The Twelve Power Of Olympians(Chapter1)

the twelve(chap1)

Title : The Twelve Power Of Olympians

Title chapter : First Meeting

Author : HCV_2

Main cast : Kim Hana(OC), Kai

Other cast : EXO, Park Young ra(OC), and find by yourself

Genre : Fantasy, Romance, Brothership

Length : Chaptered

Annyeong~~~~~ author abal ini kembali dengan membawa chapter pertama dari ff ini~~

*deep bow* aku masih engga yakin dengan ff ku yang nista ini. Cerita aneh, typo bertebaran dan kenistaan yang lainnya. Tekad jadi setengah-setengah ni takut hanya akan membuat para pembaca ff ini menjadi nista seperti saya *apadahni*

Sama saperti pesan sebelumnya, karna saya author baru jadi mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan kata, keanehan jalan cerita atau hal-hal yang tidak enak dihati para pembaca karna cerita ff ini hanya fiktif belaka. Kritik dan saran sangat ditunggu di kotak komentar. Please jangan jadi silent readers..senista-nistanya ff ini dan authornya tapi saya mohon hargai karya anak bangsa^^

 

Chapter 1

 

 

 

Setelah berlari setengah halaman, langkah Hana tiba-tiba terhenti karna melihat sebuah kotak dibawah pohon besar dipinggir halaman tengah sekolahnya.  Sebuah kotak misterius yang mencurigakan.

“Kotak apa itu?”

Karna penasaran Hana pun mendekati kotak itu. Diraihnya dan diperhatikannya setiap sudut kotak itu.

Ya ampun apa orang pemilik kotak ini tidak pernah membersihkannya. Kenapa debunya setebal ini? Aku yakin pemiliknya pasti orang malas

Hana meniup debu tebal yang menutupi permukaan kotak misterius tersebut.

“Uhuk.. uhuk… Hasyim!” Hana terbatuk dan bersin karna debu yang ia tiup malah menyerang balik saluran pernafasannya.

Setelah debunya cukup bersih, ukiran dikotak itu semakin jelas terlihat. Kotak persegi panjang yang kira-kira berukuran 20x10cm itu memiliki ukiran yang indah disetiap sisinya. Kotak itu berwarna merah maroon dan terlihat sangat usang, sepertinya kotak itu memang tidak pernah dirawat oleh siapapun pemilik kotak itu.  Disudut kanan atas dan kiri atas dari bagian depan dan belakang terdapat ukiran tumbuhan yang merambat, di bagian kanan dan kiri kotak terdapat ukiran bunga tulip yang terlihat sangat indah. Di bagian atas dari kotak itu terdapat ukiran malaikat dengan sayapnya yang membuka lebar yang memenuhi panjang dari bagian atas kotak itu. Terlihat indah dan begitu manis membayangkan jika malaikat seperti diukiran itu benar-benar ada, apa akan terlihat seperti yang digambarkan?

“The 12 olympians. Hermes division..Kai..” Hana bergumam membaca tulisan dikotak itu.

Tulisan itu terukir indah dibagian tengah dari sisi depan kotak tersebut. Jenis tulisannya seperti font tulisan kuno. Terlihat aneh tapi menambah keindahannya.

“Woaah kotak ini bagus sekali. Tapi ini milik siapa ya?” gumam Hana penasaran

Jari-jemari Hana semakin lama semakin menjadi. Ia semakin penasaran tentang rahasia apa yang disimpan dalam kotak seindah itu. Seakan tak mau menunggu lama ia pun mencoba membuka kotak misterius tersebut tapi…

Tidak bisa.. Terkunci ya?

“Heyy! Kim Hana apa yang kau lakukan disitu? Kenapa lama sekali? Aku sampai kering menunggumu disini?” Young ra berteriak memanggil sahabatnya yang masih berkutat dengan sesuatu misterius yang baru ia temukan.

“Ahh ne sebentar! Aku sudah hampir selesai”

Aissh dasar si cerewet

“Bagaimana ini? Kotak ini milik siapa? Apa kutinggalkan disini saja biar pemiliknya menemukannya sendiri?…. Ahh iya lebih baik seperti itu”

Hana pun bangkit setelah meletakkan kotak itu ditempat semula dan bermaksud untuk pergi meninggalkan kotak misterius tersebut. Dia berbalik dan melangkah menghampiri sahabatnya yang sejak tadi masih menunggunya dengan wajah yang ditekuk. Hana tau pasti Young ra akan mengomelinya saat ia sampai disana.

AHHH TIDAK BISA!

Seakan tidak sanggup pergi meninggalkan kotak yang membuatnya terpesona dan ingin memilikinya itu Hana kembali berbalik mengambil kotak itu setelah hampir setengah jalan sampai ketempat Young ra.

“Tidak! Aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian disini. Bagaimana kalau kau ditemukan oleh orang jahat? kan sayang” Hana bicara pada kotak itu sambil mengelus sisi atasnya.

“YAAA! KIM HANA! SI SIPUT! KENAPA KAU LAMA SEKALI! AKU BOSAN MENUNGGUMU DISINI! SEBENARNYA APA YANG KAU LAKUKAN?” kesabaran Young ra pun habis. Sepertinya Hana akan mati setelah ini.

“A..AAh Ne~~! Sekarang aku benar-benar sudah selesai. Tunggu sebentar” Hana berlari secepat yang ia bisa untuk segera sampai kesudut halaman tempat Young ra menunggu. Bulu kuduknya seakan bediri membayangkan apa yang akan terjadi padanya setelah sampai dihadapan sahabatnya yang terkenal dengan kemampuannya bicara panjang lebar itu.

Matilah aku sekarang. Dia pasti benar-benar kehilangan kesabarannya. Aku yakin setelah ini telingaku bisa panas dan terbakar mendengarkan omelannya.

*****

[Hana Pov]

“Baiklah sampai jumpa Hana~ Ingat! bsk aku menjemputmu jam 7 pagi kau jangan sampai jadi siput lagi. Arrachi?”

“Ne arra~ sudah pulang sana”

“Aish kau ini. Kau mengusirku?” Young ra mempoutkan bibirnya

“A..apa? Tentu saja tidak. Mana mungkin aku mengusir sahabatku sendiri. Hehe” Aku menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal sambil tertawa pahit.

“Baiklah kalau begitu. Aku pulang dulu kakiku jadi pegal setelah berdiri menunggumu selama itu tadi” ucap sahabatku itu sambil memijat-mijat pahanya.

“Hey kau masih saja menyinggung masalah itu. Bukankah aku sudah minta maaf. Lain kali tidak akan kuulangi lagi” sadar dia menyindirku aku pun minta maaf untuk yang kesekian kalinya sejak tadi sepanjang perjalanan pulang. Mungkin ini sudah yang ke 10 kalinya aku mengatakan kata maaf, tapi dia masih tetap saja menyindirku.

“Yaa sudahh sampai jumpa besok Haniie~ salam untuk Joonmyunnie oppa ya~” ucapnya sambil melambai kearahku dan memasang senyuman sok imut yang biasa ia lakukan dihadapan Joonmyun oppa.

“Iyaaa sampai jumpa~” aku membalas lambaian tangannya dan tersenyum paksa.

Isshh.. dasar yeoja cerewet. Telingaku ini sudah panas mendengar ocehannya sepanjang perjalanan pulang tadi. Bayangkan saja perjalanan pulang dari sekolah sampai kerumahku itu sekitar 45 menit dan selama itu pula dia terus menyalahkanku karna membuatnya menunggu lama tadi. Andai saja waktu 45 menit itu ditambah 5 menit lagi kurasa telingaku sudah habis terbakar.

Park Young Ra dia adalah sahabatku sejak kecil bukan tapi sejak kami masih dalam kandungan. Orang tua kami adalah sahabat baik saat masih dibangku kuliah, dan mereka masih berhubungan baik hingga saat ini. Jadi tidak salah jika aku dan dia bisa bersahabat baik seperti sekarang ini. Sebenarnya pribadiku dengannya itu benar-benar bertolak belakang, dia itu orang yang cerewet, penyuka anak kecil, suka berdandan, bergosip dan hal-hal lain yang menurutku benar-benar menyebalkan.

