When My Love Were Gone(Chapter 1)

coverHCV2

Title : When My Love Were Gone

Main cast : Oh Se Hun, Kim Hyun Hee(OC), Byun Baek Hyun

Author : HCV

Genre : Sad, Romance

Length : Twoshoot

Rating : 15+

 

Uri HCV eo~ kita HCV ! Akhirnya fanfict yang kita buat bertiga akhirnya bisa di post juga ^^

Semoga banyak reader yang mau baca dan coment , supaya kita bisa buat cerita yang lebih bagus lagi. Gomawo~ ^^

Mian kalau banyak typo bertebaran , maklum author pemula #deep bow

[Kim Hyun Hee pov]

Angin di sini sejuk ,sungguh menyenangkan ada disini. Kapan aku bisa merasakan menjadi remaja biasa? Kapan aku bisa merasakan bebas seperti burung-burung itu. Mereka dengan bebasnya terbang kesana kemari tanpa ada beban. Sungguh menyenangkan, aku juga ingin seperti mereka. Seandainya aku bisa merasakan kebebasan tanpa ada beban. Bebas seperti mereka. Bisa pergi ke tempat yang kau inginkan. Aaahhhhh…..

 

 

 

 

*****

 

 

 

[Sehunpov ]

“Ada apa dengan gadis itu, dari tadi hanya menatap langit dengan tatapan yang kosong. benar-benar gadis yang aneh.” aku tak sengaja melihat seorang gadis duduk di taman rumah sakit seorang diri sambil melamun ketika melewati koridor rumah sakit. Tanpa sengaja aku terus memperhatikannya. Rambut panjangnya yang ditiup angin itu memperjelas wajahnya yang nampak sempurna. Tapi apa yang dia lakukan disana seorang diri seperti itu?

“Apa yang sedang dipikirkannya?” gumam ku sambil memperhatikannya. Tiba-tiba saja ia menoleh ke arahku.

DEG

“Di..dia..dia tersenyum?” “Ta..tapi..kenapa jantungku terasa berdebar? Dia..sungguh manis..”

“Akkhhhh apa yg aku pikirkan? Hey Sehun’ah ayolah.. kau kemari untuk menjenguk Baekhyunnie hyung bukan mencari jodoh..Aisshh..” Tiba – tiba ponsel ku berbunyi dan membuyarkan lamunanku.

“Yeoboseyo ?”

“……..”

“Ah , ne hyung. Aku sudah di rumah sakit.”

“……….”

“Ne hyung.Aku juga telah membawa apa yang hyung pesan. Tenang saja hyung”

“……”

“Iyaya hyung.. baiklah aku segera kesana sekarang”

Dasar namja itu, kenapa tidak sabaran sih ? lagi pula aku kan bukan pesuruhnya. Tapi namja cerewet itu kan sedang sakit , kasihan juga  ia ingin makan seafood , tapi ia tidak bisa pergi membelinya. Mau apalagi.. aku sebagai dongsaeng yang baik harus membelikannya.

Aku harus segera pergi nanti hyung malah mengomeliku lagi , karena ia menunggu lama. Tapi..gadis itu? Kenapa aku sangat penasaran dengannya ? Tapi yasudahlah, lagi pula itu tidak ada kaitannya denganku.

 

 

*****

 

 

[Baekhyunpov ]

Anak itu kenapa lama sekali , padahal dia tadi mengatakan sudah berada di rumah sakit. Cacing-cacing di perutku sudah berontak minta makan. Kalau tidak demi seafood kesukaanku , aku tidak akan mau menunggu lama seperti ini. Dasar anak itu , awas saja kalau sampai aku terkapar di ranjang rumah sakit ini hanya karena tidak makan apapun. Akan kuhantui anak itu seumur hidup.

CEKLEK

Tiba-tiba terdengar suara pintu yang membuyarkan lamunanku. Aku menoleh kearah pintu kamar dan melihat orang yang sejak tadi kutunggu datang.

“Yaaa… saengi kenapa kau lama sekali?” kata ku sambil menatap sebal kearahnya

“Mian hyung.. hyung ini tidak sabaran sekali. Ini makanannya.” Ucap namja yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri itu sambil menyerahkan pesanan yang aku minta.

“Gomawo ne namdongsaeng” kataku sambil mencubit pipinya.

“Aahhhh appo hyung”

“Eh Sehunnie aku ingin menceritakan sesuatu kepadamu” ucapku sambil bangun dan duduk bersandar ditempat tidurku lalu perlahan membuka kotak makanan yang sudah lama kutunggu.

“Ohya? Cerita apa hyung?” namja tampan bernama panjang Oh Sehun itu duduk dikursi yang tersedia disamping tempat tidurku.

“Kau tau kalau dirumah sakit ini ada seorang gadis cantik yang menarik perhatianku. Gadis itu membuat jantungku berdebar-debar saat melihatnya” aku bicara sambil terus memakan seafood lezat kesukaanku.

” Ahhh.. jadi hyung mulai jatuh cinta ya?” selidiknya kearahku.

“Hmmm mungkin saja, sepertinya aku menyukainya”

“Kenapa tidak kau tembak saja hyung? siapa tau dia mau menerima mu.”

“Aku tidak berani. bagaimana kalau dia menolakku? lagi pula aku belum terlalu mengenalnya. Aku baru mengenalnya sekitar 2 minggu lalu.. mana berani aku menyatakan perasaanku secepat itu”

“Kau payah hyung, masa hanya menembak wanita saja kau tidak berani”

“Yaaa beraninya kau mengatakan hyung mu ini payah, awas kau ya!!!” kataku sambil menujuk kearahnya.

“Hehehe aku bercanda hyung, bagaimana kalau kau kenal kan gadis itu padaku, siapa tau aku bisa membantu.”

“Baiklah, tapi jangan sampai kau tertarik padanya juga”

“Ne, aku janji Baekhyunnie hyung” Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya lalu tersenyum manis kearahku.

“Hmm nama yeoja itu siapa hyung”

“Kim Hyun Hee”

[Normal Pov]

Dipagi yang cerah itu. Saat angin berhembus begitu lembut..suasana pagi yang tenang dengan suara khas burung-burung yang begitu merdu seakan menambah kesejukan. Di sebuah taman belakang rumah sakit yang memiliki area cukup luas terlihat seorang gadis duduk termenung menatap indahnya langit pagi itu. Dia duduk disalah satu bangku taman dibawah pohon besar yang rindang. Senyuman manis terukir diwajah cantiknya. Walau sebenarnnya ada beban dihidupnya yang begitu membuatnya tersiksa.

“Ahhh..kapan ya aku bisa pulang dari tempat membosankan ini ? Aku lelah mencium bau obat-obat dan hanya tidur ditempat tidur sempit dengan tali infus yang seakan mengunci gerakanku. Dan ditambah lagi dengan para suster dan dokter yang selalu menganggu ketenanganku. Aisshh…” gadis berambut panjang itu mengacak-ngacak rambutnya dengan brutal.

Gadis itu tertunduk lesu. Senyuman manis yang tadi terlukis indah hilang begitu saja… Kim Hyun Hee gadis berparas manis dengan rambut hitam tergerai panjang itu kembali mengallihkan pandangannya kelangit cerah pagi itu. Langit biru dengan awan putih disela-sela mereka. Begitu indah dan menenangkan..begitu kontras dengan kehidupannya saat ini. Hidup yang dihantui dengan mimpi buruk yang tak kunjung pergi dari tidurnya atau bisa dibilang dari hidupnya. Mimpi yang begitu membuatnya tersiksa..dan mimpi yang membuatnya terjebak didalam gedung putih bertingkat itu.

Tapi..tidak untuk saat ini..Hyun hee sudah tidak menganggap hal itu sebagai mimpi lagi. Mimpi itu sudah berubah menjadi nyata. Yeoja itu sudah terbangun dari tidurnya.. Kini dia tidak bisa lagi menampik kenyataan bahwa dia mengidap penyakit berbahaya yang sudah ia ketahui bersarang dalam tubuhnya sejak 1 tahun lalu. Dia sudah menerima kenyataan bahwa dia berbeda..berbeda dari yang lainnya.

“Hyun Hee’ah!”

Hyun hee memalingkan pandangannya keseluruh penjuru taman guna mencari sumber suara yang memanggil namanya..suara lembut yang begitu ia kenal.

“Joonmyeon oppa?” Hyun hee berteriak sambil melambai-lambaikan tangannya kearah namja tampan yang sedang berlari kearahnya dengan wajah khawatir.

“Haaah..haaah..Hyun Hee’ah kau kemana saja? Sejak tadi aku mencarimu keliling rumah sakit! Kau tau betapa paniknya aku saat pagi-pagi aku tidak melihatmu didalam kamar..Tidak biasanya sepagi itu kau sudah bangun dan tidak ada dikamar. Aku pikir..kau..kau..” ucapan tergesa-gesa namja itu tiba-tiba terhenti..ekspresi khawatirnya pun seketika berubah sedih.

“Hahahahaha..oppa~ Kau pikir aku akan kabur lagi eoh ? Ahh..dasar..makanya oppa jangan panik dulu ! Aku bukan Hyunhee yang dulu lagi..Hyunhee yang pengecut yang hanya bisa lari dari kenyataan. Aku ! Kim Hyun Hee! Sudah berubah! Dan menjadi Hyunhee yang tangguh” gadis bermata bulat itu berkata dengan mantap sambil melipat tangannya didada.

Tingkah adiknya itu pun membuat Joonmyeon kembali mengembangkan senyum angel khas miliknya.“Iya iya aku tau ! Kau adalah adikkku Kim Hyun Hee yang terhebat” namja putih itu mengacak-ngacak rambut adiknya lembut.

“Tapi sungguh tadi kau kemana? Oppa tadi sudah sempat mencarimu kesini  tapi kau tidak ada” ucap Joonmyeon.

“Oh itu..tadi sebelum kesini aku sempat keliling rumah sakit dulu. Maksudnya untuk berolah raga hehe” gadis tomboy itu pun hanya menunjukkan giginya yang rapi.

“Jadi begitu..hampir saja kau membuat jantung oppa lompat dari tempatnya. Lain kali jangan diulangi lagi..Arrachi?”

“Ne arraseo Joonmyeonnie oppa~” Hyun hee mengangguk tanda mengerti.

“Ya sudah sekarang ayo kembali ke kamarmu..mandi lalu sarapan” Joonmyeon menarik tangan adiknya mengajaknya pergi. Mereka berjalan beriringan dengan senyum manis terukir indah diwajah masing-masing. Sampai akhirnya mereka terpisah diperempatan koridor menuju pintu keluar rumah sakit.

“Hyunhee’ah kau kekamarmu duluan, oppa akan membeli sarapan dulu. Tadi eomma tidak sempat membuatkan sarapan untukmu. Jadi sambil menunggu oppa datang kau mandilah dulu”

“Baik boss ! Saat oppa datang nanti aku pasti sudah siap untuk sarapan” ucap yeoja itu sambil menunjukkan sikap hormat ala militer.

“Hahaha..baiklah. Oppa pergi dulu ya~” Joonmyeon berbalik lalu berjalan menuju pintu keluar rumah sakit yang masih ada dikoridor selanjutnya.

Hyun hee menatap punggung kakaknya yang berlalu dibalik koridor rumah sakit. Dia kemudian berbalik dan berjalan menuju kamarnya..tapi saat berbalik tiba-tiba…..

BUGH

“Aduhh!” Hyunhee terduduk dilantai setelah menabrak sebuah dada bidang yan tiba-tiba ada didepannya.

“Ahh mianhae~ Gwaenchanayo agasshi?” namja itu nengulurkan tangannya bermaksud membantu.

Setelah yeoja itu berdiri, namja itu terlihat kaget melihat yeoja yang menabraknya itu. Ia langsung melepas tangannya karena tersentak kaget.

“Gamsahamnida” kata Kim Hyun Hee sambil tersenyum ia memalingkan mukanya sedikit karena ia merasa malu , lalu ia membungkukan badannya. Ia sedikit terpesona dengan ketampanan namja yang ia tabrak itu. Kulitnya yang putih seputih susu , lekuk wajahnya yang indah , badannya yang jangkung dan rambutnya yang berwarna blonde tertata rapi membuat ia terlihat tampan.

Ya tuhan..dia tampan sekali. Apa..apa dia malaikat?

“Ah , ne chaeonmanehyeo” kata namja itu. Ia masih terlihat kaget karena ia marasa pernah melihat gadis yang menabraknya tersebut.

