The Twelve Power Of Olympians (Chapter 4)

cover the twelve4(fix)-vert

Title : The Twelve Power Of Olympians

Title chapter : Started

Author : HCV_2

Main cast : Kim Hana(OC), Kai, Sehun

Other Cast : All member EXO, Han Hyo sun(OC)

Genre : Fantasy, Romance, Brothership

Length : Chaptered

 

WARNING THIS NOT FOR SILENT READERS

 

Cerita ini banyak terinspirasi dari cerita Percy Jackson.. tapi semua plot, alur dan ide cerita semua murni dari otak abal authornya. Cerita ini murni dan resmi karangan saya.. tidak ada yang nyata *iyalah kan fantasy*  Pokoknya ini punya author HCV_2 dan ini hasil kerja keras saya! Oke siip sekian.. enjoy chapter 4 nya my lovely readers~~~

 

 

 

 

Dia menanyakan siapa? Namja disebelahku? Se…Sehun? Bagaimana bisa? Bukankah seharusnya tidak ada yang bisa melihatnya selain aku?! Ke..kenapa dia..

 

 

Chapter 4

 

 

Hana terdiam dan matanya membulat sempurna. Tidak tau seberapa terkejutnya dia saat sadar kalau yang Hyo sun tanyakan itu adalah.. Sehun.. namja yang kini juga sukses dibuat terkejut oleh gadis berambut hitam itu.

Suasana menjadi hening seketika.. baik Sehun ataupun Hana hanya terdiam dengan ekspresi terkejut mereka. Mereka sangat terkejut dan tak percaya.. Beribu tanda tanya seketika memenuhi pikiran kedua mahluk Tuhan itu. Sungguh ini aneh..  Kenapa Hyo sun bisa melihat Sehun? Bukankah orang yang bisa melihat kedua belas namja itu hanya orang yang pernah menyentuh kotak mereka? Lalu bagaimana dengan Hyosun? Dia melihat Sehun.. melihat dengan JELAS!

“Hana-sshi?” panggil Hyosun ragu.

“A..Iya.. Ma..maaf” Hana tergagap setelah sadar dari lamunannya.

“Sebentar.. Jadi.. kau bertanya tentangnya? Namja ini? Apa..kau bisa melihatnya?”tanya Hana sambil menunjuk kearah namja disebelahnya dengan menggunakan kedua telunjuknya bergantian.

“Iya..Aku melihatnya..” ucap Hyosun sembari mengangguk-anggukan kepalanya.

“Kenapa bisa? Aissh.. ada apa ini sebenarnya? Kai bilang padaku orang yang bisa melihat para malaikat Olympus hanya orang yang memegang kotaknya. Tapi.. Kau.. Kau bisa melihatnya..” Hana semakin bingung dengan yang terjadi saat ini.. Wajahnya nampak sangat kebingungan sambil mengacak-acak rambutnya. Sementara namja yang menjadi topik permasalahan hanya diam dan tetap tenang.

“Sudah jangan bicara disini.. ayo pulang dan bicara dirumahmu” Sehun berbalik kemudian kembali berjalan kehaluannya dengan santai. Sebenarnya dia sudah tau apa yang terjadi.. kenapa Hyosun bisa melihatnya yang seharusnya tidak bisa dilihat oleh manusia murni selain Hana sang Parakletos? Ia sudah tau… Hanya saja ia tidak mau membicarakannya ditengah jalan seperti itu. Ia pun menyarankan untuk membicarakannya baik-baik dikamar Hana.

“Aiishh.. dasar! Ayo Hyosun-sshi. Sebaiknya kita bicarakan dirumahku. Aku akan menjelaskannya” ajak Hana pada gadis yang kini menatap lekat kearah punggung Sehun yang berjalan menjauh. Paras tampan namja itu memang bisa membuat hati para gadis terpesona, bukan hanya Hana tapi Hyosun pun kini sudah terjebak dalam kharismanya.

 

 

 

*****

 

 

“Kenapa kau bisa melihat Sehun Hyosun-sshi?” ucap Hana membalik kursi meja belajarnya menghadap tempat tidur dan duduk disana menghadap Hyosun. Sementara Sehun bersandar pada meja disebelahnya juga menghadap Hyosun.

“Umh.. aku tidak tau. Awalnya aku juga terkejut karna dengan santainya kau mengajak orang luar masuk kesekolah tapi sama sekali tidak ada yang sadar. Dan setelah aku tanya teman-teman yang lain ternyata mereka memang tidak melihat apa yang aku lihat. Aku pikir.. mungkin aku berhalusinasi.. tapi setelah aku selidiki lagi ternyata benar. Aku sangat penasaran dan bingung karna itu aku memustuskan untuk bertanya langsung padamu”ucap Hyosun menjelaskan kepada Hana sambil sesekali menatap Sehun yang hanya memandang keluar jendela kamar.

Hana nampak berpikir mencoba mencerna semua penjelasan Hyosun. Berharap ia bisa memberi jawaban sesuai yang Hyosun harapkan. Cukup lama berpikir tapi hasilnya nihil, mungkin dia benar-benar tidak mengerti dengan ini semua. Merasa tidak mendapatkan jawaban di otaknya, dia memalingkan pandangannya pada namja yang masih sibuk memandang pemandangan yang ada diluar jendela kamar gadis itu. Hana heran sebenarnya apa Sehun lihat disana? Pemandangannya sama sekali tidak menarik. Dan lagi Sehun sudah sering melihatnya.

“Apa kau pernah menyentuh kotakku?” tanya Sehun saat Hana baru saja membuka mulutnya untuk meminta pendapat namja itu. Yeoja itu pun membatalkan pertanyaannya dan memalingkan pandangannya pada Hyosun lagi.

“Kotak? Kotak seperti apa maksudmu?” Hyosun mengkerutkan dahi bingung. Tentu saja dia tidak mengerti. Kotak yang pernah ia pegang selama hidupnya itu kan banyak sekali. Seharusnya Sehun menjelaskan lebih rinci tentang pertanyaanya.

Sehun menoleh kearah Hana dan menggelengkan kepalanya sedikit seperti memberi kode pada gadis itu. Hana menaikkan sebelah alisnya seperti balik bertanya. Tapi belum saja namja itu menjawab pertanyaannya, dia langsung bakit dan membuka laci yang berada di urutan paling bawah meja belajarnya. Tempat dimana dia menyimpan kedua belas kotak para namja itu.

 

“Kotak.. seperti ini Hyosun-sshi. Kau pernah menyentuhnya?” ucap Hana sambil menyodorkan kotak berwarna abu-abu milik Sehun. Hyosun meraihnya dan menatapnya lekat kemudian berpikir.

“Ah..Ne.. aku pernah menemukannya didekat sebuah restoran didaerah gangnam. Aku menemukannya didekat semak-semak, kotak ini sangat indah dan bersinar. Saat itu aku ingin sekali membawanya pulang tapi entah kenapa aku seperti terhipnotis untuk tidak melakukannya kemudian meletakannya kembali disana. Jadi.. ini kotak mu?” kata Hyosun sambil mengingat kembali kejadian yang baru terjadi beberapa minggu yang lalu sambil menyipitkan matanya menatap Sehun.