Sedangkan aku? Aku adalah tipe orang yang sedikit jutek dan hemat dengan suaraku. Bukan karna aku takut suaraku habis tapi aku hanya tidak suka membuang suaraku untuk membicarakan hal-hal yang menurutu tidak penting, selain itu aku tidak terlalu suka dengan anak kecil. Ya anak kecil hanya bisa menyusahkan apalagi mendengar suara mereka menangis benar-benar membuatku tidak tahan. Dan bergosip? Dandan? Yang itu apalagi katakan tidak pada itu semua.

Sudah llihat kan? Aku dan Young ra benar-benar pribadi yang bertolak belakang. Tapi bukan berarti aku dan dia tidak bisa akur. Walaupun kami sering bertengkar dan berbeda pendapat tapi itulah yang membuat persahabatan kami bertahan dan yang membuatnya bereda dari yang lainnya. Bukankah kebayakan orang bersahabat karna memiliki persamaan hobby, kesukaan, sifat atau yang lainnya, tapi berbeda dengan kami, kami bersahabat karna kami saling mengisi atas apa yang tidak kami milliki. Seperti ini misalnya, karna aku tidak terlalu suka bicara jadi sedikit membuat orang disekitarku akan merasa canggung berada didekatku tapi karna aku memiliki Young ra yang selalu bersamaku dia akan menjadi pencair suasana dan membuat suasana menjadi menyenangkan. Seperti itulah kira-kira, yang jelas aku dan Young ra adalah sahabat yang saling mengisi satu sama lain dan akan bersahabat selamanya sepanjang masa sampai maut memisahkan. Aissh.. apa-apaan aku ini?

Melihatnya sudah hilang dibalik tembok rumahnya yang hanya berjarak 3 rumah dari rumahku, aku pun masuk kedalam rumah. Lelah letih dan sakit masih terasa ditelingaku, suara melengking 7 okraf milik Young ra yang kurasa ia pelajari dari teman kami Jong dae seakan masih terngiang jelas dan membuatku merasa benar-benar terganggu.

Aku masuk dengan langkah gontai. Setelah membuka kunci pengaman aku pun  membuka pintu dan berjalan masuk dengan lemasnya.

“Aku pulang~” salamku seperti biasa tapi yang membuat berbeda adalah tampangku yang kusut tidak karuan

“Selamat datang Hanie~ Wah keliatannya kau lelah sekali sampai wajahmu lesu seperti itu”  sambut namja yang kusebut oppa itu dengan senyum angelnya yang sangat mempesona.

“Ne aku lelah sekali hari ini oppa. Hari ini disekolah banyak sekali ada kejadian aneh.. ditambah dengan pelajaran Kyuhyun dan Heechul seonsaengnim yang seperti biasa selalu membosankan serta menenggangkan. Oppa tau kan mereka adalah duo evil disekolahku. Dan aku mendapat paket plus-plus karna mendapat ocehan maut milik Young ra sepanjang perjalanan pulang. Oppa tau seberapa lelahnya menjalani hidupku ini?” jawabku malas dengan tampang datar sambil menuangkan air dingin kedalam gelas lalu menghabiskannya dengan satu tarikan nafas.

“Hahaha.. kau ini bisa saja ya Hanie” Joonmyun oppa mengacak-acak rambutku sambil tertawa seakan menganggap keluhanku itu seperti lelucon.

“Ya! Oppa ! aku serius. Kenapa kau malah menertawaiku” aku mempoutkan bibirku. Itulah yang biasa aku lakukan jika orang menganggap omonganku main-main atau mengacuhkanku saat bicara.

“Ah mianhae Hanie. Oppa bukan bermaksud menertawaimu tapi hanya lucu melihat tampangmu yang kusut seperti itu. Tidak baik jika seorang gadis sepertimu memasang tampang seperti itu, bagaimana kalau semua namja menjadi ilfeel padamu? Kau bisa jadi perawan tua. Hahaha”

“YAAA!! JOONMYUN OPPA!”

“Hahaha. Ne ne arraseo. Baiklah memangnya ada kejadian aneh apa disekolahmu sampai membuatmu kehilangan semangatmu seperti ini hah?” kali ini dia bertanya serius dengan suaranya yang lembut sambil mengelus lembut puncak kepalaku.

“Jadi tadi saat pelajaran Kyuhyun seonsaengnim berlangsung… tiba-tiba terjadi sebuah ledakan dihalaman sekolahku dan setelah itu terjadi gempa singkat disekolah mungkin itu karna ledakan tersebut. Tapi anehnya setelah diselidiki tidak ada tanda-tanda ledakan sama sekali disekolah, padahal suara ledakan cukup besar tapi kenapa bisa tidak ada bekas sama sekali. Itu benar-benar aneh kan? Memang polisi sudah menyelidiki dan tidak ditemukan petunjuk apapun tapi aku merasa janggal jika kejadian ini diangggap selesai begitu saja” jelasku dengan duduk bersebelahan dengan Joonmyun oppa dimeja makan.

“Ledakan? Gempa? Apa iya? Kenapa hanya terjadi disekolahmu. Kalau ledakan tidak masalah, tapi kalau gempa bukankah biasanya terjadi dalam satu wilayah.. dan jarak sekolahmu dengan rumah kita tidak terlalu jauh serta berada dalam satu wilayah, tidak apa-apa jika hanya terjadi gempa kecil tapi kalau memang sangat terasa seharusnya aku yang dirumah setidaknya bisa merasakannya walau hanya getaran kecil kan”

“Oke mungkin terlalu jauh jika membandingkannya dengan rumah kita. Bagaimana dengan penduduk disekitar sekolahmu? Apa mereka juga merasakan gempa atau mendengar ledakan itu?

“Kurasa tidak, hanya disekolahku saja oppa. Ini sangat aneh, karna mereka sama sekali tidak panik atau berkomentar tentang masalah itu, ,mungkin jika ada yang merasakan mereka hanya beranggapan kalau itu hanya getaran kecil atau bahkan tidak menyadari bahwa itu gempa, karna saat polisi datang kesekolahku banyak warga yang malah bertanya dan terkejut”

“Ohh jjinjayeo?? Kalau begitu ini benar-benar aneh. Ledakan tanpa bekas yang menyebabkan gempa yang hanya terjadi sekolahmu. Itu mustahilkan padahal bersebelahan tapi yang disebelah malah tidak merasa sama sekali. Tsk! Oppa juga bingung sekarang” Joonmyun oppa memijat-mijat dahinya. Sepertinya dia ikut pusing memikirkan masalah ledakan dan gempa itu.

“Tapi oppa anehnya sebelum ledakan dan gempa itu terjadi aku melihat seklibat cahaya putih yang melintas kearah halaman sekolah. Apa mungkin karna cahaya putih itu?” aku membenarkan posisi dudukku dan mendekatkan kursiku dengan kursi Joonmyun oppa. Pembicaraan kami rasanya semakin serius.

“Cahaya putih? Mungkin saja, memangnya seperti apa cahaya itu? Apa dicahaya tersebut kau melihat sesuatu yang kira-kira bisa menyebabkan ledakan?” Ekspresi wajah namja berkulit putih itu berubah antusias.

“Umhh.. sepertinya tidak atau lebih tepatnya aku tidak tau. Karna saat aku melihat cahaya putih itu aku malah menutup mata karna silau tapi saat aku buka mata cahayanya sudah menghilang dan beberapa detiknya ledakan tersebut terjadi”

“Hmm jadi begitu. Apa mungkin..?” raut wajahnya berubah serius sambil mengangguk-ngangguk memegang dagunya layaknya seorang detektif berpikir.

“Apanya yang mungkin oppa? Apa oppa mendapatkan sesuatu?” aku mendekatkan wajahku ke wajah oppaku

“Hanie, apa mungkin ini ulah dari..” raut wajahnya seakan dibuat menakutkan, dia memegang bahuku dan menatap kemataku tajam.

“A..a..apa maksudnya? Ulah dari siapa? Kenapa oppa tiba-tiba seperti ini?”

