menyiratkan dengan jelas pertanyaannya.

“Begini.. jadi Leeteuk hyung ternyata meminta mereka untuk membantu kita menemukan dengan cepat markas para Lucifer itu. Leeteuk hyung hanya mulai cemas karna Lucifer-lucifer itu sudah semakin berulah. Karna itu untuk mempermudah penyelidikan ia meminta mereka untuk membantu kita dalam misi ini” jelas Luhan kepada teman-temannya.

Donghae mengangguk, “Selain itu, jumlah Lucifer itu cukup banyak jadi kalian juga butuh tambahan koloni untuk mengimbangi mereka kan”ucapnya seraya memasukkan tangan kedalam saku celananya.

“Oh jadi begitu, lalu apa yang akan kita lakukan pertama?” kali ini Xiumin yang bertanya.

“Kita akan melakukan rapat” jawab Kyuhyun singkat.

“Baik-baik sebelum rapat bagaimana kalau makan malam dulu?” ucap Lay menawarkan.

 

 

*****

Dimeja makan yang hanya cukup menampung 13 orang itu kini terpaksa ditambah dengan meja makan kecil yang ada didapur agar bisa menampung 5 orang lagi. Tapi untuk menghormati tamu, terpaksa 5 orang dari pemilik rumah mengalah untuk tidak duduk dimeja utama.

Acara makan itu pun diiringi dengan berbincangan antara para malaikat Olympus itu. Entah bicara hal-hal lucu, kenangan-kenangan masa lalu, masalah misi penting mereka atau hanya sekedar saling mengejek satu sama lain. Hana hanya makan dengan tenang tanpa ikut serta dalam perbincangan. Bukannya mengacuhkan atau diacuhkan, hanya saja dia sedikit sulit untuk ikut masuk dalam perbincangan tersebut. Selain itu, walau ia seperti biasa duduk diapit diantara Kai dan Sehun tapi tidak seperti biasanya kedua namja itu mengganggunya sehingga itu membuat Hana bisa bernafas lega. Tentu dia ingin menikmati ketenangan itu dengan baik.

Tapi baru saja gadis berambut hitam itu menikmati ketenangan hidupnya, tiba-tiba saja suara salah satu namja diruang itu mengagetkannya.

“Oya, namamu Hana kan?” tanya Eunhyuk yang duduk berhadapan dengan Hana. Hana tersentak, gadis itu mendongak lalu mengangguk cepat.

Eunhyuk tersenyum nakal, “Cantik dan juga manis” godanya sambil mengedipkan sebelah mata. Hana hanya meringis sambil berusaha menyunggingkan senyum.

Tapi Donghae yang duduk disebelah Eunhyuk hanya menggeleng-geleng melihat tingkah genit sahabatnya itu. Tanpa basa-basi dia memukul kepala belakang Eunhyuk dengan telapak tangannya. Eunhyuk meringis sambil memegang kepalanya. “Hey apa yang kau lakukan?!” ucapnya sambil menoleh kearah Donghae.

“Kau tanya lagi! Kau itu tidak bisa ya sehari saja tidak genit pada perempuan. Jangan menggoda gadis dibawah umur!”

“Issh aku kan hanya memujinya. Memang benar kan kalau dia manis dan cantik? Lagi pula memang berapa umurnya sampai kau bilang dia masih dibawah umur?!” cercah Eunhyuk pada Donghae.

“Hey sudah-sudah jangan berkelahi!” lerai Ryeowook pada dua hyungnya yang memang sering sekali bertengkar itu. Terkadang masalah kecilpun sering mereka pertengkarkan, tapi walau begitu mereka berdua terbilang sangat dekat.

“Tapi aku setuju pada Eunhyuk hyung. Hana memang manis, dan kalian beruntung sekali mendapat Parakletos seperti dia” ucap Siwon sambil tersenyum kearah Hana.

Hana tersenyum gugup, “Terimakasih.. kalian terlalu memuji”

“Itu sudah jelas.. siapa dulu kakaknya” Suho tersenyum bangga sambil menepuk-nepuk dadanya.

“Sebenarnya ini kurang adil, kenapa kalian mendapat Parakletos semanis Hana sedangkan kami hanya mendapat yang semacam Leeteuk hyung?!” lanjut Eunhyuk sambil mencibir.

“Nasib kita memang kurang mujur..” ucap Kyuhyun sambil mengunyah makanan dimulutnya. “..Tapi kalau boleh tau diantara mereka ber12 siapa yang kau pilih?” lanjut namja itu bertanya.

Hana seketika mengernyit dalam, kenapa bisa bertanya seperti itu? “Eh? Maksutnya..apa?”

“Biasanya jika Parakletos dari sekelompok malaikat laki-laki adalah perempuan atau sebaliknya, itu berarti salah satu diantara malaikat itu adalah jodoh Parakletos itu dimasa depan. Atau pasti akan ada kisah cinta didalam hubungan kerja mereka. Karna itu Kyuhyun bertanya siapa diantara kedua belas bocah ini yang kira-kira sedang dekat denganmu” jelas Ryeowook lembut yang sementara menghentikan kegiatan makannya.

Mata Hana membulat dengan kedua alis terangkat. Entah kenapa dia mendadak salah tingkah. Ditanya seperti itu membuatnya tak bisa menjawab. Pertanyaan yang bahkan hatinya sendiri tak tau apa jawabannya. Hana hanya tersenyum kaku sambil mengelus-elus tengkuk lehernya. Sementara dua namja yang mengapitnya nampak tenang sambil mengunyah makanan dimulut mereka. Tapi sejujurnya.. yang nampak diluar bertolak belakang dengan yang mereka rasakan didalam hati. Jatung keduanya mulai berdetak abnormal, darah mereka juga naik turun karna gugup. Gelisah menunggu jawaban yang keluar dari mulut Hana.

“Menurutku pasti ada diantara dua namja disebelahmu kan?” tanya Eunhyuk sambil menyelidik. Hana yang ditatap seperti itu pun makin salah tingkah.

“Sudahlah hyung.. kenapa kalian bertanya hal seperti itu padanya?” ucap Kai akhirnya setelah merasa Hana mulai terpojokkan.

“Bingo! Tebakanku benar hihihi” Eunhyuk terkekeh merasa menang karna tebakannya benar. Kai menjawab seperti itu, yang dengan jelas berusaha untuk membantu Hana. Itu berarti Kai punya perasaan pada gadis itu. Kemudian Sehun.. dia memang hanya diam tapi terlihat dengan jelas ekor matanya terus melirik kearah Hana.

“Tapi kali ini aku ingin tanya padamu Suho’ah. Kau kan kakak Hana, kira-kira diantara Kai dan Sehun.. siapa yang menurutmu pantas untuk adikmu?” tanya Siwon basa-basi dan bermaksud bercanda tapi cukup membuat kedua namja yang menjadi pilihan gugup.

Suho tersentak sambil mengangkat alisnya, “Aku? Kalau aku tidak masalah dengan siapa saja. Yang penting itu pilihan yang menurut Hannie terbaik” jawab Suho sambil tersenyum simpul.

“Kalau denganku bagaimana?” goda Eunhyuk lagi. Yang lagi-lagi mendapatkan pukulan dari Donghae.

“Jawabannya sudah jelas tidak! Iya kan Suho’ah?” kata Donghae sambil mencibir kearah namja yang sedang meringis disebelahnya.

“Hana’ah kau sudah selesai makan kan?” tanya Kai sambil bangkit dari duduknya. Hana mendongak dan menatap Kai dengan alis terangkat. “Bukankah kita akan latihan?” lanjut Kai sambil membalas tatapan bingung gadis disebelahnya. Tatapan yang seolah memberi sebuah kode pada gadis itu.

“Malam-malam seperti ini?”

“Iya, sudah selesai belum?” tanya Kai lagi yang dibalas dengan anggukan cepat oleh Hana.

“Baiklah kalau begitu kami duluan ya..” pamit Kai pada semua mahluk diruangan itu kemudian berjalan keluar ruangan sambil menggandeng tangan Hana. Seolah sudah mengerti dengan maksut namja itu Hana pun mengikuti Kai dari belakang. Benar..mereka berusaha kabur. Kabur dari pertanyaan yang membuat mereka merasa tersudut. Apalagi Hana, dia sempat merasa stress karna tak tau harus menjawab dengan kata-kata seperti apa. Tidak mungkinkan dia menjawab, ‘Aku menyukai Sehun tapi sepertinya.. aku juga menyukai Kai’ Hah? Jawaban macam apa itu?

