| Sequel | Just Trust and Look at Me

cover sequel2-vert

Title : Just Trust and Look at Me! (sequel Can you lok at me)

Author : HCV_2

Main cast : Lee Hyena (OC), Kim Jong In, Huang ZiTao

Other cast : Eunri (OC) Luhan

Genre : Romance

Length : Oneshoot

Rating : T

WARNING!! THIS NOT FOR SILENT READERS!!

Annyeong!!!  HCV_2 datang~~ Masih inget kan sama HCV_2? Kalo lupa author ingeten deh. . Ehm..ehmm *batuk dulu* HCV_2 adalah…… pacar Kai, istri Luhan, selingkuhan Myungsoo, TTM-nya Kevin, pemilik hatinya Kwangmin, gebetan Ljoe, cinta pertamanya Taemin *wuueekk* *semua readers pada muntah 5 baskom*heheheh Becanda kok^^

Oke deh.. pasti penasaran kan author nista ini datang membawa apa? Iyups! Saya bawa cerita sequel dari FF oneshoot pertama saya yang berjudul “Can you look at me” Setelah perjalan panjang, dan sempet berhenti buat gegara tuntutan 2 FF chaptered saya, akhirnya sequel ini selese juga *lap keringet pake tangan Chanyeol* Maaf ya kalo ceritanya gak sebagus cerita yang sebelumnya *deep bow* Sebenarnya proses pembuatan ini FF banyak terpengaruh pada berita si Taem yang katanya ikut Wgm!! Sial! Author nangis semaleman gegara tu berita. Si Taem tu emang ya?! Diantara 7 bias author, dia tu yang paling sering buat author mewek gak karuan gegara patah hati. Uda kemaren sama BoA trs sama Krystal! skrg sama Naeun! Ane bejek-bejek juga tu orang *Woy thor kenape lu curhat?!* *eh Maaf ya author jd ngelantur deh.. Hiks *lap ingus pake baju Myungsoo* Cuman mau ngingetin kalo typo bertebaran dan cerita gaje.

Sip! Sekian! Author mau kembali menangis kealam dulu (?) Enjoy the story guys~~~

IF YOU READ! PLEASE COMENT!!

 

 

Terjatuh berulang kali

Terpuruk berulang kali

Tapi aku berhasil bangkit kembali

Karnanya.. seseorang yang aku percaya..

Tapi..

Bukankah siapapun pasti memiliki sisi hitam dalam dirinya?

Sisi hitam yang mungkin saja akan membuat..

Kepercayaan itu menghilang

Jika kau tidak bisa membuat kepercayaan itu bertahan

Maka.. semua mungkin saja berakhir..

 

 

Blam

 

[Hyena Pov]

Aku membanting pintu ruang latihan yang terletak dilantai dua gedung sekolahku dengan keras. Aku berlari menjauh dari ruang latihan itu dengan wajah terurai air mata. Aku terisak.. dan tubuhku sedikit bergetar. Aku menangis.. menangis karna melihat pemandangan itu.

Jongin.. sahabat yang kini sudah menjadi kekasihku.. aku melihatnya hampir mencium gadis lain didalam ruang latihan menari. Mungkin aku tidak terlalu yakin.. karna aku hanya melihatnya dari belakang.. tapi gerakannya seakan menggambarkan bahwa dia akan mencium gadis itu. Gadis yang menjadi partner nya dalam kontes menari yang akan diikutinya.

Kini aku berlari menelusuri koridor sekolah yang sudah sepi karna ini memang sudah diluar jam sekolah. Aku berlari sambil menutup mulutku yang seakan ingin sekali berteriak. Bagaimana tidak? Aku baru saja melihat kekasihku akan mencium gadis lain didepan kedua mataku. Sakit.. sangat sakit hingga serasa membuat hatiku terbelah menjadi dua.

Tapi tiba-tiba sebuah tangan menggenggam tanganku yang sontak membuatku terhenti dan membalikkan tubuhku. Tangan kekar yang aku tau betul milik siapa..

“Hyena’ah.. ku mohon dengarkan aku dulu! Ini sama sekali tidak seperti yang kau duga”

“Apa lagi? Aku sudah melihatnya dengan mata kepalakku sendiri Jonginnie.. apa lagi yang salah?” airmata itu semakin deras.. semakin deras jatuh dari pelupuk mataku.

“..selama ini aku sudah mengalah padamu Jongin. Kita jarang bersama karna kau sibuk dengan latihan dance mu. Saat kau sering membatalkan janji kita karna kau harus mengurusi perlombaan ini.. aku tidak apa-apa . Aku pikir itu semua memang yang harus aku lakukan untuk mendukungmu. Tapi apa? apa yang aku dapatkan? Kau malah menyalahgunakannya?!”

“Hyena kau salah! Kau salah besar! Aku sama sekali tidak ada hubungan—“

“Cukup! Lepaskan aku Jonginnie” aku berusaha melepaskan genggaman tanganya. Sedikit memaksa karna hatiku tidak sanggup lagi berada dalam keadaan ini. Saat ini aku hanya ingin berlari untuk menenangkan hatiku.

“Tapi Hyena’ah dengarkan aku dulu” ucap Jongin berusaha membujukku untuk mendengarkannya. Tapi maaf.. aku sudah tidak kuat.. jika aku tetap disana dan terus berdebat dengannya… aku tidak tau sampai kapan tubuhku mampu bertahan untuk tidak terjatuh.

“Lepaskan Jongin.. LEPAS!” paksaku sambil melapaskan tangannya dari pergelangan tanganku. Setelah belenggunya terlepas aku pun membalikkan tubuhku kemudian pergi meninggalkannya yang hanya menatapku lirih. Aura penyesalan benar-benar tergambar jelas diwajahnya.. aku tau.. aku sangat tau dia begitu terluka dengan sikapku itu. Tapi mau bagaimana lagi? Dia sendiri yang membuatnya jadi seperti ini..

 

 

 

ΩΩΩΩΩ

Aku duduk dibangku sebuah halte bus.. duduk sambil menunduk dan menyembunyikan wajahku yang masih basah akan air mata. Ini sudah hampir satu setengah jam setelah aku berpisah dikoridor sekolah dengan Jongin dan aku masih belum lelah untuk mengeluarkan air mataku..

Tentu.. ini terlalu menyakitkan untukku. Melihat kekasih yang begitu aku percaya tiba-tiba menghancurkan kepercayaan itu. Seolah meludahinya didepan mataku. Apa aku begitu tidak pantas untuk bahagia? Hingga setiap kebahagiaan yang ku dapatkan harus terus kulepaskan? Apa tidak cukup membuatku tersiksa saat hubunganku dengan Kris oppa? Apa sekarang Tuhan juga akan membuatku sulit dengan Jongin?

Ini sudah hampir 4 bulan sejak hari dimana aku mengetahui bahwa Kris hanya mempermainkanku dan putus dengannya. Ini juga sudah 4 bulan hubunganku dengan sahabatku sendiri. Jongin sudah menepati janjinya.. menepati janjinya untuk membuatku membuka hatiku untuknya. Dia berhasil bahkan kini aku sudah dengan tulus mencintainya.. Lalu.. setelah semuanya sudah berjalan indah dalam 4 bulan itu sekarang aku harus kembali merasakan kepahitan dengan melihat kekasihku selingkuh didepan mataku? Oh Tuhan.. apa kau setega itu pada hambamu ini?

Akhir-akhir ini hubunganku dengan Jong in memang sedikit merenggang. Dia sangat sibuk latihan untuk mengikuti kontes menari yang sejak dulu memang ingin sekali ia ikuti. Kontes itu mengharuskan para peserta untuk menari berpasangan. Jongin sudah sempat mengajakku untuk ikut dalam kontes itu, tapi aku menolak. Ya itu karna aku memang tidak pandai dalam bidang tarian, keahlianku adalah menyanyi.. selain itu aku juga tidak ingin membuatnya kalah karna diriku. Karna itu aku mengijinkannya untuk ikut dengan Minah teman sekelasnya. Tapi tidak kusangka.. ijinku itu malah menjadi kesempatannya untuk bermesraan dengan gadis lain.

“Aku kecewa padamu Jongin..” ucapku lirih, suaraku sedikit bergetar karna menangis.

Aku hanya sangat tidak percaya Jongin melakukan hal seperti ini padaku.. Tapi sungguh.. kupikir Jongin tidak akan pernah mengecewakanku. Aku tau tidak ada manusia yang sempurna.. tapi.. aku hanya tidak habis pikir terhadapnya. Dahulu bahkan namja itu merelakan perasaanya agar aku bahagia, ia rela tersakiti demi kebahagiaanku dengan Kris. Tapi kini.. saat dia sudah mendapatkan hatiku dia akan membuangnya begitu saja?

Aku terus menangis sambil menunduk. Walau beberapa orang yang berlalu lalang didepanku melihatku dengan tatapan mengejek aku tidak perduli.. aku hanya ingin menangis.. menangis untuk melampiaskan semuanya. Tapi.. tiba-tiba sebuah suara membuatku terhenyak.. sebuah suara seorang namja yang duduk disebelahku.

“Butuh saput tangan?” tanya namja itu kearahku. Tidak berani menampakkan wajah yang kini pasti terlihat berantakan aku pun hanya menjawab tawarannya dengan sebuah gelengan kepala.

“Kau serius? Baiklah..”

 

Sunyi.. suasana tenang sempat terbentuk diantara kami. Namja itu kelihatannya juga tidak sedang menunggu bus karna saat bus sempat berhenti dia tidak naik bersama para penumpang lainnya. Aku juga tidak berani mengeluarkan isakanku takut jika ia merasa terganggu. Tapi tiba-tiba namja itu kembali membuka suaranya.

“Kelihatannya kau satu sekolah denganku.. seragam kita sama” ucapnya santai.. didengar dari aksennya bicara sepertinya dia bukan orang korea asli melainkan orang China.

“Kau kelas berapa? Sepertinya kita tidak satu angkatan. Karna aku tidak pernah melihatmu sebelumnya. Apa kau adik kelasku?” tanyanya lagi padaku yang lagi-lagi hanya aku jawab dengan sebuah anggukan.

“Kau masih menangis? Hey ayolah.. berhenti menangis dan perlihatkan wajahmu. Aku penasaran..”

“Baiklah.. aku tau.. memang sangat sakit melihat kekasih yang kita cintai selingkuh didepan mata kita sendiri.. tapi tidak baik jika terus larut dalam kesedihan seperti ini..”

 

Deg

 

Perkataan namja itu sukses membuatku terdiam dan menghentikan tangisanku. Sedetik itu juga aku mendongakkan kepalaku menatap tajam kearahnya.

 

Deg

 

[Tao Pov]

 

Apa ini? Kenapa jantungku berdetak secepat ini?

 

Aku terdiam sedetik setelah ia menoleh kearahku, tatapan matanya seakan menghipnotisku untuk tidak bergeming dari posisiku. Jantungku bedetak begitu cepat seakan memompa darah hingga kewajahku dan membuat rona merah disana. Gadis manis yang kini menatap tajam kearahku.. wajah manisnya sungguh membuat hatiku bergejolak. Manis.. walau masih terlihat jelas jalan air mata yang membasahi wajahnya tapi itu sama sekali tidak mengurangi guratan indah wajahnya.

