Can You Look at Me?

covoneshoot

Title : Can You Look at Me?

Author : HCV_2

Main cast : Lee Hyena(oc), Kim Jongin, Kris

Genre : Romance, sad

Length : Oneshoot

Rating : T

Haloha~~ author nista ini datang membawa ff oneshoot pertama saya.. Untuk length oneshoot baru satu ini doang ff saya yg kelar. sisanya pada gantung keke.. Seperti biasa si author hanya bisa mohon maaf yang sebesar-sebesarnya bila ff ini penuh dengan kekurangan.. typo bertebaran, kata-kata gak nyambung atau ceritanya yg gaje-_-‘ Karna itu kritik dan saran sangat ditunggu di box komentar.. mohon kerjasamanya~
Baiklah sekian.. enjoy the story~~

 

 

Aku melihat terlalu jauh..

Aku berlari untuk meraih hal yang sesungguhnya bukan untukku..

Aku terlalu menginginkannya hingga aku tersesat..

Tersesat dalam perasaan ku sendiri..

Perasaan egois yang terkutuk..

Menjadikanku iblis tak tau diri..

 

 

Tapi…

Aku hanya ingin bahagia..

Aku hanya ingin cinta sepenuhnya..

Tak terbagi.. dan tulus untukku…

Apa aku salah?

 

[Hyena pov]

Melihatnya bersama gadis lain bercumbu dan bermesraan didepan semua orang. Mereka bersikap seakan-akan tidak ada orang yang memperhatikan mereka, seakan-akan dunia ini hanya milik mereka berdua. Sakit….. begitu sakit….. seakan disayat oleh belati yang begitu tajam. Ia bahkan tidak sadar jika sekarang aku sedang memandanginya.

Aku memang memilikinya tapi aku tidak bisa memilikinya sepenuhnya. Hanya bisa bersamanya disaat waktu tertentu…. waktu dimana tidak akan orang yang tau tentang hubungan kami. Aku lelah.. lelah terus bersembunyi. Seakan-akan aku ingin sudahi semuanya.. tapi aku tidak bisa. Aku mencintainya..dan aku ingin dia menjadi milikku. Senyumnya..kata-kata manisnya..Sentuhan tangannya..tidak ada satupun dari itu semua yang mau aku lepaskan. Egois? Iya aku memang gadis yang egois.. aku tau dia sudah ada yang memiliki tapi aku masih menerima pernyataan cintanya. Tapi..tapi apa aku salah? Menerima orang yg juga aku cintai? Aku hanya ingin mencintai dan dicintai..aku hanya ingin…bahagia

Tanpa tersadar sebuah butiran cair jatuh dari kelenjar air mataku. Aku menangis..menangis sejadinya. Aku terisak sehingga membuat orang-orang disekitarku mengalihkan pandangan mereka padaku. Tubuhku bergetar..wajahku memerah..aku menutup mulutku agar isakan ku yang semakin keras tidak membuat orang disekitarku merasa terganggu.

Perlahan aku melihatnya pergi..pergi dengan senyuman mengembang diwajahnya. Dia bahagia walau dia tau ada seorang gadis yg terluka dan menangis saat melihatnya bahagia dengan gadis lain. Aku tatap punggung besarnya yang berjalan menjauh, ia rangkul pinggang gadis yang berjalan berdampingan denngannya. Gadis yang juga ia…. Cintai….

“Kris?” ucapku lirih dan air mataku masih mengalir dengan derasnya..

Aku menunduk dan terus menangis. Tiba-tiba aku rasakan ada sebuah tangan yang cukup besar menepuk pundakku.

 

PUK

 

Aku mendongak seketika itu juga. Terlihat wajah seorang namja yang juga menatap kearahku.. aku sulit mengenalinya, penglihatanku sedikit buram karna air mata yang menumpuk dipelupuk mataku.

“Jangan menangis.. aku mohon..” ucap namja itu lirih. Dari suaranya yang berat itu aku tau siapa dia. Dia namja yang selalu ada untukku.. namja yang akan menghiburku disaat aku bersedih.. namja yang akan tersenyum jika aku membawa berita bahagia.. namja yang sejak kecil sudah menjadi sahabatku.. Jong in.. Kim jong in…

Mendengar suaranya membuatku menangis semakin menjadi. Dia..dia adalah orang yang paling tau bagaimana kehidupanku.. kehidupan percintaanku…

“Uljima Hyena’ah~ jangan menangis untuk namja itu… dia tidak pantas untuk kau tangisi” Jong in duduk disebelahku lalu ia memelukku dengan erat. Pelukannya yang hangat yang selalu bisa membuatku merasa tenang. Aku benamkan kepalaku pada dada bidangnya.

“Kalau tau begini waktu itu tidak akan kuijinkan kau menerima pernyataan cintanya” Jongin mengelus rambutku dengan lembut

“Tidak Jongin.. ini bukan salah Kris oppa. Ini salahku yang terlalu egois” ucapku disela isakanku

“Bukan kau yang egois tapi dia.. waktu itu dia bilang dia akan segera memutuskan Eunri jika kau mau menerimanya. Dia bilang dia tidak akan membuatmu terluka dan akan selalu membuatmu bahagia. Tapi apa? Apa yang dia berikan? Dia malah menyakitimu dan dia sudah ingkar janji Hyena’ah..” ucap Jong in dengan nada yang tegas. Dapat kurasakan getaran tubuhnya yang seakan menahan emosi.

“Tidak.. aku yakin Kris oppa akan menepati janjinya.. dia akan segera memutuskan hubungannya dengan Eunri dan menjadi milikku sepenuhnya. Aku yakin itu.. dan Jong in juga harus percaya padanya”

Jong in terdiam.. dia diam seakan memikirkan sesuatu…

“Baiklah… aku akan percaya… bukan padanya tapi padamu. Aku akan berusaha percaya padamu kalau dia tidak akan ingkar janji”

 

*****

 

Hari ini adalah hari minggu, hari dimana aku dan Kris oppa biasa pergi bersama. Untuk yang satu ini Kris oppa tidak pernah ingkar janji. Dia akan selalu menyempatkan waktunya untuk pergi bersamaku dihari minggu. Karna kami tidak satu sekolah dan juga karna Eunri yang selalu bersama Kris oppa membuat kami jarang bisa bersama. Maka dari itu sekalinya mendapat kesempatan penuh di hari minggu tidak mungkin kami lewatkan. Hari minggu adalah hari bahagia bagiku karna bisa sepuasnya berduaan dengan Kris oppa.

Kami berjanji akan bertemu ditaman didaerah namsan. Kali ini Kris oppa tidak bisa menjemputku karna ia harus mengantar ibunya terlebih dahulu. Jadi kami janjian bertemu disuatu tempat dan hari ini Jong in yang mengantarku. Kebetulan Eunhyuk oppa juga sedang tidak ada dirumah jadi dia tidak bisa mengantarku. Dan kebetulan juga Jong in menawarkan diri , jadi kenapa tidak? Jongin memang selalu ada disaat aku membutuhkannya.. dia memang sahabat terbaikku….

 

 

 

[Normal Pov]

Sebuah mobil sport hitam berhenti dipinggir jalan disisi taman menara jam namsan. Terlihat seorang gadis manis turun dari mobil itu dengan wajah yang berseri-seri. Hyena… menengok kejendela mobil lalu melambaikan tangan pada Jongin yang ada didalam.

“Annyeong Jonginnie hati-hati dijalan ya” ucap Hyena dengan senyum yang mengembang indah diwajahnya. Senyum yang selalu bisa membuat hati Jonngin merasa gundah.

“Iyaa.. kau juga. Selamat bersenang-senang dengan Kris hyung ya? Ingat jangan pulang terlalu malam”

“Hey! Jonginnie sepertinya sekarang kau sudah mirip seperti ibuku” jawab Hyena sambil mencibir ke pada namja berparas tampan didalam mobil mewah itu.

“Yasudah cepat pergi.. Kris hyung pasti sudah menunggumu” ucap Jongin sambil menggerakkan sebelah  tangannya kedepan dan kebelakang seperti mengusir anak ayam.

“Iyaya… aku tau.. baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya~ Annyeong~” Hyena berdiri lalu membalikkan badannya kemudian berjalan masuk ketaman.

Sementara Jongin hanya memandangi punggung Hyena yang berjalan menjauh dari dalam mobilnya. Dia menatapnya lekat dengan tatapan pilu. Seakan ada perasaan sakit yang ia rasakan didalam hatinya..

“Hyena… kapan kau akan pergi dari penipu itu? Kapan kau akan menyadarinya? Tidak bisakah kau merasakan sekelilingmu? Bahwa ada orang lain yang tulus mencintaimu?..”

 

*****

 

“Chagiya~~” teriak Kris dari kejauhan memanggil Hyena yang kelihatan clingukkan mencari dirinya.

“Oh oppa!” Hyena berlari mendekati orang yang dicari. Ia tampak kesulitan dengan Highheels yang ia pakai. Dia memang selalu berusaha tampil cantik didepan Kris, karna itu walau tidak terbiasa menggunakan sepatu hak tinggi.. demi Kris dia akan berusaha untuk terbiasa.

“Apa oppa sudah lama menunggu?” tanya Hyena sedikit terengah.

“Tidak.. aku juga baru datang. Kalau tidak terbiasa dengan hak tinggi lebih baik kau lepaskan. Aku akan menyukaimu apa adanya, dengan apapun kamu terlihat sangat manis chagiya” ucap Kris sambil mencubit pipi kekasihnya yang terlihat sangat manis pagi ini.

“Tidak oppa.. aku malah akan merasa minder jika jalan dengan oppa tanpa hak tinggi, bisa-bisa aku terlihat pendek. Aku bisa terlihat seperti kurcaci” Hyena mempoutkan bibirnya.

“Haha.. kau itu memang seekor kurcaci chagiya.. kurcaci yang tinggal dihatikku dan selalu membantu untuk memacunya semakin cepat  saat aku didekatmu”

“YA! GOMBAL!”

“Lihat itu.. wajahmu semerah tomat chagiya hahaha” Kris tertawa melihat wajah kekasihnya yang merona merah karna rayuannya. Mereka tertawa bersama..mereka terlihat bahagia. Bahagia seakan tidak ada tembok penghalang diantara mereka. Suasana ini.. adalah suasana yang selalu dirindukan Hyena. Saat-saat dimana ia bisa tertawa, bercanda dan bercumbu dengan Kris. Tidak ada yang disembunyikan.

“Tidak bisakah waktu berhenti saat ini juga?”Itu adalah pertanyaan yang selalu muncul dibenak Hyena jika ia sudah bersama dengan Kris. Dia tidak ingin jika kebahagiaannya hilang dan dia harus kembali pada kepedihan yang ia rasakan saat ia melihat Kris dengan gadis lain.

“Baiklah.. sekarang kita mau kemana?” tanya Kris sambil mengelus lembut puncak kepala Hyena.

“Bagaimana kalau bersantai ditaman ini saja. Aku bosan jika hanya jalan-jalan kepusat perbelanjaan atau ke pantai. Disini saja menyenangkan” jawab Hyena sambil menarik lengan kekar kris lalu mereka duduk dikursi taman tempat Kris menunggunya tadi. Mereka duduk berdampingan dan Hyena duduk sambil memeluk lengan Kris dan meletakkan kepalanya pada pundak lebar kekasihnya.