“Oooh.. Pasti karna itu kau bisa melihat Sehun” Hana menggerak jari telujuknya sambil mengangguk-anggukan kepalanya seperti seorang detektif yang baru saja memecahkan sebuah petunjuk kemudian kembali duduk dibangkunya semula. Hyosun nampak sedikit kebingungan, ia kembali mengkerutkan dahinya menatap Hana. Apa maksudnya? Hanya dengan menyentuh kotak ini dia bisa melihat namja tampan itu? Memangnya siapa namja bernama Sehun itu?

 

 

Deg

 

 

Sadar akan sesuatu, seketika Hyosun memalingkan pandangannya dari Hana menuju namja yang berdiri disebelah gadis itu, menatapnya sedikit tidak percaya.

“Apa..Apa kau.. Kau malaikat Olympus?” Hyosun bertanya dengan ragu dengan perkataan yang sedikit terbata.

Hana seketika itu terdiam sementara Sehun tidak bergeming. Mata Hana membulat mendengar apa yang Hyosun baru saja ucapkan. Bagaimana bisa gadis itu tau tentang malaikat Olympus?

“Iyaa.. aku malaikat Olympus”ucap Sehun sembari mengembalikkan pandangannya pada dua gadis manis disebelahnya.

“Ke..kenapa kau bisa tau Hyosun-sshi?”

“Aku.. hanya pernah membacanya di salah satu buku fiksi. Penjelasannya sama, kalau orang pernah menyentuh kotak mereka.. maka orang itu akan bisa melihat para malaikat tersebut dan biasanya orang itu adalah.. Parakletos..”

“Hah? Para..kletos?” Hana bertanya memotong penjelasan Hyosun. Tiba-tiba dia ingat kata-kata Luhan dan Kai yang menyebutkan dirinya Parakletos.

“Oh.. Iya.. Luhan dan Kai juga pernah menyebutku Parakletos. Tapi.. Parakletos itu sebenarnya apa?” tanya Hana sambil tersenyum kecut. Sugguh.. ia merasa seperti orang bodoh sekarang. Bukankah Hyosun datang karna ia ingin minta penjelasan padanya? Tapi kenapa dia yang malah bertanya pada Hyosun?! Memalukan!

“Parakletos adalah orang yang telah menolong para malaikat Olympus. Biasanya seorang Parakletos itu sudah ditetapkan dan pasti memiliki kaitan dengan para malaikat yang ditolongnya”

“Apa semacam aku dengan Joonmyun oppa? Lalu Jongdae dan juga Wu fan oppa?! Ahh.. aku semakin mengerti sekarang” Hana menjentikkan jarinya sambil tersenyum bangga. Beberapa puzzle lagi sudah mulai tersusun rapi diotaknya.

“Parakletos harus membantu para malaikat yang ia tolong hingga misi mereka selesai, Parakletos diyakini adalah kunci utama yang dapat mengalahkan musuh mereka dan bisa dipastikan seorang Parakletos adalah keturunan Austrin yaitu, keturunan tertinggi diantara keturunan Olympus”

Setelah Hyosun selesai dengan penjelasannya Hana hanya terdiam dengan mata membulat. Terkejut dengan penjelasan Hyosun yang terakhir bahwa dia adalah keturunan tertinggi diantara keturunan Olympus? Hey dia itu manusia.. bukan manusia setengah malaikat seperti para namja aneh itu!

“A..apa? Seorang apa? Australia? Apa? keturunan tertinggi? Kau gila?!” tanya Hana tergagap masih dengan menatap lurus kearah Hyosun.

“Austrin bodoh! Bukan Australia..Tsk” decak Sehun sambil memutar bola matanya sembari bersedekap didada

“Iyaaya… yang jelas setengahnya benar kan?! cepat jelaskan! Kalian berdua belas belum memberitau ku soal yang satu ini” Hana memalingkan pandangannya dan menatap Sehun tajam.

“Austrin.. adalah keturunan tertinggi dan yang memiliki kekuatan terkuat diantara keturunan Olympus lainnya. Kau adalah Parakletos dan seorang Parakletos memang selalu datang dari keturunan Austrin” jelas Sehun santai sambil memasukan tangannya kesaku celana.

“Tapi.. aku hanya manusia biasa. Aku bahkan tidak memiliki kekuatan apapun, apalagi kekuatan yang terkuat”

“Kau bukan tidak punya.. tapi kau hanya belum menyadarinya. Seorang Parakletos memang sulit untuk menemukan kekuatan mereka, mereka membutuhkan waktu lebih lama dari keturunan yang lainnya”

“Tapi itu berarti aku sama seperti kalian? Manusia… setengah malaikat?” tanya Hana sambil menatap kedua telapak tangan putihnya seakan tidak percaya.

“Iya.. seorang Austrin yang diturunkan kebumi memang hanya bertugas sebagai Parakletos dan…” Sehun memotong perkataanya kemudian membalikkan tubuhnya kembali menghadap jendela kamar Hana.

“..Ini pertama kalinya ada dua orang Parakletos”

 

 

Deg

 

 

Hana terdiam.. Sehun benar.. bukankah Hyosun juga bisa melihat mereka? itu brarti Hyosun juga Parakletos. Dan apa Hyosun juga seorang Austrin? Pertanyaan itulah yang kini memusingkan Hana.

 

 

*****

 

 

“Tapi mana bisa kita menggunakan 2 Parakletos hyung” ucap Dio pada Kris yang masih diam sambil menatap keluar jendela besar diruang rapat mereka.

Di ruang rapat itu terdapat sebuah meja berbentuk oval besar seperti ruang rapat direktur diperusahaan. Mereka duduk berdasarkan urutan dan Suho duduk dibangku paling ujung kiri seperti pemimpin dibagian kiri dan Kris menjadi pemimpin dibagian kanan. Tapi kini Kris tidak sedang duduk dibangkunya tapi berdiri didepan jendela.

Hana juga tidak ikut dalam rapat itu, dia menemani Hyosun diruang keluarga sambil memunggu keputusan. Sebenarnya Hana sangat dibutuhkan dalam rapat penting itu, tapi karna tidak mungkin membiarkan Hyosun sendiri akhirnya Kris dan Suho memutuskan untuk tidak mengikutsertakan gadis tomboy itu dalam rapat.

“Dio benar.. apalagi dia sama sekali bukan keturunan Olympus. Mana mungkin kita melibatkan manusia murni dalam misi ini. Jika pimpinan tau, dia pasti akan sangat marah” lanjut Luhan mendukung pendapat Dio.

“Tapi.. dia tau banyak tentang malaikat Olympus dan para Lucifer. Itu semua akan sangat membantu kita dalam misi” kini Chen mengeluarkan pendapatnya yang malah berbalik membela Kris. Kris pun membalikkan tubuhnya dan berjalan ketempat duduknya.

Kali ini Kris lah yang dipilih sebagai pemimpin sidang. Dalam rapat seperti ini memang Suho akui dia tidak mampu. Otaknya tidak terlalu mampu dalam soal menalarkan hal-hal memusingkan dan dia sudah akat tangan. Jadi Kris lah yang akan diserahkan dalam hal ini.. Kris adalah divisi Dewi Athena, dan malaikat dari divisi ini memiliki kelebihan dalam mengatur strategi perang dan sejenisnya.. karna itu Kris jelas lebih dari mampu dalam menentukkan strategi apa yang  sebaiknya digunakan dalam keadaan seperti saat ini..

“Bagaimana pendapatmu Kai?” tanya Kris setelah duduk dikursinya semula lalu menyatukan jari-jemarinya kemudian menopang dagunya. Sementara orang yang ditanya sedikit tersentak karna sejak tadi namja itu terlihat santai dan tidak memperhatikan.