“Hmmmphh.. Hahahaha…Lihat wajahmu itu.. haha.. Lucu sekali.. hahaha” aku tertawa sejadinya.. sadar dia masuk kedalam perangkapku. Sementara gadis itu hanya menatapku bingung sambil menaikkan sebelah aliisnya.

“Kau pikir aku serius eoh? Aku hanya bercanda.. yang tadi aku katakan itu hanya aku karang sendiri. Kau pikir aku benar-benar tau kalau kekasihmu..” aku menghentikkan perkataanku.. berhenti karna aku sadar akan sesuatu.. sesuatu yang pasti adalah penyebab kenapa gadis manis didepanku menitikkan airmatanya.

“Apa.. itu benar?” tanyaku ragu pada gadis yang kini mulai menudukkan wajahnya lagi. Seakan tidak ingin membagi lukisan indah diwajahnya.. dia menunduk dan aura sedih itu kembali terpancar..

“Maafkan aku.. aku sama sekali tidak bermaksud.. Sungguh..” ucapku sedikit menyesal. Rasa bersalah menyeruak didadaku.

“Tidak apa-apa.. memang itu kenyataanya..”ucapnya lirih sembari menghela nafasnya panjang.

“Ini.. hapuslah air matamu.. tidak baik terus menangis seperti itu..” aku keluarkan saput tangan dari saku celanaku kemudian menyodorkannya pada sosok manis didepanku.

Ia meraihnya sedikit ragu dengan kedua tangannya “Terimakasih..” katanya pelan kemudian mulai menghapus airmatanya dengan saput tangan yang aku berikan.

“Boleh.. aku tau namamu?”

“Ne.. Lee Hyena imnida..”

“Ahh.. Hyena ya? Nama yang cantik.. perkenalkan aku Huang Zi Tao. Kau bisa memanggilku Tao”

 

 

ΩΩΩΩΩ

[Normal Pov]

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam dan Hyena masih berjalan menelusuri gang rumahnya. Ya.. ia baru pulang dari kegiatan menenangkan hatinya yang tadi sempat berantakan. Kini walau belum pulih sepenuhnya tapi setidaknya ia sudah merasa lebih baik.

Ia juga baru saja mendapatkan teman baru. Seorang teman yang cukup mampu membuatnya terhibur. Sesosok namja dengan kepribadian hangat dan menyenangkan. Tao.. dia adalah namja berkebangsaan China yang sudah lama menetap dikorea karna pekerjaan ayahnya, selain itu dia juga adalah kakak kelas Hyena disekolah. Mereka menghabiskan waktu bersama disebuah restoran didekat halte tempat mereka bertemu. Ternyata Tao adalah sosok yang menyenangkan. Selama proses perkenalan tadi, Tao menceritakan banyak kisah lucu yang mampu membuat gadis itu tertawa terbahak. Bahkan hanya dengan memdengar aksen bicara namja itu saja mampu menggelitik jiwa gadis itu. Walau sudah 1 setengah tahun di korea tapi namja itu belum juga fasih berbahasa korea.

Hyena hanya tertawa geli mengingat kelakuan konyol namja berambut hitam legam itu sembari berjalan menuju rumahnya. Ia sangat senang bisa menambah daftar temannya lagi. Hyena berjalan gontai menuju rumahnya yang masih ada di 3 blok lagi. Sesekali ia tendang batu-batu kecil yang ada didepannya.

 

“Eh?”

 

Hyena mengernyit.. ia seperti melihat sebuah mobil parkir didepan rumahnya. Sebuah mobil sport hitam yang sangat ia kenal. Dan lagi.. tiba-tiba seseorang keluar dari dalam mobil tersebut. Hyena menyipitkan matanya untuk memperjelas perbersaran matanya, dan BINGO!  Dugaannya benar.. itu kekasihnya.. kekasih yang menjadi pusat permasalahan saat ini.

Seakan sadar gadis berambut kecoklatan itu sudak semakin dekat, Jongin yang semula menyandarkan tubuhnya dimobil sportnya kemudian menoleh dan berdiri menghadap kearah gadis yang sejak pulang sekolah tadi sudah ia tunggu kedatangannya.

“Hyena’ah kau kemana saja eoh? Kau tau seberapa khawatirnya aku saat tau kau belum pulang kerumah. Apalagi ponselmu tidak bisa dihubungi..” ucap Jongin panik sembari menghampiri gadis yang hanya menatapnya lekat. Hyena memang sengaja mematikan ponselnya tadi, karna yang ia sangat butuhkan hanyalah ketenangan.. dan ia tidak ingin diganggu oleh siapapun.

“Kau mau apalagi? Mau menjelaskan semuanya? Tidak perlu! Karna semuanya sudah jelas” kata gadis itu ketus sambil menatap dingin kemata indah namja didepannya. Mata indah yang biasanya selalu membawa keteduhan dihatinya, tapi sayangnya tidak untuk saat ini. Tatapan itu seakan memompa darahnya naik hingga keubun-ubun

“Hyena’ah dengar! Aku dan Minri tidak ada hubungan apapun. Aku bersumpah! Dia hanya partner menariku tidak lebih” namja itu memegang kedua pundak gadis itu.

“Tidak lebih? Benarkah? Lalu yang tadi itu apa Jonginnie? Aku melihatnya dengan MATAKU SENDIRI”

“Tidak! Kau tidak melihatnya! Kau melihatnya dari belakang kan?! Apa kau melihat dengan jelas bahwa aku menyentuh bibir Minri dengan bibirku? Aku tau kau sendiri juga tidak yakin dengan apa yang kau lihat. Aku TIDAK MENCIUMNYA! Aku hanya membantu meniupkan matanya yang kemasukan debu. Kau hanya salah paham Hyena’ah” ucapnya meyakinkan Hyena. Terdengar jelas nada penyesalan sekalius kemarahan di nada bicaranya. Hyena tau seberapa sakitnya hati namja itu karna sikap dinginnya saat ini.

Tapi kini sedikit mereda.. darah yang sudah naik dan siap meledak diubun-ubun Hyena tiba-tiba terhenti dan mulai meredam.. mendengar penjelasan Jongin barusan cukup mampu membuat kepercayaan nya kembali terhadap namja itu. Penjelasan yang cukup masuk akal. Mungkin Jongin memang benar-benar tidak mencium Minri tadi, benar yang dikatakan kekasihnya.. gadis itu hanya melihatnya dari belakang dan ia tidak melihat secara langsung kalau Jongin memberi sapuan halusnya dibibir gadis yang menjadi pertnernya. Ya.. Jongin memang selalu bisa membaca hatinya, itulah kelebihan namja itu..

“Jo..Jongin.. apa benar seperti itu..?”

“Tentu saja chagiya.. aku bersumpah demi Tuhan! Aku tidak mencium Minri. Kau tau kan kalau aku begitu mencintaimu.. bagaimana bisa aku berselingkuh dibelakangmu. Hatiku ini.. hanya milikmu..” ucapnya lembut sambil menepukkan sebelah tangannya didada.

“Mianhae Jonginnie.. mianhae..” Hyena menunduk kemudian kembali terisak. Ia menangis.. menangisi sikap bodohnya. Menangisi.. perasaan benci yang sempat ia tujukan untuk kekasihnya itu.. bentakan yang sempat ia lontarkan pada namja itu. Ia melakukannya hanya untuk hal yang sia-sia, ia melakukannya hanya karna kesalah pahaman. Bodoh! Sangat bodoh!

Dengan lembut kemudian Jongin membawa gadis itu kedalam pelukannya. Membawa gadis itu kedalam kehangatan tubuhnya. Membelai lembut rambut indah panjang kekasihnya. Hyena benamkan kepalanya pada dada bidang Jongin.. menangis didalam pelukan namjanya.

“Kau sudah memaafkanku kan.. Chagiya?”

“Aku yang seharusnya minta maaf Jonginnie.. aku yang salah karna tidak mau mendengar penjelasanmu dan malah membentakmu”

“Tidak Hyena.. kau tidak salah.. sama sekali tidak”ucapnya menenangkan Hyena yang kembali terisak karna menangisi kesalahannya sendiri.

“Jong..in.. Aku mencintaimu..” ucap gadis itu lirih sambil mempererat pelukannya pada namja itu. menikmati kehangatan yang disungguhkan tubuh namja yang medekapnya.

“Nado Hyena’ah.. Saranghae..”

 

 

 

ΩΩΩΩΩ

 

Tao duduk disalah satu bangku dikantin sekolahnya. Ia termenung sembari memandang sebuah saput tangan yang mengingatkannya pada seseorang. Seseorang yang sejak semalam terus membuat hatinya gelisah.. gelisah karna memikirkan seorang gadis yang sudah menghipnotis dirinya untuk tidak berhenti memikirkan gadis itu.

“Siapa namja yang sudah membuatmu menangis seperti kemarin? Apa dia namja gila? Bisa-bisanya membuat gadis semanis dirimu menangis” gumamnya sendiri sambil membolak-balikkan saput tangan yang kemarin sempat Hyena gunakan untuk menghapus airmatanya.

 

“Ta..Tao..sunbaenim?”

Tao mendongakkan kepalanya yang semula menatap saput tangan ditangannya saat mendengar sebuah suara memanggilnya. Suara yang sejak kemarin juga terus terngiang ditelinganya.

“Hye..Hyena’ah?” ucap Tao saat melihat siapa yang memanggilnya. Ia sedikit terkejut sekaligus senang, kenapa disaat hatinya meronta karna begitu ingin bertemu dengan juniornya itu Tuhan langsung mengabulkannya. Senyumnya langsung mengembang saat melihat malaikat cantik yang kini juga sedang tersenyum kearahnya, tapi tanpa menunggu aba-aba dari otaknya senyum itu  seketika menghilang saat melihat seorang namja berdiri disebelah Hyena. Namja itu menatap dirinya tajam dengan ekspresi agak bingung. Melihat mereka bergandengan tangan.. hanya satu dugaan yang muncul diotaknya Pasti namja ini yang membuat Hyena menangis kemarin.

“Waah kebetulan sekali bisa bertemu disini.. aku baru saja ingin mencoba mencari kekelasmu. Hanya memastikkan apa benar kau kakak kelasku hihihi” ucap Hyena sambil tertawa kecil seakan tidak percaya kalau Tao adalah kakak kelasnya. Ya.. tampang imut yang dimiliki Tao membuatnya sedikit ragu kalau namja itu lebih tua darinya. Siapa yang tau jika Tao hanya anak iseng yang mengerjainya?

“Hey apa-apaan itu? Apa maksudmu kau tidak percaya kalau aku adalah kakak kelasmu eoh?”

“Hihihi.. siapa yang tau kan..” ucap Hyena sambil mengangkat kedua bahunya. Tapi ia sedikit tehenyak ketika Jongin menggerakkan tautan tangan mereka seperti memberi kode. Hyena pun sadar kalau dia belum memperkenalkan kedua namja itu.

