Be My Love (Chapter 1)

Be My Love chapter 1 fix-vert

Title     : Be My Love “Chapter 1”

Author  : HCV_1

Cast      : Kim Joonmyeon | Han Na Young | Kim Eun Ji

Genre   : Romance , little freak, little sad

Length : Chaptered

Rating  : T

 

 

 

 

WARNING !!!!

NOT FOR SILENT READER

CERITA INI HANYA KARANGAN DAN FIKTIF BELAKA , DAN CERITA INI MURNI DARI HASIL KERJA KERAS AUTHOR SELAMA BERIMAJINASI, SO DON’T BE PLAGIAT.

READ AND COMENT

 

 

Annyeong~~~ #malambaikan tangan gak jelas

Sebelum author mulai cerewet , author mau ngucapin terimakasih karena kalian sudah mau berkunjung ke WP ini dan tolong berikan komentar mengenai ff yang kalian baca ya readers~

Adakah yang merindukan author di sini ? #dilempar sendal sama warga sekampung.  Ok aku rasa engga ada #abaikan

HCV_1 datang membawa chapter pertama dari Be My Love nih , seneng banget akhirnya chapter 1 bisa jadi. Yah, walaupun masih ada typo disana-sini mohon di maklumi ya readers

Awalnya author ragu mau dilanjut apa engga , tapi karena ada komentar yang sangat membangun semangat author di bagian prolog akhirnya author putuskan untuk lanjut ke chapter 1.

Ok deh dibanding lama-lama, mending langsung kalian baca aja

Enjoy the story~~^^

 

[Normal Pov]

“HHHAAAAA !!!!” teriak Nayoung , ia terbangun dari mimpinya yang aneh dan menakutkan itu. Ia melirik jam yang berada di meja kecil yang terletak persis di samping ranjang tidurnya.

Waktu menunjukkan pukul 03.00 , Nayoung terlihat sedang menghembuskan nafas. Ia mengacak rambutnya frustasi.

“Sial , kenapa mimpi itu lagi sih ? Dan kenapa pria mesterius itu juga ada dalam mimpi itu ? Mimpi yang benar-benar aneh dan mengganggu” rutuknya. Ia kemudian mengacak rambutnya lagi.

Ia terduduk lemas di ranjangnya , pikirannya kacau karena mimpi yang mengganggu tidurnya tadi. Lalu Nayoung bangun dan melangkahkan kaki menuju dapur.

 

 

TAP

 

TAP

 

 

Nayoung melangkahkan kaki menuruni anak tangga secara perlahan karena ia tidak ingin ayahnya terbangun dan juga karena minimnya pencahayaan.

 

 

Kini ia sudah berada di depan lemari pendingin , dengan segera ia membuka pintu lemari pendingin tersebut. Ia melihat-lihat isinya. Dan matanyapun menangkap apa yang ia cari.

“Haus….” Ucapnya karena tenggorokannya mulai terasa kering.

Ia langsung meminum air dingin yang ada dalam botol yang ia pegang yang kini hanya tersisa setengah dari isi botol tadi.

Ia melangkahkan kembali kakinya menuju kamarnya , dengan membawa botol air tesebut untuk berjaga-jaga.

 

 

Nayoung meletakkan botol yang berisi air tadi di samping jam yang berada di atas meja kecil tadi. Ia duduk di pinggir ranjang , terlihat ia sedang berpikir.

“Mungkin aku terlalu penasaran terhadap sosok pria misterius tadi” ucapnya untuk menenangkan diri. Ia kemudian kembali membaringkan badannya di ranjang.

Ia mencoba memejamkan mata , tapi ia tak kunjung terlelap juga. Setelah satu setengah jam , Nayoung akhirnya terlelap juga. Ia tertidur pulas , tanpa gangguan mimpi yang beberapa waktu terakhir ini mengganggunya.

 

 

-oOo-

 

 

Nayoung menuruni tangga rumahnya , ia ingin berkeliling menikmati udara segar di taman. Tiba-tiba ayah Nayoung muncul dari kamarnya dengan pakaian yang sangat rapi tentunya beserta jas hitam yang membalut tubuh ayahnya.

“Kenapa appa berdandan sangat rapi , ah pasti appa sedang berkencan dengan wanita ya ?” tebak Nayoung. Ia mulai tersenyum jahil.

“Rupanya kau sudah berdandan rapi ya ? Jadi appa tidak perlu bersusah payah untuk menyuruhmu berdandan rapi lagi.  Kau sedang senggang kan ?” ucap ayah Nayoung yang tau kebiasaan putrinya yang sangat susah untuk mandi terutama saat ia baru bangun tidur di saat pagi hari seperti ini.