“Baiklah… kita disini saja”

 

Suasana hening tiba-tiba mengusai saat itu. Entah apa yang mereka pikirkan. Keduanya seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Oppa?” kata Hyena kembali membuka pembicaraan yang tadi sempat terhenti.

“Bolehkah aku bertanya sesuatu pada oppa?” ucap Hyena ragu-ragu

“Tentu saja chagiya~ kau ingin tanya apa?” Kris bicara dengan nada yang lembut.

“Mungkin jika aku bertanya tentang ini aku akan terlihat seperti gadis yang menjijikkan. Tapi..aku sungguh ingin memastikkannya…” Hyena berhenti sejenak lalu menarik nafasnya dalam-dalam.

“… Kapan… kapan oppa akan menepati janji oppa? Untuk memutuskan…—“

 

Drrrt

 

Drrrt

 

Kris tiba-tiba tersentak merasakan ponselnya bergetar pertanda bahwa ada telpon yang masuk. Hyena pun seketika menghentikkan kata-katanya.

“Eunri” ucap Kris pelan saat membaca tulisan dilayar ponselnya.  “…untuk apa dia menelpon. Bukankah sudah kubilang jangan menelponku dulu”

“Tidak apa-apa oppa.. angkatlah dulu. Mungkin itu penting”

“Baiklah.. tunggu sebentar ya?” Kris beranjak dari tempat duduknya lalu menerima telpon dari Eunri…kekasihnya yang… sesungguhnya. Dia berjalan hingga beberapa langkah bermaksud agar Hyena tidak merasa canggung dan Eunri pun tidak merasa curiga.

 

“Yeoboseyo”

 

“———-“

 

“Iya saya sendiri”

 

“———-“

 

“MWO? Lalu bagaimana keadaanya? Apa dia baik-baik saja?”

 

“———“

 

“Baiklah.. aku akan segera kesana”

 

Wajah Kris berubah panik.. entah pembicaraan apa yang ia bicarakan dengan Eunri tapi yang pasti itu adalah hal yang mengkhawatirkan. Ia berlari kembali mendekati Hyena yang memandanginya dari tempat mereka duduk tadi. Hyena berdiri dari duduknya setelah Kris sampai dihadapannya. Ia rasakan hawa yang berbeda dari hawa Kris tadi sebelum menerima telepon. Sepertinya Eunri memberi kabar buruk.

 

“Mian chagiya… sepertinya aku tidak bisa lama denganmu hari ini. Telpon dari ponsel Eunri tadi bukan dari Eunri tapi dari seseorang yang membantu Eunri saat kecelakaan” ucap Kris terengah-engah. Tangan Kris yang menggemgam tangan Hyena dapat ia rasakan bergetar hebat. Hyena tau Kris pasti sangat khawatir sekarang.

“Mwo? Kecelakaan? Lalu bagaimana keadaannya?” tanya Hyena tercengang atas kabar yang Kris beritaukan.

“Aku juga belum tau.. karna itu sekarang aku ingin pergi kerumah sakit untuk memastikkan. Dan.. karna itu juga aku..aku…”

“Tidak apa-apa oppa.. pergilah lihat keadaan Eunri….. dan pastikan ia baik-baik saja. Kita masih bisa jalan-jalan dilain waktu kan?”

“Hyena…” Kris menatap mata Hyena dengan tatapan sendu terlihat jelas tatapan penyesalan di matanya.

“Ayo cepat pergi! Eunri sangat membutuhkanmu sekarang” Hyena berkata seakan memberi Kris semangat. Ia berusaha terlihat tegar dan tetap tenang. Walau sebenarnya ia tidak mau kesenangannya terusik karna Eunri tapi.. ia bukan gadis yang seegois itu… menahan Kris bersamanya tanpa memperdulikkan orang yang lain yang membutuhkan Kris. Apa lagi orang itu kini sedang berjuang melawan maut.

“ Baiklah.. Kalau begitu akan kupanggilkan taxi untukmu”

“Tidak usah.. aku masih belum ingin pulang.. aku akan menghirup udara segar sebentar disini. Jadi oppa pergi saja”

“O..oke.. kalau begitu aku pergi dulu.. kau jangan pulang sampai larut malam… Hati-hati”

“Siap Boss!” ucap Hyena sambil mengepalkan sebelah tangannya.

“Aku pergi dulu.. Annyeong! Saat sudah sampai dirumah nanti ingat telpon atau kirim pesan padaku. Arrachi?”

“Ne arraseo..”

 

Hyena menatap punggung Kris yang berlari menjauh.. gadis itu tersenyum dalam kepedihan. Jujur.. sebenarnya ia kesal.. cemburu.. kenapa selalu Eunri yang menang? Eunri sudah menjadi yang nomor satu.. Eunri bisa bersama dengan Kris kapan pun ia mau.. tapi kenapa? Kenapa ia juga harus mengambil waktu singkatnya.. waktu yang tidak mudah ia dapatkan untuk bisa bersama Kris?

Setelah Kris menghilang dari pandangannya Hyena terduduk lemas dibangku taman tempat ia dan Kris duduk tadi. Wajahnya memerah.. tanpa aba-aba air mata yang sejak tadi ia tahan agar tidak terjatuh akhirnya terjatuh juga. Ia menangis.. mellihat Kris sekarang meninggalkannya karna mengkhawatirkan gadis lain.. tidak bisakah Kris hanya mengkhawatirkannya? Gadis mana yang rela jika melihat kekasihnya mengkhwatirkan gadis lain? Bukankah setiap gadis selalu ingin menjadi nomor satu dihati kekasihnya? Itulah yang Hyena juga inginkan.. tapi sayangnya….. ia berbeda. Berbeda karna hubungan mereka tidak seindah dan semudah itu.

 

*****

 

 

Hari semakin malam.. dan kini jam dimenara jam itu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Suasana taman semakin lama semakin sepi.. sudah banyak pengunjung yang meinggalkan taman. Mungkin  pengunjung yang masih disana sekarang bisa terhitung dengan jari.

Hyena masih terdiam disana.. gadis itu tidak menangis.. ia sudah terlalu lelah melakukannya. Mungkin air matanya sudah mengering. Ia masih termenung.. tatapannya seakan kosong, matanya terlihat sembab karna terlalu lama menangis..

“Jong in…” ucapnya pelan.

Tiba-tiba terdengar suara ponsel yang membuatnya tersentak..

 

I lost my mind…. noreul choeummannasseultte

No hanappego modeun-goseun get in slow motion…

 

Hyena mengambil ponselnya malas dari dalam tasnya.. walaupun sebenarnya sejak tadi ia berharap Kris menelponnya..

“Jong in?” bacanya pelan.. ia sedikit terkejut karna Jong in menelponnya setelah baru saja sedetik yang lalu ia memanggil nama namja berkulit gelap itu. Ia sedikit kecewa karna ternyata yang ia harapkan menghubunginya ternyata tidak menelponnya..

 

“Yeoboseyo”

 

“Ya! Kau dimana? Kenapa belum pulang?  Bukankah sudah kukatakan jangan pulang terlalu malam”

 

Hyena sedikit menjauhkan ponselnya dari alat pendengarannya, suara namja yang menelponnya itu seakan bisa membuat gendang telinganya pecah

 

“Hey! Pelan sedikit kalau bicara! Jangan berteriak seperti itu. Kau mau membuatku tuli eoh?”

 

“Iya benar! Aku ingin membuatmu tuli karna tidak mengindahkan kata-kata ku. Cepat pulang! Atau aku akan datang kesana lalu menyeretmu dengan kedua tanganku”

 

“Baik..baik aku akan pulang sekarang. Sudah.. kau puas kan?”

 

“Bagus.. oiya dimana Kris hyung? Boleh aku bicara sebentar dengannya?”

 

DEG

 

Hyena terdiam.. bagaimana sekarang? Apa yang harus ia katakan pada Jong in? Jika ia katakan bahwa Kris meningalkannya sendiri karna Eunri, ia yakin Jongin akan sangat marah mendengarnya. Dan Hyena tidak tau sampai kapan kesabaran Jongin bertahan

 

“Hyena’ah kau masih disana?”

 

“Oh.. iya Jongin. Kris oppa sekarang sedang ketoilet.. apa kau mau menunggu sampai ia datang?”

 

“Dia ketoilet? Baiklah lain kali saja kalau begitu.. Yasudah.. ingat cepat pulang.. dan kalau sudah dirumah telpon aku. Mengerti?”

 

“Iyaya.. aku mengerti Jonginnie. Annyeong”

 

Piip

 

Hyena mematikkan telponnya lalu menarik nafas dalam-dalam.. tidak tau seberapa tegangnya dia saat sahabatnya itu menanyakan Kris..

“Hufhh.. hampir saja.. maafkan aku Jongin sudah… berbohong padamu”

*****

 

Piip

 

Jongin mematikan telponnya.. ia baru saja menelpon seorang gadis yang sudah sejak kecil menjadi sahabat baiknya. Gadis yang kini berhasil membuatnya merasa bahagia setiap berada didekatnya…

Tapi berbeda untuk kali ini.. ia sama sekali tidak terlihat bahagia setelah menelpon gadis tersebut. Wajahnya terlihat marah.. kecewa karna gadis manis itu sudah membohonginya.. Ia marah bukan karna gadis itu tidak jujur padanya tapi ia marah karna apa yang membuat gadis itu berbohong.. Kris.. namja itulah yang membuat Jongin merasa kesal, Kris.. namja yang bisa-bisanya membuat gadis yang ia cintai menangis, Kris.. namja penyebab utama mengapa sampai saat ini ia masih menahan perasaanya.

“Cih.. Kris hyung.. apa sebenarnya kelebihanmu? Kenapa Hyena sampai begitu menyukaimu? Bahkan karna kau ini pertama kalinya ia berbohong padaku..”

 

Jongin tau.. iya tau kalau tadi Hyena tidak sedang bersama Kris. Iya tau kalo namja itu sudah meninggalkan Hyena hanya untuk kekasihnya yang lain.

“Sampai kapan Hyena? Sampai kapan kau mau menjadi mainan namja playboy itu? Kapan kau akan sadar kalau dia hanya mempermainkanmu?”

“Tidak bisakah kau melihat lebih dekat? Apa kau tidak bisa untuk lebih peka terhadap orang-orang disekitarmu?…” Jongin tertunduk ditepi tempat tidurnya, lalu menarik nafas panjang.

“Untuk apa mengharapkan namja brengsek seperti Kris? Untuk apa merelakan perasaan untuk cinta yang terbagi? Aku disini Hyena.. aku selalu disampingmu.. tidak bisakah kau melihatku?”

 

 

*****

 

 

Pagi itu begitu cerah.. matahari seakan begitu bersemangat untuk memancarkan cahayanya. Suasana sejuk dimusim semi begitu dapat dirasakan. Bunga dan dedaunan tumbuh dengan indahnya.. membuat suasana hati menjadi tenang.