“Mungkinkah.. ini ulah ALIEN!” dia berkata dengan menekankan suaranya pada kata ALIEN.

“APA?? ALIEN?” seketika aku membulatkan mataku. Apa maksudnya? Alien? Oppa pikir aku ini anak kecil bodoh yang percaya dengan mahluk yang disebut-sebut alien itu. Aku pikir dia benar-benar mendapatkan suatu pemecahan dari penjelasanku tadi ternyata dia masih saja menganggap ini sebagai lelucon=_=

“OPPA! KAU PIKIR INI LELUCON! MANA MUNGKIN ADA ALIEN! AISSH..” aku berteriak tepat di depan wajahnya. Aku melepaskan tangannya dari bahuku, aku berbalik lalu melipat tanganku didada. Apa-apaan oppa ini, Alien? Kurasa dia yang alien. Alien bodoh yang bisanya hanya membuatku kesal.

“Hahaha.. lihat ekspresi wajahmu tadi. Benar-benar sangat lucu. Hahaha.. aku yakin kalau kau melihat wajahmu sendiri kau pasti akan tertawa terbahak-bahak Hanie’ah. Hahaha” dia tertawa terbahak sambil memegang perutnya. Bahkan dia sampai memukul-mukul meja dan menghentakan kakinya kelantai dan aku tau kalau Joonmyun oppa sudah tertawa hingga seperti itu berarti apa yang dia tertawakan memang sangat lucu.

Ya kurasa memang sangat lucu, aku bahkan merasa diriku sendiri ini sangat menggelikan dan mungkin jika aku menjadi dirinya aku juga akan tertawa seperti Joonmyun oppa. Bodohnya kenapa aku bisa terjebak oleh tipuan kakakku itu. Padahal ini sudah sering terjadi tapi kenapa aku selalu jatuh kelubang yang sama.

2 menit berlalu dan dia masih menertawaiku sedangkan aku masih membelakanginya sambil mempoutkan bibirku.

“Oppa~ berhentilah menertawaiku!”

“Haha..Ha.. ma..maafkan aku..aku tidak bisa me..menahannya Hanie..Hahahaha” dia bicara dengan nafas yang terengah sepertinya dia kehabisan nafas setelah tertawa selama itu.

CEKLEK

Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Sepertinya ada yang datang.

“Hana~Joonmyun~ apa kalian dirumah?”

Hah itu pasti eomma dan appa. Akan kuadukan si alien yang mengerjaiku ini

“Eomma~” aku bangkit dari tempat dudukku dan berlari kearah sosok wanita yang biasa kupanggil eomma itu. Diikuti oleh Joonmyun oppa yang juga beranjak dari tempat duduknya mengikutiku menghampiri eomma. Dia berjalan dan masih menertawaiku.

Sosok wanita berambut panjang dengan senyumnya yang selalu membuatku merasa hangat saat melihatnya..Aku berlari sambil memrentangkan tanganku, pertanda bahwa aku ingin memeluknya dan dia menyambutku dengan pelukan hangatnya.

“Hana kau sudah pulang? Kenapa masih memakai pakaian sekolah?” Tanya eomma sambil mengelus-ngelus rambutku.

“Dan kau Joonmyun, apa yang kau tertawakan? Kenapa sampai seperti itu?” eomma memasang wajah heran. Mungkin eomma jarang melihat oppa seperti itu karna Joonmyun oppa itu terkenal dengan wajah politenya yang mempesona, dia lebih sering tertawa saat bersamaku, tentu saja itu karna apa yang membuatnya tertawa adalah diriku yang  berhasil dikerjainya.

“Tidak eomma bukan apa-apa” wajahnya seakan menahan tawanya yang sepertinya belum selesai.

“Eomma, appa! Tadi Joonmyun oppa mengerjaiku dan sekarang dia menertawaiku” kataku manja sambil menunjuk kearah kakakku.

“A..a.apa? Hahahahaha”

Hah? Dia tertawa LAGI? Aissh.. kapan dia akan selesai? Menyebalkan!

“Tuhkan! Lihat itu eomma.. appa… Dia menertawaiku lagi”

“Joonmyun hentikan, jangan menertawai adikmu seperti itu” ucap sosok yang biasa ku panggil appa itu sambil tetap membaca koran harian yang baru ia beli tadi saat belanja dengan eomma.

“Iya Joonmyun jangan menertawai adikmu” ucap eomma sambil melepaskan pelukannya dariku kemudian membawa belanjaannya kedapur dan siap memasaknya.

“Eomma~ Appa~ hentikan dia” rasanya seperti ingin menagis ditertawai habis-habisan seperti itu. Aku tidak tahan melihatnya.

Seakan merasa lelah dan sadar kalau aku sudah benar-benar marah dia tertawai. Dia pun menghentikannya lalu berjalan menghampiriku dan kemudian memelukku.

“Aissh.. oppa apa yang kau lakukan. Lepaskan!” aku memberontak. Sebenarnya aku paling senang jika sudah dipeluk oleh oppaku. Sejak kecil pelukan yang paling aku inginkan setelah pelukan ibukku adalah pelukan oppaku, sangat hangat dan nyaman. Bebanku seakan hilang saat dipeluknya.

Perlakuan lembutnya seperti inilah yang sangat kusukai dari kakakku. Dia selalu memperlakukanku dengan lembut dan selalu memanjakkanku. Mungkin karna aku satu-satunya adik yang dia miliki, apapun yang aku minta jika dia bisa pasti dia berikan, jika aku butuh bantuan dia selalu berusaha membantuku, jika aku menangis dia yang mengusap air mataku, jika aku senang senyumannya senantiasa dia tunjukkan untukku. Pokoknya dia adalah kakak terbaik yang ada diseluruh dunia, aku yakin aku adalah adik yang paling beruntung karna memiliki kakak seperti dia. Bahkan karna tampangnya yang sangat tampan dan pribadinya yang ramah banyak membuat para gadis jatuh hati padanya. Begitu juga dengan teman-teman disekolahku yang salah satunya adalah sahabatku sendiri.

Tetapi sama seperti kakak beradik lainnya, kami terkadang juga sangat sering bertengkar bahkan hanya karna hal sepele. Dia sangat sering mengerjaiku terkadang bisa lebih parah dari ini. Dan jika keevilannya sudah muncul aku bisa sangat tidak menyukainya, seperti yang terjadi saat ini karna suasana hatiku masih kesal aku jadi tidak menyukai pelukkannya.

“Yaa… Kau bilang kau sangat suka aku peluk. Jadi diamlah.. aku tau kau kesal dan marah tapi kumohon jangan menolak pelukanku. Baiklah aku minta maaf atas perbuatanku tadi, sebenarnya aku tidak bermaksud mengerjaimu.. tapi ditengah-tengah pembicaraan kita tadi seketika terpikirkan semua rencana untuk mengerjaimu. Jadi ini bukan salahku tapi salahkan rencana yang tiba-tiba aku pikirkan itu” dia mengelus lembut rambutku dan aku sungguh menyukainya.

“Yaa oppa” aku mencubit perutnya sambil tertawa kecil.

“Appo Hanie’ya! Hehe.. bagaimana? Sekarang kau sudah memafaatkan aku kan? Iya kan?”

“Umhh.. bagaimana ya? Oppa sudah keterlaluan jadi kurasa aku tidak akan semudah itu memaafkan oppa” aku melepas tubuhku dari pelukkannya lalu berbalik melipat tanganku didada sambil berpura-pura marah padanya.

“Ya ya ya.. Kim Hana. Janganlah seperti itu, aku tau kau bukan tipe orang seperti itu. Lagi pula kau mana bisa marah pada oppamu yang tampan ini”

“Mwo? Fakta apa itu? Oppa tampan? Iya kalau dilihat dari ujung menara namsan” aku mencibir kearah namja yang kepedean itu.

“Hihi.. lihat kan.. aku tau bagaimana dirimu Hanie, sudah.. tidak usah sok akting didepanku aku tau kau sudah tidak marah padaku” dia mengelus rambutku lembut sambil menunjukkan senyuman mautnya.

