Our Destiny (chapter 1)

our destiny(chap1)-horz

Title : Our Destiny

Author : HCV_2

Main cast : Park Ji Eun(OC) Oh Sehun

Genre : Romance

Length : Chaptered

Rating : T

A-yo whaddup!! chapter satunya datang~~~~ semoga tidak mengecewakannya *deep bow* Maaf atas typo yang bertebaran atau cerita yg gaje.. enjoy the story guys~~

 

 

Chapter 1

 

 

 

 

Sudah tiga hari berlalu.. dan keluarga namja itu belum juga ditemukan. Pihak rumah sakit bilang mereka akan terus berusaha untuk menemukan keluarga namja misterius itu. Sementara Jieun yang mengatakan kalau dia akan bertanggung jawab terpaksa harus mengurusi namja itu sampai keluarganya berhasil ditemukan.

 

Selama tiga hari.. namja yang ia yakini bernama Sehun itu belum juga menampakkan tanda-tanda untuk terbangun dari komanya. Dan selam tiga hari juga Jieun tidak absen datang kerumah sakit untuk menjenguk dan menunggui namja itu. Walau sesekali ia mencoba untuk menentang hatinya untuk tidak datang kerumah sakit, tapi tetap saja akhirnya dia yang akan kalah dengan hatinya sendiri dan tetap datang kerumah sakit itu. Masih sampai saat ini, Jieun belum mengerti kenapa hatinya terus mengkhawatirkan namja yang ia tidak kenal itu. Siapa dia? Dari mana asalnya? Dia sama sekali tidak tau. Tapi entah karna apa dan mengapa dengan setulus hati ia mau merawat namja tak dikenal itu.

 

 

CEKLEK

 

 

“Annyeong~ aku datang lagi. Kau belum bangun ya?” ucap Jieun saat masuk kekamar rumah sakit benomor 507 itu. Dia masuk sambil mengucapkan salam. Walau ia tau orang yang diajak bicara tidak akan menjawab tapi dia terus melakukannya. Dia sering mengajak namja yang kini sedang tertidur entah sampai kapan itu bicara. Jieun berpikir.. namja itu belum mati, dia hanya tertidur jadi bukan berarti namja itu tidak mendengarnya kan? Mungkin saja dia dengar hanya saja dia tidak bisa menjawab.

 

“Oh iya.. hari ini aku membawakanmu bunga. Bunga lili yang kurasa kau akan suka. Aku mengambilnya dari toko bunga bibiku..” Jieun bicara sembari mengeluarkan bunga lama dari dalam vas kaca diatas meja disebelah tempat tidur namja yang untuk sementara ini Jieun panggil Sehun. Ia ganti bunga yang sudah cukup layu itu dengan bunga lili segar yang ia ambil dari toko bibinya.

 

“..Kenapa bunga lili? Aku juga tidak tau.. hatiku bilang kau akan sangat menyukainya. Aisshh… kenapa aku jadi seperti orang gila?” Jieun bergumam sendiri sambil membuang bunga layu tadi ketong sampah disebelah kanan meja.

 

“Hey! Kapan kau berhenti membuatku jadi orang gila eoh? Kenapa sepertinya hatiku tidak mau lepas darimu? Padahal kita sama sekali belum pernah bertemu kan?” ucap Jieun sambil duduk dikursi yang tersedia disebelah tempat tidur Sehun. Jieun mengambil sebuah buku pelajaran dari tas sekolahnya kemudian mulai membacanya dalam hati.

 

“Hm.. mereka berinkarnasi dan dipertemukan lagi di takdir selanjutnya. Sangat beruntung..”

 

Deg

 

 

Saat sedang asik membaca bukunya, tiba-tiba sebuah memori muncul di ingatan gadis itu. Kata-kata seorang kakek yang sampai saat ini membuat seribu tanda tanya diotaknya. Seketika itu juga Jieun menghentikkan kegiatan membacanya dan mulai mengingat kembali perkataan yang diucapkan kakek itu sesaat sebelum mereka berpisah.

 

“Kalian dipertemukan kembali dengan kisah yang sama. Kalian ditakdirkan bertemu kembali tapi tetap tidak bisa bersama..”

 

“Namja itu hanya menepati janji yang ia buat dimasa lalu. Dia menepati janjinya untukmu agasshi. Kau harus terus menemaninya sampai saatnya tiba..”

 

 

“AAAHHH!!! Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa kakek itu mengatakan hal-hal yang membuatku bingung seperti ini?!!” Jieun mengacak-acak rambutnya frustasi. Otaknya sama sekali tidak bisa mencerna kata-kata dari kakek itu. Apa maksudnya reinkarnasi? Apa maksudnya Sehun menepati janjinya untuk gadis itu? Bukankah mereka sama sekali tidak mengenal? bagaimana bisa membuat janji?

 

Beribu pertanyaan dan beribu tanda tanya seakan memenuhi otak yeoja itu sekarang. Otaknya seakan ingin meledak karna dipenuhi begitu banyak tanda tanya. Jieun kemudian melepaskan jas sekolahnya lalu meletakkannya di atas sofa.

 

 

Drrrt

 

 

Drrt

 

Merasakan ponselnya bergetar tanda ada sebuah pesan yang masuk, Jieun mengeluarkan ponselnya dari dalam saku kemejanya kemudian membuka pesan yang datang dari sahabatnya..

 

From : Hyuna^^

Subject : Ayo kebioskop!!!!

 

Jieunnie~~ Ayo pergi kebioskop sore ini. Hyunji bilang dia punya 3 tiket film horror yang keren. Bagaimana? Mau ya? Kita bertemu dibioskop biasa.. jam 6 sore Arrachi?”

 

Status : reading

 

 

“Aigoo.. aku sedang stress begini mereka ajak kebioskop..Tsk dasar si anak kembar itu Jieun mengumpat kesal. Anak kembar itu memang tidak bisa mengerti hati gadis itu, padahal sejak tadi siang Jieun sudah bilang pada mereka bahwa ia sedang tidak enak badan. Tapi bisa-bisanya mereka mengajak gadis itu kebioskop.