Tapi tidak untuk gadis berambut panjang kecoklatan yang sedang duduk dibangku taman sekolahnya.. ia termenung sambil memegang ponselnya. Ia tatap ponselnya lekat sambil berharap ada sebuah tulisan “Kris oppa J” dilayar ponselnya itu.

“Aku merindukanmu oppa… tidak biasanya kau belum menelponku pagi ini” ucapnya lirih

Kris memang selalu menelponnya setiap pagi. Entah untuk menyakan apa ia sudah sarapan? apa ia sudah membawa tugas sekolahnya hari ini? atau bahkan hanya untuk sekedar mengucapkan selamat pagi. Tapi hari tidak… ini sudah pukul 11 dan namja berkharisma itu belum juga memberi kabar. Bahkan sejak semalam, saat ia menelpon Kris untuk memberi tau bahwa ia sudah sampai dirumah.. Kris sama sekali tidak menghubunginya lagi.

“Apa sebegitu khawatirnya dirimu pada Eunri sampai kau lupa padaku? Aku menunggumu Kris…”

 

“Hyena’ah~~”

Hyena tersentak mendengar seseorang memanggilnya. Ia berbalik dan ia tau siapa yang memanggilnya. Namja itu berlari kearahnya.

“Ada apa Jonginnie?” tanya Hyena pada namja yang masih berusaha untuk menstabilkan nafasnya yang terengah setelah berlari. Jongin duduk disebelah Hyena lalu bersandar pada sandaran bangku yang ia duduki.

“Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin ngobrol dengamu”

“Ohh..” jawab Hyena singkat kemudian kembali menatap ponselnya.

“Menunggu telpon dari Kris hyung?”

 

DEG

 

Entah ini sudah yang keberapa kalinya.. Jongin selalu bisa membaca hatinya. Semua tebakan namja tampan itu tentang apa yang sedang Hyena pikirkan selalu tepat sasaran. Apa bocah itu punya kekuatan telepati?

“Umh..itu..” Hyena menggaruk tengkuk lehernya yang sebenarnya tidak gatal.

 

“Hyena’ah.. nanti siang aku ingin kerumah sakit menjenguk Taemin hyung. Kau mau ikut?”

“Eh? Memangnya Taeminnie oppa kenapa? Kenapa.. dia dirawat dirumah sakit?” tanya Hyena terkejut. Ia tidak tau jika kakak sahabatnya itu dirawat dirumah sakit. Padahal kedekatannya pada Taemin tidak kalah dengan dengan kedekatannya pada Jongin. Bahkan Taemin juga adalah sahabatnya sejak kecil.. keluarga Jongin dengan keluarganya memang sudah mengenal sangat baik. Tapi kenapa ia bisa tidak tau? Apa karna belakangan ini ia sibuk dengan hubungan menyedihkannya dengan Kris?

“Karna sibuk mempersiapkan diri untuk lomba dance yang ia ingin ikuti. Taemin hyung akhirnya kelelahan dan pingsan. Ia juga sering telat makan karna sibuk berlatih jadi saluran pencernaannya terkena infeksi dan akhirnya ia harus dirawat dirumah sakit. Tsk.. Bocah itu memang merepotkan..”

“Jadi begitu.. baiklah kalau begitu nanti siang aku ikut denganmu kerumah sakit. Oiya aku juga akan menelpon eomma untuk menyiapkan bubur untuk Taeminnie oppa. Bukankah Taeminnie oppa sangat suka bubur buatan ibuku..hihihi Taeminnie oppa pasti senang” Hyena berubah antusias.. wajah murungnya tadi seakan berubah seketika. Walau ia juga kelihatan cemas mendengar Taemin sakit.. tapi setidaknya pergi menjenguk Taemin dirumah sakit lebih baik dari pada hanya terus termenung memikirkan Kris.

 

 

*****

Disebuah rumah sakit yang cukup terkenal diseoul.. seorang gadis dan seorang namja jangkung terlihat sedang menikmati pemandangan siang itu disebuah taman dibawah pohon yang rindang.. mereka duduk dibangku taman dibawah pohon besar. Mereka terlihat bergitu mesra dan bahagia. Namja berwajah tampan itu mengelus-elus rambut gadis cantik yang menyandarkan kepala dibahunya. Gadis itu memejamkan mata seakan mencoba meresapi setiap sentuhan lembut kekasihnya.

“Chagiya kapan aku boleh pulang? Aku bosan dirumah sakit” ucap gadis itu membuka pembicaraan.

“Hey bukankah kau baru semalam dirumah sakit ini, kenapa sudah merasa bosan? Kau belum benar-benar sembuh kan?”

“Iyaa.. tapi tinggal dirumah sakit seperti ini benar-benar menyebalkan. Aku merasa tidak bebas chagiya” rengek gadis cantik itu .

“Sabarlah sedikit.. mungkin setelah 3 atau 4 hari kau sudah boleh pulang. Karna itu kau harus cepat sembuh agar kau bisa cepat keluar dari sini. Jangan menyisakan makanan atau menyembunyikan obat lagi.. arrachi?” ucap Kris sambil memencet lembut hidung mancung kekasihnya.

“Ya chagiya.. Appo!” gadis itu merengek kesakitan sambil mengelus-elus hidungnya yang memerah karna ulah namja disebelahnya.

 

 

 

Dari kejauhan..

Terlihat seorang gadis yang memperhatikkan mereka. Seorang gadis manis yang terlihat sedang menahan sakit dihatinya…

Hyena yang sedang menunggu Jongin keluar dari ruang dokter yang menangani kakaknya tanpa sengaja melihat pemandangan yang baginya… menyakitkan… Hyena memang sengaja memilih untuk menunggu diluar, ia berpikir itu adalah urusan pribadi Jongin jadi lebih baik ia menunggu diluar. Dan tanpa ia perkirakan.. saat ia hanya bermaksud untuk berjalan-jalan sedikit ke taman belakang rumah sakit yang memang dekat dengan ruangan dokter tersebut, ia menemukan sebuah kenyataan pahit bahwa ternyata.. Eunri juga dirawat dirumah sakit itu.

Dadanya kembali terasa panas setiap kali melihat mereka berdua bermesraan. Ia pegangi dadanya yang seakan organ yang disebut hati didalam dada itu meronta kesakitan.

 

Tes

 

Sebuah bulir air mata jatuh dari matanya.. ia menangis.. menangis dalam diam, tidak sedikitpun isakan terdengar dari bibirnya. Sadar bahwa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk menangis apalagi jika Jongin melihatnya menangis lagi karna Kris.. ia tidak tau apa yang akan terjadi. Yeoja itu pun menghapus air mata dipipinya takut jika Jongin melihatnya.

 

PUK

 

Hyena rasakan ada yang menepuk pundaknya. Ia menoleh… dan benar saja Jongin ternyata sudah keluar dari ruangan dokter tersebut.

“Jo..Jongin? Kau sudah selesai?” tanya Hyena tergagap karna terkejut

“Iyaa.. kau sedang apa disini? Bukankah aku suruh untuk tunggu didekat pintu?”

“I..Itu.. aku hanya sedang melihat pemandangan ditaman.. anginnya terasa sejuk”

“Ohh begitu.. Tapi… tunggu dulu, bukankah itu Kris hyung dan.. Eunri?” Jongin tidak sengaja melihat Kris yang  memang berhadapan langsung dengan tempatnya berdiri, namja itu menyipitkan matanya yang sedikit silau karna cahaya matahari yang cukup terik siang itu berusaha memaksimalkan pernglihatannya.

“Kris Hyung!” teriak Jongin begitu saja. Apa ia tidak sadar kalau gadis disebelahnya tidak ingin dia melakukan itu?

Kris dan Eunri menoleh kearah Hyena dan Jongin. Mereka terlihat terkejut karna ada yang tiba-tiba memanggil disela-sela kesenangan mereka. Kris yang sadar kalau itu Jongin pun melambaikan tangannya. Kris dan Eunri yang memang bermaksud untuk kembali kekamar Eunri itu pun beranjak dan berjalan kearah Jongin dan Hyena. Kris terlihat membantu Eunri yang masih tertatih, dengan halus Kris membantu gadis itu berjalan langkah demi langkah.

Jongin terkejut Kris berjalan kearahnya bersama dengan gadis itu.. awalnya ia pikir Kris hanya akan membalas sapaannya, tapi ternyata dugaanya salah.. Hyena masih menghadap kebalakang, ia terlihat pucat.. perasaannya tak karuan saat itu juga. Hatinya terasa bergemuruh.. apa yang harus ia lakukan sekarang? Membalikkan badannya kemudian melihat Kris dengan gadis itu? Tidak! Tidak bisa.. ia tidak ingin menangis dihadapan Kris atau Jongin bahkan Eunri.

Jongin yang tau kalau Hyena mulai terlihat pucat itu pun panik. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Dengan bodohnya ia panggil Kris dan membuatnya datang kemari padahal ia tau kalau sekarang sedang ada Hyena dan Eunri disana.

Kris dan Eunri sudah semakin dekat.. dapat Hyena dengar suara Kris yang sedang memberi aba-aba berhati-hati pada orang yang sedang ia bantu berjalan. Hyena mendongak menatap mata Jongin yang juga sedang melihat kearahnya. Tatapan matanya seakan membentuk ekspresi “Apa yang harus aku lakukan sekarang?” dengan begitu jelas

“Tenanglah.. kau hanya perlu berbalik dan berusaha bersikap tenang Hyena’ah. Aku yakin kau bisa” ucap Jongin dengan begitu lembut.

Hyena mengangguk kemudian dengan perlahan membalikkan badannya.. tepat saat Kris dan Eunri sampai dihadapannya, tubuh gadis itu sudah membalik sempurna..

 

 

DEG

 

 

Sedetik itu juga Kris terdiam.. ia terkejut dengan siapa yang ada dihadapannya sekarang. Karna sibuk membantu Eunri berjalan tadi ia jadi tidak menyadari bahwa gadis didepan Jongin adalah Hyena… kekasihnya…

“Hye….Hyena?” ucap Kris terbata. Ia sungguh tidak percaya ada dalam keadaan seperti ini sekarang. Keadaan dimana ada Eunri.. dan juga.. Hyena.

“Hai oppa..” balas Hyena canggung. Ia terlihat salah tingkah.. benar-benar terlihat suasana kaku yang terbentuk diantara empat manusia tersebut.

“Kau… namja yang kemarin membantuku kan? Umh.. Kim.. jong in..” ucap Eunri ragu-ragu.

“Iya.. aku yang menolongmu saat kecelakaan kemarin..hehe”

 

DEG

 

[Hyena Pov]

 

Aku terdiam seketika.. mencoba menelaah apa yang baru saja aku dengar. Jong in bilang dia yang membantu Eunri saat kecelakaan? Lalu.. apa itu berarti dia yang.. menelpon Kris kemarin?

“Ah.. terimakasih Jongin-sshi kau sudah menyelamatkan nyawaku”

“Tidak perlu sungkan.. bukankah tolong menolong itu wajib hukumnya”

“Iyaa.. tapi apa yang perlu aku lakukan untuk membalas budimu Jongin-sshi?” ucap Eunri sambil tersenyum manis.