 

Ayah Nayoung merupakan ayah yang lumayan mengerti dunia remaja , teman-teman Nayoung sangat menyukai ayah Nayoung karena ayahnya sangat ramah dan mudah bergaul. Ini karena ia sangat menyayangi dan melindungi putri satu-satunya itu. Ia sudah merawat Nayoung seorang diri sejak Nayoung baru berumur beberapa bulan.

 

“Aku tidak mengerti maksud ucapan appa” ucap Nayoung yang terlihat bingung karena ucapan appanya itu. Namun senyum jahilnya itu tidak hilang dari wajahnya.

“Ayoo cepat ikut appa” ucap ayah Nayoung dengan senyum terukir di wajahnya.

Nayoung menuruti apa yang dikatakan oleh ayahnya. Kebetulan ia juga merasa bosan di rumah.

 

Ayah Nayoung segera menyiapkan mobil , sementar menunggu ayahnya yang menyiapkan mobil Nayoung memilih memainkan PSP kesayangannya yang selalu di bawa kemana-mana termasuk saat sekolah.

 

TIN

 

TIN

 

Nayoung segera mengakhiri permainan di PSPnya. Ia bergegas memasukkan barang kesayangannya itu ke dalam tas dan segera berjalan keluar. Ia menutup pintu rumah dan memasuki mobil. Ia mengambil tempat duduk di samping ayahnya tepatnya di samping kemudi. Itu sudah menjadi kebiasaanya karena menurutnya tempat yang paling menyenangkan adalah tempat dimana ia bisa selalu ada di samping ayahnya, walau terkadang ia tidak akur dengan ayahnya.

 

“Appa kita akan pergi ke mana ?” tanya Nayoung.

“Nanti kau juga akan tahu sendiri” ucap ayah Nayoung sambil tersenyum seperti menyembunyikan sesuatu.

“Aku merasakan firasat yang buruk” ucap Nayoung yang di balas ayahnya dengan senyuman.

 

 

Beberapa saat kemudian mereka pun sampai di sebuah restaurant jepang yang cukup besar.

“Whoah , sepertinya aku akan makan banyak hari ini” ucap Nayoung.

“Kau bisa makan sepuasmu sekarang” ucap ayah Nayoung lalu tersenyum.

“Appa senyum mu itu sangat menyeramkan” ucap Nayoung yang membuat ayahnya itu berhenti tersenyum beberapa saat , kemudian diganti dengan tawa pelan.

“Kajja , kita masuk ke dalam” ucap ayah Nayoung.

 

 

Saat masuk ke dalam mereka disambut oleh seorang pelayan yang mengenakan kimono.

“Apakah anda tuan Han Bok Man ?” tanya sang pelayan ramah dengan senyum terukir di kedua sudut bibirnya.

“Ne” ucap ayah Nayoung.

“Silahkan ikuti saya” ucap sang pelayan dengan sopan. Ayah Nayoung mengikuti pelayan itu…dan Nayoung tentu saja ia mau tidak mau mengekor di belakang ayahnya. Pelayan itu mengantar mereka menuju suatu ruangan.

“Silahkan tuan” ucap pelayan tersebut lalu membungkukan badannya undur diri karena tugasnya hanaylah mengantarkan tamu menuju ruangan yang sudah di pesan. Ayah Nayoung sedikit membungkukan badannya lalu tersenyum terhadap pelayan tersebut.

Ayah Nayoung membuka pintu tersebut , Nayoung hanya mengikuti ayahnya saja , ia memilih menundukkan kepalanya karena ia belum siap dengan apa yang direncanakan oleh ayahnya.

 

 

Ia dan ayahnya memasuki ruangan tersebut. Nayoung masih menundukkan kepalanya. Saat mereka memasuki ruangan tersebut terdapat 2 orang pria yang menatap Nayoung dan ayahnya lekat. Pria yang satu dengan senyum yang lebar , sedangkan pria satunya lagi dengan ekspresi seperti tidak suka.

Nayoung dan ayahnya mengambil tempat duduk di seberang 2 pria yang tadi menatap mereka lekat. Nayoung merasa ia sedang di tatap oleh seseorang , tapi ia hanya memilih menundukkan kepala karena ia tidak ingin balik menatap mereka, karena ia merasa itu adalah sikap yang kurang sopan.

“Han Bok Man , apa dia ini putri mu itu ?” tanya salah satu pria yang tadi menatap mereka lekat ,  yang usianya kurang lebih sama dengan ayah Nayoung.

“Ne , dia adalah putri ku satu-satunya yang sering ku ceritakan pada mu” jawab ayah Nayoung antusias.

Nayoung kini mengangkat kepalanya , ia ingin melihat wajah teman ayahnya itu. Tapi……

 

 

“Haaahhh……” ucap Nayoung terkejut melihat pria yang ada di hadapannya. Ia terpaku menatap pria dihadapannya, tetapi pria itu menyeringai. wajah yang sangat menyebalkan , wajah yang menghinanya. Menginjak-injak harga dirinya itu. Pria itu kemudian menatap Nayoung tajam.