 

Jieun memang tidak menceritakan pada siapapun tentang Sehun dan apa yang sudah ia alami ini. Dia pikir dia akan dianggap orang aneh jika ia begitu peduli dengan orang yang tidak sengaja ia temukan dijalan. Apa lagi sepasang anak kembar yang sudah sejak SD menjadi sahabatnya itu sama sekali bukan tipe orang yang bisa menjaga rahasia. Jadi dari pada geger kemana-mana lebih baik ia urusi sendirian.

 

To : Hyuna^^

Subject : Tidak bisa!

 

Aku tidak bisa ikut! Aku sedang sibuk dan sedang malas menonton film. Kalian pergi berdua saja. Otte?

 

Status : Sending

 

 

Setelah pesannya terkirim, Jieun langsung mematikan dan mengeluarkan baterai ponselnya. Ia hanya ingin tenang tanpa gangguan hari ini. Ia harap dengan berada dikamar sunyi itu ia bisa berpikir tenang dan bisa mendapatkan pencerahan atas semua yang mengganggunya selama tiga hari ini. Mungkin dengan berada didekat namja itu ia bisa mengingat sesuatu yang sepertinya ia lupakan.

 

 

¶¶¶¶¶

 

Jieun membuka matanya perlahan.. ia rasakan hangat sinar matahari yang menerpa kulit putihnya. Ia mengucek pelan matanya berusaha memperbaiki perbesaran matanya yang sedikit memburam setelah terpejam cukup lama. Setelah indera penglihatannya kembali normal ia alihkan pendangannya kealam sekitarnya mencoba mencari tau dimana ia berada sekarang.

 

Dia duduk disebuah bangku taman dibawah pohon rindang. Sebuah taman yang asri dan indah. Taman yang tenang dengan pemandangan danau luas yang menyejukkan.

 

“Chagiya.. kau sudah bangun?”

 

Sebuah suara lembut tiba-tiba membuatnya terhenyak. Suara yang begitu ia kenali.. suara yang sudah seperti music surga yang menenangkan. Jieun pun menoleh kesumber suara. Suara namja yang kini sedang tertidur dipahanya. Namja berparas tampan yang ia cintai..

 

“Ne chagiya.. kau juga sudah bangun?” balas Jieun lembut sambil tersenyum manis

 

“Iyaa.. aku menatap wajah manismu saat tertidur dari sini. Sepertinya kau tidur begitu nyenyak” namja itu bangun kemudian duduk disebelah Jieun.

 

“Tidak juga.. aku hanya beristirahat sebentar”

 

“Kalau kau memang merasa lelah, tidurlah dipundakku.. aku akan disini menemanimu chagiya”

 

“Tidak.. sungguh.. istirahatku tadi sudah sangat cukup chagiya” Jieun mencubit pipi namjanya dengan gemas.

 

“Ya! Appo! Hentikan chagiya..” ringis namja berambut silver itu. Ia malah terlihat sangat imut jika sedang meringis seperti itu. Jieun hanya tertawa kecil melihat tingkah kekasihnya itu.

 

“Jieun’ah kemarilah..” namja itu meraih tengkuk leher Jieun kemudian membawa gadis itu kedalam pelukannya. Ia elus rambut panjang kekasihnya dengan lembut. Sementara Jieun memejamkan matanya, merasakan sentuhan lembut itu dengan seksama.

 

“Chagiya.. kau harus bertahan.. bertahanlah untukku. Aku berjanji akan melakukan apapun untukmu. Aku hanya tidak sanggup jika penyakit itu merebutmu dariku. Aku tidak sanggup jika tidak bersamamu. Kau tau kan? Aku sangat mencintaimu..”

 

“Ne Sehunnie.. aku akan bertahan sekuat yang aku bisa untukmu. Aku.. juga sangat..sangat..sangat mencintaimu..” Jieun pun semakin mempererat pelukannya. Dapat ia hirup wangi mint tubuh Sehun yang begitu ia suka.

 

Perlahan Sehun melepaskan pelukannya.. ia arahkan tangan kanannya puncak kepala gadis itu kemudian mengelusnya lembut. “Kau.. akan menjadi gadisku selamanya chagiya..” ucap Sehun sambil menunjukkan smile eyes nya didepan kekasihnya. Gadis itu pun membalas senyuman manis Sehun dengan senyumnya tak kalah manis.

 

Sehun menurunkan tangannya dari kening Jieun perlahan menuju pipi tirus gadis itu. Kini ia menangkup pipi yeoja itu dengan kedua tangannya. Secara perlahan tapi pasti.. Sehun mulai mendekatkan wajahnya kewajah Jieun. Wajah mereka semakin dekat hingga jarak beberapa centimeter. Dapat mereka rasakan deru nafas masing-masing yang semakin kuat. Jieun pun memejamkan matanya saat wajah mereka sudah semakin dekat..

 

Cup

 

Sebuah kecupan singkat Jieun rasakan mendarat dibenda halus dibawah hidungnya. Kecupan hangat yang tulus didasari dengan perasaan cinta. Sedetik setelah tautan itu terlepas.. tiba-tiba seberkas cahaya muncul tepat didepan wajah gadis itu.  Jieun mengernyit seketika itu.. cahaya itu begitu besar menyilaukan bahkan pada sepasang kelopak matanya yang masih tertutup erat.

 

 

¶¶¶¶¶

 

CEKLEK

 

Sebuah derap kaki tiba-tiba tertangkap dipendengaran Jieun yang kini sedang tertidur di sebelah Sehun dengan kedua tangan sebagai tumpuannya. Kelihatannya ia tidak sengaja tertidur saat sedang menemani Sehun sembari membaca buku semalam. Ia tertidur dengan masih menggunakan seragam sekolahnya. Hari ini adalah hari minggu karna itu ia berani menemani Sehun semalaman. Dia juga sudah bilang pada bibinya kalau dia pergi menginap dirumah sikembar Hyun jadi bibinya tidak akan khawatir.

