The Twelve Power of Olympians (Chapter 5)

cover chap5-vert

Title : The Twelve Power Of Olympians

Title chapter : The Enemy’s

Author : HCV_2

Main cast : Kim Hana(OC), Kai, Sehun

Other Cast : All member EXO, Han Hyo sun(OC)

Genre : Fantasy, Romance, Brothership

Length : Chaptered

 

WARNING THIS NOT FOR SILENT READERS!!

 

Haloha~~ saya datang dengan membawa chapter 5 dari ff fantasy saya~  Huufftt.. akhirnya author ini simpet ngepost juga *lap keringet pake tangan Luhan* Maaf ya kalo ngupdate-nya lama, libur panjangnya uda abis jd sibuk sm tugas sekolah *sok sibuk amat* Tapi yang penting skrg uda post kan *kedip-kedip*

Maaf lagi kalo ceritanya makin ngaco dan gak jelas *bow bareng kai* Oya cuman mau bilang cerita ini hanya FIKSI belaka!! Resmi karangan dari saya. Jadi apapun yang menyangkut dewa-dewi Olympus didalamnya tidak nyata! Semua bahasa latin dan yunani yang saya pake juga cuman sembarangan search di google engga ada arti yang mendalam atau apalah ya. Cuman karangan! Dan satu lagi, FF ini resmi punya author HCV_2 dan gak boleh ada yang aku-akuin *emg ada yang mau aku-akuin?*

Dan saya juga ingin mengucapkan terimakasih yang sangat banyak sama pengunjung dan raeders yang dtg ke wp ini apalgi mau baca ff saya yang nista-nista itu^^ Suer author seneng bgt *kecup readers satu-satu*

Okelah dari pada saya makin ngelantur disini, kasian Kai sama Luhan nungguin saya *cium pipi Luhan* *plak* *digigit Sehun*

Enjoy the story guys~~

IF YOU READ? LEAVE A COMENT !!!

 

 

Mereka pun berbalik bermaksud untuk segera pergi dari tempat mencekam itu. Tapi baru saja mereka melangkahkan sebelah kaki..

 

 

 

 

“AAKKKKHHHHH!!!!!”

 

 

Chapter 5

 

Mendengar teriakan sekeras itu.. Hana dan Chen kembali membalikkan tubuhnya. Teriakan seorang gadis yang pasti sedang dalam bahaya..

“Sudah kubilangkan! Kita tidak bisa pergi begitu saja, didalam sana pasti ada orang yang sedang dalam bahaya!” Hana melepaskan genggaman tangan Chen kemudian menatap namja itu tajam.

“Tapi Hana’ah kita—“

“Sudahlah.. aku akan masuk dan menyelidikinya. Kau pergilah cari bantuan!” pekik Hana sambil berlari masuk lebih dalam kedalam gedung sekolahnya. Mata Chen membelalak melihat tingkah nekat gadis tomboy itu. Memang bukan hal yang aneh jika gadis itu begitu berani masuk kedalam sana dengan tangan kosong. Karna Hana adalah tipe orang yang bertindak tanpa berpikir.

“YA!! BODOH! KAU SUDAH— Aissshhh!!! Hana’ah!!!” Chen mengacak rambutnya brutal karna stress dengan tingkah gila Hana. Dengan bodohnya gadis itu masuk kedalam lubang hitam yang jelas-jelas membahayakan nyawanya?! Ia menggeleng sambil mengumpat kesal kemudian dengan berat hati melangkahkan kaki menyusul gadis itu masuk kedalam jebakan para Lucifer yang memang sudah menunggu kedatangan mereka.

 

 

 

*****

Hana masih berlari menelusuri setiap koridor disekolahnya untuk mencari arah dari sumber teriakan itu. Ia mulai berpikir ini akan sulit karna sekolahnya terlalu luas untuk dia dan Chen telusuri satu persatu. Gadis itu nampak begitu bersemangat ingin menemui para Lucifer itu. Tentu saja.. selama ini dia begitu penasaran dengan wajah iblis yang membuatnya harus berabung dengan 12 namja aneh itu. Tapi  berbeda dengan Hana, Chen malah berlari dengan penuh keraguan dihatinya. Tentu saja.. namja itu hanya tidak bisa membayangkan apa yang akan para Lucifer itu lakukan padanya dan Hana disaat baik dia dan Hana belum mendapatkan kekuatan mereka.

Masih belum berhenti.. mereka kini mulai naik kelantai dua gedung sekolah tersebut. Tapi lagi-lagi sebuah teriakan tertangkap ditelinga mereka yang otomatis membuat mereka menghentikkan langkah.

 

“LEPASKAN AKU!!”

 

Terdengar semakin jelas.. teriakan itu terdengar datang dari ruang musik yang terletak sekitar 7 blok dari tempat mereka berdiri sekarang. Hana dan Chen saling menatap kemudian mengangguk. Mereka pun dengan cepat berlari keruang yang mereka perkirakan tempat para Lucifer itu melancarkan aksi mereka.

 

Tap

 

Mereka pun sampai didepan pintu ruang musik. Hana dan Chen diam sesaat, menatap pintu berwarna putih itu lekat-lekat, mencoba meyakinkan hati.. apa mereka sudah siap untuk bertemu para Lucifer itu? Sepersekian detik gadis itu berpikir, kemudian ia raih kenop pintu. Tapi baru saja ia ingin memutar kenop tersebut, tiba-tiba Chen meraih lengannya yang sontak membuatnya menoleh.

“Tunggu! Apa kau yakin akan membuka pintu itu? Apa yang bisa kita lakukan untuk melawan mereka?!” wajah Chen nampak pucat. Ia tatap mata Hana lurus-lurus, mencoba meyakinkan gadis itu, bahwa bahaya besar sudah menantinya jika ia membuka pintu tersebut. Mengerti dengan maksud Chen, Hana menelan kasar salivanya, berpikir untuk kedua kalinya. Tapi sayang.. dia tak bisa membiarkan siapapun yang sedang dalam bahaya didalam sana begitu saja. Dia tau.. dan dia yakin dia harus menyelamatkan gadis itu.

Baru saja Hana membuka mulut ingin menjawab pertanyaan Chen. Seketika kedua matanya membulat ketika pintu ruangan tersebut terbuka dengan sendirinya..

“Selamat datang Hana-sshi..” ucap salah satu Lucifer tersebut sambil menyeringai dan membentangkan kedua tangannya.

Hana kembali menelan salivanya kasar. Dia terdiam ditempat saat melihat para Lucifer yang ada didalam ruangan tersebut. Ada 5 Lucifer disana.. ia perhatikan wajah para Lucifer tersebut satu-persatu, dan keningnya pun mengkerut saat itu juga.

“Aku hanya pernah bertemu dengan salah satu dari mereka. Namja itu sama sekali tidak menyeramkan, dia malah memiliki wajah yang cantik dan manis. Entah apa yang membuatnya menjadi seorang Lucifer..”

Benar.. ternyata yang dikatakan Kai padanya waktu itu benar. Para Lucifer itu sama sekali tidak menyeramkan. Bahkan mereka semua memiliki wajah yang tampan. Hana mengedip-ngedipkan matanya berulang kali menatap wajah para Lucifer itu seakan tak percaya. Apa iya mereka orang jahat? Tapi Hana tidak bisa menyimpulkan begitu saja.. wajah mereka bisa saja tampan, tapi hati mereka yang busuk!

“Hana’ah apa yang kau lakukan disini! Cepat pergi dari sini! Kau bisa celaka!”

Sebuah terikan seketika menyadarkan Hana dari lamunannya. Dengan cepat Hana mencari siapa yang baru saja memperingatkannya. Dan mata gadis itu pun membelalak dengan sempurna saat mendapati Hyo sun tersungkur dilantai dengan beberapa luka ditubuhnya.

“HYO SUN’ah!!” pekik Hana keras ketika melihat gadis itu tersungkur lemah dilantai ruangan itu. Jadi gadis yang menjadi sandera 5 iblis itu adalah Hyo sun?!

Tapi dengan cepat Chen meraih sebelah tangan Hana yang lagi-lagi dengan gilanya ingin menghampiri Hyosun. Hana pun menoleh kemudian menatap Chen tajam. Tatapan itu seolah mengisyaratkan ‘Kita harus menolongnya’ dengan tegas.

“Kenapa? Apa kalian ragu ingin menyelamatkan teman kalian?”

“Hey hyung kau lupa ya? Mereka kan tidak memiliki kekuatan apapun, mana mungkin mereka berani”

“Benar juga.. hahahaha”

Mendengar ucapan para Lucifer tesebut, seketika cengkraman Chen terlepas. Ia kepalkan sebelah tanganya seraya menatap para Lucifer itu tajam. Telinganya terasa panas mendengar iblis-iblis itu menertawainya. Dapat Hana rasakan perubahan sikap sahabatnya itu.

“Cih.. kalau tidak karna kalian aku tidak mungkin kehilangan kekuatanku!” pekik Chen pada kelima Lucifer tersebut.

 

Tik

 

Bluzzz

 

Dalam hitungan detik setelah Chen menjentikkan jarinya.. seekor kalajengking raksasa muncul entah dari mana.