“Aku? Kenapa Hyung bertanya pendapatku? Tumben sekali…” Kai tersenyum dengan menangkat salah satu ujung bibirnya seperti tersenyum meremehkan. Ia memang salah satu anggota yang paling jarang dimintai pendapat jika sedang membicarakan hal penting seperti ini. Dan itu juga yang menjadi salah satu alasan kenapa dia tdak terlalu memperhatikan.

“Umh.. kalo kalian menanyakan pendapatku, Jujur.. aku sangat ingin dia ikut dalam misi kita. Karna seperti yang Chen katakan, dia tau banyak soal Lucifer itu, jadi dia akan sangat memudahkan kita. Dan kita akan cepat bisa menyelesaikan misi. Tapi.. kalo mendengar hati kecilku.. aku lebih ingin dia tidak ikut campur dalam ini semua. Karna ini jelas pelanggaran besar, mengajak masuk orang yang seharusnya tidak dilibatkan”

“Aku sangat setuju dengan Jongin, hyung. Lagi pula menjaga satu orang gadis saja sudah cukup menyusahkan, sekarang kau mau menambah satu lagi.. ini sedikit menggangguku” lanjut Sehun cepat setelah Kai selesai mengungkapkan pendapatnya.

“Cih.. kau lucu Sehun’ah. Aku tau kau setuju denganku karna kau bukan merasa terganggu harus menjaga 2 orang gadis, tapi kau risih karna gadis itu menyukaimu kan? Karna kau merasa gadis itu akan mengganggu usahamu mendekati Hana eoh?” ucap Kai sambil menyandarkan tubuhnya dikursi kemudian bersedekap.

“Diam kau! Jangan sok tau. Kau sendiri bersikap seperti ini karna kau tidak mau aku merebut incaranmu kan?” Sehun membalas. Seketika topik pembicaraan pun berubah. Kedua namja itu malah berdebat soal kisah cinta mereka bukannya membicarakan masalah penting yang sekarang harus segera diselesaikan. Sementara 9 temannya yang lain malah memperhatikan 2 maknae mereka dengan dahi berkerut. Kecuali Kris yang sepertinya sedang serius mempertimbangkan pendapat Kai.

“YA! YA! YA! Bukan saatnya meperdebatkan hal-hal semacam itu bodoh” ucap Chanyeol  tegas dan terdengar sedikit nada membentak disana. Kedua namja bungsu itu pun langsung diam dan saling menatap memojokkan. Chanyeol memang orang yang paling mereka takuti, karna mereka yakin jitakan dari namja jangkung itu akan mampu membuat mereka lupa ingatan.

“Baiklah sudah kuputuskan..” Kris yang tadi hanya diam dan berpikir serius tiba-tiba mengeluarkan suaranya dan semua anggota pun seketika menoleh kearahnya.

 

 

 

 

*****

 

“Rumah ini besar dan megah sekali ya? Ini.. sungguh seperti berada di negri dongeng” Hyosun berjalan mengelillingi ruangan megah tempat mereka berada sekarang. Tidak ia pungkiri betapa kagumnya dia pada markas besar para prajurit Olympus itu. Arsitektur dan lukisan-lukisan indah yang terpampang didindingnya membuatnya sulit untuk berkedip

“Iyaa.. aku juga tidak menyangka ternyata istana kerajaan yang biasa aku lihat dibuku bergambar keponakanku itu memang benar ada..hihi” Hana tertawa kecil kemudian kembali memakan camilan yang ia pegang. Berbeda dengan Hyosun yang tampak begitu terpesona sampai memperhatikan satu persatu pernak pernik diruangan itu, Hana malah hanya duduk disofa dengan santai sembari memakan camilan yang disediakan Dio untuk mereka. Tapi.. jika dilihat lagi kebelakang, dia juga melakukan hal yang sama seperti Hyosun saat pertama kali masuk kemarkas itu.

“Ne.. bahkan ini jauh terlihat lebih indah seperti yang digambarkan dibuku fiksi yang pernah aku baca itu. Ini.. jauh lebih menakjubkan..”

“Oya Hyosun-sshi—“

“Panggil saja Hyosun, aku merasa sedikit kurang nyaman dengan panggilan –sshi itu, bukankah kita teman satu sekolah? panggil sewajarnya saja” Hyosun memotong pembicaraan Hana kemudian mulai berjalan ke sofa dan duduk bersebelahan dengan Hana.

“Ah.. baiklah Hyosun’ah. Umh.. apa kau benar-benar tau banyak soal para malaikat Olympus?”

“Sebenarnya tidak banyak.. aku hanya pernah membaca kisah tentang mereka. Tapi.. karna itu sudah cukup lama jadi aku sudah tidak terlalu ingat” ucap gadis itu sembari meminum teh yang disungguhkan untuknya.

“Saat pertama kali kau membaca kisah para malaikat itu, apa kau percaya bahwa mereka benar-benar ada?” Hana membenarkan posisi duduknya bersila diatas sofa menghadap kearah Hyosun.

“Awalnya sih tidak.. karna aku pikir para dewa-dewi Olympus itu hanya sebuah mitologi dan lagi dibuku itu ditulis bahwa kisah yang diceritakan didalamnya hanya kisah fiksi. Tapi.. setelah aku membaca pesan pengarang yang ditulis diakhir buku aku sedikit percaya. Penulis buku itu bilang bahwa para malaikat Olympus itu memang benar ada hanya saja mereka tidak pernah menampakkan diri pada manusia. Penulis itu juga mengatakan bahwa salah satu sahabatnya bahkan adalah seorang Parakletos. Tapi.. karna tidak ada yang mempercayainya akhirnya buku itu diputuskan untuk keluar sebagai buku fiksi atau sekedar cerita khayalan”

“Tapi kalau sahabatnya memang adalah salah satu Parakletos kenapa tidak menyuruh sahabatnya itu yang membuktikan bahwa cerita itu benar, dan bukan hanya sekedar fiksi. Dengan begitu orang-orang akan percaya kan?”

“Sayangnya.. sahabatnya itu sudah meninggal Hana’ah. Dia gugur saat menjalankan misinya. Dan itu juga menjadi salah satu alasan kenapa Penulis mengangkat cerita itu.. karna ia ingin memberi penghormatan terakhir pada sahabatnya” Hyosun menunduk kemudian memejamkan matanya. Dia seakan turut merasakan kesedihan yang dialami sang penulis. Sedangkan Hana.. dia hanya terdiam dan nafasnya tercekat ditenggorokan. Matanya membulat dan bulu kuduknya sedikit meremang. Ia terkejut.. terkejut akan satu kenyataan yang dialami oleh sahabat sang penulis itu. Dia seorang Parakletos dan dia.. meninggal dalam misi? Oh Tuhan?! Rasa takut begitu saja menyeruak didadanya.. sungguh kini pikiran Hana mulai menerawang entah kemana. Menerawang mencoba mencari tau apa dia juga akan bernasib sama seperti sahabat penulis itu?

 

Me..meninggal??

 

Tap

 

Tiba-tiba suara derap kaki tertangkap oleh indra pendengaran kedua gadis cantik itu dan mengalihkan perhatian mereka. Sedetik itu pun mereka menoleh kesumber suara, dan.. kini mereka melihat 3 orang namja tampan sedang berjalan kearah mereka. Hana dan Hyosun pun berdiri ketika melihat Sehun, Kai dan Suho menghampiri mereka.