Jieun terbangun lalu mengucek matanya pelan. Ia rasakan seseorang menepuk pundaknya yang sontak membuat gadis itu menoleh.

“Agasshi? kau tertidur disini?” tanya seorang gadis berpakaian serba putih itu pada Jieun yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya.

“Eh? Ne.. aku tidak sengaja tertidur disini suster”jawab Jieun sambil sedikit merapikan baju dan rambutnya yang agak berantakan.

“Oh.. begini agasshi.. aku kemari hanya ingin memberitahu kalau keluarga namja ini sudah ditemukan. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan kemari” ucap suster itu manis

“Benarkah? Waah.. syukurlah kalau begitu. Aku senang mendengarnya” Jieun tersenyum agak kaku. Ia tahu ini adalah kabar yang sangat baik, tapi entah kenapa hatinya sedikit berat mendengarnya. Apa dia takut jika setelah keluarga namja itu datang dia tidak akan bisa mengunjungi namja itu lagi? Entahlah.. dia sendiri tidak mengerti dengan hatinya.

“Baiklah agasshi aku hanya ingin menyampaikan itu. Oh iya.. keluarga itu bilang mereka juga ingin bertemu denganmu. Mereka bilang mereka ingin mengucapkan terimakasih pada orang yang sudah menyelamatkan nyawa namja ini. Jadi lebih baik kau bersiap-siap bertemu dengan mereka.. setidaknya kau harus terlhat manis kan..”

“Eh? N..ne.. aku akan sedikit membersihkan diri. Tapi.. kira-kira kapan mereka akan datang?”

“Mungkin setengah jam lagi..”

 

 

 

¶¶¶¶¶

Jieun sedang duduk disofa dikamar itu sambil menunggu keluarga Sehun datang. Kini ia sudah rapi walau masih menggunakan baju sekolahnya. Gadis itu duduk sambil mengutak-atik ponselnya. Sungguh.. hatinya benar-benar gelisah sekarang. Dadanya terasa berdebar menunggu kedatangan keluarga namja misterius itu. Sikapnya saat ini sungguh terlihat seperti seorang calon menantu yang gugup karna akan bertemu dengan keluarga sang kekasih.

 

Sudah 40 menit berlalu sejak suster rumah sakit itu memberitahunya tentang kedatangan keluarga Sehun, tapi sampai saat ini keluarga itu belum juga menampakkan batang hidung mereka. Sesekali Jieun melirik jam tangan silver yang melingkar dipergelanan tangan kirinya.

 

“Aissh.. kenapa mereka belum datang juga? Dan kenapa aku deg-degan sekali?” ucap Jieun sambil bangun dari duduknya kemudian melihat keluar jendela besar yang berada disamping sofa tempat dia duduk.

 

Matanya menerawang pemandangan kota yang trelihat begitu krodit dengan kendaraan dan pejalan kaki yang berlalu-lalang. Kehidupan kota yang sibuk dan terlihat sesak. Gadis itu tiba-tiba terhenyak sendiri.. terhenyak karna tiba-tiba sebuah memori terputar diotaknya.

 

“Mimpi itu..aku sama sekali tidak mengerti..”Jieun memegang bibirnya sendiri. Masih begitu ia ingat bagaimana Sehun memberi sebuah kecupan dibibir merah jambunya dalam mimipi yang ia alami semalam. Mimpi yang sama sekali tidak bisa masuk diakal sehatnya. Dimimpi itu dia dan Sehun adalah sepasang kekasih yang begitu saling mencintai. Padahal ia dan Sehun belum pernah bertemu, bahkan Sehun sama sekali belum sadar dari komanya bagaimana bisa ia mengenali atau tau tentang gadis itu?

 

“Harrsshhh.. apa-apaan ini?! Sejak bertemu dengan namja itu kenapa aku seakan kehilangan diriku sendiri?” ucap gadis itu sambil mengusap-usap wajahnya kasar.

 

 

JEDERR

 

 

“Eh?”

 

Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka dengan cukup keras yang tentu membuat gadis yang sedang berseteru dengan otaknya sendiri itu sontak menoleh.

 

“Anakku~~” pekik seorang wanita paruh baya yang menghambur masuk kedalam kamar. Wajahnya terlihat cemas dan khawatir. Ia langsung berlari ketempat Sehun berbaring kemudian memeluk tubuh yang terkulai kaku itu.

 

Jieun hanya terdiam melihat seorang dokter dan 3 orang yang jelas tidak ia kenal itu masuk begitu saja dan tidak sadar akan keberadaannya disana.

 

“Oh.. syukurlah kau selamat..Ibu sangat mengkhawatirkanmu..” wanita itu menangis sambil mengelus-elus putranya yang koma itu. Sementara laki-laki paruh baya disampingnya menghela nafas panjang pertanda bahwa ia begitu bersyukur anak laki-lakinya itu baik-baik saja. Sedangkan satu namja muda yang berdiri dibelakang laki-laki itu terlihat bicara dengan dokter yang mengantar mereka kekamar itu.

 

Jieun hanya diam.. dia hanya diam sambil melihat pemandangan mengharukan dihadapannya. Dia sungguh tidak mengerti harus melakukan apa sekarang. Menyapa mereka lalu mengatakan “Hai~ kalian tidak sadar aku disini?” atau diam menunggu sampai mereka menyadari keberadaan gadis itu.

 

Sampai akhirnya dokter yang bicara dengan pemuda itu melihat kearah Jieun. Sepertinya dokter itu sudah sadar bahwa ada sesosok gadis manis yang berdiri terpaku didekat jendela.

