The Twelve Power of Olympians (Chapter 6)

cover chap6 copy-vert2

Title : The Twelve Power Of Olympians

Title chapter : More Difficult | Author : HCV_2

Main cast : Kim Hana(OC), Kai, Sehun

Other Cast : EXO, Han Hyo sun(OC)| Genre : Fantasy, Romance, Brothership | Length : Chaptered

 

WARNING THIS NOT FOR SILENT READERS

Typo bertebaran disetiap sudut! Cerita gak jelas!!

 

Annyeonghaseyo~~~~~ Author HCV_2 datang~~~~ Yuhuuuu~~~~

Nah kali ini author dtg membawa chapter 6 dari FF The twelve power of olympians~~ Uda pada nunggu kan??? *readers : gak!!!* kekeke Author mohon maap sebesar-besarnya ya buat semua readers disini karna lama engga ngupdate FF =_= Author sekalian sudah kembali sekolah dan kita bener-bener dikejar pelajaran gegara uda bnyak yg ketinggalan karna libur panjang kmren ._. otomatis kita jd sibuk sm tugas dan gak sempet buat FF *deep deep bow* Kami harap semua readers maklum ya^^ Tapi kami pasti bakal nyicil dikit-dikit kok kalo ada waktu luang..

Sekali lagi author mau ngingetin.. chapter ini author buat agak ngebut, jd maap kalo banyak typo dan mungkin ceritanya gaje abis -_-‘ please jangan bully saya *sembunyi dibaju Kai* Sip deh dr pd kelamaan.. lgsung aja ke Ceeee..rriii..taaaaa~

IF YOU READ!! YOU MUST COMENT!!!

 

 

Sehun memotong kalimatnya seraya menunduk sejenak. Kemudian kembali menatap kedua mata bening Hana.

 

 

“Aku.. menyukaimu Hana’ah..”

 

 

Deg

 

 

Chapter 6

 

Hana terdiam.. terdiam karna pernyataan Sehun padanya. Namja itu bilang apa? Menyukainya? Nafas Hana terasa tercekat ditenggorokan hingga membuatnya tak mampu bicara lagi. Ia tatap Sehun dengan tatapan tak percaya. Benarkah apa yang baru saja Sehun katakan?

“Aku mengatakannya karna kurasa tidak akan ada lagi kesempatan untukku mengatakannya. Aku tidak mengharapkan kau menjawab pernyataanku, karna aku hanya ingin mengungkapnya. Dan satu hal yang paling ingin kukatakan padamu.. walaupun nanti aku harus membagi jiwaku untuk Hyosun.. tapi kau harus ingat, hatiku dan perasaanku tulus hanya untukmu Hana’ah..tidak akan berubah”

Hana mengekerutkan dahinya mendengar apa yang baru saja Sehun katakan padanya. Ada begitu banyak kata-kata yang sulit untuk gadis itu mengerti. Hana diam.. mencoba untuk memperbaiki kerja otaknya agar mampu menelaah setiap kata Sehun dengan baik. Tapi saat Hana masih sibuk berkutat dengan pikirannya, tiba-tiba dengan satu gerakan cepat Sehun mengecup keningnya lembut. Sebuah tindakan yang sukses membuat Hana tersentak dan hampir membuat jantungnya melompat dari tempatnya.

3 detik kemudian Sehun melepaskan ciumannya. Hana kemudian mendongak  dan menatap Sehun dengan mata yang berulang kali berkedip. Seolah ingin menyadarkan diri jika kejadian itu tidak nyata. Sungguh.. semua sikap Sehun ini sedikit membuatnya takut. Apa kepala Sehun baru saja terbentur tembok?

“Tidurlah ini sudah larut..” Sehun bersmile eyes didepan Hana sembari mengusap puncak kepalanya lembut. Dan lagi-lagi Hana mematung.. senyum Sehun itu.. benar-benar membuat hatinya bergejolak.

Sehun pun berbalik kemudian berjalan kearah tangga. Tapi saat sadar Hana tidak mengikutinya Sehun berhenti kemudian memutar tubuh kebelakang.

“Kenapa diam? Masuk kekamar dan tidur”

Hana tersentak dari lamunannya kemudian mengangguk. “Ba..baiklah..” Hana pun berjalan mengekor dibelakang Sehun dengan sejuta tanda tanya dihati dan otaknya. Masih tidak habis pikir dan tak percaya atas kejadian yang baru saja ia alami.

 

 

 

*****

 

 

Matahari terbit diufuk timur tanda bahwa pagi sudah datang. Dengan susah payah Hana berusaha membuka kedua mata bulatnnya yang seakan menempel erat karna lem super. Efek menunggui Sehun hingga larut malam kemarin masih begitu terasa, kantuk yang gadis itu rasakan masih sulit untuk dibendungnya.

 

“Aku.. menyukaimu Hana’ah..”

 

Deg

 

Hana terdiam.. ingatan tentang bagaimana Sehun menyatakan perasaannya pada gadis itu semalam tiba-tiba terputar tanpa koordinasi. Mata Hana yang tadinya sulit untuk terbuka, seketika membuka dengan sempurna. Hana pun terdiam sambil memandang langit-langit kamarnya. Ia ingat dengan jelas kejadian semalam seolah baru saja terjadi sejam yang lalu. Bagaimana Sehun memeluknya, bagaimana Sehun mengatakan perasaannya. Dan satu kalimat yang paling tidak ia mengerti.

“Dan satu hal yang paling ingin kukatakan padamu.. walaupun nanti aku harus membagi jiwaku untuk Hyosun.. tapi kau harus ingat, hatiku dan perasaanku tulus hanya untukmu Hana’ah..tidak akan berubah”

“Membagi jiwanya dengan Hyosun?”gumam Hana seraya mengedipkan matanya berulang kali.

 

Ceklek

 

Hana bangkit kemudian duduk bersila diranjangnya saat pintu kamarnya terbuka. Hana pun menoleh dan tersenyum ketika melihat Baekhyun muncul dari balik pintu besar kamar megahnya.

“Lho Hana’ah kau sudah bangun?”ucap Baekhyun seraya berjalan mendekati ranjang Hana. Gadis itu hanya mengangguk sambil menunjukkan deretan gigi putihnya kearah Baekhyun.

“Baru saja aku ingin membangunkanmu.Kai bilang kau susah sekali bangun pagi karna itu aku diminta untuk membangunkanmu” ucap Baekhyun seraya menyibak korden kamar Hana.

“Issh dasar namja itu..” gumam Hana kesal mendengar Kai menjelek-jelekkannya.

“Baiklah.. ayo bangun. Kita harus segera keruang perawatan, semua sudah menunggu disana”

“Keruang perawatan?” dahi Hana mengkerut sambil menatap Baekhyun dengan tatapan tak mengerti.

Baekhyun berbalik setelah selesai membuka korden kamar Hana kemudian menghela nafas melihat gadis itu menatapnya polos. “Kau lupa? Sehun akan menyembuhkan Hyosun pagi ini Hana’ah”

Mata Hana membulat saat itu juga. “Jadi Sehun sudah memutuskannya?”

“Iyaa.. sudah cepat ganti piyamamu. Aku dan yang lain akan menunggu diruang perawatan. Otte?” Baekhyun tersenyum sembari mengedipkan sebelah matanya kearah Hana. Hana mengangguk tanda mengiyakan, kemudian Baekhyun pun keluar dari kamar gadis itu. Hana diam, entah kenapa ia merasakan perasaan yang aneh. Hatinya malah bertanya.. harus senang atau sedihkah dia sekarang? Padahal sudah jelas kalau sebentar lagi Hyosun akan sembuh, bukankah tentu dia harus senang?!

 

 

*****

Ceklek

 

Hana membuka pintu tapi tak langsung masuk keruang perawatan tersebut. Ia menyelipkan kepalanya dicelah pintu yang baru sedikit terbuka. Ia sedikit ragu untuk masuk karna ini pertama kalinya ia datang keruangan tersebut.

“Hey bodoh.. tidak perlu mengintip seperti itu. Masuk saja.. Tsk” decak Kai sambil bersedekap didada. Sungguh.. tingkah konyol gadis itu tak bisa sesuai dengan tempatnya.

Hana mencibir kesal kemudian membuka pintu lebih lebar. Dan gadis itu pun terpana ketika melihat ruangan luas tersebut. Ia berdiri didepan pintu dengan mata yang menerawang kepenjuru ruangan itu. Ada banyak rak yang berjejer ditembok. Rak yang dipenuhi oleh banyak botol-botol kecil obat-obatan dan ada juga beberapa rak buku. Hana pikir mungkin itu adalah ramuan dan buku obat ala malaikat Olympus.