Mata Hana membelalak saat melihat sebuah binatang beracun itu muncul disebelah Chen. Para Lucifer itu hanya menyeringai melihat Chen mengeluarkan  bison-nya.

“Kau akan menyerang kami dengan bisonmu?” tanya salah seorang Lucifer yang memiliki tubuh paling tinggi. Kelihatannya dia sangat menganggap remeh Kalajengking milik Chen. Seperti tau kalah, namja itu menepukkan kedua tangannya dua kali.

 

Bluzzz

 

Sedetik kemudian muncullah seekor ular kobra raksasa didepannya. Lagi-lagi Hana membelalak sambil menelan salivanya. Melihat kedua binatang beracun itu muncul disana membuat bulu kuduknya meremang. Apa sebentar lagi pertarungan akan dimulai?

“Bagus Minho.. bison lebih baik dilawan dengan bison” ucap namja bermata sipit didepan namja bernama Minho itu seraya tertawa kecil.

“Cepat serangkan krystalnya kalau kalian tak ingin celaka” ucap namja bermata sipit itu lagi. Kelihatannya namja itulah pemimpinnya. Hana mengernyit mendengar apa yang baru saja Lucifer itu minta. Krystal? Krystal apa?

“Kami tidak akan pernah menyerahkannya pada iblis seperti kalian!” ucap Chen sambil berjalan kedepan Hana diikuti oleh Kalajengkingnya.

“Baiklah.. kalau begitu ayo kita mulai dari yeoja yang satu itu. Taemin mulailah!” perintah namja berambut coklat karamel itu pada salah satu rekannya yang berdiri didekat Hyosun.

Namja bernama Taemin itu pun mengangguk kemudian mengangkat Hyosun dengan paksa. Ia hentakkan sebelah kakinya kelantai yang seketika membuat lantai dibawahnya retak, salah satu dari kerikil besar dari retakan lantai itu melayang naik dengan sendirinya. Dengan lihai namja berwajah cantik itu menggerakkan jari-jemarinya mengendalikkan kerikil tersebut hingga berbentuk seperti sebuah pisau. Setelah selesai ia ambil kerikil berbentuk pisau tersebut kemudian dengan cepat mengarahkannya keleher Hyosun siap untuk menusuknya.

Nafas Chen dan Hana tercekat seketika melihat bagaimana Taemin akan mendaratkan pisau kerikilnya itu keleher Hyosun. Tapi saat pisau itu tinggal satu centi didekat leher Hyosun, Taemin menghentikkan tindakannya.

“Kami akan beri satu kesempatan lagi untuk kalian memutuskan. Pilih gadis cantik ini selamat? Atau serahkan krystal-nya?” tanya Taemin memberi kesempatan Hana dan Chen untuk memilih. Hana hanya mengkerutkan dahinya dalam sambil berpikir.. sebenarnya Krystal apa yang mereka bicarakan?!

“Kami tidak akan memilih salah satu dari keduanya” ucap Chen sambil mengambil sikap ancang-ancang.

“Casus belli!” pekik Chen yang dengan cepat direspon oleh bisonnya. Kalajengkingnya mendesis kemudian bergerak mendekati Taemin yang menyandera Hyosun. Bersiap untuk menyengat Taemin dengan ekornya.

“Casus belli!” pekik Minho cepat. Mantra yang sama seperti yang diucapkan Chen, dan kobranya pun merespon dengan cepat. Kobra tersebut merayap kearah Kalajengking Chen kemudian melilitnya. Lilitan yang membuat bison Chen tak mampu berkutik.

“Sial!” gumam Chen kesal. Hana hanya diam seperti sedang menonton sebuah pertunjukkan. Dia rutuki dirinya sendiri yang tak bisa melakukan apapun. Tapi mau bagaimana lagi? Dia tak memiliki bison atau pun kekuatan.

“Cih.. sudahlah! Kalian menyerah saja.. kami berlima dan kalian hanya berdua―ah bukan! Bisa dibilang kau hanya sendirian. Jadi kalian pilih keluar dengan bagian tubuh yang utuh atau―”

 

Ting

 

“Ah!” ringis Taemin saat sebuah balok es runcing terlempar kearah pisau kerikilnya yang membuat pisau itu lepas dari genggamannya.

“Sebaiknya kalian yang menyerah..”

Tiba-tiba sebuah suara terdengar.. suara berat yang sangat familiar ditelinga Hana, Chen dan Hyosun. Seketika itu juga Hana dan Chen menoleh kebelakang dan mata mereka pun berbinar saat melihat 6 namja tampan berdiri disana. Akhirnya Hana bisa bernafas lega ketika mendengar suara Kai apalagi bisa melihat wajah tampannya. Entah kenapa ketakutan dan ketegangan dihatinya luluh saat melihat wajah namja itu.

Tapi berbeda dengan reaksi Hana, Chen ataupun Hyosun. Reaksi para Lucifer itu seratus persen bertolak belakang. Mata mereka membelalak ketika melihat musuh mereka datang lebih banyak. Tapi dengan cepat mereka bersikap senatural mungkin, tak ingin kekatukan mereka terbaca oleh para prajurit Olympus itu.

“Cih.. membawa lebih banyak pasukan ya?” ucap namja cantik berambut blonde dibelakang Taemin. Sangat meremehkan..

“Iya lalu kenapa? Kalian takut?” jawab Kai sambil memasukkan kedua tangan kesaku celananya.

“Takut? Tidak akan pernah!” sanggah Taemin cepat. Namja itu pun menggerakkan tangannya keatas membuat kerikil-kerikil disekitarnya terangkat.. melayang mengelilingi tubuhnya dan Hyosun yang masih dalam bekapannya.

“Baiklah kalau begitu cepat lepaskan gadis itu” ucap Kris sambil berjalan satu langkah kedepan diikuti oleh Chanyeol. Hana terhenyak ketika ia lihat tatapan Kris yang begitu menggambarkan kemarahan. Sungguh.. tatapan itu membuat Hana bergidik. Hana rasa.. Kris seperti itu karna Hyosun.

“Serahkan dulu Krystalnya.. dengan begitu kami akan membebaskan gadis cantik itu”

“Cih.. sampai kapanpun kalian tidak akan bisa mendapatkan Krystal itu” ucap Chanyeol seraya mengepalkan tangannya. Dalam hitungan detik sebuah kobaran api membara ditangan namja itu. Melihat tindakan Chanyeol, kelima Lucifer itu merapatkan posisi mereka. Sama seperti yang Lucifer tersebut lakukan, keenam malaikat itu pun juga maju menyetarakan posisi mereka.

Hana mengangkat kedua alisnya ketika Kai berbisik memanggil namanya. Namja itu menggeleng cepat seperti memberi kode agar gadis itu berlindung dibelakangnya. Hana pun mengangguk cepat kemudian berlari kebelakang tubuh tinggi Kai. Sementara Chen mengikuti teman-temannya dan mengambil posisi disebelah Chanyeol.

Semua dari mereka mulai mengambil ancang-ancang pertarungan. Dan satu yang menarik perhatian Hana adalah perubahan bola mata pemimpin Lucifer itu. Mata hitamnya seketika berubah merah gelap.

“Jangan tatap matanya!” pekik Kris mengingatkan semua rekannya. Hana pun tersentak kemudian dengan cepat bersembunyi dibelakang punggung Kai.

“Hahaha.. kalian takut aku menyerap cakra kalian?” ucap namja berjubah hitam itu seraya tertawa menang.

“Takut? Tidak akan pernah!” pekik Chanyeol keras kemudian ia lempar sebuah bola api kearah para Lucifer tesebut.

 

BOOM

 

Tempat para Lucifer itu berdiri pun terbakar.. tapi sayang sekali para Lucifer itu berhasil menghindar. Chanyeol mengumpat karna serangannya gagal. Setelah menghilang beberapa setik, para Lucifer itu kembali menampakkan diri mereka didua sisi. Dengan sigap keenam namja itu memutar tubuh mereka membagi diri menjadi dua kelompok. Kris, Sehun dan Xiumin memutar arah kekiri menghadapi 2 Lucifer disana. Sedangkan Chen, Chanyeol dan Tao memutar arah kekanan menghadapi 3 Lucifer lagi. Sementara Kai dan Hana berdiri ditengah-tengah bingung harus memihak sebelah mana.

“Hey! Cepat kau pilih yang mana? Kiri atau kanan?” tanya Hana sembari menepuk lengan kekar namja didepannya.

“Sudah kau diam saja..Tsk” decak Kai melihat kelakuan Hana yang tidak pada tempatnya. Disituasi semenegangkan ini gadis itu sempat-sempatnya bersikap menyebalkan.

“Hyung? Biar aku yang menyerang namja yang membawa Hyosun. Akan kuhentikan waktu disekitar tubuhnya sekaligus menghentikkan aliran oksigen disekitar tubuhnya” ucap Tao seraya mengambil sikap ancang-ancang untuk melepaskan serangannya.

“Tidak! Kau jangan bertindak gegabah. Kau lihat kan ia masih membekap Hyosun. Kalau kau hentikan waktu disekitar tubuh namja itu, Hyosun juga bisa celaka” ucap Chanyeol dengan tatapan yang masih tertuju pada 3 Lucifer dihadapannya.