 

“Ah iya… tuan.. nyonya.. gadis itu ada disana..” ucap dokter itu sambil menunjuk kearah Jieun. Keluarga itu pun mengarahkan pandangan mereka ke Jieun sekarang. Dapat Jieun lihat mata wanita itu yang dipenuhi oleh butiran kaca cair yang siap untuk membasahi wajahnya. Ibu dan Ayahnya menatap Jieun dengan pandangan lirih. Mungkin mereka terharu akan sikap pahlawan Jieun yang sudah menyelamatkan anaknya.

 

Sementara itu seorang pemuda berjas abu-abu itu menunjukan senyum yang begitu manis pada gadis itu. Dan jujur.. senyum namja itu membuat Jieun salah tingkah sekarang.

 

“A..An..Annyeonghaseyo.. perkenalkan namaku Park Jieun..se..senang bertemu dengan kalian..” ucap Jieun sedikit terbata.

 

“Jadi kau gadis berhati malaikat yang sudah menyelamatkan putra kami?” wanita yang kira-kira berumur 47thn itu berjalan mendekati Jieun kemudian meraih tangan gadis itu.

 

“Terimakasih.. kau sudah menolongnya.. terimakasih banyak” ucap wanita itu sambil mengelus-elus tangan Jieun.

 

“Iya.. kami sangat berterimakasih. Dan.. apa yang bisa kami lakukan untuk membalas budimu agasshi?” kata laki-laki paruh baya yang terlihat masih tampan dan gagah yang kelihatannya bukan orang korea itu. Aksen mandarin benar-benar terdengar jelas dari lafalnya.

 

“Ah.. tidak seberlebihan itu ahjumma.. aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan. Bukankah sesama manusia kita harus saling tolong menolong. Binatang saja bisa menolong rekan mereka yang kekusahan, kenapa kita manusia yang memiliki otak tidak bisa melakukannya? Ahjumma dan Ajusshi tidak perlu berterimakasih apalagi memberi imbalan.. aku tulus ikhlas membantu..”

 

“Hmm.. kau memang gadis yang yang baik hati dan manis agasshi..” wanita itu mengelus lengan Jieun lembut sambil tersenyum. Sungguh.. hati Jieun merasa lega melihat sebuah senyuman terukir diwajah wanita paruh baya itu.

 

“Baiklah.. tuan dan nyonya bisakah kalian ikut dengan saya? Ada yang ingin saya bicarakan”

 

“Tentu saja dokter.. Lu Han.. kau temani adikmu” ucap laki-laki berjas cream itu pada namja cantik disebelahnya.

 

“Iya ayah..”

 

Laki-laki itu kemudian merangkul pundak istrinya dan berjalan keluar menuju ruang dokter. Yang kemudian meninggalkan 2 namja dan seorang gadis didalam ruangan itu.

 

 

Deg

 

 

Deg

 

Jantung Jieun serasa berdetak sangat kencang. Gadis itu terlihat salah tingkah setelah 3 orang dewasa itu benar-benar keluar dari ruangan tersebut. Sepertinya namja berambut blonde didepannya yang membuat dadanya bergemuruh.

 

“Jadi.. namamu Park Jieun?” tanya namja itu membuka permbicaraan.

 

“N..ne.. namaku Jieun” jawab Jieun gugup

 

“Salam kenal.. namaku Lu Han..”

 

Dilihat dari nama dan lafalnya.. Jieun pikir sepertinya dia juga bukan orang korea. Tapi ayahnya bilang Sehun adalah adiknya.. apa mungkin mereka saudara tiri? Entahlah.. itu sama sekali bukan urusan Jieun.

 

“Salam kenal Lu Han-sshi..” ucap Jieun canggung dengan senyum yang ia buat senatural mungkin.

 

“Oh iya Jieun-sshi.. kenapa dihari minggu kau menggunakan seragam sekolah?” tanya namja itu sopan

 

“Ini.. aku sepulang sekolah kemarin langsung kemari menemani Sehun. Dan tanpa sadar aku tertidur dan bermalam juga disini.. jadi aku belum sempat pulang kerumah..hehe”

 

“Tunggu.. Kau bilang apa? Sehun? Dokter bilang kau sama sekali tidak mengenal adikku..” Luhan mengkerutkan dahinya dalam, bingung kenapa gadis itu bisa mengetahui nama adiknya, padahal dokter yang menelponnya kemarin mengatakan kalau orang yang menolong adiknya hanya orang asing yang tidak sengaja menemukan adiknya pingsan dijalan. Karna itu pihak rumah sakit yang membantu untuk menemukan keluarga namja berumur 17thn itu. Selain itu.. sejak tadi mereka sama sekali tidak menyebutkan nama Sehun didepannya.. jadi bagaimana gadis itu bisaa mengetahuinya?

 

“Eh??.. Itu.. Aku.. emhh…Aisshhh..” Jieun kehilangan kata.. dengan bodohnya dia menyebutkan nama Sehun didepan Luhan. Baik kalau sekarang ia tau ternyata namja itu benar bernama Sehun. Tapi bagaimana dia menjelaskannya pada Luhan? Tidak lucu kan kalau ia bilang ia tidak sengaja mengetahui nama namja itu dari sebuah memori yang tidak tau milik siapa. Namja itu bisa menganggapnya orang gila.

 

Tidak tau harus menjawab apa.. Jieun hanya memalingkan wajahnya berusaha mencari sesuatu untuk mengalihkan pembicaraan menjurus itu. Tapi tiba-tiba sebuah desahan kecil dari namja berkulit putih yang berbaring diranjang itu membuat mereka terhenyak.

 

“Hhhhh…” desah namja itu sambil sedikit menggerakan kepalanya. Sontak Luhan dan Jieun pun berlari mendekati ranjang.

 

“Sehunnie! Kau sudah sadar?” ucap Luhan sambil menggenggam tangan adik laki-lakinya itu.

 

“Ahhh…” desah Sehun untuk kedua kalinya

 

“Jieun kau tunggu disini.. aku akan panggil dokter” ucap Luhan sambil memegang pundak gadis disebelahnya yang terlihat agak panik. Ia pun berlari keluar untuk mencari dokter, sedangkan Jieun mengikuti instruksi Luhan untuk tetap menungu didalam.