“Hanie ayo cepat kemari! Kenapa kau berdiri disana?” seru Suho memanggil adiknya yang masih sibuk memandangi ruangan tempat mereka berada sekarang. Hana tersentak kemudian mengangguk.

“Ba..baik” Hana berjalan menuju para namja itu berkumpul. Semakin dekat dapat gadis itu lihat tubuh Hyosun yang terbaring disebuah ranjang berukuran sedang. Sementara yang lainnya berdiri disekitaran ranjang tersebut.

Suasana diruangan itu mulai terasa semakin tak enak dihati gadis itu. Wajah dan aura namja-namja itu mulai membuat hati Hana bekerja keras untuk mengartikannya. Bukankah sebentar lagi Hyosun akan sembuh? Lalu kenapa mereka malah sedih? Sehun berdiri paling dekat dengan ranjang Hyosun sambil menunduk dalam. Sedikit Hana bisa melihat ekspresi wajah Sehun yang nampak amat sedih, dan sungguh itu membuat goresan dihatinya. Dan satu lagi.. Kris.. namja itu berdiri satu langkah dibelakang Sehun. Namja berambut hitam itu berdiri sambil menatap Hyosun lurus-lurus. Sebuah tatapan yang tak dapat Hana artikan dengan baik.

“Hana’ah kemarilah..” panggil Kai saat melihat Hana yang nampak bingung. Hana terhenyak kemudian menatap Kai penuh arti. Seolah meminta penjelasan dari tatapan tersebut. Kai menggelengkan kepalanya cepat memberi kode agar gadis itu cepat berjalan kearahnya. Hana pun mengangguk tapi baru saja ia ingin berjalan kearah Kai, langkahnya seketika terhenti ketika melihat Sehun yang kini sedang menatapnya lirih. Lagi-lagi sebuah belati menyayat hati gadis itu. Sungguh.. ia tak sanggup Sehun menatapnya seperti itu.

Hana menunduk kemudian dengan cepat berjalan kearah Kai lalu berdiri disebelahnya. Hana tatap punggung Sehun yang berada 3 langkah didepannya.

“Sehunnie kau bisa mulai..” ucap Suho pelan sambil mundur satu langkah kebelakang.

Sehun menghela nafas seraya maju selangkah lagi. Ia tatap wajah Hyosun lurus-lurus kemudian memejamkan matanya. Hana menarik nafas seolah bersiap akan hal yang mungkin akan mengejutkannya. Merasakan ketegangan gadis disebelahnya, Kai menoleh kemudian menggenggam tangan kiri Hana. Gadis itu tersentak lalu menoleh. Ia tatap mata bening Kai yang seolah memintanya untuk tenang. Sepersekian detik setelahnya Hana pun kembali mengalihkan perhatiannya pada Sehun.

“Maafkan aku Hana’ah..” gumam Sehun pelan sampai akhirnya ia mendekatkan wajahnya kewajah pucat Hyosun. Semakin dekat hingga bibir mereka bersentuhan. Nafas Hana tercekat saat melihat Sehun mencium Hyosun. Tanpa ia sadari kini ia meremas tangan Kai yang mengenggamnya. Entah sejak kapan hatinya bergemuruh tak karuan. Kai tersentak saat Hana meremas tangannya, tapi ia tau kenapa Hana melakukannya.

Sedetik setelahnya sebuah cahaya putih dengan kapasitas besar bersinar disekitar tubuh Hyosun dan Sehun. Sangat besar hingga menyilaukan semua mata disana. Cahaya itu semakin besar hingga menjangkau seluruh ruangan luas tersebut. Sama seperti yang lainnya Hana memejamkan matanya kuat-kuat karna silau akan cahaya itu.

Tapi perlahan seiring dengan lepasnya tautan Sehun dengan Hyosun, cahaya itu pun mulai meredup. Perlahan tapi pasti cahaya itu seakan tersedot kembali ketubuh Sehun dan Hyosun.

“Hyosun’ah kau sudah sadar?!” ucap Kris saat melihat Hyosun mulai membuka matanya. Dengan cepat ia mendekat ke ranjang dan berdiri disebelah Sehun. Semua kini sudah kembali membuka mata. Hana tatap tubuh Sehun yang terlihat melemah.

“Akkhh..” ringis Hyosun sembari memegang kepalanya yang terasa pening. Sama seperti Kris, Lay juga mendekat untuk memastikkan keadaan Hyosun. Ia raih sebelah tangan Hyosun kemudian mengecek denyut nadinya.

 

Bruak

 

Semua mata membulat saat melihat Sehun tiba-tiba terduduk dilantai. Dengan cepat Lay melepas tangan Hyosun kemudian berlari kearah Sehun. Tak ingin kalah dari Lay, Hana juga bermaksud mendekati Sehun. Tapi dengan cepat Kai menarik tangan Hana, mencegahnya mendekati namja itu. Hana pun menoleh kemudian menatap Kai tajam.

“AKKKHHHH!!!”

 

Sehun dan Hyosun tiba-tiba berteriak bersamaan. Keduanya memegang dada masing-masing dengan ekspresi kesakitan. Semuanya terlihat makin panik, dengan cepat Chanyeol dan Tao menghampiri Sehun kemudian membantunya berdiri.

“Bawa Sehun kekamarnya, nanti akan kubawakan obatnya” perintah Lay pada Chanyeol dan Tao yang kemudian mereka jawab dengan anggukan cepat. Kedua namja itu pun membawa Sehun keluar ruangan. Hana rasakan perih dihatinya melihat Sehun meringis kesakitan seperti sekarang. Hana tak bisa melepaskan pandangannya pada Sehun, ia tatap namja itu dengan tatapan lirih.

Sedetik setelah melihat Sehun, Tao dan Chanyeol menghilang dibalik pintu, Hana kembali mengalihkan matanya pada Hyosun yang masih meringis kesakitan.

“Akkhh..” ringis Hyosun semakin meremas dadanya.

“Ini Hyosun minumlah..” ucap Lay sembari menyodorkan segelas air berwarna kehijauan pada Hyosun. Perlahan Kris mengangkat kepala Hyosun kemudian meminumkan ramuan itu. Terlihat jelas ekspresi wajah Kris yang nampak sangat khawatir.

Hana sungguh tak mengerti yang terjadi. Beribu pertanyaan memenuhi otaknya saat itu juga. Seakan ingin meledak karna tak mampu lagi menampung begitu banyak pertanyaan itu. Hana mengernyit kemudian menoleh kearah Kai yang sejak tadi memperhatikannya. Hana tatap Kai dengan kedua alis yang terangkat keatas. Mengisyaratkan sebuah pertanyaan ‘Ada apa ini?’

 

 

 

*****

 

Hana duduk diruang tengah, masih mencoba berpikir lebih baik untuk menelaah setiap kejadian yang baru saja dilihatnya. Kini semuanya sudah kembali keaktivitas semula. Sehun kini sedang beristirahat dikamarnya sedangkan Hyosun beristirahat diruang perawatan. Sementara yang lainnya kembali melanjutkan misi mereka, bagaimana pun tujuan utama mereka adalah menangkap para Lucifer yang menyebabkan semua masalah ini.

Setelah Hyosun kembali sadar, suasana dirumah itu menurut Hana tetap tak berubah. Walau ada sedikit kelegaan diwajah mereka, tapi tetap tak bisa dipungkiri bahwa masih ada keganjalan disana. Hana memperkerjakan otaknya untuk bekerja 10 kali lipat dari biasanya. Ia sungguh tak mengerti, sebenarnya seperti apa penyakit kutukan cinta yang diderita Hyosun? Lalu kenapa mereka malah tak nampak gembira setelah ia sadar? Walau tak ia pungkiri juga,  melihat Sehun merasakan kesakitan seperti tadi sungguh membuat hatinya merasa perih. Tapi kenapa?

“Mau minum coklat panas?”

Hana tersentak dari lamunannya saat tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan secangkir coklat panas kearahnya. Sejenak Hana tatap cangkir itu kemudian mendongakkan kepalanya.

“Hey kenapa hanya menatapku?! Kalo mau cepat ambil” ucap Kai sembari mendorong cangkirnya untuk menegaskan tawarannya. Hana mengerucutkan bibirnya kemudian meraih cangkir itu.