Hyosun sedikit merapikan pakaiannya yang agak berantakan. Ia hanya tidak mau terlihat buruk didepan namja yang bisa membuat jantungnya melompat keluar dari tempatnya hanya dengan melihat senyum namja itu.. Sehun..

“Maaf sudah menunggu lama..” ucap Suho lembut sambil tersenyum sungkan kerarah dua gadis berseragam sekolah itu. Hana dan Hyosun memang tidak sempat mengganti seragam sekolahnya karna mereka langsung dibawa kemarkas oleh namja bertampang datar itu.

“Bagaimana keputusannya? Apa Hyosun dijinkan untuk ikut dalam kelompok?” tanya Hana to the point tanpa basa-basi.

“Ckckck.. kau ini tidak sopan sekali Hanie. Seditaknya jawab dulu kan salamku tadi. Seharusnya kau katakan tidak apa-apa oppa, kami sama sekali tidak merasa bosan.. atau sejenisnya kan? Bukan langsung nyeroscos seperti itu” Suho bersedekap mengikuti gaya para Ayah yang mulai marah karna tingkah bandel anaknya. Sementara Kai, Hana dan Sehun hanya memutar bola mata mereka melihat tingkah kakak mereka yang mulai dengan gaya menasehatinya itu.

“Iyaya baiklah.. Tidak apa-apa Suho-sshi~~ Sudahkan?” ucap Hana setengah hati sambil mengikuti gaya bicara kakaknya.

“Ya sudah tunggu apa lagi? Ayo beritahu apa keputusannya?”

“Baik baik.. kau ini tidak sabaran sekali Hanie…” Suho menghentikan ucapannya sejenak kemudian menarik nafas kecil.

“Keputusan Kris hyung adalah.. dia menerima Hyosun untuk bergabung”

“Benarkah? Waahh selamat ya Hyosun’ah” Hana melonjak kemudian tersenyum senang dan menepuk pundak gadis disebelah kanannya. Hyosun yang tadi sempat terhipnotis wajah tampan Sehun itu pun terhenyak dan seketika menoleh.

“Ahh Iya.. terimakasih.. terimakasih banyak sudah mau menerimaku. Sejak pertama kali membacanya memang aku sangat tertarik dengan kisah kalian. Semoga aku bisa membantu” Hyosun berterimakasih sembari sedikit membungkukkan badannya.

“Senangnya.. jadi sekarang aku tidak akan kesepian karna ada kau Hyosun’ah..hihihi” gadis tomboy itu sumringah sambil memeluk Hyosun. Ia sangat senang karna punya satu teman perempuan disana. Ya.. walau dia tomboy tapi bukan berarti dia tidak butuh teman perempuan kan?

“Semoga kau bisa membantu misi kami Hyosun-sshi.. selamat datang dan selamat bergabung” sambut Kai merentangkan sebelah tangannya sambil tersenyum simpul. Hyosun pun mengangguk senang karna para malaikat lainnya juga menyambutnya dengan baik. Tapi senyum manis diwajah gadis itu nampak memudar karna ternyata orang yang paling ia harapkan untuk bersikap baik padanya malah bersikap acuh.

“Selamat bergabung Hyosun-sshi” ucap Sehun datar dan matanya tidak menatap orang yang ia ajak bicara melainkan menatap Hana gadis yang masih sibuk memeluk Hyosun.

“Oya.. sejak siang tadi kalian belum makan kan? Bagaimana kalau makan bersama disini? 2 koki kami sudah menyiapkan hidangan special untuk kita dan juga sekaligus untuk menyambut kedatangan Hyosun dikelompok ini.. Hmm?” Suho kemudian tersenyum memamerkan senyum ramah andalannya didepan Hana dan Hyosun.

“Mau..mau.. mau.. aku sudah sangat lapar karna kalian terlantarkan sejak pulang sekolah tadi. Perutku sudah berdemonstrasi sambil membakar ban didalam sini” Hana melepaskan pelukannya dari Hyosun kemudian memegang perutnya dengan bibir berkerucut.

Tsk.. kau itu kan memang tukang makan. Dasar!” decak Kai sambil melipat tangannya didada kemudian memutar bola matanya mengejek Hana. Hana pun tidak terima.. ia memicingkan matanya menatap Kai tajam bersiap melakukan satu tindakan yang biasa ia lakukan jika namja itu sudah mulai berulah.

Hana pun mulai mengangkat kaki kanannya kemudian mengarahkan injakannya pada kaki kiri namja yang mengejeknya. Tapi saat ijankannya baru saja akan mengenai kaki Kai, satu gerakan cepat dari Kai membuat injakannya kali ini tidak tepat sasaran..

“Eits.. kau pikir aku akan dengan bodohnya kena ijakan mautmu itu lagi eoh? Sayang sekali tidak!” Kai mencibir kearah Hana yang sedang melotot kearahnya. Dia pun berbalik kemudian berjalan duluan keruang makan dengan tersenyum menang.

“YA!! Kai namja aneh!! Awas kau ya!!!! Akan kubalas!!” pekik Hana kesal sambil berkacak pinggang menatap punggung Kai yang berjalan menjauh.

“Hey sudah! Sudah! semua sudah menunggu diruang makan. Kajja?!” Suho pun menarik tangan adiknya berjalan keruang makan kemudian disusul oleh Sehun. Hyosun pun berjalan mengikuti Sehun dari belakang. Ia tatap punggung namja itu pilu.. ia sedih akan sikap dingin namja itu padanya. Bahkan sejak tadi namja itu sama sekali tidak melihat kearahnya.

 

 

 

*****

 

 

“Selamat makan!!!” seru keempat belas orang yang kini sedang duduk dimeja makan besar dengan begitu banyak hidangan didepan mereka.

7 duduk disebelah kanan dan 7 lagi disebelah kiri. Hana duduk disebelah kanan Sehun dan disebelah kiri Kai. Sementara Hyosun duduk disebelah kiri Sehun. Awalnya yang duduk disebelah kiri Hana adalah Suho kakaknya, tapi karna ia mengalah agar Kai dan Sehun tidak bertengkar karna ingin duduk disebelah adiknya.. akhirnya dia pun menggeser dan membiarkan adiknya diapit oleh kedua namja itu.

Acara makan pun berjalan dengan hening dan lancar selama beberapa menit sampai akhirnya Hana memecahkan keheningan itu.

“Waah.. masakan Dio dan Lay oppa memang yang paling top. Sungguh.. ini semua enak sekali” Hana mengarahkan jempol kanannya kedepan seakan mempertegas rasa kagumnya.

“Ah Hanie..kau hanya terlalu memuji” ucap Dio sambil tersenyum manis pada Hana.

“Tapi sungguh oppa.. masakan kalian memang sangat enak. Benarkan Hyosun’ah?”

“Ne.. enak sekali. Aku bahkan tidak percaya seorang namja bisa memasak seenak ini” ucap Hyosun dengan menunjukkan smile eyesnya. Manis sekali..

“Kalau begitu apa boleh buat. Kami hanya bisa sangat berterimakasih dengan pujian kalian” ucap Lay lembut sambil memiringkan kepalanya.

“Nah.. makanya kau harus makan yang banyak Hana’ah. Ini makan lagi ayamnya” Kai mengambilkan satu ukuran besar ayam goreng untuk gadis disebelahnya.