“Cepat lepaskan Hyosun atau kujamin tubuh kalian tidak akan utuh lagi!” pekik Chanyeol kembali memperbesar kobaran api ditangannya. Semakin besar amarah dalam diri namja itu membuat kobaran api itu pun membesar.

“Chanyeol’ah lawanmu adalah aku” Minho maju selangkah. Ia kepalkan kedua tangannya dan api juga membara dari tangan itu. Kekuatannya sama seperti Chanyeol.

“Lawanku tidak hanya kau! Tapi kalian semua!”

 

Byaaarr

 

Lagi-lagi Chanyeol melempar sebuah bola api yang lebih besar dari sebelumnya. Tapi seketika sebuah perisai air berhasil melindungi mereka, berhasil mematikkan bola panas Chanyeol. Perisai yang dibuat oleh Lucifer berambut blonde disebelahnya. Minho menyeringai kemudian dengan cepat menyerang balik Chanyeol dengan kobaran api besar yang keluar dari telapak tangannya. Seperti ada sebuah lubang besar yang menyemburkan api tersebut dari tangannya.

 

Zeeerrpp

 

Tak kalah cepat.. Tao menghentikkan waktu disekitar api tersebut, yang otomatis juga menghentikkan aliran oksigen disekitarnya dan api tersebut pun mati sebelum berhasil mengenai Chanyeol.

“Boleh juga kalian” ucap Minho sambil mengangkat salah satu ujung bibirnya. Tersenyum meremehkan..

 

Disisi yang lain..

 

“Baiklah! Kita juga tak boleh kalah Jonghyunnie..” ucap namja bermata merah itu sambil menepuk pundak rekannya. Melihat rekannya diujung sana sedang sibuk melawan para prajurit Olympus disisi kanan, dia dan salah satu Lucifer bernama Jonghyun itu pun tak mau kalah.

“Baiklah ayo kita mulai hyung” ucap Jonghyun sembari melemaskan jari jemarinya. Ia menyeringai kemudian menggerakan tangan kanannya memutar didepan hingga berhasil membuat sebuah angin topan yang cukup besar disana.

Kris dan Xiumin mundur selangkah saat melihat angin itu mulai membesar, takut jika mereka tertarik kedalam angin tersebut. Sementara Sehun masih diam dengan santai..angin tersebut tak ada apa-apanya untuk namja itu.

Mata Hana terus membelalak melihat pertarungan antara para Lucifer dan para malaikat Olympus itu. Kai mulai memperketat perlindungannya pada Hana, takut jika gadis itu celaka. Dia masih begitu ingat pesan Suho yang memintanya membawa pulang Hana tanpa lecet sedikitpun.

“Kai menyingkir dari situ!!”

 

BOOM

 

Bruak

 

Sebuah ledakan besar hampir saja menghantam Kai dan Hana. Bruntung.. Kai bisa dengan cepat bertelortasi dan menyelamatkan dirinya beserta Hana. Kini mereka berlindung dipojok ruangan yang cukup luas tersebut, berharap mereka akan aman disana. Hana masih memeluk tubuh Kai erat dan nafasnya seketika terengah-engah. Gadis itu masih enggan membuka matanya karna takut. Tidak tau seberapa terkejutnya gadis itu karna kejadian tadi. Kalau saja Chen tidak berteriak memperingatkan Kai, mungkin mereka akan hangus bersama api Minho.

 

Trang

 

Trang

 

Duaar

 

“Brengsek!” umpat Xiumin saat belati esnya gagal mengenai Jonghyun. Angin yang memutar didepan Jonghyun dan rekan disampingnya berhasil membuat belati Xiumin terpental dan malah menghancurkan sebuah grand piano dipojok kiri ruangan.

“Cih.. kau harus melakukannya lebih baik!”

Jonghyun arahkan tangannya kedepan yang seketika menghembuskan angin besar seperti ombak ganas.

 

Wuuzzz

 

Dengan cepat Sehun menyerap angin-angin itu kedalam tubuhnya. Berdiri didepan Kris dan Xiumin berhasil melindungi mereka.

 

Pertarungan diruangan itu semakin memanas. Ledakan dan retakan terjadi dimana-mana. Mungkin sekolah Hana akan hancur berkeping-keping karna ulah namja-namja itu.

 

“Kai cepat bawa Hana pergi dari sini! Biar kami yang menyelesaikan ini semua!” seru Kris dengan konsentrasi yang masih terfokus dalam pertarungannya.

“Tapi hyung bagaimana dengan Hyosun? Akan lebih baik kalau aku merebutnya dengan teleportasi―”

“Sudahlah Kai! Biar Hyosun kami yang urus. Tugasmu adalah menyelamatkan Parakletos kita! Kami janji kami akan membawa Hyosun kembali” seru Kris sambil menatap Kai tajam. Tatapan yang meyakinkan Kai bahwa semuanya akan beres. Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Kai, Kris mengembalikkan pandangannya pada musuh yang sedang ia hadapi.Tapi sialnya Lucifer itu kini tengah berlari keluar ruangan.

“Shit!!” umpat Kris kemudian dengan cepat terbang mengejar namja bermata merah yang berlari keluar ruangan tersebut.

“Baiklah Hana’ah.. sepertinya kita harus pergi”

“Tapi Kai’ah..”

“Sudahlah.. kita percayakan saja pada mereka. Hyosun pasti selamat”

 

Zrreepp

 

 

 

 

*****

 

 

Di ruang tengah markas berkas para prajurit Olympus itu, nampak 6 namja dan satu orang gadis sedang menunggu dalam kecemasan yang teramat sangat. Mereka duduk disofa mewah yang tersedia di ruangan itu dengan sejuta bayangan buruk yang berlalu lalang dipikiran mereka. Semuanya masih diam seakan sulit untuk mengeluarkan suara mereka.

“Aiisshh.. kenapa mereka belum kembali juga!!” Suho mengacak rambutnya brutal sembari bangkit dari duduknya, kemudian berjalan mondar-mandir sambil berkacak pinggang.

“Apa perlu aku mengeceknya?” tanya Luhan menawarkan diri. Tidak ia pungkiri jika hatinya juga sangat gelisah dan ingin segera mengecek keadaan rekan-rekannya.

“Tidak hyung.. kau disini saja. Kita harus percaya kalau mereka akan baik-baik saja” ucap Suho sambil mencoba untuk bersikap lebih tenang. Ia duduk kembali ditempatnya seraya menghela nafas berlebihan.

Hana masih bungkam, ia diam sambil menunduk sedih. Tidak henti-hentinya Hana menjentik-jentikkan kedua jari jempol dengan telunjuknya, kebiasaan yang ia jika hatinya mulai tak tenang dan gugup. Kai yang duduk disebelahnya melirik gadis itu dengan ekor matanya. Ini pertama kalinya ia melihat gadis itu selemah ini, dan sungguh itu membuatnya terhenyak.

Hana diam karna ia merasa memang itu yang harus ia lakukan. Gadis itu hanya mulai merasa tak berguna. Bukankah dia sang Parakletos untuk para malaikat Olympus itu? Lalu kenapa ia hanya diam dan duduk manis disana? Sama sekali tidak memberikan pertolongan untuk mereka? Pantaskah mereka menganggapnya sebagai Parakletos?

 

WUUZZZZ~~

 

Seketika angin bertiup lebih keras diruangan itu dan mereka tau kenapa hal itu terjadi. Dengan cepat semua penghuni ruangan itu bangun dari duduknya dengan mata membulat dan ekspresi yang berharap-harap cemas. Takut jika Sehun datang dengan tubuh yang terluka setelah muncul dari anginnya.

Seketika kecemasan itu tergantikan dengan kelegaan saat melihat Sehun baik-baik saja. Memang terlihat beberapa luka dikulit putih susunya, tapi itu jauh lebih baik dari apa yang sempat terlintas dipikiran mereka. Dan satu hal lagi yang semakin membuat mereka mampu mengembangkan senyum bahagia.. Sehun datang dengan.. menggendong Hyosun..

“Sehunnie!!” pekik Luhan seraya berlari menghampiri namja yang bisa dibilang yang paling dekat dengannya.

“Kau tidak apa-apa kan?” tanya Luhan panik sambil meraba-raba wajah adik kesayangannya itu.

“Hyung biarkan Sehun membaringkan Hyosun dulu. Kau ini..” ucap Baekhyun yang menyadari kalau Sehun sudah mulai kewalahan menggendong Hyosun. Dengan kondisinya yang cukup lemah tentu saja membuatnya merasa berat badan Hyosun bertambah dua kali lipat.

“Ahh iya.. baringkan dulu dia di sofa” Luhan pun membantu Sehun membawa Hyosun.

Tapi Hana masih diam. Sejak tadi tatapannya tidak bisa lepas dari Sehun. Ia tatap Sehun sendu sambil tersenyum senang, dan tanpa ia sadari matanya menjatuhkan bulir airmata. Kai yang lagi-lagi memperhatikkan Hana hanya diam melihat reaksi gadis itu. Melihat bagaimana senangnya Hana saat melihat Sehun datang membuat pikirannya menyimpulkan sesuatu.. bahwa apa yang membuat Hana begitu cemas adalah.. Sehun..