 

 

*****

Sesampainya dihalaman belakang markas besar tersebut, Kai melepaskan genggamannya lalu berbalik menghadap Hana. Kai tatap kedua mata gadis manis itu lekat, seolah mencari sesuatu didalamnya. Hana mendongak dan menatap kedua mata bening Kai bingung. Tatapan namja itu seakan alat pemacu jantung yang berhasil membuat jantungnya berdegup cepat.

“Ke..kenapa menatapku seperti itu?” tanya Hana tergagap, ia agak menunduk perlahan, takut menatap mata tajam itu. Takut jika Kai menyadari kegugupannya.

“Kenapa tadi diam saja? Kalau memang tidak bisa jawab setidaknya kau mengalihkan pembicaraan kan? Biasanya kau cerewet, kenapa tiba-tiba membisu begitu?” kini Kai malah balik bertanya bertubi-tubi. Hana mendongak lalu menatap Kai dengan alis terangkat. Tatapan yang menunjukkan ketidakpercayaan. Apa namja itu tidak tau seberapa gugupnya dia saat itu? Untuk diam dan tidak gelisah saja dia sudah mengerahkan seluruh tenaganya. Tapi namja itu malah dengan mudah menyuruhnya berpikir untuk mengalihkan pembicaraan?

Hana menghela nafas panjang, “Memangnya kenapa kalau aku diam saja? Diam itu emas kan?” jawab Hana agak ketus.

“Tapi diammu itu yang membuat mereka jadi makin curiga”

“Issh kau ini.. kau tau tidak tadi aku sudah hampir stress karna ditanya yang seperti itu?! Bahkan untuk diriku sendiri saja hingga saat ini pertanyaan itu belum bisa aku jawab! Sekarang malah ditanya oleh orang lain. Aku hampir saja gila karna tak tau harus menjawab apa tadi. Tapi kau malah menyuruhku mengalihkan pembicaan, kau mau membuatku pingsan ditempat eoh?” ceroscos Hana tanpa jeda, nafasnya terengah karna bicara secepat itu. Ia bahkan tidak sadar tentang apa yang baru saja ia lontarkan pada namja didepannya. Emosinya terlalu menggebu-gebu, ia memang sering sensitive jika membahas urusan semacam ini.

Kai hanya diam menatap Hana dengan kening berkerut. Sedikit sulit menelaah kata-kata yang gadis itu ucapkan. Apa gadis itu secara tidak langsung baru saja menyatakan perasaan? Karna yang Kai tangkap dari ucapan Hana adalah gadis itu memiliki perasaan pada dirinya dan juga Sehun. Hanya saja dia bingung siapa sebenarnya yang benar-benar dia cintai.

Hana diam menatap Kai yang nampak bingung dengan mata yang berkedip berulang kali. Apa Kai bingung dengan yang baru saja dia katakan? Dan saat gadis itu mencoba mengingat kembali ucapannya, seketika ia terpaku ditempat. Kenapa dia membocorkan rahasia hatinya? Bodoh!

“Umh.. itu..Kai..aku..”

“Sudahlah, tidak perlu dipikirkan lagi. Lebih baik kita mulai saja latihannya..” ucap Kai berusaha senatural mungkin. Ia berbalik kemudian berjalan menjauh beberapa langkah dan kembali memutar tubuh. Sementara Hana hanya merutuki dirinya yang kenapa bisa seceroboh itu. Ia bergumam kesal sambil menepuk-nepuk dahinya. Kai yang melihat adegan itu pun terkekeh.

“Sudah kubilang jangan dipikirkan kan? Cepat mulai latihannya!” serunya yang sontak membuat Hana menghentikan aksinya. Hana mendongak lalu tersenyum kaku.

“Oya? Keluarkan juga krystalmu” perintah Kai yang kemudian dibalas anggukan cepat gadis itu. Hana pun merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah krystal bening berwarna biru laut nan cantik.

“Sekarang pusatkan konsentrasimu pada krystal itu dan coba kendalikan salah satu elemen dengan pusat kontrol pada Krystal” jelas Kai memberi intrupsi. Hana mengernyit dalam, bingung bagaimana cara melakukan seperti yang diperintahkan Kai.

“Oke.. kurasa kau bingung. Begini saja, kalau begitu jangan sampai pada mengendalikan elemen dengan Krystal. Cukup coba pusatkan cakra pada Krystalmu, biasanya jika berhasil Krystal itu akan bersinar dan melayang. Coba kau lakukan..”

Hana mengangguk ragu, “Ba..Baiklah. Akan aku coba”

Hana pun meletakkan Krystal biru itu ditengah-tengah telapak tangannya. Ia tatap  Krystal itu lurus-lurus sambil berusaha memusatkan cakra dan konsentrasinya seperti yang diperintahkan Kai. Tapi hasilnya.. NIHIL..

“Gagal” ucap Kai sambil menghela nafas berlebihan sedangkan Hana hanya meringis malu. “Baiklah.. mungkin memang belum saatnya. Kalau begitu kita mulai dari mengendalikan keempat elemen saja. Coba kau kendalikan salah satu elemen”

Hana pun memasukkan kembali Krystalnya kedalam saku. Sesaat gadis itu berpikir elemen apa yang ingin ia kendalikan. Dan mulai mencoba setelah ia memutuskan. Hana menarik nafas dalam-dalam kemudian membuangnya. Ia pejamkan mata kemudian mulai merentangkan kedua tangannya. Angin disekitar tubuhnya pun mulai bertiup lebih kencang. Begerak mengelilingi tubuhnya, perlahan tapi pasti angin itu membesar dan perlahan membuat tubuh Hana melayang.

Senyum pun mulai nampak diwajah tampan Kai saat melihat Hana mulai ada perkembangan. Angin itu semakin lama semakin kuat dan membawa tubuh gadis itu semakin tinggi. Tapi seolah merasa ada yang tidak beres Kai mengernyit dan lebih memfokuskan perhatiannya. Mata namja itu pun membulat ketika melihat angin itu semakin membesar, sementara tubuh Hana bergerak turun kebawah.

“Gawat! Hana’ah hentikkan!” tanpa perintah dari otaknya, Kai dengan sigap berteleportasi mencoba menerobos untuk menangkap tubuh Hana.

 

Bugh

 

“ADUH!” pekik Hana saat merasakan tubuh-tubuhnya jatuh menimpa sesuatu. Ia meringis sambil memegang kepalanya yang juga agak terbentur. Tapi saat ia mencoba membuka mata, ia melihat sebuah dada bidang yang menjadi tempat kepalanya bersandar. Dengan satu gerakan cepat Hana menoleh dan BINGO! Ia jatuh menimpa Kai.

 

Deg

 

Hana terdiam ketika melihat wajah Kai yang hanya berjarak beberapa centimeter dari wajahnya. Ia perhatikan namja yang mulai membuka matanya itu. Hana perhatikan setiap lekuk wajah Kai yang bahkan membuat matanya tak berkedip. Saat itu juga wajahnya memerah, dan jantungnya lagi-lagi bertingkah abnormal.

Kai juga seolah terhipnotis, melihat wajah cantik Hana membuatnya tak berkutik. Terlalu tak mau melewati menikmati lukisan indah itu. Wangi aroma susu gadis itu bahkan tertangkap dengan baik oleh indra penciumannya. Sama seperti Hana, Kai perhatikan setiap lekuk indah wajah Hana. Dan ia pun terpaku saat matanya tertuju pada satu objek.

 

Deg

 

Jantungnya berdetak gila saat matanya tidak sengaja melihat bibir merah muda Hana. Peristiwa dilotte world saat ia mencium Hana pun terputar diotaknya. Karna takut kehilangan kendali lagi seperti saat itu, dengan cepat Kai memalingkan wajahnya. Sontak itu membuat Hana juga tersadar dari dunianya, gadis itu pun bangun saat sadar dia masih berada diatas tubuh Kai.