“Ada apa Nayoung ?” tanya ayah Nayoung begitu mendengar anaknya itu terkejut.

“Apakah kalian saling mengenal ?” tanya pria yang berumur hampir sama dengan ayah Nayoung.

“A..aaani” ucap Nayoung sedikit tergagap.

 

 

 

-oOo-

Aish….Bagaiman bisa namja itu ? Menyebalkan sekali. Wajah yang menyebalkan itu , wajah yang ingin ku tinju hingga babak belur. Hingga ia tidak bisa menunjukkan senyum yang menghina itu,  batin Nayoung.

 

 

 

Flashback :

 

“Eunji lihat ada gelembung” ucap Nayoung sambil menunjuk puluhan gelembung bertebangan di udara. Eunji sedang serius membaca buku tebalnya yang ia baca hanya menunjukkan senyum sekilas pada Nayoung.

“Eunji lihat aku bisa memecahkan gelembung-gelembung ini hanya dalam sekejap” ucap Nayoung pada Eunji. Nayoung mulai memecahkan gelembung satu persatu dengan jari telunjuknya.

“Nayoung berhentilah bermain seperti itu. Aisshhh….kau itu” ucap Eunji lalu kembali memfokuskan pikirannya pada buku tebal yang ia pegang sedari tadi.

Nayoung terlihat asyik memecahkan gelembung-gelembung itu dan mengikuti gelembung-gelembung itu pergi karena tiupan angin lembut.

Nayoung melihat gelembung yang berukuran besar diantara gelembung-gelembung lainnya. Ia mencoba mendekati gelembung itu untuk dipecahkan, namun……

 

 

BRUAK

 

 

“Astaga Nayoung !!!” pekik Eunji panik.

Kaki Nayoung tersandung batu yang menyebabkan ia jatuh dalam posisi yang—telungkup.

Eunji langsung berlari menghampiri Nayoung, ia membantu Nayoung untuk bangun. Nayoung membersihkan noda lumpur yang menempel di badan dan kakinya.

“Hahahahahaha” terdengat gelak tawa sekumpulan pria.

Nayoung mendongakkan kepalanya, ia menatap sekumpulan pria yang sedang menertawakan Nayoung dan melihat Nayoung dengan tatapan menghina dan jijik. Nayoung menatap sekumpulan pria itu dengan tatapan kesal.

“Mereka ingin cari mati ya ?” geram Nayoung karena kesal ditertawakan dan ditatap seperti itu.

“Nayoung, bajumu sangat kotor dan…wajahmu juga terlihat seperti badut” ucap Eunji, ia langsung mengambil saputangan dari dalam tasnya untuk diberikan pada Nayoung. Namun belum sempat enji memberikannya pada Nayoung , Nayoung langsung mengusap wajahnya dengan tangannya yang membuat wajahnnya makin terlihat kotor.

“Hahahahahahaha” tawa sekumpulan pria itu, tidak lebih tepatnya tiga orang pria itu semakin kencang melihat wajah Nayoung yang semakin belepotan. Nayoung menatap ketiga pria itu dengan tatapan bengis.

“Ini cepatlah bersihkan wajahmu” ucap Eunji pada Nayoung menyodorkan saputangannya. Nayoung diam tidak bergeming, ia masih menatap bengis ketiga pria itu. Eunji membersihkan wajah Nayoung dari noda-noda lumpur yang menempel di wajah Nayoung.

“Akan ku hajar mereka” desis Nayoung. Tanpa bisa dicegah oleh Eunji, Nayoung mendekati ketiga pria itu.

“Apa itu lucu ?” tanya Nayoung galak pada ketiga pria itu.

“Wah, gadis ini marah rupanya” ucap salah seorang pria masih tetap tertawa.

“Sudah berhentilah menertawainya” ucap pria lain. Dari ketiga pria itu , ternyata hanya dia saja yang tidak menertawakan Nayoung. Ia menatap Nayoung dengan ekspresi tenang.

Eunji mulai mendekati Nayoung yang terlihat sangat marah itu.

“Berhentilah bermain dengan anak kecil itu” ucap pria itu lagi.

Nayoung yang sudah marah , kini semakin marah “YAAA !!! Ku hajar mulut mu itu !” teriak Nayoung marah.

Eunji memegangi Nayoung, ia menahan Nayoung yang sedang emosi itu dengan sekuat tenaga.

“Ayo kita pergi dari sini. Tidak ada gunanya bermain dengan anak kecil” ucap pria itu kepada  kedua temannya kemudian beranjak pergi.