Setelah cangkir itu berpindah tangan, Kai duduk disebelah Hana sambil menyendok coklat panasnya. Sementara Hana hanya mengaduk-ngaduk coklatnya sembari berpikir. Berpikir harus dari mana dia bertanya pada Kai? Kai melirik Hana dengan ekor matanya, sadar kalau gadis itu ragu untuk bicara.

“Kutukan cinta itu adalah penyakit yang hanya bisa diderita oleh seseorang yang tertarik pada malaikat dari divisi dewi Afrodit. Dan penyakit itu hanya bisa disembuhkan oleh malaikat yang orang itu suka..” ucap Kai mulai menjelaskan. Seketika Hana menoleh kearah Kai saat namja itu menjelaskannya sebelum ia bertanya. Kai seperti membaca apa yang sedang gadis itu pikirkan.

“Malaikat dari divisi itu memang memiliki daya tarik yang kuat dalam dirinya. Maka dari itu sebagian besar manusia atau malaikat lain yang bertemu dengan mereka bisa dengan mudah jatuh cinta pada pandangan yang pertama. Penyakit ini memang tak bisa masuk begitu saja ketubuh seseorang, karna hanya malaikat dari divisi itu juga yang bisa menyebarkannya. Mungkin Minho tau kalau Hyosun menyukai Sehun karna itu ia melakukannya” jelas Kai panjang lebar sambil tetap menikmati coklat panasnya.

“Tapi apa hubungannya? Apa hubungannya jika Hyosun menyukai Sehun?” Hana meletakkan cangkirnya lalu membenarkan posisi duduknya menghadap Kai.

“Kau tau apa akibat jika Sehun mengobati Hyosun?”

Hana menggeleng. “Ti..tidak”

“Mereka akan bersatu..” ucap Kai seraya menaruh cangkirnya yang sudah kosong diatas meja. Hana terdiam, menatap Kai dengan kedua alis yang terangkat.

“Apa..maksudmu bersatu?”

“Jiwa mereka akan bersatu. Saat Hyosun belum disembuhkan, bisa dibilang seluruh jiwanya terkena kutukan hingga membuat organ tubuhnya tak berfungsi dengan baik. Tapi setelah Sehun sudah menyembuhkannya, setengah jiwa sehat Sehun akan masuk ketubuh Hyosun untuk menggantikan sebagian jiwanya yang terkena kutukan. Dengan begitu Hyosun bisa sadar dan kembali sehat walau hanya setengahnya..” Kai berhenti sejenak kemudian menarik nafas pelan.

“Sedangkan Sehun.. karna Sehun sudah memberikan setengah jiwanya untuk Hyosun, jelas ia tak bisa hidup dengan setengah jiwa. Karna itu setengah jiwanya itu akan tergantikan dengan jiwa Hyosun yang terkena kutukan. Jadi sekarang, dalam tubuh Sehun ada setengah jiwa Hyosun dan sebaliknya. Dan karna ini semua, penyakit apapun yang dirasakan Hyosun akan dirasakan juga oleh Sehun”

Hana terdiam.. sekarang ia mengerti kenapa semalam Sehun bicara seperti itu padanya. Bersatu yang Sehun maksudkan itu adalah ini?

“Dan kau tau apa hal paling buruk dari semua ini?”

Hana menggeleng lagi. “Apa?”

“Baik Hyosun maupun Sehun tak akan bisa menjalin cinta dengan orang lain. Mereka sudah bersatu… jadi mereka tak akan bisa bersama namja atau yeoja lainnya selain mereka berdua”

 

Deg

 

Tidak bisa dengan yeoja lain? Jadi maksudnya Sehun sudah menjadi milik Hyosun seutuhnya? Tapi bukankah semalam Sehun bilang ia menyukai Hana? Entah kenapa dada Hana terasa sesak mendengar penjelasan yang satu itu. Seakan terhimpit oleh dua tembok besar China, oksigen tak bisa ia olah dengan baik dalam tubuhnya. Ia rasa ia patah hati..

“Tapi bagaimana jika mereka tak saling mencintai?” tanya Hana lirih.

“Itulah hal terburuknya Hana’ah.. dua orang yang tak saling mencintai harus terikat dalam satu ikatan. Memang mereka tak harus bersama atau menikah, dan memang mereka tetap bisa jatuh cinta pada orang lain, tapi apapun yang terjadi mereka tak akan bisa bersama orang lain itu. Dan inilah hubungan jika Hyosun menyukai Sehun, ia mungkin senang karna kini Sehun sudah menjadi miliknya. Tapi Sehun? Entahlah..” Kai mengangkat kedua bahhunya lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.

Hana diam.. ia kembali memutar tubuhnya menghadap kedepan. Tatapannya mendadak kosong, ia hanya mulai merasa retakan dihatinya semakin besar. Apa mungkin ia sudah benar-benar patah hati karna Sehun tak bisa jadi miliknya? Hana menunduk seraya menghela nafas pelan.

Kai memperhatikan sikap Hana dengan ekor matanya. Dan ia pun merasakan retakan yang sama dihatinya. Ia mulai merasa dugaannya semakin mengarah pada kata ‘benar’.. kalau Hana menyukai Sehun.

“Tapi masih ada satu cara untuk melepaskan ikatan itu..”

Hana mendongak cepat saat mendengar ucapan Kai. Ia pun menoleh dan menatap Kai lurus-lurus. Sebuah tatapan yang menuntut satu penjelasan cepat keluar dari bibir namja itu.

“Ikatan itu akan terlepas jika salah satu dari mereka rela melepaskannya. Salah satu harus memberikan setengah jiwa sehatnya untuk menyempurnakan jiwa pasangannya. Dan jika itu sudah dilakukan, orang yang melepaskan ikatan itu akan.. meninggal..”

“Me..meninggal? Jadi.. jika ingin melepaskan ikatan itu mereka harus mengorbankan hidup salah satu dari mereka?”

“Begitulah.. bisa dibilang mereka rela mati hanya agar pasangan mereka bahagia..”

 

 

*****

Tap

 

Hana dan Suho turun dari burung phoenix Chanyeol. Kini mereka sampai didepan sebuah gedung bertingkat megah bergaya yunani kuno. Sebuah gedung yang mampu membuat mata Hana tak berkedip. Sementara Hana masih terpana dengan gedung megah didepannya, Suho berbalik kemudian mengelus bison Chanyeol yang sudah mengantar mereka ketempat itu.

“Terimakasih banyak.. sekarang pulanglah”

 

Wuuzzz

 

Burung raksasa itu pun terbang kembali kemarkas sesuai intrupsi Suho. Setelah memastikan burung api itu menghilang dibalik awan, Suho pun berbalik. “Ayo masuk..” ucap Suho sembari melangkahkan kakinya. Hana tersentak kemudian mengekor dibelakang kakaknya.

“Tempat apa ini?” tanya Hana dengan tatapan yang masih memperhatikan setiap lekuk gedung tersebut. Ada banyak sekali orang-orang yang berlalu lalang masuk dan keluar. Orang-orang yang terlihat sama sepertinya. Gadis itu bingung dimana dia sekarang? karna kalut akan perasaannya pada Sehun, tadi Hana sama sekali tidak bertanya pada Suho saat namja itu mengajaknya pergi berdua dan hanya mengikuti ajakan kakaknya tanpa basa-basi.

“Inilah.. departemen kementrian malaikat Olympus”

“De..departemen kementrian?” gumam Hana pelan. Kedua matanya pun membulat dengan mulut ternganga ketika sudah melewati pintu masuk besar gedung itu. Ia menerawang keseluruh pelosok gedung luas dengan arsitektur memukau tersebut. Ia perhatikan beberapa orang yang terlihat sibuk dengan membawa setumpuk kertas ditangannya, beberapa juga terlihat sedang terburu-buru dengan wajah yang nampak tegang, selain itu ada juga yang berjalan berkelompok dengan memakai pakaian yang seperti seorang polisi. Ditengah gedung juga terdapat sebuah patung air mancur 12 dewa-dewi Olympus besar yang terpajang dengan indahnya. Hana bahkan tak berkedip menatapnya.

“Hana’ah sebelah sini!” seru Suho yang kini berdiri didepan meja receptionis. Hana yang masih terdiam didepan pintu pun terkesiap kemudian menoleh dengan cepat. Tak sadar ternyata Suho sudah berjalan sejauh itu tanpa ia sadari. Melihat kakaknya melambaikan tangan kearahnya, Hana mengangguk lalu berlari kearah Suho.