“Oya.. Jonginnie kenalkan ini Tao-sunbae dan Tao-sunbae ini Jongin kekasihku”

“Oh.. salam kenal Jongin-sshi” sapa Tao pada Jongin dengan sopan dan menunjukkan senyum manisnya. Ia berusaha bersikap senatural mungkin pada Jongin, jujur.. wajahnya sedikit panas saat mendengar Hyena memperkenalkan namja itu sebagai kekasihnya dengan begitu bangga. Apalagi melihat genggaman tangan mereka yang masih tertaut dengan kuat seakan tidak akan terlepaskan. Ia sedikit heran.. kejadian yang ia lihat saat ini sungguh bertolak belakang dengan yang kemarin. Bukankah mereka baru saja bertengkar?

“Ne.. salam kenal sunbaenim” Jongin membalas salam seniornya itu sambil menganggukan kepalanya cepat.

“Ayo chagiya kita cari tempat duduk.. aku sudah sangat lapar” Jongin mengelus-ngelus perutnya seakan ingin mempertegas bahwa dia sangat lapar. Hyena pun tersenyum melihat tingkah kekasihnya kemudian kembali menatap Tao yang tak berhenti memandangi wajah gadis itu.

“Tapi jonginnie.. kenapa kita harus mencari tempat lagi? Kita bisa duduk disini bersama Tao sunbae kan? Lagi pula aku yakin Tao sunbae tidak keberatan.. Iyakan?” ucap Hyena sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Tao yang sontak membuat namja itu sedikit tersentak.

“A..Ah tentu saja boleh. Kenapa tidak?” Tao mengangguk-anggukan kepalanya.

“Tapi.. bukankah kau bilang hari ini ingin menghabiskan waktu berdua saja denganku? Kita sudah lama tidak makan siang bersama kan?” wajah Jongin tiba-tiba berubah agak dingin. Mungkin dia sedikit tidak suka jika duduk bersama dengan namja yang menurutnya mencurigakan.

“Umh.. benar juga ya. Yasudah kalau begitu kita cari tempat duduk lain saja. Maaf ya Tao sunbae..”

“Oh tidak apa-apa. Mungkin memang lebih baik kalian makan berdua saja hehe” Tao menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sambil tertawa renyah.

“Baiklah.. sampai jumpa Panda-sunbaenim.. hihihi” Hyena dan Jongin pun berjalan kebangku kosong yang berjarak 3 bangku dibelakang Tao. Hyena tertawa geli sambil melambaikan tangannya pada Tao setelah memanggil namja itu dengan julukan Panda. Tao memang sudah bercerita kalau teman-temannya sangat suka memanggilnya Panda dan gadis itu juga merasa setuju dengan sebutan itu. Sedangkan Tao hanya bisa tersenyum saat Hyena memanggilnya dengan panggilan Panda.

Setelah melihat sepasang sejoli itu duduk dibangku mereka Tao pun berbalik dan kemudian kembali menatap saput tangan yang masih digenggamnya. Jujur.. hatinya sedikit kecewa karna apa yang ia perkirakan ternyata salah. Ia pikir Hyena bertengkar dengan kekasihnya lalu akan memutuskan hubungan mereka dan namja mandarin itu akan punya kesempatan. Ya.. walau itu adalah salah satu pikiran buruk yang tidak pantas tapi itulah yang dia pikirkan. Dia hanya berharap punya kesempatan untuk mendapatkan hati yeoja itu. Tapi.. sepertinya harapannya pupus sudah terbang bersama angin, dilihat dari bagaimana aura yang terbentuk diantara dua sejoli itu kelihatannya cinta mereka kuat dan akan sulit untuk ditembus.

“Apa.. harus secepat ini untuk patah hati?”

 

 

 

ΩΩΩΩΩ

 

Hari ini hari minggu.. dan hari ini adalah hari dimana Jongin akan bertempur setelah berlatih sangat lama. Hyena duduk disalah satu bangku dideretan ketiga dalam gedung tempat diadakannya kontes menari yang diikuti kekasihnya. Gadis itu duduk sambil memainkan Smartphonenya, saling mengirim pesan pada seseorang yang sedang gugup dibelakang panggung. Acara akan dimulai sekitar lima belas menit lagi, dan sejak tadi Jongin tidak berhenti mengiriminya pesan, seolah hanya gadis itu yang menjadi sumber tenaganya dan mampu menghilangkan kegugupannya. Sebenarnya Hyena sangat ingin mengunjungi Jongin kebelakang panggung dan memberinya semangat secara langsung, tapi karna adanya sebuah larangan untuk tidak mengunjungi kontestan sampai akhir acara nanti Hyena pun mengurungkan niatnya.

 

Drrt

 

Drrtt

 

Merasakan ponselnya bergetar Hyena pun membuka pesan sambil terkekeh. Entah kenapa ia malah menikmati kegugupan Jongin sebagai kesenangan. Ini sudah seperti ritual setiap kali mereka akan mengikuti sebuah kontes semacam ini. Baik Hyena maupun Jongin..

 

From : Jonginnie😀

Subject : Beri aku kekuatan😥

 

Hyena’ah aku gemetaran.. bagaimana ini? Ini sudah 10 menit lagi dan tubuhku tiba-tiba sedingin es karna gugup. Bantu aku dan beri aku kekuatan~

 

Status : Reading

 

Sejenak gadis itu terkekeh setelah membaca pesan dari kekasihnya tersebut kemudian menekan tombol reply lalu mulai merangkai kata. Ia mengetik sambil tertawa bahagia, membayangkan bagaimana ekspresi gugup Jongin didalam sana.

 

To : Jonginnie😀

Subject : Transfer kekuatan😉

 

Ayo Jonginnie~ kau pasti bisa!!! Tak perlu gugup aku yakin kau pasti berhasil. Aku sudah mentransfer kekuatanku dan kau pasti menang!! Semangat (^o^)9

 

Status : Sending

 

Ia tersenyum puas setelah menekan tombol send pada ponselnya. Hyena pun memasukkan ponselnya saat menyadari bahwa acara sudah akan dimulai. Sedetik setelah memasukkan ponsel kedalam tasnya, tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundak gadis itu yang sontak membuat gadis itu terkesiap. Ia mendongak dan agak terkejut saat melihat siapa yang duduk disebelahnya.

“Tao oppa?!” pekik Hyena dengan mata membulat dan alis terangkat keatas. Tidak menyangka teman yang kini sudah menjadi sahabatnya itu juga hadir dalam acara itu.

“Hey.. tidak kusangka kita duduk bersebelahan”ucapnya sambil mengacak-ngacak rambut Hyena. Kelihatannya dia begitu senang ternyata gadis cantik itu yang duduk bersebelahan denganya. Awalnya dia sedikit berharap-harap cemas takut jika yang duduk disebelahnya hanya seorang gadis berisik yang mengganggu. Tapi ia rasa dewi fortuna sedang memberkatinya..

“Bagaimana bisa oppa bisa ada disini?”

“Aku penasaran dengan aksi kekasihmu, karna itu aku datang untuk menyaksikannya..hehe” Tao menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sambil tertawa renyah. Jika boleh jujur sebenarnya bukan itu alasan sebenarnya.

Hyena mengangguk sambil membentuk huruf O pada bibirnya. Hyena tersenyum manis kearah Tao kemudian membenarkan posisi duduknya menghadap kepanggung. Acara sudah dimulai dan pembawa acara sudah memanggil kontestan yang pertama. Hyena menyaksikan aksi kontestan tersebut dengan seksama, seakan mencoba menilai apakah tarian mereka lebih baik dari Jongin dan Minah? Tapi berbeda dengan gadis disebelahnya, Tao bukannya menonton acara kontes menari tersebut, tapi malah sibuk memandangi lukisan manis disebelahnya. Tanpa berkedip namja it uterus menatap lekat setiap guratan indah diwajah Hyena. Bagaimana bisa namja itu memfokuskan perhatiannya kearah panggung jika keindahan yang ia cari ada disebelahnya?

 

 

ΩΩΩΩΩ

 

“Jonginnie!!!!” pekik Hyena sambil berlari kearah Jongin yang sudah menunggunya dibackstage. Senyum mengembang diwajah namja itu dan menambah kesempurnaan diwajahnya. Hyena berlari kemudian menghambur masuk kepelukan kekasihnya yang terlihat sangat tampan. Jongin membalas pelukan Hyena tak kalah erat.

Entah seberapa bahagianya namja itu saat ini. Setelah bekerja keras berlatih untuk kontes tersebut akhirnya dia mendapatkan apa yang dia harapkan. Dia berhasil meraih juara kedua dalam kontes itu, walau bukan juara pertama tetapi namja itu tetap bahagia karna setidaknya ia tidak melihat ekspresi kecewa diwajah kekasihnya. Jongin tersenyum sambil memejamkan mata seraya mencium wangi segar rambut panjang Hyena yang masih memeluknya. Tapi seketika senyuman itu menghilang ketika melihat sesosok namja yang sedang berjalan mendekati mereka sekarang.

Wajah Jongin berubah dingin kemudian membuang muka. Namja itu sedikit terhenyak ketika Hyena mulai menarik tubuhnya melepaskan pelukan hangat keduanya.

“Selamat ya chagiya!!!! Aku sangat.. sangat.. sangat.. baaangggaaa padamu!!!” seru Hyena girang sambil mencubit pipi kekasihnya gemas.

“Ya chagiya appo!” Jongin merengut sambil mengusap-usap pipinya yang memerah karna cubitan Hyena. Sementara Hyena hanya terkekeh melihat reaksi namjanya. Alis Hyena terangkat ketika melihat Jongin menganggukan kepala seolah memberi kode bahwa ada seseorang dibelakang gadis itu. mengisyaratkan agar gadis itu membalikkan tubuhnya. Sedetik Hyena berpikir, kemudian dengan cepat membalikkan tubuh ketika sadar siapa yang Jongin maksud.

“Oya aku hampir lupa pada Tao oppa karna terlalu girang memberi selamat pada Jonginnie hehe..”

“..Jongin aku mangajak Tao oppa kesini karna dia bilang dia ingin mengucapkan selamat padamu” ucap Hyena sambil menatap kedua namja itu bergantian. Tanpa Hyena sadari keduanya kini sedang saling mengintimidasi lewat tatapan tajam mereka. Jongin menatap Tao tajam karna merasa Tao mulai mencampuri hubungannya dengan Hyena, sedangkan Tao.. entah karna apa. Tiba-tiba saja melihat pelukan hangat kedua sejoli didepannya membuat niat baiknya pada Jongin menguap begitu saja.