“Tidak! Dugaan oppa salah! Aku masih marah”

Tidak! Aku tidak akan secepat itu menyerah. Aku juga mau balas mengerjainya. Dia harus bersusah payah untuk dapat maaf dariku.

“Baiklah baiklah, kalau seperti ini caranya harus pakai rencana B”

Re..rencana B? apa maksudnya?

“TADAAA~ Lihat ini! Kau pasti sangat menginginkan ini”

MWO!! I..ITU FOTO WU FAN OPPA T..TO..TOPLESS!! ASTAGA ORANG INI MEMANG TAU BAGAIMANA MEMBUATKU LULUH! KALAU SEPERTI INI MANA MUNGKIN AKU TIDAK TERGODA=_=

“Yaa Hanie kau pasti goyah kan sekarang. Sudah ayo cepat putuskan mau maafkan oppamu ini atau tidak? Kalau mau ini untukmu tapi kalau tidak yaa sayang sekali” dia mengibas-ngibas foto itu seperti kipas. Aku melirik appa yang masih sibuk membaca koran disofa, aku takut kalau appa melihat foto itu. Habislah aku, bisa-bisa dilarang bertemu Wu fan oppa karna dianggap menyeleweng.

“Ba..baiklah oppa, kau aku maafkan” jawabku pelan sambil menunduk.

Aku malu pada diriku sendiri kenapa goyah hanya dengan foto namja topless. Tidak! Wu fan oppa bukan sekedar namja bagiku, dia sudah seperti malaikat tak bersayap yang selalu mengusik pikiranku, karna aku sangat menyukainya.

[End Hana Pov]

*****

“Haaaah~ lelah sekali rasanya. Sudah dapat kejadian aneh disekolah, diomeli Young ra habis-habisan dan ditambah lagi dikerjai Joonmyun oppa. Huh.. hidup ini memang berat ya?” Hana menjatuhkan tubuhnya ketempat tidur, dia bicara sambil memandang langit-langit kamarnya.

“Haha.. tapi setidaknya aku dapat satu keberuntungan hari ini. Jreng jreng~ ini dia foto Wu fan oppa TOPLESS! Huaaaaa~ Lihat dia tampan sekali kan” Hana bangun dan duduk di atas tempat tidur setelah mengambil foto itu dari sakunya, lalu dia memandangi foto itu sambil senyum-senyum sendiri.

Aissh.. kenapa ada namja setampan dia didunia ini. Dia begitu sempurna, wajah tampannya, tubuh indahnya, suara bassnya, dan otaknya yang pintar. Dia benar-benar membuatku jatuh hati.Ahhhh!! liat tubuhnya yang menawan dan indah itu, teman-temanku pasti iri jika mereka tau aku punya foto ini hihihi

“Eitss tunggu dulu. Kenapa aku jadi se pervert ini=_=?”

“Ahh ini karna Joonmyun oppa yang menunjukkan foto seperti ini padaku. Tapi gawat kalau sampai ketauan orang lain selain Young ra dan Joonmyun oppa kalau aku mempunyai foto seperti ini. Aku harus menyimpannya baik-baik”

Hana beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju meja belajar didekat jendela kamarnya, dia buka laci kedua dari meja itu, dan benar saja ada sebuah amplop disana dan diamplop itulah dia menyimpan foto-foto Wu fan namja yang dia kagumi. Tapi tidak sebodoh itu, di amplop tersebut dia juga menyelipkan beberapa hasil ulangan hariannya, agar saat orang lain mengambilnya barang yang pertama mereka lihat adalah hasil ulangannya.

“Ini dia.. kau akan bertemu dengan koleksi foto-foto Wu fan oppa yang lain. Kau foto ke 23” dia seakan bicara dengan foto tersebut.

“Andai saja aku punya sebuah kotak dengan pengaman untuk menyimpan ini, pasti akan le—“

AHH IYA! Dasar Hana pabo! Kotaknya~

Hana menaruh amplop itu ditempat semula lalu menutup kembali lacinya kemudian mengambil tasnya lalu mengeluarkan kotak misterius yang dia temukan disekolah tadi siang.

“Karna Joonmyun oppa aku jadi lupa dengan kotak misterius ini” Hana duduk dimeja belajarnya dan meletakkan kotak tersebut didepannya. Dipandanginya kotak itu menerawang kira-kira dari mana datangnya dan apa yang ada didalamnnya.

“Sebenarnya ini kotak apa? Misterius sekali” Hana menopang dagunya sambil terus memandangi kotak tersebut.

“The 12 olympians. Hermes division..Kai..”

“Apa artinya? Apa ini nama pemiliknya?”

“Cahaya putih? Mungkin saja, memangnya seperti apa cahaya itu? Apa dicahaya tersebut kau melihat sesuatu yang kira-kira bisa menyebabkan ledakan?”

“Benar juga, apa jangan-jangan kotak ini penyebab ledakan itu?”

“Cahaya itu datang dari arah barat menuju halaman tengah sebelah gedung kelasku. Kalau dipikir-pikir jika cahaya itu membawa sesuatu saat jatuh mungkin saja tempat jatuhnya adalah tempat ditemukannya kotak aneh ini” Yeoja tomboy itu menyimpulkan pemikirannya sambil mengangguk-ngangguk dengan tetap memandang kotak dihadapannya.

Tapi apa iya? Apa mungkin kotak sekecil ini bisa menyebakan ledakan?

“AHH!! Semakin membingungkan!” Hana mengacak-acak rambutnya kasar. Gadis ini benar-benar dibuat stress oleh kejadian siang itu.

“Baiklah, yang aku butuhkan sekarang adalah mencari kunci dari kotak ini. Jika benar kotak ini jatuh bersama cahaya itu tidak kecil kemungkinan kalau kunci kotak ini juga jatuh dihalaman sekolah, mungkin terpental beberapa meter dari tempat jatuhnya kotak ini. Kalau sudah kubuka mungkin didalam kotak ini aku bisa menemukan petunjuk”

“HANA~ AYO CEPAT TURUN. MAKAN MALAMNYA SUDAH SIAP”

“Iya eomma~” Hana beranjak dan bergegas turun kebawah untuk makan malam bersama keluarganya. Dia tinggalkan kotak misterius itu dikamarnya. Tepat setelah pintu kamar ditutup kotak aneh itu seperti bergeser dari tempat semula, dan seketika kotak itu mengeluarkan cahaya putih, cahaya yang sama yang dilihat Hana sesaat sebelum ledakan itu.

****

“Annyeong~ selamat pagi semuanya~ selamat pagi bibi selamat pagi paman selamat pagi Joonmyunnie oppa dan selamat pagi Ha—“

“Eh? Dimana Hanie? Dia belum turun?” Tanya Young ra pada keluarga Kim yang sedang bersantai pagi itu. Bahkan tidak ada satu pun dari mereka yang sudah siap pergi kekantor dan lagi Joonmyunnie oppa yang biasanya sangat rajin pagi itu juga belum bersiap kekampus.

“Tentu saja belum Young ra, ini masih jam 6 pagi mana mungkin dia sudah bangun. Lagi pula apa kau salah minum obat? kenapa sepagi ini sudah jemput Hanie?” Tanya Joonmyun heran sambil memakan camilan dan menggendong handuk dibahunya. Sepertinya dia baru akan mandi.

[Young ra Pov]

Hah? Dia bilang apa? Jam.. jam 6 pagi?

Kulirik jam tangan silver yang melingkar manis dipergelangan tangan kiriku, dan benar saja mataku membulat sempurna melihat jam berapa sekarang. Jam 5.50 !

“MWO? J..JAM 5.50?? KENAPA BARU JAM SEGINI?? BUKANKAH TADI SUDAH JAM SETENGAH 7. AISH.. AKU PASTI SALAH LIAT JAM” Aku berteriak di kediaman keluarga kim pagi itu. Dan sepertinya itu membuat monster tidur dirumah itu terbangun.

“PARK YOUNG RA!! KAU MAU MATI YA!!”