“Baiklah, terimakasih banyak” ucap Suho ramah pada seorang yeoja cantik yang berdiri dibelakang meja receptionis. Hana cukup terengah setelah sampai dibelakang Suho. Tepat setelah Hana sampai, Suho berbalik kemudian meraih tangan kanan adiknya, lalu mengajaknya berjalan beriringan.

“Oppa.. untuk apa kita kemari?” Hana menatap namja berambut kemerahan disampingnya dengan kedua alis terangkat.

“Menghadap pimpinan sekaligus membuat jelmaanmu” ucap Suho santai sambil tersenyum manis kearah Hana yang menatapnya polos.

“Membuat jelmaan?” kini kedua alis Hana yang tadinya terangkat malah mengekerut ketengah.

“Iyaa.. kau akan punya jelmaan yang akan menggantikan takdirmu sebagai manusia sama seperti kami. Ini semua agar kau bisa tinggal dimarkas bersama kami, dan mencegah jika tiba-tiba para Lucifer menyerang seperti kemarin. Apalagi mengingat apa yang baru saja terjadi pada Hyosun membuat kami harus meningkatkan kewaspadaan dua kali lipat”

“Lalu bagaimana dengan Hyosun? Dia tidak dibuatkan jelmaan juga?”

“Bukannya tidak dibuatkan.. tapi tidak bisa dibuatkan. Dia bukan keturunan Olympus, dan kami dilarang membawa masuk manusia murni dalam misi kami. Gila kan kalau kami membawa Hyosun kemari untuk membuatkannya jelmaan? Bisa-bisa kami akan dihukum berat karna kami ketahuan melanggar peraturan. Maka dari itu kami memutuskan untuk membuatkan jelmaan untukmu, karna jika kau sudah tinggal bersama kami, kami bisa melakukan pengawasan bergantian yang biasa kami lakukan untukmu pada Hyosun. Dengan begitu semuanya akan lebih aman”

Seiring dengan berakhirnya penjelasan Suho, langkah keduanya pun terhenti. Kini mereka sampai didepan sebuah ruangan berpintu besar berwarna emas mengkilat. Berulang kali Hana mengedipkan mata sembari menerka-nerka kira-kira apa yang ada dibalik pintu megah tersebut. Sepersekian detik setelahnya, pintu itu pun terbuka dengan sendirinya.

“Masuklah..” ucap seorang namja tampan yang duduk disebuah kursi mewah diruangan itu. Menyambut Hana dan Suho dengan senyuman yang manis. Suho mengangguk hormat kemudian mulai melangkah masuk lalu diikuti oleh Hana. Dan tepat setelah Hana dan Suho melewati pintu besar ruangan tersebut, pintu itu menutup dengan sendirinya. Mereka berdua pun berjalan lebih dekat. Lagi-lagi Hana terkagum melihat ruangan besar tersebut. Di ruangan itu terpajang 12 lukisan besar dengan gambar dewa-dewi mereka. Terlihat memukau..

“Selamat datang Hana” namja itu berdiri dari duduknya seraya tersenyum manis pada Hana. Dengan wajah polosnya Hana mengerjapkan matanya menatap namja didepannya kemudian mengangguk cepat memberi hormat. Mungkinkah namja ini pimpinan yang dikatakan kakaknya? Tapi sebenarnya bukan hanya ada satu orang didalam ruangan itu, ada seorang gadis cantik berambut pirang yang juga tengah tersenyum kearah Suho dan Hana.

“Taeyeon noona kau juga disini?” tanya Suho ramah pada gadis cantik tersebut.

“Iya.. seperti yang kau lihat” jawab gadis bernama Taeyeon itu seraya menunjukkan smile eyes-nya.

“Ohya Hannie.. perkenalkan ini Leeteuk hyung pimpinan kami, dan ini Taeyeon noona dia ketua kelompok malaikat tingkat 1 bernama SNSD”

“Salam kenal Kim Hana imnida” salam Hana sambil berusaha ternyum semanis mungkin.

“Salam kenal juga Hana’ah.. Jadi kau parakletos EXO? Manis dan cantik..” ucap Taeyeon lembut. Sebuah pujian yang membuat gadis itu salah tingkah. Semburat merah mucul dipipi putihnya.

“Terimakasih pujiannya.. kau juga sangat cantik” Hana menggaruk tengkuk lehernya gugup. Taeyeon tersenyum melihat ekspresi tersipu Hana yang menurutnya sangat manis.

“Tapi kenapa noona ada disini? Bukankah kau sedang dalam masa jeda?”

“Ah iya.. aku lupa memberitahumu kalau kemarin aku sempat meminta bantuan Taeyeon untuk mencari informasi tentang para Lucifer tersebut” ucap Leeteuk sambil berjalan keluar dari bangku mewahnya.

“Iya dan aku disini untuk memberi tahu informasi yang sudah kudapatkan” Taeyeon menghentikan perkataannya, kemudian membuka amplop coklat yang ia bawa lalu mengambil sesuatu didalamnya.

“Ini.. ini adalah gambar mesin penghancur yang katanya sedang dipersiapkan para Lucifer tersebut” ucap Taeyeon seraya menyodorkan sebuah gambar pada Leeteuk.

Sedetik Leeteuk tatap gambar itu lekat kemudian kembali mendongak. “Dengan ini mereka akan meledakkan bumi?”

“Ne, mereka menggunakan petir dewa Zeus sebagai bahan peledak dari mesin itu tapi mereka masih membutuhkan kekuatan pembangkitnya..”

“Krystal..ku..” gumam Hana pelan tanpa ia sadari.

“Benar.. krystal Austrin yang belum menyatu dengan pemiliknya memiliki kekuatan yang sangat besar, dengan membangkitkan kekuatan yang dimiliki krystal murni itu kekuatan petir dewa Zeus akan meningkat 10 kali lipat. Pikir saja, kekuatan petir dewa Zeus yang adalah kekuatan tunggal terkuat kini dibangkitkan 10 kali lipatnya.. bisa dipastikan bagaimana bumi hancur dalam waktu singkat”

 

Deg

 

Hana seketika terdiam. Nafasnya tercekat hingga membuatnya sulit untuk bernafas. Mendengar penjelasan Taeyeon terasa seperti dihantam sebuah palu berukuran jumbo. Tidak ia sadari.. ternyata ancaman para Lucifer itu tak main-main. Tak ia sadari.. tugas yang ia dan 12 namja itu emban adalah masalah hidup dan mati semua mahluk bumi.

Sedetik itu juga ia rasakan tenaganya menguap. Semua masalah yang datang bertubi membuat denyutan dikepalanya menggila. Belum selesai dengan perasaan anehnya pada Sehun, kini masalah baru datang lagi. Hana sadar, bukan hanya dia yang terkejut dengan kenyataan ini.. Suho, namja itu juga nampak memucat. Akankah mereka mampu?

“Itu berarti.. Hana harus segera menyatu dengan krystalnya?” ucap Suho pelan.

“Itu solusi yang paling utama, tapi untuk sementara kalian hanya perlu menjaga dengan baik agar krystal itu tak sampai ketangan Lucifer. Kau mengerti kan?” ucap Leeteuk yang kemudian dibalas anggukan mantap oleh Suho.

“Lalu kau Taeyeon.. bagaimana dengan teman-temanmu?”

“Semua sudah setuju oppa.. kami akan membantu” jawab Taeyeon mantap.

“Membantu? SNSD sunbae akan membantu kami? Tapi masa jeda kalian masih 3 bulan lagi kan?”

“Tidak apa-apa Suho’ah.. ini semua karna kami ingin membawa Yuri kembali”

 

 

*****

 

“Yang lain kemana? Kenapa sepi sekali?” tanya Hana sembari meletakkan kopernya lalu duduk disofa. Suasana dimarkas besar itu nampak sangat sepi, sepertinya 11 namja lainnya sedang tidak ada dirumah. Selain itu Hyosun juga masih beristirahat dikamar Hana, ia masih terlalu lemah untuk pulang kerumah.

Hana dan Kai baru saja kembali dari mengambil barang-barang Hana dirumahnya. Semalam Hana masih tinggal dirumahnya karna jelmaannya baru akan dikirim hari ini dan Kailah yang menemaninya.

“Hari ini tepat 3 tahun masa jabatan kami dan kami mendapatkan kekuatan bonus” Kai mengambil posisi duduk disebelah Hana lalu menyandarkan tubuhnya disofa.

