Would You be My Girlfriend?

cover ficlet suho-vert

Title : Would You be My Girlfriend?

Author : HCV_2

Main Cast : Suho, Jung Raina(OC)

Genre : Romance

Length : Ficlet

 

WARNING THIS NOT FOR SILENT READERS!!!!

 

Haloha~~~ Author HCV-2 datang membawa karya ficlet terbaru dengan Suho sebagai main cast.. Buat FF ini sebagai selingan aja sih, soalnya ide buat ff chapter saya lagi seret. Sambil nunggu FF yang lain dikerjain mudah-mudah FF ini bisa menghibur sementara ya readers~ Oke enjoy the story my lovely readers^^ *ppyong*

 

“Haah..” Raina menyandarkan tubuh pada dipan tempat tidurnya. Ia duduk dilantai sambil mengadahkan kepala seraya memejamkan matanya.

Hanya beberapa detik kemudian ia kembali membuka mata lalu memandang langit-langit kamarnya lekat. Menerawang seperti mencari sebuah jawaban diatas sana. Ia menarik nafas panjang kemudian kembali mengalihkan pandangannya pada jendela besar yang ada didepannya.

Gadis itu memutar-mutar ponsel putihnya sambil sesekali meliriknya dengan ekor matanya, seakan berharap jika seseorang yang ia harapkan akan menghubunginya.

“Apa… dia benar-benar akan melakukannya hari ini?” ucap Raina lirih. Ia tekuk kedua kakinya kemudian memeluk lututnya. Ia benamkan kepalanya pada kedua lututnya.

Raina nampak cemas dan gelisah. Gemuruh dihatinya benar-benar membuatnya tidak tenang. Pikirannya mulai menerawang kemana-mana, mencoba menebak apa yang sedang sahabatnya lakukan sekarang. Walau kamarnya ber-AC tapi ia sama sekali tidak merasakan kesejukkan, rasa tak karuan dibenaknya membuat hawa disekitarnya terasa panas. Panas.. hingga membuatnya mengipas-ngipaskan telapak tangannya mencoba membuat suasana lebih tenang.

“Aisshh.. kenapa hatiku tidak tenang seperti ini?! Pikiranku tidak bisa lepas dari Suho!!” Raina mengacak-ngacak rambutnya brutal sambil menggesek-gesekkan kakinya dilantai kayu kamarnya. Raina benar-benar tidak bisa berhenti memikirkan Suho sahabatnya. Kata-kata Suho yang mengatakan bahwa ia akan menyatakan perasaannya pada gadis yang ia suka selama ini terus terngiang ditelinga gadis itu. Seperti sebuah film pendek yang terus terputar berulang-ulang tanpa koordinasi.

 

 

[Fashback]

 

“Hey?! Kau kenapa? Serius sekali.. apa yang sedang kau pikirkan?” Raina menepuk pundak sahabatnya yang nampak melamun dengan serius. Namja itu terkesiap kemudian menoleh kebelakang.

“Kau mengagetkanku saja” Suho menghela nafas sembari mengelus-ngelus dadanya untuk mempertegas keterkejutannya. Suho pun menggeser posisi duduknya untuk memberi tempat bagi Raina duduk didisebelahnya.

“Hihihi.. ini karna kau tidak menanggapiku yang sejak tadi memanggilmu. Kau kelihatan sangat serius, apa ada masalah?” Raina duduk ditempat yang sudah diberikan sahabatnya.

“Tidak.. aku hanya sedang memikirkan sesuatu..” Suho menunduk sambil memutar-mutar ponselnya.

“Memikirkan sesuatu? Memangnya sesuatu yang seperti apa sampai membuatmu melamun seperti itu?”

“Umhh.. Raina’ah? Boleh aku minta pendapatmu?” Suho menoleh kearah gadis disebelahnya kemudian menatapnya lekat.

“Sure.. Pendapat tentang apa?”

“Bagaimana jika hari ini aku.. menyatakan perasaanku?”