Kim Hyun Hee langsung meninggalkan namja tersebut , ia kembali menoleh ke belakang dan membungkukkan badannya sedikit untuk mengucapkan terima kasih sekali lagi. Namja tersebut hanya tersenyum , ia masih terlihat kebingungan karena masih memikirkan sesuatu. Kemudian yeoja tersebut berjalan menjauh. Namja itu terus menatap punggung yeoja yang masih berusaha dia kenali. Sampai tiba-tiba sekecil memori mucul diingatannya.

“Aiiissshhhh…..aku baru ingat dia kan yang ku lihat tadi. Ya… kenapa otakku bekerja lambat sekali? Pabo!!!” namja itu menepuk dahinya berkali-kali pertanda bahwa ia menyesal tidak mengenali gadis itu dari awal.

“Ya sudahlah..mungkin memang belum saatnya. Lain kali pasti bertemu lagi” namja itu berbalik lalu berjalan menuju pintu keluar. Tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia merasakan ponselnya bergetar karna ada pesan masuk, ia mengambil ponsel yang ia taruh di saku celananya lalu membuka pesan tersebut.

 

From : Baekhyunnie hyung

Subject : Bawakan aku seafood

Besok kau harus membawakan ku seafood lagi! Awas kalau tidak kau bawa.. aku akan membuatmu masuk rumah sakit seperti aku.

Status : Reading

“Yaaa…Baekhyunnie hyung kau ini…” katanya kesal karena hyungnya itu selalu merepotkannya sejak di rawat di rumah sakit.

*****

 

 

 

Keesokan harinya……

“Hyung ini pesanan mu , dasar kau ini……merepotkanku saja , Hyung kenapa kau tidak mau makanan yang sudah di sediakan oleh rumah sakit ni sih ? Lagi pula makanan itu kan dibuat agar kau cepat sembuh. Aishh.. cepat keluar dari rumah sakit ini lalu berhenti merepotkanku.. agar aku bisa terbebas dari permintaan mu yang aneh-aneh itu.”  Kata Sehun kesal.

“Yaaaa…..kau lihat kondisi ku ini. Kalau aku tidak di rawat seperti ini , pasti aku sudah pergi membelinya sendiri tanpa bantuan mu.” Kata Baekhyun. Ia menyadari ia memang banyak merepotkan Sehun belakangan ini.

“Maaf aku merepotkan mu selama ini. Sebagai ucapan terimakasih aku akan  mendoakan mu semoga kau mendapatkan kekasih secepatnya. Kasihan sekali kau ini , kau selama ini tidak pernah berkencan dengan seorang gadis. Aku juga sudah malas mendengar orang-orang mengatai kita guy karna kau tidak pernah berkencan dengan gadis manapun” kata Baekhyun yang meratapi nasibnya dan Sehun.

“Hyung kau ini !!! Aku kan tampan , tidak seperti mu” balas Sehun

“Tapi aku tidak mau kita dikatai guy , sejak kapan aku guy ? aku ini normal! Buktinya.. aku sudah menyukai seorang gadis”

“Ne~ arra arra…..aku tau kau sudah punya incaran..” ucap Sehun dengan wajah datarnya.

“Iyaa..memang kau..sama sekali tidak ada perkembangan” Baekhyun mulai sombong dan terus memojokkan Sehun.

“Iyaaya..aku mengaku kalah hyung.. aku siap membantu jika kau butuh bantuan”

“Kau sudah mengatakan itu kemarin. Tapi baiklah , kau kan temanku. Jadi kau harus membantu dan mendukungku agar aku bisa dekat dengan gadis itu” kata Baekhyun sambil menepuk-nepuk punggung namja tampang datar dihadapannya.

 

 

Beberapa menit kemudian..

 

Kini namja manis pemilik kamar sedang melakukan aktivitas membersihkan dirinya dikamar mandi yang tersedia disetiap kamar rumah sakit tersebut. Sementara menunggu hyungnya mandi, Sehun pun duduk disofa sambil memainkan game diponselnya, bermaksud untuk menghilangkan bosan saat menunggu teman yang sudah ia anggap sebagai kakaknya itu menghabiskan waktu dikamar mandi karna namja yang satu itu jika mandi mennghabiskan waktu yang lama.

“Anak itu memang seperti perempuan..sudah cerewet, mandinya pun lama sekali..Tsk” Sehun mengumpat disela-sela kesibukkannya memencet tombol kontrol permainan diponselnya.

Tapi saat ia sedang asik bermain, tiba-tiba..

CEKLEK

“Baekhyunnie oppa~~~ Ayo pergi keta—“

DEG

[Sehun Pov]

Aku terkejut karna ada seorang gadis yang tiba-tiba masuk. Gadis yang sepertinya ku kenal..Iya..dia gadis yang kemarin. Tapi untuk apa gadis itu kemari ? Dan..dia bilang Baekhyunnie oppa ? Apa dia gadis yang..

“Ahh..Mi..mianhae aku bukan bermaksud tidak sopan. Aku tidak tau kalau sedang ada tamu. Mianhae..jeongmal” gadis itu tertunduk malu..wajahnya terlihat memerah karna malu

“Gwaenchanayo..apa kau kemari mau menemui Baekhyun hyung?” tanyaku ragu. Entah kenapa aku merasa gugup bicara dengan gadis yang bisa dibilang…..manis….

“Ne a..aku kemari.. ingin bertemu Baekhyunnie oppa. Apa dia sedang tidak ada disini?” gadis itu menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

CEKLEK

“Oh Hyunhee’ah kau sudah datang?” Baekhyun tiba-tiba keluar dari kamar mandi dan seakan memecahkan suasana kaku yang tadi sempat menguasai. Dan untungnya dia sudah menggganti bajunya dikamar mandi dan tidak keluar hanya dengan sehelai handuk.

Hyun Hee? Jadi dia yang bernama Hyun Hee.. gadis yang Baekhyunnie oppa suka?

“O..oppa? Iya aku datang sesuai janji kita kemarin”

“Iyaa aku tau..Kita akan jalan-jalan ketaman kan?”

“Hmm..” gadis itu mengangguk mantap. Baekhyun hyung pun tersenyum lalu mengusap rambut gadis itu lembut. Dan gadis itu pun membalas senyuman angel Baekhyun dengan senyumannya yang tak kalah manis.

DEG

DEG

Aku hanya terdiam ditempat melihat pemandangan manis didepanku. Jantungkku terasa berdetak lebih cepat..dan darahku terasa naik hingga membuat wajahku memerah. Apa ini semua karna melihat senyuman manis gadis yang bernama Hyunhee itu?

“Oh iya Hyunhee’ah aku ingin memperkenalkanmu pada seseorang..” Baekhyun hyung mengajak gadis itu mendekat kearahku lalu memperkenalkannya secara resmi.

“Sehun’ah perkenalkan ini Hyunhee dan Hyunhee ini Sehun teman yang sudah aku anggap seperti adikku sendiri”

“Ne annyeonghaseyo..senang bisa bertemu denganmu. Bukankah kau..namja yang kemarin” ucap gadis itu malu-malu kearahku. Entah apa yang membuatnya sejak tadi tidak mau menatap mataku..apa aku menakutkan?

“Iyaa..aku yang kemarin. Nado bangapta Hyunhee-ssi” aku mencoba tersenyum semanis mungkin kehadapan gadis yang sebenarnya menarik perhatianku.

Aisshh..Sehun’ah! apa yang kau pikirkan! Dia itu sudah menjadi incaran Baekhyunnie hyung! Bukankah kemarin kau sudah janji padanya untuk tidak merebut incarannya! Pabo

“Sekali lagi aku minta maaf atas yang kemarin” ucap gadis itu dan masih menunduk.

“Ahh tidak apa-apa.. Kau kan tidak sengaja. Lupakan saja”

“Hey.. apa yang kalian bicarakan dari tadi? Ceritakan padaku, Hyunhee’ah kenapa kau minta maaf pada Sehunnie?” Baekhyun mempoutkan bibirnya karna merasa terabaikan.

“Kemarin Hyunhee-ssi tidak sengaja menabrakku hyung. Karna itu dia minta maaf”

“Iyaa oppa”

“Oh jadi begitu..sudahlah Hyunhee’ah tidak apa-apa. Tidak perlu dipikrkan. Sehun tidak akan marah karna kau menabraknya. Aku bahkan sering mencubit pipinya, mengacak-acak rambutnya, menyuruhnya ini dan itu..Tapi dia tidak pernah marah padaku” Baekhyun pun mulai dengan tingkah cerewetnya.

“Hyung kau mulai lagi..” kataku memperingatkan namja yang 2 tahun lebih tua dariku itu agar dia tidak bicara yang aneh-aneh tentangku didepan Hyunhee.

“Oiya Hyunhee’ah kita jadi pergi ketamankan? Kajja!” Baekhyun menarik tangan Hyunhee mengajaknya keluar. Namja itu benar-benar terlihat senang bisa bersama dengan gadis bernama Hyunhee itu. Aura kasmarannya benar-benar terpancar jelas kalau dia benar-benar menyukai gadis itu.

Tapi..bagaimana denganku? Sepertinya aku juga menyukainya….

*****

[Hyun Hee Pov]

 

 

DEG

DEG

Ya tuhan..ada apa denganku? Kenapa sejak bertemu dengan namja yang bernama Sehun itu jantungku terus berdebar seperti ini? Sama seperti saat aku pertama kali bertemu dengannya. Perasaan canggung yang sama.. Apa aku..

“Hyunhee’ah?”

Baekhyun oppa menepuk pundakku yang sontak membuatku menoleh kearahnya “I..iya oppa?”

“Kau melamun?”

“Tidak..aku hanya memikirkan sesuatu” jawabku sewajar mungkin.

“Memangnya apa yang sedang kau pikirkan? Sepertinya serius”

“Aku memikirkan tentang masa depan. Saat oppa sudah sembuh lalu keluar dari rumah sakit ini. Aku rasa aku akan kesepian” ucapku lalu menunduk.

Jujur walau bukan itu yang sebenarnya aku pikirkan tapi itu adalah hal yang kutakutkan. Hanya dia pasien dirumah sakit ini yang begitu mudah akrab denganku selain itu dia juga orang yang menyenangkan. Hampir setiap hari aku dan Baekhyun oppa pasti bermain bersama. Aku dan Baekhyun oppa memang baru mengenal sejak 2 minggu lalu saat dia masuk kerumah sakit ini karna kecelakaan. Saat itu dia terluka cukup parah hingga koma selama 2 hari dan tulang kaki kiri serta tangan kirinya patah sehingga dia harus dirawat cukup lama disini. Tapi ini sudah hampir 17 hari dan kelihatannya tangan dan kakinya sudah membaik. Walau masih menggunakan gif dan sedikit sulit berjalan tapi dia sudah bisa dikatakan cukup untuk bisa keluar dari rumah sakit ini.

Sebenarnya mengenal Baekhyun membuatku merasa lebih nyaman dirumah sakit ini. Karna dia pasien pertama yang bisa membuatku akrab dengannya. Sebelum dia datang aku hanya bisa bermain dengan para suster yang sebagian besar usianya berada diatasku. Terkadang aku merasa tidak nyaman bermain dengan mereka. Dan terkadang juga aku merasa bosan dan kesepian jika Joonmyeon oppa, ayah, ibu atau tidak ada teman yang menjengukku. Tapi..saat bertemu Baekhyun oppa semuanya berubah..aku jarang merasa kesepian lagi. Sifat periangnya dan senyum manisnya membuatku hangat saat didekatnya. Bermain dan bersenda gurau dengannya cukup membuatku melupakan lubang hitam besar dihidupku.

“Hey sudahlah..kau tidak perlu memikirkan itu. Aku kan masih disini jadi kau tidak perlu takut. Aku tidak akan membiarkanmu kesepian” ucap Baekhyun lembut sambil mengacak-acak rambutku.

“Tapi ini serius..kapan oppa akan keluar dari rumah sakit?”

“Mollaso” Baekhyun oppa membenarkan posisi duduknya lalu merubah pandangannya kearah langit.

“Aku hanya berharap untuk sementara waktu bisa dekat dengan denganmu dulu”

Aku menatapnya, melihat gerakan bibirnya, sepertinya dia mengatakan sesuatu padaku. Tapi..aku tidak mendengarnya dengan jelas.

“Oppa barusan bilang apa? Aku kurang jelas mendengarnya” aku membenarkan posisi dudukku berharap Baekhyun oppa akan mengulangi ucapannya.