“Tidak perlu membalas budi Eunri-sshi.. aku tulus ikhlas menolongmu jadi kau tidak perlu membalasnya”

Mereka bicara.. bercakap-cakap.. membahas apa yang mereka alami kemarin. Tapi aku dan Kris oppa masih terdiam… kami masuk kepikiran kami masing-masing. Berkelana mencari petunjuk didalamnya. Entah apa yang Kris oppa pikirkan.. dia terdiam sambil menatapku. Sedangkan aku, aku terdiam berusaha mencari penjelasan pada apa yang Eunri dan Jongin sedang bicarakan saat ini.

Jika benar Jongin yang menolong Eunri dan menelpon Kris oppa kemarin.. itu berarti Jongin tau kalau Kris oppa pergi kerumah sakit pagi itu.. dan itu berarti Jongin tau jika aku… berbohong?

 

DEG

 

Sedetik itu pula aku menoleh kearah namja disebelahku. Aku pandangi wajahnya yang bicara sambil tersenyum. Apa benar dia tau kalau aku berbohong? Tapi.. kenapa ia bersikap pura-pura tidak tau? Kenapa kemarin ia percaya saat aku bilang Kris oppa pergi ketoilet?

“Chagiya? Kau baik-baik saja?” tanya Eunri pada kekasihnya yang terlihat sedikit pucat.

“Oh tidak chagiya.. aku tidak apa-apa” Kris oppa terhenyak, ia pun menghentikan lamunannya seketika itu juga.

Seakan sudah sadar jika 2 orang disebelah mereka tidak ikut menikmati pembicaraan saat itu. Eunri dan Jongin pun mengalihkan perhatian mereka. Menyadarkan orang disebelah mereka masing-masing. Bersamaan saat Eunri menyadarkan Kris oppa.. Jongin menoleh kearahku yang sedang memandanginya. Senyumnya menghilang, ia menatapku lekat. Wajahnya seakan mengatakan “Aku tau kau berbohong padaku Hyena”

 

“Oh Iya kalian belum memperkenalkan padaku siapa gadis manis ini.. apa dia kekasihmu Jongin-sshi? Dan kenapa Kris juga mengenalnya?” ucap Eunri yang seketika menghentikan adegan tatap menatapku dengan Jongin.

“Bukan..dia bukan kekasihku. Dia sahabat baikku. Namanya Hyena…”

“Ne annyeonghaseyo~ Namaku Lee Hyena.. salam kenal Eunri-sshi” ucapku sambil membungkukan badanku

“Eunri? Kau tau namaku Hyena-sshi?” Eunri terlihat terkejut.. ia terkejut karena aku mengenalnya. Bodoh.. kenapa aku begitu bodoh. Seharusnya aku berpura-pura tidak mengenalnya.. kalau seperti ini akan menjadi tambah rumit..

“I..itu.. aku..”

“Itu karna aku sering menceritakan dirimu padanya chagiya.. karna itu dia mengenalmu” Kris oppa membantuku… ia membantuku mencari alasan. Alasan yang sebenarnya menurutku… terlalu menjurus

“Kau menceritakan tentangku padanya? Jadi kalian saling mengenal?”

“Iyaa.. dia.. teman yang aku kenal dari Jongin”

 

 

DEG

 

Oh god! Apa yang barusan Kris oppa katakan? Dia bilang aku teman yang ia kenal dari Jongin? Teman? Hanya sekedar… teman?

Sakit.. lagi-lagi sakit itu seketika kembali menggerogoti hatiku. Rasa sakit itu bahkan terasa lebih perih dari biasanya. Tidak apa jika aku merasa sakit karna aku melihat Kris bermesraan dengan Eunri dari pada aku harus mendengar Kris oppa bicara seperti itu.. bicara dan mengatakan bahwa aku hanya… temannya.. bahkan ia mengatakan itu dengan menggunakan mulutnya sendiri.. ini terasa seperti Kris oppa menyayat hatiku langsung dengan kedua tangannya..

Rasa sakit itu seakan terasa 2 kali llipat. Aku terdiam, wajahku terasa panas.. air mata yang sudah memeberontak untuk keluar berusaha untuk aku bendung sekuat-kuatnya.

Tidak! Aku tidak boleh menangis sekarang!

“Ohh.. jadi kalian bertiga berteman? Wahh.. lalu apa boleh jika aku juga menjadi teman kalian?”

“Eh? Te..tentu saja Eunri-sshi. Kami sangat senang bisa mempunyai banyak teman” Jongin berusaha membuat suasana menjadi lebih alami.

“Wahh.. senangnya.. sekarang aku punya 2 teman baru..hihi” Eunri terlihat senang. Eunri sebenarnya memang gadis yang baik. Ia adalah gadis yang hangat dan menyenangkan..

“Kalau begitu jangan panggil kami berdua dengan embel-embel -sshi. Panggil saja Jongin dan Hyena”

“Ohya berapa umur kalian?”

“Mereka 2 tahun dibawah kita chagiya”

“Benarkah? Itu berarti kalian berdua adalah adikku? Waahh.. senangnya bisa mendapat adik lagi.. sudah lama temanku tidak ada yang lebih muda dari pada aku..hihihi Tapi itu berarti kalian berdua harus memanggilku dengan sebutan noona dan eonni.. iya kan?” Eunri terlihat begitu antusias dan gembira.. senyuman manis mengembang indah diwajah cantiknya.. Tapi.. apa dia akan tetap segembira itu jika dia tau siapa aku sebenarnya?

Oh Tuhan.. kapan pembicaraan ini akan berakhir? Aku sudah tidak sanggup.. tidak sanggup mendengar sebutan chagiya yang saling mereka lontarkan.. aku tidak sanggup melihat senyum diwajah Eunri.. melihat senyumnya terasa begitu menyudutkanku. Aku seakan terllihat seperti seorang gadis tak tau diri yang tiba-tiba datang diantara mereka lalu mengacaukan hubungan mereka.. aku sudah tidak sanggup menahan air mata yang sudah begitu membuat mataku terasa berat..

Aku menunduk dalam mencoba menutupi wajahku yang sekarang mungkin terlihat memerah karena ingin manangis..

“Ummhh.. Hyena’ah? Apa kau baik-baik saja? Kenapa kau menunduk seperti itu? Apa kau tidak enak badan?” tanya Eunri yang seketika membuatku mendongakkan kepalaku.

Kris oppa terlihat tersentak melihatku, mungkin ia sadar kalau wajahku memerah karna menahan tangisan yang ingin aku lakukan karnanya.. seakan  mengerti dengan keadaan ini, mengerti bahwa aku sudah tidak sanggup lagi mengikuti suasana ini lebih lama. Kris oppa pun berusaha mengalihkan perhatian Eunri untuk kembali kekamarnya.

“Chagiya ini sudah terlalu lama.. bukankah tadi kau baru saja berjanji untuk mengikuti jadwal dari dokter? dan ini adalah  waktu untuk istirahat”

“Tapi chagiya aku masih ingin disini, aku ingin nngobrol lebih lama dengan Hyena dan Jongin.. bisa diundur sebentar lagi?” Eunri merajuk mencoba meminta keringanan dari Kris oppa. Dia ingin ngobrol lebih lama dengan aku dan Jongin? Lebih lama membuatku gila dengan perasaanku sendiri? Tidak! Aku sudah tidak sanggup.. aku tidak bisa lebih lama seperti ini

“Hey kau lupa dengan apa yang baru saja kau katakan tadi? Bukankah kau bilang ingin cepat sembuh dan keluar dari sini. Kalau kau seperti ini terus mana mungkin kau bisa cepat keluar chagiya” Kris terus berusaha membujuk Eunri. Ia tau keadaan seperti tidak bisa dibiarkan lebih lama, bukan hanya karna aku tapi kurasa dia juga merasa tertekan..

“Hm.. Eunri noona sepertinya kau harus mengikuti perkataan Kris hyung. Ini juga demi kebaikanmu kan.. aku juga akan sering kemari karna kakakku dirawat disini, jadi kita masih bisa sering bertemu”

“Yasudah baiklah kalau begitu.. aku akan kembali ke kamar dan istirahat. Tapi.. Jongin kau janji ya untuk sering mengunjungiku dan ingat ajak Hyena juga. Otte?”

“I..iya baiklah”

 

Eunri tersenyum kemudian melangkah menuju kamarnya. Ia nampak tertatih dengan balutan perban dibetisnya, Kris oppa pun meraih tangan Eunri dan merangkul pinggangnya kemudian menuntunnya berjalan.. Kris oppa nampak berhati-hati dan dengan halus membantu sang kekasih untuk berjalan lebih mudah. Mereka nampak begitu serasi dan harmonis.. seakan tak ada sedikit pun masalah dalam hubungan mereka

Rasa sakit itu kembali menyeruak.. semakin menusuk hingga membuat lubang hitam besar dihatiku. Aku memandangi mereka yang berjalan menjauh.. memandangi mereka sambil menahan luka dihatiku. Tanpa sadar airmata itu akhirnya terjatuh… terjatuh walau aku sudah begitu kuat menahannya. Kini aku menangis bukan karna Kris oppa tapi kali ini aku menangis karna Eunri.. aku merasa seperti manusia tak berperasaan.. manusia tak punya hati yang tega merebut cinta yang sudah terpatri diantara dua sejoli yang saling mencintai. Aku merasa begitu berdosa dan merasa begitu egois..ditambah lagi dengan sikap Eunri yang begitu baik dan manis padaku. Bahkan ia bilang..ia bilang…. Ia ingin bertemu denganku lagi? Ia ingin bertemu dengan orang jahat yang ingin merebut kebahagiaanya?

Jongin memandangiku yang menangis.. tidak seperti biasanya ia tidak langsung memelukku. Ia hanya menatapku dengan tatapan lirih. Wajahnya terlihat memerah.. sedetik ia memejamkan matanya kemudian meraih tanganku dan menarikku pergi. Ia mengajakku pergi tanpa meminta ijin terlebih dulu padaku. Aku terkejut ia tiba-tiba menarik tanganku. Entah akan pergi kemana, aku hanya mengikuti langkahnya dan memandanginya dari belakang. Aura yang namja itu pancarkan terasa berbeda.. aku tau ini bukan Jongin yang seperti biasanya. Suasana hangat yang biasanya aku rasakan menghilang entah kemana dan tergantikan dengan suasana dingin yang sedikit membuat bulu kudukku meremang..