Aduh bodoh! Kenapa aku berteriak sekeras itu. Hana kan paling tidak suka jika ada yang membangunkannya saat dia tidur. Dia selalu tau kapan dia harus bangun dan kapan dia harus tetap tidur. Dia itu seakan bisa mengetahui situasi diluar walaupun matanya terpejam. Dan jelas disituasi saat ini bukan keinginannya untuk bangun dari tidurnya dan itu berarti..

JEDERR

“YA PARK YOUNG RA! KAU BERANI MENGUSIK TIDURKU HAH?” Hana keluar dari kamarnya dengan penampilan kusut yang acak-acakan. Dia memang gadis tomboy, setiap gadis pasti tidak akan berani keluar kamar dengan keadaan seperti itu tapi dia.. berbeda

“Hey tenanglah Hanie bukankah ini sudah jam 6 sudah waktunya bangun kan”

“TIDAK! JADWAL BANGUN PAGIKU ITU JAM 6.15! KAU TAU KAN KALAU AKU SUDAH BANGUN AKU AKAN SUSAH TIDUR LAGI. DAN KALAU JAM TIDURKU KURANG, WALAU ITU HANYA 1 MENIT ITU AKAN MENGURANGI KEMAMPUAN BERPIKIRKU 40%!” Gadis berpenampilan menyedihkan itu berkacak pinggang di ujung tangga atas.

“Hey kau pikir kau L tokoh anime Death Note yang akan kehilangan kemampuan berpikir 40% jika tidak duduk dengan dua kaki naik kekursi?=_=”

“HEH.. siapa yang mengijinkanmu berkomentar? Aku belum selesai memarahimu tau” sekarang dia mulai menuruni tangga.

Orangtua Hana hanya tertawa geli melihat tingkah kami berdua. Ya mereka sudah biasa melihat kami bertengkar.

“Hana~ sudahlah jangan salahkan Young ra. Dia juga tidak sadar kan datang jam segini. Lagi pula apa salahnya kalau bangun 15 menit lebih awal”

“Tuhkan! Eommamu saja membelaku. Lagi pula anggap saja ini bayaran atas kesalahanmu kemarin”

“Hey hey hey lagi-lagi kau menyinggung soal itu. Sampai kapan kau akan terus meyalahkanku hah?”

“Ya Hanie.. jangan mendekat kau belum mandi”

“Lalu kenapa kalau belum mandi?” Hana semakin mendekatkan wajahnya padaku

“Ha..Hanie~ berhenti disitu. Jangan mende—“

“Eh?” tiba-tiba tindakannya terhenti karna ada yang menutup wajahnya dengan sebuah handuk berwarna ungu dan aku tau itu handuk siapa

“Oppa!!!!”

“Berhentilah menyalahkan Young ra. Mandi sana! Apa kau tidak malu pada sahabatmu, lihat dia sudah rapi dan manis. Tapi lihat dirimu, Tsk.. menyedihkan. Bagaimana kau bisa punya pacar kalau seperti itu”

DEG

Apa? Dia bilang aku manis? Waah~ senangnya~

“Ahh diam kau oppa. Tidak ada urusannya denganmu. Dan kau Park—“

“Woaah~ oppa kau bilang aku manis?? Aigoo aku senang sekali mendengarnya” aku berlari menghampiri namja yang memiliki senyum angel itu kemeja makan tempatnya duduk dan sekarang aku duduk disampingnya sambil merangkul tangannya.

“Jadi kau senang? Kalau begitu aku juga senang kalau kau senang”

DEG

Selalu..selalu seperti ini, senyumannya inilah yang membuatku tidak berdaya saat melihatnya.

“Aishh.. kalian berdua sangat cocok. Dua orang yang selalu membuatku kesal” Hana berteriak sambil berjalan menuju kamar mandi didekat dapurnya.

“Tapi..juga sangat berarti untukku..” bisik Hana dalam hati.

Kulihat Hana berjalan menuju kamar mandi, sambil bergumam. Entah apa yang dia bilang yang jelas dia sedang bicara tentang aku dan Joonmyun oppa. Dan jangan heran juga jika aku bersikap manja pada Joonmyun oppa didepan orangtuanya, karna sejak kecil aku sudah menyukainya dan orangtua kami, Hana, termasuk Joonmyun oppa juga sudah mengetahui tentang perasaanku itu. Tapi sampai saat ini dia masih belum menerimaku.

[End Young ra Pov]

*****

“Ada dimana? Kenapa tidak ada yaa? Argghh” Hana mengellingi halaman tengah sekolahnya untuk mencari kunci dari kotak aneh yang sejak kemarin membuatnya gelisah. Masih belum menyerah dan masih menelusuri setiap sudut halaman berukuran cukup luas itu. Yeoja itu bahkan sampai memeriksa setiap semak-semak disekitar halaman tersebut.

“AISH! KENAPA TIDAK ADA” Hana mengacak-acak rambutnya frustasi, sepertinya dia sudah kehabisan kesabarannya. Sejak pulang sekolah pukul 2 siang hingga senja seperti ini dia belum mendapatkan hasil apapun.

 

Seharusnya aku beritahu Young ra soal kotak aneh itu dan minta bantuannya untuk mencari kuncinya, dengan begitu pasti jadi lebih mudah

“Tidak! Kalau aku beritahu dia.. pasti akan jadi kacau, dia itu kan orangnya tidak bisa menjaga omongannya. Bisa-bisa satu sekolah tau. Baiklah aku tidak boleh menyerah! Hana semangat!” dia bicara dan memberi semangat pada dirinya sendiri.

“AHHHH! Tapi aku lelah sekali. Bagaimana bisa aku tidak mendapatkannya? Padahal aku sudah membuat perhitungan untuk tempat jatuhnya kunci itu, tapi kenapa meleset” Hana kembali mencorat-coret buku yang ia gunakan untuk membuat perhitungan kira-kira dimana letak jatuhnya kunci itu. Hana memang terkenal sebagai siswi yang pintar disekolahnya khususnya dalam pelajaran ilmiah dan sangat jeli melakukan perhitungan. Ya orang bilang dia calon profesor. Banyak yang tidak percaya kalau dia sangat pintar, itu karna penampilannya yang acak-acak kan dan tomboy. Itu juga karna dia tidak terlalu suka menunjukkan bakatnya dihadapan orang lain selain orang terdekatnya.

45 menit kemudian..

“AHHHH! Baiklah aku menyerah! Aku sudah mencari hampir 4 jam. Dan hasilnya NOL!! Aku tidak mendapatkan apapun” Hana duduk ditengah halaman dia arahkan pandangannya ke sekelilingnya.

“Sepi..” ucap Hana berbisik

Tumben sekali baru jam 6 sore tapi sekolah sudah sesepi ini, biasanya ada saja siswa yang masih tinggal untuk kerja kelompok atau meminjam ruang olahraga untuk latihan. Tapi sore itu sepi sekali, bahkan angin pun seakan membisu. Angin berhembus lembut sore itu ditambah pancaran sinar matahari sore yang seakan menyorot wajah lelah gadis frustasi itu ditengah halaman sekolah yang kosong.

SREK SREK

Hana terkejut.. dipalingkan lagi pandangannya menerawang ke alam sekitarnya.

“Suara apa itu? Bukankah tidak ada orang disekolah?”

PUK

Merasa ada yang menyentuh pundaknya, Hana membulatkan matanya, nafasnya tercekat, dan dengan ragu dia berbalik lalu memejamkan matanya takut jika yang menyentuh pundaknya adalah orang jahat atau malah mahluk gaib.

“Siapa kau!” Yeoja itu berteriak setelah berbalik dengan tangan menunjuk kedepan tapi tetap menutup matanya.

“Agasshi? Kau kenapa?”

Mwo? Suaranya tidak seperti orang jahat

Perlahan Hana membuka matanya setelah yakin jika orang dihadapannya bukanlah orang yang jahat atau mahluk gaib seperti yang ia pikirkan.

“A..ahjuma? Huh syukurlah aku kira kau orang jahat atau setan” Hana menghela nafas panjang. Ternyata orang itu hanyalah ahjumma cleaning servis disekolahnya.

“Agasshi? Apa yang kau lakukan disini? Sudah sesore ini kenapa kau belum pulang?”