 

Deg

 

Seketika itu Raina terdiam.. diam mendengar perkataan namja didepannya. Entah kenapa ia seperti kehilangan seribu bahasanya. Tiba-tiba saja nafasnya terasa tercekat ditenggorokan sehingga membuatnya sulit menggeluarkan kata-kata. Hatinya juga seketika berdetak abnormal.

Yeoja itu tahu kalau selama ini sahabatnya itu menyukai salah satu gadis dikampus mereka. Gadis cantik yang populer dikalangan para mahasiswa diuniversitas itu. Hyuna.. layaknya seorang artis terkenal Hyuna mempunyai banyak penggemar dikampusnya, dan salah satunya adalah Suho. Tapi berbeda dengan namja-namja lain yang mengejarnya.. Suho adalah salah satu penggemar yang berhasil membuat Hyuna luluh dengan sikap ramahnya. Sudah cukup lama Suho dan Hyuna saling mengenal dan lama-kelamaan semakin dekat. Hyuna kelihatannya juga mempunyai perasaan yang sama dengan Suho. Dan itulah yang membuat Raina semakin gelisah setiap kali melihat mereka bersama. Entah kenapa setiap kali melihat mereka tertawa bersama.. hatinya seakan meledak dan ingin sekali memisahkan mereka. Tidak ia pungkiri.. sebenarnya ia cemburu..

“Raina’ah..” panggil Suho saat menyadari keheningan yang terjadi. Ia melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Raina untuk menyadarkan gadis itu dari lamunannya.

“Eh? N..ne? Ahh.. menyatakan perasaan ya? Kalo memang kau sudah yakin akan perasaanmu.. kenapa tidak?” Raina berusaha bersikap senatural yang ia bisa. Walau terlihat jelas raut wajahnya seketika berubah gugup.

“Baiklah.. kalau menurutmu itu bagus, akan kulakukan sore ini..” ucap Suho kemudian menatap lurus pada pandangan musim panas indah didepannya sembari mengembangkan senyum angel khasnya. Senyum manis yang selalu bisa mengalihkan dunia Raina.. senyum yang selalu mampu membuatnya merasa tenang. Tapi kali ini berbeda.. bukan perasaan tenang yang ia dapatkan saat melihat senyum itu.. tapi rasa sakit yang mulai merobek hatinya.. Apa dia akan benar-benar merasakan sakit hati setelah ini?

Seakan tidak menyadari perubahan sikap sahabatnya, Suho masih sibuk tersenyum sambil membayangkan kejadian-kejadian indah yang mungkin akan terjadi setelah ia menyatakan cinta pada pujaan hatinya.

 

[Flashback end]

 

 

Raina rasakan hatinya semakin tak karuan.. semakin bergemuruh dan membuatnya agak sesak. Sesak.. saat membayangkan senyum Suho yang mengembang sambil menggandeng tangan Hyuna kemudian mengatakan dengan bahagia bahwa mereka suah resmi menjadi sepasang kekasih. Oh tidak! Ia tidak akan sanggup!

Sudah lama.. lama sekali.. ia menyadari perasaanya pada sahabat kecilnya itu. Awalnya ia pikir.. mungkin dia hanya merasa cemburu layaknya seorang sahabat. Tapi semakin lama rasa cemburu itu semakin menjadi.. entah kenapa hatinya terasa sakit dan tersayat-sayat setiap kali ia melihat kebersamaan Suho dengan gadis lain.. bukan hanya dengan Hyuna tapi dengan setiap gadis selain dirinya. Ia akan merasa ingin sekali menjambak rambut setiap gadis yang mendekati Suho.

Tapi ia sadar kalo Suho tidak memiliki perasaan yang sama dengannya. Karna itu selama ini ia memendam perasaannya sendirian. Takut jika Suho tau dan ia akan ditolak mentah-mentah. Ia hanya tidak mau hubungan persahabatannya rusak hanya karna perasaan egoisnya yang ingin lebih memiliki Suho.

