Good Bye

cover finclet(wp)

 

Title : Good Bye

Author : HCV_2

Main cast : Kang Hyeri (OC) Lu Han

Genre : Angst, Romance

Length : Ficlet

Rating : 15+

 

WARNING!! THIS NOT FOR SILENT READERS!!

 

 

Ini HCV_2 datang membawa karya ficlet pertama saya^^

Senista-nistanya karya saya.. saya tetep kagak rela kalo dibaca sama siders~ jadi tolong kalo baca inget komen ya~ Enjoy the story guys~

 

 

[Hyeri Pov]

 

Matahari bersinar begitu cerah.. menerpa kulit putihnya yang terlihat berkilau bak mutiara yang indah. Laki-laki cantik yang sangat manis dan mempesona. Aku melihatnya seakan melihat seorang malaikat tak bersayap. Duduk disebuah bangku taman sambil memetik gitar dan bernyanyi sebuah lagu romantis dengan suaranya yang merdu nan lembut.

Mataku tak berkedip melihat sosok lembut yang berada tak jauh dari jangkauan pernglihatanku. Sosok itu begitu ku kenal. Seseorang yang selalu menjadi pusat kebahagiaan dalam hidupku. Sosok hangat yang memberikan seluruh hatinya untukku. Seorang namja yang begitu aku cintai..

“Lu Han..” panggil ku pelan.

Seakan tak percaya dia ada dihadapanku, berulang kali kukedipkan mata untuk membuktikan itu bukanlah sebuah fatamorgana. Tanpa aku sadari.. kini aku melangkah semakin dekat menuju tempatnya melantunkan lagu manisnya. Semakin dekat.. dan semakin dekat.. dia terlihat semakin mempesona. Suara merdunya semakin jelas tertangkap indera pendengaranku. Aku terus melangkah hingga kini aku ada dihadapannya.

Lu han pun menghentikan nyanyiannya seakan sadar ada sesosok gadis berdiri dihadapannya sekarang. Dia mendongakkan kepalanya dan menatapku dengan tatapan hangat dan memperlihatkan senyum indahnya. Kakiku terasa lemas hingga aku tak bisa bergeming ..

 

Tes

 

Tanpa sadar sebuah butiran kaca cair jatuh dari pelupuk mataku.. aku menangis dalam diam. Aku hanya menatapnya tak percaya dengan mata dipenuhi dengan airmata yang siap jatuh membasahi wajahku.

Dia menepukkan telapak tangannya kebangku yang tersisa disebelahnya. Aku pun mengangguk dan mengikuti maksudnya. Aku melangkah kemudian duduk berdampingan dengannya. Ia memutar tubuhnya menghadap kerahku kemudian menatapku sendu. Ia arahkan tangan putihnya kewajahku.. mengelus pipiku dengan halus. Sangat halus.. hingga aku terhanyut dalam sentuhannya. Sentuhan ini.. adalah sentuhan yang selalu mampu membuatku merasa tenang.. sentuhan hangat dari sosok yang begitu aku cintai.. sentuhan yang aku pikir tidak akan pernah ku dapatkan lagi.

 

Tes

 

Air mata itu kembali jatuh.. jatuh dan membuat wajahku basah karnanya. Tanpa ragu.. Luhan mengusap air mata itu.. menghapus jejaknya dari wajahku..

 

“Uljima.. aku mohon” ucap lembut sambil mengelus puncak kepalaku.

 

Kemudian ia kibaskan rambut yang menutupi dahiku lalu mendekatkan wajahnya..

 

Cup

 

Ia mengecup keningku penuh perasaan.. hingga membuatku memejamkan mataku untuk mencoba meresapinya.. Sedetik setelah itu, kemudian ia tangkupkan kedua telapak tanganya diwajahku dan menatapku lekat dengan tatapan lembutnya.

“Dengarkan aku chagiya.. aku mungkin memang sudah tidak bisa disisimu lagi. Kita memang tidak bisa bersama lagi. Tapi kau harus ingat.. aku selalu ada disini.. dihatimu” ucapnya sambil menepuk-nepuk dadanya.

“..Jadi.. kau tidak boleh menangis lagi karna aku, jangan lagi menyesali semua yang telah terjadi. Ini sama sekali bukan salahmu, salahku atau salah Tuhan.. karna inilah takdirku”

“Luhan..” sesak didada kembali menyeruak.. membawa sakit yang begitu perih. Mataku kembali dipenuhi oleh butiran cair hingga memburamkan penglihatanku.

“ Kau harus bahagia Hyeri’ah.. bahagialah dengan namja yang akan menemanimu seumur hidupmu.. bahagialah dan jangan pernah menutup hatimu..”

“Sampai kapan pun.. aku akan selalu mencintaimu.. selamanya.. kau akan selalu menjadi gadisku yang sempurna..” kini ia tersenyum begitu lembut kearahku yang seakan menghipnotisku untuk membalas senyumannya.

“Sampai kapanpun juga.. aku akan selalu mencintaimu Luhan. Kau satu-satunya pemilik hatiku..” ucapku sambil membalas senyumannya.