 

*****

 

 

[Normal Pov]

Namja berwajah tampan itu mengajak Hyena kesuatu tempat. Tempat yang sudah tidak asing lagi bagi mereka berdua. Tempat yang biasa mereka kunjungi saat Hyena belum bersama Kris. Saat mereka berdua masih begitu bahagia.. bahagia tanpa rasa sakit yang terpendam.. bahagia tanpa rasa tersakiti atau menyakiti…

Sebuah taman indah dibukit belakang sekolah dasar tempat mereka menuntut ilmu dahulu. Taman dengan rumput hijau bersih dengan banyak pepohonan yang rindang. Terdapat sebuah danau kecil dan sebuah ayunan tua yang menggantung diantara 2 pohon besar. Taman tenang yang jauh dari hiruk pikuk kota. Taman yang menyimpan banyak kenangan indah mereka..senyuman..tawa..tangis dulu sering mereka lontarkan disana. Sampai saat mereka mulai memasuki dunia remaja..dunia cinta mereka di sekolah menengah atas, mereka seakan melupakan tempat bersejarah itu dan tidak pernah mengunjunginnya lagi

Mereka sampai didepan danau kecil indah yang terlihat tak sejernih dulu. Terlihat banyak tumbuhan liar yang tumbuh tak terawat disekelilingnya. Jongin melepaskan genggaman tangannya dari tangan yeoja yang sudah menghentikan tangisannya. Masih terlihat jelas jalan airmata yang mengering diwajah manis yeoja itu. Hyena palingkan pandangannya keseluruh penjuru taman tempat mereka berada saat ini. Ia sedikit bingung kanapa Jongin tiba-tiba mengajaknya ketaman itu lagi setelah hampir 3 thn mereka tidak pernah berkunjung.

“Kau ingat taman ini kan Hyena? Sudah lama kita tidak datang kesini” ucap Jongin dengan tatapan yang masih memandangi danau kecil didepannya.

Hyena terhenyak kemudian membalikkan tubuhnya dan kembali menatap namja bertubuh tinggi itu dari belakang “..I..Iya Jonginnie. Kita sudah lama tidak datang kemari. Taman ini terlihat berbeda”

“Apa kau tau apa maksudku mengajakmu ketaman ini?” Jongin membalikkan tubuhnya dan menatap mata Hyena lekat. Kini mata mereka saling tertaut..

“Aku ingin mengingatkanmu.. mengingatkanmu bagaimana dirimu yang dulu. Mengingatkanmu apa yang sudah kita lewati bersama ditaman ini. Mengingatkanmu bahwa kau dulu adalah gadis yang ceria.. gadis yang kuat dan tetap tersenyum walau kau sedang memiliki masalah…” tubuh Jongin nampak bergetar, wajahnya memerah, ia seakan menahan emosinya.

“Kau dulu adalah gadis yang tegar. Bukan gadis yang selalu menitikan airmata seperti sekarang.. bukan gadis yang mau membuang airmata berharganya hanya untuk pria tidak tau diri seperti Kris.. bukan gadis bodoh yang mau merelakan cintanya untuk pria brengsek seperti Kris.. bukan gadis egois yang tega mangambil kebahagiaan gadis lain.. kau..kau berubah Hyena. Berubah 360 derajat.. dan aku tidak suka dengan perubahan itu” wajah dingin Jongin berubah.. tergantikan dengan ekspresi wajah yang menampakkan kesedihan

 

DEG

 

“Jongin…” wajah Hyena memerah.. matanya berkaca-kaca. Ia tatap lekat mata Jongin yang menatapnya sendu. Kata-kata Jongin sungguh seakan merobek hatinya.

“Aku tidak suka perubahanmu Hyena.. aku benci.. benci melihatmu menangis.. aku benci melihatmu berpura-pura bahagia bersamanya. Aku tau kau sakit.. aku tau bagaimana rapuhnya hatimu saat ini karna pria brengsek itu” matanya memerah..terlihat butiran airmata menumpuk dipelupuk mata indahnya. Jongin menangis..ia lontarkan semua emosi yang selama ini ia tahan. Semua rasa sakit yang ia rasakan.. semua kepedihan yang ia pendam selama ini..

Jongin menarik nafas dalam-dalam kemudian melanjutkan kata-katanya “Hyena’ah sebenarnya.. aku sudah lama ingin mengatakan ini. Hal penting yang sudah lama aku ketahui. Sebenarnya saat itu aku ingin langsung mangatakannya padamu.. tapi melihat bagaimana senangnya dirimu saat kalian resmi berpacaran aku jadi enggan untuk mengatakannya. Tapi.. tidak untuk saat ini.. aku sudah tidak bisa membiarkanmu terus seperti ini. Aku akan mengatakan apa sebenarnya maksud Kris padamu”

“A..apa maksudmu Jonginnie?”

“Kris hanya mempermainkanmu.. ia hanya menjadikanmu sebagai bahan taruhan Hyena’ah.. saat itu sehari setelah kau dan Kris resmi berpacaraan, aku tidak sengaja melihat Kris dengan teman-temannya direstoran pamanku. Saat itu awalnya aku hanya bermasud mengunjungi pamanku.. tapi aku tidak sengaja mendengar percakapan mereka. Percakapan yang sungguh membuatku kehilangan kesabaranku.. mereka membicarakanmu Hyena.. mereka menertawaimu yang tertipu cinta palsu namja brengsek itu..”

“..Bahkan Kris bilang ia sama sekali tidak tertarik padamu.. ia bilang ia tidak akan pernah menghianati Eunri. Ia mencintai Eunri Hyena’ah dan dia hanya mempermainkanmu!”

 

 

DEG

 

 

Seketika itu juga airmata gadis itu terjatuh.. mendengar apa yang dikatakan oleh sahabat baiknya itu. Tubuhnya sedikit terhuyung kebelakang karna shock mendengar apa yang dikatakan sahabatnya itu.

“Tidak! Tidak! Itu tidak mungkin Jongin’ah! Tidak mungkin! Kris oppa tidak mungkin seperti itu. Dia bilang dia mencintaiku dengan tulus! Dia bilang dia rela melakukan apapun untukku.. Dia bilang dia akan membuatku bahagia.. Dia bilang dia akan memustuskan Eunri dan menjadi milikku selamanya.. Dia bilang..” Hyena terisak hebat.. tubuhnya bergetar dan airmata seakan membanjiri wajah manisnya. Ia tidak percaya.. sungguh sangat tidak percaya.. mana mungkin Kris seperti itu. Kris namja yang begitu ia cintai.. namja yang kini menjadi pusat hidupnya.. dan Jongin bilang Kris berbohong?

“Hyena sadarlah! Kau sudah terjerumus kedalam lubang yang salah! Kau terjebak cinta palsunya Hyena! Ia sama sekali tidak mencintaimu! Ia hanya pria brengsek yang menganggap hati wanita sebagai mainannya!” Jongin berteriak.. ia mulai terbawa emosi karna gadis dihadapannya masih belum mempercainya

“Kalau memang ia tidak berbohong padamu.. lalu kenapa sampai saat ini ia masih belum memustuskan Eunri? Kenapa ia masih belum mau memberikan sepenuh hatinya untukmu? Apa itu belum cukup sebagai bukti bahwa ia tidak sungguh-sungguh mencintaimu? Tidak jelaskah itu untukmu Hyena?”

“HENTIKAN! Hentikan Jongin kumohon…. Aku tau kau tidak suka pada Kris oppa tapi bukan seperti ini caranya. Kris oppa bukan orang seperti itu. Kris oppa selalu perhatian padaku, saat aku membutuhkannya ia selalu mau membantuku, bahkan walau ia sibuk dengan tugas kuliahnya ia pasti akan menyempatkan waktunya untuk bertemu denganku.. itu sudah cukup untukku.. sudah cukup membuktikan bahwa ia mencintaiku dan tidak mempermainkanku”

“Cih! Hyena.. itu bukan sesuatu yang patut kau hargai.. bagi namja seperti dia itu bukan masalah yang sulit. Menipu yeoja dengan sok bersikap manis.. menipu dengan berpura-pura menjadikan yeoja itu sebagai pusat hidupnya.. itu adalah hal yang sepele baginya”

Hyena tidak menjawab ucapan Jongin.. ia terlalu sibuk menangis. Tubuhnya sungguh bergetar hebat. Jongin tau ini adalah sesuatu yang sulit untuk gadis itu. Mendengar kenyataan bahwa orang yang begitu ia cintai ternyata mengkhianatinya.

Jongin melangkah mendekati Hyena yang terisak hebat.. namja itu membawa gadis manis itu kepelukannya, membiarkan gadis itu merasakan pelukan hangatnya. Ia sandarkan dagunya pada puncak kepala gadis itu. Ia hirup wangi segar dari rambut indah Hyena sambil memejamkan matanya.. wangi susu yang begitu ia suka.. Ia menangis dalam diam. Seakan terhimpit oleh dinding besar perasaannya… dadanya terasa sesak melihat gadis yang begitu ia jaga menangis untuk orang yang begitu ia benci.

“Hyena’ah.. aku mohon mengertilah.. mengertilah maksud hatiku. Maksud yang hanya menginginkamu bahagia. Aku hanya ingin kau seperti dulu lagi.. ceria dan selalu tersenyum. Kau tau seberapa sakitnya hatiku melihatmu menangis.. kau sakit dan itu juga membuatku merasa sakit Hyena. Masih banyak namja diluar sana yang bersedia mencintaimu dengan setulus hatinya. Kau gadis yang baik.. kau berhak untuk mendapatkan namja yang baik pula.. aku mohon lupakan namja brengsek itu dan carilah namja yang tulus mencintaimu”

Tiba-tiba Hyena melepaskan pelukan Jongin. Namja itu terkejut karna gerakan tiba-tiba gadis manis itu.. Gadis itu menatap mata Jongin tajam..

“Hentikan Jongin.. berhenti menyebut Kris oppa dengan sebutan brengsek. Dia tidak brengsek! Dia namja yang aku cintai Jongin.. dia orang yang paling berharga dalam hidupku saat ini. Jadi berhentilah berkata jelek tentangnya”

“Tapi Hyena…”

“Cukup! Sudah cukup! Aku sudah muak mendengarnya Jongin.. Bukannya aku tidak mempercayaimu tapi aku hanya tidak sanggup untuk mempercayaimu. Jadi berhentilah jika kau tidak ingin aku pingsan disini” ucap Hyena sambil berusaha menahan isakannya

“Jadi kau akan bertahan untuknya?”

“Iya.. aku akan bertahan sampai aku bisa membuktikan sendiri tentang apa yang kau katakan padaku” Hyena membalikkan tubuhnya dan melangkah untuk pergi dari tempat itu. Ia tidak sanggup lebih lama berada disana dan terus berdebat dengan sahabatnya itu.. ia lelah dan ia hanya ingin menenangkan hatinya saat ini. Tapi saat baru berjalan beberapa langkah tiba-tiba namja itu kembali mengeluarkan kata-kata yang membuat Hyena terdiam

“Tunggu Hyena’ah… lalu.. bagaimana denganku?…” ucap Jongin sambil menunduk. Hyena terdiam sesaat kemudian membalikkan tubuhnya

“Bagaimana? Maksudmu?” Hyena tampak bingung dengan perkataan namja yang kini sudah kembali mendongakkan kepalanya.. Jongin menatap mata Hyena lekat kemudian tersenyum pahit..

“Bagaimana…jika aku… menyukaimu?”

 

DEG

 

Hyena terdiam sedetik itu juga.. nafasnya tercekat.. ia mematung dengan mata yang membulat sempurna.. Ia berusaha menelaah dan mengartikan setiap kata yang baru saja Jongin lontarkan padanya. Namja itu bilang dia menyukainya? Jongin.. sahabatnya sendiri.. menyukainya?

“Jo..jong..in….”