“Ne.. terimakasih Kai yang menyebalkan~” Hana menoleh kearah Kai kemudian tersenyum kecut.

Melihat apa yang dilakukan Kai, Sehun pun tidak mau kalah. Dia ambil sesendok besar sayur sup yang ada didepan piringnya kemudian meletakkannya dipiring Hana.

“Ini.. kau juga harus banyak makan sayur untuk kesehatanmu Hana’ah”

Berbeda dengan tanggapannya dengan sikap Kai, Hana malah membulatkan matanya melihat tingkah Sehun. Bagaimana tidak? Namja yang biasanya hanya bersikap dingin padanya tiba-tiba bersikap perhatian. Ini sungguh keajaiban.. apa namja tampang datar itu baru saja salah makan?

Tapi belum selesai gadis itu terkejut akan sikap Sehun padanya. Tiba-tiba Kai kembali menaruh sesuatu dipiringnya dan membuatnya mengalihkan pandangannya lagi dari Sehun menuju piringnya.

“Ikan kaya akan protein.. bagus untuk kesehatan” Kai tersenyum simpul lalu menaikkan kedua alisnya cepat.

Lagi-lagi mata Hana membulat melihat satu porsi ikan besar dipiringnya. Dia terkejut dengan mulut sedikit terbuka. Kemudian menoleh kearah Kai sambil mengkerutkan dahi yang dengan jelas menunjukkan ekspresi “kau gila?!” pada namja itu. Tapi Sehun tidak tinggal diam. Ia menyendok kimchi lobak disebelah kanan piring soup lalu meletakkannya juga dipiring Hana.

“Akan lebih lezat makan dengan kimchi kan?”

Kerut didahi Hana pun semakin banyak berlipat. Benar-benar heran, setan apa yang sudah merasuki kedua tubuh namja disampingnya? Hana menggaruk lehernya sambil menatap piringnya yang penuh dengan makanan. Ia hanya mencoba berpikir bagaimana dia bisa menghabiskan makanan sebanyak itu? dan.. dari mana dia harus mulai?

“YA! YA! YA! DUA BOCAH TENGIK HENTIKAN! Kalian mau membuat adikku sehat atau mau membuatnya berubah menjadi gadis bertubuh gemuk eoh?!” teriak Suho yang duduk didepan Hana sambil berdiri dari duduknya. Ia menatap Kai dan Sehun tajam seakan ingin menelan mereka hidup-hidup.

“Tentu saja membuatnya sehat hyung” jawab 2 namja itu kompak. Hana pun terkejut.. tidak percaya mereka bisa menjawab sekompak itu. Padahal setau dirinya dua namja dingin itu tidak pernah akur.

“Ahhh sudah cukup! Hanie sini kau bertukar tempat duduk saja dengan oppa. Biar oppa yang duduk disana” Suho keluar dari meja makan kemudian berjalan memutar menghampiri tempat duduk adiknya. Hana pun bangkit dan mengikuti intrupsi Suho untuk duduk diantara Luhan dan Xiumin. Sangat lebih baik seperti ini, dari pada dia dibuat gila oleh dua namja kesurupan itu.

Setelah sampai ditempat duduk Suho, Hana pun duduk disana dan disambut senyuman hangat dari Luhan. Dari sana Hana bisa melihat ekspresi kesal Kai dan Sehun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sementara Suho merapikan piring Hana yang kini menjadi miliknya yang penuh dengan makanan. Ia mengembalikan setiap makanan itu kepada pemiliknya, ayam dan ikan ke piring Kai dan sayur serta kimchi ke piring Sehun. Hana hanya tertawa geli melihat tingkah lucu kedua namja yang memperebutkannya itu. Ya.. walaupun ia belum sadar bahwa Kai dan Sehun memperebutkannya. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang lebih menarik perhatian gadis itu dari pada sikap aneh Kai dan Sehun.

Kris.. namja yang begitu ia kagumi. Ada yang berbeda dari dirinya.. kini dia sedang sedikit berbincang dengan gadis manis disebelahnya. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi.. tatapan Kris pada Hyosun membuat Hana sedikit terhenyak.

 

 

 

*****

 

 

Hana duduk dibalkon lantai dua dari markas besar para malaikat Olympus itu. Matanya menerawang memandang panorama indah yang terbentang didepannya.Gadis itu menatap lekat bintang yang tersebar dilangit malam itu, seakan mengawasi dengan ketat jika tiba-tiba bintang itu berpindah dari tempatnya memancarkan cahaya. Malam di negri Concordia tempat para malaikat itu memang berbeda, langit ditempat tersebut jelas terlihat jauh lebih luas dari pada diSeoul. Entah benar seperti itu atau perasaan gadis itu saja. Tapi yang jelas Hana merasa menatap bintang ditempat itu jauh lebih menarik dari pada dikota padat seperti dirumahnya.

Hana dan Hyosun diminta kembali kemarkas setelah mereka mengganti pakaian seragam mereka. Jelas para prajurit Olympus itu sangat ingin menyelesaikan misi mereka dengan cepat, karna itu setelah mendapat sedikit informasi dari Hyosun mereka langsung memulai lagi penyelidikan dan sangat membutuhkan bantuan kedua gadis tersebut. Tapi.. karna merasa sudah cukup lelah akhirnya Hana diijinkan untuk beristirahat sedangkan Hyosun masih dengan semangat menolong mereka diruang rapat.

“Jangan menatap mereka seperti itu.. kau membuat mereka takut bodoh” tiba-tiba suara berat seorang namja memecah keheningan. Hana hanya merengut kesal tanpa menoleh, jelas ia sudah sangat tau suara menyebalkan milik siapa itu. Kai duduk dikursi kosong disebelah Hana kemudian menatap gadis yang masih belum melepas pandangannya dari bintang dilangit malam itu.

“Kau sedang menghitung bintang ya? Serius sekali..Tsk”celetuk Kai seraya mengalihkan pandangannya lurus kedepan. Celetukan namja itu pun sukses membuat Hana menoleh kearahnya. Hana memicingkan matanya sambil mempoutkan bibirnya.

“Sebaiknya kau diam.. jangan merusak ketenanganku lalu membuatku harus menendangmu terbang hingga kebintang-bintang itu. Arraseo?” Hana bersedekap didada kemudian mengembalikkan pandangannya pada bintang-bintang itu.

Tak Hana sangka ternyata dengan semudah itu Kai menuruti perintahnya. Dia pikir namja itu akan menyela kemudian membuatnya kehabisan kesabaran seperti biasanya, tapi ternyata dugaannya salah. Entah setan apa lagi yang kali ini merasuki diri namja itu dan membuatnya menjadi anak penurut.

Keheningan pun menyeruak. Suara jangkrik pun seakan menjadi musik pengiring diantara kedua mahluk yang masih diam tak bergeming itu.

“Umh.. Kai? Boleh aku bertanya?” tanya Hana akhirnya setelah diam cukup lama tapi dengan tetap memandang langit lekat.

“Tentu..”

“Apa benar kalau aku keturunan Olympus juga?”

“Iyaa.. Sehun sudah memberitahumu kan? Kau seorang Parakletos yang datang dari seorang Austrin” jawab Kai seraya tersenyum simpul kearah gadis yang kini sudah kembali menatapnya.