“YAAA ! Diam disitu , dasar kau pengecut ! Akan ku robek mulut mu itu !” teriak Nayoung keras tapi tak dihiraukan olehnya. Eunji semakin memegangi Nayoung erat. Ia tahu Nayoung jika sudah marah akan sangat-sangat—buas. Seperti harimau yang mencabik-cabik mangsanya dengan sangat liar karena ia sudah pernah melihat Nayoung menghajar seorang pria saat masih di junior high school dulu. Dan kini ia tidak ingin kejadian mengerikan itu terjadi lagi di saat ia dan Nayoung kini duduk di bangku senior high school.

“Eunji lepaskan !” teriak Nayoung pada Eunji.

“Akan ku lepaskan jika kau berjanji padaku untuk tidak berkelahi lagi” ucap Eunji.

“Yaaa…baiklah Eunji” ucap Nayoung mengalah setelah melihat wajah Eunji yang memelas. Sebenarnya tidak memelas hanya saja bagi Nayoung wajah Eunji itu terlihat memelas. Eunjipun melepaskan Nayoung. Namun bukan Han Nayoung namanya jika ia tidak bisa membalas pria menyebalkan itu. Nayoung dengan segera mengambil batu kerikil dari kubangan lumpur yang ada di sebelahnya. Nayoung melemparkan batu itu sampai akhirnya….

 

 

PLAK

 

 

“Rasakan itu !” teriak Nayoung karena lemparannya tepat mengenai punggung pria yang sangat menyebalkan itu. Pria itu kini menatap punggungnya yang kini kotor karena lemparan batu kerikil itu dengan sangat—mulus mengenai punggungnya.

Ia menatap Nayoung tajam, namun Nayoung menatap pria itu bengis. Ia tak mau kalah dengan pria yang menyebalkan itu.

“Cih….dasar anak kecil” umpat pria itu lalu menyeringai kearah Nayoung. Kemudian ia pergi meninggalkan Nayoung dan Eunji.

Nayoung tersenyum penuh kemenangan.  Eunji yang melihat kelakuan sahabatnya itu hanya takjub. Ia sungguh takjub dengan Nayoung.

“Aku sangat takjub dengan mu” ucap Eunji, yang membuat Nayoung tersenyum bangga. “Aku takjub akan keberanian mu dan kebodohan mu itu” ucap Eunji lagi, seketika senyum di wajah Nayoung itu hilang.

“Kau sungguh memalukan….bagaimana bisa kau menunjukkan wajah bangga seperti itu di saat kondisi mu kotor begitu” ucapnya tajam. “Kau membuat ku malu , menjauh dari ku. Jangan dekat-dekat” ucapnya sinis yang sukses membuat Nayoung shock mendengar ucapan Eunji itu. Eunji berlalu meninggalkan  Nayoung yang masih terpaku akibat ucapannya tadi.

 

Falshback End

 

 

 

Nayoung memandang pria yang sangat menyebalkan itu dengan tatapan tajam.

“Jadi kau Han Nayoung ya ? Kau tumbuh menjadi gadis yang cantik” ucap pria yang berumuran sama dengan ayahnya.

Dengan segera Nayoung mengubah tatapan tajamnya itu menjadi tatapan yang—polos.

“Ne, ahjusii−“ kini ia memandang pria yang berada di sebelah pria yang menyebalkan itu dengan tatapan bertanya.

“Oh ya , kami belum memperkenalkan diri” ucap pria paruh baya itu ramah. “Nama paman , Kim Seung Hoon. Mungkin ayah mu sudah memberi tahu mu bahwa aku ini adalah teman baiknya semasa sekolah dulu” ucapnya. Nayoung hanya memasang senyum di wajahnya.

“Dan ini…” Nayoung memandang pria yang berada di sebelah Kim Seung Hoon ahjussi. “Ia adalah putra ku, Kim Joonmyun” terangnya.

“Nayoung dia adalah calon tunangan mu” ucap ayah Nayoung. Kontan membuat Nayoung yang saat itu sedang meminum ocha , tiba-tiba batuk-batuk karena tersedak. Ia terlihat kaget mendengar apa yang barusan dikatakan oleh ayahnya.

Apa yang dikatakan ayah tadi ? Apa aku salah dengar tadi ? Tunangan ku ? Tidak mungkin , bagaimana bisa aku bertunangan dengan pria yang menyebalkan itu ? Apa aku sudah di ambang kehancuran saat ini ?  Apa ini sudah saatnya kiamat ? batin Nayoung.

 

 

Nayoung menatap pria yang bernama Kim Joonmyun dengan tajam. Tapi pria itu menatap Nayoung dengan tatapan tenang, tapi tatapan tenang itu tiba-tiba berubah menjadi seringaian yang membuat Nayoung—ingin segera mebunuhnya.