“Aku sudah lama menyimpannya Hyena… aku sudah lama memendamnya sendiri.. perasaan dan kenyataan bahwa aku menyukaimu.. awalnya aku juga tidak percaya bagaimana bisa aku menyukai sahabatku sendiri? Aku juga tidak percaya bagaimana bisa aku jatuh cinta padamu?..”

“..Tapi apapun bisa terjadi.. tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Bahkan orang tua saja bisa mencintai anaknya sendiri lalu kenapa aku tidak bisa mencintai sahabatku? Aku merasa bahagia saat aku bersamamu.. jantungku bedegup kencang saat aku didekatmu.. aku kesal jika aku melihatmu dengan namja lain.. aku merasa perih jika melihatmu menangis.. aku marah jika ada yang berani menyakitimu.. semua itu.. semua itu seakan membuat kenyataan ini semakin nyata. Kenyataan bahwa aku sudah jatuh cinta… padamu Hyena”

“Hari itu.. sesungguhnya aku ingin menyatakan perasaanku padamu.. hari dimana kau membawa kabar bahwa kau sudah resmi menerima Kris sebagai kekasihmu. Kau tau seberapa sakitnya hatiku? Kau tau seberapa terpukulnya diriku? Tapi melihat senyummu.. melihat senyum bahagiamu saat membawa berita itu.. membuatku mampu merelakanmu. Aku pikir mungkin kita memang hanya ditakdirkan untuk menjadi sahabat, karna itu aku bermaksud untuk membuang perasaanku.. memendamnya dalam-dalam agar rasa itu hilang. Tapi aku salah.. bukannya menghilang rasa itu malah menjadi semakin dalam..” ucap Jongin lirih sambil menatap mata Hyena.. terlihat raut kepedihan diwajahnya.

Ia keluarkan semuanya.. semua perasaan yang selama ini ia pendam. Perasaan yang selama ini mengganjal hatinya. Perasaan yang menyiksa hatinya..

“Hey Jonginnie! Jangan bercanda. Ini sungguh tidak lucu” Hyena mencoba bersikap senatural mungkin. Ia pikir ia tidak ingin terjebak jika ternyata sahabatnya itu hanya bercanda untuk mencairkan suasana tegang yang tadi sempat terbentuk. Ia harap namja itu tidak serius dengan kata-katanya..

“Eh? Kau pikir aku bercanda? Kau pikir aku main-main? Aku seirus Hyena.. aku sungguh-sungguh mencintaimu. Aku rela melakukan apapun untukmu.. aku ada saat kau membutuhkanku.. itu semua karna perasaaku tulus padamu..Tidak bisakah kau melihatnya?”

“Jongin..tapi aku—“

 

Drrrt

Drrtt

 

Suara itu.. suara getaran dari ponsel Jongin. Suara yang seketika memecahkan suasana tegang saat itu. Suara yang bagaikan musik surga yang berhasil menyelamatkan Hyena yang tersesat dalam keadaan sulit itu.

 

 

*****

 

 

Seminggu.. sudah hampir seminggu sejak hari itu.. hari dimana Jongin mengatakan hal yang membuat hati Hyena terguncang, hari dimana Jongin mengatakan sebuah kenyataan pahit yang tidak bisa gadis itu terima. Dan sudah seminggu pula dirinya dan Jongin kehilangan kontak. Hubungan mereka seakan merenggang. Jongin tidak pernah menelpon Hyena seperti biasanya, dan gadis itu pun tidak pernah berkunjung kerumah Jongin lagi.

 

Saat itu.. setelah Taemin menelpon dan mereka kembali kerumah sakit, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Jongin untuk Hyena. Taemin juga sempat merasa curiga dan heran, karna ia melihat sesuatu yang aneh diantara mereka.. mereka tidak pernah pergi bersama lagi, tidak seakrab dulu lagi. Tapi sampai Hyena menceritakan semuanya pada namja cantik itu.. dia pun mengerti dan dia bilang dia akan membantu yeoja itu menyelesaikan semuanya.

 

Sampai saat ini hubungan Hyena dan Kris tetap seperti dulu.. Hyena masih belum bisa percaya atas apa yang Jongin katakan tentang Kris padanya dan dia akan tetap bertahan sampai ia bisa membuktikan sendiri kebenarannya.

 

 

 

 

 

 

[Hyena Pov]

 

Pagi yang cerah dihari sabtu.. hari ini aku dan Kris oppa akan pergi ketaman bermain bersama. Kris oppa sengaja mengosongkan waktunya hari ini agar kami bisa bersenang-senang seharian karna hari ini adalah hari jadi kami. Tepat setahun setelah hari bersejarah dimana aku resmi menerima Kris oppa sebagai kekasihku. Oh Tuhan.. tidak tau seberapa senangnya aku hari ini…

 

Kris oppa berjanji akan menjemputku pukul 9 pagi dan aku sudah bersiap-siap sejak pukul 7 pagi.. ya.. itu karna aku terlalu bersemangat. Kris oppa bilang dia akan memberikanku kejutan dihari bahagia ini.. dan aku sungguh tidak sabar untuk itu. Saat ini aku sedang duduk diruang keluarga sembari menunggu Kris oppa datang menjemputku.

 

“Hyena’ah kau mau kemana pagi-pagi begini?” tanya Eunhyuk oppa yang baru keluar dari kamarnya lalu duduk bersebelahan denganku disofa.

 

“Aku mau jalan-jalan dengan Kris oppa. Oppa tau? Ini hari jadiku.. aku dan Kris oppa sudah resmi berpacaran selama 1 thn..hihihi”

 

“Oh benarkah? Waaah.. kalau begitu selamat ya saengie.. tidak kusangka adikku ini tumbuh begitu cepat” ucap Eunhyuk oppa sambil mengacak-acak rambutku yang sudah kutata rapi hampir satu jam.

 

“Ya oppa! Jangan lakukan itu.. lihat rambutku jadi berantakan kan. Sebentar lagi Kris oppa akan datang dan rambutku jadi berantakan begini.. Aisshh” rengekku kesal sambil merapikan rambutku yang sebenarnya..tidak terlalu berantakan. Tapi aku hanya ingin tampil sempurna didepan Kris oppa hari ini, jadi apa salah jika aku berlebihan? Bukankah seperti itulah jatuh cinta?

 

 

TIIIN

 

 

TIIN

 

 

Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil yang berhenti didepan rumahku.. dan sudah pasti kalau itu adalah Kris oppa. Aku pun beranjak dari tempat dudukku dan menghambur keluar dengan begitu bersemangat.. sungguh… aku tidak ingin hari ini berlalu begitu cepat..

 

 

*****

 

 

Kami sampai ditaman bermain tempat kami akan merayakan hari jadi kami hari ini. Tempat ini terlihat begitu ramai, mungkin karna hari ini adalah hari sabtu..

 

Aku dan Kris oppa sedang berjalan-jalan menelusuri taman bermain yang begitu luas ini. Kami sedang mencoba memilih wahana permainan yang akan kami naiki. Sejak sampai ditempat ini 20 menit yang lalu.. aku dan Kris oppa belum menaiki satu pun wahana permainan. Ini semua karna aku dan Kris oppa banyak berbeda pendapat. Saat aku ingin menaiki wahana yang ekstream Kris oppa pasti tidak mengijinkanku, dia pasti bilang “itu berbahaya chagiya.. bagaimana kalau kau terjatuh dari ketinggian itu. Tidak! Itu tidak boleh”

 

Aku dan Kris oppa seakan tidak seperti sepasang kekasih.. tapi seorang ayah yang berjalan-jalan dengan putrinya dan melarang putrinya bermain ini dan itu. Aishh.. lalu untuk apa datang kemari jika tidak bermain? Sebenarnya aku sempat kesal pada namja bertubuh tinggi itu.. tapi aku juga senang, karna semua larangan itu Kris oppa lakukan karna dia khawatir dan perhatian padaku.

 

Tapi…. jika aku boleh jujur, sebenarnya sejak masuk ketempat ini aku seperti merasakan sesuatu yang aneh.. sesuatu yang seakan membuatku merasa gelisah. Aku merasa dadaku sedikit sesak entah karna apa. Aku merasa sepertinya hari ini dan ditempat ini akan terjadi hal yang.. buruk… Ditambah lagi aku seperti melihat Jongin, ia seakan mengikuti kami sejak memasuki tempat ini. Tapi aku tidak begitu yakin.. entah itu benar Jongin atau hanya halusinasiku saja karna sudah lama tidak bertemu dengannya..

 

Tapi sudahlah, dihari berarti ini aku tidak boleh merasa gelisah.. aku harus menikmati hari yang tidak kuketahui akan kulalui lagi atau tidak ditahun depan. Aku harus menikmati saat-saat berarti bersama orang yang ku sayang.. orang yang ku cintai… Kris..

 

 

*****

 

 

 

[Normal pov]

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, dan Hyena serta Kris masih berada ditaman bermain itu. Hyena sedang pergi ketoilet sedangkan Kris sedang menikmati kudapan sambil melihat-lihat foto yang mereka ambil selama berjalan-jalan tadi disebuah kedai kopi. Kris memencet tombol navigasi pada kamera SLR yang ia bawa guna memilih beberapa foto yang bagus untuk ia cetak sebagai kenang-kenangan. Saat sedang asik melihat foto-foto itu tiba-tiba dua orang namja menghampiri namja tampan itu dan salah satu dari mereka menepuk pundak Kris..

 

“Hai Kris..” sapa namja yang menepuk pundak Kris tersebut. Kris tersentak kemudian mengalihkan pandangannya pada namja bertubuh tak kalah tinggi dengannya.

 

“Hai.. chanyeol’ah sedang apa kau disini?” ucap Kris sembari bangun dari duduknya. Mereka terlihat begitu akrab.. mungkin mereka teman baik..

 

“Iya beginilah..  aku dan Bekhyun sedang kencan ganda hari ini.. hehe. Dan kau.. sepertinya juga sedang kencan?” ucap namja bersuara bass itu sambil mengalihkan pandangannya seperti mencari seseorang.

 

“Oh itu.. iya aku sedang merayakan hari jadiku”

 

“Wah jadi ini hari jadimu? Selamat kalau begitu.. tapi dimana Eunri?” tanya Bekhyun bersemangat

 

“Eh? Bukan.. bukan dengan Eunri, tapi.. dengan Hyena” kata Kris ragu sambil menggaruk tengkuk lehernya.

 

“Mwo??? Hyena? Hyena gadis SMA yang waktu itu?” Chanyeol membulatkan matanya. Ia nampak kaget dengan perkataan temanya itu.

 

“I..iya” Kris sedikit terkekeh.. sepertinya ia belum menceritakan pada kedua sahabatnya itu bahwa ia dan Hyena masih.. berpacaran.

 

“Kau serius? Jadi kau dan gadis itu masih sampai saat ini?” ucap Baekhyun dengan nada heran. Ia juga tak kalah terkejut dari namja tinggi disebelahnya.

 

“Kau belum memustuskannya? Aku pikir setelah kau memenangkan taruhan itu kau akan langsung memustuskannya. Tapi ternyata.. kau begitu berani Kris” Chanyeol menggelengkan kepalanya. Mungkin ia heran dengan tindakan berani Kris menduakan Eunri.. setau dirinya Kris begitu mencintai Eunri, tapi entah apa yang membentur kepala namja berkharisma itu hingga ia berani menduakannya.. bahkan sampai setahun?