Jongin menatap Tao seperti itu bukan karna tanpa alasan. Dia kesal dan mulai curiga pada namja bermata tajam itu. Saat tampil diatas panggung tadi ia sengaja memusatkan perhatiannya pada Hyena, takut jika ia gugup dan menampilannya akan kacau. Karna dengan memandang Hyena.. ia seolah akan mendapatkan kekuatan lebih. Tapi untung saja ia berhasil menjaga emosinya, hampir saja Jongin kehilangan konsentrasinya saat ia melihat ada orang lain yang berani memandang Hyena lebih dari dirinya. Dia lihat bagaimana Tao tidak bisa melepaskan pandangannya pada Hyena. Ia sadar seratus persen bahwa tatapan yang Tao berikan pada kekasihnya bukan hanya sekedar tatapan biasa, tapi tatapan yang mengisyaratkan sebuah perasaan.. perasaan yang tentu membuat Jongin akan memperketat pengawasan pada seniornya itu.

“Selamat Jongin’ah.. tarianmu keren” ucap Tao akhirnya setelah diam beberapa detik. Ia ulurkan tangannya pada kerah Jongin sementara Jongin hanya menatap tangan namja itu tajam.

“Terimakasih..” ketus Jongin tanpa membalas uluran tangan Tao. Tao tersenyum pahit kemudian menurunkan tangannya. Hyena mengkerutkan dahi ketika melihat sikap kedua namja dihadapannya. Ia mulai merasakan suasana canggung dan dingin yang terbentuk. Tapi tiba-tiba Jongin merangkul pinggangnya dan ia pun menoleh kearah Jongin.

“Hyena’ah.. bagaimana kalau kita rayakan keberhasilanku malam ini?” ucap Jongin sambil mengulas senyum manis diwajahnya. Sungguh ekspresi yang kontras seperti saat namja itu bicara dengan Tao. Hyena mengangguk mantap sambil tersenyum. Walau ia agak bingung dengan perubahan sikap namjanya, tapi ia hanya mencoba untuk berpikir positive tidak mau merusak suasana hati Jongin yang sedang senang.

“Jongin’ah!!” pekik seorang gadis dari arah belakang. Sedikit tersentak Hyena, Jongin dan Tao pun menoleh kearah sumber suara kemudian mendapati sesosok gadis kini sedang berlari kearah mereka. Ketiganya pun membentuk ekspresi yang berbeda diwajah masing-masing, Jongin nampak senang melihat gadis itu menemuinya, sementara Hyena nampak heran dan bingung kenapa gadis itu bisa ada disana, sedangkan Tao hanya diam dan bersikap tenang karna memang ia tidak mengenal gadis tersebut.. ia pikir mungkin itu kenalan Jongin.

“Eunri noona”jawab Jongin ketika gadis itu sudah berhenti dengan jarak 2 meter didepannya.

“Selamat ya.. hari ini kau sangat keren” ucap Eunri sumringah sambil menepuk bahu Jongin seraya menetralkan kembali deru nafasnya yang tak beraturan setelah berlari. Sadar ada dua orang lagi yang harus ia sapa, Eunri menoleh kearah Hyena yang masih menatapnya bingung.

“Annyeong Hyena’ah..” sapa Eunri lembut sambil tersenyum kearah Hyena. Sedikit terhenyak kemudian membalas senyum Eunri.

“Kau pasti tidak menyangka aku bisa ada disini ya? Hihi.. aku memang sengaja menyempatkan waktu untuk datang dan mendukung Jongin. Dan tidak kusangka kekasihmu ini memang hebat..”

Jongin tersipu ketika mendengar pujian yang Eunri lontarkan untuknya. Hyena agak terhenyak melihat ekspresi Jongin atas pujian Eunri. Selain Hyena memang hanya Eunri gadis yang dekat dengan namja itu.

 

 

 

ΩΩΩΩΩ

 

 

 

[Hyena Pov]

Hari minggu yang cerah, waktu yang tepat untuk berjalan-jalan menghilangkan kepenatan. Itulah yang aku dan Jongin lakukan hari ini, berjalan-jalan disekitaran Myeongdong sambil bergendengan tangan. Berjalan beriringan dengan senyum yang mengembang. Aku sangat senang hari ini bisa menghabiskan waktu dengan Jongin Akhir-akhir ini kami jarang mendapat waktu untuk berjalan berdua seperti hari ini, entah kenapa Jongin lebih sering sibuk dengan urusannya padahal kontes menarinya sudah usai dua minggu yang lalu. Dia bilang dia sedang ada project baru dengan seseorang, entah project apa atau dengan siapa aku hanya tak mau terlalu mencampuri urusannya. Aku takut itu malah membuatnya merasa aku terlalu over protective jadi aku hanya mencoba untuk berpikir positive.

Kami masih berjalan-jalan sambil menikmati eskrim yang kami beli disalah satu stand tadi. Sesekali kami saling membagi eskrim kami masing-masing. Dan yang paling membuatku merasa sangat senang adalah saat Jongin menghapus noda eskrim dibibirku dengan menggunakan bibirnya. Sungguh.. jantungku ingin sekali melompat. Jongin berjalan sambil merangkul pinggangku dan aku suka caranya itu.

“Bagaimana kalo minum kopi?” tanya Jongin saat kami sampai didepan sebuah coffee bean.

“Tapi kita baru saja makan eskrim kan?”

“Tapi aku ingin kopi” ucap Jongin dengan nada sedikit memelas. Aku tersenyum kecil kemudian mengangguk. Jongin pun tersenyum kemudian menggandengku seraya mulai melangkah masuk.

 

Drrrrt

 

Drrrtt

 

Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Jongin melepaskan genggamannya kemudian mengambil ponselnya dari saku celananya. Ia tatap layar ponselnya sebentar kemudian mengusap layarnya.

 

Pip

 

 

“Yeoboseyo?”

 

 

“……….”

 

“Benarkah? Baiklah kita bertemu ditempat biasa”

 

Pip

 

Jongin menutup sambungan telponnya kemudian menoleh kearahku yang sedang memperhatikannya dengan alis terangkat. Jongin menghela nafas kemudian memegang kedua pundakku.

“Maaf chagiya sepertinya aku tak bisa lama, aku harus menemui seseorang..” ucap Jongin sambil menatapku lurus-lurus.

“Eh? N..ne pergilah.. aku tidak apa-apa” jawabku sambil berusaha mengembangkan seulas senyum. Jujur.. sebenarnya aku sedih jika kami harus berpisah secepat ini.

“Baiklah kalau begitu akan kuantar kau pulang”

“Tidak usah.. aku akan minum kopi dulu. Kau pergilah..”

“Baiklah.. mungkin aku takkan lama. Nanti kalau aku selesai cepat aku akan menemui disini, jadi telpon aku jika kau sudah pulang. Arrachi?” ucapnya sambil tersenyum dan mengelus lembut puncak kepalaku.

“Ne arrachi..”

“Baiklah aku pergi.. annyeong” Jongin melambaikan tangannya seraya berbalik dan berjalan ketempat mobilnya terparkir. Aku tatap punggung lebarnya yang berjalan menjauh. Entah kenapa hatiku merasa tak rela dia pergi. Ada sesuatu yang membuatku merasa gelisah jika membiarkan dia pergi. Siapa sebenarnya yang ia temui hingga ia harus membuang waktu bersama kami begitu saja?

Setelah melihat ia menghilang ditikungan jalan, aku menunduk kemudian mengambil ponselku dari dalam tas. Seperti biasa jika sudah seperti ini hanya ada satu orang yang akan ku hubungi. Orang yang sudah dua minggu ini menjadi tempatku bercerita.

 

[End Hyena pov]

ΩΩΩΩΩ

 

Hyena duduk didekat jendela sambil memutar-mutar cup kopinya. Matanya menerawang keluar jendela, entah kenapa melihat orang-orang yang berlalu lalang diluar membuatnya merasa sedikit tenang. Sampai akhirnya sebuah suara yang begitu familiar tertangkap indera pendengarannya.

“Hyena’ah!”

Mendengar ada yang memanggilnya, Hyena menoleh kearah sumber suara. Dan benar saja, orang yang ia tunggu akhirnya datang. Sudah menemukan orang yang ia cari, Tao tersenyum kemudian berjalan kebangku tempat Hyena duduk. Dengan agak memaksa Hyena tersenyum menyambut kedatangan Tao. Tao pun menarik kursi didepan Hyena kemudian duduk disana. Namja itu agak terhenyak melihat ekspresi Hyena yang terlihat sedang tak baik.

“Dia meninggalkanmu lagi?” tanya Tao ragu takut jika ia salah bicara.

Hyena menghela nafas kemudian tersenyum kecut. “Begitulah.. mungkin dia sedang ada urusan penting”

“Urusan penting? Ini sudah terlalu sering Hyena’ah.. apa kau tidak merasa curiga?” ucap Tao dengan nada sedikit tegas. Ia hanya mulai geram karna Hyena terus saja seperti ini.

Ini bukan pertama kalinya Jongin meninggalkannya seperti tadi, bisa dibilang Jongin sudah terlalu jarang memiliki waktu untuk Hyena. Tao yakin siapapun akan merasa curiga jika kekasihnya mulai menjauh seperti Jongin. Apalagi Jongin tak pernah mengatakan siapa yang ia temui dan untuk apa dia menemuinya. Bukankah itu sudah terlalu melewati batas. Tapi apa? Hyena hanya selalu mengatakan ‘Mungkin dia sedang ada urusan penting’ Hyena terlalu polos.. Tao tau dibalik sikap tegarnya gadis itu sangat terluka. Dan ia sudah tak sanggup lagi melihat Hyena seperti sekarang, hatinya terlalu perih melihat gadis yang ia cintai terluka.

“Aku percaya.. aku sangat percaya pada Jongin karna itu aku tidak merasa curiga” ucap Hyena sembari menuduk. Menunduk menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah karna ingin menangis. Sekuat tenaga ia menahan airmata yang siap membanjiri wajahnya, ia hanya tak ingin Tao sedih melihatnya sedih.

“Hyena’ah.. berhenti seperti ini. Aku tau kau sedih Jongin seperti ini kan? Jangan membohongi dirimu sendiri” Tao mempertegas nada bicaranya.

 

Tes

 

Airmata itu akhirnya terjatuh, jatuh padahal ia sudah setengah mati membendungnya. Pertahanannya sudah runtuh, Tao benar.. selama ini dia hanya terlalu takut untuk merasa curiga pada kekasihnya. Ia sudah terlalu lama membohongi dirinya sendiri.

“Mulailah bersikap tegas pada Jongin. Katakan jika kau tak suka, jangan malah membendungnya sendiri seperti ini. Jika Jongin memang tidak peka, kau yang harus mengatakannya. Katakan dan minta penjelasan padanya, kalau memang kekasihmu tak macam-macam aku yakin ia akan memberitaumu. Kau hanya perlu lebih terbuka, bukankah pasangan kekasih seharusnya begitu?” nada bicara Tao melembut. Tidak ia pungkiri hatinya retak melihat Hyena menangis didepannya karna namja lain.

Hyena hanya diam, masih mencoba mestabilkan isakan tangisnya. Lagi-lagi Tao menyadarkannya, menyadarkan bahwa belakangan ini dirinya dan Jongin tak seterbuka dulu. Jongin terlalu sibuk dengan urusannya, sedangkan Hyena terlalu takut untuk mengatakan perasaannya pada namja itu. Dan inilah yang membuat hubungan mereka mulai merenggang.