 

Drrrt

 

Drrrt

 

Tiba-tiba Raina rasakan ponselnya bergetar tanda ada pesan yang masuk. Ia pun meraih ponsel yang tergeletak didekat kakinya kemudian mengusap layarnya..

 

From : My Angel^^

Subject : Temui aku..

 

Raina’ah.. temui aku di kampus sekarang juga. Diruang latihan dilantai dua tempat kita biasa bertemu. Berdandanlah yang cantik.. aku menunggumu  ^__^

 

Status : Reading

 

Kening gadis itu mengkerut saat membaca pesan dari namja itu. Untuk apa Suho memintanya menemui namja itu dikampus? Bukankah seharusnya saat ini dia sedang dalam proyek menyatakan cintanya pada Hyuna? Dan.. berdandan cantik? Suho memintanya untuk berdandan cantik?

∞∞∞∞

 

 

Matahari sedang dalam proses kembali keperaduannya.. Raina berjalan masuk kekampusnya dengan hati penasaran. Kenapa Suho tiba-tiba menyuruhnya datang kekampus sesore ini? Ini sudah hampir jam 7 malam dan kampusnya memang sudah biasa sepi sejak pukul 6 sore. Walau sedikit ragu tapi ia hanya berusaha untuk berpikir positive.. sebenarnya sempat muncul keraguan dalam benaknya, takut jika ternyata alasan Suho memintanya datang hanya untuk memperkenalkan Hyuna sebagai kekasihnya secara resmi. Apa gadis itu sanggup menerima kenyataan semacam itu? Tentu saja tidak!

Raina pun mulai menaiki tangga menuju kelantai dua tempat ruang latihan biasa dia dan Suho gunakan untuk berlatih. Ia naiki anak tangga tersebut satu persatu dan langkahnya menggema hingga keseluruh penjuru sekolah.. mungkin karna suasana kampusnya memang sudah sangat sepi sore itu. Raina menelusuri koridor kampusnya dengan hati yang masih dipenuhi kegelisahan, seribu tanda tanya memenuhi otaknya. Hanya mulai menimbang-nimbang hal yang mungkin akan dia alami. Raina berjalan dengan ragu sambil memperhatikan sekitarnya yang nampak sangat sunyi.

 

Tap

 

Gadis itu sampai tepat didepan ruang latihan tempat Suho menunggunya. Ia berdiri sambil memandangi pintu kayu yang tertutup rapat didepannya dengan seksama. Mencoba menerawang kira-kira apa dan siapa yang ada dibalik pintu tersebut. Raina menarik nafas dalam-dalam sedikit menenangkan diri, entah sejak kapan dia mulai merasakan keringat dingin didahinya. Dia gugup…

Dengan ragu ia raih kenop pintu yang berwarna keemasan tersebut kemudian memutarnya dengan sangat hati-hati..

 

 

Ceklek

 

Perlahan Raina buka pintu tersebut. Gadis itu tidak langsung masuk tapi sedikit menenengokan kepala untuk mengintip. Gelap.. itulah kesan pertama yang ia dapatkan. Raina pun membuka pintu itu semakin lebar dan mulai masuk kedalam ruangan tersebut.

Mata Raina membulat seketika saat ia sadari ternyata ruangan itu tidak sepenuhnya gelap. Ia menutup mulutnya yang sebenarnya berniat untuk berteriak ketika melihat bentuk indah yang dibentuk oleh lilin-lilin kecil didekat kakinya. Bentuk hati.. lilin-lilin tersebut ditata sedemikian rupa hingga membentuk sebuah bentuk hati, dan ujung dari bentuk hati itu tepat berada didepan kedua kakinya. Suaranya tercekat ditenggorokkan dan tanpa sadar ia menahan nafas melihat pemandangan indah dilantai ruangan itu. Cahaya remang yang terpancar dari sumbu lilin-lilin kecil tersebut seakan membuat jantung itu nampak bersinar.