 

 

-oOo-

Nayoung hanya diam selama di dalam mobil. Ia kesal dengan ayahnya yang tiba-tiba menghilang saat acara makan tadi. Ayahnya mengatakan ingin pergi ke toilet dan tidak kembali. Ia dengan sangat terpaksa harus menunjukkan senyum ramah di depan Kim Seung Hoon ahjussi untuk menjaga nama baik ayahnya itu.

Namun tiba-tiba Kim ahjussi juga pergi karena harus mengangkat telfon dari kliennya. Ia harus berada di situasi yang sangat tidak nyaman baginya. Ia harus bekerja seribu kali lipat untuk menahan kekesalannya karena sikap Joonmyun yang ketus dan seperti meremahkannya. Ingin sekali ia memasukkan semua makanan hingga piringnya mungkin juga mejanya ke dalam mulut pria yang sangat menyebalkan baginya itu saat Joonmyun menunjukkan smirknya yang mengesalkan itu.

Selama ayah dan Kim ahjussi pergi ia dan Joonmyun hanya melakukan perang dingin melalui pandangan. Mereka berdua saling menunjukkan tatapan tajam masing-masing. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Hingga akhirnya ayah Nayoung dan Kim ahjussi kembali yang membuat perang dingin itu berhenti.

 

 

Di rumah…….

“Appa, aku setuju untuk di jodohkan tapi jika orang seperti itu yang akan menjadi tunangan ku , aku akan menarik kata ‘setuju’ ku lagi. Lebih baik aku mati dibandingkan harus ditunangkan dengan pria sepertinya” ucap Nayoung.

“Jika kau tidak bertunangan dengan Joonmyun , lebih baik ayah bunuh diri. Ayah hanya percaya kepada Joonmyun untuk menjaga mu jika ayah tidak ada nanti” ucap ayah Nayoung tak mau kalah dengan putrinya. Nayoung heran dengan jawaban ayahnya. Dimana-mana jika seorang anak mengatakan hal yang dikatakan oleh Nayoung tadi pasti orang tuannya akan menuruti keinginan anaknya. Tapi ini…..ayahnya berbalik mengatakan hal itu dan membuat Nayoung merasa tersudut.

“Tapi appa….” Ucap Nayoung.

“Jangan membantah” ucap ayah Nayoung memperingatkan. Nayoung diam, ia tidak mampu berkata apa-apa lagi.

[Normal Pov End]

 

 

-oOo-

[Nayoung Pov]

“Eunji eottokhe ?” tanya ku pada Eunji. Eunji terdiam , nampak sedang berpikir.

Eunji tiba-tiba tersentak. “Semestinya tadi aku membaginya dulu baru dipangkatkan kemudian di kalikan dua puluh tujuh per dua puluh tiga koma kosong tiga enam”. “Kenapa aku sebodoh itu ya ?” umpatnya kesal.

Aku hanya bengong melihat sahabatku yang satu ini. Eunji memang pintar tapi ia terlalu banyak memikirkan dan menghafalkan rumus, mungkin otaknya juga lama-kelamaan akan rusak bahkan meledak hingga kepalanya menjadi botak seumur hidup. Tapi itu menurut pemikiran ku. Tak bisa kubayangkan Eunji yang sekarang berambut panjang berwarna hitam lurus tiba-tiba menjadi botak seperti petapa yang ada di kuil-kuil.

“Aish Eunji, kau ini tidak mendengarkan ku ya ?”

“Aiigggooo, kau ini marah-marah saja nanti kau cepat tua” ucap Eunji santai. Ia tidak merasa bersalah dengan apa yang barusan ia lakukan. “Tadi  apa yang kau katakana ?” tanyanya dengan wajah yang polos. Jika ia bukan sahabat ku mungkin sudah ku tendang dia hingga ke jauh ke bulan. Tapi karena ia sahabat ku jadi kuurungkan niatan ku.

“Apa yang harus kulakukan Eunji ? Kau taukan aku menentang perjodohan ini. Tapi appa sangat ingin aku dijodohkan dengan anak temannya. Aku tidak bisa menentang apa yang sudah duputuskan oleh appa” ucap ku pada Eunji meminta jalan keluar.

“Hmmm….biar kupikirkan dulu” ucapnya kemudian berpikir sejenak.

“Hal ini tidak bisa di selesaikan dengan rumus….” Ucapnya terputus, yang membuatku harus ekstra sabar untuk tidak melakukan aksi liarku padanya. “Kau buat saja calon tunangan mu itu benci pada mu. Jadi dia yang membatalkan pertunangannya. Jadi kau bisa bebas dari perjodohan itu” ucapnya yang membuat ku hanya mampu membulatkan mulutku membentuk huruf ‘O’ besar.