“Oh tidak bukan apa-apa Hyunhee’ah. Aku barusan hanya bicara yang tidak penting. Hehe” ucapnya sambil menggaruk tengkuknya yang sepertinya tidak gatal.

“Sudahlah Hyunhee’ah kita kemari kan untuk bermain..bagaimana kalau aku menyanyikan sebuah lagu untukmu?” Baekhyun oppa menatapku antusias.

“Iya iya aku mau..nyanyikan lagu yang waktu itu oppa. Judulnya..In…Into….”

“Into Your World?” ucap Baekhyun oppa mencoba membatuku mengingat.

“Nah..iya itu! Into Your World!”

“Baiklah kita nyanyi sama-sama. Otte?”

“Hana..Dul..Set..”

Neoui sesangeuro..

Yeorin barameul tago..

 

Lagu itu pun melantun merdu dengan suara indah Baekhyun oppa. Lagu yang memiliki arti yang mendalam.. lagu yang membuatku mengenalnya…

[End Hyunhee Pov]

*****

Sehun masih didalam kamar Baekhyun. Berusaha melepas penat sambil masih memainkan game diponselnya bermaksud menunggu Baekhyun kembali dari kencannya. Sebenarnya dia begitu inngin pulang karna ia harus mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, tapi dia tidak enak jika pergi tanpa berpamitan sialnya Baekhyun tidak membawa ponselnya ketaman dan dia juga tidak mau menjadi pengacau dikencan Baekhyun yang sudah berlangsung hampir setengah jam itu.

“Aissh..kenapa bocah itu lama sekali. Aku bosan hanya berkutat dengan game ini. Aku ingin sekali pulang”

“Apa aku temui saja ya mereka. Lagi pula aku hanya bermaksud berpamitankan bukan bermaksud mengganggu..”

“…Iya tidak apa-apakan hanya berpamitan” Sehun beranjak dari tempat duduknya dan bermaksud pergi menyusul Baekhyun ketaman. Tapi saat baru berjalan selangkah..

“Sehun’ah~~~~~~~~~~~~~” Baekhyun menghambur masuk begitu saja. Membuka pintu dengan brutal lalu memeluk Sehun dengan ganas.

“Ya! Hyung! Lepaskan aku! Aku sulit bernafas! Uhuk..uhuk..”

Sadarkan pelukannya membuat orang yang dia peluk sesak nafas Baekhyun pun melepaskan pelukannya “Hehe..Mian Sehun’ah aku terlalu gembira..”

“Uhuk..memangnya kau gembira karna apa hyung?” Tanya Sehun sambil merapikan kemejanya yang berantakan karna dipeluk Baekhyun tadi.

“Iyaa..aku gembira karna Hyunhee bilang dia takut jika aku meninggalkannya..jadi bukankah itu berarti dia selalu ingin didekatku?”

“Benarkah? Bukankah itu bagus? Mungkin dia juga menyukaimu hyung”

“Mungkin…..Semoga saja..” Baekhyun naik keranjangnya dengan wajah yang berseri-seri sambil menyanyikan sebuah lagu yang baru saja dia nyanyikan ditaman dengan Hyunhee.

Mendengar ucapan Baekhyun, perasaan sehun seakan terbagi dua, dia bahagia tapi dia juga merasa cemburu. Apa benar Hyunhee juga menyukai Baekhyun?

Sehun menatap Baekhyun yang begitu gembira saat itu. Dia melihat bahwa Baekhyun benar-benar jatuh cinta pada gadis bernama Hyunhee itu. Dia jauh berbada dari Baekhyun yang dulu ia kenal. Saat bersama Hyunhee, Baekhyun terlihat lebih dewasa. Sehun senang jika Baekhyun bahagia..bahkan kebahagiaan Baekhyun adalah hal yang begitu ia jaga. Tapi bagaiman dengan kali ini..bagaimana jika ternyata dia menyukai gadis yang begitu dicintai Baekhyun? Apa dia akan berdosa merebut gadis yang menjadi incaran orang lain? Bahkan teman yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri?

 

Aku menyukai gadis yang sama dengan Baekhyun hyung? Sehun’ah..bukankah kau sudah berjanji pada Baekhyun hyung untuk membantunya mendekati Hyunhee? Tapi kenapa malah kau tertarik padanya juga? Tidak Sehun..jangan sampai kau merusak kabahagiaan Baekhyun hyung. Ini belum terlambat untuk tidak menyukai gadis itu. Kau harus mampu membuang perasaan sukamu! Harus!

 

 

 

*****

[Baekhyun Pov]

Hari ini aku benar – benar senang, mendengar Hyung Hee mengatakan kalau dia takut kesepian jika aku pergi dari rumah sakit. mungkin aku mempunyai peluang untuk bisa lebih dekat dengannya. Apa ini yang namanya jatuh cinta?? Rasanya benar – benar begitu indah……

“Yaaa….. Hyung apa kau baik – baik saja” ucap namja Sehun sambil melambaikan tangannya di depan wajahku.

“Eh… kau bilang apa?” kataku setelah tersadar dari lamunan ku.

“Sejak tadi kau melamun terus sambil senyum – senyum tidak jelas dan itu membuat ku ngeri berada di dekatmu. Hyung”

“Oh ya?” kata ku sambil tersenyum.

“lihat lah dirimu sekarang kau terlihat aneh lagi, aku benar – benar merinding sekarang. Apa jangan – jangan kau sudah gila Hyung?”

Tidak sopan..beraninya bocah ini mengejekku. Aku kan sudah bilang padanya kalau aku gembira..tapi apa? dia malah mengataiku gila..

PLETAK

Dan pukulan ku pun dengan mulusnya mendarat dikepalanya.

“Appo Hyung….” ringisnya sambil mengusap-usap puncak kepalanya yang aku pukul dengan majalah yang aku ambil dari meja disebelah tempat tidurku. Pukulan itu sebenarnya tidak terlalu keras tapi kurasa cukup membuatnya jera.

“Rasakan itu, siapa suruh kau mengataiku gila” aku mencibir kearah namja tampan yang kini terlihat imut dengan ekspresi kesakitannya.

“Kau memang orang yang tega memukuliku seperti itu hyung”

“Sehunie kau temani aku sampai nanti malam ya?”

“MWO…??? Tapi hyung… hari ini aku sibuk, aku ada janji dengan temanku selain itu tugas sekolahku juga masih menumpuk”

“Ayolah sehunie kali ini saja jebal~~, aku bosan sendirian di rumah sakit ini” rengekku sambil mengeluarkan puppy eyes andalanku

“Tapi…..”

“Sehunnie ayolah~~ kau tega melihat hyungmu ini kesepian eoh?”

“Yasudahlah kalau begitu..tapi jangan sampai terlalu larut ya?”

[Sehun Pov]

Hari ini benar-benar melelahkan.. seharian menemani baekhyun hyung di rumah sakit. Dan akhirnya aku boleh pulang juga.

“Sudah jam 8” kataku sambil melihat jam yang bertengger manis di pergelangan tangan kiriku.

Saat ini aku sedang berjalan di koridor rumah sakit, melangkah bermaksud mencari jalan keluar lalu pulang kerumah.  Aku pun mempercepat langkahku agar aku bisa lebih cepat sampai dirumah dan bisa cepat  mengerjakan semua tugas-tugas sekolahku yang tertunda kau kerjakan karna menemani Baekhyun oppa seharian ini. Dan saat aku hampir tiba di ujung koridor aku melihat seseorang yeoja yang familiar menurutku berjalan ke arah ku, aku sedikit menyipitkan mataku berusaha memperjelas penglihatanku dari jarak yang lumayan jauh dan… BINGO! Benar saja gadis itu adalah… Kim Hyun Hee.

 

[Normal Pov]

“Annyeong” sapa Sehun sambil menahan gugup ketika sampai dihadapan Hyunhee. Awalnya namja itu ragu untuk menyapanya , karena gemuruh didadanya tidak mau berhenti sejak ia melihat gadis itu berjalan dari ujung koridor.

“Annyeong Sehun-ssi, kau sudah mau pulang ya?” balas Hyunhee malu-malu pada namja berparas sempurna dihadapannya.

“Ne, kau sendiri mau kemana Hyun Hee-ssi?”

“Aku hanya berjalan-jalan sebentar sambil menungu kakakku yang belum datang juga sejak tadi. Ini tidak seperti biasanya..”

“Malam – malam begini? sendirian?”

“Iya..aku bosan sendirian dikamar..tidak biasanya jam segini kakakku belum datang jadi tidak ada yang menemaniku”

“Kalau aku yang menemani..bagaimana?” Sehun menawarkan diri untuk menemani gadis manis yang kesepian itu. Jujur..dia juga terkejut karna tanpa ia sadari kalimat itu keluar dari mulutnya begitu saja. Tapi dia juga tidak tega melihat gadis semanis Hyunhee kesepian..

Tawaran Sehun sontak membuat Hyunhee terkejut. Namja itu bilang mau menemaninya? Oh tuhan apa gadis itu sanggup menjaga detak jantungnya agar tetap tabil jika ditemani Sehun nanti? “Eh? Kau? Tapi bukankah.. kau sudah mau pulang?”

“Tidak apa-apa..ini belum terlalu malam. Mungkin beberapa jam lagi disini tidak apa-apa”

“Ba..baiklah kalau begitu” Hyunhee pun menerima tawaran Sehun dengan ragu-ragu. Tapi ini lebih baik dari pada ia luntang-lanting sendirian tanpa ada teman ngobrol. Setidaknya hal bagus yang ia dapat..dia bisa lebih banyak ngobrol dengan namja yang sejak kemarin membuat hatinya gelisah.

“Oke! kajja!”

*****

[Hyun Hee pov]

Aku benar – benar tidak menyangka aku akan jalan – jalan bersamanya, yahh walaupun hanya di sekitar rumah sakit ini tapi itu berhasil membuat jantung ku berdebar. Sejak tadi kami banyak bicara mengenai diri kami masing-masing..berusaha saling mengenal. Dia juga menyarankanku untuk tidak memanggilnya dengan sebutan –ssi dia bilang itu terlalu kaku dan aku juga menyarankannya begitu. Beberapa kali ia juga melontarkan lelucon yang berhasil membuatku tertawa. Dia benar – benar namja yang menyenangkan dan juga…… tampan….

Kami pun sampai ditaman belakang rumah sakit, kami menghentikan langkah kami dan duduk disalah satu bangku taman tempat aku biasa menghabiskan waktu saat pagi. Kami duduk berdampingan lalu melihat keatas menatap bintang yang indah di malam itu. Selama beberapa detik suasana menjadi hening sampai akhirnya Sehun kembali membuka pembicaraan.

“Hyun Hee’ah sudah berapa lama kau di rumah sakit ini?”

“Hmmmm……..sekitar 3 minggu” jawabku sambil menundukkan kepala , lalu kembali menatap bintang.

“Sudah lama ya? Kalau boleh aku tau.. sebenarnya.. kau sakit apa?”

DEG

Pertanyaannya kali ini sukses membuat ku menatapnya, dan aku tak bisa menjawab pertanyaannya. Haruskah aku memberitahunya tentang penyakit ku ini? Tapi aku baru mengenalnya. Aku tak tau harus menjawab apa. Kini dia menatapku, menantikan jawaban yang akan aku ucapkan.

“Ahhh…..sudah jam berapa ini ? Pasti oppa khawatir aku tidak ada di kamar. Kau juga harus cepat pulang ini sudah larut malam” kataku mengalihkan pembicaraan bermaksud untuk menghindar dari pertanyaan Sehun.

“Aku..aku kembali kekamar dulu ya Sehun’ah” aku beranjak dari tempat dudukku. Aku sedikit gemetaran karna gugup, tanpa sengaja aku tersandung batu cukup besar didepanku yang tentu membuatku hampir terjatuh..

“ADUH!”

GREP

Sebuah tangan..sebuah tangan tiba-tiba menangkap tubuhku yang terayun kedepan. Tangan kekar yang merangkul pinggangku dari belakang.

“Hampir saja…. kau harus berhati-hati kalau jalan”

Suara lembut itu terdengar lembut namun sangat jelas ditelingaku..deru nafasnya saat bicara dapat kurasakan dengan jelas..Sehun..dia..memelukku..

DEG

Sedetik itu juga aku melepaskan pelukan Sehun dari pinggangku..Jantungku terasa berdetak dengan cepat. Panas terasa diwajahku..aku yakin wajahku lebih merah dari tomat sekarang..