Tanpa sadar kaki Raina mulai melangkah masuk ketengah lilin-lilin itu. Kini ia tepat berada ditengah bentuk hati tersebut. Ia tersenyum manis sambil memandangi lilin-lilin kecil yang mengelilinginya. Ia mulai merasakan hatinya bergejolak.. dan ia mengernyit ketika sadar akan sebab kenapa ia bisa diruangan itu. Bukankah Suho yang memintanya datang? Apa mungkin ini perbuatan Suho? Tapi untuk apa?

Saat sedang sibuk mempertanyakan semua yang terjadi.. tiba-tiba lampu ruangan tersebut menyala. Raina terkesiap kemudian mengadahkan kepalanya memandang lampu yang tiba-tiba saja menyala. Beberapa detik setelahnya gadis itu mengembalikan posisi kepalanya menghadap kedepan. Dan lagi-lagi mata gadis itu membulat dengan sempurna ketika melihat sebuah banner panjang terpajang ditembok batu bata dihadapannya.

“Saranghae Raina’ah”

 

Deg

 

Nafas Raina tercekat seketika setelah membaca tulisan yang terdapat pada banner tersebut. Banner berwarna soft pink dengan beberapa rangkaian bunga disudutnya, dan dengan hiasan jantung-jantung kecil disekitar tulisannya. Mata Raina semakin melebar dengan mulut yang terbuka dan kedua alis terangkat keatas. Berkali-kali gadis itu mengerjapkan matanya mencoba menyadarkan diri jika apa yang ia lihat hanya sebuah mimpi. Hatinya mulai berdetak semakin kacau saat mulai berharap-harap cemas jika ini semua benar perbuatan Suho.

 

Ting

 

Raina tersentak ketika mendengar suara tuts piano dimainkan. Dengan cepat gadis itu membalikkan tubuhnya menuju sebuah grand piano yang terletak dipojok kanan ruangan tersebut. Dan untuk kesekian kalinya gadis itu kembali dihadapkan pada sebuah kenyataan yang membuat matanya semakin melebar seakan ingin mencuat keluar.

 

Karenamu satu hari terasa seperti hanya satu menit

Ketika bersamamu, aku merasa menjadi seorang karakter utama dalam sebuah film

Rasanya aku adalah seorang pahlawan dalam adegan film action

Yang akan datang menyelamatkanmu..

 

Raina bereming dan menutup mulutnya ketika meilhat siapa yang bernyanyi sambil bermain piano dihadapannya. Menyanyikan sebuah lagu yang begitu ia suka..

“Suho..” ucap Raina pelan dengan suara yang agak bergetar. Ia berusaha untuk tidak mengganggu namja yang sedang serius melantunkan lagu tersebut, mendengarkan suara merdu namja itu dengan seksama.

 

Kau sempurna bagiku..

Aku membayangkan..

Bagaimana jadinya jika kita bersama?

Hanya dengan kata oke darimu, semuanya menjadi sempurna, oh baby..

 

Suara lembut Suho sungguh membuat gadis itu kehilangan seribu bahasanya. Mata Raina seketika memerah dan mulai tergenang airmata. Tiba-tiba saja butiran kaca cair mulai menumpuk dipelupuk mata bulat gadis itu. Saling bertubrukan seakan berebut untuk segera jatuh dan membasahi pipi putihnya. Raina hanya mulai menebak-nebak perbuatan  Suho ini. Mulai merasa senang sekaligus bingung.  Apa namja itu menyatakan perasaannya pada Raina? Lalu bagaimana dengan Hyuna?

 

Aku kehilangan akal, ketika aku melihatmu

Kecuali dirimu, apapun yang ada didunia ini akan bergerak lambat

Katakanlah padaku jika yang aku rasakan ini adalah cinta

Berbagi dan belajar berbagai hal yang aku rasakan bersama denganmu

Perjuangan , tangisan dan pelukan

Katakanlah padaku jika yang aku rasakan ini adalah cinta..