“Ma..maafkan aku..” ucap Hana seraya duduk bersebelahan dengan Kai.

“Tidak apa-apa. Lain kali kau harus lebih hati-hati. Jangan sampai kau hilang kendali, tadi itu bisa gawat kalau kau sampai terbawa oleh angin topanmu sendiri” Kai membersihkan punggung bajunya yang agak kotor.

“Ehem..ehem..”

Tiba-tiba sebuah suara yang begitu familiar terdengar ditelinga dua mahluk ditaman itu. Hana dan Kai pun menoleh dan tersenyum menyambut Lay.

“Kelihatannya sedang asik..” ucap Lay sembari berjalan menghampiri Hana dan Kai.

“Oppa sedang apa disini?”

“Mau melihat kalian latihan”

“Memangnya hyung tidak ikut rapat dengan yang lain?”

“Tidak.. memang tidak semuanya ikut rapat. Hanya beberapa, tapi karna bosan hanya diam didalam akhirnya aku memilih untuk menonton kalian disini..hehe”

 

 

*****

Suasana diruang rapat kini nampak sangat serius. Ruangan besar yang dikelilingi oleh jendela-jendela besar tersebut kini dihuni oleh 12 perserta disana, 5 orang tamu penting dan 7 orang dari kelompok Exo. Dan kali ini yang memimpin rapat bukanlah Kris, tapi Siwon yang juga dari divisi dewi Athena. Dan sesuai dengan apa yang dicemaskan oleh Altus mereka, topik utama yang menjadi pembahasan rapat kali ini adalah tingkah para Lucifer yang sudah semakin meresahkan.

“Sampai saat ini kami belum menemukan alamat pasti markas besar mereka” ucap Kris memulai pembahasan dengan ekspresi agak menyesal.

“..Tapi yang pasti, markas mereka ada diselatan Concordia. Jika kami sudah mendapatkan berkas tanah professor Kim kami yakin bisa menemukan alamat yang lebih jelas” lanjut Kris melaporkan hasil penyelidikan terakhir yang mereka dapat pada grup senior mereka tersebut. Siwon mengangguk-anggukan kepalanya mengerti.

“Tidak kusangka mereka lebih kuat dari yang kita bayangkan” ucap Suho sambil menghela nafas kecil.

Tsk..Padahal dulu Lucifer itu hanya iblis bodoh pembuat onar, tapi entah apa yang Yuri berikan pada mereka hingga bisa jadi sepintar ini” decak Eunhyuk sambil menyandarkan tubuhnya pada kursi.

“Tapi bukankah untuk saat ini yang perlu kita khawatirkan adalah penyerangan yang sedang mereka rencanakan?” kini giliran Luhan yang mengutarakan pendapatnya.

Donghae mengangguk, “Luhan benar.. setelah penyerangan digedung kehakiman kemarin mungkin saja mereka merencanakan penyerangan lainnya” ucap Donghae menyetujui pendapat Luhan yang juga diterima oleh peserta yang lain.

“Tapi sebenarnya apa yang mereka cari digedung kehakiman itu? Bukankah untuk mendapatkan Krystal yang mereka inginkan tempat yang harusnya mereka datangi adalah markas kami?” tanya Chanyeol agak bingung.

“Itu karna mereka mencari tumbal..”

Dio mengernyit dalam mendengar jawaban Kyuhyun, “Tumbal?”

“Benar. mereka sedang mempersiapkan upacara penghormatan untuk Medusa, dewi tertinggi mereka. Menurut informasi yang kami dapat, penghormatan itu dilakukan agar mereka diberi kemudahan dalam rencana penghancuran mereka. Dan penghormatan itu membutuhkan darah murni keturunan Olympus” jelas Siwon pada seluruh peserta diruang rapat itu.

“Ah, iya aku pernah mendengar tentang upacara itu. Tapi seingatku upacara itu sudah lama tidak dilakukan” Suho nampak sedikit antusias saat mendapatkan informasi dari ingatannya.

“Benar.. upacara itu membutuhkan darah murni Olympus, kalau bisa keturunan Olympus yang tertinggi. Karna semakin tinggi keturunan yang dipersembahkan maka semakin besar keberuntungan yang dilimpahkan untuk mereka. Maka dari itu, karna jelas tidak bisa masuk kedepartemen kementrian tempat para Austrin yang dijaga ketat, mereka memilih untuk datang kegedung kehakiman yang banyak dihuni oleh keturunan Selma dan Archangelos” lanjut Ryeowook menjelaskan lebih jelas lagi.

Xiumin menghela nafas panjang, “Kenapa banyak sekali yang mereka inginkan? Sudah mendapatkan petir dewa Zeus, memiliki mesin penghacur yang hebat, ingin mendapatkan Krystal Parakletos dan sekarang mereka juga inginkan darah murni keturunan Olympus?! Tamak sekali” keluh Xiumin agak kesal.

“Sepertinya rencana mereka sudah semakin matang. Penyerangan ini memperlihatkan bahwa mereka sudah semakin berani untuk keluar dari kandang. Apalagi jika sudah sampai pada persiapan upacara penghormatan yang semacam itu, menunjukkan bahwa mereka sudah sangat siap untuk rencana penghancuran mereka” Kris menyatukan jari-jemarinya kemudian menopang dagunya.

“Iya, mereka bertingkah sombong dan seolah ingin pamer pada kita” lanjut Kyuhyun membenarkan ucapan Kris.

“Lalu apa yang akan sekarang kita lakukan hyung?” tanya Sehun akhirnya setelah lama bungkam sambil menatap Siwon yang nampak sedang berpikir.

“Kita akan tetap melanjutkan penyelidikan untuk menemukan markas besar mereka. Kita akan membagi tugas agar lebih mudah. Tapi yang jelas kita harus meningkatkan kewaspadaan. Kapanpun mereka mungkin saja datang kemari untuk menyerang dan mengambil Krystal Hana. Jangan terlalu memusingkan tentang penyerangan yang terjadi diluar sana, karna kami dan dan kelompok SNSD sudah diberi kepercayaan untuk itu. Tugas utama kalian adalah melindungi Hana dan Krystalnya, karna dia adalah target utama dalam masalah ini. Jika kalian lengah dan Krystal itu berhasil jatuh ketangan Lucifer, maka habislah kita semua..”

“Kita.. dan semua mahluk bumi”

 

 

*****

“Haaah..haaah..Break time!!” pekik Hana keras sambil mengangkat sebelah tangannya. Nafasnya terengah setelah berlatih hampir 2 jam. Ia membungkuk sambil memegangi lututnya. Dan setelah mendapatkan persetujuan dari namja yang berada sekitar 10 langkah didepannya, Hana pun berjalan gontai kepinggir taman menghampiri Lay yang tengah duduk bersila disana.

Lay terkekeh setengah prihatin melihat gadis manis itu nampak kusut saking lelahnya. Hana duduk disebelah Lay yang sejak tadi menjadi penonton setia aksinya dengan Kai. Ia julurkan kakinya kedepan untuk mengindari serangan kram pada kaki mungilnya. Hana menghela nafas panjang seraya menyeka keringat yang mengalir didahinya. Berlatih selama itu tentu saja sangat menguras tenaganya, apalagi dengan belum terbiasanya dia menggunakan cakra ditubuhnya membuat tenaga gadis itu terkuras 2kali lipat.

“Ini minumlah..” ucap Lay seraya menyodorkan satu botol air mineral pada Hana. Hana raih botol tersebut kemudian meminum airnya dengan sedikit tidak santai. Dalam sekali tarikan nafas, air dalam botol itu sudah habis setengahnya. Lay terkekeh kemudian menyodorkan satu botol lagi untuk Kai yang telah mengambil posisi duduk disebelah Hana.

“Kau sudah ada kemajuan Hana’ah..” ucap Lay sambil mengelus pelan kepala Hana. Gadis itu menoleh kemudian tersenyum lebar menunjukkan deretan giginya.