 

“Itu karna aku tidak tega.. ia begitu senang saat bersamaku. Bahkan hampir setiap detik ia mengirimi ku pesan. Saat aku mengajak bertemu ia begitu senang dan antusias. Melihat itu semua aku jadi tidak tega untuk memustuskannya. Aku juga berpikir jika aku memustuskannya saat baru beberapa hari berpacaran itu terlalu menyakitkan.. karna itu aku bermaksud untuk menikmatinya dulu sampai beberapa minggu.. tapi ternyata.. aku malah…. Aku…” Kris tiba-tiba terdiam dia seakan enggan melanjutkan perkataanya.

 

“Jangan bilang.. kau.. benar-benar jatuh cinta pada gadis itu..” ucap Baekhyun mencoba menebak pikiran Kris.

 

“Mwo?? Kau bicara apa? Mana mungkin aku menyukainya.. dia hanya anak kecil yang belum mengerti apapun tentang perasaan.. bahkan hingga saat ini dia belum sadar aku hanya menipunya” Kris tersenyum pahit.. sebenarnya jika diperhatikan matanya menampakkan kebohongan. Sebernarnya jujur didalam hatinya.. ia sudah mulai.. mencintai Hyena..

 

“Baguslah kalau begitu.. ingat Kris tetapkan hatimu. Kupikir tidak baik jika kau terus seperti ini, mungkin saat ini memang menyenangkan, tapi kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Aku hanya tidak mau kau menyesal” Chanyeol menasehati Kris.. dengan santainya ia mengatakan hal bijaksana seperti itu.. padahal jika dilihat kebelakang dialah yang menyebabkan Kris melakukan taruhan itu. Dia adalah biang dari semua ini..

 

“Ne aku tau..”

 

“Baiklah kalau begitu kami pergi dulu Kris.. Eun ji dan Minri sudah menunggu kami. Mereka bisa mengamuk jika kami tinggal terlalu lama.. keke”

 

“Ne..pergilah jangan buat kekasih kalian menunggu”

 

“Salam untuk Hyena~~” teriak Baekhyun dari kejauhan sambil belambaikan tangannya. Kris hanya membalasnya dengan senyum. Setelah Baekhyun dan Chanyeol berlalu dari pandangannya, Kris duduk dibangku semula sambil memijat keningnya, wajahnya terlihat pucat.. ia tarik nafasnya dalam-dalam.

 

 

 

 

Bruak

 

 

 

Kris terkesiap.. seketika itu ia terbangun dari duduknya. Ia sempat terdiam karna terkejut.. kemudian karna merasakan firasat aneh ia pun mencoba mencari sumber suara. Setelah berjalan beberapa langkah ia menemukan seorang gadis… ia terduduk dilantai dengan wajah yang basah akan airmata. Ia terisak hebat dan gemetaran.. Wajahnya nampak pucat dan matanya memerah karna menangis.. Hyena.. ia menangis sejadinya.. ia menangis tanpa perduli semua orang disekelilingnya memperhatikannya dengan tatapan heran

 

“Hyena…” Kris terpaku.. terpaku melihat Hyena menangis seperti itu. Ini pertama kalinya.. pertama kalinya ia melihat seorang gadis menangis hingga seperti itu dihadapannya. Ia terdiam.. dan matanya tiba-tiba terasa berat. Hatinya tiba-tiba terasa sakit dan perih melihat gadis yang ia.. cintai menangis

 

Tapi berbeda bagi Hyena.. ini bukan pertama kalinya.. bahkan ini sudah kesekian kalinya ia menangis seperti itu karna namja yang saat ini sedang berdiri didepannya. Perlahan Kris menyetarakan tubuhnya dengan Hyena. Kris mengangkat dagu Hyena lembut lalu mengusap airmata yang jatuh dari mata indah gadis itu.. mata yang mampu membawa kesejukan bagi hatinya. Tapi.. gerakan tiba-tiba dari gadis itu seketika membuat Kris terkejut. Dengan kasar Hyena menepis tangan Kris dari wajahnya..

 

“PERGI! PERGI KAU DARI SINI SEKARANG JUGA! KAU PENIPU! PEMBOHONG! KAU PRIA BRENGSEK! MENJAUH DARIKU! AKU MUAK MELIHAT WAJAHMU!” teriak Hyena disela isakannya. Suaranya terdengar bergetar karna menangis.

 

Kris membulatkan matanya sempurna.. ia sungguh sangat tidak percaya mendengar apa yang diucapkan gadis manisnya. Dengan usaha keras Kris mencoba mencerna maksud yang ingin disampaikan gadis itu..

 

“KAU!! KAU DENGAN BEGITU MUDAHNYA MEMPERMAINKANKU.. AKU! AKU BEGITU MENCINTAIMU! AKU BEGITU MEMPERCAYAIMU! TAPI APA? KAU.. KAU MALAH..” Hyena berteriak sekeras yang ia bisa. Ia ingin mengeluarkan semuanya.. semua perih yang ia rasakan.. semua rasa sakit yang ia pendam selama ini

 

Sedetik itu juga Kris sadar.. ia sadar kalau Hyena.. sudah mengetahui semuanya..

 

“Hyena ku mohon dengarkan aku dulu.. aku bisa jelaskan semuanya” Kris berusaha menenangkan Hyena. Ia pegang kedua pundak gadis itu. Tapi Hyena malah memberontak.. ia tidak ingin Kris menyentuhnya

 

“Apa lagi? Kau sudah menjelaskan semuanya tadi.. AKU SUDAH MENDENGAR SEMUANYA TADI OPPA! Bahkan tidak sedikit pun yang terlewat.. semuanya sudah JELAS! JELAS BAHWA KAU SUDAH MEMPERMAINKANKU!”

 

“Aku hanya anak kecil? Iya.. aku hanya anak kecil bodoh yang bisa-bisanya percaya pada pria brengsek seperti mu” airmata itu semakin deras.. semakin deras jatuh dari mata gadis itu. Bahkan kini penglihatan gadis itu sudah semakin memburam karna butiran kaca cair yang menutupi matanya..

 

“Hyena dengarkan aku dulu..” Kris masih berusaha meraih Hyena.. ia masih mencoba menenangkan gadis itu dengan memeluknya. Tapi gadis itu tetap memberontak, sehingga membuat namja itu sulit meraihnya.. Kris tak putus asa.. kembali ia paksa gadis itu masuk kepelukannya

 

“LEPASKAN AKU! AAGGHH.. JANGAN SENTUH AKU!”

 

“HYENA KUMOHON TENANG! TENAGLAH!” setelah bentakan Kris, Hyena mulai melemahkan gerakannya.. mencoba tenang sesuai intrupsi namja itu

 

“Aku percaya padamu oppa.. bahkan aku membentak sahabatku sendiri karna aku percaya padamu. Tapi apa? kau..kau tega membuatku hancur seperti ini?”

 

“Maafkan aku Hyena’ah.. Maafkan aku..” suara Kris juga bergetar.. ia juga menangis.. menangis tanpa isakan. Baru Hyena sadari wajah Kris juga basah akan airmata..

 

“Maaf? Dengan mudahnya kau mengucapkan kata maaf setelah semua ini?” Hyena melepaskan pelukan Kris pelan. Emosi keduanya sudah mulai terkontrol sekarang..

 

“Baiklah.. ini salahku. Dengan bodohnya aku menerima taruhan Chanyeol dan membuat semuanya jadi seperti ini. Aku akui awalnya aku hanya main-main denganmu, tapi semua berubah.. berubah seiring berjalannya waktu.. perlahan aku merasakan hal itu. Hal dimana aku bahagia saat bersamamu.. bahagia melihat senyummu. Kurasa…. perlahan.. aku mulai menyukaimu..”

 

“BOHONG! Cukup oppa.. semua sudah jelas.. tapi kenapa kau masih seperti ini? Katakanlah yang sejujurnya.. katakan bahwa kau hanya menjadikanku mainanmu.. BAHAN TARUHANMU..”

 

“Tapi Hyena…”

 

“Cukup! Aku sudah tidak ingin mendengarnya lagi. Sekarang semuanya sudah jelas.. dan aku ingin hentikan semuanya..” Hyena mulai bangun dari duduknya dan tangisannya sudah mulai mereda..

“Oppa mulai sekarang ayo berhenti.. berhentilah seperti ini. Baik untuk Eunri.. Kau.. atau pun aku.. ini untuk kebaikan semuanya. Aku ingin.. kita putus..”

“Hyena…”

“Terimakasih oppa.. terimakasih sudah mengajariku banyak hal.. terimakasih sudah sempat membuatku bahagia karna cinta.. terimakasih sudah memberitauku banyak tentang apa itu mencintai dan dicintai..Terima..terimakasih..” Hyena kembali menangis.. ia menangis pelan..menangis mengingat semua yang sudah ia lalui bersama Kris.. semua rasa sakit..semua tawa..semua keindahan.. semua itu seakan begitu sulit untuk ia lepaskan.

“Sekali lagi.. terimakasih oppa” Hyena melangkah.. melangkah pergi dari hadapan namja tampan yang mulai detik ini sudah menjadi mantan kekasihnya. Namja yang sempat menjadi pusat kebahagiaan dan pusat hidupnya.

“Maafkan aku Hyena..”

Hanya perkataan itulah yang dapat gadis itu dengar dari Kris saat tubuhnya berjalan menjauh.. menjauh dari namja itu.. menjauh dan ia berjanji tidak akan pernah kembali.. Walau sesungguhnya berat.. walau sebenarnya hatinya tidak ingin.. walau hanya sesak yang ia rasakan saat pergi meninggalkan Kris.. tapi ia berusaha kuat.. kuat untuk menghadapi semuanya dan kuat untuk kembali melanjutkan hidup tanpa namja itu..

 

“Selamat tinggal….”

 

“…Kris”

 

Terlalu jauh..

Terlalu jauh hingga aku tak bisa menggapainya..

Aku berlari sekuat tenaga..

Berlari hanya untuk hal yang sia-sia…

Merelakan perasaan hanya untuk cinta yang semu..

Cinta palsu yang menjijikkan..

*****

 

Hari sudah semakin malam tapi taman bermain itu belum juga sepi dari pengunjung. Hyena masih duduk disebuah bangku didekat sebuah wahana bermain. Ia duduk disana.. duduk sambil menunduk. Ia bermaksud menyembunyikan airmatanya dari para pengunjung yang lalu-lalang didepannya. Ya.. gadis itu masih menangis.. menangis dengan isakan kecil. Sejak berpisah dari Kris beberapa jam yang lalu, ia hanya duduk dibangku itu ia sambil menangis. Tanpa ia sadari bahwa sejak tadi ada sosok yang memperhatikannya.. seorang namja yang memperhatikan gadis itu dari kejauhan. Wajah namja itu juga nampak basah.. walau tidak sebasah wajah gadis yang diperhatikannya. Namja itu berdiri dibawah sebuah pohon yang berjarak sekitar 10 meter dari tempat Hyena duduk.