Tanpa ragu.. Luhan kemudian mendekatkan wajahnya kewajahku. Menghapus jarak yang memisahkan kami. Ia memberi sapuan hangatnya dibibirku.. melumatnya lembut penuh perasaan.. Sebuah ciuman hangat yang yang didasari dengan cinta. Sama seperti yang Luhan lakukan, aku memejamkan mataku mencoba meresapi tautan itu.

Hingga tiba-tiba sebuah cahaya putih muncul tepat didepan wajahku. Menyilaukan bahkan untuk kedua mataku yang masih terpejam. Perlahan.. tautan itu menghilang.. bahkan pundak Luhan yang kupegang serasa mulai menghilang juga. Aku seakan terbang terbawa oleh cahaya putih itu.. meninggalkan Luhan yang duduk disana dan menatapku sembari mengucapkan sebuah kalimat..

 

 

∞∞∞

 

“LUHAN!!!” Pekik ku keras yang tiba-tiba terbangun dari tidur.

Nafasku terengah dan mataku membelalak sambil mengarahkan tanganku kedepan seakan ingin meraih sesuatu. Aku baru saja bermimpi.. sebuah mimpi yang membuatku tidak ingin kembali kedunia nyata. Aku masih mencoba menstabilkan nafasku sembari menyandarkan tubuhku pada kepala tempat tidur.

Aku mengadahkan kepalaku melihat kelangit-langit kamar kemudian memejamkan mataku sedetik. Aku begitu ingat kejadian dalam mimpi itu.. sangat ingat seakan aku benar-benar mengalaminya didunia nyata. Bahkan masih dapat kurasakan sisa kehangatan pada bibir merah mudaku.

“Luhan…” ucapku lirih kemudian membenamkan kepalaku pada kedua kakiku yang tertekuk.

Aku raih ponsel yang tergeletak manis di meja sebelah tempat tidurku. Aku tatap layar ponsel yang mengekspos foto ku bersama Luhan disebuah taman rahasia kami. Di foto itu Luhan mencium pipiku.. bahkan semburat merah benar-benar terlihat jelas di kedua pipiku..

 

Tes

 

Aku kembali menangis.. menangis karna semua kenangan manis itu kembali terputar diotakku. Kenangan manis yang tidak akan pernah bisa kulupakan. Kenangan manisku.. bersama mendiang kekasihku.. Luhan..

Ia meninggal karna sebuah kecelakaan dimusim dingin.. di malam Natal yang penuh kebahagiaan 4 hari yang lalu. Ia kecelakaan karna membawa mobil dengan kecepatan penuh karna takut terlambat datang kepesta natal yang diadakan dirumahku.

“Ini salahku Luhan.. seandainya saat itu aku tidak terlalu menekanmu untuk cepat datang..  semuanya tidak akan seperti ini.. Hiks..hiks”

Tapi nasi telah menjadi bubur.. Tuhan sudah meminta malaikatnya untuk kembali kesisinya. Inilah takdir hidup Luhan.. dan inilah kehendak Tuhan.. Aku tidak bisa mencegahnya apalagi menghalanginya. Aku hanya harus ikhlas dan merelakan kepergian Luhan agar ia merasa tenang disana.

 

“Selamat tinggal Hyeri.. aku mencintaimu..”

 

Kalimat itu adalah kalimat terakhir yang Luhan ucapkan saat kami berpisah dalam mimpi itu. Kalimat yang membuat hatiku terhenyak.. mengingatnya kembali membuatku menangis sejadinya.. menangis dan aku janji ini akan jadi yang terakhir kalinya.. karna aku sudah berjanji padanya untuk bahagia..

 

“Semalamt tinggal Xiao Lu… Aku sangat mencintaimu..”

 

 

∞∞∞END∞∞∞

 

 

N/B : NO SIDERS! NO PLAGIAT! HARGAI KARYA ANAK BANGSA!!

7 thoughts on “Good Bye

  1. ccciiiieeee yg baru ngepost ff finclet , hahahahaha😀
    nasi telah menjadi bubur lalu luhanpun jualan bubur , kemudian hyeri yang merasa laparpun memanggil luhan “mas, mas tukang bubur” jeritnya.
    huahahahahahahaha😀 , peace damai2
    ceritanya sad mulu , yang humor napa sih ???
    ntar deh ku buat yang humor
    ceritanya bagus thor , bkin ngakak. eh salah mksudnya bkin hati merasa teriris #lebay
    lanjut terussssss !!!!!!!

    • Wkwk.. wee ni ff sebenarnya adalah tugas mengarangku yang dulu. Engga sengaja nemu sobekkannya, terus aku ubah deh jd begini keke.
      Biar ada aja yang dipost
      ssiippp.. kalian luar biasa~~ lanjut *ala ariel noah* *lho?

    • Haha.. maklum lah wim engga ada inspirasi.. ini jg sbnernya berasal dari tugas mengarangnya pak aryawan keke biar ada aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s