“Apa iya kalau seorang Austrin adalah keturunan terkuat? Dan apa seyakin itu jika kami bisa mengalahkan para Lucifer?” gadis itu nampak mulai serius, dia sedikit menggeser posisinya untuk lebih dekat dengan Kai.

“Hey anak beruang! Kau kenapa? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” Kai terkekeh mendengar pertanyaan Hana yang ia rasa sedikit aneh. Jarang gadis itu melontarkan pertanyaan serius macam itu.

“Jawab saja bodoh! Aku bertanya ya kau menjawab. Jangan kau malah balik bertanya..Tsk” Hana memukul kecil pundak namja yang kini menertawainya.

“Iya tentu saja kau keturunan Austrin. Dan tentu saja keturunan Austrin mampu mengalahkan Lucifer jelek itu”

“Tapi apa yang membuat kalian begitu percaya pada kami? Tidak semua dari kami mempunyai kekeuatan sehebat itu kan? Tidak ada yang sempurna didunia ini selain Tuhan. Bagaimana kalau anggapan kalian salah dan kami tidak mampu..” wajah Hana seketika memerah dan diakhir kalimatnya gadis itu menunduk. Kai menatapnya agak bingung. Ini pertama kalinya ia melihat Hana menunjukkan ekspresi seperti itu. Ekspresi yang sulit Kai mengerti.. antara sedih, marah dan takut.

“Ada apa denganmu? Kau merasa tidak yakin.. Hana’ah?” tanya Kai lembut sembari memegang lembut pundak gadis dihadapannya.

“Aku hanya takut.. takut jika aku tidak mampu dan hanya akan mengecewakan kalian”

“Hey! Hey! Kenapa kau sudah kalah sebelum berperang? Kau bahkan belum memulai apapun Hana’ah. Kau harus yakin pada dirimu bahwa kau mampu..” Kai menghentikkan kalimatnya sejenak kemudian menarik nafas pelan.

“..Kau tau saat pertama kali pimpinan memberitahuku bahwa Parakletos kami adalah seorang gadis, aku sangat takut jikalau Parakletos kami hanya seorang gadis lemah yang menyusahkan. Tapi ketakutanku seketika hilang saat aku bertemu denganmu.. bertemu dengan gadis kuat seperti dirimu. Melihat kepribadianmu aku merasa sangat yakin bahwa kau pasti akan mudah menghadapi ini. Kau tidak akan mudah menyerah. Tapi kurasa… sekarang aku kecewa.. belum memulai apapun kau malah sudah menyerah..Tsk” Kai melepaskan tangannya dari pundak gadis itu kemudian mengembalikkan posisinya ke semula, menatap lurus pemandangan gelap didepannya.

“Aku juga awalnya tidak mau jadi lemah seperti ini. Tapi.. setelah aku pikir-pikir aku memang harus memikirkan ini lebih lanjut. Bagaimana kalau para Lucifer itu tiba-tiba menyerang sementara aku hanya seperti ini? Aku bahkan tidak memil― Ah bukan.. aku bahkan belum mendapatkan kekuatanku. Apa yang bisa aku lakukan untuk mengalahkan mereka?” Hana kembali mendongakkan kepalanya menatap mata Kai tajam. Menatap lekat setiap lekuk wajah namja itu.

“Maka dari itu.. kami sudah memutuskannya. Kau akan dilatih mulai besok, dan… aku akan jadi pelatihmu” Kai menoleh dengan senyum bangga yang mengembang diwajah tampannya. Sementara Hana hanya terdiam mendengar ucapan Kai barusan. Dilatih? Olehnya?

“Apa dilatih? Olehmu? Aiisshh..” Hana menatap Kai tidak percaya dengan alis yang terangkat keatas. Ia hanya kesal.. kenapa Kai yang harus melatihnya? Kenapa bukan Kris atau anggota yang lain? Dia hanya sudah terlalu bosan dengan sikap menyebalkan namja itu. Bayangkan saja.. orang yang pertama kali ia temukan adalah Kai dan selama pencarian anggota yang lain dia juga menghabiskan waktu bersama Kai. Dan sekarang yang menjadi pelatihnya juga namja menyebalkan itu?

“ Hey apa-apaan kau ini? Kenapa tanggapanmu seperti itu? Kau pikir mudah berdebat dengan namja yang bernama Oh Sehun itu eoh? Aku sudah memperjuangkan diri agar bisa menjadi pelatihmu?! Memangnya jika diminta untuk memilih.. lebih baik mana? Dilatih olehku atau Sehun?”

 

 

Deg

 

 

Hana terhenyak dengan pertanyaan Kai. Jujur.. itu pertanyaan sulit. Hana berpikir mencoba mencari jawaban dihatinya. Mungkin jika benar dia harus memilih.. siapa yang akan dia pilih untuk menjadi pelatihnya?

Hana berpikir sambil mengedip-ngedipkan matanya. Sebenarnya.. jujur didalam hatinya dia begitu tertarik pada Sehun, bisa dilihat dari bagaimana hatinya berdetak dengan cepat saat berada didekat namja tampang datar itu. Tapi jika dilihat jauh lebih dalam dihati kecilnya, entah kenapa… hatinya malah menyebutkan nama Kai dengan lantang.

“Apa.. kau akan lebih memilih Sehun?” tanya Kai yang menyadari keheningan cukup lama. Melihat Hana tiba-tiba terdiam berpikir seperti itu membuatnya agak ragu kalau gadis itu akan memilihnya.

“Tidak! Umh.. maksudku.. aku tidak akan memilih diantara kalian” ucap Hana tergagap sambil menggaruk tengkuk lehernya. Sementara Kai hanya tersenyum kecut mendengar jawaban gadis tomboy itu. Ia hanya mulai merasa ragu.. Apa mungkin dia bisa menang dari namja seperti Sehun? Namja yang menjadi idaman para gadis. Sehun dari devisi Afrodit.. siapa pun tau jika semua malaikat dari divisi itu akan mujur dalam cintanya.

 

 

 

 

*****

 

Pagi di hari Senin, seperti biasa ini sudah menjadi kegiatan rutin bagi Hana untuk berangkat kesekolah. Hana berjalan sambil memegang tali tas gendongnya dengan santai menuju sekolahnya yang masih 100 meter lagi. Dia rasa sepertinya dia sudah kerasukan setan rajin, pagi ini entah kenapa dia bangun lebih pagi dari biasanya.. bahkan terlalu pagi hingga ia memilih untuk berjalan kaki menuju sekolah yang bisa dibilang cukup jauh dari rumahnya.

Hari ini seperti biasa salah satu dari anggota EXO akan menemaninya kesekolah.. dan ternyata kali ini adalah giliran teman cerewetnya Jong dae atau lebih dikenal dengan nama Chen. Sepanjang jalan menuju sekolah Chen tidak henti-hentinya mengeluarkan suara melengkingnya itu. Entah membicarakan pengalamannya selama menjadi malaikat Olympus, entah menanyakan keadaan sekolah setelah dia pergi pada Hana, atau mengumpat soal para Lucifer yang telah mengambil petirnya. Sepertinya hatinya tidak akan puas jika tidak mengeluarkan lengkingan disetiap harinya.

“Ternyata kau dan Joonmyun hyung belum berubah ya? Tetap saja suka bertengkar..Ckckck” ucap Jong dae yang berjalan disebelah Hana sambil melipat tangan ditengkuk lehernya. Kali ini topik pembicaraannya sudah berubah lagi.