Lay membalasnya dengan senyum manis, “Jika lebih banyak berlatih kau pasti tidak akan kalah dari kami”

“Iya benar.. lebih banyak berlatih dan lebih banyak membuatku babak belur karna ulahmu” celetuk Kai yang sontak membuat Hana mengalihkan pendangannya. Ia tatap wajah Kai dari samping dengan memicingkan mata. Sadar sedang mendapatkan tatapan kesal dari gadis disebelahnya, Kai pun membalas tatapan Hana santai. “Memang benarkan? Kau lihat saja, tubuhku babak belur karna dirimu. Kalau saja kau bisa lebih pintar mengendalikan cakramu, pasti aku tidak perlu jatuh bangun hanya karna menolongmu dari serangan elemenmu sendiri”

“Issh.. namanya orang sedang belajar. Jadi wajar kalau aku melakukan kesalahan kan? Lagi pula siapa yang memutuskan untuk menjadi tutorku? Kau sendiri kan?! Lalu sekarang kenapa aku yang disalahkan?” balas Hana membungkam Kai dengan ucapannya. Benar juga.. bukankah Kai kan yang memaksa hingga harus berdebat dengan Sehun agar dirinya yang menjadi pelatih Hana?

Kai tersenyum malu sambil memencet hidung Hana gemas, “Benar juga ya? Heheh”

“Ya! Appo! Hentikan!” pekik Hana sambil menepuk-nepuk tangan Kai dihidungnya. Merasakan pukulan gadis itu semakin menjadi, Kai pun melepaskan tangannya. Hana mencibir sambil mengelus-elus hidungnya yang berubah warna menjadi merah. Sementara Kai tersenyum puas, dan Lay terkekeh geli melihat tingkah dua adiknya itu.

“Kalau sakit.. kemarilah biar aku obati” ucap Lay menawarkan bantuan pada Hana yang masih saja meringis memegangi hidung tomatnya.

“Ah Gwaenchana oppa.. sebentar lagi juga sembuh”

“Kau yakin?” tanya Lay lagi yang dijawab dengan anggukan cepat oleh Hana.

“Rapatnya belum selesai hyung?”

“Sudah, tadi Suho hyung meminjam unicornku untuk mengantar para senior pulang” jawab Lay sambil membenarkan posisi bersilanya. Kai mengangguk kemudian mendongak menatap langit malam yang nampak indah. Menatapnya lekat namun terlihat menerawang seperti mencari sesuatu diatas sana.

Suasana hening pun menyeruak disela-sela mereka. Hana alihkan perhatiannya pada namja tampan disampingnya. Menatap lekukan sempurna Kai dari arah samping. Cara Kai menatap bintang dilangit malam itu membuat Hana meremang, tatapan teduh yang berhasil membuat jantungnya mulai bertingkah gila. Tapi Hana lagi-lagi terhenyak ketika melihat tatapan itu berubah sendu. Tatapan yang sarat akan rasa sedih dan lelah. Seketika hatinya merasa perih, seolah sangat mengerti apa yang Kai rasakan.

Perlahan Hana mengalihkan pandangannya pada namja lembut disebelah kanannya. Lay juga hanya diam sambil menatap rumput ditaman itu. Rasa sesak didadanya pun menyeruak. Hana tau pasti berat untuk mereka mengemban tugas seperti sekarang. Tugas yang menyangkut hidup dan mati mahluk ciptaan Tuhan. Hana tau selama 3 tahun ini pasti menjadi tahun yang sangat melelahkan bagi mereka, belum lagi 2 tahun yang masih harus mereka lalui.

Hana menghela nafas berlebihan kemudian merogoh saku jaketnya. Mengeluarkan sebuah benda cantik dari dalam sana. Hana tatap Krystalnya lekat. Bukankah benda ini kunci utamanya? Jika ia berhasil bersatu dengan Krystalnya maka pupus sudah harapan para Lucifer itu..

“Kenapa susah sekali menyatu dengan benda ini?” gumam Hana pelan tapi cukup untuk tertangkap oleh pendengarann dua namja disebelahnya. Lay mendongak lalu menoleh kearah Hana.

“Memang butuh waktu Hana’ah. Butuh waktu sampai kau benar-benar percaya bahwa benda itu adalah bagian dari dirimu. Krystal seorang Parakletos itu sama jenisnya dengan bison dari bangsa Selma dan Terein, membutuhkan kepercayaan penuh hingga kami bisa mengendalikan bison kami..” ucap Lay memulai penjelasannya. Hana pun memusatkan perhatian pada penjelasan namja lembut disebelahnya.

“..Dulu aku juga mengalami kesulitan untuk bisa berkomunikasi dengan bisonku sendiri. Apa yang aku perintahkan sering melenceng dengan apa yang bisonku lakukan. Itu karna antara aku dan bisonku belum menyatu, kami masih belum saling percaya bahwa kami bisa bekerja sama. Tapi seiring berjalannya waktu, kami akhirnya bisa saling percaya” Lay mengakhiri penjelasannya dengan senyuman manis. Ia sedikit tersipu malu saat memori lucu bersama bisonnya dulu teringat kembali.

Hana menganggukan kepala seolah mengerti. “Tapi kapan sampai aku bisa percaya dan menyatu dengan Krystalku? Bukankah aku harus segera menyatu dengan benda itu agar semuanya berakhir?” raut wajah Hana berubah menyesal. Gadis itu menunduk dalam. Ia merasa bersalah karna tidak bisa melakukan hal yang seharusnya menjadi tugasnya. Lalu pantaskah dia disebut Parakletos?

“Tidak perlu memaksakan diri Hana’ah. Kau cukup menjaga Krystal itu baik-baik agar tidak jatuh ketangan para iblis itu maka kami akan sangat berterimakasih padamu” ucap Lay lembut dengan tatapan teduhnya. Ia elus punggung Hana pelan, memberi semangat pada gadis manis itu.

“Lay hyung benar.. jika Krystal itu tidak bisa mereka dapatkan, mereka tidak akan pernah bisa melancarkan aksi mereka. Jadi kau hanya perlu menyimpannya baik-baik untuk kami dan semuanya..” Kai tersenyum simpul kearah Hana yang kini menatapnya. Dan lagi-lagi Hana merasakan getaran hebat didadanya. Satu senyuman namja itu bahkan berhasil meruntuhkan pertahanannya. Dengan cepat ia memalingkan wajah sambil memegangi dadanya yang bergemuruh.

“La..lalu sekarang sudah sampai dimana?” tanya Hana tergagap. Dengan setengah mati dia berusaha menetralkan detak jantungnya.

“Kami masih belum menemukan alamat pasti markas mereka. Ternyata professor Kim punya cukup banyak surat harta, hingga kami harus mengecheknya satu persatu” Lay memutar posisi tubuhnya lurus kedepan.

Kai mengangguk, “Untung saja kami mendapatkan banyak bantuan dari para senior kami. Tugas kami jadi terasa lebih ringan..”

“Pasti sangat melelahkan.. selama 3 tahun berkutat dengan urusan semacam ini. Kalau aku jadi kalian aku pasti sudah bunuh diri” ucap Hana sambil menunduk. Entah sejak kapan, mata sudah terasa sangat berat karna kantuk. Ia menguap sambil mengucek-ngucek matanya yang mulai merah.

“Hahaha, dulu aku juga sempat punya pemikiran seperti itu. Ingin bunuh diri dengan melompat dari bisonku yang sedang terbang.. tapi dengan cepat aku urungkan niat karna masih memikirkan keluargaku dirumah” sahut Lay terkekeh.

“Eh? Benarkah hyung pernah berpikiran seperti itu?! Tsk.. tidak kusangka pikiran hyung sependek itu” Kai menatap kakaknya dengan tatapan tak percaya. Sementara Lay hanya tertawa saat melihat Kai menatapnya seperti itu.

“Tidak perlu sekaget itu Jongin’ah” ucap Lay disela tawanya. Sementara Kai malah mencibir karna namja itu menertawainya. Bagaimana ia tidak terkejut?! Setau dirinya Lay adalah namja yang tegar dan pantang menyerah, tapi ternyata namja itu juga pemikiran untuk melakukan hal bodoh semacam bunuh diri?

“Tidak perlu menertawaiku seperti itu kan hyung..” dengus Kai lucu yang malah membuat Lay semakin menjadi. Kai hanya menghela nafas berlebihan saat Lay malah semakin terbahak. Bahkan keduanya tidak sadar kalau gadis yang duduk ditengah mereka sudah tertidur sambil tertunduk-tunduk.