“Eunji, kau pintar” ucapku padanya lalu memeluknya erat hingga ia sulit bernafas. “E..khh…Nayoung lepaskan…aku tidak bisa bernafas” ucapnya sambil meronta-ronta. “Maaf Eunji aku tidak sengaja. Aku hanya terlalu senang mendengar ide brilianmu itu” ucapku sedikit berbohong. Sebenarnya aku hanya ingin membalas sikapnya tadi, tapi jujur aku juga senang mendengar idenya yang sama sekali tidak terpikirkan oleh ku.

“Aku tahu kau sengaja melakukan itu” ucapnya sambil memandangku dengan sorot mata yang tajam. Aku membalas ucapannya dengan cengiran. “Bagaimana wajah tunangan mu ? Apa dia tampan ?” wajahnya yang tadi menakutkan tiba-tiba berubah menjadi wajah malaikat.

“Tidak sama sekali, dia pria yang menyebalkan, ingin ku buat hancur seperti—“ potong ku, lalu mengambil kaleng minuman yang sudah kosong lalu meremukkannya. “—kaleng ini” tambahku.

Eunji hanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan ku. “Baiklah aku tidak akan bertanya lagi” ucap Eunji kemudian. “Oh iya , jika ia tampan terima saja perjodohan mu itu” ucap Eunji polos, ingin rasanya aku melemparinya dengan mobil hingga ia penyet dan berhenti memandang pria hanya dari ketampanannya saja.

 

 

-oOo-

“Appa , kenapa aku harus ke restaurant ini sendirian sih ? Ini restaurant mahal” ucapku ku pada appa di telfon.

“Kau tunggu saja, nanti appa akan segera menyusul, ok ?” ucap appa.

“Baiklah appa” ucapku dengan lesu.

“Oh iya , appa tadi sudah memesan meja nomor dua puluh satu” ucap appa lagi.

“Arra~” ucapku dengan nada sedikit kesal.

 

PIP

 

Kututup telfon appa , lalu mencoba mencari meja yang sudah di pesan appa.

“Hmmm….yang mana sih meja nomor dua puluh satu ?” gumamku. Mataku menelusuri meja yang bernomor dua puluh satu.

“Ah ! Itu dia” ucap ku girang setelah berhasil menemukan meja yang berisi nomor dua puluh satu. Aku melangkahkan kaki ku mendekati meja itu.

 

 

“Kau ! Apa yang kau lakukan disini ?” teriak ku sambil mendelikkan mata hingga beberapa pasang mata yang ada di restaurant itu menatap ke arahku. Orang itu hanya menutup kupingnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Aku memandangnya kesal.

“Hei anak kecil bisakah kau tenang ?” tanyanya mulai membuka mulut dari kebisuannya tadi. Ingin ku tinju mulutnya yang menyebalkan itu.

Ia menarik kursi yang ada di seberang ku lalu duduk sambil melipat tangannya. Ia hanya menatapku. Aku membalas tatapannya tajam.

“Apa aku harus mengajari mu duduk dulu, baru kau bisa duduk ?” tanyanya tajam. Aku hanya mencibir ke arahnya lalu menarik kursi yang ada di hadapanku lalu duduk. Ia hanya memandangi ku , namun tiba-tiba ia tersenyum—senyum meremehkan.

“Untuk apa kau ke sini ?” tanya ku kasar. “Nama ku Joonmyun, apa kau tidak punya sopan santun ?” ucapnya tenang. “Tsk….ok Jumon , untuk apa kau datang ke sini ?” tanya ku sopan , berusaha menahan kekesalan ku padanya.

“Nama ku Joonmyun” ucapnya lagi tenang. “Terserahku ingin memanggil mu apa , aku rasa Jumon lebih cocok untuk mu” ucap ku lagi berusaha untuk tetap sabar. “Aku datang kesini karena ayahku memaksa ku untuk mengajak mu makan malam” ucapnya masih memandang ku lekat.

Tsk…jadi appa dan Kim ahjussi sudah mengatur ini semua” ucap ku kesal. “Karna kau dan aku sudah disini , lebih baik kita turuti saja apa yang dikatakan oleh orang tua kita” jelasnya.

Tiba-tiba aku teringat ucapan Eunji ‘Kau buat saja calon tunangan mu itu benci pada mu. Jadi dia yang membatalkan pertunangannya. Jadi kau bisa bebas dari perjodohan itu’.

Kurasa ini adalah saat yang tepat , Jumon mungkin kau harus bersiap-siap untuk menghadapi apa yang akan ku lakukan nanti, lihat saja dan jangan banyak protes. Ucap ku dalam hati

“Aku lapar” ucap Joonmyun. Ia mengambil daftar menu yang telah disediakan. “Jangan salahkan aku jika kau nanti kelaparan” ucapnya yang masih terfokus pada daftar menu yang ia baca.