 

“Sehun??” panggil Jieun ragu. Ia lihat pergerakan dari tangan dan tubuh Sehun yang menunjukkan bahwa dia sudah sadar. Hanya saja mungkin nyawa namja itu belum terkumpul seluruhnya.

 

“Ji..Jieun..”

 

Deg

 

 

[Jieun pov]

 

Oh god! Apa itu? Apa.. dia memanggil namaku?  Aku terdiam diposisiku. Aku terpaku saat aku dengar namja ini memanggil namaku. Bagaimana bisa? Siapa sebenarnya dia? Apa dalam hidup ini dia sungguh-sungguh mengenalku dan aku juga mengenalnya namun aku tidak sengaja melupakannya?

 

Aku hanya memandanginya yang secara perlahan membuka matanya. Sepertinya mata namja ini dipenuhi oleh lem perekat yang membuatnya sulit untuk membukanya. Dengan sedikit mengernyit dia berhasil membuka matanya sempurna. Tapi mungkin karna terlalu lama tertutup mata itu jadi sedikit terkejut saat melihat cahaya, sehingga membuat namja itu menyipit karna silau akan cahaya lampu yang tepat berada diatasnya.

 

“Akkhh..” namja itu meringis sambil memegangi kepalanya. Aku masih terdiam sambil terus memandanginya. Aku hanya masih tidak percaya.. aku hanya berpikir.. menerawang apa yang akan terjadi selanjutnya. Kini namja itu sudah sadar.. dan kenyataan apa yang akan aku dapat?

 

“Kau.. tidak apa-apa Sehun-sshi?” tanyaku pelan. Aku takut jika ia terkejut akan kehadiranku disana. Dia pun menoleh kearahku setelah aku selesai dengan pertanyaanku.

 

Deg

 

Tatapannya begitu tajam.. tajam seakan menusuk mataku. Aku sedikit terhenyak saat ia menatap mataku seperti itu. Tatapan yang sungguh sangat berbeda dengan tatapan Sehun yang aku lihat dalam mimipiku semalam.

 

“Kau.. siapa?”

 

“Eh? Aku?” tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri.

 

“Iya kau.. siapa lagi?”

 

 

Deg

 

Hey! Apa-apaan ini? Bukankah dia baru saja memanggil namaku tadi? Lalu kenapa dia malah bertanya siapa aku? Sekalipun dia bicara karna otak bawah sadarnya, tapi bukan brarti  dia bisa dengan mudah  menyebut nama yang tidak ia ketahui sama sekali kan? Kebanyakan orang yang bicara karna otak bawah sadar akan bicara mengenai hal-hal yang begitu berkesan diingatannya. Atau menyebut nama orang yang berarti baginya. Tapi.. dia menyebut namaku.. nama orang yang kini ia tatap dengan ekspresi wajah yang mengatakan “siapa kau?” dengan sangat jelas. Bukankah.. ini sangat aneh??

 

“Umh… aku—“

 

 

 

JEDER

 

 

[Normal pov]

 

 

“Sehunnie~~kau sudah sadar??”  nyonya Oh tiba-tiba menghambur masuk kedalam kamar. Tanpa basa-basi dia peluk putra tercintanya dengan erat kemudian mengelus punggung putranya.

 

“Eomma.. ayolah jangan seperti ini. Malu eomma malu..” rengek Sehun pada eommanya yang menurutnya berlebihan. Ia malu ibunya memperlakukannya seperti itu. ia terlihat seperti seorang anak kecil yang menghilang karna salah jalan.

 

Nyonya Oh kemudian melepaskan pelukannya dan menatap Sehun garang “Dasar anak nakal! Kau hampir saja membuat eomma mu mati karna mengkhawatirkanmu! Sudah berapa kali kau membuat ulah eoh?” wanita itu mencubiti tubuh Sehun dengan brutal. Kelihatannya ini bukan pertama kalinya namja itu membuat khawatir orang tuanya.

 

“Ya eomma appo!”

 

“Sudah eomma hentikan.. biarkan dokter memeriksa Sehun dulu” Luhan melerai pertengkaran antara ibu dan anak itu bermaksud memberi celah pada dokter yang hanya tersenyum melihat pemandangan didepannya. Dokter itu pun mendekati Sehun kemudian mulai mengeluarkan stetoskopnya dan mulai mengecek keadaan Sehun.

 

 

 

 

 

¶¶¶¶¶

 

Didalam kamar kecil bertembok putih itu. Kini tersisa seorang namja dan seorang gadis yang masih diam dan terlihat berpikir. Keduanya masuk kedalam pikiran masing-masing untuk mencerna semua yang baru saja mereka alami. Sehun duduk diranjangnya sementara Jieun berdiri disamping ranjang Sehun.

 

Kini hanya tinggal mereka berdua dikamar tersebut, orang tua Sehun sudah pulang karna harus bersiap untuk pergi keluar kota esok harinya untuk urusan bisnis. Sebelum pulang Sehun sudah berseteru dengan ibunya sendiri dan nyonya Oh juga sepertinya sudah puas memarahi anak keras kepalanya. Sementara Luhan kini sedang mengurus administrasi perawatan Sehun sehingga meninggalkan dua sosok manusia itu yang kini sibuk berkutat dengan pikiran mereka masing-masing.

 

“Hey..Park.. Jieun” panggil Sehun rau-ragu. Entah kenapa nama itu terus berputar-putar diotaknya. Ia pikir mungkin nama itu adalah nama gadis disebelahnya. Dan gadis yang disebut namanya itu pun terhenyak.

 

“Mwo? Kau memanggil namaku? Lihat itu! Dari mana kau tau namaku? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” gadis itu antusias seketika mendengar Sehun memanggil namanya.