“Te..terima kasih Sehun’ah” ucapku gugup sambil menjetik-jentikkan jari terlunjukku.

“Kau tidak apa-apa kan? Apa kau terluka?” tanya Sehun mengkhawatirkanku..wajahnya..terlihat khawatir..

“Tidak.. aku tidak apa-apa.. Hmm.. sudah ya Sehun’ah aku kekamar dulu. Anyeong Sehun’ah ~ Gomawo..jeongmal” kata ku lalu pergi meninggalkannya begitu saja..aku tidak sanggup lebih lama disana. Aku sudah tidak cukup kuat menahan detak jantungku yang tidak karuan karna namja itu.

[End Hyun Hee pov]

 

[Normal Pov]

“Apa yang sedang kau pikirkan Hyun Hee’ah ?” tanya Joonmyeon pada Hyun Hee yang duduk ditepi ranjangnya sambil menatap keluar jendela.

“Kau terlihat murung” sambungnya. Ia lalu mengelus kepala Hyun Hee dengan lembut. Tetapi Hyun Hee hanya diam ia masih tampak memikirkan sesuatu.

“Jika ada sesuatu.. ceritakanlah pada oppa. Oppa tidak ingin melihatmu sedih” kata Joonmyeon , lalu tersenyum pada adik tersayangnya itu.

“Ani oppa , akau hanya memikirkan sesuatu..” ucap Hyun Hee lalu terdiam sesaat

“.. Oppa….. aku ingin menanyakan sesuatu pada oppa..” Hyun Hee bicara sedikit ragu setelah menarik nafasnya pelan.

“Kenapa dadaku berdetak sangat cepat jika aku bertemu dengan seorang namja ? Lalu kenapa saat aku bertemu dengannya aku merasa bahagia ? Dan juga belakangan ini dia selalu ada di dalam pikiran ku. Hal ini sangat menyusahkanku oppa” tanya Hyun Hee lalu menunduk karena merasa malu dengan oppanya itu.

Joonmyeon tertawa mendengar perkataan adiknya yang lugu itu. Dia terlalu polos menganggap perasaan seperti itu sebagai hal yang menyusahkan..bukankah hal itu membahagiakan?

“Hyun Hee’ah itu namanya kau jatuh cinta..kau ini lucu sekali..” Joonmyeon berhenti sebentar untuk sekejap menahan tawanya.

“… kau sekarang sudah dewasa Hyun Hee’ah….kau sudah sepantasnya merasakan jatuh cinta. Itu yang kau alami sekarang. Kau jatuh cinta pada seorang namja. Semua orang berhak untuk mencintai dan dicintai oleh seseorang. Kau tau itukan?” Joonmyeon kini berada dihadapan adiknya lalu memegang pundaknya.

“Itu termasuk kau. Dalam keadaan apapun manusia berhak untuk jatuh cinta. Ingatlah kata oppa mu ini” Joonmyeon berusaha memberikan kekuatan pada adiknya itu.

Ia tahu karena penyakit yang diderita Hyun Hee membuat adiknya yang dulu periang sekarang menjadi gadis yang sedikt pemurung dan pendiam.

Ia tidak mau , penyakit adiknya itu juga membuat hati dan perasaannya mati.

“Sudah.. Ayo cepat tidur. Kau sudah cukup lelah hari ini. Oppa tidak ingin melihat mu pingsan lagi karena tidak mengikuti waktu istirahat yang telah ditentukan dokter”

“Oyoyoi kapten! ” kata Hyun Hee sambil menunjukkan sikap hormat pada oppanya itu.

Joonmyeon membalas tanda hormat Hyun Hee , lalu ia menurunkan tangannya. Ia mengacak rambut adiknya itu karena gemas dengan tingkah laku Hyun Hee.

Hyun Hee naik ke ranjang lalu menarik selimutnya. Perasaannya sudah lebih baik sekarang. Walau dia masih merasa gelisah..tapi dia berusaha tidak membuat oppanya khawatir.

“Aku akan menunggu mu di sini. Mimpi indah Hyun Hee ku sayang” ucap Joonmyeon lalu memamerkan senyum angel khasnya.

“Ne.. Oppa.. kau carilah wanita yang mau menjadi pacarmu. Kau itu namja yang baik.. karna itu carilah wanita yang baik juga, wanita yang bisa membuatmu bahagia memilikinya..” kata Hyun Hee disela-sela kantuknya. Ia tersenyum pada kakaknya. Perlahan-lahan matanya mulai terasa berat.. kemudian tertidur. Joonmyeon hanya tersenyum mendengar ucapan adiknya itu.

*****

Disebuah kamar yang cukup luas, kamar yang tertata rapi dengan cat putih pada temboknya walau kini terlihat gelap karna sang pemilik kamar sudah mematikan lampunya. Namja tampan tersebut berusaha untuk memejamkan matanya. Berusaha untuk masuk kealam mimpi..tapi..sepertinya dia belum bisa melakukannya. Sepertinya ia gelisah karna memikirkan gadis yang akhir-akhir ini terus menganggu pikirannya.

Sehun kembali membuka matanya, ia menatap langit-langit kamarnya.. Nampak wajah Hyunhee yang sedang menatap langit disana. Wajah berparas manis yang begitu membuatnya tertarik, wajah yang terus terbayang dipikirannya. Sehun bangun , lalu duduk bersandar pada kepala tempat tidurnya.

“Kim Hyun Hee… kau berhasil membuatku selalu memikirkan mu… sejak saat itu.. saat dimana aku melihat mu duduk di pinggir taman sambil merasakan hembusan angin sejuk yang menerpa wajahmu” katanya lirih.

“Kau berhasil masuk dan mangacaukan hatiku. Kau berhasil membuat aku dan Baekhyun hyung menyukai gadis yang sama. Membuatku merasa bersalah dan berdosa..Kau tau itu ?” ucap Sehun , sambil menengadahkan kepalanya ke atas dan memejamkan mata sekejap.

“Aku sudah berusaha menekan perasaanku..tapi aku tidak bisa..Hyunhee” Sehun tertunduk dalam..

“Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin mengkhianati Baekhyun hyung tapi..tapi..aku menyukaimu…”

*****

Sementara itu.. di salah satu kamar di sebuah rumah sakit yang cukup terkenal di Seoul, seorang namja cantik juga terlihat gelisah. Baekhyun.. juga memikirkan hal yang sama dengan Sehun.

“Hyun Hee’ah , apa kau tau ? Aku tidak bisa berhenti memikirkan mu” Baekhyun masih terjaga dan ia sedang duduk diranjangnya sambil menatap langit-langit kamar rumah sakit yang kosong.

“Tapi… kenapa aku merasakan hal yang aneh pada Sehunnie ya?..”

“…aku merasa cara dia menatap Hyunhee berbeda dari biasanya..tidak biasanya dia terlihat gugup didepan seorang gadis. Aku kenal betul bocah itu. Dia begitu populer dan disukai banyak gadis tapi dia selalu bersikap dingin dan acuh pada mereka. Tapi..saat didepan Hyunhee waktu itu dia bahkan tersenyum sangat manis dan—“

“Ahhhhh!!! Apa yang kau pikirkan Baekhyun’ah!” Baekhyun mengacak-acak rambutnya brutal dia juga menepuk-nepuk pipi kanan dan kirinya bergantian..dia ingin menghilangkan prasangka buruknya pada Sehun.

“Sehun itu teman baikmu bahkan sudah seperti adikmu sendiri..mana munngkin dia sekejam itu. Dia juga bilang kalau dia akan membantumu dan dia juga sudah berjanji kan kalau dia tidak akan tertarik juga pada..Hyunhee”

“Iya Baekhyun..kau harus percaya kalau Sehun…. tidak akan mengkhianatimu”

*****

Hari terus berganti hari, semakin lama hubungan mereka pun semakin dekat. Baik Hyunhee dengan Baekhyun maupun Hyunhee dengan Sehun. Semuanya berjalan indah dan menyenangkan. Perasaan suka Baekhyun pada Hyunhee pun kian lama semakin besar. Sedangkan Hyunhee terus berusaha menata perasaannya yang semakin dibuat kacau oleh seorang namja tampan. Dan berbeda lagi dengan Sehun yang sampai saat ini terus berusaha menekan perasaan sukanya pada gadis yang sudah menjadi incaran Baekhyun sebelumnya.

Mereka terus berusaha saling mengenal pribadi masing-masing. Walau terkadang terllihat jelas persaingan antara Sehun dan Baekhyun jika mereka sedang menghabiskan waktu bertiga..persaingan mencuri hati yang tidak disadari oleh ketiganya..

Hampir setiap hari Sehun selalu menyempatkan waktu untuk datang kerumah sakit bermaksud menjenguk sahabatnya sekaligus menemui gadis manis pengisi hatinya saat ini. Walau ia sering disibukkan dengan tugas sekolahnya tapi dia akan lebih sibuk lagi menenangkan hatinya yang tak karuan jika tidak bertemu dengan si pujaan hati, karna itu dia memustuskan kalau lebih baik dia membagi waktunya.. untuk sekolah dan juga untuk Hyunhee.

Saat ini sudah hampir 5 hari sejak pertemuan pertama Sehun dengan Hyunhee. Hari ini Sehun datang seperti biasa untuk menjenguk Baekhyun walau tujuan utamanya adalah Hyunhee. Sehun datang dengan membawa eskrim kesukaan Hyunhee, benar….. saat ini bahkan Sehun sudah banyak mengetahui hal-hal apa saja yang hyunhee suka dan Hyunhee tidak suka. Bukankah itu berarti mereka sudah sangat dekat?

CEKLEK

Suara pintu kamar terdengar, baekhyun yang sedang asik membaca buku menghentikan kegiatannya, lalu menoleh kearah datangnya suara dan melihat namja bertubuh jangkung masuk kekamarnya

“Sehun’ah aku kira kau tidak datang hari ini..kupikir kau sedang sibuk dengan tugas sekolah yang kau keluhkan semalam” ucap Baekhyun menyambut Sehun lalu menutup bukunya dan meletakkannya diatas meja sebelah tempat tidurnya.

“Iyaa..awalnya aku pikir juga begitu. Tapi aku merasa aneh jika tidak datang kerumah sakit ini walau hanya sehari..aku merasa ada magnet yang membuatku selalu ingin datang kesini..” setelah menutup pintu Sehun pun duduk disofa depan ranjang rumah sakit dan menaruh eskrim yang ia bawa disebelahnya.

“Hey Hey Hey!! Apa itu maksudnya kau selalu ingin bertemu denganku? Kau selalu merindukanku Sehunnie? Oh Tuhan! Ternyata kau benar-benar…. Umh… tidak normal.. suka pada…..” Baekhyun menyelidik kearah Sehun lalu bergidik ngeri membayangkan apa yang ia pikirkan saat ini tentang Sehun

“YA! KAU GILA HYUNG! BUKAN ITU MAKSUDKU! Magnetnya bukan kau! Tapi..” Sehun menghentikkan kalimatnya lalu menunduk dalam

“Tapi? Tapi apa Sehunnie? Apa ada orang lain yang membuatmu ingin selalu datang kemari selain aku?” wajah Baekhyun tiba-tiba berubah serius kali ini suasana pun juga ikut berubah

Seketika Sehun pun kembali mendongakkan kepalanya lalu menatap Baekhyun yang tepat lurus ada dihadapannya. Ia cukup terkejut mendengar perkataan Baekhyun yang..tepat sasaran…

“Eh? Itu..hhmmm..”

“Aku tau pasti seorang gadis… seorang gadis yang menarik perhatianmu kan? Gadis yang sering kau temui dirumah sakit ini.. gadis yang aku kenal…”

DEG

Sehun terdiam dan terpaku ditempatnya. Saat ini kata-kata Baekhyun semakin membuatnya tercengang..

Tunggu! Apa yang Baekhyun hyung katakan? Apa.. apa.. dia tau?

“…Sehun’ah jujur aku senang jika kau sekarang sudah mulai merasakan yang namanya jatuh cinta. Aku senang kalau sekarang kau sudah punya seseorang dalam hatimu. Asalkan gadis itu bisa membuatmu merasa bahagia bersamanya… membuatmu merasa bahagia bisa memilikinya aku juga ikut senang. Tapi..aku tidak bisa Sehunnie..tidak bisa..” perkataan Baekhyun tiba-tiba terhenti kemudian ia menunduk suaranya terdengar lirih

“Hyung..aku..” Sehun semakin salah tingkah. Rasa bersalah mulai menggerogoti hatinya. Ia begitu merasa berdosa pada sahabat sekaligus kakaknya itu . dia juga tidak ingin seperti ini..tapi.. dia juga tidak bisa memaksakan kehendak pada perasaannya. Dia terus berpikir apa..dia sudah ketahuan?