“Arra~” ucap ku mulai melunak, sambil menatap matanya yang ternyata—indah. Hampir saja aku melupakan niatanku karena matanya yang berbahaya itu.

“Jumon , aku boleh memesan apa saja kan ?” tanya ku pada pria menyebalkan itu, berusaha untuk tidak menatap matanya agar aku tidak terhasut oleh matanya itu. “Iya” ucapnya singkat.

“Pelayan , aku ingin pesan beef flavour sauce” ucap Joonmyun kepada si pelayan. Pelayan itu dengan sigap langsung mencatat pesanan Joonmyun.

“Kalau aku , aku pesan seluruh makanan yang paling enak disini” ucap ku sambil tersenyum evil. Joonmyun hanya menatap ku sedikit terkejut begitu mendengar apa yang ku pesan tadi. Kemudian ia kembali memasang wajah yang tenang.

 

 

Beberapa menit kemudian makanan yang kami pesan pun datang. Tanpa mengahabisakan banyak waktu lagi aku langsung menyantap makanan yang jumlahnya banyak itu. Bahkan makanan yang ku pesan hampir memenuhi meja makan. Joonmyun tersenyum sekilas , nyaris tak terlihat. Namun mampu membuat ku terpesona—walau hanya sebentar. Aku tak boleh terpesona dengan musuh ku ini. Musuh yang sangat menyebalkan dan sangat ku benci.

Aku hampir melahap habis makanan yang tadi ku pesan, Joonmyun juga sudah selesai makan dari tadi.

 

 

EERRRGGHHHH

 

 

“Oooppsss….maaf, perutku kembung” ucap ku santai pada Joonmyun. Joonmyun memandang ku tajam. Mungkin ia terkejut dengan apa yang aku lakukan—lebih tepatnya—bersendawa.

“Dasar kau gadis jorok”

“Memang” ucap ku dengan memeletkan lidah dan menjulingkan mataku padanya.

 

Seorang pelayan berjalan mendekati kami, ia menyerahkan bill yang harus di bayar.

Ini dia saatnya , kau pasti akan terkejut melihatnya. Batinku lagi.

“Ini , oh iya tolong serahkan bill ini pada appa , ini sebagai tanda bukti bahwa aku ke datang ke sini bersamanya” ucap Joonmyun menyerahkan kartu berwarna emas mengkilat kemudian ia menunjuk kearahku. Pelayan itu kemudian mengembalikan kartu yang diberikan oleh Joonmyun tadi kemudia ia membungkukkan badannya pada Joonmyun. Lalu pelayan itu pergi meninggalkan kami.

Joonmyun menunjukkan smirknya, ia menatap ku seperti melecehkan harga diri ku—lagi. Ia kemudian melangkahkan kakinya keluar restaurant.

Tunggu dulu , kenapa ia tidak membayar makanan tadi ?

Aku mencari pelayan yang tadi menyerahkan bill makanan yang kami pesan pada Joonmyun untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

“Maaf , bill yang tadi apa sudah di bayar oleh teman saya itu ?” tanya ku pada pelayan tersebut. pelayan tersebut kemudian tersenyum. “Dia adalah anak dari pemilik restaurant ini” ucap pelayan itu tersenyum.

“Ja…jadi ini restaurant milik Kim Seung Hoon ahjussi ?”gumam ku. Aku membulatkan mataku dan membuka mulutku lebar ketika mendengar apa yang dikatakan oleh pelayan tadi. “Maaf nona, saya permisi dulu karena harus melayani pelanggan” ucap pelayan itu undur diri.

Akh….sial aku gagal membuatnya marah padaku” ucap ku frustasi. Aku menghentak-hentakan kaki ku ke tanah kesal, benar-benar kesal.

[Nayoung Pov End]

 

 

-oOo-

[Normal Pov]

“Kau tak akan bisa menjalankan rencana mu itu, kita sudah terikat. Terikat sejak lama” gumam Joonmyun mulai berjalan menjauhi Nayoung.

 

Mungkin kau tak sadar apa yang terjadi dulu , mungkin kau juga tak tahu apa yang ku rasakan dulu hingga sekarang. Kau tetaplah kau , aku tetaplah aku. Kau dan aku sudah ditakdirkan bersama.

Kau hanya perlu diam dan menerima ini semua, hanya itu saja sudah cukup. Kau itu seperti gelembung dalam hidup ku kau tau itu. Penuh dengan kejutan, dan kapan saja bisa meledak.

 

“Hei bocah , sampai kapan kau bersikap bodoh seperti itu di sana ?” teriak Joonmyun cuek pada Nayoung. Nayoung menatap Joonmyun kesal. Ia berjalan sambil menghentakkan kakinya. Ia menggembungkan pipinya seperti balon persis seperti anak kecil yang sedang ngambek.