“Yang lain datang!” seru Dio sembari menunjuk kejendela besar disebelah kanan ruangan tersebut. Semua kepala pun menoleh mengikuti gerak tangan Dio. Diluar sana nampak burung phoenix Chanyeol dan naga Kris sedang terbang menuju markas mereka.

Kelegaan itu pun menyeruak. Semuanya sudah kembali dan itu sungguh sebuah anugrah terbesar. Dengan cepat Baekhyun berlari menuju lantai bawah. Ia terlihat begitu bersemangat untuk menyambut sahabatnya Chanyeol. Sepersekian detik setelah Baekhyun, Kai pun mengekor dibelakang. Takut jika hatinya akan terkoyak semakin dalam jika berlama-lama disana.

“Akkh..” ringis Sehun sembari merebahkan diri disofa kecil setelah membaringkan Hyosun disofa panjang disebelahnya. Kelihatannya kondisi tubuhnya sangat lemah.

“Sehunnie kau tidak apa-apa? Apa perlu aku obati lukamu?” tanya Lay cemas sembari berjalan mendekati Sehun.

“Tidak perlu hyung.. hanya luka kecil”

“Bagaimana dengan.. para Lucifer itu?” tanya Dio agak ragu.

“Mereka berhasil kabur.. Taemin merobohkan gedung itu dan berhasil kabur saat kami sedang sibuk melindungi diri. Kalau saja kau ada disana hyung..” ucap Sehun sembari menundukkan kepalanya. Dio menghela nafas berlebihan kemudian menepuk pundak Sehun pelan. Sedikit memberi semangat pada adiknya itu.

“Tapi.. apa yang terjadi pada Hyosun?” tanya Suho sambil memperhatikkan Hyosun dengan seksama. Seolah meneliti kondisi tubuh gadis cantik yang tak sadarkan diri itu.

“Sejak pertama kami datang kondisinya sudah sangat buruk. Entah apa yang para Lucifer itu lakukan padanya” Sehun mencoba menegakkan kembali posisi duduknya.

“Iya.. saat aku dan Chen menemukannya pertama kali, ia sudah terkapar dilantai”

“Sebentar.. biar aku chek” Lay bergerak mendekati Hyosun, kemudian bersimpuh disamping sofa untuk menyetarakan tubuhnya dengan gadis itu. Ia raih tangan Hyosun kemudian mengecek denyut nadinya. Ia mengangguk-anggukan kepalanya seolah bisa membaca kondisi Hyosun dengan mudah. Hana mengedip-ngedipkan mata berulang kali menatap kelihaian Lay, menurutnya kekuatan Lay adalah yang paling keren. Bisa mengobati seorang yang sedang terluka bukankah hal yang mulia?

Setelah mengecek denyut nadi ditangan Hyosun, Lay pun mencoba mengecek denyutan dileher gadis itu. Tapi seketika namja cantik itu mematung.. mematung ketika melihat sebuah luka dileher putih Hyosun.

Suho yang menyadari perubahan sikap Lay pun mencoba bertanya “Ada apa Lay?”

“Hyung.. bukankah luka ini..”

“Di..dia ter..kena kutukan..cinta..”

Suara bass Kris terdengar terbata. Mahluk diruangan itu pun seketika menoleh kearah namja yang kini tengah dibopong Kai dan Chanyeol. Mata Hana membulat ketika melihat wajah Kris yang nampak amat pucat.

“Hyung.. kau kenapa?” tanya Dio tak kalah terkejut dari Hana.

“Dia kehilangan banyak cakra ketika berhadapan dengan Onew” ucap Chanyeol sembari merebahkan Kris disofa didepan sofa tempat Hyosun terbaring.

“Ini pasti ulah Minho..” gumam Kris sembari meringis kecil sambil memegang kepalanya.

“Ini kalian minumlah dulu..” Luhan datang sambil menyuguhkan airminum pada keenam namja yang baru datang dari pertarungan.

“Benar.. Minho juga divisi dewi Afrodit” ucap Suho membenarkan dugaan Kris.

“Lalu bagaimana hyung? Aku sudah jelas tidak bisa mengobati Hyosun” ucap Lay seraya berdiri kemudian menatap Kris lekat.

“Tentu saja.. hanya malaikat dari divisi dewi Afrodit yang bisa menyembuhkannya” ucap Kris sambil menatap Hyosun lurus-lurus. Terlihat tatapan pilu dimatanya, sepertinya dia sangat sedih melihat kondisi gadis yang sudah berhasil mengambil hatinya itu.

Hana hanya mengernyit karna sama sekali tidak mengerti dengan apa yang namja-namja itu bicarakan. Ia seperti orang bodoh yang sedang berdiri diantara mahasiswa kelas tinggi. Ingin sekali ia bertanya tapi dengan cepat ia mengurungkan niatnya, karna menurutnya akan ada waktu untuknya bertanya nanti. Tapi satu yang kali ini menarik perhatian gadis itu dan membuatnya semakin menambah kerutan didahinya. Sehun.. wajahnya nampak menegang setelah Kris mengatakan bahwa yang mampu mengobati Hyosun hanya malaikat dari divisi dewi Afrodit. Hana tau Sehun dari divisi itu.. lalu apa Sehun takut jika ia harus mengobati Hyosun? Tapi kenapa ia harus takut menolong orang?

 

 

 

 

*****

Sore itu Hana duduk dipinggir kolam air mancur ditaman belakang markas mewah prajurit Olympus. Dia duduk sembari menikmati udara sejuk dinegri Concordia. Pikirannya melayang, masih menelaah setiap kejadian yang ia alami semenjak bertemu dengan kedua belas prajurit Olympus itu. Ia hanya mulai ingin meyakinkan diri.. Benarkah semua yang ia alami ini nyata?

Hana masih belum diijinkan untuk keluar dari markas. Ia diminta untuk tinggal bersama dengan dua belas namja itu, takut jika tiba-tiba para Lucifer tersebut kembali menyerang. Hyosun juga masih belum sadarkan diri dan sampai sekarang Sehun juga belum mengatakan keputusannya. Dan sekarang namja itu sudah menghilang entah kemana. Padahal kondisi tubuhnya belum benar-benar pulih. Itu membuat Hana semakin bingung, sebenarnya kenapa Sehun merasa sulit untuk menolong Hyosun?

Sampai sekarang Hana masih enggan untuk banyak bertanya pada mereka. Entah kenapa hatinya menyuruhnya untuk menunggu.

Tsk.. melamun lagi ya? Kenapa belakangan ini kau suka sekali melamun eoh?” tanya Kai sembari duduk disebelah Hana.

“Lalu kenapa belakangan ini kau suka sekali membuatku terkejut eoh?” tanya Hana balik sambil mencibir kearah namja yang tiba-tiba datang dan mengagetkannya itu.

“Sedang memikirkan apa pagi-pagi begini? Serius sekali”

“Tentu saja serius. Aku bingung apa yang sebenarnya terjadi? Kau tau aku merasa seperti orang bodoh hidup diantara kalian. Hanya aku yang sama sekali tak mengerti apa-apa”ucap Hana seraya menundukkan kepalanya.

“Ini memang rumit.. tapi perlahan kau pasti akan mengerti” Kai menatap Hana dengan tatapan teduhnya. Tatapan itu mampu membuat hati gadis itu lebih tenang.

Hana menghela nafas. “Kai’ah ada apa sebenarnya dengan Sehun? Kenapa dikeadaan Hyosun yang kritis dan membutuhkan pertolongannya seperti sekarang dia malah menghilang? Dia itu tidak punya otak ya?!”

“Sehun bukan namja yang suka lari dari kenyataan.. dia bilang dia hanya butuh waktu”

“Tapi kenapa? Memangnya apa sulitnya menolong Hyosun? Bukankah baik jika kita mau menolong orang?” Hana membenarkan posisinya menghadap Kai.

“Mungkin baginya ini sulit.. jika aku jadi dia aku juga pasti akan berpikir dua kali untuk melakukannya” ucap Kai sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Hana mengernyit dalam saat mendengar jawaban Kai. Kenapa? Kenapa harus berpikir dua kali?

“Sudahlah nanti kau juga akan mengerti kenapa Sehun seperti ini. Sekarang ayo latihan” ajak Kai seraya bangkit dari duduknya kemudian mengulurkan tangannya pada Hana. Sedetik Hana menatap tangan Kai kemudian mendongak menatap mata Kai.

“Disaat seperti ini berlatih? Hyosun sedang kritis dan kita sempat-sempatnya berlatih?”

Kai menurunkan tangannya kemudian menghela nafas. “Dengar… berlatih atau tidaknya kita sekarang sama sekali tidak berpengaruh pada keadaan Hyosun. Lay hyung sudah mengurusnya sekarang, dan satu-satunya yang bisa mengobatinya hanya Sehun. Jadi kegiatan kita sama sekali tidak berpengaruh padanya. Maka dari itu lebih baik kau segera melatih kekuatanmu kan. Bagaimana kalau para Lucifer itu menyerang lagi? Kau tidak mau hanya diam seperti tadi kan?” jawab Kai yang sukses membuat gadis didepannya berpikir. Kai benar.. kalau dia tidak segera melatih kekuatannya dia tidak akan berguna. Sejenak berpikir Hana pun akhirnya mengangguk seraya bangkit dari duduknya. Kai tersenyum menang lalu membalikkan tubuhnya.