 

Puk

 

Kai tersentak ketika sebuah kepala mendarat dibahu kanannya. Alisnya terangkat saat melihat gadis disebelahnya tengah tertidur manis dibahunya. Dan disitulah, dadanya mulai bergemuruh gila lagi. Dengan cepat ia menatap kearah depan untuk menenangkan jantungnya.

“Hebat! Dia jatuh kepundakmu bukan pundakku” ucap Lay sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Kai menoleh lalu mengernyit, tidak mengerti maksut ucapan Lay.

“Menurutku itu pasti tuntunan hatinya, hatinya yang begitu menyadari keberadaanmu disampingnya hingga tanpa kesadaran penuh pun ia tetap memilih pundakmu untuk bersandar”

Kai mendengus geli, “Jangan bicara hal-hal yang tidak masuk akal hyung”

“Sungguh Jongin’ah.. menurutku pasti inilah suara hati kecilnya. Dia sedang tertidur dan lepas dari kendali pikiran dan akal sehatnya. Disinilah hatinya mampu bersuara bebas, dan pilihan inilah yang disebut pilihan murni”

“Sudahlah hyung.. dia sedang ‘tidur’ dan hanya kebetulan jatuh kepundakku. Apa yang dia tau? Paling-paling dia tidak tau kalau sudah bersandar dipundakku. Tapi kau malah melebih-lebihkannya dengan teori-teori aneh seperti itu. Kalau ingin menipu anak kecil yang baru mengenal cinta, kau salah sasaran hyung..” ucap Kai dengan menekankan pada kata ‘tidur’. Dia hanya tidak habis pikir dengan semua teori Lay yang menurutnya ANEH.. Tapi jika boleh jujur.. dalam hatinya sebenarnya dia sangat ingin apa yang diucapkan hyungnya itu benar. Hana memilihnya? Itulah yang paling dia inginkan. Tapi ia tidak ingin tersenyum untuk harapan semu, ia takut jika semua hanya fana.

“Dia memang tertidur Jongin’ah, tapi apa kau pikir perasaannya juga ikut tertidur? Kau ‘salah’ Orang tertidur saja bisa menangis kan?”

“Ah sudahlah hyung.. aku tidak ingin berdebat. Aku akan mengantarkan Hana kekamarnya dulu” Kai memegang kepala Hana lembut kemudian berjongkok. Melihat Kai beringsutan memegangi kepala Hana saat namja itu ingin membalikkan tubuhnya akhirnya Lay mengulurkan membantuan. Hingga akhirnya tubuh Hana sudah digendong Kai dipunggungnya dengan sempurna.

 

*****

Kai menaiki tangga markas tersebut sambil membawa seorang gadis dipunggungnya. Seorang gadis manis yang terlelap tidak pada tempatnya, hingga mengharuskan namja itu mengangkutnya kedalam kamar. Memang wajar kalau gadis itu sudah tertidur, karna waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Suasana rumah juga sangat lengang, bisa dipastikan sebagian besar sudah terlelap dikamar masing-masing.

Lay juga sudah kembali kekamarnya yang berada dilantai satu, sementara masih beberapa tangga lagi untuk Kai sampai dilantai dua. Kenapa tidak berteleportasi? Benar.. Kai bukannya mencari kesempatan dalam kesempitan, tapi jika dia berteleportasi bukan tidak mungkin kalau Hana akan terbangun dari tidurnya. Karna tekanan angin saat berteleportasi akan cukup kuat untuk membuat gadis itu membuka mata. Maka dari itu Kai harus mengantarkan Hana selamat hingga kamar dengan kakinya sendiri.

 

Ceklek

 

Kai membuka pintu kamar itu pelan lalu masuk melalui celah yang sudah terbuka. Dapat ia hirup aroma khas tubuh Hana diruangan itu. Aroma yang sudah tidak asing lagi di indra penciumannya. Tentu saja.. bukankah keluar masuk kekamar gadis itu sudah sangat lumbrah untuknya. Aroma susu yang sangat manis dan lembut, hingga ia sangat menikmatinya. Kai berbalik lalu perlahan membungkukkan tubuhnya untuk membaringkan Hana diranjang.

“#$@*#!$*$#@$%” gumam Hana tak jelas sambil menggeliat diranjang. Kai terkekeh saat melihat bagaimana gadis itu tidur.

“Dasar beruang tukang tidur..” Kai ingat itu adalah julukan yang ia berikan pada gadis itu karna hobi tidurnya yang sudah sangat parah. Kai membenarkan posisi tidur Hana yang telungkup menjadi terlentang. Tapi gadis itu tetap saja tidak bisa diam dan akhirnya posisinya kembali tak karuan. Untung saja gadis itu memakai celana panjang, jadi tidak ada yang perlu Kai takutkan.

Kai mengela nafas, “Yasudah terserahmu saja” cibir Kai putus asa. Ia pun menarik selimut dan menyelimuti tubuh Hana. Setelah selimutnya sudah terbentang rapi menutupi tubuh gadis itu, Kai menegakkan tubuhnya.

Belum bergerak, Kai hanya diam sambil menatap wajah Hana yang sedang tertidur. Wajah gadis itu nampak polos dan murni. Sebenarnya dulu sebelum mereka pindah kemarkas ini, disaat dia tidak bisa tidur karna posisi tidur dikursi belajar Hana yang sangat tidak nyaman dia sering mengamati wajah  Hana seperti sekarang. Dan sering sekali, tanpa sadar Kai mengembangkan senyumnya melihat tingkah polos gadis itu saat tidur.

“Manis..” gumam Kai sangat pelan sambil tersenyum senang.

“Yaaa!! Kim.. Jongin.. Awas kau akan @#$%#$#%@#$”

 

Deg

 

Kai terpaku ditempatnya berdiri. Gumaman Hana disela tidurnya membuat Kai membeku. Nafasnya tercekat dan jantungnya mulai berulah lagi. Seketika semua ucapan Lay tadi terngiang lagi ditelinganya. Dan satu yang terakhir kali namja itu katakan yang paling mengenai hatinya..

“Sekarang mungkin dia masih berpikir kalau dia mecintai Sehun. Tapi suatu saat dia akan sadar, perasaannya pada Sehun hanya sebatas rasa suka akan kelebihan fisik Sehun, dan saat itulah dia sadar kalau yang dia cinta dan suka itu berbeda. Dia akan sadar bahwa namja yang dicintainya adalah namja yang lain. Waktunya akan tiba Kai’ah.. mungkin ini hanya berdasarkan apa yang aku lihat tapi entah kenapa aku sangat yakin akan ini”

Kai tau bahwa Lay memang punya kemampuan lebih dalam membaca perasaan seseorang. Kekuatan tenaga dalamnya untuk mengobati seseorang perlahan menuntunnya untuk bisa membaca perasaan orang juga. Karna baginya mengobati bukan hanya dari fisik tapi juga dari perasaan. Bagaimana agar orang itu merasa nyaman akan caranya mengobati membuatnya belajar untuk bisa membaca perasaan orang lain. Tapi bukan berarti apa yang dilihat Lay sudah pasti benar. Karna keakuratannya belum bisa dipastikan.

Kai menghela nafas berat seraya menatap Hana sendu, “Benarkah kau hanya belum sadar Hana’ah?” tanya Kai lirih. Kai berbalik kemudian berjalan menuju pintu. Kai membuka pintu kamar dan matanya pun membulat saat melihat seorang namja berdiri disana. Namja yang sampai saat ini masih menjadi saingan terberatnya.

“Dia sudah tidur?” tanya Sehun pelan.

“Iya dia sudah tidur..” jawab Kai seraya menutup kembali pintu kamar Hana. “Memangnya ada apa?” kini Kai yang balik bertanya pada Sehun.

“Bukan apa-apa..” jawab Sehun seraya memutar balik tubuhnya. Kai hanya menatap namja itu bingung. Dia datang hanya untuk bertanya soal itu?