Lelah hanya memperhatikan gadis itu selama hampir satu setengah jam. Ia pun melangkahkan kakinya menghampiri gadis manis itu.

“Uljima..” ucap namja itu setelah sampai didepan Hyena. Merasa ada yang bicara padanya Hyena pun mendongakkan kepalanya.

“Hiks… Hiks.. Jo..Jongin?”

“Jangan menangis lagi.. aku mohon” Jongin memasukan sebelah tanganya kedalam saku celananya kemudian ia mengeluarkan sebuah sapu tangan. Ia berlutut didepan Hyena guna menyetarakan penglihatan mereka lalu ia usap airmata yang membasahi pipi gadis itu.

“Se..sejak kapan kau ada disini?”

“Kau ini bagaimana? Bukannya tadi kau sudah melihatku? Tega sekali kau tidak mengenali sahabatmu sendiri..” canda Jongin berusaha mencairkan suasana.

“Jadi.. yang tadi itu benar kau? Aku tidak berhalusinasi?” ucap Hyena sedikit terkejut dengan mata yang membulat.

“Iyaa.. kau tidak berhalusinasi. Sejak tadi aku memang mengikutimu dan aku juga melihat kejadian itu..” ekspresi lembut Jongin tiba-tiba berubah sedih.

“Jongin..” Hyena menyadari perubahan ekspresi namja itu. Ia raih kedua tangan sahabatnya dan menggenggamnya erat. Jongin terhenyak.. ia terkejut gadis itu tiba-tiba menggenggam tanganya.

“Maafkan aku Jonginnie.. waktu itu aku membentakmu..”

“Gwaenchanayo.. aku tau sulit bagimu untuk percaya jika kau tidak melihatnya langsung. Dan sekarang kau sudah percaya kan?” Jongin tersenyum lembut. Senyuman yang selalu bisa membuat Hyena merasa hangat.

“Ne.. selama ini kau benar. Orang itu sama sekali tidak pantas untuk aku pertahankan..”

“Ne.. brarti mulai sekarang sudah tidak ada lagi tangisan untuk namja itu kan. Kau harus melihat kedepan dan.. mencari cinta sejatimu..” Jongin tersenyum bahagia kemudian mengelus puncak kepala gadis didepannya dengan lembut.

“Ne.. Oh iya Jongin. Tentang.. pernyataanmu waktu itu.. aku..”

“Sudah.. lupakan saja, aku tau kau hanya menganggapku sebatas sahabat. Aku yang lancang, menginnginkanmu lebih dari itu..”

“Jongin..”

 

Bodoh….

Hingga tak kusadari..

Dia disini.. disampingku…

Menunggu dalam diam..

Menunggu dengan cinta tulus untukku..

Dia  begitu dekat.. bahkan berjalan berdampingan denganku…

Tapi kenapa hatiku tidak merasakannya?

 

 

“Sudahlah.. yang perlu kau lakukan saat ini hanya bahagia. Itu saja.. kau hanya perlu selalu bahagia, dengan begitu aku akan mudah merelakanmu..” kata-katanya begitu bijaksana dan menenangkan.. Hyena memandang Jongin dengan tatapan polosnya. Ia tidak percaya sahabatnya yang satu ini bisa mengucapkan kata-kata lembut seperti itu. Mungkin setelah pertengkaran mereka waktu itu dan selama sempat kehilangan komunikasi membuat namja berparas tampan itu berubah. Dan jujur.. perubahan itu seakan membuat dada gadis manis itu bergemuruh..

“Ini sudah malam, bagaimana kalau kita pulang kerumah..hmm?” Jongin mengajak gadis itu berajak dari duduknya kemudian menggandeng tangannya dengan halus.

“Tunggu Jongin!” cegat Hyena tiba-tiba. Ia menahan tangan Jongin yang menggandengnya yang otomatis membuat namja itu menghentikan langkahnya.

“Ada apa Hyena’ah?” tanya Jongin sembari membalikkan tubuhnya.

“Aku.. aku.. aku ingin mencobanya.. Jongin..” Hyena berkata ragu sambil menunduk. Ia yakin wajahnya mulai memerah karna malu sekarang.

“Mencoba? Apa maksudmu?”

“Aku.. ingin mencoba.. mencintaimu..”

 

DEG

 

“Apa? Apa yang kau katakan? Kau tidak sedang mengigau kan? Apa kau tidak enak badan?” Jongin terkejut dengan pernyataan gadis berambut kecoklatan itu. Namja itu pikir mungkin ini efek karna menangis terlalu lama sehingga membuat gadis itu sedikit kehilangan akalnya.

“Aku tidak apa-apa Jonginnie.. aku mengatakan ini dengan kesadaran 100 persen. Aku serius..”

Suasana hening seketika itu terbentuk.. Jongin terdiam mendengar pernyataan gadis didepannya. Matanya membulat dan ia kehilangan seribu bahasanya.

“Aku akan mencoba untuk mencintaimu.. walau aku tau mungkin tidak semudah itu, tapi aku akan berusaha.. berusaha untuk membalas perasaanmu..”

“Kalau kau lakukan ini karna kau kasihan padaku.. sebaiknya tidak perlu Hyena’ah. Aku tidak mau kau membohongi perasaanmu sendiri” ucap Jongin pelan. Hyena terkejut mendengar itu.. seketika itu ia mendongakkan kepalanya kemudian menatap lekat mata Jongin. Jujur.. ia saki hati Jongin bicara seperti itu.. ia tulus ingin mencoba menyayangi namja itu, tapi kenapa malah kata-kata meragukan yang terlontar dari mulut namja yang sudah selama 10thn menjadi sahabatnya itu?

“Tidak Jonginnie.. aku tulus.. tulus ingin berusaha mencintaimu. Aku berpikir selama ini aku melihat terlalu jauh. Aku berlari terlalu jauh…hingga aku tidak menangkapnya. Aku hanya mengharapkan sesuatu yang tidak seharusnya untukku. Aku hanya melihat terlalu jauh sampai aku tidak sadar apa yang ditakdirkan untukku sebenarnya ada dihadapanku. Aku bodoh karna tidak peka terhadap sekitarku.. hingga aku tidak menyadari kau ada untukku.. kau  tulus mencintaiku.. aku—“

 

GREEP

 

Seketika gadis itu menghentikan kalimatnya. Ia membulatkan matanya saat namja bernama lengkap Kim Jongin itu membawanya bersandar pada dada bidangnya. Jongin memberikan pelukan hangat itu.. pelukan hangat yang seakan selalu bisa membuat beban gadis itu menghilang. Hyena pun kemudian membalas pelukan Jongin lalu memenjamkan matanya.. mencoba meresapi kehangatan yang diberikan tubuh itu.. meresapi aroma mint tubuh Jongin

“Jongin.. aku ingin bisa mencintaimu.. aku ingin belajar.. kau mau kan membantuku?”

“Tentu saja.. aku akan menuntunmu.. menuntunmu agar kau bisa membuka hatimu untukku”

“Terimakasih Jongin.. gomawo.. jeongmal..” ucap gadis itu sambil tersenyum. Tersenyum bahagia..

“Baiklah.. tuan putri.. ini sudah malam, ayo kembali kerumah..” ucap Jongin manis sambil melepaskan pelukannya. Yang kemudian dibalas anggukan mantap dari gadis yang mulai detik ini sudah menjadi kekasihnya.

Mereka pun berjalan beriringan dengan senyum yang mengembang diwajah kedua sejoli itu. Jongin merangkul pundak gadis disebelahnya dan gadis itu merangkul pinggang Jongin. Mereka pun melangkah dengan pasti.. melangkah menuju ke fase baru hidup mereka.. fase yang mereka harap akan penuh dengan.. kebahagiaan…. Walau mereka tau jalan kedepan akan semakin sulit tapi mereka akan berusaha kuat. Dengan kekuatan hati masing-masing dengan kekuatan saling mencintai.. mereka yakin mereka akan bisa bertahan.. bertahan untuk.. selamanya….

 

 

 

 

 

Kini aku kembali melangkah..

Melangkah setelah terjebak dalam lubang hitam tak berujung..

Melangkah setelah sempat tersesat dalam ketamakan itu…

Melangkah untuk bahagia…

Kebahagiaan yang selama ini aku cari..

Melangkah dan meninggalkan fatamorgana yang sempat mengunciku..

Bersamanya..

Sosok hangat yang mencintaiku..

Mencintaiku dengan ketulusan…

Kim Jongin…

 

 

 

−−END—

 

 

N/B : NO SILENT READERS NO PLAGIAT HARGAI KARYA ANAK BANGSA!!

 

22 thoughts on “Can You Look at Me?

  1. kenapa hyen milih kris di bandingkan kai , gra2 kulit kris lebih putih dari kai.
    kai itu terlalu gelap , mka’a gak d pilih sma hyena. kris itu terang , jelas malah. mka’a lebih d pilih sma hyena.
    wkwkwkwkwkwkwkwk😀 #di tabok sama HCV_2
    Ciiiieeeee yg baru ngepost fanfict
    eehhhemmm…ayo post karya HCV yg terbaru !!!

  2. waahh ceritanya sedih banget hiks hiks…😦
    tapi untung akhirnya happy ending🙂..
    lanjutkan ya sequel sequel😉

    • Iya heheh.. ini sequelnya lg diproses *kyknya diproses trs tp gak jd*
      Uda sebulan tp engga sempet2 buat gegara tuntutan FF yg lain *curhat* *nangis dibaju yeollie*
      Tapi saya engga mau mengecewakan semua raeders FF ini baik diwp ini atau diexofanfic yg minta sequel jd saya akan selesaikan segera
      Makasi uda komen ya^^ tunggu aja

  3. daebak thor, kasian banget si Hyena, si Kkamjong juga. tapi akhirnya mereka bisa bersatu yeayy!! wkwkwk

    keep writing ^^

  4. Omo omo omo…*chanyeol mana chanyeol(?)*
    eonni,,km jahat sekali😦 bneran, aku nangis bacanya..nyesek bnget.. Feel’y bner2 dapet.. 100% DAEBAK .. Pas baca kerasa bnget sakitnya..
    Hmm mian aku baru baca ff eonni yg ini,soalnya lbih fkus sma 2 ff chaptered eonni yg itu tuh,yg sukses bkin galau krna blm ada lnjutannya juga..
    Ok lh,smpai sini kicauanku.. Spertinya ff eonni mmang sllu bkin aku nge-fly..
    Mau lnjut baca sequelnya,, dan jngan lupa,yg 2 itu lnjutannya jngan trllu lama ya.
    Gomawo🙂

    • Totally not! xD kekeke
      Knp semua pada nnyak ini pengalaman pribadiatau bukan ya? -_- Emang berasa real bgt gitu yak?
      Pdhal ini ff oneshoot pertama saya yg dibuat dgn sejuta keraguan ._.

  5. Hueee ini genrenya apa sih? Maap tadi lupa baca genre. Gewlaaa aku nyampe bercucuran aer mata~

    Eh, lupa kenalan. Annyeong haseo! Milkybaby imnida, reader baru disini^^ hehe. Ini fic pertama yg aku baca di blog ini. Keren~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s