“Ah iya.. aku lupa. Ini peganglah”dengan cepat Kai memutar tubuhnya kembali kemudian meorogoh saku celananya.

Mata Hana membulat dengan alis terangkat saat Kai menyodorkannya sesuatu. Sebuah krystal bulat bening berwarna biru laut. Ia tatap krystal itu lekat. Mungkinkah itu krystal yang diincar para Lucifer itu?

“Krys..Krystal ini..”

“Iya ini adalah krystal yang diinginkan para Lucifer itu. Ini milikmu..”

“Milikku?” tanya Hana tak percaya sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Setiap Parakletos memiliki krystal mereka masing-masing dan yang ini adalah milikmu. Krystal inilah yang membedakan malaikat keturunan Austrin dengan keturunan yang lain. Karna kekuatan terbesar keturunan Austrin terletak pada krystal mereka”

Hana meraih krystal itu ragu dengan kedua tangannya. “Tapi..kenapa Lucifer itu menginginkan.. krystal ku?” tanya Hana setelah ia menggenggam krystal itu ditangannya, dan tatapannya masih belum lepas dari benda itu.

“Aku dengar mereka sedang menyiapkan suatu rencana yang harus menggunakan krystal keturunan Austrin yang masih murni. Maksudnya krystal itu belum menyatu dengan pemiliknya, seperti kau dengan krystalmu” jelas Kai seraya berjalan beberapa langkah kedepan kemudian memutar tubuhnya berhadapan dengan Hana.

“Rencana seperti apa itu?”

Kai mengangkat kedua bahunya. “Entahlah.. itu masih dalam penyelidikan kami”

“Karna itu kau harus giat berlatih.. kita harus segera membuatmu bisa menyatu dengan krystal itu untuk mencegah para Lucifer melancarkan rencana mereka”

Hana terdiam.. sebentar Hana mendongakkan kepalanya menghadap Kai kemudian sedetiknya kembali menatap krystal ditangannya lekat. Mulai merasakan sebuah ketidak yakinan dihatinya. Apa iya dia dan kystal ini bisa menyatu?

“Kau hanya perlu percaya pada krystalmu dengan begitu hatimu akan mudah menyatu dengannya”

“Percaya..” gumam Hana pelan.

“Baiklah.. ayo mulai!” ucap Kai seraya melemaskan jari-jemarinya. Hana kemudian mendongak lalu menatap Kai dengan kedua alis terangkat ke atas.

“Mulai?”

“Iyaa.. letakkan saja krystalnya disaku celanamu. Lalu mulailah mengendalikan sesuatu..”

Mendengar perintah Kai, Hana mengedipkan matanya berungkali nampak ragu. Tapi bagaimana pun ia tidak akan tau jika dia belum mencoba. Gadis itu pun memasukkan krystalnya kesaku celananya kemudian mulai mengambil sikap.Sejenak ia pejamkan mata seraya mengela nafas.

“Fokuslah pada objek yang kau kendalikan” ucap Kai memberi arahan pada Hana.

Hana mengangguk, lalu ia tatap sebuah kerikil kecil didepannya. Ia arahkan tangannya kedepan untuk mengendalikan kerikil itu. Perlahan kerikil itu pun terangkat dari tanah. Tangan Hana bergetar kuat, mungkin karna ini pertama kalinya jadi membuat sebuah kerikil kecil itu terasa 100 kali lipat lebih berat. Dalam progress yang sangat lama.. kerikil itu terangkat semakin tinggi. Tanpa sadar Hana menyunggingkan senyum senang karna merasa sudah berasil. Dan sama seperti Hana, Kai juga nampak kagum karna dengan cepat gadis itu mampu melakukannya. Tapi baru saja Hana ingin mengendalikan kerikil itu lebih banyak.

 

Tuk

 

“Aucch!! Aissh..” ringis Hana seraya mengusap keningnya yang terkena kerikil yang ia kendalikan. Ini terasa seperti senjata makan tuan.

“Hmmpph…” dengan cepat Kai memalingkan wajahnya kesamping menahan tawa. Sadar namja yang bediri 5 langkah didepannya menertawainya, Hana mencibir kemudian mengerucutkan bibirnya.

“Hey! Jangan menertawaiku. Ini kan baru pertama kalinya, jadi wajar kalau aku terkena kerikilku sendiri kan”

 

 

*****

 

 

Sehun duduk disalah satu bangku taman dihalaman sebuah sekolah dasar. Sekolah tempat dimana ia sempat menimba ilmu pengetahuan. Ia duduk sambil menikmati pemandangan disekitarnya. Melihat murid-murid sekolah itu sedang menikmati waktu istirahat mereka. Ada yang sedang bermain lari-larian, bermain ayunan, dan ada beberapa juga yang hanya sekedar bercanda dengan teman sebayanya. Sebuah pemandangan yang mampu membuat hatinya merasa lebih baik.

Terus memikirkan Hyosun membuatnya sangat pusing. Kepalanya terasa bertambah berat 10 kali lipat dari sebelumnya. Bagaimana dia harus menyelamatkan Hyosun, apa yang akan terjadi setelah ia menyelematkan Hyosun, semua pertanyaan-pertanyaan semacam itu telah memenuhi otaknya sehingga membuatnya terasa pening. Tapi.. setelah datang kesana dan melihat senyum murni anak-anak kecil itu mampu membentuk keteduhan dihatinya. Tempat itu seakan bisa menerbangkan bebannya bersama dengan teriakan ceria anak-anak disana.

“Jinho’ah kau curang! Kau tidak boleh melewati garis batasnya!”

“Waah.. bekalmu hari ini sepertinya enak. Boleh aku mencicipinya?”

“Hahaha.. lihat wajahmu jelek sekali. Hahaha”

“Yoomi’ah berhentilah menertawaiku!!”

 

Melihat tingkah lucu anak-anak itu sanggup membuat Sehun ikut tertawa bersama mereka. Ia ingat masa-masanya saat masih bersekolah disana dulu. Tak jauh dari pemandangan didepannya sekarang. Mengerjai teman, mencicipi  bekal teman sampai berbuat curang saat bermain, semua pernah ia lakukan dan kini telah menjadi kenangan manis dibenaknya. Sampai akhirnya ia menangkap sebuah pemandangan yang sangat menarik perhatiannya. Percakapan antara seorang gadis kecil dengan teman lelakinya dibawah pohon rindang ditaman itu.

“Myungsoo’ah aku.. menyukai..mu” ucap gadis itu sambil menunduk, menyembunyikan semburat merah yang muncul diwajahnya.

“Menyukaiku? Kenapa kau menyukaiku?”

“Karna.. karna kau tampan..hihihi” gadis itu tersipu malu, kemudian lari begitu saja meninggalkan namja kecil didepannya. Mata anak bernama Myungsoo itu pun membulat saat gadis manis itu tiba-tiba saja berlari.

“Hey!! Minri’ah!! Kenapa kau lari?! Aku belum menjawabnya kan?!” anak itu pun ikut berlari mengejar gadis yang baru saja menyatakan perasaan padanya.

“Miri’ah tunggu!!”

 

Sehun tertawa kecil melihat kejadian itu. Entah sejak kapan wajahnya juga nampak memerah. Mengingat kejadian seperti itu juga pernah ia alami membuatnya tersipu. Tapi bedanya saat itu ia malah bersikap acuh pada gadis yang menyatakan perasaannya padanya, dan jujur hingga saat ini ia menyesal. Menyesal karna dengan bodohnya ia tidak langsung mengatakan ‘iya’. Memori itu pun terputar diotaknya seperti sebuah film pendek

 

[flashback]

 

Tap

 

Sebuah kaki kecil berhenti tepat didepan Sehun. Sehun sedang duduk menikmati waktu istirahatnya sambil membaca komik disalah satu ayunan. Sehun dongakkan kepalanya memastikkan kaki mungil milik siapa kiranya itu. Dan matanya pun terhenti melihat seorang gadis manis berkuncir dua sedang berdiri dengan wajah tersipu didepannya.

“Ada apa?” tanya Sehun ketus sambil menatap gadis kecil itu tajam. Sebenarnya Sehun bersikap dingin bukan karna Sehun tidak suka pada gadis itu, tapi memang pembawaannya sejak lahir. Dan jujur.. sesungguhnya ia suka gadis itu ada didepannya sekarang.

“Ummhh.. aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ucap gadis itu sambil menjetikkan kedua jari jempol dengan telunjuknya. Sehun tau itu kebiasaannya saat ia mulai gugup.

“Katakan saja” Sehun kembali mengalihkan matanya pada komik konan yang sedang ia baca.

“Sehunnie.. aku.. menyukaimu..”

 

Deg

 

Sehun diam sejenak kemudian mendongakkan kepalanya menatap kedua mata bening gadis kecil itu. Sulit sekali ia menjelaskan bagaimana perasaannya sekarang. Ia hanya diam sambil terus menatap gadis kecil itu. Sementara gadis berponi itu hanya menatap Sehun sambil terus mengedip-ngedipkan matanya heran.