“Hyung? Apa kau sudah mengetahuinya?” tanya Sehun ragu, dan dibalas dengan anggukan oleh lawan bicaranya. Sehun beranjak kemudian berjalan mendekati seorang namja yang masih menunduk dalam duduknya.

“Kau tau siapa gadis yang aku…. Suka?” mata Sehun terasa berat sekarang. Hatinya seakan tercabik-cabik oleh perasaan berdosa. Ia bahkan terus mengutuk dirinya sendiri dalam hatinya. Melihat Baekhyun seperti itu membuat hatinya sungguh merasa begitu perih…

“Aku tau Sehun’ah..aku tau kau menyukai… dia kan?….. kau suka pada… Tiffany noona kan? suster yang suka menggodamu itu?” ucap Baekhyun pelan kemudian mendongakkan kepalanya menatap namja yang saat ini benar-benar terpaku mendengar pernyataanya yang begitu sangat sungguh membuat namja itu tercengang dan kehilangan pikirannya dalam sekejap. Baekhyun menatap Sehun dengan tatapan yang benar-benar polos, dan innocent tanpa tau bahwa beberapa saat tadi Sehun sempat berpikiran jauh dengan sejuta perasaan bersalah dan berdosa dihatinya, bahkan namja berkulit putih itu sampai mengutuk dan memaki dirinya sendiri atas hal yang dia pikir sudah Baekhyun ketahui.

“Sehun’ah kau namja tampan dengan sejuta gadis cantik yang menyukaimu. Tapi, kenapa kau malah jatuh hati pada seorang noona-noona? Bukannya aku tidak suka.. tapi.. aku hanya tidak bisa menerimanya”

Sehun masih terdiam ditempatnya. Airmata yang tadi sempat akan jatuh mengalir dipipinya tiba-tiba mengering. Sedetik itu juga palu besar seakan tiba-tiba jatuh dari langit dan tepat mengenai kepala lonjong Sehun.

“YA YA YA!!!!!! KAU! HEY GADIS YANG AKU SUKA BUKAN SUSTER ITU… AISSHH..KAUTAU AKU BAHKAN SEMPAT MENGUTUK DIRIKU SENDIRI KARNA KUPIKIR KAU BENAR-BENAR MENGETAHUINYA! KAU..KAU..HYYYUUUUUUNGG!!!!!” Sehun mengacak-acak rambutnya brutal dan membuatnya terlihat sangat frustasi.

“Apa? memangnya ada yang salah? Memangnya tebakanku salah ya? Kau tidak menyukai Tiffany noona?”

“Tentu saja tidak! Dia sama sekali bukan tipeku hyung! Aishh…”

“Yaaahh…. Jadi aku salah ya?” Baekhyun memasang wajah kecewa..wajah kecewa yang malah membuat Sehun merasa geram

“Lalu siapa? Siapa gadis  yang kau suka Sehunnie?”

“A—apa?”

“Tadi bukankah kau bilang kau suka pada seorang gadis dirumah sakit ini, dan aku mengenalnya? Siapa? Selain Tiffany noona gadis yang aku kenal dirumah sakit ini hanya… Hyunhee…”

DEG

Kali ini yang kedua kalinya..dan Sehun kembali terpaku ditempat..

“Siapa lagi selain mereka?” Baekhyun memainkan jari jemarinya seperti sedang menghitung. Sedangkan Sehun yang berdiri disampingnya salah tingkah sambil berusaha mencari hal untuk mengalihkan pembicaraan yang kaku ini. Sampai sebuah ide muncul dipikirannya…

“Oh iya hyung tadi sebelum kerumah sakit aku sempat mampir dan membeli eskrim strawberry kesukaanmu. Aku beli yang versi jumbo khusus untukmu” Sehun berusaha mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin mati ditempat karna ketahuan oleh Baekhyun dan dia yakin dengan eskrim itu Baekhyun akan teralihkan. Dan ternyata..BINGO Misssion Sukses!

“Apa? benarkah? Kau membawa eskrim strawberry?” Baekhyun tersentak antusias menatap Sehun

“Iyaa..kau mau kan?” Sehun memang sengaja membelikan Baaekhyun eskrim strawberry kesukaanya. Awalnya dia hanya ingin membeli untuk Hyunhee tapi dia tidak ingin dicurigai karna membawa eskrim hanya untuk yeoja manis itu saja, karna itu ia berinisiatif untuk membelikan Baekhyun satu eskrim. Dan ternyata satu eskrim itu sangat menolong hidupnya.

“Tentu saja~~~~~ cepat berikan padaku Sehunnie” saat ini Baekhyun terlihat seperti seorang anak kecil yang memelas meminta permen

“Baik baik… Sebentar aku ambilkan..” Sehun berjalan menuju sofa lalu mengambil sebuah kantong plastik yang berisi 3 eskrim

“Hufh.. syukurlah~~” Sehun menghela nafas lega setelah ia berhasil mengalihkan pembicaraan Baekhyun..jika pembicaraan tadi diteruskan, dia bahkan tidak tau apa yang akan terjadi pada dirinya. Mungkin nyawa dan raganya sudah tidak menyatu lagi.

Tiba-tiba , pintu kamar tempat Baekhyun di rawat terbuka. Seorang perempuan berwajah manis menampakkan kepalanya. Ia memperlihatkan senyum manisnya.

“Annyeong Baekhyun oppa !!!” kata Hyun Hee memasuki kamar Baekhyun.

“A..annyeong Sehun” sapa Hyun Hee yang baru menyadari Sehun juga ada di sana.

“Oh annyeong Hyunhee’ah” balas Sehun sedikit terkejut. Dia tak menyangka Hyunhee akan datang kemari karna rencanya dia yang akan menemui Hyunhee.

“Hyunhee’ah kenapa kau lama sekali. Aku sudah menunggumu dari tadi” ucap Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya.

“Mian oppa..tadi ayah dan ibukku datang jadi aku harus menemani mereka dulu” kata Hyunhee dengan nada menyesal

“Ne gwaenchanayo.. aku hanya takut kau tidak datang hehe.. Oiya Hyunhee’ah kau mau eskrim?” Baekhyun menawari Hyunhee eskrim yang sudah setengah cup ia makan, Baekhyun tau Hyunhee juga menyukai eskrim strawberry sama sepertinya.

“Oh tidak usah oppa. Itukan eskrim milikmu jadi habiskan saja”

“Iya hyung yang itu kau habiskan saja. Aku juga membawakan satu untuk Hyunhee, jadi kau tidak perlu menawarinya milikmu” Sehun mengambil dua buah lagi eskrim strawberry dari dalam kantong plastik yang ia pegang dan memberikannya satu pada Hyunhee.

“Nah ini untuk Hyunhee yang satu lagi untukku” Hyun Hee melihat kearah Sehun sedikit malu-malu lalu menambil eskrim dari tangan Sehun.

“Gamsahamnida Sehun’ah” kata Hyun Hee berterimakasih.

“Ah, ne. Cheonmaneyo” balas Sehun sambil tersenyum manis.

Mereka pun makan es krim bersama. Sehun memandangi Hyun Hee diam-diam. Ia memperhatikkan wajah Hyun Hee yang terlihat sangat senang karena es krim yang ia bawakan. Baekhyun tidak sengaja melihat Sehun sedang memperhatikkan Hyun Hee. Tatapan berbeda yang diberikan Sehun kepada Hyunhee membuatnya merasa curiga. Selama ini walaupun ia berusaha untuk tidak berprasangka buruk pada Sehun… tapi ia tidak bisa. Baginya begitu terlihat perasaan berbeda dari Sehun untuk…Hyunhee

Sementara Baekhyun masih bergulat dengan pikirannya sendiri. Hyunhee terus memakan eskrimnya begitu lahap sampai tanpa ia sadari sisi bibirnya terkena eskrim yang ia makan dan noda itu tertangkap oleh mata Sehun.

“Hyunhee’ah makan pelan-pelan.. lihat itu bibirmu terkena eskrim” ucap Sehun memberitahu gadis polos didepannya.

“Oh benarkah? Dimana?” tanya Hyunhee sambil mengerak-gerakkan lidahnya berusaha mencari noda yang dimaksudkan Sehun. Sehun tertawa pelan melihat tingkah gadis cantik dihadapannya lalu mengarahkan jari-jemarinya kewajah Hyunhee. Ia gunakan jempolnya, dengan lembut membersihkan noda eskrim disisi bibir Hyunhee.

DEG

Suasana kaku seketika itu juga muncul. Baekhyun dan Hyunhee terdiam. Wajah Baekhyun memerah karna merasa panas melihat pemandangan didepannya sedangkan wajah Hyunhee memerah karna ia merasa malu diperlakukan seperti itu oleh Sehun.

“Sudah..sekarang sudah bersih” ucap Sehun lalu menjauhkan tangannya dari Hyunhee.

“Go..gomawo Se..sehun’ah”

[Baekhyun pov]

Oh tuhan.. yang tadi itu apa? Apa yang Sehun lakukan didepanku? Apa dia lupa siapa Hyunhee bagiku?  

 

Aku melihat perlahan Sehun mengusap sisi bibir gadis yang aku cintai begitu saja. Entah apa yang Sehun pikirkan. Kurasa dugaanku selama ini benar.  Sehun… juga menyukai Hyunhee..

Aku terdiam sesaat melihat pemandangan itu, darah seakan naik sampai keujung kepalaku. Dadaku terasa penas melihat Sehun memperlakukan Hyunhee seperti itu. Mungkin ini berlebihan.. tetapi aku memang benar-benar tidak menyukai cara Sehun.

Aku melihat wajah Hyunhee yang tiba-tiba memerah dan tingkah gadis itu juga berubah gugup.

“Hyunhee’ah bagaimana kalau kita pergi ketaman sekarang” Aku beranjak dari tempat dudukku lalu menarik tangan Hyunhee. Hyunhee mengangguk tanda menyetujui.

[End Baekhyun pov]

“Sehun’ah kau bilang kau sedang banyak tugas kan?” tanya Baekhyun ketus.

“Ah~ ne hyung. Tugas sekolah ku banyak. Memangnya ada apa?” jawab Sehun sedikit terkejut dengan nada bicara Baekhyun yang ketus.

“Kau pulang saja , kau kan sedang banyak tugas. Di sini juga sudah ada Hyun Hee yang menemaniku” kata Baekhyun bermaksud agar Sehun pulang.

“Eh? I..iya baiklah”  Sehun terkejut dengan sikap Baekhyun yang seketika berubah. Ia merasa ada yang aneh… Ia terpaksa menuruti perintah Baekhyun walaupun ia sebenarnya masih ingin disana bersama Hyunhee.

*****

Di taman…

Baekhyun dan Hyunhee duduk berdampingan disebuah bangku taman tempat mereka biasa bermain bersama.. Sesaat setelah duduk disana suasana hening sempat meguasai mereka. Sejak berjalan dari kamarnya.. namja itu masih enggan menatap wajah Hyunhee. Entah apa yang membuatnya seakan menghindar dari tatapan mata lembut yang sebenarnya begitu ia suka. Setelah cukup lama… akhirnya Baekhyun membuka pembicaraan..

“Hyunhee’ah apa kau merasakan sesuatu yang aneh dari Sehunnie? Ia seperti bersikap berbeda terhadapmu.. sikap lembut yang jarang ia tunjukkan pada gadis lain…” tanya Baekhyun tiba-tiba. Pertanyaan yang sedikit membuat gadis itu tersentak.

“A..apa? Yang aneh apa maksud oppa?” Hyunhee salah tingkah.. jujur ia bingung kenapa Baekhyun tiba-tiba bertanya seperti itu..

“Ah.. tidak bukan apa-apa. Lupakan saja pertanyaanku” Baekhyun beranjak dari tempat duduknya. Sikapnya tiba-tiba berubah menjadi dingin.. entah apa yang terjadi pada namja yang biasanya selalu bersikap manis itu. Seperti ada yang ia pikirkan.. sesuatu yang ingin ia lontarkan tapi seakan tertahan begitu kuat dalam hatinya.