 

“Ya! Kenapa kau seberlebihan itu? Aku tadi hanya menebak.. nama itu terus terngiang ditelingaku, kupikir itu mungkin namamu. Tidak kusangka dugaanku benar. Apa.. aku punya indra keenam ya?” Sehun bicara sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

 

“Hah? Indra keenam? Kau bercanda..Tsk

 

“Tapi sungguh.. kalau sebelumnya kita berdua belum pernah bertemu.. lalu kenapa aku bisa mengetahui namamu.. dan kau.. bisa tau namaku?” Jieun menggaruk kapalanya yang sebenarnya tidak gatal.

 

“Kurasa karna mimpi semalam.. aku bermimpi kita berdua berada disebuah taman dan.. aku mencium…” Sehun memotong kalimatnya, tampaknya ia enggan untuk melanjutkan perkataanya.

 

“Mwo? Jadi kau juga bermimpi hal yang sama seperti aku? Aisshh.. apa sebenarnya yang terjadi?” Jieun menghentak-hentakan kakinya kelantai sambil mengacak-acak rambutnya kasar karna stress dengan kenyataan aneh yang ia alami saat ini.

 

“Kau.. juga bermimpi yang sama? YA! Sebenarnya siapa dirimu?!”

 

“Hey! Aku yang seharusnya bicara seperti itu tuan muda manja! Siapa kau sebenarnya?! Kenapa kau tiba-tiba datang dan membuatku gila..”

 

Saat gadis itu sedang sibuk mengacak-ngacak rambutnya sendiri, tiba-tiba Sehun beranjak dari tempat tidurnya kemudian menangkup pipi gadis manis yang terlihat frustasi itu.

 

 

Deg

 

 

Tatapan mereka pun tertaut.. Sehun menatap mata bulat Jieun dengan tatapan halusnya. Tatapan ini.. adalah tatapan yang sama seperti Sehun yang Jieun lihat dalam mimpinya. Keduanya saling menatap lekat, seperti mencari sesuatu dibenik mata masing-masing.

 

 

Deg

 

 

Deg

 

 

“Detak jantung ini lagi.. sekarang dia malah semakin kuat..” Sehun melepaskan tangkupan tangannya kemudian memegang dadanya yang ia rasakan bergemuruh.

 

“Kau.. deg-degan?” tanya Jieun sambil mengkerutkan dahinya. Jujur.. dia juga merasakan hal yang sama dengan Sehun.

 

“Hmm.. sejak awal melihatmu tingkahnya mulai aneh. Semakin dekat detakannya malah semakin kuat. Perasaan ini.. seperti perasaan yang akan dialami seseorang jika berada dekat dengan orang yang mereka suka”

 

“Eh?” Jieun terdiam mencoba mencerna kata-kata namja itu. Dia bilang perasaan yang akan dialami jika dekat dengan orang yang dia suka? Itu berarti.. dia menyukai namja itu? Tidak! Tidak mungkin!

 

“Hey! Tapi kau jangan salah paham ya.. jangan kau pikir aku menyukaimu. Aku juga tidak mengerti kenapa perasaan ini muncul saat didekatmu. Yang jelas aku sama sekali tidak tertarik padamu..” ucap Sehun ketus. Ia kemudian kembali naik keranjangnya dan menaikkan selimutnya hingga setengah badan.

 

“Cih.. lalu kau pikir aku tertarik padamu eoh? Aku juga sangat tidak tertarik padamu pangeran manja! SAMA SEKALI TIDAK!” tegas Jieun sambil menunjuk-nunjuk kerah namja yang kini kembali besantai diranjangnya.

 

“Benarkah? Lalu kalau memang tidak tertarik kenapa kau masih ada disini? Kenapa tidak pergi sejak tadi? Kalau bukan karna kau tertarik padaku dan ingin mendekatiku eoh?”

 

“MWO?? Kau…Aisshhh.. Baiklah! Sekarang juga aku akan pergi dari sini! Dasar namja tidak tau terima kasih! Sudah ditolong bukannya bersikap manis, kau malah bersikap seperti ini! Bahkan kata terimakasih pun sama sekali tidak terpikir olehmu kan?!”

 

“Oh.. jadi kau tipe orang yang seperti itu. Menolong orang hanya untuk dihargai?”

 

“APA? Aigoo kau! Ahhh… terserah!” kali ini Jieun kehilangan kesabarannya. Dengan cepat dia berbalik kemudian berjalan menuju pintu. Gadis itu berjalan dengan cepat dan menutup pintu kamar dengan kasar. Sehun memang sudah sangat keterlaluan.. bagaimana pun gadis itu bukankah sangat berjasa dalam hidupnya?

 

Sesaat setelah pintu kamar itu tertutup.. tiba-tiba pintu itu kembali terbuka dan kali ini yang muncul adalah namja berkulit putih yang jika dilihat sekilas terlihat serupa dengan Sehun.

 

“Eh? Dimana.. Jieun?” tanya Luhan sembari berjalan masuk keruangan itu.

 

“Dia sudah pulang hyung” jawab Sehun singkat kemudian membalikkan tubuhnya menghadap kejendela kamar. Tanpa ia sadari ekspresi wajah Luhan yang terlihat sedikit kecewa karna yeoja yang menarik perhatiannya itu sudah pergi tanpa basa-basi apapun. Padahal rencananya ia ingin mengajak yeoja itu makan siang bersama.

 

 

¶¶¶¶¶

 

Disebuah kantin sekolah yang sedang dipadati oleh siswa yang beristirahat setelah mengikuti pelajaran dikelas, seorang gadis cantik hanya duduk sendirian disalah satu meja. Tidak biasanya Jieun sendirian diwaktu istirahatnya. Ini semua karna sepasang temannya sedang mengikuti tes remedial pelajaran matematika diruang guru.