“Bagaimana? Apa kau menerimaku?” tanya gadis itu ragu. Sehun menutup komiknya seraya bangun dari duduknya. Ia menghela nafas kecil kemudian berlalu dari gadis yang kini menatapnya lekat. Mata gadis kecil itu membulat saat melihat Sehun pergi tanpa menjawab pernyataannya. Wajah gadis itu berubah sedih, ia mmenunduk kemudian berbalik pergi dari tempatnya berdiri. Sehun melirik kebelakang melihat gadis kecil itu. Ia pergi bukan berarti ia menolak, tapi ia ingin memikirkannya dulu. Dia mungkin hanya anak kecil berumur 12thn, tapi pikirannya sudah cukup matang untuk urusan seperti ini.

 

[flashback end]

 

Sehun menghela nafas berlebihan setelah mengingat memori yang mengawali perasaan menyesalnya. Sehun kemudian menunduk sambil tersenyum kecut.

“Hana’ah.. aku sangat berharap masih ada kesempatan untukku memperbaiki kebodohanku waktu itu”

“Tapi apakah kau masih akan menerimaku jika jiwaku sudah menyatu dengan gadis lain?”

 

 

 

*****

“Haah.. haaah.. Aku minta.. waktu istirahat..Hahh..” ucap Hana seraya mengangkat kedua tangannya menyerah. Ia berjalan kearah kolam air mancur didekatnya kemudian duduk ditepinya. Hana menunduk sambil berusaha untuk menstabilkan nafasnya yang terengah.

Ia masih berlatih dengan Kai dan latihan itu sungguh menguras tenaga dan pikirannya. Kai bilang seorang Austrin mampu mengendalikan keempat elemen utama. Dan Kai juga sudah mengajarinya dengan baik dan sabar, tapi entah kenapa gadis itu belum bisa mengendalikkan kekuatannya dengan baik.

Hanya bisa mengangkat sebuah kerikil kecil tapi belum bisa mengendalikannya hingga lebih sering membentur kepalanya sendiri. Ingin mengendalikkan angin tapi dia malah terbawa bersama anginnya, hingga membuat Kai kewalahan untuk menangkapnya. Lalu saat mengendalikkan air, gadis itu bukannya mengendalikan air untuk bertarung tapi apa yang Hana lakukan lebih tepat disebut menyiram rumput dihalaman itu. Dan satu lagi hal yang paling gila yang hampir membahayakan dirinya sendiri, saat berusaha mengendalikan api.. ia mencoba untuk membuat bola api ditangannya tapi karna kecerobohannya, gadis itu hampir saja menghanguskan tangannya sendiri. Berulang kali Kai sudah katakan, kalau dia harus fokus. Tapi sefokus apapun gadis itu berusaha tetap saja ia tak punya pengendalian yang baik. Mengendalikan satu kerikil saja baginya sudah menangkat satu karung beras.

“Kau masih belum fokus Hana’ah”ucap Kai seraya berjalan mendekati Hana yang terlihat berantakan.

“Harus sefokus apalagi Kai’ah..aku sudah sangat memusatkan konsentrasiku! Tapi tetap saja tidak bisa”

“Aku bisa lihat kalau kau masih belum yakin, matamu terlihat ragu saat mengendalikan cakramu. Fokus yang aku maksudkan adalah fokus dalam pikiran dan juga hatimu. Fokuskan hatimu pada perasaan yakin bahwa kau bisa” Kai duduk disebelah Hana kemudian menepuk pundak gadis itu pelan. Hana memejamkan matanya kemudian menghela nafas berlebihan.

“Kai’ah apa dulu kau juga seperti ini?” Hana mendongak menatap Kai lekat.

“Tentu saja.. semua dari kami dulunya sama sepertimu. Dulu awalnya aku sangat kesulitan menggunakan teleportasiku, entah sudah berapa kali aku tersesat saat berteleportasi. Tapi lambat laun.. aku bisa mengendalikan kekuatanku dengan baik. Mungkin juga kau hanya butuh waktu”ucap Kai sambil mengembangkan senyum manis diwajahnya. Dan seperti biasa senyum Kai selalu mampu membuatnya lebih baik. Senyum yang seolah memberi semangan secara tidak langsung. Perlahan beban pikirannya mulai terasa ringan.

“Oya sejak dulu aku ingin sekali menanyakan ini. Kalau aku dari keturunan Austrin lalu kau dan yang lainnya dari keturunan apa? Apa keturunan kalian berbeda-beda?” tanya Hana mulai antusias, seketika kekecewaan pada diri sendirinya tadi menguap.

“Keturunan kami ada sama dan ada juga yang berbeda..”ucap Kai sembari kembali memandang lurus kedepan.

“Memangnya kalian dari keturunan apa saja?”

“ Keturunan Olympus itu dibedakan berdasarkan kekuatan kami. Keturunan terkuat adalah keturunan Austrin seperti dirimu. Nah selanjutnya ada keturunan Selma sang pemilik bison dan pemilik salah satu elemen utama..”

“Seperti Chanyeol oppa ya?”

“Benar.. dan kau ingat Minho? Dia juga keturunan Selma seperti Chanyeol. Lalu selanjutnya ada keturunan Archangelos. Keturunan ini hanya memiliki salah satu elemen utama tapi mereka tidak memiliki bison. Seperti kakakmu, Kyungsoo hyung, dan Sehun”

“Ah.. dan 3 lucifer yang kemarin ya?” tanya Hana sambil memiringkan kepalanya menatap Kai.

“Iya mereka juga. Selanjutnya adalah keturunan Terein sang pemilik bison dan kekuatan diluar elemen utama. Seperti Chen hyung, Kris hyung dan Lay hyung. Nah yang paling terakhir adalah keturunan Chastine yaitu keturunan yang hanya memiliki kekuatan diluar elemen utama. Seperti aku, Luhan hyung, Baekhyun hyung, Xiumin hyung, dan Tao hyung” ucap Kai mengakhiri penjelasannya. Hana megangguk-anggukan kepalanya mendengar penjelasan Kai. Ternyata ada cukup banyak keturunan Olympus yang tidak ia ketahui.

“Ohh aku mengerti sekarang” Hana menggerak-gerakkan jari telunjuknya kedepan dan kebelakang.

“Lalu tentang divisi bagaimana? Apa divisi kalian ditentukkan berdasarkan kekuatan?” tanya Hana lagi kini sembari membenarkan posisinya lebih dekat dengan Kai.

“Umh.. kalau itu tidak. Divisi yang kita dapatkan ditentukkan berdasarkan garis keturunan. Jadi dari kehidupan kita yang terdahulu hingga sekarang kita selalu ada dalam divisi yang sama. Itu berdasarkan garis keturunan kita dengan dewa-dewi Olympus. Contohnya aku, aku dari divisi dewa Hermes karna aku masuk dalam garis keturunan dewa Hermes” ucap Kai menjelaskan sembari menepuk dadanya.

“Lalu? Kalau aku? Apa aku juga punya garis keturunan dengan dewa-dewi yunani?” tanya Hana sambil menunjukkan dirinya sendiri.

“Tentu saja.. seorang Parakletos wanita biasanya adalah divisi dewi Hera sedangkan Parakletos laki-laki biasanya divisi dewa Zeus”

“Itu berarti aku satu divisi dengan Lay oppa ya? Berarti aku dan dia ada dalam satu garis keturunan?! Ahhh… sekarang aku sudah semakin mengerti.. hehe” Hana menjetikkan jari telunjuknya sembari tersenyum bangga. Karna puzzle diotaknya sudah semakin tertata rapi.

“Baiklah.. hari ini cukup sampai disini dulu. Kita lanjutkan besok” Kai beranjak dari tempat duduknya, lalu melakukan sedikit pergegangan pada otot-otot di tubuhnya yang sedikit kaku. Melihat Kai bangun dari duduknya Hana mendongak kemudian meraih lengan Kai.

“Tunggu dulu! ada lagi yang mau aku tanyakan. Sedikit lagi..” ucap Hana sambil berpuppy eyes pada Kai. Masih ada beberapa pertanyaan yang ingin sekali gadis itu tanyakan pada Kai. Pertanyaan-pertanyaan yang sampai saat ini terasa masih mengganjal hatinya.

“Sudahlah.. besok atau nanti saja kau tanyakan lagi. Aku lelah, badanku terasa lengket jadi ingin mandi. Kalau memang ingin bertanya sekarang, tanyakan saja pada yang lain”

Mendengar jawaban Kai, Hana mencibir kemudian melepaskan genggamannya. Kai pun berbalik kemudian berjalan masuk. Sambil berjalan namja itu melirik Hana dengan ekor matanya. Ia lihat bagaimana ekspresi kesal Hana yang imut hingga membuatnya terkekeh. Hana memang gadis yang berbeda.. gadis yang berhasil membuat hatinya bergetar saat didekat gadis berbola mata hitam itu.

 

 

 

*****

 

Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam dan Sehun masih belum kembali kemarkas. Hana mulai cemas, sejak tadi pikirannya tidak bisa lepas dari namja itu. Ia hanya takut jika terjadi sesuatu padanya. Tapi setiap kali ia meminta agar kesebelas namja itu memastikkan keadaan Sehun, jawaban yang selalu ia dapat adalah ‘Kau tenang saja Hana’ah.. Sehun tidak akan apa-apa’. Tapi sekeras apapun ia coba untuk tenang, hatinya terus saja merasa gelisah.