 

 

(Translate lirik EXO-K What is love)

 

Seiring dengan berakhirnya konser singkat namja itu, airmata dimata Raina sudah mulai berjatuhan. Suho menghentikkan nyanyiannya kemudian memejamkan mata sejenak. Hanya beberapa detik, lalu ia kembali membuka mata dan langsung mengalihkan pandangannya pada gadis yang mematung sambil menangis dihadapannya.

Suho sedikit terkejut melihat reaksi Raina akan kejutannya. Alisnya terangkat melihat gadis itu menangis. Sedetik kepanikan itu menghampiri hatinya tapi dengan cepat ia sadar.. mungkin gadis itu terharu akan semua rencananya. Suho memandang Raina lembut kemudian menyunnggingkan seulas senyum diwajahnya. Senyum manis.. yang sangat gadis itu sukai.

Mendengar isakan Raina yang semakin jelas.. Suho bangkit dari duduknya kemudian berjalan menghampiri Raina. Sementara Raina hanya terus berusaha mengusap airmatanya yang terus mengalir deras dipipinya. Hati gadis itu semakin bergemuruh dengan kuat saat Suho semakin dekat dengannya. Entah kenapa satu gerakan dari namja itu mampu memacu jantungnya untuk berdetak lebih cepat. Kini jarak mereka sudah cukup dekat.. sekitar 1 meter.

“Hiks..Su.. Suho..” ucap Raina disela isakannya. Mata mereka kini beradu dan saling menatap lekat. Mencoba mencari sesuatu dibenik masing-masing.

Suho arahkan jari-jemarinya kepipi Raina kemudian mengusap airmata gadis itu dengan lembut. “Kenapa kau menangis?” tanya Suho lembut.. sangat lembut hingga membuat gadis itu terhenyak.

“Ma..maafkan aku..”

“Kenapa minta maaf? Kau sama sekali tidak melakukan kesalahan..” Suho menangkupkan tangannya pada kedua pipi Raina sambil tersenyum kearah gadis itu.

“Suho.. apa maksudnya.. ini..?” tanya Raina ragu dan agak terbata.

“Ini? Ini adalah.. pernyataan cintaku untuk gadis yang aku cintai..”

 

Deg

 

Raina tediam seketika, isakannya pun tiba-tiba terhenti. Mendengar apa yang baru saja dikatakan Suho padanya membuatnya ternganga. Ia mematung dengan kedua alis yang terangkat keatas. Otaknya tiba-tiba saja bekerja lambat sehingga menyulitkannya untuk mencerna dengan baik perkataan namja manis didepannya. Suho yang menyadari keterkejutan Raina pun terkekeh sambil menunduk. Raina melonggarkan ekspresinya saat melihat Suho menertawainya, dapat gadis itu rasakan wajahnya yang memanas dan mulai memerah sekarang.

“Apa kau kira kalau orang itu adalah Hyuna?” tanya Suho masih sedikit terkekeh. Sementara Raina hanya menjawab dengan sebuah anggukan lugu.

Suho terseyum.”Aku tau kalau akan jadi seperti ini. Aku tau kau pasti akan salah paham akan hubunganku dengan Hyuna..”

“Awalnya aku memang mendekati Hyuna karna aku mengaguminya sebagai wanita yang sempurna. Aku pikir aku menyukainya sebagai seorang yang menempati hatiku. Tapi ternyata aku salah.. aku mengaguminya hanya selayaknya fans dengan idolanya.. aku mengauminya karna dia cantik, baik, pintar dan kebaikan lainnya. Karna aku sadar.. bahwa hatiku sudah menetapkan pilihannya..” jelas Suho. Raina hanya mengerjapkan matanya berulang kali dengan memasang ekspresi seolah ingin meminta penjelasan yang lebih dari namja itu.