“Kalau kau memang percaya Jongin tak akan mengkhianatimu, kau harus berani mengatakannya” ucap Tao seraya menepuk pundak Hyena lembut. Hyena mendongak kemudian tersenyum kearah namja yang selalu berhasil membuat hatinya merasa lebih baik. Entah kenapa ia seperti menemukan Jongin yang dulu pada diri Tao. Jongin.. saat masih menjadi sahabat baiknya.

Kenapa?

Kenapa kepercayaan itu mulai pudar?

Memudar hanya karna waktu..

Waktu yang terlalu sering memotong kebersamaan

Terkadang aku sering bertanya..

Bolehkah jika aku mulai mempercayai hati lain?

Mempercayai dan melihat cinta yang lain?

 

“Terimakasih oppa..” ucap Hyena pelan. Walau suara gadis itu masih agak bergetar tapi Tao akhirnya merasa lega. Setidaknya aura hitam yang tak ia sukai itu sudah pergi dari gadis manis itu.

“Baiklah.. aku akan memesan kopi dulu ya” Tao elus puncak kepala Hyena sedetik, kemudian beranjak dari duduknya. Tapi tanpa sengaja sebuah amplop kecil terjatuh dari saku jaketnya tanpa namja itu sadari. Hyena yang melihat amplop itu pun membungkuk dan mengambilnya. Baru saja ingin memberi tau Tao, tapi namja itu sudah terlanjur berjalan kekasir. Hyena pun memutuskan untuk menunggu hingga Tao kembali.

Hyena teguk kopi yang sejak tadi terpajang didepannya tanpa ia sentuh. Sambil meneguk kopinya Hyena lirik amplop berwarna soft pink itu dengan ekor matanya. Entah kenapa begitu penasaran dengan isinya. Hyena letakkan cup kopinya kemudian ia ambil amplop yang menarik perhatiannya itu. Sebentar ia tatap amplop berukuran 10×10 itu lekat, berpikir mungkin Tao tidak akan keberatan jika ia lihat isinya.

“Kira-kira apa isinya ya? hihihi” Hyena terkekeh sembari membuka amplop tersebut perlahan. Ia keluarkan kertas berwarna putih bersih didalamnya, lalu mulai membaca isinya

 

From : Tao

 

Saat seorang pria jatuh cinta, dia ingin berada di sisimu

Selalu ada banyak hal yang ingin dia lakukan untukmu
Saat aku jatuh cinta, aku ingin memberikan segalanya di hidupku untukmu
Dengan hanya satu harapan, hatimu..
Saat aku jatuh cinta..

 

Padamu.. Hyena…

 

Deg

 

Hyena terdiam.. nafasnya tercekat. Matanya membulat dan terasa sulit untuk menutup kembali. Saking terkejutnya ia bahkan kehilangan seribu bahasanya. Ia tatap kertas itu lekat, sambil berungkali membaca isinya. Takut jika ia salah membaca. Tapi berapa kali pun ia mengulanginya, apa yang tertulis disana tetaplah sama. Hyena masih mematung tak bergeming, sampai akhirnya Tao datang dan kembali duduk dibangkunya. Masih tak sadar barang pentingnya terjatuh. Hyena menatap mata bening namja itu lurus-lurus.

“Ke..kenapa menatapku seperti itu?” tanya Tao gugup dengan dahi berkerut. Bingung dengan perubahan sikap Hyena.

Hyena pun menyodorkan kertas yang ia pegang pada Tao. “Kau menjatuhkannya..”

 

Deg

 

Sekarang giliran Tao yang terdiam. Matanya membulat menatap kertas yang ada ditangan Hyena sekarang. Ia tau betul kertas apa itu. Dengan gerakan kaku, ia tatap wajah Hyena.

“Apa kau sudah membaca isinya?”

“Maaf jika aku lancang.. tapi isinya..”

Dengan satu gerakan cepat, Tao meraih kertas itu kemudian memasukannya kembali kedalam amplop. Tangannya gemetar karna shock. Ini diluar dugaanya.. kenapa amplop ini jatuh disini? Dan kenapa Hyena yang menemukannya?

“Oppa.. benarkah apa.. yang tertulis disana?” tanya Hyena tergagap. Dia bingunng entah harus bagaimana menanyakannya.

“Maafkan aku Hyena’ah.. sejak awal aku sudah berusaha untuk melupakan perasaanku padamu tapi entah kenapa sangat sulit melakukannya. Aku tau kurang ajar jika aku mengharapkan gadis yang sudah menjadi milik orang lain, tapi.. memaksanya pergi sungguh tidak mudah..”

“Oppa..jadi kau benar menyukaiku?”

“Be..benar..”

Dengan susah payah Hana menghela nafas dalam-dalam. Mencoba untuk menenangkan pikiran dan hatinya yang tiba-tiba jadi tak karuan. Entah harus senang atau marah, perasaannya campur aduk tak menentu.

“Tapi kenapa?! Kenapa kau menyukaiku?! Aku—“

“Tidak apa-apa!  Aku tau kau takkan meninggalkan Jongin. Aku tau perasaanku hanya perasaan yang tak terbalaskan.. aku tau Hyena’ah” ucap Tao lirih seraya menunduk.

“Oppa.. Aku sudah menganggapmu seperti kakakku sendiri. Kau namja yang sangat baik. Aku yakin kau pasti akan menemukan yeoja yang sepadan untukmu. Aku yakin diluar sana akan ada gadis yang mencintaimu sepenuh hatinya..”

Tao mendongak kemudian berusaha mengulas senyum diwajahnya. Walau terlihat agak kaku. “Sekali lagi maafkan aku Hyena’ah..”

“Tidak! Aku yang seharusnya minta maaf oppa..”

 

 

 

ΩΩΩΩΩ

 

Hyena berjalan menelusuri koridor sekolahnya sendirian. Matanya menerawang untuk menemukan seseorang. Seseorang yang entah kenapa seperti dengan sengaja menghindar darinya. Sejak semalam Jongin bersikap ketus padanya. Tak ada angin atau hujan, tiba-tiba Jongin menjauhinya. Ini sungguh membuat hatinya semakin berantakan. Siapa yang sebenarnya teracuhkan sejak awal?! Bukankah seharusnya dia yang bersikap seperti ini?!

Langkah Hyena akhirnya terhenti ketika sampai ditaman belakang sekolahnya. Melihat Jongin duduk disana membuat ia mampu menghela nafas lega. Sekarang ia harus perjelas semuanya.

“Jonginnie!” pekik Hyena dari kejauhan. Merasa ada yang memanggil Jongin pun menoleh kesumber suara. Hanya sedetik.. kemudian dengan cepat ia mengembalikan posisi kepalanya. Sungguh.. Hyena sakit Jongin seperti itu padanya.

“Ternyata kau disini.. aku.. mencarimu kemana-mana” ucap Hyena sedikit terengah. Ia pun mengambil posisi duduk disebelah kekasihnya.

“Ada apa?” jawab Jongin ketus. Lagi-lagi hati Hyena terhantam beban berat, sesak.. sangat sesak.. Tak tau apa yang terjadi, tak tau dimana ia membuat salah, kini Jongin bersikap acuh padanya. Sungguh.. itu perih..

“Memangnya untuk bertemu kekasih sendiri harus ada alasannya?” Hyena berusaha bersikap sabar. Ia akan bicara baik-baik dengan namja itu.

“Tidak.. hanya saja aku pikir kau sedang sibuk dengan Tao hyung. Tidak kusangka kau mencariku..”

Hyena mengkerutkan dahinya mendengar ucapan Jongin. Kenapa membawa-bawa Tao? “Kenapa kau bicara seperti itu Jonginnie?”

“Bukankah akhir-akhir ini kau sering bersama namja itu? Kenapa hari ini tidak bersamanya?”

Lagi-lagi Hyena mengernyit. Apa sebenarnya maksud Jongin? Apa mungkin ia cemburu pada Tao karna namja itu kini dekat dengan Hyena?

“Ohya.. bagaimana? Apa jawabanmu untuknya? Kau akan bilang iya?”

“Bilang iya? Jongin ada apa denganmu sebenarnya?” Hyena semakin tak mengerti. Ia membenarkan posisinya untuk lebih dekat dengan Jongin.

“Bukankah kemarin Tao mengungkapkan perasaannya padamu? Oh.. atau kau masih memikirkan jawabannya? Lalu kau akan jawab apa?”

Hyena terdiam.. berusaha menelaah perkataan namja disebelahnya. Ia tatap wajah Jongin lekat.. Jadi namja itu  melihatnya? Melihat kejadian dicoffee bean itu? Apa karna itu Jongin marah? Tapi sungguh.. menurutnya ini kekanakan jika namja itu cemburu hanya karna masalah semacam ini.

“Kenapa diam? Apa kau ragu mengatakan padaku bahwa kau akan jawab iya pada namja mandarin itu?” kini Jongin memutar posisinya menghadap Hyena. Hyena tatap mata Jongin tajam. Ini sudah keterlaluan.. kata-kata Jongin sungguh membuatnya tak percaya.

“Apa karna itu kau seperti ini? Hanya karna Tao oppa menyatakan perasaannya padaku kau jadi semarah ini? Tsk.. Kau kenakan Jongin”

“Kau marah apa karna tebakanku benar?”

 

Deg

 

Hyena menoleh dengan cepat. Menatap kekasihnya dengan tatapan tak percaya. Ia sudah kehilangan kesabarannya. Ini sungguh berbeda Jongin yang ia kenal.. dulu Jongin yang bilang dia berubah 360 derajat dan namja itu tidak suka dengan perubahannya. Sekarang giliran Hyena yang akan mengatakan itu. Mana Jongin berjiwa dewasa yang ia kenal?

“Kau gila Jongin?! Mana mungkin aku menerimanya?! Aku kekasihmu! Untuk apa aku menerima cinta namja lain?!”

“Siapa yang tau?! Diluar kau mungkin kekasihku.. tapi hatimu aku tidak tau”

“JONGIN!! KAU KENAPA!? Kenapa bicara seperti itu? Kau tidak percaya padaku?! Baik diluar dan didalam aku milikmu!”

“Aku kenapa?! Kau bertanya aku kenapa?! Sudah jelas aku kesal! Aku kesal karna kau semakin dekat dengan Tao! Aku tidak suka melihatnya dekat denganmu Hyena’ah! Aku tau ini kekanakan. Tapi sejak awal aku sudah tidak suka dengan namja itu” suara Jongin terdengar bergetar dan wajahnya mulai memerah. Kesedihan dan kemarahan tergambar diwajah tampannya. Dan itu membuat Hyena terhenyak, ini pertama kalinya ia melihat Jongin semarah ini.

“Jongin..”

“Jauhi Tao! Aku tidak suka kau dekat dengannya!” ucap Jongin seraya bangkit dari duduknya.

“Lalu bagaimana denganmu? Kaupikir aku suka kau mengacuhkanku?! Apa kau pikir aku tidak curiga padamu? Diluar kau bisa saja kekasihku.. tapi siapa yang tau dalam hatimu”

Jongin menghentikan langkahnya, dengan cepat ia membalikkan tubuhnya. Ia tatapan mata bening Hyena lurus-lurus. “Apa maksudmu?”