Karna perasaan gelisah itu, Hana masih belum bisa terlelap dalam tidurnya. Dia pun memutuskan untuk menunggui Sehun hingga kembali. Dia duduk diruang tengah markas besar itu sendirian, berharap Sehun segera kembali. Lay, Baekhyun, Suho dan Dio sempat menemaninya menunggu, tapi satu persatu dari mereka gugur dan mengalah dari rasa kantuk maka dari itu hanya tinggal Hana yang tersisa sekarang.

Jam dinding besar yang terletak disebelah kiri ruangan berdentang cukup keras. Sudah hampir 1 jam setelah Hana menunggu sendiri. Dan kini matanya mulai kehilangan kekuatannya.

“Ayolah.. sebentar lagi Sehun pasti datang..” ucap Hana sambil menepuk-nepuk pipinya bergantian. Memerintahkan matanya untuk bertahan lebih lama.

Sampai akhirnya sebuah derap langkah kaki terdengar ditelinganya. Dengan cepat Hana pun menoleh kearah pintu masuk. Dan senyumnya pun mengembang saat melihat sosok yang ia tunggu akhirnya menampakkan batang hidungnya.

“Sehun..” ucap Hana pelan seraya bangun dari duduknya dan menatap Sehun dengan mata berbinar. Akhirnya penantiannya berakhir..

“Hana’ah.. kau belum tidur?” mata Sehun membulat dengan kedua alis terangkat melihat Hana menunggunya.

“Belum.. kau kemana saja? Kenapa baru pulang?” tanya Hana sambil menatap Sehun lekat.

“Itu.. tadi aku hanya sedang menenangkan pikiran. Pergi kesuatu tempat” Sehun menggaruk tengkuk lehernya canggung.

“Ohh.. lalu apa kau sudah makan malam?”tanya Hana sembari memiringkan kepalanya.

“Belum.. tapi aku tidak lapar” ucap Sehun sambil tersenyum sendu kearah Hana. Entah seberapa senang hatinya melihat Hana memberikan perhatian untuknya.

“Hey tidak tidak! Kau harus makan malam dulu. Nanti kau sakit, apalagi kondisi tubuhmu belum pulih” Hana berjalan mendekati Sehun yang berada 5 langkah didepannya kemudian meraih sebelah lengan Sehun. Pelan ia menarik Sehun berjalan kearah ruang makan. Tapi baru beberapa langkah..

 

Greep

 

Sehun memeluknya, mendekapnya dengan pelukannya yang hangat. Hana terdiam dengan mata yang membulat. Seolah tak percaya namja dingin itu kini memeluknya erat. Berbeda dengan Hana, Sehun malah sangat meresapi hangat yang ia rasakan saat memeluk tubuh gadis itu. Udara dingin malam yang sejak tadi menusuk hingga ketulang rusuk pun menghilang. Ia pejamkan mata seraya menyandarkan dagunya pada puncak kepala Hana. Dapat ia hirup wangi susu rambut gadis itu.

Dalam keheningan malam.. dapat mereka rasakan dan dengar dengan jelas detak jantung masing-masing yang terdengar memburu. Baik Sehun maupun Hana, wajah keduanya nampak mulai memerah. Sesungguhnya ingin sekali Hana menolak pelukan Sehun, tapi entah kenapa hatinya memerintahkannya untuk diam.

“Se..sehun..” ucap Hana akhirnya setelah menyadari keheningan yang terjadi.

“Hana’ah.. aku ingin menanyakan lagi padamu, apa kau benar-benar tidak ingat padaku?” tanya Sehun seraya semakin mempererat pelukannya.

Hana terdiam, lagi-lagi bertanya soal itu. Setelah berpikir sejenak Hana akhirnya menggeleng “Ti..tidak..”

Mendengar jawaban Hana, Sehun menghela nafas kemudian melepaskan pelukannya. “Kalau begitu.. apa boleh aku mengatakan sesuatu?” tanya Sehun sambil menatap Hana lurus-lurus. Hana sedikit terhenyak melihat tatapan Sehun kearahnya. Tatapan sendu yang entah kenapa membuat goresan dihatinya.

“Tentu saja.. katakanlah..”

“Walau kau tidak ingat tapi aku tetap ingin mengatakannya. Mengatakan bahwa aku menyesal.. menyesal.. karna waktu itu aku tidak langsung mengatakannya padamu..” Sehun memotong kalimatnya seraya menunduk sejenak. Kemudian kembali menatap kedua mata bening Hana.

 

 

“Aku.. menyukaimu Hana’ah..”

 

 

Deg

 

 

 

 

 

――To Be Continue――

N/B : NO SIDERS!! NO PLAGIAT!! HARGAI KARYA ANAK BANGSA!!

Jadi ‘silent readers’? ati-ati aja nanti saya cakar satu-satu! *asah kuku biar tajem*

75 thoughts on “The Twelve Power of Olympians (Chapter 5)

  1. wima is back, back, back….
    aloha author.. reader mu yg satu ini telah kembali :p
    makin keren aja nih ff nya.. ak suka tu pas adegan bertarungnya.. kalo dijadiin film pasti keren wkwkwk😀
    kritik dikit : typo masih banyak n member SNSD nya mana ya ?? gakada perasaan -_-

    • Hahahahahahahaha.. ini dia readers yg disekolah td ngasi tau satu typo yang parah ㅠ_ㅠ
      Msk iya Kai bertelortasi *mikir keras*
      Maaf bgt ya authornya emg sering error dlm hal pengetikan jd maklum kalo bnyak typo *nangis di baju Kris*
      Naah.. itu dia member SNSD nya trnyata dichapter 5 gak sampe juga *deep bow sm Kai*
      Bener deh wim entar dichapter 6 pasti ada walau cumak cameo :p hehe
      Akhir kata.. Makasi uda komen~

  2. sehun kau mlukai prasaan ku >< *plaak
    yee! sehun nytain prasaannya *-* reaksi hana gmana tuh? trus gmana tuh kris-hyo-sehun? membingungkan -.- tpi thor stelah menghbungkn dri chapt2 sblumnya dn ini, kok kyak ada yg jnggal d.antara crita mreka:/ tpi msih blum ykin sih kejanggalan itu bner apa kgak -_-
    dtnggu next chapt-nya, thor ^0^

    • Hahaha.. bingung ya? =_=’
      Author jg bingung ini cerita sbnernya gmn .–. *plak *Author macam apa ini*
      Masih mikir keras bakal dilanjutin kmn tp mudah-mudah stlh chapter selanjutnya enggga bakal janggal lagi deh ya kekeke
      Oke makasi uda komen

  3. aaa dora terima aja*tp dalam hati ga tega sehun pacaran sm org laen*
    lanjut dora aku mau tau ternyata dia wktu kecil ketemunya oh yaya aku ngerti skrng,jgn aja mau obatin hyosun tr sehun diambil hyosun lg wkwk mending sama aku*dimarah sama suho
    wkwkwk,lanjut ya Thor*tumben blang dora author supaya dora sneng skali2
    Hahaha

    • Engga ah tan, entar kalo aku terima Sehun, Kai sm Luhan ngambek lagi -_-‘ kan ribet.. *peluk Kailu*
      Jangan diobatin? Bah tania ni emg aliran sesat :p
      Oke deh buk manager makasi uda komen^^

  4. Andwaeee !!! Щ(ºДºщ)
    TBCnya ngegantung banjett (‾▿‾”)

    Aku galauu,, pilih lucifer ato the olympians yahh ?? (╯.╰)
    Adaa biasnyaa akuu semuaaa (╥﹏╥)

    Sehuunn ! Jangan samaa Hyosun pelase😥
    Samaa hanaa ajaaaa kann udah sama” sukaaa (˘̩̩̩_˘̩̩ƪ)
    Hanaa ! Cepatlah ingat padaa Sehun😥
    Biar kalian bsa jadii Hun-Ha couple😥

    Next chapter > Kebut ! Speed Power !
    Ɨƚε ټ Ɨƚε ټ Ɨƚε
    Canda kokk😀
    Nice Fanfict Hana (♥⌣♥ʃƪ) (з´⌣`ε)

    • Hahaha lain kali TBC nya engga bakal digantung deh tp di iket *apaan sih?*
      Iyaa sama gita -_-‘ Itu sumpah aku gak tega bgt buat Taem jd org jahat *peluk Taemin*
      hehe makasi uda komen gita^^

      • Diiketnya pake tali raffia yaahh
        hahaha😄 *ikut”an
        iyaa samaa” Hana😀

        Tapii kalo liat imagenya Taemin skrng emg cocok yaa buat jadi Evil Maknae ._.
        *Generasi Setelah Kyuhyun
        muahahaa😄

        d tunggu Next Chapnyaa😀

  5. Hwaa! Sehun apa Kai yah? Pilih yg mana? O.O *plakk
    Lanjut thor! Kau sukses Bikin aku penasaran ^0^
    ditunggu kelanjutannya ne!