“Aku sedikit ragu saat aku sadar ternyata aku menyukaimu. Takut jika ternyata cintaku hanya akan bertepuk sebelah tangan. Karna itu selama ini aku hanya menyimpannya sendirian.. menunggu kebulatan hatiku untuk menyatakan perasaanku padamu. Dan akhirnya aku melakukannya hari ini..”

Raina masih diam tak berkata apapun. Dia masih mencoba untuk mencerna lebih jelas maksud dari namja yang kini menatap lekat kematanya. Berulang kali ia berusaha untuk menyadarkan dirinya jika ini hanya sekedar mimpi semu. Tentu saja ia sangat tidak percaya.. bukankah baru saja ia berpikir bahwa ia akan sakit hati saat mengira Suho akan menyatakan perasaannya pada Hyuna. Tapi sekarang apa? Entah mimpi apa dirinya semalam.. tiba-tiba mendapatkan kejutan bahagia semacam ini..

Suho menghela nafas melihat reaksi gadis didepannya. Kenapa Raina hanya diam dan menatapnya seperti itu? Kenapa Raina tidak melonjak kegirangan kemudian memeluknya dengan erat? Jujur.. reaksi itulah yang ia harapkan..

“Raina’ah kau ingat waktu itu kau pernah bilang padaku kalau kau ingin sekali ada laki-laki yang menyatakan perasaannya dengan lagu What is love itu?” tanya Suho sambil memiringkan kepalanya menatap lembut mata indah Raina. Raina mengangguk tanda mengiyakan.

“Nah karna itulah aku menyanyikannya untukmu. Kau senang?”

“Se..senang sekali..” jawab Raina akhirnya. Setelah cukup lama bungkam akhirnya gadis itu bisa mengeluarkan suaranya walau masih pelan. Suho lalu melepas tangkupan tangannya kemudian merogoh saku celananya menggambil sesuatu.

“Lalu.. apa kau ingat dengan.. ini?” Suho mengeluarkan sebuah kotak kecil berbentuk hati dengan warna merah terang. Dibukanya kotak itu sambil menunjukkan isinya pada Raina.

Lagi-lagi Suho berhasil membuat hati gadis itu bergemuruh. Rona merah mulai menguasi pipi Raina. Melihat sebuah cincin perak berbentuk bunga yang muncul dari kotak merah yang Suho perlihatkan membuatnya terkejut dan menutup mulutnya. Dia ingat.. cincin itu adalah cincin yang ia lihat ditoko perhiasan saat mengantar Suho membeli kalung untuk ibunya yang berulang tahun sekitar 3 bulan lalu. Saat itu ia sempat bilang pada namja itu bahwa ia sangat berharap jika ada seorang namja yang menyatakan cinta padanya sambil memberikan cincin itu kemudian melingkarkannya dijari manisnya. Sungguh.. Suho berhasil membuat Raina tak berkutik dengan semua kejutan yang ia persiapkan.

“Would you be my girlfriend?” ucap Suho lembut sembari berlutut dihadapan Raina yang masih menutup mulutnya. Airmata pun menumpuk semakin banyak dipelupuk mata gadis itu. Raina rasa tubuhnya kini melayang dan tidak menyentuh tanah lagi.

“Aku mencintaimu Raina’ah.. mecintaimu sebagai seseorang yang memiliki hatiku. Maukah kau menerimaku?”

Tanpa pikir panjang.. gadis itu langsung mengangguk cepat. Mengisyaratkan bahwa dia sangat menerima namja itu sebagai pemilik hatinya. Senyum seketika mengembang sempurna diwajah namja itu. Ia tatap mata Raina dengan tatapan berbinar. Tidak ia sangka gadis itu menerima pernyataannya dengan cepat.

“Aku juga mencintaimu Suho..”