“Kemana saja selama dua minggu? Terus tak ada waktu untukku. Meninggalkanku begitu saja saat kita sedang bersama. Kaupikir aku suka?! Kau bilanng kau sedang project dengan seseorang. Siapa yang tau kalau itu hanya alasanmu agar bisa bersama dengan gadis lain”

“Hyena!”

“Lalu kenapa?! Project apa dan dengan siapa urusanmu? Ayo jawab!” emosi Hyena memuncak. Hyena luapkan semua kesal yang  pendam selama ini. Entah kenapa mendengar Jongin memintanya menjauhi Tao sedikit membuatnya tak suka. Sekarang giliran dia yang meminta penjelasan kekasihnya. Tapi Jongin hanya diam.. ia nampak berpikir. Jongin bukannya tak ingin mengatakannya tapi menurutnya ini bukan waktunya.

“Tidak bisa jawab kan? Aku tau..”

“Hyena’ah kau jangan salah paham dulu—“

“Kau tau.. selama ini aku menjaga perasaanmu. Aku tak ingin mengekangmu untuk melakukan urusanmu Jongin’ah. Aku berusaha untuk menjadi kekasih yang pengertian, walau sebenarnya aku sedih kau sering tak ada waktu untukku. Tapi apa? aku kecewa Jongin.. aku kecewa kalau ternyata kau yang malah seperti ini. Kau tau.. siapa yang menghiburku saat aku sedih kau meninggalkanku? Siapa yang menemaniku saat kau sibuk dengan urusanmu? Tao oppa.. dia selalu ada untukku. Melarangku dekat dengan Tao oppa, itu sama saja melarangku untuk bersama keluargaku Jongin’ah. Dia berarti untukku..”

“Lalu.. kau tidak akan menurutiku?”

“Aku bukannya tidak akan menurutimu Jongin’ah tapi untuk yang satu ini aku tidak bisa menurutimu. Aku tidak akan melarangmu melanjutkan urusamu entah dengan siapa. Yang jelas jangan melarangku untuk dekat dengan Tao oppa. Maaf..” ucap Hyena lirih dan suaranya mulai bergetar. Sudah tak sanggup menatap kedua mata Jongin. Gadis itu membalikkan tubuhnya, sedetik setelahnya sebuah butiran kaca cair jatuh dari pelupuk matanya. Sudah terlalu sulit untuk menahannya, akhirnya airmata itu jatuh juga.

Perlahan ia berjalan meninggalkan Jongin yang nampak menyesal. Saat sudah sekitar 5 langkah, sebuah tangan tiba-tiba meraih lengannya. Hyena pun berhenti dan dalam satu gerakan cepat Jongin kemudian memeluk gadisnya.

“Maafkan aku Hyena’ah..”

Tak menjawab.. Hyena hanya melepaskan pelukan Jongin. Ia hanya butuh waktu untuk menenangkan hatinya. Biasanya dia sangat menyukai pelukan hangat namja itu, tapi tidak untuk saat ini. Pelukan itu seolah semakin membuat dadanya terasa sesak. Jongin tatap wajah Hyena sendu, tapi Hyena hanya diam dan menunduk tak sanggup membalas tatapan Jongin. Gadis itu berbalik kemudian kembali melangkah meninggalkan namja itu.

 

Aku mulai ragu dan takut…

Takut jika kepercayaan itu sudah tidak ada lagi

Aku memang sangat mempercayainya..

Tapi bagaimana jika dia tidak begitu?

Aku memang selalu melihatnya..

Tapi bagaimana jika ia tidak hanya melihatku?

Bisakah… aku bertahan?

 

 

 

ΩΩΩΩΩ

 

 

Jongin duduk diruang latihan sambil memutar-mutar ponselnya. Ia termenung sambil memikirkan kejadian yang terjadi pagi tadi. Pertengkaran antara dia dan Hyena yang terputar seperti baru terjadi satu jam yang lalu. Perasaannya campur aduk tak karuan, tak tau seberapa menyesalnya dia karna membentak Hyena seperti tadi pagi.

Sebenarnya ia kesal bukan karna cemburu pada Tao. Jujur dalam hatinya, ia senang jika Hyena mempunyai banyak teman. Tapi perasaan takut itu sudah terlanjur membutakannya. Ia hanya takut, takut jika Hyena akan berpaling darinya. Ia sadar kalau akhir-kahir ini ia sudah terlalu sibuk dengan urusannya, dan ia tau kalau itu membuat Hyena semakin dekat dengan Tao. Tapi itulah sebab utamanya, sebab mengapa ia begitu takut kalau Hyena lama-kelamaan akan menjauh darinya dan berpaling pada namja berdarah China itu. Apalagi Tao baru saja menyatakan perasaannya pada Hyena, ketakutan itu pun semakin menjadi.

“Haahhh!!” Jongin menghela nafas sambil mengacak-acak rambutnya kasar. Ia sandarkan tubuhnya pada tembok dibelakangnya kemudian memejamkan mata sedetik. Ia tatap langit-langit ruang latihan lantai dua sekolahnya lekat seolah mencari sebuah solusi diatas sana.

“Maafkan aku..Hyena’ah”

“Jongin?”

Merasa ada yang datang dan memanggilnya, Jongin menoleh kepintu masuk ruangan. Alisnya terangkat melihat siapa yang datang. Ia pun berusaha mengulas senyum dengan sekuat tenaga.

“Eunri noona.. kenapa bisa ada disini?” ucap Jongin seraya berdiri kemudian sedikit membersihkan pakaiannya.

“Iyaa aku ingin menemui.. tapi ponselmu tidak aktif. Kupikir mungkin kau sedang latihan disekolah karna itu aku kemari” ucap Eunri sembari berjalan mendekati Jongin. Dahinya mengkerut ketika melihat ekspresi Jongin yang terlihat tak seperti biasanya.

“Apa kau sedang ada masalah? Kau terlihat tak bersemangat..”

“Eh? Ada.. sedikit masalah tadi pagi..” jawab namja berambut hitam itu seraya menunduk.

“Kau bertengkar dengan Hyena?”

Jongin tersenyum kecut kemudian mendongak. “Nanti aku akan bicara dengannya. Ohya.. Kenapa tiba-tiba ingin menemuiku?” ucap Jongin mencoba untuk bersikap senatural mungkin. Ia tak ingin gadis didepannya malah merasa tak nyaman karna suasana hatinya yang sedang tidak baik.

“Begini.. aku rasa hatiku sudah bulat Jonginnie. Aku akan mengatakannya hari ini..” kata Eunri seraya menunduk tersipu.

Alis Jongin terangkat dengan mata membulat. “Benarkah?”

 

 

 

ΩΩΩΩΩ

 

Hyena berjalan dengan sejuta kegugupan dihatinya, ia datang kesekolah untuk menemui seseorang. Setelah berkonsultasi dengan Eunhyuk kakaknya dan tentu saja dengan Tao dia mendapat sedikit pencerahan. Tadi ia hanya terlalu terbawa emosi, dan sekarang ia akan minta maaf pada kekasihnya. Jam segini Hyena tau Jongin sering menghabiskan waktu untuk berlatih menari diruang latihan lantai dua sekolahnya. Hatinya mulai berdegup kencang, entah kenapa ia takut sekali jika Jongin masih marah padanya. Ia takut Jongin tak mau memaafkannya setelah berkata kasar pada namja berkulit coklat itu. Walau ini tak sepenuhnnya kesalahannya tapi apa salahnya untuk memulai lebih dulu?  Ia hanya tak mau hanya karna masalah sepele hubungannya dan Jongin berantakan.

2 blok lagi Hyena akan sampai diruang latihan. Ia berhenti sejenak untuk mengambil nafas dalam-dalam lalu melanjutkan langkahnya. Tapi beberapa langkah setelahnya, samar-samar telinganya menangkap sesuatu. Suara Jongin dan.. seorang gadis..

 

Deg

 

Hyena rasakan nafasnya mulai naik turun, dadanya bergemuruh begitu kencang. Pikirannya pun mulai menebak-nebak siapa gadis yang tengah bersama Jongin? Lalu sedang apa mereka? Pikiran aneh itu mulai bermunculan, tapi dengan cepat Hyena menggelengkan kepalanya mencoba mengusir pikiran buruk itu. Ia hanya tak mau salah paham lagi..

Semakin dekat suara mereka terdengar semakin jelas. Suara Jongin terdengar bahagia, tak ada nada kesedihan sama sekali. Apa Jongin sama sekali tak memikirkan kejadian tadi pagi? Dan apa ini projectnya? Pikiran Hyena semakin kalut. Takut.. sangat takut untuk menebak. Takut jika tebakannya benar. Satu langkah lagi menikung kekanan ia sampai didepan pintu masuk ruangan itu. Ia berhenti kemudian menghela nafas berlebihan. Ia mengangguk mantap lalu berjalan dua langkah masuk kedalam ruangan. Dan tepat setelah itu..

“Aku sudah lama menyimpan perasaan ini. Perasaan yang terus saja mengusik hatiku, perasaan yang membuatku terus merasa gelisah. Perasaan yang selalu merasa senang tiap kali aku didekatmu, jantungku berdegup kencang saat tatapan kita bertemu. Setiap hari, setiap malam wajahmu dan senyummu terus terbayang dipikiranku..”

Hyena terdiam ditempatnya.. tubuhnya kaku tak bisa bergerak. Bahkan bernafas saja tidak mampu ia lakukan. Melihat Jongin tengah berlutut didepan seorang gadis yang kini tersipu. Gadis yang ia tahu betul siapa..

Kedua mata bening itu membulat dengan sempurna. Ia tutup mulutnya yang bergetar karna terkejut. Matanya memerah dan airmata itu tak mampu ia bendung. Jatuh tanpa basa-basi.. Hyena masih tak bergeming menyaksikan pemandangan didepannya. Mulai memperkerjakan otaknya 100 kali lipat lebih baik, ia hanya terlalu sulit untuk menelaah perkataan Jongin yang baru saja ia dengar. Baik Jongin atau Eunri juga belum sadar bahwa ada satu manusia lagi yang ada dalam ruangan itu.

“Hatiku sudah memilih mu sebagai pemiliknya. Aku sudah tak sanggup jika menyimpannya sendirian. Perasaan ini.. perasaan bahwa aku menyukaimu Eunri’ah.. Maukah kau menerimaku sebagai namja yang memiliki hatimu?”

 

Deg

 

Oh Tuhan.. apa itu? Apa yang baru saja aku lihat? Tolong bangunkan aku jika ini hanya mimpi!

 

Hyena terdiam terpaku.. seluruh energinya menguap begitu saja. Seluruh tubuhnya mulai lemas. Bulir airmata itu pun semakin bersemangat membasahi wajahnya. Sakit.. sangat sakit.. seperti ada sebuah belati tajam yang baru saja menohok dadanya. Pikiran dan tatapannya kosong seketika.. Ia menggelengkan kepalanya sambil berjalan mundur kebelakang. Masih tak bisa percaya..Benarkah yang ia lihat itu Jongin?