Ia pergi meninggalkan gadis manisnya sendirian. Hyunhee termenung menatap Baekhyun yang berjalan menjauh. Ia terkejut karna Baekhyun meninggalkannya sendirian begitu saja. Baekhyun.. apa yang terjadi pada namja itu sebenarnya?

*****

Pagi yang cerah itu.. pagi dimusim gugur yang begitu hangat.. pagi yang seperti biasa membawa hawa segar dan hawa kesejukkan yang membuat siapapun merasa bersemangat untuk memulai hari mereka. Sama seperti namja cantik yang kini sedang termenung menatap keluar jendela kamarnya. Menatap dengan tatapan penuh keyakinan.. tatapan kuat yang jarang ia perlihatkan diwajah cantiknya. Ia terlihat sangat bersemangat dipagi itu.. pagi yang akan merubah hidupnya.. pagi yang ia pilih untuk menyelesaikan semuanya.

Semalam suntuk ia sudah memikirnya. Dengan begitu banyak pertimbangan yang ia lakukan, setelah begitu banyak permasalahan yang muncul dibenaknya, setelah begitu banyak kemungkinan  yang ia bayangkan akan terjadi jika ia melakukannya. Entah jawaban IYA atau TIDAK yang akan ia dapatkan. Yang jelas ia sudah membulatkan tekadnya.. ia sudah menetapkan hatinya.. bahwa ia akan menyatakan perasaannya pada gadis yang begitu ia cintai.. gadis yang sejak awal sudah memikat hatinya.. gadis yang selalu membuatnya tersenyum setiap memikirkannya.. gadis yang sempat membuatnya kehilangan rasa percayanya pada sahabatnya sendiri… Hyunhee…Ya.. ia akan menyatakan pada Hyunhee bahwa ia mencintai gadis itu.

Jujur.. sebenarnya ini sedikit terburu-buru, tapi ia sudah tak sanggup lagi. Ia sudah tak sanggup jika terus menahan perasaanya.. ia ingin memilikinya.. memiliki gadis manis itu seutuhnya. Ini juga karna ia takut.. ia takut jika apa yang ia perkirakan selama ini benar.. perkiraan bahwa Sehun.. juga menyukai Hyunhee. Ia tidak mau salah jalan.. ia tidak mau kalah langkah lalu akhirnya ia menyesal. Tidak! Ia tidak ingin itu terjadi.. karna itu ia sudah memutuskan dan yakin bahwa ini adalah waktu yang tepat baginya..

Baekhyun menghentikan lamunannya.. ia melirik jam weker yang terpajang dimeja sebelah tempat tidurnya. Pukul 7 pagi.. itu berarti belum waktunya untuk malaikat manisnya itu terbangun dari mimpi indahnya. Ia tau jadwal tepat yang biasa dilakukan oleh Hyunhee, dan jam 7 bukanlah jam untuk Hyunhee terbangun dari tidurnya.

“Aisshhh… kenapa waktu bergerak sangat lambat hari ini? Aku sudah tidak sabar.. jantungku rasanya mau meledak. Ya Tuhaann.. padahal ini bukan pertama kalinya aku ingin menyatakan perasaan pada seorang gadis tapi kenapa aku jadi segugup ini?…” Baekhyun menggerutu sambil mengusap-usap dadanya yang bergemuruh.

“Oke Baekhyun tenang… stay cool.. keep calm..semua akan baik-baik saja. Dan semua akan berjalan dengan lancar. Yang perlu kau lakukan hanya menunggu waktunya dan lakukan apa yang harus kau lakukan..” Baekhyun bicara pada dirinya sendiri, ia berusaha menenangkan hatinya yang terus meronta karna gugup.

TOK

TOK

Suara ketukan pintu tiba-tiba membuat baekhyun terhenyak.. seketika itu ia berbalik dan terkejut melihat siapa yang muncul dibalik pintu berwarna putih itu…

DEG

“Hyunhee…” Baekhyun membulatkan matanya.. ia tak percaya akan jadi secepat ini. Ia pikir Hyunhee akan datang mengunjunginya seperti biasa. Tapi kali ini berbeda.. ini 45 menit lebih cepat.. dan ini membuat perasaan gugup namja itu semakin menjadi..

*****

[Hyun Hee pov]

“Huhhhh kenapa semalam aku tidak bisa tidur ya..??” gerutuku sembari bangun dan duduk bersila ditempat tidur. Aku pun kemudian melirik jam yang bertengger manis di dinding putih kamarku.

“Pukul 7..?? Ini terlalu awal untukku bangun” aku pun mulai membaringkan tubuhku lagi ke tempat tidur dan mencoba memejamkan mataku.

“Arrgghhh kenapa aku tetap tidak bisa tidur” erangku frustasi.

“..Mungkin memang saatnya aku harus belajar bangun pagi. Tapi apa yang akan aku lakukan pagi-pagi begini? Joonmyeon oppa tidak akan datang jam segini. Aissh..” Aku beranjak dari tempat tidur dan berdiri sambil mencoba mencari ide dalam otakku. Dan tentu saja ide yang aku inginkan pun muncul.

“Benar.. tempat yang paling tepat adalah kamar Baekhyunnie oppa..hihihi” aku menjentikkan jariku lalu mulai melangkah keluar kamar menuju tempat yang ingin aku datangi.

*****

TOK

TOK

[Normal Pov]

Setelah sampai didepan kamar Baekhyun, Hyunhee pun mengetuk pintu putih yang menutupi ruangan tersebut. Karna tidak ada jawaban dari sosok yang ada didalam, Hyunhee memutuskan untuk membuka pintu tersebut tanpa seijin sang pemilik kamar.

CEKLEK

“Hyunhee..” ucap Baekhyun terkejut.

“Annyeong oppa” sapa Hyunhee polos. Gadis itu sama sekali tidak menyadari jika namja yang kini ada dihadapannya itu sedang termakan perasaan gugup karna kedatangannya.

Tidak ada jawaban..  Baekhyun hanya terus memperhatikan gadis itu. Apa yang terjadi dengannya? Apa ada yang salah dengan penampilan gadis itu? Hyunhee hanya membalas tatapan lekat Baekhyun dengan tatapan heran. Tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada namja itu.

“O..oppa kau kenapa? Kenapa memandangiku seperti itu?” ucap Hyunhee sedikit salah tingkah.

“Ah.. tidak.. hanya saja kau tiba -tiba datang lebih awal dari biasanya”

“Ahh.. mianhae oppa,..ini semua karna semalam aku tidak  bisa tidur dengan nyenyak, jadi aku terbangun lebih awal. Aku tidak tau harus melakukan apa pagi -pagi begini jadi aku putuskan untuk kekamar oppa. Apa aku mengganggu mu opaa?”

“Ani… tentu saja tidak. Kapanpun kau boleh mengunjungiku Hyunhee’ah. Oh iya bagaimana kalau kita pergi ketaman?”

“Hmmm baiklah…”

Aku harus bisa.. Hari ini aku harus melakukannya. Ya Baekhyun! hanya perlu lakukan dengan tenang dan jangan terburu-buru.. Baekhyun Fighting!!

*****

Di Taman….

Mereka duduk dibangku taman sambil menikmati udara sejuk pagi itu. Baekhyun sempat salah tingkah karna bingung harus memulai dari mana. Sampai akhirnya ia yakin dan mulai membuka pembicaraan.

“Hyun Hee’ah… bolehkah aku bertanya sesuatu?” katanya sedikit gugup.

“Hm.. katakan saja oppa”

“Menurutmu.. aku ini orang yang seperti apa?”

“Eh? Ada apa? kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?” Hyunhee mengalihkan pandangannya kearah namja yang sedang tertunduk saat ini.

“Aku.. hanya ingin meminta pendapatmu Hyunhee’ah” Baekhyun mendongakkan kepalanya kemudian tersenyum simpul

“Baiklah kalau begitu.. menurutku oppa itu orang yang baik, periang, selalu mau mendengarkan cerita ku, dan membuatku merasa hangat saat ada didekatmu. Yahh..  persis seperti Joonmyeon oppa. Oppa itu sudah kuanggap sebagai oppaku sendiri” ucap Hyunhee antusias.. tanpa ia sadari apa sebenarnya maksud pertanyaan Baekhyun. Dan kata-kata bahwa ia hanya menganggap Baekhyun seperti kakaknya sendiri sedikit membuat namja didepannya terhenyak.

“Kau menganggapku sebagai oppamu? Hanya sebatas itu? Apa kau tidak memiliki… perasaan yang lain padaku?

DEG

“A..apa maksud oppa??” kata Hyun hee terkejut. Jujur.. otaknya sedikit sulit mencerna apa yang dikatakan Baekhyun barusan.. Perasaan lain? Baekhyun pun menggenggam tangan Hyun hee sambil menatapnya lekat.

“Aku…. aku mencintaimu Hyun Hee..”

DEG

Hyunhee terdiam.. matanya membulat dan nafasnya tercekat. Kali ini otaknya harus bekerja dua kali lipat untuk menelaah setiap kata yang baru saja diucapkan namja itu. Baekhyun bilang ia mencintainya?

“O..oppa… a aku….”

“Kau tau Hyun Hee sejak pertama aku melihatmu, aku sudah menyukaimu.. Bahkan sampai akhirnya kita saling mengenal dan semakin dekat rasa sukaku juga bertambah seiring berjalannya waktu.. rasa itu berubah menjadi rasa.. cinta…” jelas Baekhyun memotong kata-kata Hyunhee.

“Oppa.. iyaa.. aku juga menyukaimu.. tapi.. rasa suka itu hanya sebatas sebagai oppaku, tidak lebih..” Hyunhee menundukkan kepalanya. Ia tidak sanggup menolak perasaan tulus namja itu.. tapi bagaimana pun juga ia tetap tidak bisa memaksakan kehendak.. bagaimana pun cinta itu tidak bisa dipaksakan

“Tapi aku benar – benar mencintaimu Hyun Hee. Katakan apa yang kurang dariku? tak bisa kah kau menerimaku?”

“Mianhae oppa aku tidak bisa. Aku mohon jangan memaksaku untuk melakukannya. Jika aku menerimamu tanpa perasaan cinta apa kau akan bahagia? Aku dan kau hanya akan membohongi perasaan kita sendiri” Hyunhee beranjak dari duduknya setelah melepas genggaman tangan Baekhyun. Ia rasakan matanya mulai memberat karna butiran cair yang mulai menumpuk dipelupuk matanya. Jujur.. hatinya begitu sakit menolak Baekhyun seperti ini.

“Mianhae oppa..” katanya sekali lagi dengan suara yang sedikit bergetar kemudian kembali melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan namja itu.

“HYUN HEEE…..” teriak Baekhyun mencoba menghentikan langkah gadis manis itu. Tapi usahanya sia-sia.. Hyunhee tetap tidak mengindahkan panggilan Baekhyun dan tetap berjalan meninggalkannya. Menjauh.. dan akhirnya menghilang dari pandangan namja yang kini terlihat berantakan itu.

Baekhyun kebingungan .. ia mengacak-acak rambutnya frustasi. Dadanya terasa sesak atas jawaban yang diberikan Hyunhee padanya. Jawaban yang sugguh sangat menyakitkan hatinya.

Tes

Airmata kepedihan itu terjatuh.. terjatuh dari mata indah namja itu. Ia menangis dalam diam.. menangisi perasaannya yang ternyata tak terbalaskan.

“Hyun Hee , apakah salah aku mencintaimu ?”

*****

Di dalam kamar rumah sakit bernomor 204 yang sudah hampir 17 hari ia tempati itu, Hyunhee termenung sambil menatap ke luar jendela. Tatapannya menerawang mencoba mencari jalan keluar bagi semua masalah hidupnya. Terlalu banyak masalah yang berkecamuk di benaknya.

“Mianhe Baekhyun oppa…….” Ucapnya pelan, ia menutup matanya lalu menunduk. Ia merasa bersalah pada Baekhyun. Bagaimana tidak.. Baekhyun sangat tulus padanya.. bahkan kalau bisa ia ingin mempunyai kekasih seperti namja itu. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Perasaannya sama sekali tidak menginjikannya melakukan itu karna perasaannya saat ini.. sudah memiliki sosok yang ia cintai..

TOK

TOK

Hyun Hee tersentak kemudian membalikkan tubuhnya. Ia lihat sesosok namja tampan yang hingga saat ini menjadi pusat perasaanya.

“Annyeong Hyun Hee” sapa Sehun dengan senyuman manisnya.