 

Hari ini tepat 2 minggu setelah pertemuan tidak sengaja dengan namja yang namanya tidak ingin dia sebut lagi. 2 minggu setelah hari pertemuan berarti ini sudah 11 hari setelah pertengkaran mereka dirumah sakit. Dia senang karna sekarang namja itu sudah kembali bertemu denan keluarganya sehingga dia tidak perlu sibuk mengurusi namja tak jelas itu. Senang.. tapi juga gelisah.. itu yang hatinya rasakan. Entah kenapa hampir selama 11 hari tidak bertemu denan namja itu Jieun terus saja merasa geliah. Entah apa yang dia khawatirkan. Apa mungkin.. ini karna ia rindu akan sosok namja itu?

 

“Jieun’ah!!” pekik seseorang dari kejauhan. Jieun pun sontak menoleh kesumber suara dan mendapatkan bahwa yang memanggilnya adalah sahabat kecilnya.. sahabatnya yang sejak 3 minggu lalu tidak masuk sekolah karna pergi ke Jepang untuk urusan bisnis keluarganya.

 

“Jongin! Kau sudah pulang?!” ekspresi wajah Jieun yang semula murung seketika berubah senang melihat kepulangan Jongin sahabatnya sejak kecil. Jongin berlari ketempat duduk Jieun kemudian duduk dibangku didepannya.

 

“Bagaimana kabarmu peri kecil?” tanya Jongin sambil mengacak-acak rambut Jieun gemas.

 

“Ya! Jangan membuat rambutku berantakan beruang hitam! Isshh.. baru pulang kau sudah membuat brutal-_-“ Jieun mencibir kerah Jongin kemudian merapikan rambutnya yang berantakan karna ulah sahabat yang ia pangil si Beruang hitam itu.

 

Jieun dan Jongin sudah sangat dekat sejak kecil. Mereka bersahabat karna orang tua mereka berteman baik. Walau status mereka sangat berbeda tapi mereka tetap saling membantu. Keluarga Jongin adalah keturunan orang ternama dengan kekayaan mereka, sedangkan keluarga Jieun hanya keluarga sederhana yang memiliki satu rumah makan yang tidak terlalu besar. Dan sejak kepergian orang tua Jieun karna sebuah kecelakaan, orang tua Jonginlah yang sudah ia anggap seperti orang tuanya sendiri.

 

“Kapan kau pulang? Kenapa tidak menghubungiku? Aku kan bisa menjemputmu dibandara..”ucap Jieun sambil mempoutkan bibirnya kecewa.

 

“Aku pulang terlalu larut semalam, jadi aku tidak tega membuatmu bangun dari tidur manismu hanya untuk menjemputku. Aku juga ingin membuat kejutan” Jongin mengambil jus jeruk yang sejak tadi hanya diam didepan gadis itu tanpa tersentuh sama sekali. Ia mengambilnya kemudian meminumnya.

 

“Hey! Kenapa kau mengambil jus ku?! Kembalikan! Pesan sendiri sana!” Jieun merebut jusnya dari tangan Jongin yang masih dengan santai menyedot jus itu dari sedotannya. Dan tentu perbuatan Jieun yang menambil jus itu saat Jongin sedang asik meminumnya membuat namja itu tersedak.

 

“Uhuk! Hey! Jangan mengambilnya sembarangan. Uhuk! Aku kan belum selesai. Ka..kau lihat aku jadi tersedak!” ucap Jongin sambil menepuk-nepuk dadanya.

 

“Kau yang salah mengambil minuman orang..”

 

“Itu karna aku haus dan aku butuh minum. Kau mau aku mati kehausan? Nanti kau bisa masuk halaman utama surat kabar, “Park Jieun seorang siswi yang tega melihat Kim Jongin temannya kehausan hingga ia meninggal” Kau mau?”

 

“Aku juga bisa menuntutmu karna mengambil jusku tanpa ijin. Nanti kau juga bisa masuk halaman utama surat kabar, “Kim Jongin dituntut dan dihukum karna mencuri jus dari seorang siswi SMA Park Jieun” Kau mau?”

 

Saat sedang asik dengan pertengkaran tidak penting mereka.. tiba-tiba suara lengkingan khas yang mereka tau milik siapa itu pun seketika membuyarkan perseteruan mereka.

 

“Jieunnie!!!” teriak duo Hyun itu kompak. Mereka berlari kemudian duduk disebelah kanan dan kiri Jieun sehingga gadis itu kini terhimpit diantara mereka.

 

“Jieunnie ada berita bagus..” ucap Hyuna sambil mengguncang tubuh gadis itu brutal.

 

“Iya Jieunnie.. ada berita yang kini sudah menggemparkan seluruh siswi disekolah ini..” kini giliran Hyunji yang bicara.

 

“Hey! Hey! Hey! Kalian tidak sadar aku ada disini?” panggil Jongin yang merasa diacuhkan sambil melipat tangannya didada. Dan anak kembar identik itupun seketika menoleh kearahnya.

 

“Jongin?!”

 

“Kau sudah pulang?” kata mereka bergantian. Kemudian mengalihkan perhatian mereka pada namja berkulit eksotis didepan mereka.

 

“Menurutmu bagaimana? Aku sudah disini tentu saja sudah pulang.. Tsk

 

“Iyaa.. benar juga ya. Ah Hyunji’ah kau bodoh! Kenapa kau malah bertanya lagi?” ucap Hyuna sambil sedikit mendorong lengan adiknya. Sementara Hyunji hanya tertawa renyah menyadari kebodohannya.

 

Tiba-tiba suara kericuhan terdengar dari luar kantin. Terdengar suara beberapa siswi yang meributkan sesuatu. Kericuhan itu pun tedengar semakin keras, mungkin mereka sudah semakin dekat dengan kantin tempat 4 orang sahabat itu berada.

 

“Apa yang terjadi? Kenapa diluar ribut sekali?” pertanyaan Jongin pun seketika menyadarkan duo Hyun yang lupa akan tujuan mereka datang menghampiri Jieun tadi.

 

“Itu pasti karna anak baru itu”

 

“Anak baru?”