“Ayo cepat naik ke mobil” perintah Joonmyun padanya yang masih menggembungkan pipinya tapi kini ia juga mem-pout-kan bibirnya yang mungil itu. Sungguh sikap yang sangat menggemaskan tapi Joonmyun berusaha untuk tidak tersenyum melihatnya.

“Cih….awas kau Jumon” umpat Nayoung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To Be Continue……………

 

 

 

 

 

 

 

 

Gimana, gimana menurut kalian ceritanya ?

Mian kalo chapter 1nya kelamaan , author tiba-tiba kepincut sama yang namanya anime dan game online. Terus beberapa hari author jatuh sakit jadi engga bisa pegang-pegang laptop ataupun komputer dulu buat berimajinasi.

Yah inilah hasil imajinasi author yang pas-pasan mohon komentarnya ya readers

Gamsahamnida #bow bareng Nayoung & Joonmyun

 

 

Author gak pernah bosen bilang , hargai karya anak bangsa

35 thoughts on “Be My Love (Chapter 1)

  1. kurang panjang thor…haha
    ooo,,ternyata yang dijodohin sama Na Young itu Suho…
    Pria Misterius apakah orang yang sama??
    lanjut thor,,,ceritanya bagus…jadi semakin penasaran sama cerita selanjutnya…

  2. hahahahahahaha , chap selanjutnya bkalan author panjangin lagi deh ^-^)9
    makasi usulnya~~^^
    hmmmm , belum author pikirkan thu😀
    gomawo devita…….jadi malu nih
    di tunggu aja chap selanjutnya ^^

  3. Ceritanya seru,
    Sejak kapan cowok berwajah angel itu ketularan sehun-jongin jadi evil..

    Aih, aku rasa ff ini bakal banyak romancenya :3

    Semangat buat ngelanjutin thor~

    • hehehehehehehe
      sejak author berimajinasi untuk menulis ff ini #lempar author pake sendal
      bisa jadi sih , hihihihihihihihi ^^
      ditunggu aja chap selanjutnya ya chingu😀
      gomawo #bow bareng D.O

    • hehehehehe, iy tan ^^
      sori lama , aku dalam kegalauan akut waktu ini….terpaksa ff ini lama banget bru jadi
      makasi tan , jadi malu nih

    • Gomawo chingu udah mau mapir dan baca ff karya para author disini~~
      hmmmmmmm………..siapa ya ??? hayo tebak , authornya aja engga tau #eh author apaan ini
      biarkan waktu yg menjelaskan secara perlahan……..
      ssiiipppp nia ^-^)b
      hehehehehehehehehe author juga baru nyadar kalo ternyata ff ini OOC (Out Of Carachter)
      ok deh di tunggu aja ya , jangn prnah bosen mampir ke wp ini dan meninggalan komentar kamu ^^

  4. waah~ lanjutannya mana nih…
    ditunggu loh thor, secepatnya ya, hehe

    ceritanya keren banget, aku jadi penasaran sama si pria misterius nya
    jangan2 itu suho juga ya…

    lanjutannya jangan lama2 ea qaqa, *cipok*

    hahaha…

    • masih dalam tahap pengerjaan nih chingu ^^
      ssipp author usahakan

      terimakasih~~^^
      hayoooo tebak siapa pria misterius itu…..><

      keep waiting ya ^^ *kecup readers
      hihihihihihihi

  5. wahhh kurang panjang nih >.< #plak
    masih bingung ama cowok misterius jangan'' suho lagi??
    itu suho udah kenal na young ya? aigooo na young makan mu nak -__- lihat di depan mu ada pangeran ganteng~
    ckckkc

    lanjut deh chingu jangan lama''😀

    • iya author sendiri juga ngerasa cerita chap 1 ini pendek #author macam apa ini?
      hihihhihihihihi…ayo tebak siapa #author senyum2 sendiri #authorpun mulai gila
      iya chingu , nayoung itu cewek freak pkok’a aneh deh….mka’a cowo cakep di depan mata engga di liat

      berhubung sebentar lagi para author di wp ini akan menjalani UAS , kemungkinan chap selanjutnya bakalan di post sekitar 3 minggu lagi….tapi akan di usahakn secepatnya
      keep waiting ya chingu~^^

  6. author ceritanya seruuuu
    aku suka sama ceritanya🙂
    jadi penasaran sama cowo misteriusnya
    ditunggu next chapternya ya thor🙂

  7. Ff nya nyantol bangetttttt
    penasaran , apakah Suho ama Nayoung udah di jodohkan sejak kecil .
    Apakah cowok misterius yang nemuin Nayoung itu TAO …..
    Aaaaaaaaaaaa penasaran bangetttttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s