“Sehunie….?” jawab gadis yang itu sedikit terkejut dengan kedatangan Sehun.

“Ada apa ?” tanya Hyun Hee kemudian.

“Hyun Hee……..ada sesuatu yang ingin ku kukatakan pada mu” kata Sehun to the point setelah jaraknya cukup dekat dengan gadis itu. Walau agak ragu tapi ia mencoba yakin untuk mengatakannya.

“Hyun Hee…….”

“Aissh.. Kenapa sulit sekali mengatakannya ?” gumam Sehun pelan.

“Apa yang kau katakan tadi ? aku tidak bisa mendengarnya” tanya Hyun Hee dengan dahi yang mengkerut. Ia merasakan aura aneh pada namja itu hari ini.

“Hyun Hee……….Sss….saranghae”

DEG

Ungkap Sehun tiba-tiba. Ia menundukkan kepalanya karena merasa malu. Wajahnya mulai memerah. Sebenarnya ia ragu.. ia takut jika ternyata perasaannya hanya akan bertepuk sebelah tangan. Tapi ia sudah menetapkan hatinya.. tidak peduli jawaban Iya atau Tidak yang akan ia dapatkan tapi yang ia butuhkan adalah mengungkapkan perasaan yang selama ini cukup menyiksa hatinya.

“Se..sehun…….aku…..aku….tidak bisa memberikan mu jawaban mu sekarang” kata Hyunhee terbata.

Ia terkejut.. senang.. bimbang.. semuanya. Perasaanya bercampur aduk sekarang. Ia sungguh sangat tidak percaya atas apa yang terjadi padanya hari ini. Ini kedua kalinya dalam satu hari? Mendapatkan pernyataan cinta dari dua orang namja yang baru saja masuk kekehidupannya? Dua namja yang.. bersahabat dan begitu dekat? Dan apa ini berarti selama ini Baekhyun dan Sehun saling bersaing untuk mendapatkannya?

“Aku… harus memikirkannya terlebih dahulu, pikiran ku saat ini sedang kacau…..maafkan aku Sehun’ah” kata Hyun Hee. Ia menatap Sehun dengan pandangan yang bersalah.

“Tidak apa-apa.. aku hanya ingin mengungkapkan apa yang tersimpan dalam hatiku. Aku sudah cukup tersiksa jika hanya memendamnya sendirian..walau nanti mungkin aku hanya akan mendapatkan kata tidak.. itu tidak apa-apa, aku akan berusaha menerimanya dengan lapang dada karna aku tau aku hanya orang tidak tau diri yang muncul diantara kalian..” jawab Sehun jujur.

“Oh Sehun…”

“Tapi.. aku juga tidak mau munafik jika aku tidak begitu mengharapkanmu. Aku harap kau bisa memilihku dan menerima perasaanku.. Hyunhee’ah. Karna.. aku tulus mencintaimu..” Sehun tersenyum simpul kemudian melangkah lebih dekat kearah Hyunhee. Ia raih kepala belakang gadis itu dan mendekatkan wajahnya.

Cup

Ia kecup kening gadis manis itu. Mata Hyunhee membulat karna perlakuan Sehun yang menurutnya.. manis..

“Baiklah.. kurasa kau butuh waktu untuk berpikir.. jadi lebih baik aku meninggalkanmu sendiri dulu. Aku akan pulang sekarang.. Annyeong Hyunhee’ah” ucap Sehun manis sambil tersenyum. Senyum yang sedikit.. dipaksakan.

“Sehunnie.. Mianhe…jeongmal…..” kata Hyun Hee yang merasa menyesal karena tidak memberikan jawaban yang pasti pada Sehun.

Sedetik setelah Sehun menutup pintu kamarnya. Hyunhee terduduk ditepi tempat tidurnya sambil menutup wajahnya.. Perasaannya seakan tersayat dengan belati tajam. Kesal.. ia kesal pada dirinya sendiri… kesal karna ia sudah menyakiti dua orang. Orang yang ia sayangi dan orang yang ia cintai.

*****

Bruak

Baekhyun menutup pintu kamarnya kasar.. wajahnya memerah karna emosi.. matanya nampak berkaca-kaca.  Ia merasa sakit. Ia merasa jantungnya di tusuk oleh ribuan jarum dan disayat-sayat dengan menggunakan pisau. Ia meremas dadanya yang sakit itu.

“Oh Sehun…..kenapa ?” ucap namja itu sambil meremas rambutnya yang berantakan karna ulahnya sendiri.

“Kenapa kau tega? Kau tega berbohong padaku? KENAPA KAU TEGA MENGKHIANATIKU!” teriak namja itu kalut akan emosi.

“Kau…….kau juga menyukainya? Menyukai gadis yang aku cintai? Kenapa Oh Sehun ? KENAPA?” teriak Baekhyun lirih

“Aku mempercayaimu.. aku percaya kau tidak akan mengkhianatiku. Tapi apa? kau berbohong” Baekhyun duduk disofa sambil terus melontarkan rasa kecewanya.

Ia marah.. ia kecewa karna Sehun berbohong padanya.. Ya ia mendengarnya.. mendengar semua pembicaraan Sehun yang menyatakan perasaanya pada gadis yang ia cintai. Perasaannya sakit.. sakit karena dikhianati.

“Kenapa tidak kau katakan sejak awal Oh Sehun? Mungkin jika kau mengatakan bahwa kau juga tertarik padanya kita bisa bersaing secara sehat. Aku bukan benci.. tetapi aku hanya tidak suka. Kau seakan bermain diam-diam dibelakangku Sehun’ah dan aku tidak suka dengan caramu itu..”

*****

[Normal Pov]

Sehun datang ke rumah sakit lagi , ia ingin melihat keadaan Baekhyun karena ia tidak memberi kabar seperti biasanya. Ia mulai merasa ada yang aneh dengan hyungnya itu. Tidak seperti biasa hyungnya itu tidak menelpon atau mengiriminya pesan.

Sehun berjalan menelusuri lorong yang sudah cukup sepi itu. Ia mendengar langkah kaki dan melihat siluet tubuh wanita yang sepertinya ia kenal. Ia menyiitkan matanya untuk mengoptimalkan  penglihatannya. Dan ternyata….bingo!  ia adalah Kim Hyun Hee.

“Hyun Hee’ah kenapa kau keluar malam-malam begini ?” tanya Sehun khawatir setelah mereka sudah cukup dekat.

“Aku hanya ingin pergi ke taman” kata Hyun Hee , ia tertunduk. Ia masih merasa bersalah pada Sehun karna kejadian kemarin.

“Ohh.. Bagaimana kalau ku temani kau ke taman” tawar Sehun pada Hyunhee.

“Tapi…..kau pasti ingin menemui Baekhyun oppa kan ?”  tanya Hyunhee, ia merasa tidak enak karna terus seperti ini. Ia sudah merasa seperti tembok pemisah antara kedua namja itu. Setiap kali Sehun datang kerumah sakit untuk menemui Baekhyun lalu bertemu dengannya, Sehun pasti akan membatalkan niatnya untuk menemui sahabatnya. Bahkan kini ia sudah membuat kedua sahabat yang harmonis itu bersaing.. bersaing mendapatkan cintanya..

“Tidak apa-apa , aku bisa menemuinya nanti”

*****

“Aku teringat kejadian dulu” ucap Hyunhee saat mereka sampai ditaman dan duduk di kursi yang terletak di tengah taman. Tepat di bawah langit , tanpa terhalang ranting-ranting pohon.

“Ahh~ iya , kita juga pernah mengalami kejadian seperti ini” kata Sehun sambil tersenyum simpul.

“Apa kau senang melihat bintang ?” tanya Sehun pada Hyun Hee. Ia menatap wajah Hyun Hee dengan seksama seakan tidak ingin melepas pemandangan indah disebelahnya.

“Iya” jawab Hyun Hee singkat. Ia masih menatap bintang-bintang yang bertebaran di langit.

“Kenapa ?”

“Karena bintang adalah benda ajaib bagiku. Dengan melihat bintang aku dapat mengungkapkan isi hatiku pada bintang hingga aku merasa tidak memiliki beban berat dalam hidupku ini” kata Hyun Hee yang masih asyik memandangi bintang. Ia lalu menoleh ka arah Sehun. Mata mereka saling beradu cukup lama. Beberapa detik setelahnya gadis itu melihat benda yang disebutnya ajaib itu jatuh dari tempatnya bertengger semula.

“Ah~ lihat Sehun’ah ada bintang jatuh” Hyun Hee menunjuk kearah bintang jatuh itu yang tentu menghentikan acara tatap menatao mereka.

“Cepat ucapkan permohonan mu dalam hati pada bintang jatuh itu” kata Hyunn Hee semangat. Gadis itu mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Ia memejamkan matanya , bibirnya terlihat sedikit menyunggingkan senyum. Sehun tersenyum melihat tingkah polos bidadarinya kemudian mengikuti hal yang sama seperti Hyun Hee lakukan.

[Hyun Hee hope]

Aku mohon , berikanlah aku sedikit waktu lebih lama agar akau bisa bersama dengan pria di sampingku ini pria yang aku cintai ini. Aku ingin merasakan kebahagiaan bersamanya walau itu hanya sebentar. Berikanlah aku kesempatan untuk mencintai dan dicintai oleh pria ini walau itu hanya sebentar.

[Sehun hope]

Aku ingin bersama Hyun Hee selamanya. Aku ingin ia selalu berada di sampingku, sehingga ia bisa merasakan betapa aku menyayangi dan mencintainya dengan sepenuh jiwa dan hatiku. Semoga aku dan Hyun Hee dapat bersatu.

Setelah beberapa detik keheningan menguasai keduanya yang sibuk mengajukkan permohonan, akhirnya Hyunhee dan diikuti oleh Sehun membuka kedua mata mereka. Sedetik setelah mata mereka terbuka sempurna secara bersamaan pula mereka saling memandang. Menatap lekat mata sosok yang ada dihadapan mereka masing-masing, seakan mencari sesuatu didalamnya.

Perlahan tapi pasti Hyunhee mendekatkan tangannya kewajah Sehun. Entah apa yang merasuki jiwa gadis itu, ia elus pipi tirus Sehun lembut. Sehun pun memejamkan matanya mencoba meresapi sentuhan hangat bidadari hatinya itu. Dapat Sehun rasakan dadanya mulai bergemuruh, detakan jatungnya berubah abnormal. Baginya sentuhan Hyunhee sudah seperti sebuah alat pemacu detak jantung yang mampu membuat jantungnya berdetak lebih cepat.  Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut keduanya. Suara hembusan angin malam seakan menjadi pengiring suasana romantis antara kedua sejoli itu.

DEG

DEG

Bukan hanya Sehun tapi juga Hyunhee. Gadis itu merasakan jantungnya berdetak cepat secepat aliran darahnya menuju kepala. Wajahnya terasa panas dan memerah. Ia bahkan tidak mengerti.  Tindakannya itu ia lakukan tanpa perintah dari otaknya. Matanya terus menatap lekat paras sempurna Sehun. Matanya sekan mencari sesuatu diwajah itu, sebuah jawaban pasti akan perasaanya. Sampai akhirnya suasana hangat dan hening itu pecah akan ucapan Hyunhee.. ucapan yang membuat Sehun membuka matanya secepat yang ia bisa.

“Sehun’ah… “

“Aku… mencintaimu..”

DEG

Sehun terdiam dengan kedua mata yang membulat. Kata-kata gadis itu seperti bom atom yang sukses meledakkan jantung Sehun.

“Hyun…Hyunhee..”

“Aku sudah memikirkan ini matang-matang semalam. Awalnya aku sedikit ragu dengan perasaan ini, tapi setelah duduk berdua seperti ini bersamamu.. aku yakin kalau aku tidak ingin kehilangan dirimu. Aku ingin lebih banyak menghabiskan waktu berdua seperti ini denganmu, jantungku terasa berdetak kencang saat berada disampingmu.. itu pasti karna aku menyukaimu.. mencintaimu.. Oh Sehun..” ucap Hyunhee lembut dengan tangan yang masih menempel dipipi namja yang kini masih berusaha menenangkan hatinya yang bergemuruh semakin keras karna pernyataan dari gadis didepannya.

“Sehun’ah.. aku menjawab perasaanmu dengan jawaban IYA..” Hyunhee menunduk kemudian perlahan menurunkan tangannya dari wajah namja itu. Tapi tiba-tiba namja itu yang kini membuatnya terkejut.