“Dia yang selalu saja mengejekku.. selalu membuatku ingin sekali memukulnya” ucap Hana sambil mengerucutkan bibirnya.

“Tapi.. apa yang dikatakan kakakmu itu ada benarnya juga. Kerasukan setan apa kau bisa bangun sepagi ini? Dan kurasa.. ini pasti pertama kalinya kau berjalan santai seperti ini kesekolah kan” Jongdae terkekeh sambil menunduk seakan ingin menyembunyikan kegiatannya menertawai gadis itu.

“Hana’ah sebaiknya mulai dari sekarang belajar untuk menjadi orang rajin. Kau tidak bisa terus menjadi beruang pemalas.. bisa-bisa kalau kau tidak berubah juga tidak akan ada namja yang tertarik padamu. Apalagi dengan sikap tomboy mu ini.. pantas sampai sekarang Kris hyung tidak melirikmu” ucap Chen seraya menepuk pundak Hana yang sepertinya sudah mulai kehilangan kesabarannya.

“Ya! Diamlah.. jangan mengoceh terus atau kau akan kuhajar..” ancam gadis itu kesal karna Chen mulai ikutan-ikutan mengejeknya. Ia mengepalkan sebelah tangannya seperti akan mendaratkan pukulan mautnya kearah namja berambut hitam itu.

 

 

Tapi suasana seketika berubah.. mereka sudah sampai didepan gerbang sekolah Hana sekarang. Dan hawa disekitar sekolah itu sangat berbeda dari biasanya. Langit diatas gedung bertingkat itu nampak hitam seperti awan mendung yang siap menurunkan hujan yang teramat deras. Hawa dingin dan mencekam menyelimuti setiap sudut dari gedung tersebut.

Hana dan Chen yang menyadari ada yang aneh dari gedung sekolah tersebut pun menghentikan candaan mereka kemudian menatap lekat keadaan disekitar mereka. Mereka melangkah ragu masuk kedalam tempat yang tidak biasanya semenyeramkan ini. Dengan perasaan takut, bingung, waspada yang bercampur menjadi satu, mereka melangkahkan kaki lebih dalam kedalam sekolah. Anehnya lagi.. mereka tidak melihat satu pun murid, guru atau bahkan pegawai sekolah yang berkeliaran disekolah hari itu. Gedung tersebut nampak sepi dan tak ada satu pun tanda-tanda kehidupan didalamnya.

Chen yang mulai menyadari keadaan aneh saat ini pun meningkatkan perlindungannya pada gadis disebelahnya. Berulang kali sudah ia pertimbangkan, dan tidak ada lagi hal yang bisa dikaitkan dengan keanehan ini jika bukan para Lucifer. Chen mencengkram lengan Hana bermaksud memberi kode agar gadis itu menghentikan langkahnya.

“Hana’ah ayo pergi dari sini..aku mulai merasa ini berbahaya. Mungkin ini perbuatan para… Lucifer..” ucap Chen sambil menatap mata Hana tajam.

“Pergi? Tapi bagaimana dengan sekolahku? Kita harus menyelidikinya.. bagaimana kalau ada orang yang terluka? Kalau memang ini perbuatan para Lucifer seperti yang kita berdua pikirkan, mungkin saja mereka menawan murid, guru atau pegawai sekolah didalam kan? Kita tidak bisa pergi begitu saja.. tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya” ucap Hana agak takut sambil terus menerawang kelingkungan sekitarnya. Masih terus mencoba menelaah apa yang mungkin terjadi dengan keadaan mencekam seperti ini?

“Tapi jika masuk dan akhirnya terjebak bagaimana? Aku masih belum mendapatkan kekuatanku kembali Hana’ah, dan begitu juga denganmu. Jadi apa yang akan kita lakukan jika benar kita diserang oleh para Lucifer itu?” Chen berusaha meyakinkan Hana untuk segera pergi. Apa gadis itu lupa kalau mereka berdua sama-sama tidak memiliki kekuatan apapun saat ini? Bisa-bisa niat baik untuk menyelamatkan orang malah membahayakan diri mereka sendiri.

“Tapi—“

“Oke begini saja! Kita kembali kemarkas dulu.. setelah itu kita beritahu semua ini pada yang lain, lalu kita akan kembali bersama mereka dan menyelidiki tempat ini. Bagaimana?”

“Umh.. ba..baiklah kalau begitu” ucap Hana ragu sambil menganggukan kepalanya. Walau sebenarnya dia ingin sekali masuk sekarang juga untuk mencari tau apa yang terjadi disekolahnya tapi.. melihat bagaimana ekspresi wajah Chen yang sangat khawatir akhirnya ia pun memutuskan untuk menuruti sahabatnya itu. Mereka pun berbalik bermaksud untuk segera pergi dari tempat mencekam itu. Tapi baru saja mereka melangkahkan sebelah kaki..

 

 

 

 

“AAKKKKHHHHH!!!!!”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

――To Be Continue――

N/B : NO SIDERS!! NO PLAGIAT!! HARGAI KARYA ANAK BANGSA!!

40 thoughts on “The Twelve Power Of Olympians (Chapter 4)

  1. Yeaah, akhirnya di publish juga..
    itu npa chen ma hana? dserangkah? dkaget-inkah?
    waa~ lama2 ff-nya tmbah bkin pnasaran
    oh ya thor ff our destiny-nya bgus bgt., mian ne blum bisa komen, jdi komen-nya dsni deh, gpapakan?
    dtnggu next chapt-nya, thor

    • Hehe.. lama ya nungu nya? maaf ya skrg authornya uda mulai sekolah lg soalnya.. jd ide agak susah keluar karna tubrukan sm pelajaran😀 keke /emg mobil/
      Itu chen sm hana dikasih maret mob sm orang sekolahannya /plak/ /ngawur/

      Ohh sipip.. makasi ya uda mau baca hehe
      ditunggu aja kelanjutannya~ maaf kalo mungkin agak lama juga ya~~ /bow/

  2. eh itu kenapa ceritanya bersambung -_-
    parah nih authornya.. lagi asik baca malah bersambung
    chapter selanjutnya ditunggu secepatnya

    • Keke kasetnya macet jd bersambung dulu ya😀 hehe
      Siipp.. ditunggu ya~ semoga member snsd bnran sampe dichapter 5, tapi kalo masih blm juga salahkan saja Kai /eh/ /digorok Dio/

  3. thor aku blm sempet baca nih semuanya , ntar ya habis kiamat ku baca.
    hahahahahahahaha bercanda , peace~ peace~
    ku udah baca dor , keren banget !!! daebak !!!!
    tapi baru judul2’a aja sih , wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk #dicekek HCV_2
    aku suka banget sama………………………..
    sama………………………………………………..
    sama………………………………………………..
    sama……………………………………………….
    EXOnya huahahahahahahahahahaha
    ntar deh hari jumat ku selesaiin ff punya ku biar gak sepi HCV’a
    yeeeeeeay !!!!!! HCV daebak !!!!!!!!!!!!!! #HCV_1 mulai gila
    yeeeeeeeeeeay !!!!!!!!!!!! HCV_3 ff’a gak slesai2 #dilempar sandal sama HCV_3
    H.C.V yeeeeeeeeeeeee !!!!!! Tepuk HCV !!!!!!! yeeeeeaaayyyyyyyy…….
    Dan akhirnya HCV_1 mulai ngerusuh……….THE END (?)