“Kurasa akan sering seperti ini. Bukan hanya sekarang dia membutuhkanmu untuk membawanya kembali kekamar. Tapi dia akan membutuhkanmu untuk seterusnya. Jadi.. jagalah dia baik-baik, kau harus ada saat dia membutuhkanmu Jongin’ah” ucap Sehun dengan masih membelakangi Kai. Kai mengernyit menatap punggung namja dihadapannya.

“Hey Oh Sehun? Kau tidak sedang sakit kan?”

Tak menggubris pertanyaan lawab bicaranya, Sehun hanya berjalan meninggalkan Kai yang masih terdiam didepan pintu kamar Hana. Kai tatap punggung Sehun yang berjalan menjauh dengan tatapan bingung.

“Kurasa bocah itu sedang ngelindur. Atau dia sedang kerasukan setan?”

 

 

*****

[Hana pov]

 

“Hey Kim Jongin! Awas kau akan mati ditanganku!!” pekikku keras sambil menunjuk kearah namja yang sedang tertawa mengejekku diseberang sana.

Disebuah taman indah yang aku sendiri tak tau dimana. Taman luas dengan rumput hijau dan bunga-bunga indah yang bermekaran. Aku sedang bermain disana bersama seorang namja yang kini tengah berlari menghindariku. Seorang namja tampan yang baru saja berulah hingga membuat darahku naik ke ubun-ubun.

“Dasar kaki pendek! Bagaimana mau membalasku kalau mengejarku saja kau tidak bisa eoh?!” ejeknya sambil tertawa geli kearahku.

Aku mendengus kesal sambil mengepalkan tangan kananku. “Lihat saja! Kau pasti akan kutangkap dasar beruang hitam!!” Aku berlari sekencang yang aku bisa untuk menangkapnya. Tapi sayang kaki kecilku tak sanggup menyamakan langkah dengan kaki Kai yang panjang.

Tak pantang menyerah aku terus berusaha mengejarnya. Tapi setelah hampir 2 kali mengelilingi taman itu dia tetap tak bisa aku jangkau. Nafasku terengah dan dadaku mulai sesak karna asupan oksigen yang minim. Aku pun berhenti sejenak sambil memegangi kedua lututku. Mencoba untuk menetralkan nafasku kembali.

“Dasar payah! Segitu saja kau sudah lelah..Tsk” ucap Kai sambil berkacak pinggang. Aku mendongak dan menatapnya dengan memicingkan mata.

“Issh.. awas saja kalau tertangkap, akan aku jambak rambutnya sampai botak!” gumamku sambil menatap garang kearah Kai. Tapi Kai hanya menanggapinya santai dan malah balik mehrong kearahku.

“Awas kau Kim Jongin!” seruku sambil berlari kencang kearahnya. Tapi seperti sudah membaca pikiranku, dengan cepat ia berlari menghindar. Aku terus mengejarnya yang kini mulai berlari keluar area taman. Sedikit bingung tapi aku tetap mengikutinya. Tidak peduli dia lari kemana! Yang jelas aku harus menangkapnya!

Semakin lama, dan semakin jauh dari taman indah tersebut. Aku masih mengejarnya dibelakang. Sedikit bingung karna sekarang Kai mulai berlari memasuki sebuah area gedung nan megah. Sejenak aku berhenti untuk menetralkan nafasku. Tapi disitulah aku melihatnya memasuki gedung besar yang tepat berada beberapa meter didepanku. Mataku membulat ketika melihat namja berkulit gelap itu masuk kesana. Apa tempat itu aman? Seketika firasat buruk datang menghampiriku. Menyeruak dan memenuhi rongga dada hingga membuatnya terasa sesak.

Aku pun segera berlari menyusul Kai. Agak ragu aku mulai menaiki tangga depan gedung tersebut. Tiba-tiba langit yang begitu cerah berubah mendung dan aura gelap serasa menyelimuti. Aku pun meningkatkan kewaspadaan ketika aku mulai memutar kenop pintu.

 

Ceklek

 

―Gelap

 

Ruangan itu gelap gulita, tidak ada cahaya sekecil apapun didalamnya. Tapi bukankah Kai baru saja masuk kesini? Lalu dimana dia? Aku pun menerawang untuk menemukan namja itu.

“Bodoh! Mana bisa aku menemukannya diruangan segelap ini!” rutukku pada diri sendiri. Dan aku pun tersenyum ketika tiba-tiba sebuah ide muncul dikepalaku.

“Iya.. lebih baik aku pergi dulu untuk mengambil senter atau lilin kecil”

Aku pun membalikkan badan dan bermaksud untuk pergi sebentar. Tapi saat baru saja aku berjalan selangkah, tiba-tiba pintu besar itu menutup dengan sendirinya. Nafasku tercekat dengan kedua mata yang membulat.

“Gawat!” ucapku sambil berlari kearah pintu. Beberapa kali aku mencoba memutar kenopnya untuk membuka pintu.—Nihil.. pintu itu terkuci dari luar. Firasat buruk itu pun semakin menjadi. Dengan usaha yang jelas sia-sia aku terus berusaha untuk membuka pintu berwarna putih tersebut. Aku menggedornya keras sambil berteriak.

“Tolong aku!! Apa ada orang diluar!! Tolong bukakan pintunya!! Aku mohon!!” teriakku sekencang yang yang aku bisa. Dan tanpa sadar aku mulai menitikan air mata. Sampai akhirnya lampu diruangan itu menyala. Menyala dan seketika ruangan itu menjadi sangat terang. Sontak aku pun memutar tubuh dan—

 

Deg

 

“Kai—“

Panggilku reflek ketika melihat Kai berdiri ditengah ruangan luas itu. Tubuhnya penuh luka, ada darah didahi dan diujung bibirnya. Mataku pun membulat ketika menyadari bahwa Kai tidak berdiri sendirian, tapi berdiri didepan seorang namja yang wajahnya begitu aku kenal. Namja berwajah mirip dengan Kai yang tengah menodongkan sebuah belati dileher Kai.

—Lucifer

Nafasku seketika tercekat dan aku kehilangan seribu bahasaku. Lidahku kelu dan wajahku memucat. Aku mengalihkan pandanganku saat sadar bahwa ada lebih dari 2 namja disana. Dan seolah dihantam oleh batu besar yang jatuh dari puncak gunung Himalaya. Mataku membulat sempurna ketika melihat tidak hanya Kai yang menjadi sandera para Lucifer.

“Sehun!” pekikku keras dan suaraku terdengar serak. Melihat Sehun juga sedang terduduk dilantai dengan pedang dilehernya. Jika dia berkutik sedikit saja, namja cantik dibelakangnya akan mengayunkan pedang itu dan otomatis menebas lehernya. Tak jauh dengan Kai, kondisi namja itu juga nampak kusut. Wajahnya babak belur dan ada darah dibeberapa kulit putihnya. Aku berjalan mundur kebelakang sambil menggeleng tak percaya. Kenapa bisa seperti ini? Kenapa Sehun dan Kai bisa..

“Kau terkejut Hana-sshi?” tanya Lucifer yang aku ingat bernama Minho sambil berjalan menghampiriku. Aku terus berjalan kebelakang untuk menghindar, tapi sebuah pintu besar dibelakang membuatku tak bisa mundur lagi.

“Tidak perlu takut Hana-sshi. Kami tidak akan menyakitimu jika kau tidak macam-macam” ucap Minho santai sambil terus berjalan mendekat. Tubuhku meremang dan mulai gemetaran karna takut.

“Berhenti!! Jangan sakiti dia!!” pekik Kai keras yang sontak membuat Taemin semakin mendekatkan belatinya dileher Kai.

“Diam kau bocah tengik! Sedikit saja kau bergerak, gadis manismu ini akan mati ditanganku” ancam Minho pada Kai tapi dengan tatapan yang semakin menajam tepat menusuk mataku. Minho semakin mendekat sementara wajahku semakin memucat. Entah kenapa diwajah setampan itu dapat tersirat dengan jelas kekejaman dalam hatinya.

“Ternyata kau memang sangat manis Hana-sshi”

Kini Minho tepat berada didepanku. Dia menyeringai kemudian menyentuh daguku dan mengangkatnya. Sontak tubuhku menegang dan aku kepalkan sebelah tanganku.

“Kau ingin dua namja itu selamat kan?” tanya Minho dengan nada bicara dan ekspresi wajah yang dibuat selembut mungkin. Tapi sayang itu terlihat sangat tidak natural.