“Ahh itu.. aku sedang mencari kunci..uhmm..Aaa iya, kunci lemari kamarku. Sepertinya aku menjatuhkannya disekitar sini saat berlari kekelas kemarin”

“Ohh jadi kau pemilik kunci itu?”

A..Apa? Dia bilang apa? Apa dia tau soal kunci yang kucari?

“Pemilik kunci? Apa maksud ahjumma?”

“Tadi pagi saat aku menyapu halaman ini aku menemukan sebuah kunci, awalnya ingin aku berikan keguru piket agar diumumkan keseluruh warga sekolah mungkin kunci itu milik guru atau siswa disini, tapi sepertinya karna sudah semakin tua aku jadi pikun hehe” ucap wanita paruh baya itu sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

“Be..benarkah? Bisa aku lihat kuncinya ahjumma? Mungkin itu milikku”

“Tentu saja, tunggu sebentar ya” wanita itu memasukkan tangannya kesaku celannya seperti mengambil sesuatu.

“Ini kuncinya agasshi. Apa kunci ini milikmu?”

“Sebentar biar aku lihat dulu” Hana mengambil kunci yang diserahkan oleh wanita berpakaian sederhana itu. Dia perhatikan kunci itu dengan seksama.

Apa iya ini kuncinya? Aku kan tidak tau bagaimana bentuk kuncinya kecuali aku mencobanya pada kotak itu. Tapi mana mungkin aku mencobanya disini aku bisa ketahuan bohong

“Waahh benar! Ini kunci lemariku. Gamsahamnida ahjumma~ sekarang aku tidak akan dimarahi eomma karna kuncinya sudah ketemu. Jeongmal gamsahamnida”

“Ahhh iya sama-sama agasshi, syukurlah kalau itu benar milikmu. Lain kali jangan sampai jatuh lagi ya”

“Iya ahjumma, lain kali aku akan lebih berhati-hati” Hana tersenyum sambil membuat v sign ditangannya.

*****

“Apa benar ini kuncinya? Ahh.. Yang penting aku coba dulu”

Hana menelusuri jalan pulangnya sambil memandangi kunci yang baru dia dapatkan dari ahjumma disekolahnya. Dia bolak-balikkan kunci itu sambil terus menerawang apa yang akan terjadi setelah dia membuka kotak aneh tersebut. Saat sedang asik membayangkan hal-hal indah yang ia impikan saat membuka kotak aneh tersebut..

BUK

“Aduuh! Hey hati-hati kalau jalan. Tidak punya mata apa!” Hana meneriaki namja yang menabraknya.

Tapi pemuda itu bukannya meminta maaf setelah menabrak gadis itu dia malah berlari tanpa basa-basi.

“Sudah menabrak orang tidak minta maaf lagi. Apa jaman sekarang sopan santun sudah mulai menghilang. Untung suasana hatiku sedang baik kalau tidak sudah kukejar dan kuhajar dia” Hana bergumam sambil memijat-mijat lengannya yang tersenggol cukup keras.

“Eh? KUNCINYA MANA???” sadar kuncinya sudah tidak dipegangnya lagi gadis itu panik dan menjadi rusuh.

“Adduhh!! Masak hilang lagi~~” gadis itu berteriak dengan paniknya sambil melihat kebawah mencari jika kunci itu terjatuh.

“Kau mencari ini?”

DEG

[Hana Pov]

Aku terpaku melihat siapa yang ada dihadapanku sekarang, dan mendengar suara bass dengan aksen mandarin itu adalah alunan musik surga yang selalu aku rindukan.

“Wu fan oppa?”

“Kau mencari ini kan?”

“A..Iya gomawo oppa~ Syukurlah kunci ini ketemu”

“Sudah dicari setengah mati kalau sampai hilang hanya karna bocah tadi.. aku pasti akan bunuh diri” aku bergumam sambil mengelus-elus kunci itu dipipiku.

“Sepertinya kunci itu sangat penting. Memangnya itu kunci apa?”

“I..ini kunci.. kunci brankas rahasiaku oppa hehe. Gawat kan kalau sampai hilang” aku memasang senyum semanis mungkin agar dia tidak curiga.

“Oh lain kali kau harus lebih hati-hati. Otte?” Namja jakung itu tersenyum sambil mengelus lembut puncak kepalaku.

DEG

Oh tuhan lihat dia, apa benar kalau dia itu manusia? Lihat senyum malaikatnya itu. Kurasa aku benar-benar sudah jatuh cinta padanya. Tangan besarnya mengelus rambutku.. aku sangat menyukainya

“Oiya kenapa kau masih memakai pakaian sekolah? Kau baru pulang?”

“I..itu sejak pulang sekolah aku kerja kelompok dirumah temanku. Dan baru selesai jam segini”

Upss.. kau berbohong lagi Kim Hana=_=

“Lalu oppa mau kemana jam segini?”

“Aku mau ketoko buku. Ada buku yang harus aku beli untuk referensi tugas kuliahku”

“Oh dengan Joonmyun oppa?” tanyaku memastikan

“Tidak.. kali ini tidak. Kami berbeda kelompok”

“Ohh syukurlah~”

“Kau bilang apa Hana?”

“Ah apa? Tidak bukan apa-apa. Baiklah oppa sepertinya sudah semakin malam aku harus segera pulang. Kalau tidak Joonmyun oppa pasti mengomeliku”

“Ah ne baiklah. Aku juga harus segera pergi, kalau begitu sampai jumpa. Hati-hati dijalan Ne?”

DEG

Lagi-lagi senyum itu. Kenapa dia menunjukkan senyum mautnya itu lagi disaat sudah akan berpisah. Kalau seperti ini bagaimana bisa aku pergi, aku ingin terus memandangi wajah tampan dan senyum manisnya itu.

*****

“Padahal tadi kesempatan emas bersama Wu fan oppa. Tapi aku malah buru-buru pulang” aku baru saja selesai membersihkan tubuhku yang bau keringat lalu makan malam yang hanya ditemani Joonmyun oppa. Seperti biasa kalau aku pulang lebih dari jam 7 malam aku pasti makan malam sendirian,  tapi karna semua orang  terdekatku  tau kalau aku tidak suka makan sendirian salah satu dari mereka pasti menemaniku, dan sekarang giliran Joonmyun oppa.

Setelah selesai mandi, lalu makan malam dan belajar akhirnya tiba waktunya untukku menyelesaikan apa yang sejak kemarin sudah menjadi beban pikiranku. Ya kotak misterius itu, aku akan menyelesaikannya sekarang. Kuambil kotakitu dari tas dan termasuk kuncinya.

“Ini dia saatnya show…. time… Kita lihat apa yang kau simpan didalam sini”

Secara perlahan aku mengarahkan kunci itu kelubang kunci dikotak tersebut, saat aku perhatikan diperjalanan pulang tadi aku yakin kalau ini benar kuncinya karna bentuknya sangat cocok. Dan benar saja saat kuputar kunci itu kekiri kotak itu..

TERBUKA!!

“Oke keep calm Hana. Tenanglah… dan buka…. Dengan… hati-hati”

“AAAKKHH!!”

[End Hana Pov]

Cahaya putih terpancar dari dalam kotak tersebut. Hana membuangnya karna terkejut. Cahaya putih yang sama yang dilihatnya saat siang dimulainya semua kejadian aneh. Cahaya itu sangat besar, tiba-tiba semua yang ada dikamar itu bergetar sama seperti saat terjadinya gempa waktu itu.

Gawat! Ada apa ini?

Hana membulatkan matanya sempurna, nafasnya tercekat melihat apa yang terjadi. Getarannya semakin kuat, tapi Hana rasa tak ada yang merasakan getaran ini dirumahnya. Sama seperti waktu itu.. hanya terjadi dikamarnya.

Tiba-tiba ada yang keluar dari dalam kotak itu. Dan setelah sesuatu itu keluar kotak itu kembali menutup seiring dengan hilangnya cahaya putih dan getaran hebat tadi.