  4. wkwkwk apa tu km masih seru bersambung. lanjutin pokonya aku penasaran
    oh ya hana tu suka sama sehun, kris apa kai sih skalian aja suka am semuanya kekeeke…….
    aku mau tanya juga kok sehun tau hana sebelumnya?? tolong di percepat chapter selanjutnya, karna aku akan mengernyit jika membaca ff selanjutnya Hahaha
    Sekian dan Trims AUTHORR yang menyebalkan😛 Peacee

    • kekeke.. kasetnya rusak jd bersambung dulu😀
      Makasi uda komen ya~
      Mau tau hana suka sm siapa? tanyalah pada rumput yang bergoyang /plak/ /dijewer tania/
      Mau tau kenapa Sehun bisa kenal hana? karna Sehun sms aku trs aku kasik tau deh :p wkwk /eh/ /dimakan Kai/
      Baiklah aku akan mempost chapter selanjutnya dan aku yakin kamu akan mengernyit /apaansih?/
      Sekian dan Trims readers yang suka mengernyit😀 Peacee

    • Kekeke.. evi uda baca ya~ /iyalah buktinya uda komen/
      Cieee.. evi uda main tau aja ni.. pura-pura engga tau deh biar seru /plak/ /gigit HCV_2/
      Siip makasi uda komen ya~

  5. Eon/Ppa ! cepetan dilanjutin ya ! kan kasihan para reader’s tersayang nunggu terlalu lama #maksa# itu Hana sama Chen kenapa ? kok tiba – tiba mereka kayak teriak kesakitan gitu ? Hyosun jadi pihak informasi ya ? trus firasatku bilang kalau ff ini akan sad ending ?. HHHHHUUUUUWWWWWAAAAA, banyak banget yg mau aku tanyain, ya udah ya Eon/Ppa aku pulang dulu ya, anyeong !*lambai tangan sama Suho Oppa*

    • Makasi uda komen^^
      Iya skrg jg lg dalam proses.. entah kenapa ini otak kerja lmbat bgt belakangan ini jd slsenya lama =_= Apalg abis ngeliat rambut anak Exo yang gak karuan saya jd makin susah dpt feel buat nya *gigit baju Luhan*
      Oya saya cewek kok chingu🙂 Jadi panggil nya eonni aja
      Sipp ditunggu aja ya kelanjutannya.. diusahakan secepatnya
      Wuzzzz *terbang bareng kris*

  6. Annyeong thor^^ saya readers baru author. Tapi seketika saya terpana karna ff nya *lebay*. Hahaha

    Fighting ya thprr for next chapternya^^ jangan lama2 updatenya yaa hehe

  7. Ahhh knpa tbc ??? Mnyebalkan..
    Author knpa nih ff mkin seru aja ??? *apaan*
    suka bnget bnget bngt…
    Entah knpa risih bnget sma khdiran hyosun dsini..pngganggu bnget.hehe
    Chapter 5 nya kpan dipublishnya author ??
    Cpetan ya..jngn bkin pnsaranku smkin brtmbahhh..

    • Iya kasetnya rusak chingu jd tbc bentar deh😀 heheh
      Iya saya juga risih sm Hyosun buat saya harus memisahkan Hana dan Sehun *eh *jangan dibuka dulu*
      Chapter 5 nya? bentar lagi chingu.. beberapa hari lagi. ditunggu aja ya~

      • Iya sipp psti ditunggu…asal jgn trllu lama aja..
        Nnti chapter 5 nya di publish dsini kan ?? Hrus iya**
        Di exo fanfiction kan baru smpe chap2 …🙂

        semangat ya author nulisnya ~~ klo publishnya cpet nnti aku kasih Kai dehhh °©°

      • Heheh oke gak akan lama..
        Pasti dong chingu dipost disini, kalo nunggu diexofanfic mungkin sebulan lagi baru post kekeke
        Siip karna banyak yang nunggu author jd semangat^o^)9 Oke author tunggu Kai-nya ya~ *eh

  8. lanjut thor lanjuttt. aku kok kasian sama hyosun ya? sehun nya acuh gitu ._. lebih baik sama kris aja ya thor hyosunnya, biarkan kai berjuang bersama sehun😄 tapi kayaknya keren kalau hana sama kai u_u

    • Heheh iya kasian.. entar Hyosun tak bawa kebiro jodoh deh *eh *lempar author pake cinta Luhan*
      Siip entar tak buat jd sama abang wu fan deh
      Kai sm Hana? Yaah author patah hati dong keke

  9. Hana-yaa,, lanjutannya cepetan yaa >.<
    Ngga sabar niiihh😀

    Hana kok bisa berasa kenal sama Sehun ??
    Mreka pernah ketemu ??
    Jadiin aja dehh Hana-Sehun,, Kainya sama akuu ajaa😄
    hehee

    itu siapa yang teriakkk ??
    Chen atau Hana nihh ?
    adaa apa gerangan dibalik teriakan ituu ?? B-)

    Lucifernya disini siapa siih ?? ._.
    Ceritanya yang di curi petirnya Chen ??
    atoo petirnya Zeus ??
    *ngga ngeh sama bagian ituu

    Gomawo yaa Hana😀

    • Sipsip gita^^
      Knp Hana sm Sehun bisa kenal entar sedikit-sedikit dijelasin ya~
      Jangan! Kainya uda punya author ini *kerangkeng Jonginnie* xD

      Dichapter 5 lucifer dtg kok.. terka-terka sendiri aja hehehehe
      Oke.. tak jelasin dikit yah.. disini pusat kekuatan petirnya Chen itu ada dipetirnya dewa zeus, nah karna petir dewa zeus diambil otomatis kekuatan para pengendali petir juga hilang😀
      Gitu gita.. uda jelas? kalo belum juga sms aja Kai *eh
      Sipp.. gomawo juga uda komen *wink

      • siipp😀
        ehh ?? iyaa aku lupaa kai punyanya km –”
        oooohh ._.
        yayaa,, ngertii ngertii😀
        Poor Chen *pukpuk Chen
        ehh ? punya nomornya Kai ??
        bagii dongg *lebay
        sipp😀
        sama-samaa😀

  10. Lucifer menyerangkah? O___O
    itu Chen sama Hana gimana nasibnya? apa mereka diserang? Lucifernya itu Shinee kah (?) /plak
    daebbak! aku suka ceritanya~ fighting author ‘-‘)9

  11. aaaaaa
    -_-
    enak bangett ya direbutin sehun ama kai -_-
    ahh tidak bisa kai sama aku aja
    hana nya amas sehunn ajaa cocokk bangett hihi
    lucuu jugaa
    pokokknya sehun ama hana lucu begimana gituu keke
    aku ga suka sama hyosun -_-
    etdah ngapain suka ama sehun segala sihh

  12. Ag bingung nih milih couple untuk Hanna , Kai atau Sehun yaaaaa
    Kalau sama Kai so sweet
    Kalau sama Sehun Romantic bangettttttt
    Chen Hanna kenapa ?????

  13. Wahhh sampe part ini udh mulai seru nih thor, makin gk sabar buat ke chapter selanjutnya!
    Bgs bgt thor, ini cerita fantasy ke 3 ug aku baca yg main castnya anak2 exo! Keren thor!

  14. hahaha lucu kelakuan sehun sama kai kalo lagi saingan cari perhatian hana…
    kalo lagi b-2 (hana kai / hana sehun) pasti pada nyebelin dan jaim..tapi pas b.3 begitu malah pada saingan …hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s