Hana mengernyit manatap Kai. “Kekuatan.. bonus?”

“Ne.. kekuatan bonus. Kekuatan yang kami dapatkan setelah kami resmi menjabat selama 3 tahun. Kekuatan untuk menjelma kembali menjadi manusia selama satu hari”

“Menjadi manusia? Jadi kalian kembali menjadi manusia?” Hana menggeser posisi duduknya mengahadap Kai.

“Iya tapi hanya untuk satu hari dalam 5 tahun. Mungkin karna itu hari ini rumah sepi, karna semua ingin bersenang-senang. Sibuk dengan urusan masing-masing..” ucap Kai sambil kembali menegakkan tubuhnya.

“Lalu bagaimana dengan jelmaan kalian?”

“Tetap berjalan.. karna itu kami tetap tidak diperbolehkan berkeliaran disekitar orang terdekat kami. Gawat kan kalau mereka terkena serangan jantung setelah melihat kami berubah jadi dua”

“Ohh begitu.. lalu kau? Ini hanya sehari dalam 5 tahun kan? Aku yakin kau tidak mau menyia-nyiakannya begitu saja” tanya Hana sambil menaikkan bahunya keatas.

“Tentu saja! Karna itu ayo pergi!” Kai bangkit kemudian sedikit merapikan pakaiannya. Hana menaikkan kedua alisnya menatap namja berkelopak mata indah tersebut.

“Pergi?”

“Ne kajja!” Kai menggenggam tangan kanan Hana kemudian menariknya. Hana sedikit terhuyung kedepan karna tarikan Kai, tapi beruntung ia berhasil menegakkan kembali kakinya.

“Tunggu dulu!” Hana menarik tangan Kai yang otomatis menghentikan langkah namja itu. “Aku kan baru saja masuk menjadi bagian dari kalian? Apa aku juga..”

“Kau itu Parakletos Hana’ah.. kau spesial. Kapanpun kau mau kau bisa berubah wujud kembali. Lagi pula jelmaanmu belum sampai, kau masih manusia saat ini”

“Ohh begi—“

 

Zreepp

 

 

 

*****

“Kai? Istirahatlah dulu..” rengek Hana seraya menarik lengan baju Kai yang masih berjalan dengan semangat yang berapi-api. Sejak sampai satu jam yang lalu Kai sama terus saja mengajaknya naik wahana tanpa mengizinkannya beristirahat barang 1 menit. Apalagi wahana yang namja itu pilih semuanya sangat mengacu adrenaline. Hana mulai ragu.. namja itu ingin mengajaknya bersenang-senang atau membunuhnya secara perlahan?

Kai menoleh kemudian terkekeh. “Hihihi.. baik baik.. kita istirahat dulu” ucap namja itu seraya menggandeng tangan Hana. Mereka berjalan kearah sebuah bangku didekat penjual eskrim.

“Duduklah dulu.. akan kubelikan eskrim. Kau mau rasa apa?” tanya Kai sambil tersenyum simpul. Hana mengedip-ngedipkan matanya menatap namja itu. Kai tampak berbeda hari ini, mungkin suasana hatinya sedang sangat baik hingga ia bersikap semanis ini. Dan jujur.. sikap manis Kai ini berhasil membuat hatinya bergejolak.

“Hey bodoh! Mau rasa apa?!”

“Eh? Ra..rasa coklat”

“Oke!” jawab Kai sambil mengangguk mantap. Ia berbalik kemudian berjalan kearah stand penjual eskrim yang tak jauh dari bangku tempat Hana duduk. Hana tatap punggung Kai yang berjalan menjauh, dapat ia rasakan jantungnya yang berdegup tak karuan.

“Ada apa ini?” gumam gadis berambut hitam itu sambil memegang dadanya.

 

Beberapa detik kemudian..

“Ini!”

Hana tersentak kemudian menoleh. Sejenak ia tatap Kai yang kini sedang menyodorkan eskrim pesanannya kemudian mengambil eskrim tersebut.

“Terimakasih..”

Kai mengangguk kemudian duduk disebelah Hana. Dengan lahap ia memakan eskrim coklat ditangannya. Hana tatap wajah Kai lekat. Wajah namja itu nampak berbinar.. sungguh ini pertama kalinya Hana melihat Kai segembira itu. Dan disitulah jantungnya kembali bergemuruh. Dengan cepat ia palingkan pandangannya kedepan.

“Umh.. kenapa ke Lotte world?” tanya Hana ragu seraya menjilat eskrimnya.

“Karna aku rindu tempat ini. Dulu saat aku masih kecil setiap hari minggu di akhir bulan, aku dan orangtuaku selalu datang kemari. Tapi semakin aku tumbuh besar.. orangtua ku semakin jarang memperhatikanku, dan bisa dibilang aku jarang sekali datang kemari” ucap Kai seraya tersenyum kecut.

“Kai’ah.. Apa kau tidak rindu pada keluargamu?”

Kai tersenyum kemudian menoleh. “Tentu saja rindu.. tapi mau bagaimana lagi? Aku masih harus bertahan 2 tahun lagi”

“Apa setelah dua tahun nanti kau akan benar-benar kembali menjadi manusia biasa?” tanya Hana sambil memiringkan kepalanya.

“Tergantung..jika setelah ini kami tidak memilih untuk melanjutkan menjadi malaikat tingkat 1 ya kami akan kembali menjadi manusia. Tapi walaupun begitu, terkadang jika dalam keadaan yang benar-benar terdesak kami bisa dipanggil kembali”

“Ahh iya.. seperti kakak dari kelompok SNSD itu ya?”

“Ne benar! Mereka sekarang sedang dalam masa jeda. Apa kau sudah bertemu dengan mereka?”

“Tidak semuanya.. hanya dengan ketua kelompok mereka saat aku dan Suho oppa pergi kedepartemen kementrian” ucap Hana sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

“Ohya Kai boleh aku tau sebenarnya siapa para Lucifer itu? Maksudku.. apa mereka memang terlahir sebagai seorang Lucifer atau..”

“Tidak semuanya..hanya beberapa dari mereka yang adalah seorang pengkhianat” ucap Kai sambil menyandarkan tubuhnya pada bangku.

Hana mengernyit sembari membenarkan posisi duduknya. “Maksudnya?”

“Sebenarnya bangsa Lucifer itu hanya bangsa iblis bodoh yang bisanya berbuat onar didunia manusia. Biasanya kejahatan mereka tak lebih hanya sekedar mengganggu manusia atau menghasut manusia untuk berbuat jahat. Pada dasarnya mereka tak memiliki kekuatan apapun. Tapi.. semenjak seorang Parakletos datang dan menghasut mereka semuanya jadi seperti ini..”

“Seorang Parakletos?”

“Jadi begini.. setiap Parakletos yang sudah selesai mengerjakan tugas, sama seperti kami mereka juga akan diberikan 2 pilihan, ingin melanjutkan kehidupan mereka sebagai malaikat Olympus atau kembali menjadi manusia. Biasanya para Parakletos yang memilih untuk lanjut akan mendapat kedudukan sebagai dewan kementrian, dan melalui pemilihan salah satu mereka akan menjadi mentri tertinggi atau Altus. Kau ingat Leeteuk hyung kan?”

Hana mengangguk. “Pemimpin kalian..”

“Dia contohnya. Dia dulunya juga Parakletos dari kelompok Suju. Saat itu, ada 2 Parakletos yang direkomendasikan untuk menjadi Altus, Leeteuk hyung dan Yuri noona Parakletos dari kelompok SNSD. Ternyata yang terpilih adalah Leeteuk hyung tapi tidak disangka, ternyata Yuri noona sangat tidak terima akan keputusan itu, dia terlalu berambisi untuk menjadi seorang Altus. Tapi sayangnya keputusan dewan kementrian sudah tidak bisa diganggu gugat. Akhirnya Yuri memberontak dan ia pun berkhianat, entah setan apa yang merasukinya.. ia bergabung dengan Lucifer kemudian menjadi pemimpin mereka, dan dialah dalang dari semua rencana jahat itu” jelas Kai panjang lebar. Sementara Hana hanya diam sambil menyimak penjelasan Kai dengan seksama. Takut jika ada yang terlewatkan.

“Lalu bagaimana dengan Lucifer yang waktu itu menyerang kita? Mereka punya kekuatan kan?”