Semuanya sudah kembali tenang seperti semula, walaupun kamar gadis itu jadi berantakan karna getaran yang terjadi. Oke.. lupakan masalah kamar,Hana.. gadis bernama panjang Kim Hana itu masih dalam posisinya. Setelah melihat apa yang keluar dari kotak itu, matanya yang membulat menjadi membulat semakin besar, nafasnya yang tercekat seakan terasa semakin sesak dan ditambah dengan tubuhnya yang gemetaran.

MWO?? APA DIA MANUSIA?? BAGAIMANA BISA SEORANG MANUSIA KELUAR DARI DALAM SEBUAH KOTAK SEKECIL ITU??? TIDAK INI PASTI HALUSINASI!

Hana mengusap-usap matanya, seakan tidak percaya akan apa yang dia lihat.

“Hey kau!”

APA DIA BICARA?? HUWAAAAA~ SIAPA ORANG INI?

“Hey kau yang disana!”

DEG

 

Dia tampan sekali.. Setelah diperhatikan ternyata dia begitu tampan, bibir tebalnya, kelopak matanya, Dan kulit gelap eksotisnya yang terlihat mencolok karna pakaian serba putih yang dia kenakan.. Kelihatan..sempurna..

“HEY KAU! KAU TIDAK DENGAR AKU MEMANGGILMU!” namja yang keluar dari kotak itu berusaha memanggil gadis yang terduduk didepannya yang masih sibuk berperang dengan pikirannya sendiri.

YAAA HANA PABO! APA YANG KAU PIKIRKAN. TAMPAN???? SATU-SATUNYA NAMJA TAMPAN DIDUNIA INI KAN HANYA WU FAN OPPA!

TUK

“Aaww! Ya appo!” Seketika Hana terbangun dari lamunannya setelah dilempari penghapus yang semula berada diatas meja belajarnya oleh namja yang sejak tadi menjadi objek pemikirannya.

“Itu karna kau tidak menanggapi panggilanku sejak tadi”

“Sii..siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa keluar dari kotak itu?”

“Aku? Kau bicara padaku?” namja tinggi itu bicara sambil menunjuk pada dirinya sendiri.

“Iya.. kau.. siapa lagi? memangnya ada orang lain selain kau dan aku disini?”

Dia bodoh atau apa=_=

“Huh akhirnya kau menanggapiku juga”

“Aku? Kalau kau bertanya kenapa aku bisa keluar dari kotak itu ceritanya terlalu panjang. Tapi kalau kau bertanya siapa aku, aku akan memperkenalkan diriku. Aku adalah malaikat anggota dari 12 divisi Olympus, yaitu dari divisi dewa Hermes namaku Kai”

“MWO?? Hahahaha.. apa yang kau katakan? Apa kau sakit jiwa. Mana ada hal seperti itu. 12 divisi Olympus? Memangnya kau para dewa yunani?”

“Bukan! Aku bukan dewa yunani tapi aku malaikat dari divisi mereka”

“Hey sudahlah jangan banyak berkhayal. Nanti kau dikira orang gila atau kau memang sudah gila? 12 dewa-dewi Olympus itu kan hanya mitologi. Kau pikir mereka benar-benar ada?”

“Ya jadi kau pikir aku ini pembual? Kau berkata seperti itu berarti kau meragukan kami para malaikat. Mana mungkin kami bekerja untuk mereka yang tidak nyata”

“Mwo? kau bilang kami? Jadi kau punya banyak teman untuk kau ajak menjadi orang aneh hah? Hahaha” Hana tertawa mendengar penjelasan namja yang menyebutkan bahwa namanya Kai. Semua penjelasan namja itu menurutnya sungguh tidak masuk akal.

“Jadi kau  benar-benar tidak percaya kalau aku adalah malaikat?”

“Tentu saja tidak! Kau pikir aku orang bodoh”

“Baiklah akan kutunjukkan padamu. Akan aku buat kau menarik semua kata-katamu barusan”

“Baiklah tunjukanlah” Hana melipat tangannya didada. Dia sungguh meremahkan namja dihadapannya sekarang.

Wajah namja itu berubah serius. Kai membentangkan tangannya dan menengadahkan kepalanya keatas. Tiba-tiba cahaya putih itu muncul lagi, dan kali ini muncul dari sela-sela tubuh namja berkulit gelap itu. Seketika mata Hana membulat(lagi) dia terkejut. Tubuh namja itu malayang kakinya sudah tidak menyentuh lantai kamarnya lagi.

MWO? Ada apa ini? Namja ini benar-benar serius

Dalam waktu 30 detik terlihat benda bewarna putih berbulu yang keluar dari punggung namja itu. Lama-kelamaan benda itu semakin panjang dan besar, beberapa bulunya berterbangan keseluruh penjuru ruangan. Indah.. indah sekali, bulu yang berterbangan itu menambah indah pemandangan yang kini ada dihadapan Hana.  Seakan seperti salju yang turun dimusim gugur, suasana menjadi hangat karna cahaya yang terpancar dari tubuh namja berpakaian serba putih itu, selain itu karna kamarnya yang gelap yang hanya diterangi dua buah lampu tidur dengan cahaya remang membuat cahaya putih itu terlihat lebih terang. Ditambah dengan cahaya bulan malam itu yang seakan menyorot indahnya pertunjukkan yang terjadi dikamar yeoja berumur 17thn tersebut.

Hana membungkam mulutnya sendiri, mulutnya sulit untuk berkata. Saking terkejutnya dengan apa yang ia lihat.

Pertunjukkannya sudah selesai dan kaki namja itu sudah kembali menyentuh lantai. Tapi ada sesuatu yang berbeda dari namja aneh yang keluar dari kotak misterius itu..

Sayap? Dia memiliki sayap??

“Kau sudah lihat kan? Bagaimana? Apa kau percaya sekarang? Masih mau menghinaku?” Kai bicara sambil tersenyum menang. Sepertinya dia tau bahwa Hana terkesima melihatnya saat ini.

“—-“

“Hey!” Kai melambai-lambaikan tangannya didepan wajah yeoja yang masih bungkam dengan mata membulat itu.

“—“

“Ya! Yeoja sombong!”

“Eh? I..iya apa?”

“Saking terpesonanya kau sampai seperti itu ya?”

“A..apa? Siapa yang terpesona? Enak saja” Hana salah tingkah, dia berusaha bersikap senatural mungkin agar tidak membuat Kai besar kepala.

“Ahh sudah jangan bohong~ aku tau kau terpesona melihat sayapku kan? Iya kan?”

“Sudah kubilang tidak ya tidak! Kau ini!”

“Manusia memang muna—“

“Hana~ apa kau belum tidur?”

Gawat Joonmyun oppa! Aigoo bagaimana ini? Dia sepertinya akan kesini

“Omo! Gawat! Cepat kau harus sembunyi. Kakakku akan kesini gawat kalau sampai dia melihatmu!” Hana panik mendorong tubuh Kai sambil berusaha mencari tempat sembunyi untuk namja bersayap itu.

Saat sedang sibuk mencoba-coba memasukkan kai kedalam tempat terselubung yang tersembunyi tiba-tiba..

CEKLEK

“Hanie? Apa yang sedang kau—Eh?” Joonmyun terhenti karna heran melihat tingkah adiknya yang clingak-clinguk kebingungan seperti mencari sesuatu.

“Oppa? Tidak oppa dia bukan siapa-siapa! Sungguh aku juga tidak tau dia siapa. Jadi jangan salah—“

“Ya ya ya kau bicara apa Hanie? Dia? Dia siapa maksudmu?” Dahi namja itu semakin mengkerut melihat tingkah adiknya yang tiba-tiba panik dan berbicara yang tidak ia mengerti.

“Hah? Apa? Dia oppa dia. Apa oppa tidak lihat?” Hana menunjuk Kai dengan telunjuknya kiri dan kanannya secara bergantian.

“Siapa? Oppa tidak lihat siapa-siapa selain dirimu disini” Joonmyun memencet saklar lampu yang menempel ditembok sebelah kiri tempat dia berdiri.

“Be..benarkah?” Hana melihat kearah kakaknya dan Kai secara bergantian.