“I-iya” jawabku tergagap.

Dia menyeringai kemudian melepaskan tangannya, “Kalau begitu, serahkan Krystalnya”

“A-apa?”

“Krystalmu.. kita akan lakukan barter. Kau serahkan Krystalmu dan aku akan membebaskan mereka berdua” sahut Minho yang berhasil membuatku terdiam. Sedetik aku tatap Kai dan Sehun pilu. Benar.. tidak ada yang perlu dipikrikan lagi. Ini masalah hidup dan mati mereka. Tanpa pikir panjang aku merogoh saku jaketku untuk mengeluarkan Krystal yang diinginkan para Lucifer tersebut.

“Tidak Hana’ah! Jangan serahkan Krystalnya!” pekik Sehun yang sontak membuatku berhenti.

“Sebaiknya kau diam!” Seketika wajah Minho berubah garang melihat Sehun dan api juga berkobar ditangannya. Tapi dengan cepat ekspresinya berubah manis menatapku. “Ayo Hana-sshi kita lanjutkan” ucapnya lembut sambil mengulurkan tangan kanannya bersiap menerima benda yang diinginkannya. Hana menghela nafas kemudian kembali merogoh sakunya.

 

Deg

 

Rahangnya menegang dan matanya membulat sempurna sekali. Detak jantungnya melemah dan kakinya melemas saat ia rasakan ada yang salah pada saku jaketnya.

–Berlubang

Sontak ia menunduk dan mengecek apa dia tidak salah. Tapi kenyataannya sudah jelas, kantongnya berlubang dan Krystalnya—Hilang..

“Bagaimana Hana-sshi? Kau akan serahkan Krystalmu kan?” tanya Minho ketika melihat ada yang tidak beres pada gadis didepannya. “Kau tidak membawa Krystalmu?”

“Aku mohon beri aku waktu Minho-sshi. Aku berjanji akan membawakanmu Krystalnya” ucap Hana dengan suara bergetar.

“Hana’ah kau gila! Jangan serahkan Krystalnya!” pekik Kai lagi. Tapi Hana tak menggubris, terlalu panik karna Krystalnya hilang entah kemana. Bagaimana cara dia menyelamatkan Kai dan Sehun sekarang?

“Apa kau meninggalkan Krystalnya dirumah? Baiklah, Jonghyun kami akan mengantarkanmu mengambilnya”

“Eh? Bu..bukan tertinggal..tapi..hilang..”

“Apa?! Hilang? Bagaimana kau bisa menghilangkan benda sepenting itu eoh?!” bentak Minho dengan suara lantang. Tatapan manisnya kini berubah berklilat-kilat.

“Aku mohon beri aku waktu.. aku berjanji akan menemukannya untuk kalian”

Minho mendengus geli, “Cih.. Dengar Hana-sshi.. jika kau menghilangkan Krystalmu itu sama artinya kau juga menghilangkan nyawa kedua temanmu!”

“BUNUH MEREKA!!”

 

 

 

*****

“TIDAK!!!”

 

[Normal pov]

 

Hana terduduk dari tidurnya dengan nafas terengah. Matanya membulat dan tubuhnya dipenuhi keringat dingin. Dengan cepat ia memperhatikkan sekelilingnya, dan ia berhasil bernafas lega ketika ia lihat dirinya sedang didalam kamar.

“Mimpi macam apa itu” ucap gadis berambut panjang itu sambil menetralkan nafasnya. Ia menunduk saat mimpi buruk itu terus terputar diotaknya. Ia pun kembali mendongak saat sadar jika baju yang ia kenakan bukan piyama melainkan baju yang ia gunakan semalam.

Hana menepuk dahinya, “Ah benar.. pasti aku ketiduran saat duduk ditaman bersama Kai dan Lay oppa. Aisshh..” rutuknya pada diri sendiri sambil mengacak-ngacak rambutnya. Tapi seketika ia hentikan kegiatannya saat ingat akan satu hal penting.

Hana segera merogoh saku jaket yang ia kenakan dengan harap-harap cemas. Takut jika peristiwa dimimpinya benar-benar terjadi. Ia pun menghela nafas berlebihan ketika mendapati Krystalnya masih ada disana.

“Untung kau baik-baik saja. Bisa mati gila aku kalau sampai kau hilang..” ucapnya sambil mengelus-elus Krystal cantik itu dipipinya. Saking senangnya karna Krystal itu tidak raib karna kantong berlubang. Tapi saat sedang asik dengan Krystalnya, samar-samar Hana mendengar suara riuh dilantai bawah.

“Pagi-pagi sudah berkumpul” gumam Hana seraya turun dari ranjang.

Setelah merapikan pakaian dan mengikat rambut panjangnya. Hana keluar dan turun kelantai bawah. Benar saja.. kedua belas namja itu sudah berkumpul diruang tengah. Hana berjalan ringan menghampiri mereka. Tapi Hana mengernyit saat melihat wajah mereka nampak serius sekaligus panik. Ia menghentikan langkahnya seketika saat topik pembicaraan mereka tertangkap oleh pendengarannya. Dapat ia dengar percakapan mereka yang menyebut-nyebut tentang Lucifer..

Dio yang menyadari kedatangan Hana pun menoleh, “Hana’ah kau sudah bangun?”

“Ada apa ini? Apa yang terjadi?” tanya Hana tanpa menggubris pertanyaan Dio.

“Hana’ah..” ucap Kai sambil berjalan menghampiri Hana.

“Lucifer baru saja menyerang markas SNSD..” ucap Suho pelan sambil menatap kedua mata Hana lirih.

“Apa?”

“Dan kami akan pergi kesana untuk menolong. Hanya kami berempat pemilik kekuatan elemen utama” lanjut Chanyeol memberitau Hana. Hana seketika terdiam dan ketakutan akan mimpi yang baru saja ia alami pun menyeruak. Kai yang menyadari perubahan sikap Hana pun menggenggam tangannya yang mulai gemetaran.

“Tidak bisakah kalian tetap disini? Aku mohon.. Bagaimana kalau terjadi—”

“Kau tenang saja Hana’ah.. kami akan baik-baik saja. Oppa janji, kami berempat akan kembali dengan selamat”

“Tapi—“

“Baiklah.. kami berempat akan pergi kemarkas SNSD sunbae. Kalian berdelapan ingat tingkatkan kewaspadaan. Kris dan Luhan pergilah untuk melindungi Hyosun, sedangkan sisanya tetap berjaga dimarkas. Jangan pernah lengah karna kapanpun mereka bisa menyerang kemari. Apalagi jarak antara markas kita dengan lokasi penyerangan sangat dekat. Kalian mengerti kan?!”

“Iya kami mengerti!” seru kesebelas namja itu menyetujui intrupsi Suho.. leader mereka. Hana nampak mulai berkaca-kaca, sangat takut akan kejadian dalam mimpinya menjadi nyata. Tidak hanya pada Sehun atau Kai.. tapi pada semuanya.

Suho berjalan menghampiri adiknya lalu memegang pundak Hana pelan. Ia tatap kedua mata beningnya lekat, “Jangan cemas.. kami akan kembali untukmu” ucapnya lembut penuh perasaan.

Hana mengangguk, “Harus oppa..” jawabnya dengan suara bergetar. Suho mengangguk mantap sambil tersenyum simpul. Ia lepaskan tangannya dari pundak Hana kemudian berjalan kepintu keluar.

“Chanyeol kau dengan Dio, aku  dengan Sehun..”

“Baik” jawab Chanyeol cepat sambil mengikuti Suho dari belakang, diikuti Dio dan yang terakhir Sehun. Tatapan Hana dan Sehun pun beradu ketika Sehun berjalan melewati gadis itu. Dengan cepat Hana meraih tangan Sehun dengan sebelah tangannya yang bebas ketika ingatan tentang mimpinya muncul lagi. Sehun berhenti dan membalas tatapan cemas gadis itu. Kekhawatiran tersirat jelas diwajah Hana.

“Kau harus pulang dengan selamat Oh Sehun..” ucap Hana dengan tatapan menuntut.