GREEEP

Sehun memeluknya erat.. seakan tidak ingin gadis itu pergi dari hadapannya. Sehun sandarkan dagu lancipnya dipuncak kepala Hyunhee sambil memejamkan matanya. Ia rasakan hangat tubuh gadis itu mulai merasuki tubuhnya. Hyunhee pun membenamkan kepalanya pundak lebar Sehun. Ia hirup wangi mint dari tubuh Sehun yang begitu ia sukai.. wangi mint yang menyejukkan.

“Jadi.. kau menerimaku Hyunhee’ah?”

“Hmmm..”

Tidak ingin kehilangan momen itu, keduanya seakan enggan melepaskan pelukan hangat itu. Pelukan yang didasari dengan perasaan cinta yang membalut hati keduanya. Hingga beberapa detik pelukan itu tak terlepaskan, tidak peduli beberapa orang yang berlalu lalang ditaman malam itu menatap mereka dengan tatapan yang sulit dilukiskan, seperti tidak suka tapi juga memaklumi adegan romantis itu.

Setelah cukup lama akhirnya Hyunhee yang memutuskan untuk melepaskannya. Sehun sedikit terhenyak saat gadis itu mendorong tubuhnya perlahan melepaskan pelukannya. Mungkin sebenarnya Sehun ingin seperti itu lebih lama.

“Ayo ini sudah malam.. lebih baik kita masuk kedalam. Bukankah kau juga ingin menjenguk Baekhyunnie oppa?” ucap Hyunhee sambil tersenyum manis.

“Kata Joonmyeon oppa nanti kita bisa masuk angin kalau lama-lama diluar dan terkena angin malam. Kajja!” Hyunhee menggenggam pergelangan tangan Sehun kemudian beranjak bermaksud mengajak namja itu masuk kedalam gedung rumah sakit.

Tapi gerakan tiba-tiba Sehun menghentikkan langkahnya. Hyunhee terbelalak kaget saat namja itu dengan cepat membungkam bibirnya. Ia membulatkan matanya sempurna saat sebuah sapuan hangat terasa menyentuh bibirnya. Sehun menarik kepala belakang Hyunhee dan melumat bibir gadis itu lembut. Namja itu memejamkan matanya mencoba meresapi setiap gerakan lembutnya dibibir merah muda Hyunhee.

Seakan sudah bisa menerimanya Hyunhee pun membalas ciuman Sehun dengan lembut. Sama seperti Sehun, gadis itu juga memejamkan matanya erat. Nafas mereka beradu dan dapat Hyunhee rasakan nafas Sehun sedikit terengah karna keminiman oksigen yang masuk kesaluran pernafasannya. Hyunhee mempererat cengkramannya pada pundak Sehun saat namja itu mulai memperdalam tautan keduanya yang tentu meminimkan asupan oksigen mereka.

Hingga beberapa detik tautan keduanya tak terlepaskan. Tapi setelah sadar bahwa stok udara didalam tubuh mereka mulai habis mereka pun melepaskan tautan itu perlahan tapi pasti. Nafas mereka sedikit terengah, baik Hyunhee maupun Sehun kini mulai menstabilkan nafas mereka. Kemudian senyuman manis terukir indah diwajah keduanya.

Sehun membawa Hyunhee kembali kepelukkannya dan mengelus rambut panjang gadis itu lembut

“Saranghamnida.. Hyunhee’ah” ucap namja itu pelan

“Ne..nado saranghae..” Hyunhee menikmati pelukan hangat itu sambil mebenamkan kepalanya pada dada bidang Sehun.

*****

Baekhyun membalikkan tubuhnya setelah melihat adegan yang membuat nafasnya tercekat dan detak jantungnya tak karuan. Hatinya berantakan.. hancur berkeping-keping. Sakit.. perasaan sakit dan perih seakan menusuk hatinya. Ini pertama kalinya ia merasakan perasaan yang teramat perih seperti ini. Marah, kecewa, benci, sedih semua bercampur menjadi satu. Darahnya seakan naik hingga keubun-ubun.

Karna kakinya yang melemas namja cantik itu menyandarkan tubuhnya disebuah pohon besar tempatnya bersembunyi. Ia pejamkan matanya sambil memegang dadanya yang terasa begitu perih. Air mata sudah membasahi wajahnya sejak tadi. Semuanya seakan terekam diotaknya. Dan rekaman itu seakan terus menerus terputar tanpa perintah. Semua kejadian itu.. kejadian yang sungguh sangat tidak bisa diterima oleh hati nurani namja itu.

“Kenapa? Kenapa Sehun Hyunhee’ah? KENAPA???!!!” pekik Baekhyun keras.

∞∞To Be Continue∞∞

N/B : NO SILENT READERS NO PLAGIAT!!!!! RCL JUSEYOOOOO~~~~~~~~~~~~~

42 thoughts on “When My Love Were Gone(Chapter 1)

  1. ceritanya keren banget…
    kata-kata yang d pake tu bagus banget.. bikin yg baca duduk diam terpaku membacanya #apaansih😀
    d tunggu chapter selanjutnya segeraaa..!!

  2. “Aku tau Sehun’ah..aku tau kau menyukai… dia kan?….. kau suka pada… Tiffany noona kan? suster yang suka menggodamu itu?” ucap Baekhyun
    sumpah ngakak baca yg bagian ini..wkwkwk😀
    lagi serius baca kirain bakalan beneran ketauan si sehun suka ma hyun hee tapi ternyata..
    membuat buyar konsentrasi tu wkwkwk😀

  3. gomawo chingu~~~~
    ceritanya keren karena author’a pada keren2 tu hahahahaha #kepedean
    diam terpaku itu maksudnya gak ngerti ceritanya ya ? hahahahahaha
    kita HCV bkalan bkin chapter slanjutnya yang lebih keren + bagus lagi , dukung kita terus ya ~~~~
    di chapter ke duanya kalo bisa , aku selipin taeyeon’a deh
    hahahahahaha #bercanda

  4. Annyeong author🙂 aku reader baru di wp ini..
    Kalian bikinnya bertiga ya? Waaa ceritanya keren nih. Ramee thooor (y)

    Buat penulisan dan kosakata, hmmm huaaaa udah bagus nih thor. Kalian udh ga kaya pemula. Daebak lah pokonya. Dan ini chap 1 nya puanjang buanget…. Jd puas bacanya thor.. Sekali lagi selamat thor, udh menghasilkan ff yg bagus ini🙂

    Kembali kecerita, kisah thriller yg jarang nih. Pas bgt pake cast Sehun sama Baekhyun yg keduanya adalah biasku. Ntah kenapa disini aku lebih dapet feel nya tuh si Hyunhee sama Sehun. Daaaaan ternyata mereka lah yg jadian *tepuk tangan*

    Baekhyun miris banget sih.. Bisa pas lagi Sehun sama Baekhyun nyatain cintanya di hari yg sama, cuma beda waktu beberapa menit aja. Tp kalo aku di posisi Baekhyun, pasti aku kecewa juga sih. Sehun sahabatnya di pilih sama Hyunhee. Lebih baik org lain ketimbang sahabatnya sendiri. Ya udh Baekhyun sama aku aja #eh

    Hmmm, moment pas Sehun diterima itu menurut ku sweet banget.. Huaaaa aku juga mau deh ditembak Sehun.

    Cukup sekian dan terima kasih. Pokonya di tunggu ya chapter 2 nya. Bikin reader mu greget thor. Banyakin sweet moment nya antara Sehun sama Hyunhee. Dan penyakitnua Hyunhee tuh apa? Apa dia harus di rmh sakit terus? Berarti latarnya bakal di taman mulu ya?

    Pokoke semangat terus ya thor!!🙂 di tunggu kisah selanjutnya

    • Waahh.. ada readers baru nih keke..
      makasi bgt ni chingu uda komen^^
      Iyaa.. ini karya kita bertiga.. seneng bgt deh kalo ceritanya bagus. soalnya buatnya kerja keras :_:

      Siip.. makasi bgt buat semua kesan dan pesan yg disampaikan..
      semoga dichapter 2 nanti engga mengecewakan ya~
      Thanks a lot chingu~

  5. we aku kasi baekhyun nya wkwk
    miris banged tuh baekhyun,kasihannn …………..
    kalo aku kaya baekhyun tak sembur tu org yg brani ambil cowokku
    lanjut chapter slanjutnya ya,, yg bagus yo. Ok
    banyakin adegan yg itu tu,Ok aku tunggu

    • Hahaha.. makasi uda comen tan~~
      Iyaa nok.. baekhyun yg ngenalin tp sehun yg dapet keke
      Baah.. tania pasti suka adegan terakhir tu ya?
      siip.. ditunggu aja chapter 2 nya

    • jangan ah , kmu udh eunhyuk. maruk kmu ni
      idiiiiihhhh tania pasti ngebayangin sampe adegan yg engga2 deh
      hhaaayyyyyoooooo aku aduin ntar
      hahahahahahahahahaha
      gomawo tan uadah komen , ssip2 di tunggu ya !!!!

  6. Annyeong Author~
    Aku pengunjung baru sekaligus readers baru di wp ini~

    Wahh..
    ini FF nya KEREN.. di tulis oleh 3 Author sekaligus. ^^b
    PUASSSSS BANGET BACANYAAAAA. /capsjebol

    Aaaa, itu Baekhyun nya kesian.. /sini sama aku aja/ #MODUS
    Sesuai harapan (?) Sehun jadian sama HyunHee… Yeeee \^^/

    Dan bagaimana kisah selanjutnya??
    Ditunggu kelanjutannya ‘Author Trio HCV’ #EH .__.v
    Semangat terus~ ^^9

  7. Annyeong!!🙂
    Aq new reader
    Critanya keren bgt ~(‾▿‾~) (~‾▿‾)~
    Yg niat nya cuma mau bca bntar buat ngilangin bosen sma bljr malah keterusan bcanya jdi lupa bljr deh hehehe (‾⌣‾)♉
    Di tunggu chapter slanjutnya😉

  8. wah wah wah~ ternyata bnyak yg suka baca when my love were gone ya , jadi smangat nih para author buat chap slanjutnya~~~~^^
    gomawo~ buat para reader yang udah mau komen !!!
    di tunggu ya chap 2’a~~~~

  9. aku baca pas baekhyun pov sambil dengerin lagunya yoseob – caffein jadi berasa gimanaa gitu ~ lebih dihayati haha xD keren deh pokonya ~

  10. Keren thor, keren!!
    Feel’nya kerasa banget dah.
    Alurnya juga menarik.
    Pokoknya keren deh thor😄

    Sorry thor baru comment ._.
    Soalnya baru ketemu ff nya hari ini.
    Maaf juga kalo commentnya singkat.
    Cuman gak mau jadi siders aja :3

    Pokoknya, keep writing thor!!
    Fighting authordeul!! ^^

  11. Wow O.O knapa hrus baek-sehun yg hrus msuhan? ksian my baek (十_十) tenang baek msih ada aku😄 *dgmparexost* sesuai janji aku udh komen nih^^ saya brharap sehun sama hyunhee yaa wlaupun endingnya msih bimbang(?) sdangkan baek buat saya ok? haha😄 becanda, minta ID twittnya bleh, nanti follback yaa,? buat Para Author, Fighting!!!!~~^^

  12. halo saya reader baru di sini, salam kenal🙂
    ff ini author nya ada 3 ya, saya baru ngeh setelah menjelajah di blog ini ^^v
    ff nya bagus + keren thor, tapi saya serasa kasian sama baekhyunnya di sini, hyun hee sama sehun aja *loh ^^v
    segini aja dulu ya thor, saya bingung mau komen apa, boleh minta pw nya kan?

  13. wuaaa
    apaa iniii
    ada ff se daebak inii dan aku baru tau
    #pundungdipojokan

    mian thor baru baca
    baru nemu ff ini
    daaaaan daebak bangeeet ff iniii
    ditulis 3 author sekaligus
    dengan cast sehun baekhyun yang dua-duanya bisa ku
    #melukauthorsemua

    waktu bagian sehun ditrima sama hyun hee
    aigoooo
    #gulingguling
    maniiis

    tapi kesian si baekhyun
    sinisini sama aku aj baekki
    #ngarep

    author-ssi
    chap 2 ff ini udah d post
    tapi diprotect
    maukah author sekalian berbagi passwword
    #kedipkedip+aegyo

    tolong kirim password ke email aku yaa
    rizkypepe@gmail.com

    gomawoo
    keep writing
    fighting😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s