“Mereka juga pengkhianat. Sebenarnya mereka juga malaikat Olympus dari kelompok Shinee. Kudengar mereka juga memiliki dendam pada Leeteuk hyung karna itu mereka juga ingin menjatuhkannya dengan membuat masalah seperti ini. Karna jika Leeteuk hyung gagal mengatasi masalah ini, dengan jelas ia akan diturunkan dan dihukum berat sebagai seorang Altus yang gagal memimpin”

Seiring dengan berakhirnya penjelasan Kai, Hana menelan salivanya kasar. Mendengar cerita Kai, dengan lantang ia berani bersumpah kalau dia tidak akan pernah memilih untuk melanjutkan jalannya menjadi malaikat Olympus. Sungguh.. lebih baik hidup tenang menjadi manusia biasa.

“Eh? Itu.. dibibirmu ada noda eskrim” ucap Kai sambil menunjuk kewajah Hana. Hana yang tadinya sedang termenung itu pun tersentak lalu menatap Kai dengan alis terangkat.

“Benarkah? Dimana?” tanya Hana sembari mencoba membersihkan bibirnya dengan ujung lidahnya. Karna tidak tau letak noda yang dikatakan Kai, Hana hanya memutar-mutar ujung lidahnya sembarangan tanpa berhasil membersihkannya.

 

Deg

 

Kai terdiam seraya menelan kasar salivanya. Matanya bahkan tak berkedip menatap gadis didepannya. Melihat Hana membasahi bibirnya sendiri seperti itu membuat jantungnya bergemuruh tak karuan. Darahnya terpompa naik turun, dan entah kenapa otaknya jadi berpikir hal-hal yang tak seharusnya.

“Hey bodoh dimana? Sudah belum?” Hana masih belum berhenti. Gadis itu tidak sadar namja didepannya sudah mulai kehilangan kesadaran karna tindakannya itu. Dan parahnya, gadis itu malah semakin mendekatkan wajahnya kewajah Kai sambil terus mengusap bibirnya dengan ujung lidahnya.

“Sudah belum?!”

 

Deg

 

Mata Kai membulat. Matanya tertuju pada bibir merah muda Hana. Semakin tak bisa mengendalikan pikirannya sendiri. Jantungnya semakin menggila dan pertahanannya runtuh seketika. Dengan wajah sedekat itu dengan Hana membuatnya tak bisa menahan diri.

“Aissh.. kau malah diam!” cibir Hana karna Kai malah diam tak menjawab pertanyaannya. Ia pun mengambil tas gendongnya dan berniat mengambil selembar tisu. Tapi baru saja tangannya akan mengelap bibirnya dengan tisu yang ia pegang. Tiba-tiba tangan Kai menghentikannya. Hana menoleh kemudian menatap Kai bingung.

“Biar aku yang membersihkannya..”

 

Cup

 

Dengan satu gerakan cepat Kai membersihkan noda itu dengan sapuan halusnya. Hana terdiam dengan mata yang membulat dengan sempurna. Hampir saja jantungnya melompat dari tempatnya. Terlalu shock akan tindakan Kai yang sangat tiba-tiba dan diluar dugaan. Wajah keduanya memerah dan jantung mereka pun berdetak memburu. Apalagi Kai.. ia mendadak gugup, ia garuk tengkuk lehernya yang tidak gatal. Sementara Hana masih tak bergeming, menatap Kai dengan kedua mata yang tak berkedip.

“Nodanya sudah hilang” ucap Kai sambil tersenyum kaku. Sebenarnya ia ingin bersikap senatural mungkin.

“A..aku..Ing..ingin ke..toilet dulu..” ucap Hana tergagap saking gugupnya. Ia beranjak kemudia bermaksud berjalan kearah toilet.  Tapi karna degup jantung yang terlalu cepat, membuat kakinya melemas. Tanpa sengaja kakinya malah tersandung kaki bangku yang ia dan Kai duduki.

“Aduh!—“

 

Greeep

 

Dengan cepat Kai menangkap tubuh Hana yang terayun kedepan. Melingkarkan tangan kekarnya pada pinggang Hana dan membuat jarak mereka sangat dekat. Dapat gadis itu hirup wangi green tea tubuh Kai dengan leluasa. Kai pun bisa mencium semerbak wangi susu dari krim wajah Hana. Darah mereka lagi-lagi terpompa hingga membuat semburat merah diwajah keduanya. Degup jantung mereka pun seolah beradu ingin menunjukkan siapa yang lebih cepat.

“Hati-hati kalau jalan..”

Hana tersentak kemudian dengan cepat melepaskan tangan Kai dari pinggangnya. “Te..terimakasih..”Tak sanggup begini terlalu lama, Hana berbalik cepat lalu berniat melanjutkan langkahnya menuju toilet.

“Akkhh..” ringis Hana sambil memegang pergelangan kakinya. Kakinya terkilir..

“Kakimu terkilir?” tanya Kai sambil ikut menunduk.

Hana mengangguk. “Sepertinya begitu.. akkhh—“

Mendengar jawaban Hana, dengan cepat Kai berjalan kedepan gadis itu kemudian memutar tubuhnya kebelakang lalu berjongkok. “Ayo naik”

“Eh? Naik?” tanya Hana seraya membulatkan matanya.

“Iya naik! Kakimu terkilir pasti kau tidak bisa jalan. Jadi biar aku yang menggendongmu”

Hana menelan salivanya sambil mengedip-ngedipkan matanya berulangkali. Kai terus saja membuat jantungnya berdetak tak karuan.

“Hey! Ayo cepat naik!”

Hana tersentak kemudian dengan ragu mulai menunduk merangkul pundak Kai. Kai pun berdiri dengan Hana dalam gendongannya. Wajah Hana bahkan lebih merah dari tomat sekarang. Kini pertahanannya benar-benar runtuh karna Kai. Sambil berjalan menggendong Hana, Kai merutuki dirinya sendiri. Sebenarnya bisa dibilang Kai mencium Hana diluar kesadarannya.

“Aisshh.. kenapa kau menciumnnya?” ucap Kai berbisik.

 

 

*****

 

Malam dinegri Concordia, kini para Malaikat Olympus tersebut tengah berkumpul diruang tengah markas besar mereka. Menikmati camilan sambil saling bersenda gurau. Chen, Luhan dan Xiumin sedang asik bermain video game, Chanyeol dan Baekhyun sedang bersenandung ria diiringi lantunan gitar Chanyeol. Sementara Suho, Lay, Dio dan Tao sedang sibuk meneliti beberapa bukti yang baru saja mereka dapatkan. Sedangkan Hana yang duduk diantara Sehun dan Kai hanya diam dan nampak kaku.

Dapat gadis itu rasakan jantungnya berdegup tak karuan. Bagaimana tidak.. kini ia sedang duduk diantara 2 namja yang baru saja melakukan hal-hal tak teduga baginya. Mengingat bagaimana Sehun malam itu menyatakan perasaan padanya, dan mengingat bagaimana Kai menciumnya tadi siang sungguh membuat darahnya terpompa naik turun. Kini ia mulai bingung untuk mencari kepastian.. sebenarnya siapa yang hatinya pilih?

“Hey hyung! Kau seharusnya mengoper kekanan.. kau pasti dapat nilai!” seru Kai memberi semangat untuk Luhan dan Xiumin yang sedang bertanding sepak bola. Sebenarnya namja itu hanya ingin berusaha bersikap natural. Hana terus mencoba memakan camilan yang ia pegang dengan baik. Sedangkan Sehun membolak-balikkan halaman komiknya berniat membacanya, tapi karna ada Hana disebelahnya membuat ia tak bisa berkonsentrasi.

Tao yang duduk disofa sebelah kanan sejak tadi memperhatikan tingkah 3 orang yang duduk kaku tersebut. Namja mandarin itu terkekeh. “Hana’ah pipimu memerah.. hihihi”

“Uhuk! Uhuk!” seketika Hana tersedak mendengar ucapan Tao.  Terkejut karna namja itu melihat semburat merahnya.

“Ini minumlah” ucap Kai dan Sehun bersamaan sambil menyodorkan segelas air ditangan mereka. Kedua alis gadis itu terangkat melihat Kai dan Sehun menyodorkan gelas kearahnya. Sedikit terkejut karna mereka kompak sekali.

“Tidak apa-apa aku minum punyaku saja” ucap Hana sembari mengambil gelas miliknya. Dengan kaku ia teguk airnya. Kai dan Sehun tatap gelas ditangan mereka kemudian menaruhnya kembali dimeja. Dan Tao hanya bisa terkekeh melihat tingkah manis ketiga mahluk tersebut.