Mendengar perkataan Raina, Suho bangkit kemudian meraih tangan kanan gadis tersebut. Ia pasangkan cincin cantik nan manis itu dijari manis gadis yang berhasil membuatnya terasa melayang diudara. Sedetik setelah cincin itu melingkar dengan sempurna, Raina langsung memeluk namja itu erat seolah tak ingin namja itu menghilang seketika jika ternyata yang ia alami ini hanya sebuah mimpi. Gadis itu masih menangis karna terharu akan apa yang Suho persiapkan untuknya. Semua kejutan ini.. sungguh membuatnya bahagia..

“Kau senang dengan kejutan ini?” tanya Suho seraya mengelus rambut gadis yang kini resmi menjadi kekasihnya dengan penuh kasih sayang.

“Senang.. sangat..”

Suho tersenyum puas saat mendengar jawaban Raina. Perlahan ia lepaskan pelukannya kemudian menatap gadis itu lurus-lurus. Perlahan Suho mendekatkan kepalanya kewajah Raina, mencoba menghapus jarak diantara keduanya. Deru nafas mereka beradu dan hidung mereka bertemu. Degup jantung keduanya seakan menjadi musik pengiring dalam suasana itu. Raina mengatupkan matanya saat sadar apa maksud Suho. Jantungnya seolah ingin mencuat keluar saat merasakan sapuan hangat dibibirnya. Suho mencium Raina lembut.. sebuah ciuman yang didasarkan pada cinta.

Hingga setelah ebeberapa detik, Suho kemudian melepaskan tautannya. Wajah keduanya nampak merah merona. Bahkan keduanya masih sibuk mengontrol nafas masing-masing yang sempat kehilangan asupan oksigen. Setelah merasa lebih baik, Suho kembali meraih kedua tangan Raina kemudian mencium punggung tangannya. Tidak dapat terelakkan, wajah Raina yang sudah memerah kini semakin terasa panas. Seperti senggatan listrik ciuman Suho ditangannya mampu membuat jantungnya berpacu semakin cepat dan membuat darah menumpuk dipipinya.

“Saranghae Raina’ah..”

“Nado.. saranghae.. Suho’ah..”

∞∞∞END∞∞∞

 

N/B : NO SIDERS!! NO PLAGIAT!! HARGAI KARYA ANAK BANGSA!!

18 thoughts on “Would You be My Girlfriend?

  1. yyyeeee !!!!!!!! HCV JJANG !!!!!!!!!!!
    ini aku yang buat lhoooo #ditimpuk HCV_2 pake batu kali
    hahahahahahahahahahahahahaha
    tukang rusuh comeback again #HCV_1 frustasi gak bisa bikin cerita
    ini ff ditujukan buat orang gila yang suka ketawa di kelas itu , itu lho yang ikut taekwondo , yang jadi samsaknyanya itu lho. tau kan….
    hahahahahahahahahaha
    ok sekian terima kasih , eh ?

  2. orang di atas bisa diem gak sekali aja -_-
    bosen baca ocehan anda
    dari pada ngerusuh mending bikinin saya ff taeyeon kwkwkwkwkwkwk😀

  3. terima kasih~~~ tapi sayangnya gak bisa
    bosen ya ??? yang sabar ya , dia mah emang gitu
    ngoceh mulu kerjaannya
    jangan deh , ntar mlah jadi ff yang berbau pembunuhan lagi
    ok deh . sekian……wassalam

  4. wkwkwkkw,bagus nok ceritanya…. isi adegan itu lagi jadi panasss
    HCV 1 yg kamu maksud itu aku?? ya emang aku kan aku yang minta sama mbak author dora
    hahahah

  5. Huaa…Suho Oppa nado saranghaeyo🙂 kekeke #plak!
    FF nya bagus, romantic bgt, dan daebak!!
    Aku adalah org ke 8 loh yang comment FF ini, angka 8 adalah angka favourite Suho Oppa.

    Wah senangnya..:D keep writing thor, Fighting!! *bow

  6. kereeeennn..
    suho.a so sweet..
    ak bsa byngin snyum.a suho kya gmn..
    bgus thor crta , trs bkin crta yg bru dan lbih bgus lg yah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s