“Aku tau.. kau tenang saja..” jawab Sehun sambil mengelus pipi Hana lembut kemudian berjalan menyusul ketiga kakaknya.

Hana menarik nafas lalu menghembuskannya seraya melihat keempat prajurit itu pergi. Dengan tatapan sendu ia mengantarkan kepergian mereka. Kai yang berdiri disebelah Hana hanya menatapnya pilu. Perlahan ia lepaskan genggamannya dari tangan Hana. Mendengar ucapan Hana pada Sehun membuatnya terhenyak.

“Sebegitu khawatirkah kau pada Sehun?” lirih Kai dalam hati.

 

 

 

 

 

 

 

――To Be Continued――

N/B : NO SIDERS!!! NO PLAGIAT!!! HARGAI KARYA ANAK BANGSA!!!

141 thoughts on “The Twelve Power of Olympians (Chapter 7)

  1. yeey..! perjuangan menunggu FF ini tdk sia”..
    akhirnya di post juga..😀

    ditunggu next chap nya..!
    keep writing..! fighting..!

  2. jjiah thor dsini lbh updet… annyeong thor reader bru nongol =)
    ptama bca ff ni di exoff yg chap 4 pula, g nyambug bngt kan….😦
    pko’e next chap thor, maaf bru komen.. sumimasen~

  3. Astagfirullah,daebak bak bak deh…
    Akhirnya keluar juga ni ff
    Kece thor
    Aku suka banget ama chapter ini abisnya panjang banget
    Next chap lebih negangin lagi thor
    Aku jadi deg deg an sehun ama kai selamat ato nggak
    Kira kira ini ff sampai chapter brp thor?
    Oh iya thor,ff ini juga jangan di protect dong thor
    Aku janji bakal coment terus deh… ^o^♉

    • Heheh makasi bnyak atas pujiannya
      Duh kalo brp chapter author sendiri jg gak tau chingu -_- hehe tp kira-kira 12 mungkin
      Gabisa sayang kita kan hrs ikut aturan heheh, jangan cemas kalo kamunya uda rajin komen author pasti kasih pw nya kok^o^

  4. Huh, kshan kai oppa. Tpi sehun jg sengsara.. Daebak min, kau bner2 mmbuat kmi bgung untk mnentukan plihan..
    Next part jgn lma2 ea ^_^

  5. A a a a a! ! ! !
    Thor r r r , . . Daebbak!!!
    Duh duh snengnya hana. . . Dsuka’i sehun, ame kai duh duh . . .
    Lanjut thoor. . .

  6. whoa thor sumpeh keren abis
    gimana jadinya sehun ama kai?
    kan yang pergi cuman sehun tuh.
    thor klo update kok langsung 3 chapter sih,gila bener.iya udah di tunggu nih lanjutanya dari jaman bahola.ampe rela” in baca 3 chpter ini sekaligus
    pokoknya next chapter kagak usah lama” ya hehehe😀

  7. akhirnyaaaa publish jugaaaa…
    mudah2an mimpiiinya Hana gak jadi kenyataan ya thor…
    ditunggu next chapternya ya thor…Fighting…

  8. ay ay menjelajah di google langsung nemu fic ini. Qw baru baca yg part 6 sm 7 doank. Jd langsung di sini ja ya coment’a

    Itu apa yg di mimpiin hana gambaran masa depan ato cuma bunga tidur. Kalo gambaran masa depan, kan kai’a gag ikut pergi?

    Nah loh penasaran saya.

    di lanjut ya tor, gag maksa update kilat kok, cuma minta update asap aja#jiah apa bedanya.

    Okelah saya tunggu next chap

    Keep writing🙂

    QIN

  9. daebak thor,, ff nya makin WOW….
    Tapi aku berharap hana sama sehun, lebih serasi gitu thor
    Tapi aku terserah author aja deh ini kan ff author jadi hak author
    Tapi aku lebih senang kalau sehun ma hana, *dipertimabangin ya thor #plakk
    abaikan yang tadi thor..

  10. Hai, All author HCV ‘-‘)/ mian, bru bisa komen pdahal baca ff-nya udh dri kmren._. FF-nya kren persoalannya mkin tmbah rumit, Hana please dh! jngan plinplan dong *apaurusannyamalu -_- *abaikan Oya, tlong bilang sama HCV1 FF Be My Love nya DAEBAK!!! aplagi dtambah Lulu dri msa lalu Nayoung mungkin😄 tuk msalah twittnya blum di follow, maaf yaa /.\ tar skalian minta PW-nya deh, Insya Allah^^ Mian klau panjang, dtnggu next chapt-nya, Fighting!!!

  11. huaaaa aku kudet nih, baru tau kalau lanjutannya udah di post -_-
    keren thor, daebak! next chapternya ditunggu thor ^^

  12. Annyeong *bow* salam kenal author , aku readers baru disini \m/ kekeke
    Suka banget baca ff exo dengan genre fantasy, efek lagu mama kali ya ._.V wkwk eh pas ngobrak ngabrik google (?) Aku nemuin ff ini, langsung baca deh \m/ *sekiancurhatnya*
    Mian thor bru komen soalnya baru selesai baca semua part (‾⌣‾)♉ telat banget ane ketemu ff ini wkwk
    Daebakkkk thor ff nya, aku suka ceritanya terus abis baca ini aku jadi suka kai sama hana ( ื▿ ืʃƪ) wkwk
    Semangat thor nulisnya , part 8 keluar hehe makin cpt keluar makin rajin komen deh *ga ada hubungan nya ya?* intinyaa part selanjutnya cepet2 dipost hehehehehe

  13. Yeay… Next chap di tunggu yah thor^^ daebak.. Aku suka!! Keren… Jangan lama2 yah thor^^ FIGHTING!!! (9^o^)9

  14. wahhh the story is totally amazing👏👏👏 tidak sabar dengan kelanjutan ceritanya min. Kai dan Hana buat aku geregetan. ditunggu chapter 8 nya author☺ daebakk,HWAITING!!!!!!💪

  15. Huwoowww kenapa harus tbc thorrr -_____-
    Ceritanya keren, makin asik.. chapter 8 cepetan keluar yaaa😀 :p
    Keep writing thor^^~

  16. wwww awww awww maaf beribu maaf

    Q bner” minta maaf karena baru comment. pqokoknya dri prolog aku dah greget kalo ff ini bkal keren bgt. sumpaah speechles bcanya. Dah gitu ngebut 7 part 1 hari saking penasarannya. pdhal 1 part za dah panjang bgt. Daebakk thor ditunggu lanjutannya. Keep Writing!!! ^^ FIGHTING!!! # teriak bareng EXO

  17. Haaaaaaiiiii authooorr…. \(^o^)/

    aku bingung nih mau bilang apaaa-_-

    oke baiklah, aku cuma mau bilang kalo FFmu DAE TO THE BAK! DAEBAK!! Wow FFmu keren banget thor, feelnya dapet, jalan ceritanya bikin aku penasaran. Dan yang paling buat aku penasan tu SEBENERNYA HANA ITU SUKA SAMA KAI ATAU SEHUN? AH TIDAK, LEBIH TEPATNYA HANA ITU MILIH KAI ATAU SEHUN? DAN KAPAN SIH KEKUATAN HANA MUNCUL? *CapslockDiinjekBebekChen-,-

    oke thor, aku rasa cukup segitu coment, maap kalo coment nya GaJe, kan daritadi aku udah bilang kalo aku bingung mau coment apa. Oke, daripada aku tambah banyak bacot lebih baik aku akhirin ini sekarang. Sekian dan terima kasih!
    Oiya thor cepetan yaa publis chapter yang selanjutnya!! Bye~

  18. THOR SATU KATA BUAT AUTHOR, DA-E-BAK!

    GATAU HARUS NGOMONG APA YANG PASTI GUE BINGUNG DAN PENASARAN SAMA CERITA INI/? DAN GUE BINGUNG PLS HANA ITU MILIH KAI APA SEHUN?KAI APA SEHUN?!??!?!
    MALAH SEMPET KEPIKIRAN GIMANA TERNYATA KALAU ENDINGNYA HANA SAMA ABANG KRIS TERCINTA? /plak *capslockjebolketimpabaekhyun:(*

    oke dah segitu aja thor, wqwq^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s