Mata Hana pun menerawang mencoba mencari bahan obrolan agar suasana kaku ini cepat berakhir. Sampai akhirnya ia menyadari sesuatu. “Eh? Dimana Kris oppa?”

“Hari ini dia yang bertugas menjaga Hyosun” jawab Chen santai.

“Menjaga Hyosun ya..”ucap Hana seraya menunduk. Entah kenapa hatinya merasa perih. Bukan karna Kris berduaan dengan Hyosun, tapi karna ia sadar akan sesuatu. Bukankah Kris menyukai Hyosun? Hana rasa Kris merasakan apa yang ia rasakan.

Chen yang melihat perubahan sikap Hana pun terkekeh. Ia pikir Hana cemburu, bukankah dulu Hana menganggumi Kris? Chen pun mendapat ide untuk menggoda gadis itu. “Kau kenapa Hana’ah? Cemburu karna Kris hyung pergi dengan Hyosun?” tanya Chen menyelidik.

Hana tersentak kemudian menatap Chen. “Enak saja! Aku tidak cemburu..” ucap Hana sambil mengerusutkan bibirnya. Kai dan Sehun hanya diam memperhatikan Hana.

“Yang benar.. bukankah dulu kau penggemar berat Kris hyung? Dikelas kau sering memandangi fotonya kan?”

“Iya tapi itu kan hanya sebatas mengangguminya. Arti kata kagum itu berbeda dengan kata suka” ucap Hana sambil bersedekap didada. Tak tau seberapa gugupnya ia sekarang, Kenapa Chen bicara seperti itu didepan Kai dan Sehun?

“Baik baik aku mengerti. Tidak perlu segugup itu Hana’ah. Kai dan Sehun tidak akan salah paham.. tenang saja hihihi” ucap Chen terkekeh dan sukses membuat tiga orang itu terhenyak. Mata Hana membulat menatap Chen, tebakan namja itu kenapa pas sekali? Suasana kaku itu pun menyeruak kembali.

“Sudahlah Jongdae jangan menggoda mereka seperti itu” ucap Luhan membela ketiga adiknya tapi dengan tatapan yang masih tertuju pada video gamenya.

“Aku dapat!” seru Suho tiba-tiba sambil menepuk kedua tangannya. Semua terkesiap dan seketika menoleh kearah namja yang kini tengah tersenyum bangga.

 

“Dapat apa?” tanya Xiumin sambil meletakkan stik gamenya.

“Alamat markas para Lucifer itu” ucap Suho sambil memutar posisi duduknya, menghadap teman-temannya.

“Lihat ini.. ini adalah surat perjanjian antara para Lucifer tersebut dengan seorang professor kementrian yang 1 tahun lalu mereka serang. Disini tertulis bahwa selain professor tersebut berjanji akan merancangkan sebuah mesin penghacur  untuk mereka, beliau juga menyerahkan tanah miliknya. Mungkin saja tanah itu yang mereka gunakan untuk membuat markas baru” ucap Suho sambil memperlihatkan surat perjanjian yang ia pegang.

“Tapi dimana alamat tanah itu?” tanya Tao sambil memeringkan kepalanya.

“Oya bukankah Hyosun pernah bilang kalau Lucifer suka tinggal ditempat yang kering? Bagian yang paling kering dari negri Concordia adalah dibagian selatan. Mungkin saja tanah itu ada disekitar sana” Baekhyun mengelus-ngelus dagunya sambil berpikir.

“Tapi professor Kim sudah mereka bunuh karna tertangkap kan? Bagaimana caranya kita tahu alamat pastinya?” tanya Luhan sambil membenarkan posisi duduknya.

“Kita bisa mencari petunjuk dirumah professor Kim. Bukankah rumah itu masih dalam pengawasan, aku yakin sama seperti bagaimana kita menemukan surat perjanjian ini dimarkas lama Lucifer kita pasti bisa menemukan beberapa surat harta professor Kim” ucap Suho sambil mengangguk mantap.

“Baik! Kita sudah semakin dekat dengan para Lucifer itu dan kita juga sudah semakin dekat dengan peperangan yang kita tunggu-tunggu. Jadi ayo lebih semangat!” seru Chen sambil mengepalkan sebelah tangannya.

 

 

*****

“Selamat siang Hana’ah” sapa Chanyeol sambil menuruni tangga. Hana yang sedang termenung diruang tengah itu pun menoleh lalu tersenyum.

“Selamat siang juga Yeollie oppa”balas Hana dengan nada yang manis lalu mengembalikan posisinya. Sebenarnya siang itu adalah waktunya untuk berlatih dengan Kai, tapi karna namja itu, Suho dan Luhan harus pergi kedepartemen kementrian, mereka pun terpaksa menundanya sampai Kai pulang.

Chanyeol duduk disebelah Hana seraya menghela nafas. “Siang-siang begini bengong seperti itu. Ada apa?”

“Tidak ada apa-apa. Hanya sedang rindu pada seseorang” jawab Hana sambil menunduk lalu tersenyum simpul.

“Rindu seseorang? Siapa?” Chanyeol menggeser duduknya. Ia tatap Hana dengan kedua alis terangkat.

“Sahabatku.. si cerewet berpita merah. Sejak bergabung dengan kalian aku sudah tidak pernah bertemu dengannya. Padahal biasanya hidupku itu tiada hari tanpa dirinya”

“Aku tau.. rasanya pasti sedih. Aku sangat tau bagaimana gelisahnya merindukan seseorang, karna aku juga sangat rindu pada adik laki-lakiku. Sudah 3 tahun tak pernah menemuinya” seolah terbawa suasana, Chanyeol juga menunduk sedih. Namun dengan cepat ia kembali mendongak kemudian tersenyum lebar. “Tapi karna perasaan rindu itu juga aku jadi merasa semangat. Karna dengan rasa ingin segera menemuinya jadi membuatku lebih semangat untuk segera menuntaskan masa jabatanku..hehe” Chanyeol memamerkan deretan giginya yang rapih.

“Yaah.. semoga saja aku juga bisa bertahan seperti oppa”

“Oya Hana’ah, boleh aku tau bagaimana kabar Young ra akhir-akhir ini? Apa dia sudah punya kekasih?” tanya Chanyeol sambil mendekatkan posisi duduknya dengan Hana. Tak menjawab, Hana hanya menatap namja jangkung itu dengan dahi yang berkerut. Chanyeol mengenal Young ra?

“Op..oppa kenal dengan Young ra?” tanya Hana dengan kedua alis yang terangkat keatas.

Chanyeol mengangguk. “Ne.. dia teman lamaku”

“Te..teman lama?” Hana masih tak mengerti.

“Iya.. Young ra adalah teman satu tempat kursus ku waktu kecil. Tapi entah dia masih ingat padaku atau tidak” Chanyeol tersenyum kecut sambil menggaruk tengkuk lehernya. “Saat kalian dikelas 3 SD, kau ingat kan kalau Young ra sempat mengikuti kursus musik?”

“Umhh.. Ah iya aku ingat! Saat kami akan mengikuti pentas drama untuk acara perpisahan kakak kelas kami, Young ra sempat mengikuti kursus music karna ingin sekali ikut pentas. Itu semua karna acara itu adalah acara perpisahan angkatan Joonmyun oppa. Jadi.. oppa saat itu ikut ditempat kursus itu?”

“Benar.. sebenarnya tempat kursus itu milik pamanku. Kyungsoo juga dulunya ikut disana. Heheh.. Awalnya aku juga terkejut, karna ternyata kau adalah sahabat Young ra. Tapi aku baru sadar kalau sistemnya memang seperti itu kan? Setiap Parakletos pada dasarnya memiliki ikatan dengan malaikat yang ditolongnya. Aku teman lama Youngra dan kau sahabat Youngra, siapa yang tau kalau suatu saat kita akan bertemu sebagai manusia” ucap Chanyeol sambil menaikkan kadua bahu lebarnya.

“Ahh iya benar juga..” Hana mengangguk-anggukan kepalanya setuju.

“Nah kalau begitu bagaimana? Apa Young ra sekarang punya kekasih?” tanya Chanyeol lagi mengulang pertanyaan yang belum sempat Hana jawab.