  6. makin-makin Penasarannn
    mending sama Sehun jaaa,,biar Kai sama saia *PLAKKK
    lanjutnya jangan lama2 yaa thorr,,,Plissss

  7. Akhirnya sdah publish juga..ahh nysel bacanya telat…

    Knpa author bgtu jahattt…mnybalkann…tbc disaat yg tdk tepat..di scene yg pling aku tunggu” ㅠ-ㅠ …
    Awas loh next chapternya jngan lama”…klo bsa bnyakin scene sehun-hana nya…
    udah dlu ah cuap”nya..
    Ksih smangat dulu buat uri author <3<3<3 hwaiting *pnjem senyum sehun dulu* (: (:

  8. Ini ttp jd ff favoritku thor …
    Sbnernya aku udah coment 2x dsini..tpi gak tau knpa ggal trs.. Aku gk tau coment ku nympe atau gk..aku bhkan lupa aku coment apa sblumnya..sdih bgt dehh..
    Mian ya authorr😥
    Mklumi ya soalnya bacanya di handphone😦

    • Uda mau kok chingu^^ td coment nya masuk dispam.. maaf ya kelakuan wp saya emg rada aneh heheh😀
      Makasi lo uda baca sm komen, kalo kebnyakan scene SeNa-nya kasian dong Kainya patah hati trs keke
      Nanti kita imbangin ya antara SeNa dan KaiNa😉
      Sip makasi semangatnya ^o^)9

  9. wuuaaaa mian baru bosa komentar di part ini habisnya seru jadi hihi ^^ .. aku suka banget daebak daebak.. sehun nyatain perasaanya? diterima atau engga ya… tapi kalau diterima gimana sama kai?? ahhh susah ditebak .. pokonya ditunggu kelanjutannya arrachi hihi ^^

  10. NEXT CHAPTER… NEXT CHAPTER… NEXT CHAPTER..!!!!!

    Annyeong Thor…^^
    Aku readers baru di sini…baru pertama kali mampir ternyata FF yg ad di sini keren semua… Termasuk yg satu ini…

    Di lanjut yah thor… Udah kagak sabar nungguin reaksi HaNa.. Ama kelanjutan critanya…

  11. waahh, DAE to the BAK, suka banget sama ceritanya. penasaran pake banget sama next chap-nya

    oh ya, maaf ya thor baru komen di chap ini, gak bisa komen dichapter” sebelumnya, saking penasaran sama lanjutannya, jadi bacanya ngebut hehe sampe” gak sempat komen *mian thor ^__^V*

    salam kenal ya thor ^^, next chap-nya ditunggu banget*Bow bareng Sehun

  12. annyeong author.. saya reader baru di ff author.. heheh. maaf nih thor, ff author agak mirip ma konsep death note yah? bedanya klo di death note, yg megang death note bisa liat shinigami disini yg megang kotaknya bisa liat malaikat Olympus nya.. hwhw.. tp thor.. kenapa harus Shinee yg jadi lucifer nya..? bias saya ada disitu..
    apa karna lagu lucifer? hwhw

    mian commentnya kepanjangan =D lanj .thor! keep writing!!

    • Haha annyeong~
      Iyaa juga ya, author baru sadar *plak* Suka death note ya chingu? waah sama kyk para author disini keke
      Bener tu chingu, karna shinee yang punnya lagu lucifer jd mending pake mereka aja hehe
      Bias author jg ada disana tuh, si Taem jelek *eh *dijitak Taemin*
      Gapapa kok^^ sip makasi ya~

  13. kyaa~ terima terima terima~ hana, jika kau tak menerima sehun, ku kutuk luhan jadi mencintaiku >_< *loh

    annyeong, saia reader baru di wp ini^^
    ceritanya keren thor~ saya suka !!
    next chapter~
    next chapter~
    kalo enggak. . .

    aku CULIK semua bias author! wakakaka *ketawa nista
    *plakk
    *abaikan

    *ngilang bareng kai ._.v

  14. Hola..annyeong author..haha reader ini lagi..
    Next chapternya kemana nih author ??? Aku tiap hri dtang ksini tpi blm ada jga😦 ㅠ-ㅠ
    authornya lg sibuk yaa ?? Kl iya,,yah tak apalah..dimaklumi … tp usahakan cepat yaaa🙂

    annyeong🙂 paipai ♪

  15. Akhirnya keluar juga ff nya haha. Jadi kalo misalkan sehun nyembuhin hyosun bisa dibilang mereka udh punya ikatan batin gituu yaa? Haaaah ga sabaran nungguin yg selanjutnya-,- fighting thor

  16. Seruuu thor ,aku suka ff nya
    Lanjut thor palli hehe,ending nya hana sama sehun aja ya thor
    Aku tunggu ff selanjutnya

    • Huaaa makasi uda komen^^
      Kalo Sehun sm Hyosu, Hana nya sama Kai trs Luhan sama author deh *plak* *abaikan
      Waduh tambah bingung dah authornya ni ada yg mau Sena ada juga yg mau Kaina -_-‘
      Oke ditunggu ya~

    • Heheh maap ya~ masih dalam proses chingu. Entah kenapa ide diotak author seret gegara mumetnya pelajaran disekolah *bow bareng Kai*
      Tapi diusahakan secepatnya ya

  17. Sorry thor baru comment di chapter ini ._.
    Daebak thor!! Ceritanya keren >.<
    Jadi sebenarnya Hana suka sama Sehun kah? Atau Kai kah? Benar" penasaran thor.
    Publish nya jangan lama" yaa~
    Fighting thor ^^

    • Iya gapapa chingu, yg penting engga jd siders aja keke
      Penasaran???? tunggu dan saksikan kelanjutannya hanya di hcvelxfo hahaha *ketawa gila* *abaikan*
      Sip makasi ya~

  18. *note : mending gak usah dibaca deh thor ni komen. karena saya sendiri menyadari, bahkan amat menyadari kalau komen ini sumpah gaje plus gak penting banget -_________-.*

    annyeong authornimmm. i’m back again

    tenang thor, aku datang bukan buat nagih lanjutannya kok. aku mengerti dan sangat mengerti*lebeh* dengan urusan sekolahnya author, karena diriku*plak* juga merasakan hal yang sama. tugas numpuk, ulangan menanti -______- (kok malah jadi curcol gini ya*plakk*#abaikan)

    oke, back to the topic. saya datang hanya untuk mengungkapkan yang tidak terungkapkan di komen saya sebelumnya (ini bahasanya kenapa jadi *sok* baku gini?)

    thor, sehun biar sama hana aja ya, terus Kai buat aku and Luhan buat author deh, wkwkwkwkwk. adil kan thor?

    p.s : tuh kan! aku bilang juga apa? ini komen gaje plus gak penting banget. iya kan, thor? cekacekaceka

  19. kyaaaa.. kereenn akhirnya sehun menyatakan perasaannya dgn hanaaaa
    next chapter next chaperrr, daebaaakkk😀

  20. huaaaaa,, >.< mianhae baru bisa komen sekarang…..
    Sudah kuduga kalo Lucifer nya Shinee hahaha😀
    ceritanya keren,,, paling seru pas mereka bertarung.

    Lanjut thor,, i always suppor you😉
    o iya salam kenal juga

  21. Thor, aku yang chapter sebelumnya udah comment di exo fanfict jadi aku gabaca yang disini. Thoor masih sama kaya pertanyaan sebelumnya. Ini berapa chapter?

  22. tuhkann tuhkann
    cocookkkk bangettt sehun ama hana
    pliss sehun jangan sama hyosun T,T
    sehun sama hana aja pliss thorr pliss
    aduhh aduhh
    gegara part ini aku sampe jadi belajar sejarah dewa dewi di wikiped kekek
    rame juga sih belajar tentang mitologi dewa dewi gitu haha
    ternyata authornya punya wawasan yang luas hehe

  23. Yey yey yey, akhirnya sehun nyatain prasaan na jg..
    Tpi min, gue aj yg jd readers bgung mlih antara sehun and kai. Jd lbh baik hana untk mreka brdua aj, otte??*plak, reader gla.. Okey, next part amat SANGAT d nntikan min..

  24. Annyeong…salam kenal ya..saya reader baru di sini, keren banget ff nya thor, suka banget deh…🙂 jadi penasaran kelanjutannya😉

  25. Aaaaa~~~~
    Ada cinta segitiga di antara kai – hana – sehun~~
    Jd gmn ini??
    Kasian kai nya klo hana terima cinta sehun, kepengennya sih hana sm kai aja
    Hahaha…

    Ini bikin gemes ceritanya~~`

  26. ehhhh lucifer.a member SHINee yaahh..???
    ngedadak jadi inget SHINee punya lagu judul.a Lucifer juga..
    hahaha awal.a mikir siapa Lucifer yang wajah.a cantik n manis pula…
    hahaha ternyata oh ternyata…

  27. annyeong thor nae new reader di sini, aku udah baca dari chap 1 and ff ini keren abis thor…., tapi kenapa SHINee jadi lucifernya……
    tapi gak pa pa deh ….. keep writing annyeong thor….
    gomawo

  28. anyeong….saya org baru di sini…salam kenal ya…walaupun belum semuanya aku baca tpi waktu baca ff ini aku jdi tertarik n penasaran…mohon pengertianya min…heheheh.Figthingggg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s