 

“Iya.. ada anak baru disekolah kita. Dia seorang namja tampan dari keluarga kaya diSeoul. Sejak tadi pagi namja itu sudah menjadi topik hangat dikalangan para siswi”

 

“Tampan? Yang seperti itu kalian bilang tampan.. Tsk” Jongin berdecak sambil melipat tangannya dibelakang kepalanya kemudian bersender di dinding kursi.

 

“Ya! Memangnya kau sudah pernah melihatnya?” tanya Hyunji meremehkan namja itu.

 

“Sudah. Dia ada didepan pintu” ucap Jongin santai sambil menunjuk kearah pintu dipojok kiri belakangnya. Dan ketiga gadis didepannya pun mengikuti arah tangan Jongin bergerak. Dan benar saja.. namja itu kini sedang berdiri didepan pintu masuk kantin.

 

Layaknya seorang artis yang dikejar-kejar para fansnya seperti itulah suasana di sana. Dan layaknya seorang pangeran, namja itu berdiri dengan memasukan kedua tangannya kesaku celananya dan berdiri sambil mengarahkan pandangannya keseluruh penjuru kantin tersebut. Ia seakan mencari seseorang.

 

Meskipun agak sulit untuk melihat dengan jelas wajah namja itu karna tertutupi oleh para siswi yang mengerumuninya, Jieun terus berusaha mencari celah agar bisa melihat wajah namja yang dilihat dari gaya rambutnya ia kenal. Ia sedikit menyipitkan matanya untuk mendapatkan perbesaran yang lebih baik.

 

Deg

 

Gadis itu tersentak dengan siapa yang ia lihat.. seorang namja yang kini membuatnya terdiam dan terpaku. Matanya membulat dengan sempurna melihat kenyataan yang ada didepan matanya saat ini.

 

 

 

 

 

“O..Oh..Se..Sehun”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

¶¶¶To Be Continue¶¶¶

 

 

N/B : NO SIDERS! NO PLAGIAT! HARGAI KARYA ANAK BANGSA!!

 

32 thoughts on “Our Destiny (chapter 1)

  1. Aaaaaaa~
    Author~
    Sedih. Senang. Suka. Duka. Asam. Manis. Semua rasa ada di FF author~ /apasih
    Duhh, gak tau mw comment bagaimana~
    yang pasti ini KEREN…
    Aku jg udh baca prolognya..
    tp gak comment, cuma like..
    gpp ya Thor~ .___.v

    Dan FF ini pasti bakalan ditunggu kelanjutannya…
    Semangat Author~ ^^9

  2. wha, critanya mkin seru, pnasaran kira2 apa jnjinya sehun ama jieun, ksian bnget sehun n jieun hrus trpisah d khdupan sblumnya:(
    mdah”an mrka bsa brsma d khidpan yg ini🙂
    KEREN thor critax~
    next chap 2~

  3. “Kalian dipertemukan kembali dengan kisah yang sama. Kalian ditakdirkan bertemu kembali tapi tetap tidak bisa bersama..”
    nyesek banget thor, waktu baca bagian itu TT__TT jadi mereka bakal pisah lagi gitu? jadi Sehun dan Jieun gak bisa bersatu gitu? jangan dong thor*pelukauthor*

    sembuhin Thehun jutheyo, ne?*sodorinKaiLu*

    kalau soal jalan ceritanya, overall DAE to the BAK pokoknya. keep writing ^^

    oke, udahan ah komennya, mau lanjut baca next chap-nya

    p.s : EunHun harus bersatu, ne? jebalyo authornim ^^

    • Haha xD Ceritanya disogok pake kailu nih chingu? keke
      Makasi banyak uda baca dan komen~ Masalah bersatu atau tidaknya mereka, liat saja dichapter-chapter selanjutnya^^

  4. Reinkarnasi ya? Keren!! Aku suka crita yg berhubungan dgn reinkarnasi🙂
    Maaf kl aku komen nya telat😦 Krn aku baru tau wp ini dr exo fanfict world yg sdh chapter 4.. Hehe🙂
    Okey..aku move ke part 2😀

  5. Woahh… Akhirnya nemu yang part 1 nya… #fiuhhh
    Sempet heran thor , abs di post chapter 2 kok baru prolog…
    Akhirnya , aku nyari2 wp authornya… Hehe
    dan ketemu deh… Ehehe😀
    Meski baru baca prolog , tp udh sukses buat aku penasaran sama ceritanya…
    Dan ini baru dapet 1 chapter bacanya… Ehehe…
    Tetap semangat buat next chapter ya thor…😉

  6. kakek2 yang bilang reinkarnasi tu siapa thor?
    aku suka sehun .. biasku dia mah..❤
    sehun agak bad boy ya .. dia ditolongin kok nggak bilang makasih .. kkk~
    bagus thor !! keep writing ya ..

  7. Wowww
    Kekke
    Itu apaan c sehun
    Aaaa ada jonginn kekekek
    Luhan juga adaa hihi
    Aduh sehun emang ganteng bangt kaya pangeran2 gituu

  8. Ff ini bisa bikin emosi orang naik turun …….
    Saat sedih ag ikut sedih
    Saat bahagia ag ikut bahagia
    HCV semangat 45
    Oh ya , posternya sangat mendukung dengan jalan cerita

  9. OMO!!
    ada kiss..kiss…
    kyaa!!#Lebay.. -_-
    huft..
    aku gk tau lbih detailny sih,
    kn aku skip.. :D#cepek deh.. -_-”

    bgus bgt,mskipun bru baca..🙂

  10. keren thor ffnya..
    apalagi castnya HunHan..
    jalan ceritanya bagus aku suka..
    salam kenal thor,aku readers baru..
    Annyeonghaseyo.

  11. Ah jangan bilang kalo jieun disukain 3 cowok tampan itu… sehun luhan jongin ><
    Ahhhhh.

    Plotny baguss!! Aku sukaa😀

  12. Hmm… Renggkarnasih. ☺☺☺ masih bingung sih 😂😂😂😂 tp aku suka ff ini. Mf y bru coment alx baru nemu ff ini.☺☺☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s