“Kekasih? Tentu saja belum, dia itu sangat tergila-gila pada kakakku. Tapi sampai saat ini Joonmyun― eh maksudku Suho oppa belum juga menerima perasaannya. Kurasa matanya sudah tak melihat namja lain lagi selain kakakku, karna itu sampai saat ini dia masih single” jawab Hana santai sembari bersedekap didada. Mendengar jawaban Hana, ekspresi Chanyeol yang tadinya antusias berubah murung. Ia menunduk kemudian menghela nafas.

“Jadi.. sampai sekarang dia masih menyukai Suho hyung?” tanyanya pelan.

Hana mengkerutkan dahinya. “Oppa.. menyukai Young ra ya?” tanya gadis itu ragu.

“Eh? Itu..umh..”

“Iya dia begitu menyukainya” ucap seseorang dari arah belakang. Hana dan Chanyeol pun menoleh dengan cepat.

“Kyungsoo oppa..” sapa Hana sambil tersenyum. Dio pun berjalan memutar kemudian duduk disebelah Hana.

“Sejak dulu hingga sekarang Chanyeol hyung masih belum melupakan Young ra. Padahal begitu banyak gadis yang mendekatinya, tapi ia masih saja bersikeras untuk menjaga perasaannya sampai ia bisa bertemu kembali dengan Young ra lagi” jelas Kyungsoo sambil menatap menyelidik kearah Chanyeol.

“Ya tuhan.. tidak kusangka. Gadis cerewet seperti dia ternyata bisa menarik perhatian namja tampan sepertimu oppa.. Ckckck”  Hana menggelengkan kepalanya seraya menepuk pundak Chanyeol

“Justru karna sifat cerewetnya itu yang sangat cocok untuk Chanyeol hyung kan?”

“Hihi.. benar juga ya. Tapi sudahlah oppa kau harus semangat. Boleh saja saat ini Young ra menyukai Joonmyun oppa, tapi siapa yang tau setelah kau datang nanti dia akan sadar bahwa cintanya pada Joonyum hanya bertepuk sebelah tangan, lalu akhirnya ia beralih padamu. Kau harus berjuang, aku akan mendukungmu 101 persen.. hehe” ucap Hana memberi semangat pada Chanyeol.

Chanyeol menghela nafas. “Kalau saja waktu itu aku tidak pindah rumah, pasti aku sudah menyatakan perasaanku padanya”

 

Deg

 

“Tidak.. bagiku sama sekali tidak menyenangkan. Karna harus menjadi malaikat Olympus ini, aku jadi tidak bisa menemuimu lagi”

Hana diam.. seketika sebuah kalimat Sehun terngiang ditelinganya. Entah kenapa tiba-tiba ia ingat kalimat itu. Kalimat yang masih menjadi tanda tanya dipikirannya. Hana mengedipkan matanya berulang kali mencoba berpikir.

“Hana’ah.. aku ingin menanyakan lagi padamu, apa kau benar-benar tidak ingat padaku?”

“Tapi aku baru sadar kalau sistemnya memang seperti itu kan? Setiap Parakletos pada dasarnya memiliki ikatan dengan malaikat yang ditolongnya. Aku teman lama Youngra dan kau sahabat Youngra, siapa yang tau kalau suatu saat kita akan bertemu sebagai manusia”

Mata Hana membulat seketika. Seperti baru saja mendapatkan sebuah petunjuk didalam otaknya. Petunjuk tentang pertanyaan yang hingga saat ini belum terjawabkan.

“Oppa.. tadi kau bilang kalau Parakletos pasti memiliki ikatan dengan malaikatnya. Apa mungkin jika salah satu dari kalian adalah orang yang ada dimasa laluku?” tanya Hana antusias sambil mendekatkan wajahnya pada Chanyeol.

“Tentu saja.. kami datang dari banyak masa. Ada yang dari masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang”

Lagi-lagi Hana terdiam.. kembali mencoba memutar beberapa memori diotaknya. Pembicaraannya dengan Chanyeol sungguh memberinya beberapa petunjuk tentang teka-teki bersarnya dengan Sehun. Sementara Chanyeol dan Dio hanya diam menatap Hana yang sedang berpikir keras.

Hubungan dimasa lalu, perpisahan.. dan cinta dimasa kecil

 

Deg

 

“Aku ingat!” seru Hana tiba-tiba sambil berdiri. Chanyeol dan Dio yang sejak tadi memperhatikannya mendadak terkesiap. Mereka pun mendongak menatap gadis itu bingung.

“Ingat apa Hana’ah?” tanya Dio dengan dahi berkerut.

“Aku ingat sekarang!! Terimakasih oppa~~ Kalian sangat membantuku” ucap Hana sambil memeluk kedua namja itu erat. Chanyeol dan Dio hanya mengedip-ngedipkan matanya tak mengerti.

“Sudah ya oppa.. aku naik keatas dulu” seru Hana seraya berlari menaiki tangga menuju lantai dua.

Sehun’ah!! Sekarang aku ingat!

 

 

 

 

 

――To Be Continue――

 

Gimana? Typo bertebaran kan? Ceritanya aneh kan? Kayaknya author buat ni FF sambil merem deh kekeke. Maklum ye human error..

Oya author mau ngucapin makasi banyak buat para readers yang uda setia nungguin FF-FF di wp ini :* sumpah author seneng bgt, dan itu jd semangat yg besar buat author untuk lbh rajin bljr plus lanjutin FF😀 Sekali lagi terimakasih~ *Teriak bareng member HCV, EXO sm Suju*

Okeh..kumandangkan semboyan saya!

N/B : NO SIDERS!! NO PLAGIAT!! HARGAI KARYA ANAK BANGSA!!

115 thoughts on “The Twelve Power of Olympians (Chapter 6)

  1. aaaaaa
    huaaaa hikss hikss
    sehun ko nyium hyosun sih ?? T,T
    kasiann kan hananya u,u
    aduhh apaannnn kai mainn nyium -_-\
    belum cukup umur (sehun : lah gue kan lebih muda kenapa ga dimarahin ?-_-)
    aduhhh aduhhh nyesekkk nysekkk hiks hiksss
    sena sena sena-_-9

  2. Aaaaaaaaaa Kai asdfghjkl *^*
    Udah gatau mau comment apa pokoknya aku suka ff iniii!!❤
    Next chap nya kapaaaan? Secepatnya juseyoo~

  3. Author mana Author ?!? #celingak-celinguk
    Thor aku bingung mau Coment apa ..
    Aku ngk bca FF ini dari awal,, terlanjur baca FF chapter ini tapi Daebak bgt Thorr (y)
    Kelarin napa trus Bikin lagi yg Bagus thor !
    Lgi sk bgt sm ff Beginian .

  4. thorrrr lanjuttt😀
    keren sumpah ^.^)b
    oh yah thor , aku readers baru , bangapta thor😀 #apadah
    pokoknya nextt yah thor , JANGAN LAMA ! xD

  5. Thor, aku udh baca chapter ini 2 kali masa ;_;
    Kok chapter selanjutnya lama banget keluarnya? .-.
    Gak sabar thor ini ;_;
    Hahahaha, fighting thor fighting!

  6. Annyeong author saya readers baru nih…. maaf baru koment di cahp 6 ini.
    Ceritanya Keren, tapi rada bingung dan rumit juga sebenarnya…. tapi ttp bagus kok😀 mau lanjut baca dulu chap 7 nih thor.. hwaiting!

  7. Ag bakalan demo kalau Sehun sama Hyosun.
    Demi apa, kisah cinta Sehun Hanna bikin jantungan.
    Chanyeol suka young ra…. Suho cemburu gak yaaaaaaaaaaa .

  8. aaaaaaaa!!! pengen jadi hana nya deh, di rebutin sama kai dan sehun. author dari 1-5 aku baca di exofanfiction jadi baru baca disini chapter ini, aku bukan siders looohhhhh… ^^

  9. eeh bukannya kata suho / lay (luppa) kutukan cinta cuma bisa disembuhin sama malaikat dari divisi Afrodit yaaah….???tapi knapa kai bilang.a kutukan.a cuma bisa disembuhin sama malaikat yang dia suka…???
    waaaahhh kasian kalo harus ada yang meninggal…
    iini satu manajemen SM malaikat semua yaah..???
    kmren SHINee sekarang ada SJ sama SNSD …
    ntar TVXQ sama F(x) BoA sama Kangta ..hahahaha bacanda..

  10. Thoorrrrrrr ini cerita keren :* .. aku jadi ikut ngerasain gimana perasaan hana ngeliat sehun yg ngasih setengah jiwanya .. dan ngerasain gimana perasaan kai😦 ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s