 

Trek

 

Tanpa sengaja ia menyenggol sebuah tong sampah yang berada didekat pintu masuk. Dan tentu saja menimbulkan suara yang membuat Jongin dan Eunri menoleh kearahnya. Mata Jongin dan Eunri membulat dengan sempurna melihat Hyena. Dengan cepat Jongin bangun dari berlutut. Ketiga orang itu pun terpaku ditempat.

“Hyena’ah..” ucap Jongin pelan. Ia sungguh terkejut melihat Hyena ada disana.

“Ma..maaf jika a..a..aku menganggu..” ucap Hyena terbata dan suaranya bergetar. Wajahnya pun sudah basah karna airmata yang terus menerus mengalir.

“Hyena’ah ini.. tidak seperti yang kau lihat” Jongin mulai berjalan perlahan mendekati Hyena.

“BERHENTI DISITU! Jangan mendekat lagi.. aku mohon..” Hyena menangis sejadinya. Ia berbalik kemudian berlari meninggalkan ruangan itu. Ia berlari.. berlari sekencang yang ia bisa, walau tak tau harus kemana yang jelas ia tidak sanggup lebih lama ditempat itu.

Sedangkan Jongin.. ia diam.. tak tau harus melakukan apa. Tatapannya kosong dan ia terlalu lemas untuk berlari mengejar Hyena. Ia mengadahkan kepalanya sambil memejamkan mata, bermaksud menahan airmata yang memberontak. Ia usap wajahnya kasar dengan kedua telapak tangannya. Hyena salah paham!? Kenapa ini sering sekali terjadi! Ia baru saja bertengkar tadi pagi, tapi saat belum sempat berbaikan sekarang ada lagi masalah yang baru. Terlalu takut untuk berpikir jika hubungannya akan berakhir..

“Tenanglah Jongin.. kita akan bicara baik-baik dengan Hyena..” ucap Eunri lembut sambil menepuk sebelah pundak Jongin.

 

 

 

ΩΩΩΩΩ

 

Hyena termenung didalam kamarnya.. jalan airmata masih terlihat jelas diwajahnya, ia sudah tak menangis lagi. Bisa dibilang ia sudah lelah untuk melakukannya. Ia duduk dilantai kamarnya sambil memeluk boneka beruang putihnya, wajahnya terlihat berantakan..

Setelah melihat kekasihnya menyatakan cinta pada gadis lain dengan mata kepalanya sendiri, membuat hatinya berantakan. Bahkan ia sendiri tak tau harus menata dari mana. Ia hanya sudah terlalu lelah..selalu saja kisah cintanya berakhir seperti ini. Tidak ada yang berakhir bahagia.. baru saja ia berhasil menata hatinya setelah kisah pahitnya dengan Kris, sekarang hatinya kembali hancur berkeping-keping karna Jongin? Ia lelah.. lelah untuk menanta kembali jika akhirnya akan berantakan lagi. Tidakkah orang-orang tau kalau membangun kepercayaan itu sulit? Tapi kenapa orang-orang dengan sangat mudah menghancurkannya? Ia kini bertanya pada Tuhan. Apa ia terlalu hina untuk merasakan cinta yang bahagia?

“Jongin.. kau yang membantuku membangun kepercayaan itu. Tapi kenapa kau sendiri yang menghancurkannya?” gumam Hyena lirih sambil menyandarkan tubuhnya pada dipan ranjangnya.

Hyena mulai berpikir.. mungkinkah ini adalah balasan dari Eunri. Menurutnya Eunri balas dendam karna dulu Hyena berpacaran dengan Kris disaat Kris sedang berpacaran dengannya. Bukankah karna Hyena Kris menduakan Eunri? Apalagi setelah Hyena memtuskan hubungannya dengan Kris.. Kris juga mengakhiri hubungannya dengan Eunri.

“Jongin..” gumam Hyena sambil membenamkan kepala pada boneka beruangnya.

 

Ting

 

Tong

 

Tiba-tiba bell rumahnya berbunyi. Hyena mendongak kemudian mencibir. Siapapun yang datang itu sungguh datang disaat yang tidak tepat. Hyena beranjak kemudian berjalan keluar kamar. Ia turun kelantai bawah rumahnya dengan langkah gontai.

 

Ceklek

 

“Ada ap—“ Hyena menghentikan kalimatnya.. terkejut melihat siapa yang bertamu kerumahnya sesenja ini. Eunri.. ia datang bersama seorang namja yang kini tengah tersenyum manis kearah Hyena. Namja cantik berambut blonde. Dengan cepat Hyena sadar jika perasaanya sedang tidak baik dengan gadis itu, ia memalingkan pandangannya.

“Mau apa kemari?” tanya Hyena ketus.

“Aku.. ingin menjelaskan semuanya.. kesalah pahaman ini..”

“Cih.. salah paham apa? Aku sudah melihatnya sendiri, apa lagi yang ingin kau jelaskan hah?!”

“Hanya 5 menit! Aku mohon..” Eunri menangkupkan kedua tangannya didada sambil memasang tampang memohon didepan Hyena.

Hyena menghela nafas berlebihan. “Masuklah”

“Terimakasih..” ucap Eunri seraya bernafas lega. Ia tersenyum kemudian menatap namja disebelahnya sedetik lalu berjalan masuk bersama.

Hyena duduk disofa yang terdapat diruang tamu rumahnya. Ia persilahkan Eunri dan namja yang entah siapa itu untuk duduk. Eunri dan namja itu pun duduk bersebelahan dengan Hyena.

“Mau minum apa?” tanya Hyena masih dengan nada dingin.

“Tidak perlu Hyena’ah.. tidak usah repot-repot”

Eunri menghela nafas kemudian dengan ragu memulai kata-katanya. “Oya sebelumnya aku ingin memperkenalkanmu dengan Luhan.. dia kekasihku. Dan Luhan ini Hyena..”

Dengan satu gerakan cepat Hyena menoleh kearah Eunri. Matanya membulat dengan alis yang terangkat keatas. “Ke..Kekasihmu?” ucap Hyena terbata.

Tunggu! Apa maksudnya kekasih? Bukankah tadi baru saja Jongin menyatakan persaannya pada Eunri?

“Hai Hyena salam kenal.. aku sudah tau banyak tentangmu dari Jongin” ucap Luhan seraya tersenyum sangat manis kearah Hyena.

Hyena mengedipkan matanya berulang kali. Semakin tak mengerti dengan yang terjadi. Jadi namja ini juga menenal Jongin?! Melihat ekspresi terkejut Hyena, Eunri hanya tersenyum kemudian mengelus rambut Hyena lembut. Hyena tersentak kemudian menatap Eunri lurus-lurus. Meminta penjelasan cepat pada gadis berambut hitam itu.

“Sudah kubilangkan kau salah paham.. yang kau kira itu salah. Jongin bukan menyatakan perasaannya padaku tapi ia hanya membantuku..”

“Membantu?”

“Iya, jadi begini..waktu itu Jongin yang mengenalkanku pada Luhan. Dan tanpa kusangka aku menyukai Luhan sejak pertama bertemu. Jongin menyadarinya, dan dia bilang dia akan membantuku untuk dekat dengan Luhan. Selama ini Jongin menjadi orang yang mencomblangiku dengan Luhan. Apapun.. aku selalu berkonsultasi dengannya. Dan hari ini aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku pada Luhan. Aku mencari Jongin karna bingung harus bagaimana melakukannya.. aku menemuinya untuk bertanya kira-kira kalimat seperti apa harus aku katakan..”

“Tanpa sungkan kekasihmu itu membantuku merangkai kalimat. Tapi ditengah-tengah itu, tiba-tiba kami mulai membayangkan bagaimana ya jika Luhan yang menyatakan perasaannya duluan? Dan situlah, Jongin berakting jika dia adalah Luhan yang sedang menyatakan perasaannya padaku. Tapi tak disangka, tiba-tiba kau juga ada disana..”

“Lalu project yang dimaksud Jongin..”

“Iya.. project itu maksudnya project menjodohkanku dengan Luhan. Dan kau lihat dia berhasil..”

Seiring dengan berakhirnya penjelasan Eunri, Hyena menghela nafasnya dengan berat. Ekspresi wajahnya berubah menyesal. Ia tatap Eunri dan Luhan bergantian dengan tatapan sendu. Lagi-lagi seperti ini! Kenapa dia selalu saja salah paham! Didalam hatinya Hyena sibuk merutuki dirinya sendiri. Sementara Eunri dan Luhan hanya terkekeh melihat tingkah polos gadis itu.

“Maafkan aku eonni.. aku sudah bersikap dingin padamu. Maaf aku sudah salah paham..” Hyena menunduk sambil mengusap-usap kedua telapak tangannya didada.

“Hey.. kenapa minta maaf padaku? Minta maaflah padanya..” ucap Eunri sambil beranjak dari duduknya. Hyena mendongak dan matanya pun membulat saat mendapati posisi duduk Eunri sudah digantikan oleh orang lain. Orang yang mengisi hatinya.

“Jongin..” gumam Hyena pelan sambil menatap Jongin lekat. Seketika bulir airmata jatuh dipipi putihnya. Ia tatap kedua mata bening Jongin dengan tatapan penyesalan.

Jongin menghela nafas, kemudian tersenyum lembut kearah Hyena. “Maafkan aku..”

“Hiks.. aku yang seharusnya.. hiks.. minta maaf.. Aku selalu saja menyusahkanmu seperti ini..”

Jongin mendekatkan tangannya kewajah Hyena, menghapus airmata yang membasahi wajah manis itu. “Uljima.. bagiku kau sama sekali tidak salah..”

Perlahan Jongin raih kepala belakang Hyena kemudian mendekap tubuh kekasihnya itu. Dengan lembut ia mengelus rambut panjang Hyena. Hyena pun mebenamkan kepalanya pada dada bidang Jongin, menikmati kehangatan yang disuguhkan tubuh namjanya.. kehangatan yang paling ia sukai.

“Oya dan masalah Tao hyung..” Jongin melepaskan pelukannya kemudian merogoh saku celananya. Ia mengeluarkan secarik kertas berwana cream dari sakunya kemudian memberikannya pada Hyena. “Ini.. tadi sebelum kemari aku sempat bicara dengannya dan dia ingin aku memberikan ini untukmu. Selain itu dia juga sudah menjelaskan semuanya”

Hyena raih kertas itu dengan kedua tangannya, kemudian menatap Jongin. “Kau dan dia sudah berteman?” ucap Hyena yang dibalas sebuah anggukan mantap dari Jongin. Hyena tersenyum kemudian mulai membuka kertas itu dan membaca isinya.

 

From : Tao

Saat kau membaca surat ini berarti kau dan Jongin sudah berbaikan kan? Aku senang.. sangat senang^^ Aku.. ingin minta maaf karna sempat membuat kau dan Jongin bertengkar. Sungguh.. kau tidak perlu memikirkan surat itu lagi, aku sudah seratus persen rela kau bahagia dengan Jongin. Lain kali bersikaplah lebih dewasa agar tidak terjadi salah paham lagi. Arrchi? Oya dan beritahu juga pada Jongin.. kalau ia harus menjagamu dengan baik. Awas saja kalau ia berani membuatmu terluka! Dia harus ingat kalau aku si raja wushu.. dia harus hati-hati.