“Hey Hanie, ada apa denganmu? Kau aneh sekali, sudahlah! lebih baik kau istirahat. Ini pasti karna kau kelelahan kau jadi berhalusinasi” Joonmyun menghampiri Hana lalu merangkul bahunya dan menuntunnya ke tempat tidur.

“O..oppa?”

“Sudah istirahatlah jangan banyak bicara” Joonmyun mengelus rambut adik kesayangannya itu dengan lembut. Lalu menaikkan selimut kemudian mengecup lembut kening Hana.

“Tapi Hanie? Kenapa kamarmu berantakkan?”

“I..itu karna.. tadi aku habis mencari penghapus yang hilang. Penghapus itu milik Young ra gawat  kan kalau sampai hilang, aku bisa kena semprot omelannya lagi”

“Ohh~ lalu bagaimana? apa sudah ketemu?”

“Su..sudah oppa, ternyata jatuh kekolong tempat tidur. Hehe”

“Baguslah kalau begitu, lain kali kau harus berhati-hati membawa sesuatu yang bukan milikmu. Otte?”

“Ne oppa~ Siap!”

“Baiklah, Selamat tidur Hanie’ah~ mimpi indah malam ini” namja bijaksana itu tersenyum sambil beranjak dari tempatnya duduk sekarang. Setelah mematikan lampu tidur dan lampu kamar adiknya dia pun keluar dari kamar tersebut.

Setelah yakin kakaknya sudah keluar dari kamarnya, Hana membuka mata lalu menghidupkan lampu tidur disebelah tempat tidurnya. Dia bangun kemudian duduk sambil bersandar ditempat tidurnya.

“Sepertinya kau sangat dimanjakan oleh kakakmu” Kai menempatkan wajahnya tepat didepan wajah yeoja yang baru saja berbohong pada kakaknya itu. Sontak karna pergerakan Kai yang tiba-tiba Hana pun terkejut dan melonjak dari tempat tidurnya.

“YA! APA YANG KAU LAKUKAN?!” Hana berteriak sambil menunjuk kearah Kai. Sadar teriakkannya terlalu keras dia menutup mulutnya sendiri takut jika kakaknya mendengar teriakannya dan tau dia tidak benar-benar tidur.

“Bertanya, memangnya apa lagi?” Kai memasang tampang datarnya tanpa sadar bahwa sikapnya tadi membuat jantung yeoja dihadapannya itu berdebar dan menimbulkan salah paham dipikiran yeoja manis itu.

“Ke..napa kau tiba-tiba sudah ada disampingku? Aku tidak merasakan ada yang naik ketempat tidur tadi”

“Ahh ne! aku lupa memberi tau kekuatanku ya? Aku ini mampu berteleportasi, jadi aku bisa berpindah tempat dalam waktu sangat singkat”

“Te..teleportasi? Jadi kau bisa berpindah tempat dalam jarak jauh hanya dengan hitungan detik?”

“Iyuups benar sekali” Kai mengangguk anggukan kepalanya menyetujui.

“Lalu tadi Joonmyun oppa bilang kalau dia tidak melihat siapa-siapa selain aku apa itu berarti dia tidak bisa melihatmu?”

“Ne! Yang bisa melihatku hanya orang yang menyentuh kotak itu”

“Oke baiklah.. sekarang kita perjelas semuanya. Sekarang aku sudah mengeluarkanmu dari kotak itu, lalu apa tindakanku itu benar atau apa akan ada efek samping dari perbuatanku itu?”

“Mengeluarkanku dari kotak itu tentu saja perbuatan yang benar. Tapi masalah efek samping..”

“Apa? Apa akan ada efek sampingnya?” Hana mendekatkan wajahnya kewajah Kai karna penasaran apa yang akan dikatakan Kai.

DEG

Oh Tuhan dilihat seperti ini wajahnya terlihat bersinar

“Efek sampingnya adalah.. kau harus membantuku menemukan 11 kotak lagi dan kau harus membantuku dalam misiku kali ini”

“MWO??? 11 kotak??” Hana terdiam.. lalu sedetik setelahnya dia kembali menatap Kai

“Jadi maksudnya aku harus mencari 11 kotak lalu membebaskan 11 orang aneh sepertimu lagi?”

“BINGGO! Tepat sekali!” Kai menjetikkan jarinya didepan wajah terkejut Hana.

Apa?? Perbuatan seperti ini dia bilang benar? Ini sama saja mengacaukan hidupku sendiri. Seharusnya dari awal aku tidak perlu berurusan dengan kotak aneh itu=_=

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

N/b : NO SILENT READERS NO PLAGIAT HARGAI KARYA ANAK BANGSA!!!

Sip bye~~

29 thoughts on “The Twelve Power Of Olympians(Chapter1)

    • Hahaha.. makasih sebelumnya uda mau komen^^
      Sipp.. masih cari referensi nih buat lanjutin, bnyak materi yg hrs dikumpulin bwt lanjutinnya. makanya mungkin agak lama diupdate hehe
      Ditunggu aja..

  1. Wwooaaaa *prokprok* yaa miaann sebelumnya saya ini new readers:) tapi sejak pertama kali liat prolog, lngsung ngesearch ff ini._. HuohuohuoXD dan kmaren saya liat, wp ini ngepost ttg password, jujur sbenernya saya gak ngerti sama ketentuannya, saya bingung jadi mnt passwordnya itu gimana ya? Makasih:)

    • Sip annyeong chingu~ salam kenal~
      Masalah pw itu gini chingu.. dichapter ending dr FF yg berchapter di wp ini nanti bakal kita protect. dan buat readers yg mau dpt pwnya harus komen dr chapter FF yg telah ditentukan. Misalnya kyk FF yg ini, kita mulai dr chapter 5, jd bwt kamu yg mau dpt pw nya nanti kalo chapter ending FF ini uda keluar kamu harus komen dulu dr chapter 5 sampe satu chapter sebelum chapter ending. Karna nanti wkt kamu minta pw sm author disini kamu hrs menyertakan nama ID kamu wkt komen karna nanti bakal kita chek😀
      Begitu chingu? Uda jelas?

  2. aaaaaaaa
    berhubung ff nya udah nyampe chap 6 kekek
    malam ini aku harus beres bacanya >.<
    lumayan menghalangkan rasa bosan hehe
    ehh thor kalau di sekolah hermes mah sejenis binatang cacing kan ya ?
    ehh berarti c kkamjong cacing -_-

  3. Yaaaaaaaa Hana harus mencarai 11 kotak yang lainnya ….selamat menjalankan tugas Hana.
    Part ini panjang banget , jadinya mantap bacanya .
    Kerennnn bangetttt ffnya

  4. Annyeong, ak reader bru d sni..
    Ak ska ama ff yg bergenre fantasi and main cast’a anak exo, next part’a jgn lma2 min, HWAITING!!!

  5. Kerennnnn!!!!
    Penasaran, lanjut baca ah~~~
    Kai pasti terlihat sangat sangat sangat keren disitu *berhayal klo dy jd malaikat* /plakkk…

  6. sebernya uda baca kemaren.tapi berhubung lewat hp baca.a dan kalo mau comment lemot.a minta ampun jadi baru sempet comment sekarang…
    ehehhehehe mianhe yaaa…
    suka blog ini ..soalnya ceitanya , gaya bahasa.a sama panjang ceritanya itu bikin puas hati…
    tapi yang kurang cuma satu…

    update FF.a terlalu lama😦

  7. Ahaha joonmyun suka bgt jahilin adiknya kkk^^
    kai? Punya sayap? Bagus tuh thor, idenya. Keep it up yeah!!! Fighting^^!!!

  8. Waa ini ff udah setahun yg lalu.. aku baru baca .. DAN ceritanya sepertinya seruuu . Semoga aja enggak stop di jalan🙂

  9. Waaah kak^^ Kerreeen

    PENGEN BANGET JADI HANA… BISA KETEMU KAI… TRS NYARI 11 KOTAK… ITU ISINYA MEMBER EXO KAK? Wiiih… *Smirk

    pokoknya semangat untuk lanjutin ff ini… Aku terus mendukung^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s