 

Salam romantic panda Tao^_^

 

“Apa isi suratnya?” tanya Eunri sambil mendekatkan wajahnya mencoba mengintip.

“Dia bilang dia si raja wushu akan mengahajarku jika aku berani melukai Hyena” ucap Jongin sambil bersedekap didada. Hyena hanya terkekeh sambil menutup mulutnya.

“Senang melihat kalian sudah berbaikan.. tapi sepertinya aku dan Eunri harus segera pergi” ucap Luhan lembut sambil menoleh kearah gadis disebelahnya.

“Kenapa buru-buru oppa? Diamlah dulu.. kita makan malam bersama, kiat bisa ngobrol sambil saling menenal kan? Ini karna si Jongin bodoh yang tak pernah mengenalkanku pada temannya” ucap Hyena sambil mencibir kearah Jongin.

“Hey hey hey.. kau ini jangan menggganggu acara orang lain. Mereka kan butuh banyak waktu berdua, apalagi mereka baru saja resmi berpacaran”

“Nah karna itu! Bukankah bagus.. sekalian kita merayakannya bersama! Bagaimana?”

“Waah ide bagus! Kita rayakan dengan double date..” jawab Eunri dengan mata yang sama berbinarnya dengan Hyena. Tapi saat keduanya saling menatap namja mereka masing-masing, mereka malah mendapat tatapan tajam yang jelas mengatakan ‘TIDAK’ untuk ide mereka. Eunri dan Hyena menelan saliva mereka dengan kasar.

“Hyung lanjutkanlah kencanmu dengan Eunri noona”

“Baiklah.. kalau begitu maaf ya Hyena. Aku dan Eunri janji akan sering-sering main kemari lain waktu. Ayo chagiya” pamit Luhan sembari bangun dari duduknya.

“Maaf ya saengi.. lain kali kita pasti akan double date” ucap Eunri seraya berjalan kearah pintu bersama Luhan. Sebelum menghilang dibalik pintu, pasangan baru itu melambaikan tangan dengan senyum yang mengembang.

Sedetik setelah pasangan itu berlalu, Hyena menghela nafas kemudian menatap Jongin dengan memicingkan matanya. “Kau dan Luhan oppa sengaja kan?”

“Sengaja apa?! Bukankah wajar kalau pasangan kekasih membutuhkan waktu berdua?” jawab Jongin santai sambil menyandarkan tubuhnya disofa.

“Iya juga sih.. Tapi Jongin.. kenapa kau tidak memberitahuku soal projectmu itu? Bukankah kalau kau memberitahuku, aku bisa membantumu?” Hyena mengerucutkan bibirnya sambil bersedekap menghadap Jongin.

“Eunri noona yang memintanya.. dia bilang dia ingin memberimu kejutan setelah ia dan Luhan benar-benar sudah berpacaran”

“Ohh.. begitu. Baiklah! Kalau begitu aku akan membuatkanmu minum dulu. Aku yakin kau haus. Sebentar ya..”

Hyena beranjak dari duduknya, berniat berjalan kearah dapur. Tapi seketika Jongin menariknya hingga ia terduduk dipangkuan namja itu. Dan dengan satu gerakan cepat Jongin membungkam bibirnya dengan sapuan hangatnya. Jantung Hyena nyaris melompat dari tempatnya saat bibir Jongin menyentuh bibirnya. Jongin pun semakin memperdalam ciuman itu dan menekan tengkuk Hyena dengan tangan kekarnya. Hyena memejamkan matanya erat saat Jongin mulai memperdalam tautannya, dengan lembut Jongin melumat bibir merah muda kekasihnya. Semakin lama Jongin semakin menuntut lebih, Hyena mencengkram pundak Jongin saat tautan mereka semakin dalam.

“Dasar bodoh!” ucap Hyena setelah tautan mereka terlepas. Baik dia ataupun Jongin, keduanya masih berusaha menetralkan kembali deru nafas mereka. Dapat mereka lihat diwajah masing-masing kini muncul semburat merah.

“Kalau begitu kau lebih bodoh karna mencintai orang bodoh sepertiku” Jongin tersenyum manis kemudian memeluk Hyena erat.

“Jangan pernah melihat namja lain selain aku.. cukup aku Hyena’ah. Karna aku selalu disini untukmu. Percayalah bahwa hatiku hanya milikmu. Hanya kau.. karna.. Aku sangat mencintaimu..”

“Hm..Kau juga. Jangan pernah melihat gadis lain selain aku. Karna aku juga..sangaaaattt..sangaaaattt. mencintaimu..”

 

 

Kepercayaan..

Itulah yang harus selalu dipertahankan

Hubungan tanpa sebuah kepercayaan

Aku yakin takkan bertahan lama..

Jika kau percaya.. aku yakin semuanya akan tetap indah

Walau banyak kerikil dijalan itu..

Tapi jika kau percaya pada hati yang menjagamu

Maka semua akan baik-baik saja

Percayalah pada hatimu

Karna hatimu akan menuntunmu kedalam sebuah keindahan

ΩΩ―END―ΩΩ

Selesai!!!! Yeeeyy!! *teriak-teriak gak jelas* Makasi banget lo yang uda baca karya nista saya ini kekeke. Nah pasti inget kan kalau abis baca harus ngapain?

Readers : KOMEN!!!!

Betul sekali!!! Ayo sekarang tinggalkan pesan dan kesan dibox komentar!! Harus lo! Kudu dan wajib! Karna kita harus mengatakan TIDAK pada SIDERS!! Siapapun yang jd siders at-ati aja nanti saya cekek bareng Jongin!!!

Oya credit untuk surat cinta Tao tadi.. itu translate lirik “INFINITE – Man in Love”

Oke deh akhir kata.. NO SIDERS!! NO PLAGIAT!! HARGAI KARYA ANAK BANGSA!!

Cuuss Byee *lambai-lambai bareng Tao*

21 thoughts on “| Sequel | Just Trust and Look at Me

  1. uhuk uhuk uhuk #batuk-batuk bareng semua member exo
    thor sequelnya jadi juga ni ????
    ntar deh ku baca , masih kebawa efek muntah gara2 baca pesan author di atas
    gila baru aja baca pesan author di atas eh langsung muntah-muntah ku #ditendang kai dan HCV_2 ,
    hampir semua piring, mangkok, sama baskom di rumah ku pake buat nampung muntah ku…..untungnya suami ku D.O baik hati , dia memaklumi istrinya yang mual-mula gara2 baca pesan author di atas
    terus berkaya thor !!!!!!!!
    Fighting !!!!!
    Sequel ya thor , please please please
    #apaan sih ni anak belom juga di baca, baru juga baca pesan2 authornya

    • What? kamu istrinya D.O? *ikutan muntah 5 karung* kekeke
      Oke thor!!! Anda juga lbh baik cepat selesaikan sequel anda!! hehe *ketawa garing rennyah melempem*
      Wusss *kabur bareng Kris*

  2. setelah selesai mual2 akhirnya aku selsai juga baca ff ini
    hahahahahahahahaha, thor itu hyena di peluk sama tangan kekar yang warna item thu ya ??? #maksudnya tangan bangkaitem #ditimpuk HCV_2 pake sandal
    hehehehehehehehehehe #tawa evil
    thor sequel ya !
    sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! sequel ! #demo bareng hyena, jongin, tao, eunri sama luhan dan satu lagi si monyet eh salah eunhyuk maksudnya
    #ditimpuk HCV_3
    OK deh sekian dari saya , wassalam
    #ngilang bareng ke duabelas member exo

    • Ohh tadi disekolah pencet ctrl + V itu ngopy-in kata sequel itu toh *manggut-manggut*
      Iyaa maunya sih author buat ‘tangan hitam Jongin’ tapi karna kesian sm pacar author itu jd saya gak tulis deh wkswks
      Oke deh makasih HCV_1 sdh menyempatkan diri baca FF ini disela pelajaran sekolah wassalam
      *ngilang bareng 7 bias saya*

  3. author bakat nih buat quotes, aku suka kata” yang dibold itu, apalagi yang terakhir

    sering” buatin ff yang main castnya Sehun and Kai ya thor. Cause I love them very much haha

    oh ya thor, gimana kalau author buatin ff khusus kisah-kisah romantis*ceilah bahasanya :p* mereka berdua. I think I love this couple, JongHye.

    eh satu lagi thor (author say: ni anak bener” ya, banyak maunya-___-*ditimpuk author*) wkwkwk. mmm, jadi gini lho thor itu TTPO kapan lanjutannya thor? aku nunggu banget lho thor. tiap hari buka blog ini cuma buat ngecek udah ada lanjutannya apa belom*curcol*

    well, keep writing ^^

    • Haha iya makasi ya~ otak author emg kadang bener tp kadang-kadang bisa error gak jls kekeke
      Sipp author juga love them very very much *cium Jongin*
      Waduuh.. FF yg itu juga lg dlm proses chingu, author lg sibuk sm tugas sekolah jd agak susah dpt ide *bow*
      Ditunggu aja ya~ bakal segera post *amin*

  4. hiyaaaa……kuerennn!nangis mewek stiap mreka bertengkar!keren thor!surat itu translatetan man in love?kya…..keren dong secara aku suka ma infinite!#ko curhat? Haha….pokoknya kren plus romantis bnget kpan ya aku bsa kya gtu?#ngarep

    • Hiyaaa.. makasi chingu~~
      Iya, isinya romantis kan? Oh chingu inspirit juga? sama dong sm author kece ini haha *kedip-kedip sm myungsoo*
      Jiaah, khayalannya sm author ini. Pengen gitu bisa punya pacar kyk Jongin *mupeng madep jongin*
      Sip sekali lagi makasi uda baca dan komen

  5. aduh~ dua orang ini sering banget salah paham nya ye, tapi untungnya endingnya pasti baikan,

    keren deh sequelnya,
    abang luhan akyu muncul juga disini, wkwkwk

    keep writing buat authornya,
    aku selalu mendukung karya2 mu, eaaaa

  6. haaaaa aku telaaaaatttttt baca…. >.<
    Telat ragara muntah dulu,,, #huek# *baekhyun: sabar2 kan ada aku chagiya* #eh iya oppa#
    ulang lagi..
    Huaaaa a aku telat…. FF nya kereeeeeennnn thor… Tp kayaknya ada typo deh,, partnernya kai minah kan? Terus kenapa kai bilangnya minri -_-

    #entahlah, lupakan saja thor#
    aku meweeek thor #nangis dipangkuan bacon#
    aku gak nyangka kalo kalimat2 yang super keren itu trans infinite man in love😀

    eh iya thor, kapan2 bikinin FF main cast baekhyun ne😀 #sujud dikaki author#

    keep writing thor..
    I always support you… FIGHTING

    97 lineee~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s